Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis perbedaan empati anak usia dini di tinjau berdasarkan jenis kelamin di TK A di Kecamatan Purwakarta. Partisipan dalam penelitian ini adalah anak usia dini dengan kriteria 5-6 tahun di TK di Kecamatan Purwakarta berjumlah 7 orang anak perempuan dan 7 orang anak laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan observasi dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian di analisis menggunakan analisis data model Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan empati anak usia dini ditinjau berdasarkan jenis kelamin di Kecamatan Purwakarta yang dimana anak perempuan memiliki empati lebih tinggi dari pada anak laki-laki atau anak perempuan memiliki empati lebih baik dari pada anak laki-laki.
< p >本研究的目的是分析初学家中性别差异的幼儿同理心。这项研究的参与者是5-6岁学龄前儿童,普拉瓦卡塔省学前5-6岁儿童,其中7名女孩和7名男孩。本研究采用描述性的方法进行定性研究。本研究的数据收集技术采用了观察和记录。然后用米勒斯和胡伯曼模型的数据分析收集的数据。研究结果表明,幼儿的同理心存在于普瓦卡塔街道上,在这一地区,女孩比男孩或女孩有更高的同理心< - p>
{"title":"Analisis Perbedaan Empati Anak Usia Dini Ditinjau Berdasarkan Jenis Kelamin di TK A di Kecamatan Purwakarta","authors":"Karisya Aprilliani, Jojor Renta Maranatha, Risty Justicia","doi":"10.58836/jpma.v14i1.16842","DOIUrl":"https://doi.org/10.58836/jpma.v14i1.16842","url":null,"abstract":"<p>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis perbedaan empati anak usia dini di tinjau berdasarkan jenis kelamin di TK A di Kecamatan Purwakarta. Partisipan dalam penelitian ini adalah anak usia dini dengan kriteria 5-6 tahun di TK di Kecamatan Purwakarta berjumlah 7 orang anak perempuan dan 7 orang anak laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan observasi dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian di analisis menggunakan analisis data model Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan empati anak usia dini ditinjau berdasarkan jenis kelamin di Kecamatan Purwakarta yang dimana anak perempuan memiliki empati lebih tinggi dari pada anak laki-laki atau anak perempuan memiliki empati lebih baik dari pada anak laki-laki.</p><p> </p>","PeriodicalId":500668,"journal":{"name":"Jurnal Penelitian Medan Agama","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135155804","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-29DOI: 10.58836/jpma.v14i1.14175
Amir Reza Kusuma, Rakhmad Agung Hidayatullah
Kebahagiaan menurut Ibnu Sina menarik untuk di bahas karena diperoleh melalui banyaknya ilmu pengetahuan dan bisa diamalkan melalui akal mustafad. Banyak para tokoh mencoba menguraikan keberadaannya. Namun dalam kajian tersebut, ada anggapan para filosof Muslim dalam menguraikan masalah hanya menyalin ulang dari para filosof Yunani. Hal ini dijelaskan oleh salah satu tokoh filosof Muslim, yaitu Ibnu Sina. Ia menjelaskan pembahasan dalam filsafat Islam yang berasaskan wahyu berbeda dengan Barat yang berasaskan rasio dan empiris.Kajian ini studi literatur dengan menggunakan metode diskriptif-analisis. Dalam pembahasan ini penulis menghasilkan kesimpulan penting. Pertama, Konsep kebahagiaan Ibnu Sina berbeda dengan Barat. menurut Ibnu Sina jiwa mendapatkan kenikmatan dan kesengsaran di hari akhir. Ibnu Sina membaginya menjadi beberapa kategori. Pertama, jiwa sempurna karena ilmu dan amal. ilmu akan menjadi pondasi untuk mengukuhkan kehidupan manusia. aksi berpikir dan berkembang dalam mencapai tingkatannya hingga mencapai tingkat akal mustafad yang siap untuk memancarkan hal-hal rasional
< p >的幸福对伊本·西纳来说是一个有趣的讨论,因为它是通过大量的科学获得的,可以通过穆斯塔法思想正式化。许多权威人物试图解释他的存在。然而,在这项研究中,穆斯林哲学家在解构问题上仅是抄袭希腊哲学家。这是穆斯林哲学家之一伊本·西纳(ibn Sina)描述的。他解释的伊斯兰哲学中讨论berasaskan比例不同于西方的berasaskan启示和经验。这项研究用文学diskriptif-analisis方法研究。在这些讨论中,作者得出了重要的结论。首先,伊本·西纳的幸福与西方的不同。据伊本·西纳(ibn Sina)说,灵魂在一天结束时获得了乐趣和交易所。伊本·西纳分成几类。首先,科学和慈善精神是完美的。科学将成为证实人类生活的基础。思想的行动在达到他的水平的同时发展到达到理智的程度< em >穆斯塔法德< /em >准备散发理性的东西< /p >
{"title":"Konsep Kebahagiaan menurut Ibnu Sina","authors":"Amir Reza Kusuma, Rakhmad Agung Hidayatullah","doi":"10.58836/jpma.v14i1.14175","DOIUrl":"https://doi.org/10.58836/jpma.v14i1.14175","url":null,"abstract":"<p>Kebahagiaan menurut Ibnu Sina menarik untuk di bahas karena diperoleh melalui banyaknya ilmu pengetahuan dan bisa diamalkan melalui akal mustafad. Banyak para tokoh mencoba menguraikan keberadaannya. Namun dalam kajian tersebut, ada anggapan para filosof Muslim dalam menguraikan masalah hanya menyalin ulang dari para filosof Yunani. Hal ini dijelaskan oleh salah satu tokoh filosof Muslim, yaitu Ibnu Sina. Ia menjelaskan pembahasan dalam filsafat Islam yang berasaskan wahyu berbeda dengan Barat yang berasaskan rasio dan empiris.Kajian ini studi literatur dengan menggunakan metode diskriptif-analisis. Dalam pembahasan ini penulis menghasilkan kesimpulan penting. Pertama, Konsep kebahagiaan Ibnu Sina berbeda dengan Barat. menurut Ibnu Sina jiwa mendapatkan kenikmatan dan kesengsaran di hari akhir. Ibnu Sina membaginya menjadi beberapa kategori. Pertama, jiwa sempurna karena ilmu dan amal. ilmu akan menjadi pondasi untuk mengukuhkan kehidupan manusia. aksi berpikir dan berkembang dalam mencapai tingkatannya hingga mencapai tingkat akal <em>mustafad </em>yang siap untuk memancarkan hal-hal rasional</p>","PeriodicalId":500668,"journal":{"name":"Jurnal Penelitian Medan Agama","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135155886","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-28DOI: 10.58836/jpma.v14i1.16553
Amir Sahidin
In the course of Islamic law, there were several issues of muamalat that were not found in law at the time of the Prophet, so the companions made ijtihad to find them. In fact, not infrequently the laws set by the companions seemed to contradict the teachings of the Prophet. As ijtihad was carried out by Umar bin Khaṭṭab in several ways such as: aborting the had punishment for adulterers, aborting the punishment for cutting off the hands of thieves, stopping giving zakat to mu'allaf, not dividing spoils of war between Muslim soldiers. Regarding some of these ijtihad, many people praised Umar's intelligence in grounding Islamic law. However, there are also some scholars who make Umar the pioneer of sharia deconstruction. This article attempts to examine Umar's ijtihad with the maqāṣid al-syarī'ah approach. Through research of the type of library research with a descriptive-analytic approach, it can be concluded that, first: Umar's ijtihad in some of the above cases did not actually deconstruct Islamic law, but because of his intelligence and foresight in seeing the factors that could hinder the implementation of these lawsuits. Second: Umar bin Khaṭṭab saw the naṣ textually and contextually in a balanced way, without annulling the existing naṣ.
在伊斯兰教法的发展过程中,有几个关于穆阿马拉的问题在先知时代的法律中没有被发现,所以同伴们做出了努力去找到它们。事实上,同伴们制定的法律似乎经常与先知的教导相矛盾。由于伊智提哈德是由欧麦尔·本·Khaṭṭab以几种方式执行的,例如:取消对通奸者的惩罚,取消对砍贼手的惩罚,停止向穆斯林士兵分发天课,不在穆斯林士兵之间分配战利品。对于其中一些圣战分子,许多人称赞奥马尔在建立伊斯兰法律方面的智慧。然而,也有一些学者认为欧麦尔是伊斯兰教法解构的先驱。本文试图用<em>maqāṣid al-syar ' 'ah</em>的方法。通过用描述分析法对图书馆研究类型的研究,可以得出以下结论:< em>第一:</em>欧麦尔在上述一些案件中的伊吉蒂哈德实际上并没有解构伊斯兰法律,而是因为他的智慧和远见,看到了可能阻碍这些诉讼实施的因素。<em>第二:</em>Umar bin Khaṭṭab看到了<em>naṣ</em>在文本和上下文中以平衡的方式,而不取消现有的<em>naṣ</em>.</p>
{"title":"Telaah Atas Ijtihad Umar Bin Khaṭṭab Perspektif Maqāṣid Al-Syarī'ah","authors":"Amir Sahidin","doi":"10.58836/jpma.v14i1.16553","DOIUrl":"https://doi.org/10.58836/jpma.v14i1.16553","url":null,"abstract":"<p>In the course of Islamic law, there were several issues of muamalat that were not found in law at the time of the Prophet, so the companions made ijtihad to find them. In fact, not infrequently the laws set by the companions seemed to contradict the teachings of the Prophet. As ijtihad was carried out by Umar bin Khaṭṭab in several ways such as: aborting the had punishment for adulterers, aborting the punishment for cutting off the hands of thieves, stopping giving zakat to <em>mu'allaf</em>, not dividing spoils of war between Muslim soldiers. Regarding some of these ijtihad, many people praised Umar's intelligence in grounding Islamic law. However, there are also some scholars who make Umar the pioneer of sharia deconstruction. This article attempts to examine Umar's ijtihad with the <em>maqāṣid al-syarī'ah</em> approach. Through research of the type of library research with a descriptive-analytic approach, it can be concluded that, <em>first:</em> Umar's ijtihad in some of the above cases did not actually deconstruct Islamic law, but because of his intelligence and foresight in seeing the factors that could hinder the implementation of these lawsuits. <em>Second: </em>Umar bin Khaṭṭab saw the <em>naṣ</em> textually and contextually in a balanced way, without annulling the existing <em>naṣ</em>.</p>","PeriodicalId":500668,"journal":{"name":"Jurnal Penelitian Medan Agama","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135359428","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}