Pub Date : 2019-06-30DOI: 10.33379/alwijdn.v4i1.303
A. W. Hasan
Abstract A peaceful and harmonious life is the dream and the hope of everyone in any country they live in. None of them wants conflict, hostility, revange or war distroying their beautiful life and taking many victims. So plural-multicultural education becomes one of the important things that need to be taught to all citizens especially children. Thus, they will gradually understand the importance of differences in ethnicity, race, language, and religion dan mayakini bahwa Differences are not to be contested but to be met and matched. Therefore, the effort to inculcate the teachings of pluralism and multiculturalism needs to be supported by all parties, not only teachers and lecturers, but also religious leaders from various existing religions. By the supporting from leaders of across religions and culture a sense of togetherness, tolerance and unity will be realized and finally, peace became a reality. Keywords: Plural-muliticultural education, peace and harmony
{"title":"Pendidikan Pluralis-Multikultural: Upaya Membangun Kaharmonisan Antar Sesama","authors":"A. W. Hasan","doi":"10.33379/alwijdn.v4i1.303","DOIUrl":"https://doi.org/10.33379/alwijdn.v4i1.303","url":null,"abstract":"Abstract\u0000A peaceful and harmonious life is the dream and the hope of everyone in any country they live in. None of them wants conflict, hostility, revange or war distroying their beautiful life and taking many victims. So plural-multicultural education becomes one of the important things that need to be taught to all citizens especially children. Thus, they will gradually understand the importance of differences in ethnicity, race, language, and religion dan mayakini bahwa Differences are not to be contested but to be met and matched. Therefore, the effort to inculcate the teachings of pluralism and multiculturalism needs to be supported by all parties, not only teachers and lecturers, but also religious leaders from various existing religions. By the supporting from leaders of across religions and culture a sense of togetherness, tolerance and unity will be realized and finally, peace became a reality.\u0000Keywords: Plural-muliticultural education, peace and harmony","PeriodicalId":335880,"journal":{"name":"AL-WIJDÃN: Journal of Islamic Education Studies","volume":"25 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115634592","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-30DOI: 10.33379/alwijdn.v4i1.302
Karunia Yulinda Khairiyah
Abstrak Pemerintah melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan saat ini menaruh perhatian khusus terhadap peningkatan kuwalitas layanan pendidikan pada siswa berkebutuhan khusus, salah satunya adalah siswa tunaghrahita. Siswa tungahrahita merupakan anak yang memililiki kelainan dan keterabatasan secara intelektual, di mana kecerdasan yang dimiliki tergolong sangat rendah dengan IQ rata-rata 68-52%. Dalam konteks ini, perkembangan kognitif anak tunagrahita yang terjadi pada setiap fase seringkali gagal dalam melakukan transfer persepsi verbal dan non-verbal. Akibatnya, anak tunagrahita lemah dalam mengingat, baik mengingat jangka panjang maupun jangka pendek. Gangguan tersebut dapat menghambat perkembangan pendidikannya, terutama pada materi gerakan sholat, di mana siswa tuangrahita masih belum mampu menghapal dan mempraktekkan gerakan-gerakan sholat secara benar. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kemampuan daya ingat gerakan sholat pada anak tunagrahita ringan sebelum menggunakan media ritatoon, menggambarkan kemampuan daya ingat gerakan doa pada anak tunagrahita ringan setelah menggunakan media ritatoon. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain Pra Eksperimental dalam bentuk desain One pretest posttest. Instrumen penelitian adalah tes tertulis dan tes kinerja. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji Prasyarat menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil uji anova tes tulis memperoleh hasil sig. 0,000. Karena nilai excact sig. < taraf nyata (α = 0,05), dan hasil uji anova tes kinerja memperoleh hasil sig. 0,001. Karena nilai excact sig. < taraf nyata (α = 0,05), maka Ho ditolak. Yang artinya strategi media pembelajaran ritatoon dapat meningkatkan daya ingat gerakan sholat siswa tunagrahita ringan kelas V. Kata Kunci: Media ritatoon, daya ingat gerakan sholat, tunagrahita ringan.
{"title":"Strategi Media Pembelajaran Ritatoon untuk Meningkatkan Daya Ingat Gerakan Sholat Siswa Tunagrahita Ringan","authors":"Karunia Yulinda Khairiyah","doi":"10.33379/alwijdn.v4i1.302","DOIUrl":"https://doi.org/10.33379/alwijdn.v4i1.302","url":null,"abstract":"Abstrak\u0000Pemerintah melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan saat ini menaruh perhatian khusus terhadap peningkatan kuwalitas layanan pendidikan pada siswa berkebutuhan khusus, salah satunya adalah siswa tunaghrahita. Siswa tungahrahita merupakan anak yang memililiki kelainan dan keterabatasan secara intelektual, di mana kecerdasan yang dimiliki tergolong sangat rendah dengan IQ rata-rata 68-52%. Dalam konteks ini, perkembangan kognitif anak tunagrahita yang terjadi pada setiap fase seringkali gagal dalam melakukan transfer persepsi verbal dan non-verbal. Akibatnya, anak tunagrahita lemah dalam mengingat, baik mengingat jangka panjang maupun jangka pendek. Gangguan tersebut dapat menghambat perkembangan pendidikannya, terutama pada materi gerakan sholat, di mana siswa tuangrahita masih belum mampu menghapal dan mempraktekkan gerakan-gerakan sholat secara benar. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kemampuan daya ingat gerakan sholat pada anak tunagrahita ringan sebelum menggunakan media ritatoon, menggambarkan kemampuan daya ingat gerakan doa pada anak tunagrahita ringan setelah menggunakan media ritatoon. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain Pra Eksperimental dalam bentuk desain One pretest posttest. Instrumen penelitian adalah tes tertulis dan tes kinerja. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji Prasyarat menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil uji anova tes tulis memperoleh hasil sig. 0,000. Karena nilai excact sig. < taraf nyata (α = 0,05), dan hasil uji anova tes kinerja memperoleh hasil sig. 0,001. Karena nilai excact sig. < taraf nyata (α = 0,05), maka Ho ditolak. Yang artinya strategi media pembelajaran ritatoon dapat meningkatkan daya ingat gerakan sholat siswa tunagrahita ringan kelas V.\u0000Kata Kunci: Media ritatoon, daya ingat gerakan sholat, tunagrahita ringan.","PeriodicalId":335880,"journal":{"name":"AL-WIJDÃN: Journal of Islamic Education Studies","volume":"70 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131477676","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-29DOI: 10.33379/alwijdn.v4i1.307
Ifa Nurhayati
Abstrak Praktek pelembagaan nilai-nilai humanitas dalam masyarakat paguyuban dan patembayan Watugong, Kanjuruhan, Tlogomas, Malang acapkali menampakkan ekspresi budaya yang sangat hedrogen. Adakalanya ekspresi budaya itu berbentuk penolakan terhadap budaya sebelumnya, hingga menampakkan adanya benturan antar budaya. Adakalanya pula terjadi kompromi dengan budaya sebelumnya, hingga melahirkan perjumpaan sinergis dan harmonis antara entitas budaya satu dengan budaya lainnya dalam realitas sosial masyarakat. Secara keseluruhan, penelitian ini menghasilkan dua tipologi model pelembagaan nilai humanitas, pertama: model adaptif kompromistik, model ini berpijak pada nilai-nilai kemaslahatan universal multi entitas budaya. Menggambarkan adanya proses sosial yang ramah, adaptif, kompromistis, dan damai dengan melakukan perjumpaan budaya secara lintas. Memodifikasi kebudayaan tanpa menghilangkan kebudayaan asli. Dalam terminologi pengembangan kelembagaan pendidikan Islam, istilah ini akrab dengan jargon al-muhȃfadhotu ala al-qadȋmi al-shȃlih wa alakhdu bi al-jadȋdi al-aslah, yaitu memilahara karya-karya lama yang masih baik, cocok, dan relevan, terhadap perkembangan zaman dan menghadirkan karya karya baru yang lebih baik, cocok, dan relevan bagi tuntutan zaman dan sosial. Kedua: Pelembagaan nilai-nilai humanitas dengan model rejektif partikularistik. Model pelembagaan nilai yang cenderung kontras dan menolak sistem nilai lain yang berbeda dengan sistem nilai yang melekat pada dirinya. Model penyerapan nilai yang dilakukan oleh kelompok ini cenderung parsial, terpisah dengan sistem nilai yang dilakukan oleh entitas budaya lain. Dengan demikian model pelembagaan nilai dari komunitas ini cenderung eksklusif, yang berdampak pada sikap keras, fanatis, truth claim, dan tertutup. Komunitas masyarakat demikian cenderung terisolir dan tidak disukai oleh masyarakat pada umumnya. Kata Kunci: Pelembagaan nilai-nilai humanitas, Akulturasi, kearifan lokal, dan Perdamaian.
在一个连和维图贡的社会中,人文价值的制度化实践,坎派安,特洛戈马,马朗,常常表现出高度地层的文化表达。有时这种文化表达是对前一种文化的排斥,表现出一种文化冲突。有时也会与以前的文化妥协,直到在社会现实中,一种文化实体与另一种文化实体之间的平等和和谐。总的来说,这项研究产生了两种文化教养模式,一种是适应性妥协模式,它植根于多元文化的普遍文化价值观。它描述了一个友好的社会、适应、妥协和和平的过程,通过跨文化的接触。在不改变本土文化的情况下改变文化。伊斯兰教育体制发展术语中,这些熟悉的术语和行话al-muhȃfadhotu ala al-qadȋmi al-shȃlih wa alakhdu bi al-jadȋ在al-aslah memilahara还不错的旧作品,即匹配,相关的,对时代发展,呈现了新的更好的作品,作品匹配,与时代和社会需求息息相关。第二:用一种分诊模式将人类价值观制度化。一种价值制度化模型,倾向于对其他与他所固有的价值体系进行对比和排斥。这些群体所做的值吸收模型往往是半边的,与其他文化实体所做的值系统是分开的。因此,这种社区的价值观制度化模型往往是排外的,这导致了顽固、偏执、真理要求和封闭。这样的社区往往被社会孤立和排斥。关键词:教养人类价值观、水产养殖、地方审慎与和平。
{"title":"Model Pelembagaan Nilai-Nilai Humanitas dalam Upaya Membentuk Masyarakat Damai","authors":"Ifa Nurhayati","doi":"10.33379/alwijdn.v4i1.307","DOIUrl":"https://doi.org/10.33379/alwijdn.v4i1.307","url":null,"abstract":"Abstrak\u0000Praktek pelembagaan nilai-nilai humanitas dalam masyarakat paguyuban dan patembayan Watugong, Kanjuruhan, Tlogomas, Malang acapkali menampakkan ekspresi budaya yang sangat hedrogen. Adakalanya ekspresi budaya itu berbentuk penolakan terhadap budaya sebelumnya, hingga menampakkan adanya benturan antar budaya. Adakalanya pula terjadi kompromi dengan budaya sebelumnya, hingga melahirkan perjumpaan sinergis dan harmonis antara entitas budaya satu dengan budaya lainnya dalam realitas sosial masyarakat. Secara keseluruhan, penelitian ini menghasilkan dua tipologi model pelembagaan nilai humanitas, pertama: model adaptif kompromistik, model ini berpijak pada nilai-nilai kemaslahatan universal multi entitas budaya. Menggambarkan adanya proses sosial yang ramah, adaptif, kompromistis, dan damai dengan melakukan perjumpaan budaya secara lintas. Memodifikasi kebudayaan tanpa menghilangkan kebudayaan asli. Dalam terminologi pengembangan kelembagaan pendidikan Islam, istilah ini akrab dengan jargon al-muhȃfadhotu ala al-qadȋmi al-shȃlih wa alakhdu bi al-jadȋdi al-aslah, yaitu memilahara karya-karya lama yang masih baik, cocok, dan relevan, terhadap perkembangan zaman dan menghadirkan karya karya baru yang lebih baik, cocok, dan relevan bagi tuntutan zaman dan sosial. Kedua: Pelembagaan nilai-nilai humanitas dengan model rejektif partikularistik. Model pelembagaan nilai yang cenderung kontras dan menolak sistem nilai lain yang berbeda dengan sistem nilai yang melekat pada dirinya. Model penyerapan nilai yang dilakukan oleh kelompok ini cenderung parsial, terpisah dengan sistem nilai yang dilakukan oleh entitas budaya lain. Dengan demikian model pelembagaan nilai dari komunitas ini cenderung eksklusif, yang berdampak pada sikap keras, fanatis, truth claim, dan tertutup. Komunitas masyarakat demikian cenderung terisolir dan tidak disukai oleh masyarakat pada umumnya.\u0000Kata Kunci: Pelembagaan nilai-nilai humanitas, Akulturasi, kearifan lokal, dan Perdamaian.","PeriodicalId":335880,"journal":{"name":"AL-WIJDÃN: Journal of Islamic Education Studies","volume":"8 1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128424987","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-29DOI: 10.33379/alwijdn.v4i1.301
Khoirul Wildan
Abstrak Penguasaan ilmu nahwu shorof yang memadai sangat dibutuhkan untuk dapat membaca dan menulis serta menterjemahkan kitab kuning, sedangkan nahwu shorof sedari dulu dianggap sulit untuk mengkonsep dan memahami teorinya dalam pembelajaran yang mudah. Karenanya, ketepatan sebuah metode bahasa arab sangat dibutuhkan. Metode Tamyiz merupakan metode yang praktis untuk pembelajaran terjemah Al-Qur’an dan kitab kuning. Hizbul Kaafi merupakan salah satu lembaga kursus bahasa arab yang menerapakan metode Tamyiz dalam salah satu program pembelajarannya, padahal penerapan metode Tamyiz di sekolah dan di madrasah terbilang jarang. Tulisan ini mengunkap implentasi dan system evaluasi metode Tamyiz dalam pembelajaran baca kitab kuning di Hizbul Kaafi Pare Kediri. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan pendekatan analisis kualitatif deskriptif, menggunakan sumber primer dan sekunder, dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam prosedur pengumpulan datanya, sedangkan analisis datanya dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan memverifikasi data. Uji keabsahan datanya menggunakan Uji Credibility dengan bentuk perpanjangan pengamatan, triangulasi, peningkatan kecermatan, analisis kasus negative, dan member check. Hasil penelitian, yaitu: (1) Pelaksanaan pembelajaran baca kitab kuning dengan metode Tamyiz, merupakan bentuk gabungan dari pembelajaran tradisional, metode pengajaran langsung, dan model pembelajaran Quantum yaitu sebuah model yang membiasakan belajar menyenangkan demi meningkatkan minat belajar sampai hasil belajar peserta secara menyeluruh. (2) Hasil penilaian observasi menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran tamyiz berjalan dengan baik dengan system evaluasi metode Tamyiz di Hizbul Kaafi menggunakan evaluasi sumatif dan formatif. Kata Kunci: Metode Tamyiz, Pembelajaran Baca Kitab Kuning.
对nahwu shorof的科学掌握对于能够读、写和翻译黄书是必不可少的,而nahwu shorof的知识一直被认为很难在简单的学习中概念和理解他的理论。因此,阿拉伯语的方法必须准确。Tamyiz方法是实用的学习方法用事情€™帕格利亚》和《黄色》。Hizbul Kaafi是他的一所阿拉伯语课程的一部分,在他的教学项目中使用Tamyiz方法是罕见的,尽管在学校和马德拉斯使用Tamyiz方法是罕见的。这篇文章涵盖了在Hizbul Kaafi Pare Kediri的黄色阅读学习中的Tamyiz方法和系统评价。该研究采用描述性定性分析的方法,使用初级和次要资源,在数据收集过程中使用观察、采访和文档技术,而数据分析是通过简化、提交和验证数据来进行的。使用延长观测、三角测量、确确度增加、负案例分析和检查数据的有效性。研究结果是:(1)用Tamyiz方法阅读《黄书》是传统学习方法、直接教学方法和量子学习模式的组合形式,这是一种固定的学习方法,旨在提高参与者对学习的兴趣,直到学生的整体学习结果。(2)观察评估结果表明,在Hizbul Kaafi中,tamyiz学习活动与系统评价方法进行得很好,使用了sumatif和formation评价。关键词:Tamyiz方法,学习黄色经文。
{"title":"Implementasi Metode Tamyiz Dalam Pembelajaran Baca Kitab Kuning","authors":"Khoirul Wildan","doi":"10.33379/alwijdn.v4i1.301","DOIUrl":"https://doi.org/10.33379/alwijdn.v4i1.301","url":null,"abstract":"Abstrak\u0000Penguasaan ilmu nahwu shorof yang memadai sangat dibutuhkan untuk dapat membaca dan menulis serta menterjemahkan kitab kuning, sedangkan nahwu shorof sedari dulu dianggap sulit untuk mengkonsep dan memahami teorinya dalam pembelajaran yang mudah. Karenanya, ketepatan sebuah metode bahasa arab sangat dibutuhkan. Metode Tamyiz merupakan metode yang praktis untuk pembelajaran terjemah Al-Qur’an dan kitab kuning. Hizbul Kaafi merupakan salah satu lembaga kursus bahasa arab yang menerapakan metode Tamyiz dalam salah satu program pembelajarannya, padahal penerapan metode Tamyiz di sekolah dan di madrasah terbilang jarang. Tulisan ini mengunkap implentasi dan system evaluasi metode Tamyiz dalam pembelajaran baca kitab kuning di Hizbul Kaafi Pare Kediri. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan pendekatan analisis kualitatif deskriptif, menggunakan sumber primer dan sekunder, dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam prosedur pengumpulan datanya, sedangkan analisis datanya dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan memverifikasi data. Uji keabsahan datanya menggunakan Uji Credibility dengan bentuk perpanjangan pengamatan, triangulasi, peningkatan kecermatan, analisis kasus negative, dan member check. Hasil penelitian, yaitu: (1) Pelaksanaan pembelajaran baca kitab kuning dengan metode Tamyiz, merupakan bentuk gabungan dari pembelajaran tradisional, metode pengajaran langsung, dan model pembelajaran Quantum yaitu sebuah model yang membiasakan belajar menyenangkan demi meningkatkan minat belajar sampai hasil belajar peserta secara menyeluruh. (2) Hasil penilaian observasi menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran tamyiz berjalan dengan baik dengan system evaluasi metode Tamyiz di Hizbul Kaafi menggunakan evaluasi sumatif dan formatif.\u0000Kata Kunci: Metode Tamyiz, Pembelajaran Baca Kitab Kuning.","PeriodicalId":335880,"journal":{"name":"AL-WIJDÃN: Journal of Islamic Education Studies","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130177236","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-28DOI: 10.33379/alwijdn.v4i1.248
I. Ismail
Abstrak Ada dua pertanyaan yang menjadi studi utama dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana pengembangan ranah afektif dan psikomotorik pada implementasi kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Camplong ? Kedua, apa saja faktor pendukung dan penghambat untuk pengembangan ranah afektif dan psikomotorik pada implementasi kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Camplong ? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan; pertama, pengembangan ranah afektif dan psikomotorik pada implementasi kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Camplong adalah sebagai berikut: (a) Berbagai kegiatan pembelajaran berbasis sumber; (b) Proses pembelajaran menggunakan pembelajaran ilmiah sebagai penguat; (c) Kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi; (d) Sistem pembelajaran terpadu; (e) Meningkatkan keterampilan intelektual, mental dan fisik, (f) Sistem pembelajaran yang menerapkan nilainilai disiplin dan keteladanan. Kedua, faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan ranah afektif dan psikomotorik pada implementasi kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Camplong adalah: (a) Faktor-faktor yang mendukung pengembangan ranah ranah afektif dan psikomotorik pada implementasi kurikulum 2013 di SMP Camplong 1 sebagai berikut: Siswa cenderung melakukan hal-hal dengan sikap positif; (2) Siswa memiliki minat yang tinggi dalam kegiatan pembelajaran; (3) Siswa memiliki kepercayaan diri tentang apa yang disetujui adalah hal positif bagi mereka yang memenuhi syarat. (b) Faktor-faktor yang menghambat pengembangan ranah afektif dan psikomotorik pada implementasi kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Camplong sebagai berikut; (1) Guru kurang terampil dalam kegiatan pembelajaran terpadu; (2) Kurangnya pelatihan dan peningkatan kurikulum pengembangan 2013 untuk guru. Kata Kunci: Pengembangan Ranah Afektif, Ranah Psikomotorik, dan Kurikulum 2013.
抽象问题是本研究的主要研究对象。首先,2013年SMP Negeri 1 Camplong课程的情感和心理运动领域进展如何?第二,2013年SMP Negeri 1 Camplong课程实现的情感和心理运动领域发展的支持因素和障碍是什么?本研究是一种描述性的定性研究,采用面试技巧、观察技术和数据收集文献。研究结果表明;首先,2013年SMP Negeri 1 Camplong课程的情感和心理运动领域的发展如下:(a)各种基于资源的学习活动;(b)学习过程使用科学学习作为助推器;(c)基于能力的学习活动;(d)综合学习系统;(e)提高智力、心理和身体技能,(f)运用学科和榜样学习系统。第二,2013年SMP Negeri 1 Camplong课程实施的情感和心理运动领域的驱动因素和心理运动障碍是:(a)支持2013课程实现的情感域发展和心理运动的因素如下:学生倾向于做积极的事情;(2)学生对学习活动有很高的兴趣;(3)学生对被批准的事情有信心,这对那些有资格的人来说是积极的。(b)阻碍2013年SMP Negeri 1 Camplong课程发展的情感和心理运动领域的因素如下:(1)教师不擅长综合学习活动;(2) 2013年教师发展课程缺乏培训及增加。关键词:情感领域发展、心理运动领域和2013年课程。
{"title":"Pengembangan Ranah Afektif dan Psikomotor Siswa dalam Implementasi Kurikulum 2013","authors":"I. Ismail","doi":"10.33379/alwijdn.v4i1.248","DOIUrl":"https://doi.org/10.33379/alwijdn.v4i1.248","url":null,"abstract":"Abstrak\u0000Ada dua pertanyaan yang menjadi studi utama dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana pengembangan ranah afektif dan psikomotorik pada implementasi kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Camplong ? Kedua, apa saja faktor pendukung dan penghambat untuk pengembangan ranah afektif dan psikomotorik pada implementasi kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Camplong ? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan; pertama, pengembangan ranah afektif dan psikomotorik pada implementasi kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Camplong adalah sebagai berikut: (a) Berbagai kegiatan pembelajaran berbasis sumber; (b) Proses pembelajaran menggunakan pembelajaran ilmiah sebagai penguat; (c) Kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi; (d) Sistem pembelajaran terpadu; (e) Meningkatkan keterampilan intelektual, mental dan fisik, (f) Sistem pembelajaran yang menerapkan nilainilai disiplin dan keteladanan. Kedua, faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan ranah afektif dan psikomotorik pada implementasi kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Camplong adalah: (a) Faktor-faktor yang mendukung pengembangan ranah ranah afektif dan psikomotorik pada implementasi kurikulum 2013 di SMP Camplong 1 sebagai berikut: Siswa cenderung melakukan hal-hal dengan sikap positif; (2) Siswa memiliki minat yang tinggi dalam kegiatan pembelajaran; (3) Siswa memiliki kepercayaan diri tentang apa yang disetujui adalah hal positif bagi mereka yang memenuhi syarat. (b) Faktor-faktor yang menghambat pengembangan ranah afektif dan psikomotorik pada implementasi kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Camplong sebagai berikut; (1) Guru kurang terampil dalam kegiatan pembelajaran terpadu; (2) Kurangnya pelatihan dan peningkatan kurikulum pengembangan 2013 untuk guru.\u0000 \u0000Kata Kunci: Pengembangan Ranah Afektif, Ranah Psikomotorik, dan Kurikulum 2013.","PeriodicalId":335880,"journal":{"name":"AL-WIJDÃN: Journal of Islamic Education Studies","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117226770","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-28DOI: 10.33379/alwijdn.v4i1.306
Hamidatun Nihayah
Abstrak Kabupaten Tuban adalah salah satu kabubaten di Jawa Timur yang memberikan perhatian sangat kepada lembaga non formal (lembaga TPQ). Sebagaimana yang dijelaskan pada perda kabupaten Tuban no 6 tahun 2018 tentang pendidikan anak mulia. Harapan besar anak -anak didik terbekali dengan dasar agama yang cukup, mampu menjadi generasi penerus Qurâni yang bisa mewarnai dengan nilai-nilai keislaman. Oleh itu, mulai tahun 2018 ini uji hasil belajar santri atau yang disebut dengan munaqosah menjadi peraturan wajib dan diikuti bagi anak didik yang duduk di kelas enam sekolah dasarMetode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan kuantitatif (mixed Metode). Hal Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, adapun kesimpulan yang dipaparkan sebagai berikut: Pelaksanaan pembelajaran TPQ di kecamatan Senori dilaksanakan 1% setelah Maghrib dan 99% dilaknakan pada sore. Method pembelajaran yang digunakan rata menggukan metode Iqro`, an Nahdliyah, Qiroati. Materi yang diajarkan pada TPQ yang telah disepaki bersama dibawah kepengurukan Korcam TPQ selain belajar al Qur`an, hafalan surat piliha, hafalan juz 30, dan fikih ibadah. Kwalitas hasil belajar (munaqasah) santri TPQ di kecamatan Senori tahun 2018; 9% mendapat predikat sangat baik, 1% predikat baik, 49% Predikar cukup dan 41% Predikat kurang. Kata Kunci: Pndidikan Al qur`an, Hasil belajar munaqosah, Santri
{"title":"Analisis Hasil Belajar (Munaqosah) Santri Taman Pendidikan Al Qur`an","authors":"Hamidatun Nihayah","doi":"10.33379/alwijdn.v4i1.306","DOIUrl":"https://doi.org/10.33379/alwijdn.v4i1.306","url":null,"abstract":"Abstrak\u0000Kabupaten Tuban adalah salah satu kabubaten di Jawa Timur yang memberikan perhatian sangat kepada lembaga non formal (lembaga TPQ). Sebagaimana yang dijelaskan pada perda kabupaten Tuban no 6 tahun 2018 tentang pendidikan anak mulia. Harapan besar anak -anak didik terbekali dengan dasar agama yang cukup, mampu menjadi generasi penerus Qurâni yang bisa mewarnai dengan nilai-nilai keislaman. Oleh itu, mulai tahun 2018 ini uji hasil belajar santri atau yang disebut dengan munaqosah menjadi peraturan wajib dan diikuti bagi anak didik yang duduk di kelas enam sekolah dasarMetode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan kuantitatif (mixed Metode). Hal Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, adapun kesimpulan yang dipaparkan sebagai berikut: Pelaksanaan pembelajaran TPQ di kecamatan Senori dilaksanakan 1% setelah Maghrib dan 99% dilaknakan pada sore. Method pembelajaran yang digunakan rata menggukan metode Iqro`, an Nahdliyah, Qiroati. Materi yang diajarkan pada TPQ yang telah disepaki bersama dibawah kepengurukan Korcam TPQ selain belajar al Qur`an, hafalan surat piliha, hafalan juz 30, dan fikih ibadah. Kwalitas hasil belajar (munaqasah) santri TPQ di kecamatan Senori tahun 2018; 9% mendapat predikat sangat baik, 1% predikat baik, 49% Predikar cukup dan 41% Predikat kurang.\u0000Kata Kunci: Pndidikan Al qur`an, Hasil belajar munaqosah, Santri","PeriodicalId":335880,"journal":{"name":"AL-WIJDÃN: Journal of Islamic Education Studies","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123533072","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}