Penyelenggaraan pelayanan di rumah sakit yang professional dan bertanggung jawab dibutuhkan dalam mendukung upaya kesehatan dalam rangkaian pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu. Tujuan pembangunan kesehatan dapat tercapai salah satunya dari mutu pelayanan kesehatan yang diberikan. Transformasi teknologi kesehatan merupakan wujud nyata yang relevan dengan situasi kesehatan dan era 4.0 saat ini. Salah satu bentuk transformasi digital yang bisa diterapkan di rumah sakit yaitu dengan penerapan rekam medis elektronik untuk mengelola dokumen rekam medis pasien. Diharapan dapat mempermudah dan mempercepat proses pelayanan. Namun salah satu tantangan yang dihadapi dalam penerapan rekam medis elektronik berkaitan dengan sumber daya manusia. Beragamnya persepsi pengguna dalam implementasi rekam medis elektronik akan memperlama proses pelayanan dan menambah beban kerja yang mana hal ini mengurangi kepuasan kerja pengguna (tenaga medis dan tenaga kesehatan). Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepuasan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam implementasi rekam medis elektronik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan adalah tenaga medis dan tenaga kesehatan di RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO sejumlah 100 responden. Berdasarkan analisa univariat diperoleh hasil kepuasan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam implementasi rekam medis elektronik dilihat dari tujuh dimensi yaitu: dimensi content (89% responden puas dan 11% tidak puas), dimensi accuracy (86% responden puas dan 14% tidak puas), dimensi format (82% responden puas dan 18% tidak puas), dimensi easy to use (85% responden puas dan 15% tidak puas), dimensi timeliness (87% responden puas dan 13% tidak puas), dimensi security (95% responden puas dan 5% tidak puas), dan dimensi speed of response (84% responden puas dan 16% tidak puas). Kata Kunci : kepuasan, rekam medis elektronik Professional and responsible service delivery in hospitals is needed to support health efforts in a comprehensive and integrated health development series. One of the goals of health development can be achieved from the quality of health services provided. Health technology transformation is a concrete manifestation that is relevant to the current health situation and the 4.0 era. One form of digital transformation that can be applied in hospitals is the application of electronic medical records to manage patient medical record documents. Hopefully it can simplify and speed up the service process. However, one of the challenges faced in implementing electronic medical records is related to human resources. The various perceptions of users in the implementation of electronic medical records will prolong the service process and increase the workload which reduces the job satisfaction of users (medical personnel and health workers). So it is necessary to do research on this matter. This study is to describe
{"title":"KEPUASAN TENAGA MEDIS DAN TENAGA KESEHATAN DALAM IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DI RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO","authors":"Risa Setia Ismandani, Anastasia Lina Dwi Nursanti, Lilik Sriwiyati, Hendra Dwi Kurniawan, Muljadi Hartono","doi":"10.37831/kjik.v11i2.305","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.305","url":null,"abstract":"Penyelenggaraan pelayanan di rumah sakit yang professional dan bertanggung jawab dibutuhkan dalam mendukung upaya kesehatan dalam rangkaian pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu. Tujuan pembangunan kesehatan dapat tercapai salah satunya dari mutu pelayanan kesehatan yang diberikan. Transformasi teknologi kesehatan merupakan wujud nyata yang relevan dengan situasi kesehatan dan era 4.0 saat ini. Salah satu bentuk transformasi digital yang bisa diterapkan di rumah sakit yaitu dengan penerapan rekam medis elektronik untuk mengelola dokumen rekam medis pasien. Diharapan dapat mempermudah dan mempercepat proses pelayanan. Namun salah satu tantangan yang dihadapi dalam penerapan rekam medis elektronik berkaitan dengan sumber daya manusia. Beragamnya persepsi pengguna dalam implementasi rekam medis elektronik akan memperlama proses pelayanan dan menambah beban kerja yang mana hal ini mengurangi kepuasan kerja pengguna (tenaga medis dan tenaga kesehatan). Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepuasan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam implementasi rekam medis elektronik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan adalah tenaga medis dan tenaga kesehatan di RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO sejumlah 100 responden. Berdasarkan analisa univariat diperoleh hasil kepuasan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam implementasi rekam medis elektronik dilihat dari tujuh dimensi yaitu: dimensi content (89% responden puas dan 11% tidak puas), dimensi accuracy (86% responden puas dan 14% tidak puas), dimensi format (82% responden puas dan 18% tidak puas), dimensi easy to use (85% responden puas dan 15% tidak puas), dimensi timeliness (87% responden puas dan 13% tidak puas), dimensi security (95% responden puas dan 5% tidak puas), dan dimensi speed of response (84% responden puas dan 16% tidak puas). Kata Kunci : kepuasan, rekam medis elektronik Professional and responsible service delivery in hospitals is needed to support health efforts in a comprehensive and integrated health development series. One of the goals of health development can be achieved from the quality of health services provided. Health technology transformation is a concrete manifestation that is relevant to the current health situation and the 4.0 era. One form of digital transformation that can be applied in hospitals is the application of electronic medical records to manage patient medical record documents. Hopefully it can simplify and speed up the service process. However, one of the challenges faced in implementing electronic medical records is related to human resources. The various perceptions of users in the implementation of electronic medical records will prolong the service process and increase the workload which reduces the job satisfaction of users (medical personnel and health workers). So it is necessary to do research on this matter. This study is to describe","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"659 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139202956","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Joko Murdiyanto, Suesti Suesti, Heri Puspito, Cindi Claudia
Latar belakang: praktik klinik merupakan salah satu cara agar calon tenaga kesehatan dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama proses belajar mengajar dengan melibatkan pasien secara langsung. DOPS (Direct Observational Procedural Skills) merupakan metode yang digunakan untuk melakukan penilaian evaluasi hasil pembelajaran mahasiswa keperawatan saat praktik klinik lapangan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kecemasan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi DOPS (Direct Observational of Procedural Skills) saat praktik klinik lapangan di ruang operasi. Subyek dan metode: penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian: uji Sperman rank untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kecemasan didapatkan hasil sig 0,027 (p<0,05) dengan correlation coefecient -0,291 yang artinya terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dengan kecemasan mahasiswa dalam menghadapi DOPS. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan yang cukup dan tidak searah antara self-efficacy dengan kecemasan, dimana semakin tinggi self-efficacy mahasiswa dalam menghadapi DOPS maka akan semakin rendah kecemasan yang dirasakan. Kata kunci: efikasi diri, kecemasan Background: clinical practice is a way for prospective health workers to apply the knowledge they have acquired during the teaching and learning process by involving patients directly. DOPS is a method used to evaluate the learning outcomes of nursing students during field clinical practice. This research aims to determine the relationship between self-efficacy with anxiety of Nursing students take on DOPS (Direct Observational Procedural Skills) during field clinical practice at the central surgery instalation. Subjects and method: this study used a descriptive correlation with a cross-sectional design. The results of the Sperm rank test to find out the relationship between self-efficacy and anxiety obtained sig 0.027 (p<0.05) with a correlation coefficient of -0.291, it means there is a significant relationship between self-efficacy and student anxiety taking on DOPS with sufficient strength and not in the same direction. The conclusion from this study is that there is a significant relationship with sufficient strength, where the higher the student's self-efficacy in dealing with DOPS, the lower the anxiety felt. Keywords: anciety, self efficacy
临床实践:临床实践是一个非常重要的领域,因为它可以帮助临床医生在临床实践的基础上,对病人进行评估。直接观察程序技能(DOPS)是一种用于在临床实践中对病人进行评估的方法。项目说明:通过在手术室的临床实践中直接观察操作技能(DOPS),提高患者的自我效能感。研究内容和方法:本研究采用横断面研究方法,对手术技能进行观察。研究结果:通过对自我效能的相关系数-0,291(P<0,05)的相关系数0,027(P<0,05)的斯佩尔曼等级进行分析,结果表明,自我效能的相关系数与DOPS的相关系数相近。分析结果表明,在提高 DOPS 系统的自我效能感的过程中,有部分人的自我效能感显著提高,但也有部分人的自我效能感下降。 Kata kunci: efikasi diri, kecemasan 背景:临床实践是未来卫生工作者通过直接与患者接触来应用他们在教学和学习过程中获得的知识的一种方式。DOPS 是一种用于评估护理专业学生在现场临床实践中学习成果的方法。本研究旨在确定护理专业学生在中心手术室进行现场临床实践时,自我效能感与焦虑之间的关系。研究对象和方法:本研究采用横断面描述性相关设计。为找出自我效能感与焦虑之间的关系而进行的精子秩检验的结果为 sig 0.027(P<0.05),相关系数为-0.291,这意味着在进行 DOPS 时,自我效能感与学生焦虑之间存在显著关系,且强度足够,而不是同向关系。本研究的结论是,学生在应对 DOPS 时的自我效能感越高,焦虑感越低,两者之间存在足够强度的显著关系。 关键词:焦虑;自我效能感
{"title":"HUBUNGAN SELF- EFFICACY DENGAN KECEMASAN MAHASISWA UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA MENGHADAPI DOPS SAAT PRAKTIK KLINIK LAPANGAN","authors":"Joko Murdiyanto, Suesti Suesti, Heri Puspito, Cindi Claudia","doi":"10.37831/kjik.v11i2.307","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.307","url":null,"abstract":"Latar belakang: praktik klinik merupakan salah satu cara agar calon tenaga kesehatan dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama proses belajar mengajar dengan melibatkan pasien secara langsung. DOPS (Direct Observational Procedural Skills) merupakan metode yang digunakan untuk melakukan penilaian evaluasi hasil pembelajaran mahasiswa keperawatan saat praktik klinik lapangan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kecemasan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi DOPS (Direct Observational of Procedural Skills) saat praktik klinik lapangan di ruang operasi. Subyek dan metode: penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian: uji Sperman rank untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kecemasan didapatkan hasil sig 0,027 (p<0,05) dengan correlation coefecient -0,291 yang artinya terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dengan kecemasan mahasiswa dalam menghadapi DOPS. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan yang cukup dan tidak searah antara self-efficacy dengan kecemasan, dimana semakin tinggi self-efficacy mahasiswa dalam menghadapi DOPS maka akan semakin rendah kecemasan yang dirasakan. Kata kunci: efikasi diri, kecemasan Background: clinical practice is a way for prospective health workers to apply the knowledge they have acquired during the teaching and learning process by involving patients directly. DOPS is a method used to evaluate the learning outcomes of nursing students during field clinical practice. This research aims to determine the relationship between self-efficacy with anxiety of Nursing students take on DOPS (Direct Observational Procedural Skills) during field clinical practice at the central surgery instalation. Subjects and method: this study used a descriptive correlation with a cross-sectional design. The results of the Sperm rank test to find out the relationship between self-efficacy and anxiety obtained sig 0.027 (p<0.05) with a correlation coefficient of -0.291, it means there is a significant relationship between self-efficacy and student anxiety taking on DOPS with sufficient strength and not in the same direction. The conclusion from this study is that there is a significant relationship with sufficient strength, where the higher the student's self-efficacy in dealing with DOPS, the lower the anxiety felt. Keywords: anciety, self efficacy","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"297 12","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139206798","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Santy Irene Putri, Astrid Yunita, H. Kurniawan, Aris Widiyanto
Latar belakang: Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah sebuah program pemerintah yang bertujuan untuk mendorong percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Apabila cakupan ibu hamil yang memperoleh parameter pemantauan P4K sampai dengan 80%, maka diharapkan angka kematian ibu yang diakibatkan oleh komplikasi dapat menurun hingga 6000 jiwa dari 2.052.000 per tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) terhadap penyebab kematian ibu. Subyek dan metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi kohort retrospektif yang dilakukan pada 34 Provinsi di Indonesia pada tahun 2019. Besar sampel sebesar 9472 puskesmas di Indonesia. Variabel dependen adalah Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Variabel independen antara lain perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, gangguan sistem peredaran darah, dan gangguan metabolik. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian: perdarahan (b= 6.55; 95% CI= 2.81 to 10.29; p=0.001), hipertensi dalam kehamilan (b= 0.79; 95% CI= -2.11 to 3.69; p= 0.583), meningkatkan keikutsertaan Penerapan P4K. Rendahnya variabel lain, seperti infeksi (b= -1.33; 95% CI= -10.87 to 8.20; p= 0.777), gangguan system peredaran darah (b= -8.95; 95% CI= -13.50 to -4.40; p=<0.001), gangguan metabolik (b= -0.27; 95% CI= -4.75 to 4.21; p=0.903) akan menurunkan keikutsertaan Penerapan P4K. Keikutsertaan ibu dalam Penerapan P4K akan membantu menurunkan komplikasi dalam kehamilan, seperti perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, gangguan sistem peredaran darah dan gangguan metabolik. Kata kunci: kematian maternal, program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi, puskesmas Background: The Delivery Planning and Complication Prevention Program (P4K) is a government program that aims to accelerate the reduction of the Maternal Mortality Rate (MMR). If the coverage of pregnant women receiving P4K monitoring parameters is up to 80%, it is expected that the maternal mortality rate caused by complications can decrease to 6,000 people from 2,052,000 per year. This study aims to analyze the implementation of the Birth Planning and Complication Prevention Program (P4K) on the causes of maternal death. Subjects and method: this research is an analytical study with a retrospective cohort study design which was conducted in 34 provinces in Indonesia in 2019. The sample size is 9472 puskesmas in Indonesia. The dependent variable is the Implementation of the Birth Planning and Complication Prevention Program (P4K). Independent variables include bleeding, hypertension in pregnancy, infection, circulatory system disorders, and metabolic disorders. Data collection uses secondary data and is analyzed using multiple linear regression. Result: bleeding (b= 6.55; 95% CI= 2.81 to 10.29; p= 0.001), hypertensi
{"title":"IMPLEMENTASI PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) KAITANNYA DENGAN PENYEBAB KEMATIAN MATERNAL","authors":"Santy Irene Putri, Astrid Yunita, H. Kurniawan, Aris Widiyanto","doi":"10.37831/kjik.v11i2.263","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.263","url":null,"abstract":"Latar belakang: Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah sebuah program pemerintah yang bertujuan untuk mendorong percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Apabila cakupan ibu hamil yang memperoleh parameter pemantauan P4K sampai dengan 80%, maka diharapkan angka kematian ibu yang diakibatkan oleh komplikasi dapat menurun hingga 6000 jiwa dari 2.052.000 per tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) terhadap penyebab kematian ibu. Subyek dan metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi kohort retrospektif yang dilakukan pada 34 Provinsi di Indonesia pada tahun 2019. Besar sampel sebesar 9472 puskesmas di Indonesia. Variabel dependen adalah Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Variabel independen antara lain perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, gangguan sistem peredaran darah, dan gangguan metabolik. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian: perdarahan (b= 6.55; 95% CI= 2.81 to 10.29; p=0.001), hipertensi dalam kehamilan (b= 0.79; 95% CI= -2.11 to 3.69; p= 0.583), meningkatkan keikutsertaan Penerapan P4K. Rendahnya variabel lain, seperti infeksi (b= -1.33; 95% CI= -10.87 to 8.20; p= 0.777), gangguan system peredaran darah (b= -8.95; 95% CI= -13.50 to -4.40; p=<0.001), gangguan metabolik (b= -0.27; 95% CI= -4.75 to 4.21; p=0.903) akan menurunkan keikutsertaan Penerapan P4K. Keikutsertaan ibu dalam Penerapan P4K akan membantu menurunkan komplikasi dalam kehamilan, seperti perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, gangguan sistem peredaran darah dan gangguan metabolik. Kata kunci: kematian maternal, program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi, puskesmas Background: The Delivery Planning and Complication Prevention Program (P4K) is a government program that aims to accelerate the reduction of the Maternal Mortality Rate (MMR). If the coverage of pregnant women receiving P4K monitoring parameters is up to 80%, it is expected that the maternal mortality rate caused by complications can decrease to 6,000 people from 2,052,000 per year. This study aims to analyze the implementation of the Birth Planning and Complication Prevention Program (P4K) on the causes of maternal death. Subjects and method: this research is an analytical study with a retrospective cohort study design which was conducted in 34 provinces in Indonesia in 2019. The sample size is 9472 puskesmas in Indonesia. The dependent variable is the Implementation of the Birth Planning and Complication Prevention Program (P4K). Independent variables include bleeding, hypertension in pregnancy, infection, circulatory system disorders, and metabolic disorders. Data collection uses secondary data and is analyzed using multiple linear regression. Result: bleeding (b= 6.55; 95% CI= 2.81 to 10.29; p= 0.001), hypertensi","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"55 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139200888","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar belakang: bayi setelah dilahirkan mengalami masa kehidupan awal di luar rahim selama 28 hari (neonatus) dan mengalami transformasi kehidupan intrauterin menuju ekstrauterin. Bayi yang baru lahir di bawah usia satu bulan ialah kelompok usia yang memiliki kondisi medis paling rentan dan berbagai kondisi medis dapat muncul sehingga tanpa terapi yang tepat dapat berakibat fatal, salah satunya ialah gangguan kualitas tidur. Masalah kualitas tidur pada neonatus dapat menghambat perkembangan anak, kekebalan tubuh menurun dan mengganggu sistem endokrin. Salah satu cara untuk mengatasi masalah kuaitas tidur pada neonatus adalah penggunaan bedong. Membungkus/membedong neonatus dengan cara yang benar membuat bayi mudah untuk digendong dan membuat bayi merasa nyaman sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan bedong terhadap kualitas tidur neonatus. subyek dan metode: desain penelitian ini merupakan Quasy Eksperiment, Pretest - post test one grub design, yaitu dengan membandingkan hasil sebelum di beri perlakuan dan setelah diberi perlakuan. pemilihan sampel dengan Non Probability sampling. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampling Jenuh dan didapatkan jumlah sebanyak 30 responden. Analisis data dengan menggunakan uji Paired t test. Hasil penelitian menunjukan Pengaruh Penggunaan Bedong Terhadap Kualitas Tidur Neonatus Di Desa Pajangan. Setelah dilakukan analisis lebih lanjut diketahui nilai signifikan antara Pretest dan Postest adalah 0,001 di mana p (0,001) < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah penggunaan bedong terhadap kualitas tidur Neonatus di Desa Pajangan. Kata kunci: bedong, kualiatas tidur, neonatus Background: neonates are the first period of life outside the womb until the age of 28 days, at this time the baby experiences adaptation of intrauterine to extrauterine life. Infants up to the age of less than one month are an age group that has the highest risk of health problems and various health problems can arise so that without proper treatment it can be fatal, one of which is disturbed sleep quality. Sleep quality problems can interfere with infant growth, making immune function vulnerable and disrupting endocrine system regulation. The use of swaddling can help improve the quality of sleep of neonates, swaddling newborns in the right way makes the baby very easy to hold and can make the baby comfortable so as to reduce the baby becomes fussy, newborns look calmer if given care. Subject and method: this research design is a Quasy Experiment, Pretest - post test one grub design, namely by comparing the results before treatment and after treatment. sample selection with Non Probability sampling with saturated sample withdrawal, Sample withdrawal using Saturated Sampling technique, namely 30 respondents. Data analysis using Paired t test. The results showed the effect of swaddling on the quality of sleep of neonates in Pajangan villag
背景:婴儿出生后在子宫外经历了 28 天的初始生命期(新生儿),经历了宫内生命向宫外生命的转变。一个月以下的新生儿是最容易出现医疗状况的年龄组,可能会出现各种医疗状况,如果没有适当的治疗,可能会致命,其中之一就是睡眠质量障碍。新生儿的睡眠质量问题会抑制儿童发育、降低免疫力并扰乱内分泌系统。解决新生儿睡眠质量问题的方法之一是使用襁褓。以正确的方式包裹/裹襁褓新生儿可使婴儿便于携带,并使婴儿感觉舒适,从而提高睡眠质量。本研究的目的是确定使用襁褓对新生儿睡眠质量的影响。研究对象和方法:本研究的设计采用夸父实验、前测-后测一蛴螬设计,即比较治疗前和治疗后的结果。使用的抽样技术是饱和抽样,共获得 30 个受访者。使用配对 t 检验进行数据分析。结果显示,襁褓对帕扬甘村新生儿的睡眠质量有影响。经过进一步分析可知,Pretest 和 Postest 之间的显著值为 0.001,其中 p (0.001) <0.05,因此可以得出结论:使用襁褓前后对帕扬甘村新生儿的睡眠质量有影响。 关键词:襁褓;睡眠质量;新生儿 背景:新生儿在出生后 28 天前是在子宫外生活的第一阶段,此时婴儿经历了从宫内到宫外生活的适应期。不足月龄的婴儿是健康问题风险最高的年龄组,可能会出现各种健康问题,如果没有适当的治疗,可能会致命,其中之一就是睡眠质量受到干扰。睡眠质量问题会影响婴儿的成长,使免疫功能变得脆弱,并扰乱内分泌系统的调节。使用襁褓可以帮助改善新生儿的睡眠质量,正确的襁褓方式可以使婴儿非常容易抱起,并能使婴儿感到舒适,从而减少婴儿变得挑剔,如果给予护理,新生儿看起来会更安静。研究对象和方法:本研究设计为asy Experiment,Pretest-post test one grub design,即通过比较治疗前和治疗后的结果。样本选择采用非概率抽样与饱和样本抽取,样本抽取采用饱和抽样技术,即 30 名受访者。使用配对 t 检验进行数据分析。结果显示,襁褓对帕扬甘村新生儿的睡眠质量有影响。经过进一步分析可知,前测与后测之间的显著值为 0.001,即 0.001 <0.05,因此可以得出结论:使用襁褓前后对帕扬甘村新生儿的睡眠质量有影响。 关键词:新生儿、睡眠质量、襁褓
{"title":"PENGARUH PENGGUNAAN BEDONG TERHADAP KUALITAS TIDUR NEONATUS","authors":"Wahyu Dwi Agussafutri, Irma Ariyani, Rahajeng Putriningrum","doi":"10.37831/kjik.v11i2.298","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.298","url":null,"abstract":"Latar belakang: bayi setelah dilahirkan mengalami masa kehidupan awal di luar rahim selama 28 hari (neonatus) dan mengalami transformasi kehidupan intrauterin menuju ekstrauterin. Bayi yang baru lahir di bawah usia satu bulan ialah kelompok usia yang memiliki kondisi medis paling rentan dan berbagai kondisi medis dapat muncul sehingga tanpa terapi yang tepat dapat berakibat fatal, salah satunya ialah gangguan kualitas tidur. Masalah kualitas tidur pada neonatus dapat menghambat perkembangan anak, kekebalan tubuh menurun dan mengganggu sistem endokrin. Salah satu cara untuk mengatasi masalah kuaitas tidur pada neonatus adalah penggunaan bedong. Membungkus/membedong neonatus dengan cara yang benar membuat bayi mudah untuk digendong dan membuat bayi merasa nyaman sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan bedong terhadap kualitas tidur neonatus. subyek dan metode: desain penelitian ini merupakan Quasy Eksperiment, Pretest - post test one grub design, yaitu dengan membandingkan hasil sebelum di beri perlakuan dan setelah diberi perlakuan. pemilihan sampel dengan Non Probability sampling. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampling Jenuh dan didapatkan jumlah sebanyak 30 responden. Analisis data dengan menggunakan uji Paired t test. Hasil penelitian menunjukan Pengaruh Penggunaan Bedong Terhadap Kualitas Tidur Neonatus Di Desa Pajangan. Setelah dilakukan analisis lebih lanjut diketahui nilai signifikan antara Pretest dan Postest adalah 0,001 di mana p (0,001) < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah penggunaan bedong terhadap kualitas tidur Neonatus di Desa Pajangan. Kata kunci: bedong, kualiatas tidur, neonatus Background: neonates are the first period of life outside the womb until the age of 28 days, at this time the baby experiences adaptation of intrauterine to extrauterine life. Infants up to the age of less than one month are an age group that has the highest risk of health problems and various health problems can arise so that without proper treatment it can be fatal, one of which is disturbed sleep quality. Sleep quality problems can interfere with infant growth, making immune function vulnerable and disrupting endocrine system regulation. The use of swaddling can help improve the quality of sleep of neonates, swaddling newborns in the right way makes the baby very easy to hold and can make the baby comfortable so as to reduce the baby becomes fussy, newborns look calmer if given care. Subject and method: this research design is a Quasy Experiment, Pretest - post test one grub design, namely by comparing the results before treatment and after treatment. sample selection with Non Probability sampling with saturated sample withdrawal, Sample withdrawal using Saturated Sampling technique, namely 30 respondents. Data analysis using Paired t test. The results showed the effect of swaddling on the quality of sleep of neonates in Pajangan villag","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"942 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139203961","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar belakang: knee Joint atau sendi lutut merupakan salah satu sendi terbesar dalam tubuh, sendi ini merupakan sendi yang kompleks. Osteoarthritis merupakan kelainan sendi degenerasi non inflamasi yang terjadi pada sendi yang dapat digerakkan dan sendi penopang berat badan dengan gambaran khas memburuknya rawan sendi. Salah satu penanganan pada gangguan sendi menggunakan arthroscopy. Arthroscopy adalah prosedur pembedahan yang progresnya dapat dilihat melalui pemeriksaan radiografi. Pemeriksaan radiografi knee joint pada kasus osteoarthritis menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) weight bearing dan lateral. Sedangkan di RS Ortopedi Prof Dr. R Soeharso Surakarta pemeriksaan knee joint pada kasus Osteoarthritis menggunakan proyeksi AP Standing, Lateral Standing dan tambahan Proyeksi Skyline. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi anatomi penggunaan proyeksi skyline pada post arthoscopy dan alasan penggunaan proyeksi skyline pada pemeriksaan knee joint dengan kasus osteoarthritis. Subyek dan metode: subyek penelitian ini adalah satu orang petugas operator, dua orang radiografer dan satu orang ahli radiologi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R Soeharso Surakarta dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan hasil wawancara di buat transkrip wawancara, reduksi data, tabel kategorisasi, koding terbuka, dan dibuat kesimpulan. Hasil penelitian: informasi anatomi penggunaan proyeksi skyline pada pemeriksaan knee joint post arthroscopy adalah osteoarthritis genu dextra Grade 4 dengan pembentukan osteofit prominent pada condylus medialis et lateralis os femur et tibia, juga pada os. patella dengan penyempitan joint space, deformitas dan fusi serta subchondral cyst. Alasan pemeriksaan knee joint pada kasus post arthroscopy di Instalasi radiologi RS Ortopedi Surakarta menggunakan proyeksi skyline adalah dapat menampakkan celah sendi, dan memperlihatkan ada tidaknya iregularitas pada permukaan sendi antara tulang tibia dan patella. Kata kunci: arthroscopy, joint, knee, osteoarthritis Background: the knee joint is one of the largest joints in the body, a complex joint. Osteoarthritis is a noninflammatory degenerative joint disorder that occurs in movable joints and weight support joints with a typical picture of worsening joint proneness. One treatment for joint disorders is using arthroscopy. Arthroscopy is a surgical procedure whose progress can be seen through radiographic examination. Knee joint radiographic examination of osteoarthritis cases using an anterior (AP) weight bearing and lateral projection). Meanwhile, at the Orthopedic Hospital, Prof. Dr. R Soeharso Surakarta, the joint Knee examination on the case of Osteoarthritis used the projection of AP Standing, Lateral Standing and additional Skyline Projections. The a
膝关节是膝关节周围最重要的关节,它是一个完整的关节。骨关节炎(Osteoarthritis)是一种非炎症性的退行性关节炎,它的症状是关节疼痛和关节肿胀。关节镜检查是目前最有效的治疗方法。关节镜检查是一种先进的治疗方法,可通过放射线检查取得进展。对骨关节炎患者的膝关节进行放射线检查可获得负重前方(AP)和侧方的检查结果。苏腊卡尔塔 RS Ortopedi Prof Dr. R Soeharso 教授为骨关节炎患者进行膝关节放射治疗,包括站立位(AP)、侧卧位(Lateral Standing)和仰卧位(Tambahan Proyeksi Skyline)治疗。本手册的目的是提供关节镜检查后天体测量的分析信息,以及骨关节炎膝关节天体测量的分析信息。子项目和方法:其中的子项目包括最大型的关节镜操作员、最大型的放射摄影师和最大型的放射科医生。从这些数据中挖掘出的数据是一种可持续的数据,而这种数据又是一种研究数据。苏腊卡尔塔 R Soeharso Surakarti Rumah Sakit Ortopedi 教授放射学研究所的数据收集方法包括观察、分析、记录和研究。分析数据的方法有:通过Wawancara数据传输、数据缩减、分类列表、编码和数据分析。项目信息:关节镜术后膝关节的 "天际线 "项目信息显示,股骨和胫骨的内侧和外侧髁以及髌骨的关节间隙增大、畸形和软骨下囊肿的骨关节炎属4级。在苏腊卡尔塔放射科医院(RS Ortopedi Surakarta)进行的关节镜术后膝关节护理项目,不仅能消除膝关节的畸形,还能防止胫骨和髌骨的畸形。 Kata kunci: 关节镜, 关节, 膝关节, 骨关节炎 背景:膝关节是人体最大的关节之一,也是一个复杂的关节。骨关节炎是一种非炎症性退行性关节疾病,多发于活动关节和负重关节,典型表现为关节活动度恶化。关节镜是治疗关节疾病的方法之一。关节镜手术是一种外科手术,其进展可以通过影像学检查看到。使用前方(AP)负重投影和侧方投影对骨关节炎病例进行膝关节影像学检查)。同时,在苏腊卡尔塔 R Soeharso 教授博士骨科医院,对骨关节炎病例进行的膝关节检查使用了 AP 站立投影、侧向站立投影和额外的天际线投影。研究目的:本研究的目的是找出在关节镜检查后使用天际线投影的解剖信息,以及在骨关节炎病例的膝关节检查中使用天际线投影的原因。研究对象和方法:研究对象包括一名调度员、两名放射技师和一名放射科医生。本研究采用的研究类型是定性研究和案例研究。数据收集方法包括观察、访谈、苏腊卡尔塔 R Soeharso 教授博士骨科医院放射装置的文件和图书馆研究。结果:关节镜术后膝关节的放射线检查投影:AP投影、Lateral投影和Skyline投影。关节镜术后膝关节天轴投影的解剖信息为 4 级外侧基因骨性关节炎,股骨和胫骨的内侧和外侧髁以及髁上形成突出的骨质增生。这是一种软骨下囊肿,伴有关节间隙狭窄、畸形和融合以及软骨下囊肿。R Soeharso Surakarta 教授博士的骨科医院放射装置使用天际线投影对关节镜术后病例进行膝关节检查的原因是,胫骨和髌骨之间的关节面没有不规则之处。结论:苏腊卡尔塔市 R Soeharso 教授博士骨科医院放射装置对关节镜术后病例进行膝关节检查时使用天体投影的原因是,胫骨和髌骨之间的关节表面没有不规则之处。 关键词:关节镜、关节、膝关节、骨关节炎
{"title":"ANALISIS INFORMASI ANATOMI PENGGUNAAN PROYEKSI SKYLINE PADA PEMERIKSAAN KNEE JOINT POST ARTHROSCOPY","authors":"Ildsa Maulidya Mar’athus Nasokha, Fisnandya Meita, Astari, Retno Wati, Muhammad Amri Al-Furqan, Bima Herdian Adhiewilaga, Hafidzhoh Qulubul Fadhila, Aufia Dina, Aulya","doi":"10.37831/kjik.v11i2.309","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.309","url":null,"abstract":"Latar belakang: knee Joint atau sendi lutut merupakan salah satu sendi terbesar dalam tubuh, sendi ini merupakan sendi yang kompleks. Osteoarthritis merupakan kelainan sendi degenerasi non inflamasi yang terjadi pada sendi yang dapat digerakkan dan sendi penopang berat badan dengan gambaran khas memburuknya rawan sendi. Salah satu penanganan pada gangguan sendi menggunakan arthroscopy. Arthroscopy adalah prosedur pembedahan yang progresnya dapat dilihat melalui pemeriksaan radiografi. Pemeriksaan radiografi knee joint pada kasus osteoarthritis menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) weight bearing dan lateral. Sedangkan di RS Ortopedi Prof Dr. R Soeharso Surakarta pemeriksaan knee joint pada kasus Osteoarthritis menggunakan proyeksi AP Standing, Lateral Standing dan tambahan Proyeksi Skyline. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi anatomi penggunaan proyeksi skyline pada post arthoscopy dan alasan penggunaan proyeksi skyline pada pemeriksaan knee joint dengan kasus osteoarthritis. Subyek dan metode: subyek penelitian ini adalah satu orang petugas operator, dua orang radiografer dan satu orang ahli radiologi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R Soeharso Surakarta dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan hasil wawancara di buat transkrip wawancara, reduksi data, tabel kategorisasi, koding terbuka, dan dibuat kesimpulan. Hasil penelitian: informasi anatomi penggunaan proyeksi skyline pada pemeriksaan knee joint post arthroscopy adalah osteoarthritis genu dextra Grade 4 dengan pembentukan osteofit prominent pada condylus medialis et lateralis os femur et tibia, juga pada os. patella dengan penyempitan joint space, deformitas dan fusi serta subchondral cyst. Alasan pemeriksaan knee joint pada kasus post arthroscopy di Instalasi radiologi RS Ortopedi Surakarta menggunakan proyeksi skyline adalah dapat menampakkan celah sendi, dan memperlihatkan ada tidaknya iregularitas pada permukaan sendi antara tulang tibia dan patella. Kata kunci: arthroscopy, joint, knee, osteoarthritis Background: the knee joint is one of the largest joints in the body, a complex joint. Osteoarthritis is a noninflammatory degenerative joint disorder that occurs in movable joints and weight support joints with a typical picture of worsening joint proneness. One treatment for joint disorders is using arthroscopy. Arthroscopy is a surgical procedure whose progress can be seen through radiographic examination. Knee joint radiographic examination of osteoarthritis cases using an anterior (AP) weight bearing and lateral projection). Meanwhile, at the Orthopedic Hospital, Prof. Dr. R Soeharso Surakarta, the joint Knee examination on the case of Osteoarthritis used the projection of AP Standing, Lateral Standing and additional Skyline Projections. The a","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"400 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139205554","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar belakang: pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan peristiwa yang terjadi selama proses pertumbuhan dan perkembangan anak yang dapat terjadi secara fisik, intelektual, maupun emosional. Permasalahan tumbuh kembang yang berhubungan dengan mental salah satunya adalah aspek perkembangan kognitif dengan fungsi intelektual. Berdasarkan data UNICEF (United for Children) pada tahun 2016 bahwa 80% anak usia 2-14 tahun pernah mengalami kekerasan baik itu berbentuk fisik maupun psikologis dimana 62% kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan terdekat yaitu keluarga dan lingkungan sekolah, selebihnya 38% di ruang publik. Sedangkan di masa pandemic kasus kekerasan verbal pada anak semakin meningkat, hal inilah yang menjadi urgensi dari penelitian tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keterkaitan kekerasan verbal ibu dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Subyek dan metode: metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan studi deskriptif korelasi. Penelitian ini dilakukan di PAUD/TK ABA Kasihan Bantul pada bulan April-Juni 2022. Populasi pada penelitian yaitu siswa PAUD/TK ABA yang berjumlah 32 anak. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang berumur 4-5 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian menyatakan bahwa perilaku kekerasan verbal dengan tumbuh kembang yang tidak normal lebih banyak 17 anak dibandingkan dengan tumbuh kembang anak yang tidak normal sebanyak 1 anak. Sedangkan ibu yang tidak melakukan kekerasan verbal dengan tumbuh kembang normal lebih banyak sebesar 9 anak di bandingkan dengan ibu yang melakukan kekerasan verbal dengan tumbuh kembang anak normal sebesar 5 anak. Hasil uji bivariat nilai p-value sebesar 0,000 artinya p-value < 0,005 dengan kesimpulan ada keterkaitan antara kekerasan verbal ibu dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kesimpulan: kontribusi penelitian ini yaitu bagi ibu dan orang tua di harapkan lebih memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan pola asuh yang benar. Kata kunci: kekerasan verbal ibu, pertumbuhan dan perkembangan anak Bacground: child growth and development are events that occur during the process of child growth and development which can occur physically, intellectually, and emotionally. One of the developmental problems related to mental development is the aspect of cognitive development with intellectual function. Based on data from UNICEF (United for Children) in 2016 that 80% of children aged 2-14 years have experienced violence both physically and psychologically where 62% of violence against children occurs in the immediate environment, namely the family and school environment, the remaining 38% in the public. Meanwhile, during a pandemic, cases of verbal abuse in children increased, this is the urgency of this research. The aim of the study: the aim of the research was to find out the correlation between mother's verbal violence and child's growth and developme
背景:儿童的成长与发展是儿童成长与发展过程中发生的事件,可以发生在身体、智力和情感方面。与智力相关的生长发育问题之一是智力功能的认知发展方面。根据联合国儿童基金会(UNICEF)2016年的数据,80%的2-14岁儿童经历过身体和心理形式的暴力,其中62%的暴力侵害儿童行为发生在直接环境中,即家庭和学校环境,其余38%发生在公共场所。同时,在大流行病期间,儿童遭受语言暴力的案例也在增加,这也是本研究的紧迫性所在。本研究的目的是确定母亲语言暴力与儿童生长发育之间的关系。研究对象和方法:本研究方法采用描述性相关研究的定量研究类型。本研究于 2022 年 4 月至 6 月在 PAUD/TK ABA Kasihan Bantul 进行。研究对象为 PAUD/TK ABA 学生,共计 32 名儿童。研究样本为符合纳入标准的 4-5 岁学生。本研究的抽样技术为总体抽样。研究结果表明,与 1 名儿童的生长发育异常相比,17 名儿童的言语暴力行为伴有生长发育异常。而未实施语言暴力且生长发育正常的母亲有 9 名儿童,而实施语言暴力且儿童生长发育正常的母亲有 5 名儿童。双变量检验结果 p 值为 0.000,即 p 值小于 0.005,结论是母亲语言暴力与儿童生长发育之间存在关系。结论:本研究的贡献在于,希望母亲和家长在正确的教养方式下,更加关注儿童的生长发育。 关键词:母亲辱骂;儿童生长发育 背景:儿童生长发育是指儿童在生长发育过程中发生的事件,可以发生在身体、智力和情感等方面。与智力发育相关的发育问题之一是智力功能的认知发育方面。根据联合国儿童基金会(United for Children)2016年的数据,80%的2-14岁儿童在身体和心理上都遭受过暴力,其中62%的暴力侵害儿童行为发生在直接环境中,即家庭和学校环境,其余38%发生在公共场所。与此同时,在大流行病期间,儿童遭受辱骂的情况有所增加,这也是本研究的紧迫性所在。研究目的:本研究的目的是找出母亲的语言暴力与儿童成长发育之间的相关性。研究对象和方法:本研究采用描述性相关研究的定量研究方法。本研究于 2022 年 4 月至 6 月在 ABA 幼儿园/PAUD Kasihan Bantul 进行。研究对象为 ABA PAUD/TK 学生,共计 32 名儿童。研究样本为符合纳入标准的 4-5 岁学生。本研究的抽样技术为总体抽样。研究结果表明,与 1 名生长发育异常的儿童相比,有 17 名儿童的语言暴力生长发育异常。结果:与此同时,未实施语言暴力且儿童生长发育正常的母亲比实施语言暴力且儿童生长发育正常的母亲多出 9 名儿童,而实施语言暴力且儿童生长发育正常的母亲多出 5 名儿童。双变量检验结果的 p 值为 0.000,即 p 值小于 0.005,结论是母亲的言语暴力与儿童生长发育之间存在联系。结论:本研究的贡献在于,希望母亲和父母能用正确的教养方式更加关注儿童的成长和发展。 关键词:母亲的语言暴力;儿童的成长与发展
{"title":"KEKERASAN VERBAL IBU MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK","authors":"Enny Fitriahadi, Luluk Rosida","doi":"10.37831/kjik.v11i2.294","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.294","url":null,"abstract":"Latar belakang: pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan peristiwa yang terjadi selama proses pertumbuhan dan perkembangan anak yang dapat terjadi secara fisik, intelektual, maupun emosional. Permasalahan tumbuh kembang yang berhubungan dengan mental salah satunya adalah aspek perkembangan kognitif dengan fungsi intelektual. Berdasarkan data UNICEF (United for Children) pada tahun 2016 bahwa 80% anak usia 2-14 tahun pernah mengalami kekerasan baik itu berbentuk fisik maupun psikologis dimana 62% kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan terdekat yaitu keluarga dan lingkungan sekolah, selebihnya 38% di ruang publik. Sedangkan di masa pandemic kasus kekerasan verbal pada anak semakin meningkat, hal inilah yang menjadi urgensi dari penelitian tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keterkaitan kekerasan verbal ibu dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Subyek dan metode: metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan studi deskriptif korelasi. Penelitian ini dilakukan di PAUD/TK ABA Kasihan Bantul pada bulan April-Juni 2022. Populasi pada penelitian yaitu siswa PAUD/TK ABA yang berjumlah 32 anak. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang berumur 4-5 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian menyatakan bahwa perilaku kekerasan verbal dengan tumbuh kembang yang tidak normal lebih banyak 17 anak dibandingkan dengan tumbuh kembang anak yang tidak normal sebanyak 1 anak. Sedangkan ibu yang tidak melakukan kekerasan verbal dengan tumbuh kembang normal lebih banyak sebesar 9 anak di bandingkan dengan ibu yang melakukan kekerasan verbal dengan tumbuh kembang anak normal sebesar 5 anak. Hasil uji bivariat nilai p-value sebesar 0,000 artinya p-value < 0,005 dengan kesimpulan ada keterkaitan antara kekerasan verbal ibu dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kesimpulan: kontribusi penelitian ini yaitu bagi ibu dan orang tua di harapkan lebih memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan pola asuh yang benar. Kata kunci: kekerasan verbal ibu, pertumbuhan dan perkembangan anak Bacground: child growth and development are events that occur during the process of child growth and development which can occur physically, intellectually, and emotionally. One of the developmental problems related to mental development is the aspect of cognitive development with intellectual function. Based on data from UNICEF (United for Children) in 2016 that 80% of children aged 2-14 years have experienced violence both physically and psychologically where 62% of violence against children occurs in the immediate environment, namely the family and school environment, the remaining 38% in the public. Meanwhile, during a pandemic, cases of verbal abuse in children increased, this is the urgency of this research. The aim of the study: the aim of the research was to find out the correlation between mother's verbal violence and child's growth and developme","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"77 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139206709","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar belakang: Negara Indonesia saat ini mulai memasuki periode aging population. Diproyeksikan tahun 2035 mencapai 48,2 juta jiwa 15,77%, lebih tinggi dari angka global pada angka 28,8 juta (11,34%) dari total populasi penduduk dunia. Kelompok lansia cenderung terjadi penurunan kualitas hidup terkait masalah fisik, sosial dan ekonomi yang rentan terhadap kekerasan (abuse) dari orang lain. Identifikasi faktor risiko ederly abuse merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko ederly abuse. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan kualitas hidup lansia dengan risiko elderly abuse berdasar studi literatur. Subyek dan metode penelitian yang digunakan yaitu Systematic Review dengan basis data Science Direct, Google schoolar dan PubMed menggunakan program Harzing’s Publish or Peris. Medical Subject Heading (Mesh) “risk factors” yang dikombinasikan dengan “Elderly Abuse” OR “elderly negelct” OR “elderly maltreatment”. Meta analisis menggunakan program MedCalc Statistic Seri 22. Hasil penelitian(1). Bentuk Elderly Abuse kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan psikologis, kekerasan finasial dan penyalahgunaan fasilitas lansia (2) Kualitas hidup lansia yang rendah merupakan faktor risiko Elderly Abuse (OR:5,360;p:<0,001;CI:1,327-1,839). Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas hidup lansia yang rendah meningkatkan risiko elderly abuse. Kata kunci: elderly abuse, elderly maltreatment, elderly neglect, kualitas hidup Background: Indonesia is currently starting to enter a period of population aging. It is projected that in 2035 it will reach 48.2 million people, 15.77%, higher than the global figure of 28.8 million (11.34%) of the world's total population (Central Statistics Agency, 2021). The elderly group tends to experience a decline in quality of life related to physical, social and economic problems and is vulnerable to violence (abuse) from other people. Identifying risk factors for derly abuse is an important step to reduce the risk of derly abuse. The purpose of this study was to Identify impact quality of life of elderly on risk factors for elderly abuse based on literature studies. Subject and method: this research is Systematic Review with the Science Direct database, Google schoolar, and PubMed using the Harzing's Publish or Peris program. Medical Subject Heading (Mesh) "risk factors" combined with "Elderly Abuse" OR "elderly neglect" OR "elderly maltreatment". Meta analysis using the MedCalc Statistics Series 22 program. The results (1). Forms of Elderly Abuse physical violence, sexual violence, psychological violence, financial violence, and abuse of elderly facilities (2) Elderly Abuse risk factors are the quality of life of the elderly (OR:5.360;p:<0.001;CI:1.327-1.839). Conclusion: the low quality of life of the elderly increased the risk factors for Elderly Abuse. Keywords: Elderly Abuse, Elderly Maltreatment, Elderly Neglect, Quality of Life
Latar belakang:印度尼西亚目前正处于人口老龄化时期。到2035年,老龄人口将达到48,2千人,占全球总人口的15.77%,与全球总人口的28,8千人(11.34%)相差无几。在全球范围内,该地区的人口比例为 28.8 亿(11.34%),占全球人口总数的 11.34%。确定虐待儿童的风险因素是确保降低虐待儿童风险的关键。通过文献研究,我们可以确定虐待老人的风险。系统综述(Systematic Review)是以 Science Direct、Google schoolar 和 PubMed 的数据为基础,通过 Harzing's Publish or Peris 程序进行的。 医学主题词表(Mesh)"风险因素 "与 "老年人虐待 "或 "老年人性侵犯 "或 "老年人虐待 "相对应。Meta analisis menggunakan program MedCalc Statistic Seri 22.Hasil penelitian(1).虐待老人的风险因素包括:渔业、社会学、心理学、经济学和土地管理 (2) 土地管理是虐待老人的风险因素(OR:5,360;P:<0,001;CI:1,327-1,839)。该研究的结果表明,在农村地区,虐待老人的风险正在增加。 Kata kunci: 虐待老人, elderly maltreatment, elderly neglect, kualitas hidup 背景:印度尼西亚目前正开始进入人口老龄化时期。预计到 2035 年,印尼人口将达到 4820 万,占世界总人口的 15.77%,高于全球总人口的 2880 万(11.34%)(中央统计局,2021 年)。老年人群体往往因身体、社会和经济问题而导致生活质量下降,并且容易受到他人的暴力侵害(虐待)。确定虐待老人的风险因素是降低虐待老人风险的重要一步。本研究的目的是在文献研究的基础上,确定老年人的生活质量对虐待老人风险因素的影响。研究对象和方法:本研究采用 Harzing's Publish or Peris 程序,通过 Science Direct 数据库、Google schoolar 和 PubMed 进行系统综述。医学主题词(Mesh)"风险因素 "与 "老年人虐待 "或 "老年人忽视 "或 "老年人虐待 "相结合。使用 MedCalc Statistics Series 22 程序进行元分析。结果(1).虐待老人的形式有身体暴力、性暴力、心理暴力、经济暴力和虐待老人设施(2)虐待老人的风险因素是老人的生活质量(OR:5.360;P:<0.001;CI:1.327-1.839)。结论:老年人生活质量低增加了虐待老人的风险因素。 关键词虐待老人 忽视老人 生活质量
{"title":"PENGARUH KUALITAS HIDUP LANSIA TERHADAP RISIKO ELDERLY ABUSE: SYSTEMATIC REVIEW AND META ANALYSIS","authors":"Diyono, B. Kristanto, Dian Putranto","doi":"10.37831/kjik.v11i2.304","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.304","url":null,"abstract":"Latar belakang: Negara Indonesia saat ini mulai memasuki periode aging population. Diproyeksikan tahun 2035 mencapai 48,2 juta jiwa 15,77%, lebih tinggi dari angka global pada angka 28,8 juta (11,34%) dari total populasi penduduk dunia. Kelompok lansia cenderung terjadi penurunan kualitas hidup terkait masalah fisik, sosial dan ekonomi yang rentan terhadap kekerasan (abuse) dari orang lain. Identifikasi faktor risiko ederly abuse merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko ederly abuse. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan kualitas hidup lansia dengan risiko elderly abuse berdasar studi literatur. Subyek dan metode penelitian yang digunakan yaitu Systematic Review dengan basis data Science Direct, Google schoolar dan PubMed menggunakan program Harzing’s Publish or Peris. Medical Subject Heading (Mesh) “risk factors” yang dikombinasikan dengan “Elderly Abuse” OR “elderly negelct” OR “elderly maltreatment”. Meta analisis menggunakan program MedCalc Statistic Seri 22. Hasil penelitian(1). Bentuk Elderly Abuse kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan psikologis, kekerasan finasial dan penyalahgunaan fasilitas lansia (2) Kualitas hidup lansia yang rendah merupakan faktor risiko Elderly Abuse (OR:5,360;p:<0,001;CI:1,327-1,839). Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas hidup lansia yang rendah meningkatkan risiko elderly abuse. Kata kunci: elderly abuse, elderly maltreatment, elderly neglect, kualitas hidup Background: Indonesia is currently starting to enter a period of population aging. It is projected that in 2035 it will reach 48.2 million people, 15.77%, higher than the global figure of 28.8 million (11.34%) of the world's total population (Central Statistics Agency, 2021). The elderly group tends to experience a decline in quality of life related to physical, social and economic problems and is vulnerable to violence (abuse) from other people. Identifying risk factors for derly abuse is an important step to reduce the risk of derly abuse. The purpose of this study was to Identify impact quality of life of elderly on risk factors for elderly abuse based on literature studies. Subject and method: this research is Systematic Review with the Science Direct database, Google schoolar, and PubMed using the Harzing's Publish or Peris program. Medical Subject Heading (Mesh) \"risk factors\" combined with \"Elderly Abuse\" OR \"elderly neglect\" OR \"elderly maltreatment\". Meta analysis using the MedCalc Statistics Series 22 program. The results (1). Forms of Elderly Abuse physical violence, sexual violence, psychological violence, financial violence, and abuse of elderly facilities (2) Elderly Abuse risk factors are the quality of life of the elderly (OR:5.360;p:<0.001;CI:1.327-1.839). Conclusion: the low quality of life of the elderly increased the risk factors for Elderly Abuse. Keywords: Elderly Abuse, Elderly Maltreatment, Elderly Neglect, Quality of Life","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"50 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139198258","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Diana Mei Nanda, Muh. Ganda Saputra, Nuryati, Nahardian Vica Rahmawati
Latar belakang: informed consent adalah persetujuan tindakan medis yang diberikan kepada pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapat penjelasan lengkap tentang tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. Peneliti menemukan masih terdapat pengisian informed consent yang tidak lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian informed consent tindakan operasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Subyek dan metode: desain pada penelitian ini sequential explanatory. Teknik pengambilan data kuantitatif menggunakan simple random sampling berjumlah 89 informed consent dan data kualitatif menggunakan snowball sampling didapatkan 5 responden dengan wawancara. Hasil penelitian didapatkan kelengkapan pengisian informed consent sebanyak 85% dan ketidaklengkapan sebanyak 15%, faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian lembar informed consent dokter terburu-buru karena banyaknya pasien yang harus segera diberikan tindakan dan belum adanya pemberlakkuan punishment dan reward, kesesuaian pengisian lembar informed consent dengan SPO Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan sudah sesuai yaitu dengan kesesuaian sebesar 100%. Saran, setiap dokter wajib meninjau ulang kelengkapan informed consent dan perlu adanya pemberlakuan punishment dan reward. Dengan adanya punishment dan reward diharapkan hasil yang didapatkan dalam pengisian lembar informed consent tindakan operasi meningkat dan kelengkapan dapat tercapai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan serta agar mutu bagian rekam medis menjadi baik. Kata kunci: faktor penyebab, kelengkapan Informed Consent, kesesuaian dengan SPO Background: informed consent is a medical action approval given to the patient or to his/her next of kin after receiving a complete explanation of the medical action to be performed. The researcher found that there was incomplete filling of informed consent. The purpose of this study was to identify factors causing incomplete filling of informed consent for surgery at Muhammadiyah Hospital of Lamongan. This research used sequential explanatory design. The quantitative data were collected by using simple random sampling of 89 informed consent, and the qualitative data were gathered though snowball sampling of 5 respondents to interview. The results showed that the completeness of filling out informed consent was 85%, and the incompleteness was 15%. Several factors caused the incompleteness of filling out the informed consent sheet including the doctors were in a hurry because of the large number of patients who had to be given immediate action. Besides, there was no punishment and reward. Filling out the informed consent sheet in Muhammadiyah Hospital of Lamongan was suitable with the SPO of 100%. In conclusion, doctors are obliged to review the completeness of informed consent. Additionally, it requires to implement punishment and reward so that filling out the informed consent form for surgery will increase and completen
知情同意书:知情同意书是对患者和患者家属的一项医疗承诺,它可以为患者提供长期的医疗服务。该计划的目的是获得更多的知情同意。在拉蒙根地区的 "穆罕默德圣地 "进行的知情同意手术中,我们发现了一些缺陷。子研究与方法:顺序解释性研究。在简单随机抽样中获得 89 份知情同意书,在滚雪球抽样中获得 5 份同意书。知情同意的比例为 85%,而惩罚同意的比例为 15%、在 Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan 的 SPO 中,知情同意权的使用率为 100%。因此,在获得知情同意后,必须对所有参与者进行惩罚和奖励。在获得知情同意的情况下,惩罚和奖励都会对手术产生影响,而知情同意的标准也会随之改变。 Kata kunci: faktor penyebab, kelengkapan Informed Consent, kesesuaian dengan SPO 背景:知情同意是指患者或其近亲在收到关于将要实施的医疗行为的完整解释后,对医疗行为的批准。研究人员发现,知情同意书的填写并不完整。本研究的目的是找出导致拉蒙安穆罕默迪亚医院手术知情同意书填写不完整的因素。本研究采用顺序解释设计。定量数据通过简单随机抽样的方式收集了 89 份知情同意书,定性数据通过滚雪球抽样的方式收集了 5 名受访者进行访谈。结果显示,知情同意书填写完整率为 85%,不完整率为 15%。导致知情同意书填写不完整的原因有几个,其中包括:由于有大量病人需要立即采取行动,医生们都很匆忙。此外,没有惩罚和奖励。拉蒙安穆罕默迪亚医院填写知情同意书的SPO为100%。总之,医生有义务审查知情同意书的完整性。此外,还需要实施惩罚和奖励措施,以提高手术知情同意书的填写率,并按照预定标准实现完整性。从而提高病历科的质量。 关键词诱因;知情同意书的完整性;与 SPO 的适宜性
{"title":"EVALUASI KETIDAKLENGKAPAN PENGISIAN INFORMED CONSENT TINDAKAN OPERASI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN","authors":"Diana Mei Nanda, Muh. Ganda Saputra, Nuryati, Nahardian Vica Rahmawati","doi":"10.37831/kjik.v11i2.284","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.284","url":null,"abstract":"Latar belakang: informed consent adalah persetujuan tindakan medis yang diberikan kepada pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapat penjelasan lengkap tentang tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. Peneliti menemukan masih terdapat pengisian informed consent yang tidak lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian informed consent tindakan operasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Subyek dan metode: desain pada penelitian ini sequential explanatory. Teknik pengambilan data kuantitatif menggunakan simple random sampling berjumlah 89 informed consent dan data kualitatif menggunakan snowball sampling didapatkan 5 responden dengan wawancara. Hasil penelitian didapatkan kelengkapan pengisian informed consent sebanyak 85% dan ketidaklengkapan sebanyak 15%, faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian lembar informed consent dokter terburu-buru karena banyaknya pasien yang harus segera diberikan tindakan dan belum adanya pemberlakkuan punishment dan reward, kesesuaian pengisian lembar informed consent dengan SPO Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan sudah sesuai yaitu dengan kesesuaian sebesar 100%. Saran, setiap dokter wajib meninjau ulang kelengkapan informed consent dan perlu adanya pemberlakuan punishment dan reward. Dengan adanya punishment dan reward diharapkan hasil yang didapatkan dalam pengisian lembar informed consent tindakan operasi meningkat dan kelengkapan dapat tercapai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan serta agar mutu bagian rekam medis menjadi baik. Kata kunci: faktor penyebab, kelengkapan Informed Consent, kesesuaian dengan SPO Background: informed consent is a medical action approval given to the patient or to his/her next of kin after receiving a complete explanation of the medical action to be performed. The researcher found that there was incomplete filling of informed consent. The purpose of this study was to identify factors causing incomplete filling of informed consent for surgery at Muhammadiyah Hospital of Lamongan. This research used sequential explanatory design. The quantitative data were collected by using simple random sampling of 89 informed consent, and the qualitative data were gathered though snowball sampling of 5 respondents to interview. The results showed that the completeness of filling out informed consent was 85%, and the incompleteness was 15%. Several factors caused the incompleteness of filling out the informed consent sheet including the doctors were in a hurry because of the large number of patients who had to be given immediate action. Besides, there was no punishment and reward. Filling out the informed consent sheet in Muhammadiyah Hospital of Lamongan was suitable with the SPO of 100%. In conclusion, doctors are obliged to review the completeness of informed consent. Additionally, it requires to implement punishment and reward so that filling out the informed consent form for surgery will increase and completen","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139199192","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ratna Indriati, B. Kristanto, Ditya Yankusuma Setiani
Latar belakang: manusia yang memiliki karakter baik adalah manusia yang bertumbuh sebagai individu yang cerdas, baik dan mampu bertanggungjawab atas pertumbuhan dirinya sendiri dan orang lain. Periode usia anak merupakan periode yang penting untuk membentuk karakter. Masa usia anak perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya karena masa ini dapat sangat menentukan kualitas manusia dimasa depan. Keluarga berperan penting untuk membangun karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan keluarga dengan pembentukan karakter anak. Subyek dan metode: penelitian berupa observasi analitik, desain korelasi dengan metode cross sectional. Subyek penelitian ini 58 anak kelas V SD Kristen Widya Wacana X Kartasura. Pengambilan sampel secara sampling jenuh. Analisa bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan keluarga dengan lingkungan yang mendukung 89,7% dan anak dengan karakter baik 77,6%. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara faktor lingkungan keluarga dengan pembentukan karakter anak dengan p=0,028 (<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,288. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan positif faktor lingkungan keluarga dengan pembentukan karakter anak kelas V SD Kristen Widya Wacana X Kartasura dengan korelasi hubungan yang lemah. Kata kunci: karakter anak, lingkungan keluarga Background: humans who have good character are humans who grow as individuals who are smart, good and able to be responsible for the growth of themselves and others. The period of child age is an important period for forming character. Children's age needs to be utilized as well as possible because this period can greatly determine the quality of human beings in the future. Family plays an important role in building children's character. The purpose of tis study was to determine the relationship between family environmental factors and the formation of children's character. Subject and method: research in the form of analytic observation, correlation design with cross sectional method. This research respondents were 58 children of fifth grade elementary School at Widya Wacana X Kartasura Christian Elementary School.Sampling by saturated sampling. Bivariate analysis using the Pearson Product Moment correlation test. The Result showed that Families with a supportive environment 89.7%, children with good character 77.6%. The results of the analysis of the relationship between family environmental factors and the formation of children's character obtained p = 0.028 (<0.05) so that Ha is accepted with a correlation coefficient value of 0.288. The conclusion of this study is there is a positive relationship between family environmental factors and the character formation of fifth grade children at Widya Wacana X Kartasura Christian Elementary School with a weak correlation. Keywords: child character, family environment
我们的社会:一个有能力的人是一个有能力的人,一个有能力的人是一个有能力的人,一个有能力的人是一个有能力的人,一个有能力的人是一个有能力的人,一个有能力的人是一个有能力的人,一个有能力的人是一个有能力的人。我们的儿童时期是指为保护儿童而持续的时期。我们的家庭可能会被认为是一个崭新的家庭,因为我们的家庭可能会在不久的将来成为家庭的一部分。 我们的家庭可能会被认为是一个崭新的家庭,因为我们的家庭可能会在不久的将来成为家庭的一部分。这本小册子的目的是让人们认识到,在帮助儿童的同时,也要培养儿童的行为习惯。子目标和测量方法:通过分析观察和横断面测量方法进行测量。该子项目有 58 名 V SD Kristen Widya Wacana X Kartasura 儿童。取样方法为抽样。分析结果显示了皮尔逊乘积矩(Pearson Product Moment)。结果表明,在抽样调查中,有 89.7% 的学生和 77.6% 的学生的学习成绩有所提高。统计分析结果显示,从学生的学习成绩到家长的满意度,两者之间的差异为 P=0,028 (<0,05) 和 0.288。这表明,V SD Kristen Widya Wacana X Kartasura 卡塔尔人的学习成绩与他们的学习成绩成正比。 Kata kunci: karakter anak, lingkungan keluarga 背景:具有良好品格的人是指聪明、善良、能够为自己和他人的成长负责的人。儿童时期是形成性格的重要时期。要尽可能地利用好儿童时期,因为这一时期在很大程度上能决定未来人类的素质。家庭在塑造儿童性格方面发挥着重要作用。本研究旨在确定家庭环境因素与儿童性格形成之间的关系。研究对象和方法:采用分析观察、相关设计和横断面方法进行研究。研究对象为 Widya Wacana X Kartasura 基督教小学五年级的 58 名儿童。使用皮尔逊乘积矩相关检验进行双变量分析。结果表明,具有支持性环境的家庭占 89.7%,具有良好品格的儿童占 77.6%。家庭环境因素与儿童性格形成之间关系的分析结果得出 p = 0.028(<0.05),因此接受 Ha,相关系数值为 0.288。本研究的结论是:家庭环境因素与 Widya Wacana X Kartasura 基督教小学五年级儿童的性格形成之间存在正相关关系,但相关性较弱。 关键词:儿童性格、家庭环境
{"title":"HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK","authors":"Ratna Indriati, B. Kristanto, Ditya Yankusuma Setiani","doi":"10.37831/kjik.v11i2.303","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.303","url":null,"abstract":"Latar belakang: manusia yang memiliki karakter baik adalah manusia yang bertumbuh sebagai individu yang cerdas, baik dan mampu bertanggungjawab atas pertumbuhan dirinya sendiri dan orang lain. Periode usia anak merupakan periode yang penting untuk membentuk karakter. Masa usia anak perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya karena masa ini dapat sangat menentukan kualitas manusia dimasa depan. Keluarga berperan penting untuk membangun karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan keluarga dengan pembentukan karakter anak. Subyek dan metode: penelitian berupa observasi analitik, desain korelasi dengan metode cross sectional. Subyek penelitian ini 58 anak kelas V SD Kristen Widya Wacana X Kartasura. Pengambilan sampel secara sampling jenuh. Analisa bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan keluarga dengan lingkungan yang mendukung 89,7% dan anak dengan karakter baik 77,6%. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara faktor lingkungan keluarga dengan pembentukan karakter anak dengan p=0,028 (<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,288. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan positif faktor lingkungan keluarga dengan pembentukan karakter anak kelas V SD Kristen Widya Wacana X Kartasura dengan korelasi hubungan yang lemah. Kata kunci: karakter anak, lingkungan keluarga Background: humans who have good character are humans who grow as individuals who are smart, good and able to be responsible for the growth of themselves and others. The period of child age is an important period for forming character. Children's age needs to be utilized as well as possible because this period can greatly determine the quality of human beings in the future. Family plays an important role in building children's character. The purpose of tis study was to determine the relationship between family environmental factors and the formation of children's character. Subject and method: research in the form of analytic observation, correlation design with cross sectional method. This research respondents were 58 children of fifth grade elementary School at Widya Wacana X Kartasura Christian Elementary School.Sampling by saturated sampling. Bivariate analysis using the Pearson Product Moment correlation test. The Result showed that Families with a supportive environment 89.7%, children with good character 77.6%. The results of the analysis of the relationship between family environmental factors and the formation of children's character obtained p = 0.028 (<0.05) so that Ha is accepted with a correlation coefficient value of 0.288. The conclusion of this study is there is a positive relationship between family environmental factors and the character formation of fifth grade children at Widya Wacana X Kartasura Christian Elementary School with a weak correlation. Keywords: child character, family environment","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"526 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139204724","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar belakang: upaya meningkatkan produksi ASI adalah dengan meningkatkan hormon perangsang ASI yaitu hormon prolaktin dan oksitosin serta menurunkan faktor-faktor yang menghambat produksi ASI seperti stres. Beberapa studi menunjukkan bahwa pijat dapat meningkatkan kadar hormon oksitosin, prolaktin,dan menurunkan hormon kortisol. Salah satu zat gizi yang perlu diperhatikan oleh ibu menyusui adalah protein. Setiap 100 ml ASI mengandung 1,2 gram protein, sehingga selama menyusui ibu membutuhkan tambahan protein sebanyak 20 gram/hari. Meningkatnya kebutuhan protein ini untuk membentuk protein susu, sintesis hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Sumber protein nabati terbaik berasal dari sumber biji-bijian, seperti kacang tanah, kedelai, dan jagung. Dari interaksi yang dilakukan peneliti kepada salah satu ibu menyusui di kelurahan Mojosongo mengeluh produksi ASI yang sedikit dan tidak lancar sehingga menyebabkan payudara sakit dan bengkak. Hal tersebut juga mengakibatkan bayi kekurangan ASI sehingga bila terjadi terus menerus akan mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui. Subyek dan metode: penelitian ini merupakan penelitian pre post experimental control design untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui dengan cara membandingkan produksi ASI pada ibu sebelum dan sesudah mengkonsumsi susu kedelai. Hasil penelitian menunjukkan uji Mann-Whitney U diperoleh hasil mean pada kelompok kontrol yaitu kelompok tanpa intervensi adalah 14.67, sedangkan kelompok intervensi yaitu dengan pemberian susu kedelai selama 7 hari atau satu minggu adalah 16.33. Berdasarkan nilai perbedaan rata-rata (mean differences) adalah negatif yaitu -5.87 dapat diartikan bahwa hasil setelah diberi intervensi pemberian susu kedelai maupun tanpa intervensi dengan Asymp sig.(2-tailed) nilai p=0,557. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian susu kedelai tidak berpengaruh terhadap peningkatan produksi ASI pada Ibu menyusui. Kata kunci: Peningkatan produksi ASI, Pemberian susu kedelai Background: efforts to increase breast milk production are by increasing breast milk stimulating hormones, namely the hormones prolactin and oxytocin and reducing factors that inhibit milk production such as stress. Several studies show that massage can increase levels of the hormone oxytocin, prolactin, and decrease the hormone cortisol. One of the nutrients that breastfeeding mothers need to pay attention to is protein. Every 100 ml of breast milk contains 1.2 grams of protein, so during breastfeeding mothers need an additional 20 grams of protein per day. The increased need for this protein to form milk protein, synthesis of the hormone prolactin and the hormone oxytocin. The best sources of vegetable protein come from whole grains, such as peanuts, soybeans and corn. From the interactions
研究表明:人工体液免疫产品的主要成分是人工体液免疫生长激素,如促生长素和奥希托辛,以及可提高人工体液免疫产品性能的因子。许多研究表明,胰岛素可增加促肾上腺皮质激素、促肾上腺皮质激素和促肾上腺皮质醇激素的分泌。蛋白质是人体所需的最主要成分。每 100 毫升 ASI 可提供 1.2 克蛋白质,而每小时可提供 20 克蛋白质。在这种情况下,蛋白质的摄入量会影响蛋白质的吸收、荷尔蒙增殖素和荷尔蒙卵磷脂的分泌。蛋白质的主要来源是生物体、皮肤和骨骼。Mojosongo 公司通过与多家企业的交流,了解到 ASI 产品既安全又可靠,同时还能提高产量和质量。此外,Hal tersebut 还可提供人工智能服务,并可在其最终用户中推广人工智能的应用和服务。本报告旨在帮助人们了解人工智能产品在日常生活中的应用。研究对象和方法:本研究是一项实验前和实验后对照设计研究,目的是通过在被研究对象中推广人工智能产品,来提高被研究对象对人工智能产品的兴趣,并在被研究对象中推广人工智能产品,从而提高被研究对象对人工智能产品的兴趣。通过曼-惠特尼 U 检验,对照组和干预组的平均值分别为 14.67 和 16.33。平均差值为-5.87,这表明在对儿童进行干预后,儿童的健康状况会有所改善,但干预后的平均差值(双尾)为P=0,557。该研究表明,人工合成婴儿配方奶粉在婴儿出生后的生产过程中发挥了重要作用。 Kata kunci: Peningkatan produksi ASI, Pemberian susu kedelai 背景:提高母乳产量的方法是增加催乳激素,即催乳素和催产素,并减少压力等抑制母乳产量的因素。多项研究表明,按摩可以提高催产素和催乳素水平,降低皮质醇水平。母乳喂养的母亲需要注意的营养素之一是蛋白质。每 100 毫升母乳中含有 1.2 克蛋白质,因此在母乳喂养期间,母亲每天需要额外摄入 20 克蛋白质。这种蛋白质的需求量增加是为了形成乳汁蛋白、合成催乳素激素和催产素激素。植物蛋白的最佳来源是全谷物,如花生、大豆和玉米。研究人员与 Mojosongo 分区的一位母乳喂养的母亲进行了交流,她们抱怨自己的乳汁分泌少且不顺畅,导致乳房疼痛和肿胀。这也会导致婴儿缺乏母乳,如果这种情况持续发生,就会影响婴儿的生长发育过程。本研究的目的是确定给哺乳母亲喝豆奶对增加乳汁分泌的影响。研究对象和方法:本研究设计为前-后实验对照设计,通过比较饮用豆奶前后母亲的母乳产量,了解饮用豆奶对增加哺乳母亲乳汁产量的影响。结果显示,经过 Mann-Whitney U 检验,对照组(即未干预组)的平均值为 14.67,而干预组(即饮用豆奶 7 天或一周)的平均值为 16.33。根据平均差(均差)为负值,即-5.87,可以解释为给予豆奶干预或不给予干预后的结果,Asymp sig.(2-tailed) 值为 p = 0.557。结论表明,给予豆奶对增加哺乳期母亲的产奶量没有显著影响。 关键词:儿童性格、家庭环境
{"title":"PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI","authors":"Sri Aminingsih, Tunjung Sri Yulianti, Warsini","doi":"10.37831/kjik.v11i2.306","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.306","url":null,"abstract":"Latar belakang: upaya meningkatkan produksi ASI adalah dengan meningkatkan hormon perangsang ASI yaitu hormon prolaktin dan oksitosin serta menurunkan faktor-faktor yang menghambat produksi ASI seperti stres. Beberapa studi menunjukkan bahwa pijat dapat meningkatkan kadar hormon oksitosin, prolaktin,dan menurunkan hormon kortisol. Salah satu zat gizi yang perlu diperhatikan oleh ibu menyusui adalah protein. Setiap 100 ml ASI mengandung 1,2 gram protein, sehingga selama menyusui ibu membutuhkan tambahan protein sebanyak 20 gram/hari. Meningkatnya kebutuhan protein ini untuk membentuk protein susu, sintesis hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Sumber protein nabati terbaik berasal dari sumber biji-bijian, seperti kacang tanah, kedelai, dan jagung. Dari interaksi yang dilakukan peneliti kepada salah satu ibu menyusui di kelurahan Mojosongo mengeluh produksi ASI yang sedikit dan tidak lancar sehingga menyebabkan payudara sakit dan bengkak. Hal tersebut juga mengakibatkan bayi kekurangan ASI sehingga bila terjadi terus menerus akan mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui. Subyek dan metode: penelitian ini merupakan penelitian pre post experimental control design untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui dengan cara membandingkan produksi ASI pada ibu sebelum dan sesudah mengkonsumsi susu kedelai. Hasil penelitian menunjukkan uji Mann-Whitney U diperoleh hasil mean pada kelompok kontrol yaitu kelompok tanpa intervensi adalah 14.67, sedangkan kelompok intervensi yaitu dengan pemberian susu kedelai selama 7 hari atau satu minggu adalah 16.33. Berdasarkan nilai perbedaan rata-rata (mean differences) adalah negatif yaitu -5.87 dapat diartikan bahwa hasil setelah diberi intervensi pemberian susu kedelai maupun tanpa intervensi dengan Asymp sig.(2-tailed) nilai p=0,557. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian susu kedelai tidak berpengaruh terhadap peningkatan produksi ASI pada Ibu menyusui. Kata kunci: Peningkatan produksi ASI, Pemberian susu kedelai Background: efforts to increase breast milk production are by increasing breast milk stimulating hormones, namely the hormones prolactin and oxytocin and reducing factors that inhibit milk production such as stress. Several studies show that massage can increase levels of the hormone oxytocin, prolactin, and decrease the hormone cortisol. One of the nutrients that breastfeeding mothers need to pay attention to is protein. Every 100 ml of breast milk contains 1.2 grams of protein, so during breastfeeding mothers need an additional 20 grams of protein per day. The increased need for this protein to form milk protein, synthesis of the hormone prolactin and the hormone oxytocin. The best sources of vegetable protein come from whole grains, such as peanuts, soybeans and corn. From the interactions","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":" 15","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139207114","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}