{"title":"Rasionalitas Terapi Antibotik Empiris Pada Pasien Geriatri Dengan Pneumonia Di RS Mardi Rahayu","authors":"Zullies Ikawati, Apt.","doi":"10.22146/jmpf.86071","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pneumonia adalah penyakit infeksi akut yang mengenai jaringan (paru-paru) tepatnya di alveoli. Insiden pneumonia meningkat seiring bertambahnya usia karena perubahan fisiologis dan status imunologi yang terkait dengan penuaan dan adanya komorbiditas pada usia lanjut. Pneumonia merupakan penyakit infeksi terbesar di RS Mardi Rahayu pada tahun 2020 sampai dengan 2022. Pemilihan antibiotik empiris yang tidak tepat menyebabkan resistensi antibiotik dan penggunaannya yang terlalu lama dapat meningkatkan lama perawatan sehingga biaya perawatan meningkat. Analisa rasionalitas penggunaan antibiotik empiris yang spesifik pada pasien geriatri dengan pneumonia di RS Mardi Rahayu belum pernah dilakukan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan analitik observasional dengan metode cross-sectional. Analisa terhadap rasionalitas terapi antibiotik empiris menggunakan metode Gyssens. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pasien geriatri yang didiagnosa pneumonia yang dirawat inap di RS Mardi Rahayu periode Januari - Desember 2022 yang memenuhi kriteria inklusi adalah 139 pasien dengan jumlah 158 regimen antibiotik. Hasil analisa rasionalitas menunjukkan bahwa sebanyak 95 regimen antibiotik (60,13%) termasuk kategori 0 (nol) yang artinya penggunaan antibiotik rasional. Ketidakrasionalan penggunaan antibiotik terjadi pada 63 regimen pada kategori IV-A sebanyak 39 kasus (24,68%), IV-B sebanyak 9 kasus (5,70%), IV-C sebanyak 2 kasus (1,27%), III-A sebanyak 9 kasus (5,70%), III-B sebanyak 20 kasus (12,66%) dan II-A sebanyak 2 kasus (1,27%).","PeriodicalId":125871,"journal":{"name":"Journal of Management and Pharmacy Practice","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-09-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Management and Pharmacy Practice","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22146/jmpf.86071","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Pneumonia adalah penyakit infeksi akut yang mengenai jaringan (paru-paru) tepatnya di alveoli. Insiden pneumonia meningkat seiring bertambahnya usia karena perubahan fisiologis dan status imunologi yang terkait dengan penuaan dan adanya komorbiditas pada usia lanjut. Pneumonia merupakan penyakit infeksi terbesar di RS Mardi Rahayu pada tahun 2020 sampai dengan 2022. Pemilihan antibiotik empiris yang tidak tepat menyebabkan resistensi antibiotik dan penggunaannya yang terlalu lama dapat meningkatkan lama perawatan sehingga biaya perawatan meningkat. Analisa rasionalitas penggunaan antibiotik empiris yang spesifik pada pasien geriatri dengan pneumonia di RS Mardi Rahayu belum pernah dilakukan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan analitik observasional dengan metode cross-sectional. Analisa terhadap rasionalitas terapi antibiotik empiris menggunakan metode Gyssens. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pasien geriatri yang didiagnosa pneumonia yang dirawat inap di RS Mardi Rahayu periode Januari - Desember 2022 yang memenuhi kriteria inklusi adalah 139 pasien dengan jumlah 158 regimen antibiotik. Hasil analisa rasionalitas menunjukkan bahwa sebanyak 95 regimen antibiotik (60,13%) termasuk kategori 0 (nol) yang artinya penggunaan antibiotik rasional. Ketidakrasionalan penggunaan antibiotik terjadi pada 63 regimen pada kategori IV-A sebanyak 39 kasus (24,68%), IV-B sebanyak 9 kasus (5,70%), IV-C sebanyak 2 kasus (1,27%), III-A sebanyak 9 kasus (5,70%), III-B sebanyak 20 kasus (12,66%) dan II-A sebanyak 2 kasus (1,27%).