Masayu Farah Diba, Ella Amalia, Tia Sabrina, Erizka Rivani, Rima Zanaria, Rizki Andini Nawawi
{"title":"Pemberdayaan kelompok ibu rumah tangga sebagai kader bijak antibiotik dalam upaya pengendalian resistensi antibiotik tingkat komunitas","authors":"Masayu Farah Diba, Ella Amalia, Tia Sabrina, Erizka Rivani, Rima Zanaria, Rizki Andini Nawawi","doi":"10.32539/hummed.v5i2.140","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penyakit infeksi menjadi masalah kesehatan yang mengancam di negara berkembang termasuk Indonesia. Penyakit akibat infeksi bakteri dapat diatasi dengan relatif mudah setelah ditemukannya berbagai antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak terkendali akan memicu terjadinya resistensi antibiotik. Dengan kejadian resistensi antibiotik, potensi antibiotik akan berkurang dalam mengobati infeksi dan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat bertujuan untuk memberikan pengetahuan pada masyarakat mengenai antibiotik, cara penggunaan antibiotik yang bijak, dan pengenalan konsep resistensi antibiotik. Kegiatan yang dilakukan berupa pemberdayaan dalam bentuk penyuluhan bagi masyarakat dan pendampingan dalam bentuk pelatihan bagi kelompok ibu-ibu calon kader bijak antibiotik di daerah Kelurahan Siring Agung. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan wawasan dan pengetahuan masyarakat dan kader kesehatan tentang Bijak Antibiotik, terutama penggunaan antibitotik dengan benar, bagaimana mendapatkannya, bagaimana menindak lanjuti limbah obat antibiotik apabila bersisa. Selain itu masyarakat dan kader juga telah memiliki keterampilan untuk melakukan cuci tangan yang baik dan benar dengan menggunakan air yang mengalir dan sabun secara mandiri guna mencegah penularan penyakit infeksi. Untuk selanjutnya diharapkan dapat dilakukan kegiatan pengabdian yang berkesinambungan dengan tema yang sejenis pada lapisan atau tingkat masyarakat yang berbeda guna untuk masyarakat mengetahui pentingnya prinsip penggunaan antibiotik secara bijak agar angka kejadian resistensi obat antibiotik dapat ditekan peningkatannya.","PeriodicalId":359010,"journal":{"name":"Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine","volume":"121 50","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2024-07-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.32539/hummed.v5i2.140","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penyakit infeksi menjadi masalah kesehatan yang mengancam di negara berkembang termasuk Indonesia. Penyakit akibat infeksi bakteri dapat diatasi dengan relatif mudah setelah ditemukannya berbagai antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak terkendali akan memicu terjadinya resistensi antibiotik. Dengan kejadian resistensi antibiotik, potensi antibiotik akan berkurang dalam mengobati infeksi dan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat bertujuan untuk memberikan pengetahuan pada masyarakat mengenai antibiotik, cara penggunaan antibiotik yang bijak, dan pengenalan konsep resistensi antibiotik. Kegiatan yang dilakukan berupa pemberdayaan dalam bentuk penyuluhan bagi masyarakat dan pendampingan dalam bentuk pelatihan bagi kelompok ibu-ibu calon kader bijak antibiotik di daerah Kelurahan Siring Agung. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan wawasan dan pengetahuan masyarakat dan kader kesehatan tentang Bijak Antibiotik, terutama penggunaan antibitotik dengan benar, bagaimana mendapatkannya, bagaimana menindak lanjuti limbah obat antibiotik apabila bersisa. Selain itu masyarakat dan kader juga telah memiliki keterampilan untuk melakukan cuci tangan yang baik dan benar dengan menggunakan air yang mengalir dan sabun secara mandiri guna mencegah penularan penyakit infeksi. Untuk selanjutnya diharapkan dapat dilakukan kegiatan pengabdian yang berkesinambungan dengan tema yang sejenis pada lapisan atau tingkat masyarakat yang berbeda guna untuk masyarakat mengetahui pentingnya prinsip penggunaan antibiotik secara bijak agar angka kejadian resistensi obat antibiotik dapat ditekan peningkatannya.
在包括印度尼西亚在内的发展中国家,传染病是一个威胁健康的问题。在发现各种抗生素后,细菌感染引起的疾病相对容易治愈。无节制地使用抗生素会引发抗生素耐药性的产生。随着抗生素耐药性的产生,抗生素在治疗人类、动物和植物感染和疾病方面的潜力将被削弱。社区服务活动旨在向社区提供抗生素知识、如何合理使用抗生素以及介绍抗生素耐药性的概念。活动以增强社区能力的形式开展,为社区提供咨询,并为 Siring Agung 村地区未来抗生素明智干部的母亲群体提供培训援助。这项活动的成果是提高了社区和卫生干部对明智抗生素的认识和了解,特别是正确使用抗生素、如何获得抗生素、如何跟踪抗生素药物的剩余浪费情况。此外,社区和干部还掌握了独立使用流动水和肥皂进行良好、正确洗手的技能,以防止传染病的传播。今后,希望能在社会不同层面持续开展类似主题的社区服务活动,让社区居民了解合理使用抗生素原则的重要性,从而抑制抗生素耐药性的发生。