{"title":"HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENERIMAAN VAKSIN COVID-19 DI MASYARAKAT: A SYSTEMATIC REVIEW","authors":"Anisa Afianti Nur, Syafira Ratu Fauzi, Adella Delisa Putri, Adzkia Avisena Maghfiroh, Rizki Amalia","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4425","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penerapan kebijakan pembatasan seluruh kegiatan kemasyarakatan telah dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk mengurangi adanya penularan COVID-19 di masyarakat. Vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu upaya pemerintah sekaligus strategi utama yang dilakukan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 serta melindungi masyarakat agar tidak terjadi penularan, kesakitan, dan kematian sehingga tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Pemerintah telah menentukan target sasaran vaksinasi COVID-19 sebanyak 208,2 juta jiwa, bersumber pada data program vaksinasi COVID-19 secara nasional. Sejumlah masyarakat mengetahui pengembangan vaksin sebagai salah satu penanggulangan pandemi COVID-19. Namun, terdapat perbedaan tingkat penerimaan vaksinasi COVID-19 di masyarakat. Beberapa faktor yang memengaruhi hal tersebut diantaranya sikap, persepsi, dan pengetahuan seseorang terhadap vaksin COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penerimaan vaksin COVID-19 di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic review dengan menggunakan database Google Scholar sebagai sumber data yang kemudian menggunakan metode sistematik PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review). Sehingga ditemukan 5 artikel penelitian yang dipilih yang dilakukan di berbagai pulau di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan, maka semakin tinggi pula tingkat penerimaan vaksin. Sedangkan semakin rendah tingkat pengetahuan, maka semakin rendah pula tingkat penerimaan vaksin.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Kesehatan Tambusai","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4425","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENERIMAAN VAKSIN COVID-19 DI MASYARAKAT: A SYSTEMATIC REVIEW
Penerapan kebijakan pembatasan seluruh kegiatan kemasyarakatan telah dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk mengurangi adanya penularan COVID-19 di masyarakat. Vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu upaya pemerintah sekaligus strategi utama yang dilakukan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 serta melindungi masyarakat agar tidak terjadi penularan, kesakitan, dan kematian sehingga tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Pemerintah telah menentukan target sasaran vaksinasi COVID-19 sebanyak 208,2 juta jiwa, bersumber pada data program vaksinasi COVID-19 secara nasional. Sejumlah masyarakat mengetahui pengembangan vaksin sebagai salah satu penanggulangan pandemi COVID-19. Namun, terdapat perbedaan tingkat penerimaan vaksinasi COVID-19 di masyarakat. Beberapa faktor yang memengaruhi hal tersebut diantaranya sikap, persepsi, dan pengetahuan seseorang terhadap vaksin COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penerimaan vaksin COVID-19 di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic review dengan menggunakan database Google Scholar sebagai sumber data yang kemudian menggunakan metode sistematik PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review). Sehingga ditemukan 5 artikel penelitian yang dipilih yang dilakukan di berbagai pulau di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan, maka semakin tinggi pula tingkat penerimaan vaksin. Sedangkan semakin rendah tingkat pengetahuan, maka semakin rendah pula tingkat penerimaan vaksin.