{"title":"KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAM PENANGGULANGAN DESTRUCTIVE FISHING PADA REZIM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN","authors":"M. Anwar","doi":"10.33059/jhsk.v15i2.2182","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract, The criminal law policy in dealing with destructive fishing is currently primum remedium. However, in its development the criminal law policy in overcoming destructive fishing experiences several obstacles and is not yet in line with the concept of sustainable development. Considering that sustainable development is one of the principles in fisheries management, it is necessary to make adjustments between criminal law policies and sustainable development. Therefore this research aims to study and analyze the ideal criminal law policy in overcoming destructive fishing in the sustainable development regime. This research is a doctrinal law research using a statutory approach, analytical approach, conceptual approach, and case approach. The results showed that the ideal policy of criminal law in overcoming destructive fishing in sustainable development regimes is to make arrangements for sanctions actions that lead to social, economic improvement and repair damage to fish resources and their ecosystems due to destructive fishing practices. Sanctions for actions are more restorative, anticipatory, and educational so that they can reduce the degradation of fish resources and the environment. Thus, the balance between the use of fish resources and sustainable development can be realized. \nKeywords: Destructive Fishing, Criminal Law, Sustainable Development \n \nIntisari, Kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan tindak pidana destructive fishing saat ini bersifat primum remedium. Namun dalam perkembangannya kebijakan hukum pidana dalam menanggulangi destructive fishing mengalami beberapa hambatan dan belum selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Mengingat pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu asas dalam pengelolaan perikanan, maka perlu dilakukan penyesuaian antara kebijakan hukum pidana dengan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kebijakan ideal hukum pidana dalam penanggulangan destructive fishing pada rezim pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ideal hukum pidana dalam penanggulangan destructive fishing pada rezim pembangunan berkelanjutan yakni dengan melakukan pengaturan terhadap sanksi tindakan yang mengarah pada perbaikan sosial, ekonomi dan perbaikan kerusakan sumber daya ikan dan ekosistemnya akibat praktik destructive fishing. Sanksi tindakan lebih bersifat restoratif, antisipatif, dan mendidik sehingga dapat mengurangi degradasi sumber daya ikan dan lingkungan. Dengan demikian, keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya ikan dan pembangunan berkelanjutan dapat terwujud. \nKata Kunci: Destructive Fishing, Hukum Pidana, Pembangunan Berkelanjutan","PeriodicalId":448059,"journal":{"name":"Jurnal Hukum Samudra Keadilan","volume":"190 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Hukum Samudra Keadilan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33059/jhsk.v15i2.2182","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
Abstract, The criminal law policy in dealing with destructive fishing is currently primum remedium. However, in its development the criminal law policy in overcoming destructive fishing experiences several obstacles and is not yet in line with the concept of sustainable development. Considering that sustainable development is one of the principles in fisheries management, it is necessary to make adjustments between criminal law policies and sustainable development. Therefore this research aims to study and analyze the ideal criminal law policy in overcoming destructive fishing in the sustainable development regime. This research is a doctrinal law research using a statutory approach, analytical approach, conceptual approach, and case approach. The results showed that the ideal policy of criminal law in overcoming destructive fishing in sustainable development regimes is to make arrangements for sanctions actions that lead to social, economic improvement and repair damage to fish resources and their ecosystems due to destructive fishing practices. Sanctions for actions are more restorative, anticipatory, and educational so that they can reduce the degradation of fish resources and the environment. Thus, the balance between the use of fish resources and sustainable development can be realized.
Keywords: Destructive Fishing, Criminal Law, Sustainable Development
Intisari, Kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan tindak pidana destructive fishing saat ini bersifat primum remedium. Namun dalam perkembangannya kebijakan hukum pidana dalam menanggulangi destructive fishing mengalami beberapa hambatan dan belum selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Mengingat pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu asas dalam pengelolaan perikanan, maka perlu dilakukan penyesuaian antara kebijakan hukum pidana dengan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kebijakan ideal hukum pidana dalam penanggulangan destructive fishing pada rezim pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ideal hukum pidana dalam penanggulangan destructive fishing pada rezim pembangunan berkelanjutan yakni dengan melakukan pengaturan terhadap sanksi tindakan yang mengarah pada perbaikan sosial, ekonomi dan perbaikan kerusakan sumber daya ikan dan ekosistemnya akibat praktik destructive fishing. Sanksi tindakan lebih bersifat restoratif, antisipatif, dan mendidik sehingga dapat mengurangi degradasi sumber daya ikan dan lingkungan. Dengan demikian, keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya ikan dan pembangunan berkelanjutan dapat terwujud.
Kata Kunci: Destructive Fishing, Hukum Pidana, Pembangunan Berkelanjutan
摘要:刑法政策是目前处理破坏性捕捞的主要手段。然而,在其发展过程中,克服破坏性捕鱼的刑法政策遇到了一些障碍,而且还不符合可持续发展的概念。考虑到可持续发展是渔业管理的原则之一,有必要在刑法政策与可持续发展之间进行调整。因此,本研究旨在研究和分析在可持续发展制度下克服破坏性捕捞的理想刑法政策。本研究是运用成文法方法、分析方法、概念方法和案例方法进行的理论法学研究。结果表明,在可持续发展制度中,刑法在克服破坏性捕捞方面的理想政策是安排制裁行动,从而改善社会、经济和修复破坏性捕捞做法对鱼类资源及其生态系统造成的损害。对行动的制裁更具恢复性、预见性和教育性,从而能够减少鱼类资源和环境的退化。从而实现鱼类资源利用与可持续发展之间的平衡。关键词:破坏性捕捞,刑法,可持续发展,破坏性捕捞,破坏性捕捞,破坏性捕捞,破坏性捕捞,破坏性捕捞,原初媒介Namun dalam perkembangannya kebijakan hukum pidana dalam menanggulangi破坏性捕捞mengalami beberapa hambatan dan belum selaras dengan konsep pembangunan berkelanjuutan。我的名字是penbangunan berkelanjutan merupakan salah satu as dalam penelolaan perkanan,我的名字是maka perlu dilakukan penkelanjutan,我的名字是maka perlu dilakukan penkelanjutan。这是我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想,我的梦想。Penelitian ini merupakan Penelitian hukum doktrinal dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus。这句话的意思是:“破坏性捕鱼”,意思是“破坏性捕鱼”,意思是“破坏性捕鱼”,意思是“破坏性捕鱼”,意思是“破坏性捕鱼”,意思是“破坏性捕鱼”。桑克斯汀达坎莱比是一种具有恢复性、抗炎性的植物,但门迪迪克森达坎是一种具有降解性的植物。邓干德米克安,keseimbangan antara pmanfaatan sumber dayan dan pembangunan berkelanjutan dapat terwujud。Kata Kunci:破坏性捕鱼,Hukum Pidana, Pembangunan Berkelanjutan