{"title":"Metode Pengelolaan Konflik Politik: Analisis Kasus Konflik Politik Ali-Mu‘awiyah","authors":"Mohd Shukri Hanapi","doi":"10.21107/NBS.V1I1.2810","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Makalah ini bertujuan meneliti dan menganalisis metode pengelolaan konflik politik berlandaskan pengajaran daripada kasus konflik politik yang terjadi antara Sayyidina Ali bin Abi Talib r.a. dengan Mu‘awiyah bin Abu Sufyan. Konflik politik ini terjadi apabila kedua-dua pihak menginginkan suatu keperluan yang sama. Hal ini ditambah dengan adanya hambatan daripada kedua-dua belah pihak. Dengan itu berlakulah pertembungan nilai, kepentingan, tindakan, hala tuju, status dan berbagai-bagai keinginan. Kemuncak dari itu, tercetuslah pula pelbagai strategi politik dan peperangan. Tidak kira sama ada konflik yang berlaku itu kecil atau besar, ia perlu dikelolakan melalui metode yang baik bagi menjamin keutuhan, kestabilan, keamanan dan kemakmuran Negara sentiasa terpelihara. Persoalannya, apakah metode pengelolaan konflik politik berlandaskan pengajaran kasus konflik politik Ali-Mu‘awiyah? Bagi menjawab persoalan ini, perbincangan dalam makalah ini terbahagi kepada dua bahagian. Pertama, membincangkan kasus konflik politik Ali-Mu‘awiyah; dan kedua, membincangkan metode pengelolaan konflik politik berlandaskan pengajaran daripada kasus konflik politik Ali-Mu‘awiyah tersebut. Kajian kualitatif yang menggunakan metode analisis kandungan ini mendapati metode pengelolaan konflik politik berlandaskan pengajaran daripada kasus konflik politik Ali-Mu‘awiyah mempunyai beberapa elemen iaitu berpandukan tasawur al-Qur’an dan al-Sunnah; menggunakan kebijaksanaan dengan bertunjangkan keikhlasan; berwaspada dengan musuh; istiqamah; mengetepikan penglibatan pihak luar; dan menyelidiki sesuatu maklumat yang disebarkan.","PeriodicalId":30938,"journal":{"name":"NeoBis","volume":"11 1","pages":"61-76"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2017-06-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"NeoBis","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21107/NBS.V1I1.2810","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Makalah ini bertujuan meneliti dan menganalisis metode pengelolaan konflik politik berlandaskan pengajaran daripada kasus konflik politik yang terjadi antara Sayyidina Ali bin Abi Talib r.a. dengan Mu‘awiyah bin Abu Sufyan. Konflik politik ini terjadi apabila kedua-dua pihak menginginkan suatu keperluan yang sama. Hal ini ditambah dengan adanya hambatan daripada kedua-dua belah pihak. Dengan itu berlakulah pertembungan nilai, kepentingan, tindakan, hala tuju, status dan berbagai-bagai keinginan. Kemuncak dari itu, tercetuslah pula pelbagai strategi politik dan peperangan. Tidak kira sama ada konflik yang berlaku itu kecil atau besar, ia perlu dikelolakan melalui metode yang baik bagi menjamin keutuhan, kestabilan, keamanan dan kemakmuran Negara sentiasa terpelihara. Persoalannya, apakah metode pengelolaan konflik politik berlandaskan pengajaran kasus konflik politik Ali-Mu‘awiyah? Bagi menjawab persoalan ini, perbincangan dalam makalah ini terbahagi kepada dua bahagian. Pertama, membincangkan kasus konflik politik Ali-Mu‘awiyah; dan kedua, membincangkan metode pengelolaan konflik politik berlandaskan pengajaran daripada kasus konflik politik Ali-Mu‘awiyah tersebut. Kajian kualitatif yang menggunakan metode analisis kandungan ini mendapati metode pengelolaan konflik politik berlandaskan pengajaran daripada kasus konflik politik Ali-Mu‘awiyah mempunyai beberapa elemen iaitu berpandukan tasawur al-Qur’an dan al-Sunnah; menggunakan kebijaksanaan dengan bertunjangkan keikhlasan; berwaspada dengan musuh; istiqamah; mengetepikan penglibatan pihak luar; dan menyelidiki sesuatu maklumat yang disebarkan.