Pub Date : 2024-07-11DOI: 10.51878/secondary.v4i2.3002
Chika Zesia Garfido AL Farisi
Curriculum in the world of education is a plan, objectives, learning materials, and teaching methods that are used as guidelines by teachers. A curriculum that is suitable and covers the needs of educational institutions is needed to achieve good and effective learning goals. This research aims to understand the concept and application of the Islamic boarding school curriculum in PAI subjects at Alfa Ali Masykur Middle School, Wonosobo. The type of research used is qualitative using interview, observation and documentation methods as data collection techniques. The research results show that the implementation of the Islamic boarding school curriculum at Alfa Ali Masykur Wonosobo Middle School makes students not only excel in academics, but also have noble morals and a strong understanding of religion. The Islamic boarding school curriculum integrates the national curriculum with Islamic boarding school knowledge such as the Al-Qur'an, Hadith, Fiqh, Morals, and other Islamic sciences. Evaluation is carried out through written exams, religious practice, memorization, and attitude assessment. The role of teachers/clerics and kyai is very important in implementing the Islamic boarding school curriculum. This curriculum concept includes scientific integration, emphasis on memorization and understanding, varied learning methods, a conducive environment, moral and character development, and strengthening practical learning. The challenge faced is keeping up with the times and the lack of teaching staff. ABSTRAKKurikulum dalam dunia pendidikan adalah rencana, tujuan, materi pembelajaran, dan cara mengajar yang digunakan sebagai pedoman oleh para pengajar. Kurikulum yang cocok dan mencakup kebutuhan lembaga pendidikan diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang baik dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep dan penerapan kurikulum pesantren dalam mata pelajaran PAI di SMP Alfa Ali Masykur Wonosobo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum pesantren di SMP Alfa Ali Masykur Wonosobo membuat siswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pemahaman agama yang kuat. Kurikulum pesantren mengintegrasikan kurikulum nasional dengan keilmuan kepesantrenan seperti Al-Qur'an, Hadits, Fiqh, Akhlak, dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Evaluasi dilakukan melalui ujian tertulis, praktik ibadah, hafalan, dan penilaian sikap. Peran guru/ustadz dan kyai sangat penting dalam implementasi kurikulum pesantren. Konsep kurikulum ini mencakup integrasi keilmuan, penekanan pada hafalan dan pemahaman, metode pembelajaran variatif, lingkungan yang kondusif, pembinaan akhlak dan karakter, serta penguatan pembelajaran praktik. Tantangan yang dihadapi adalah mengikuti perkembangan zaman dan kurangnya tenaga pendidik.
在教育界,课程是教师作为指导方针使用的计划、目标、学习材料和教学方法。要实现良好、有效的学习目标,就需要一套适合并涵盖教育机构需求的课程。本研究旨在了解沃诺索博 Alfa Ali Masykur 中学 PAI 学科中伊斯兰寄宿学校课程的概念和应用。研究采用的是定性研究类型,使用访谈、观察和记录方法作为数据收集技术。研究结果表明,在 Alfa Ali Masykur Wonosobo 中学实施伊斯兰寄宿学校课程不仅能使学生在学业上取得优异成绩,还能使他们拥有高尚的道德和对宗教的深刻理解。伊斯兰寄宿学校课程将国家课程与伊斯兰寄宿学校知识(如《古兰经》、圣训、教律、道德和其他伊斯兰科学)相结合。评价方式包括笔试、宗教实践、背诵和态度评估。在实施伊斯兰寄宿学校课程的过程中,教师/教士和教友的作用非常重要。这一课程理念包括科学整合、强调记忆和理解、多样的学习方法、有利的环境、道德和品格培养以及加强实践学习。ABSTRACTCurriculum in education is a plan, objectives, learning materials, and teaching methods used as guidelines by teachers.要实现良好而有效的学习目标,就必须有一套适合教育机构需要的课程。本研究旨在了解 Alfa Ali Masykur Wonosobo 初级中学 PAI 课程的概念和应用。研究采用访谈、观察和记录等方法作为数据收集技术,属于定性研究类型。研究结果表明,在阿尔法阿里玛斯库尔沃诺索博初级中学实施的 "贝桑特伦课程 "不仅使学生在学业上取得优异成绩,还使他们拥有高尚的道德和对宗教的深刻理解。该课程将国家课程与《古兰经》、《圣训》、《律学》、《阿克拉克》和其他伊斯兰科学等伊斯兰教科学结合起来。评价方式包括笔试、礼拜实践、背诵和态度评估。在实施培桑特伦课程的过程中,教师/乌斯塔兹(ustadz)和凯伊(kyai)的作用非常重要。该课程的理念包括科学整合、强调记忆和理解、多样的学习方法、有利的环境、道德和品格培养以及加强实践学习。面临的挑战是与时俱进和缺乏教育工作者。
{"title":"PENERAPAN KURIKULUM PESANTREN TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP ALFA ALI MASYKUR WONOSOBO","authors":"Chika Zesia Garfido AL Farisi","doi":"10.51878/secondary.v4i2.3002","DOIUrl":"https://doi.org/10.51878/secondary.v4i2.3002","url":null,"abstract":"Curriculum in the world of education is a plan, objectives, learning materials, and teaching methods that are used as guidelines by teachers. A curriculum that is suitable and covers the needs of educational institutions is needed to achieve good and effective learning goals. This research aims to understand the concept and application of the Islamic boarding school curriculum in PAI subjects at Alfa Ali Masykur Middle School, Wonosobo. The type of research used is qualitative using interview, observation and documentation methods as data collection techniques. The research results show that the implementation of the Islamic boarding school curriculum at Alfa Ali Masykur Wonosobo Middle School makes students not only excel in academics, but also have noble morals and a strong understanding of religion. The Islamic boarding school curriculum integrates the national curriculum with Islamic boarding school knowledge such as the Al-Qur'an, Hadith, Fiqh, Morals, and other Islamic sciences. Evaluation is carried out through written exams, religious practice, memorization, and attitude assessment. The role of teachers/clerics and kyai is very important in implementing the Islamic boarding school curriculum. This curriculum concept includes scientific integration, emphasis on memorization and understanding, varied learning methods, a conducive environment, moral and character development, and strengthening practical learning. The challenge faced is keeping up with the times and the lack of teaching staff.\u0000ABSTRAKKurikulum dalam dunia pendidikan adalah rencana, tujuan, materi pembelajaran, dan cara mengajar yang digunakan sebagai pedoman oleh para pengajar. Kurikulum yang cocok dan mencakup kebutuhan lembaga pendidikan diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang baik dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep dan penerapan kurikulum pesantren dalam mata pelajaran PAI di SMP Alfa Ali Masykur Wonosobo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum pesantren di SMP Alfa Ali Masykur Wonosobo membuat siswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pemahaman agama yang kuat. Kurikulum pesantren mengintegrasikan kurikulum nasional dengan keilmuan kepesantrenan seperti Al-Qur'an, Hadits, Fiqh, Akhlak, dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Evaluasi dilakukan melalui ujian tertulis, praktik ibadah, hafalan, dan penilaian sikap. Peran guru/ustadz dan kyai sangat penting dalam implementasi kurikulum pesantren. Konsep kurikulum ini mencakup integrasi keilmuan, penekanan pada hafalan dan pemahaman, metode pembelajaran variatif, lingkungan yang kondusif, pembinaan akhlak dan karakter, serta penguatan pembelajaran praktik. Tantangan yang dihadapi adalah mengikuti perkembangan zaman dan kurangnya tenaga pendidik.","PeriodicalId":369099,"journal":{"name":"SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah","volume":"88 18","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141657772","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-07-11DOI: 10.51878/secondary.v4i2.3001
Yosua EL Yoga Wahyu Prasetya, Justin Niaga Siman Juntak
The elderly have physical limitations which cause the elderly to be reluctant to go to church using limited physical reasons. Not only that, there was a phenomenon of many adiyuswa experiencing depression, getting angry, and protesting to God about the conditions they were experiencing, so this caused a commotion among the seniors at GKJ Wuryantoro. This research uses descriptive qualitative methodology, with a locus at GKJ Wuryantoro. The aim of the research is to find out the impact of Sunday worship as a model of Christian education on the congregation in their elderly years at the Wuryantoro Javanese Christian Church. The results of the research can be stated that the impact of Sunday worship services has a positive impact on strengthening faith and bringing a closer relationship with God. ABSTRAKLansia memiliki keterbatasan fisik yang menyebabkan para lansia yang enggan pergi ke gereja dengan memakai alasan fisik yang terbatas. Tidak hanya itu muncul fenomena banyak adiyuswa yang mengalami depresi, marah-marah, dan protes kepada Tuhan atas kondisi yang mereka alami, sehingga hal ini menyebabkan kegaduhan di kalangan para lanisa di GKJ Wuryantoro. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan locus di GKJ Wuryantoro. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana dampak ibadah hari Minggu sebagai model pendidikan Kristen terhadap jemaat dalam menjalani masa lansia di Gereja Kristen Jawa Wuryantoro. Hasil penelitian ini dapat disampaikan bahwa dampak ibadah ibadah hari Minggu memiliki dampak yang positif untuk menguatkan iman dan mendekatkan hubungan kepada Tuhan.
由于老年人的身体条件有限,导致他们不愿意去教堂。不仅如此,许多 adiyuswa 还出现了抑郁、愤怒和向上帝抗议他们所经历的状况的现象,因此在 GKJ Wuryantoro 的老年人中引起了骚动。本研究采用描述性定性方法,以 GKJ Wuryantoro 为研究地点。研究的目的是找出主日崇拜作为一种基督教教育模式对武里安托罗爪哇基督教会老年会众的影响。ABSTRACTThe elderly have physical limitations that cause the elderly who are reluctant to go to church using limited physical reasons.不仅如此,在 GKJ Wuryantoro,还有许多 adiyuswa 因所经历的状况而感到抑郁、愤怒并向上帝抗议的现象,因此这在 lanisa 中造成了混乱。本研究采用描述性定性方法,研究地点在 GKJ Wuryantoro。研究的目的是了解主日崇拜作为基督教教育的一种模式,在爪哇基督教会武里安托罗教会对经历老年期的会众产生了怎样的影响。研究结果表明,主日崇拜对加强信仰和亲近上帝有积极影响。
{"title":"DAMPAK IBADAH HARI MINGGU SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN KRISTEN TERHADAP JEMAAT DALAM MENJALANI MASA LANSIA DI GEREJA KRISTEN JAWA WURYANTORO","authors":"Yosua EL Yoga Wahyu Prasetya, Justin Niaga Siman Juntak","doi":"10.51878/secondary.v4i2.3001","DOIUrl":"https://doi.org/10.51878/secondary.v4i2.3001","url":null,"abstract":"The elderly have physical limitations which cause the elderly to be reluctant to go to church using limited physical reasons. Not only that, there was a phenomenon of many adiyuswa experiencing depression, getting angry, and protesting to God about the conditions they were experiencing, so this caused a commotion among the seniors at GKJ Wuryantoro. This research uses descriptive qualitative methodology, with a locus at GKJ Wuryantoro. The aim of the research is to find out the impact of Sunday worship as a model of Christian education on the congregation in their elderly years at the Wuryantoro Javanese Christian Church. The results of the research can be stated that the impact of Sunday worship services has a positive impact on strengthening faith and bringing a closer relationship with God.\u0000ABSTRAKLansia memiliki keterbatasan fisik yang menyebabkan para lansia yang enggan pergi ke gereja dengan memakai alasan fisik yang terbatas. Tidak hanya itu muncul fenomena banyak adiyuswa yang mengalami depresi, marah-marah, dan protes kepada Tuhan atas kondisi yang mereka alami, sehingga hal ini menyebabkan kegaduhan di kalangan para lanisa di GKJ Wuryantoro. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan locus di GKJ Wuryantoro. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana dampak ibadah hari Minggu sebagai model pendidikan Kristen terhadap jemaat dalam menjalani masa lansia di Gereja Kristen Jawa Wuryantoro. Hasil penelitian ini dapat disampaikan bahwa dampak ibadah ibadah hari Minggu memiliki dampak yang positif untuk menguatkan iman dan mendekatkan hubungan kepada Tuhan.","PeriodicalId":369099,"journal":{"name":"SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah","volume":"72 11","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141655483","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-07-11DOI: 10.51878/secondary.v4i2.3003
Dila Ayu Pangesti, Nurul Mubin
Education is a conscious effort to realize active learning to develop the potential that exists in oneself with spiritual strength, self-control, skills and noble morals that are needed within oneself. Moral education can be interpreted as character education. Moral education is education of noble values ??that originate from religion, customs and national culture in the context of personal change towards a better person. Moral education never departs from the noble values ??in the moral values ??of the Indonesian nation whose aim is to form children in this country as children who have a sense of humanity, unity and uphold religious values. This research is a type of library research because the research source is taken from a novel. This research aims to explore the values ??of moral education in the novel Hati Suhita by Khilma Anis. The data collection technique uses documentary techniques by collecting writings that describe the values ??of moral education in the novel Hati Suhita. Then grouped according to the problem to be described. The primary data source used by researchers is the novel Hati Suhita by Khilma Anis and secondary data in the form of relevant books, articles and journals. The results of the analysis show that the novel Hati Suhita contains three main categories of moral values. The first moral value is religious moral values ??(religious morals) which include an attitude of gratitude, surrender, prayer, and praising God's majesty. The second moral value is a social moral value that regulates relationships between humans, such as mutual respect, mutual assistance and respect. The third moral value is personal moral values ??(individual morals) which are related to self-development, such as self-confidence, patience, determination, maintaining self-esteem, never giving up, daring to admit mistakes, and sincerity. ABSTRAKPendidikan merupakan usaha sadar untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif mengembangkan potensi yang ada pada diri dengan kekuatan spiritual, pengendalian diri, keterampilan serta akhlak mulia yang diperlukan dalam diri. Pendidikan moral dapat disama artikan dengan pendidikan budi pekerti, Pendidikan moral merupakan Pendidikan nilai luhur yang bersumber dari agama, adat istiadat dan budaya bangsa dalam rangka perubahan pribadi menuju pribadi yang lebih baik. Pendidikan moral tidak pernah beranjak dari nilai-nilai luhur dalam tatanan nilai moral bangsa Indonesia yang tujuanya untuk membentuk anak di negeri ini sebagai anak yang memiliki rasa kemanusiaan persatuan menjunjung tinggi nilai religius. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan atau library research karena sumber penelitiannya diambil dari novel. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai pendidikan moral dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentsi dengan mengumpulkan tulisan yang menggambarkan nilai-nilai Pendidikan moral dalam novel Hati Suhita. Kemudian dikelompokkan sesuai den
教育是一种有意识的努力,旨在实现积极的学习,以自身所需的精神力量、自制力、技能和高尚道德来开发自身存在的潜能。德育可以理解为品德教育。德育是源于宗教、习俗和民族文化的崇高价值观的教育,其背景是个人向更好的人转变。道德教育从未偏离印尼民族道德价值观中的崇高价值,其目的是将印尼儿童培养成具有人性、团结和维护宗教价值观的儿童。本研究是图书馆研究的一种,因为研究资料来源于一本小说。本研究旨在探讨基尔玛-阿尼斯(Khilma Anis)的小说《哈提-苏希塔》(Hati Suhita)中的道德教育价值观。数据收集技术采用文献技术,收集描述小说《Hati Suhita》中德育价值观的著作。然后根据要描述的问题进行分组。研究人员使用的主要数据来源是基尔玛-阿尼斯(Khilma Anis)的小说《哈提-苏希塔》,二手数据则是相关书籍、文章和期刊。分析结果显示,小说《Hati Suhita》包含三大类道德价值观。第一种道德价值观是宗教道德价值观,包括感恩、臣服、祈祷和赞美真主威严的态度。第二种道德价值观是调节人与人之间关系的社会道德价值观,如相互尊重、互助和尊重。ABSTRACTEducation is a conscious effort to realize learning that actively develop the potential that exist in oneself with spiritual strength, self-control, skills and noble morals needed in oneself.德育可以等同于品德教育,德育是源于宗教、习俗和民族文化的崇高价值观教育,目的是使人向更好的方向发展。道德教育从未脱离印尼民族道德价值秩序中的崇高价值观,其目的是将印尼儿童培养成具有团结人性意识、坚持宗教价值观的儿童。本研究是图书馆研究的一种,因为研究资料来源于小说。本研究旨在探讨基尔玛-阿尼斯(Khilma Anis)的小说《哈提-苏希塔》(Hati Suhita)中的道德教育价值观。数据收集技术采用文献技术,收集描述小说《Hati Suhita》中德育价值观的著作。然后根据要描述的问题进行分组。研究人员使用的主要数据来源是基尔玛-阿尼斯(Khilma Anis)的小说《哈提-苏希塔》,二手数据则是相关书籍、文章和期刊。分析结果显示,小说《Hati Suhita》包含三大类道德价值观。第一类道德价值观是宗教道德价值观,包括感恩、臣服、祈祷和赞美真主威严的态度。第二种道德价值观是社会道德价值观,调节人与人之间的关系,如相互尊重、帮助和荣誉。第三种道德价值是与自我发展有关的个人道德价值(个体道德),如自信、耐心、坚定、保持自尊、永不放弃、敢于承认错误和真诚。
{"title":"NILAI-NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM PERSPEKTIF NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS","authors":"Dila Ayu Pangesti, Nurul Mubin","doi":"10.51878/secondary.v4i2.3003","DOIUrl":"https://doi.org/10.51878/secondary.v4i2.3003","url":null,"abstract":"Education is a conscious effort to realize active learning to develop the potential that exists in oneself with spiritual strength, self-control, skills and noble morals that are needed within oneself. Moral education can be interpreted as character education. Moral education is education of noble values ??that originate from religion, customs and national culture in the context of personal change towards a better person. Moral education never departs from the noble values ??in the moral values ??of the Indonesian nation whose aim is to form children in this country as children who have a sense of humanity, unity and uphold religious values. This research is a type of library research because the research source is taken from a novel. This research aims to explore the values ??of moral education in the novel Hati Suhita by Khilma Anis. The data collection technique uses documentary techniques by collecting writings that describe the values ??of moral education in the novel Hati Suhita. Then grouped according to the problem to be described. The primary data source used by researchers is the novel Hati Suhita by Khilma Anis and secondary data in the form of relevant books, articles and journals. The results of the analysis show that the novel Hati Suhita contains three main categories of moral values. The first moral value is religious moral values ??(religious morals) which include an attitude of gratitude, surrender, prayer, and praising God's majesty. The second moral value is a social moral value that regulates relationships between humans, such as mutual respect, mutual assistance and respect. The third moral value is personal moral values ??(individual morals) which are related to self-development, such as self-confidence, patience, determination, maintaining self-esteem, never giving up, daring to admit mistakes, and sincerity.\u0000ABSTRAKPendidikan merupakan usaha sadar untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif mengembangkan potensi yang ada pada diri dengan kekuatan spiritual, pengendalian diri, keterampilan serta akhlak mulia yang diperlukan dalam diri. Pendidikan moral dapat disama artikan dengan pendidikan budi pekerti, Pendidikan moral merupakan Pendidikan nilai luhur yang bersumber dari agama, adat istiadat dan budaya bangsa dalam rangka perubahan pribadi menuju pribadi yang lebih baik. Pendidikan moral tidak pernah beranjak dari nilai-nilai luhur dalam tatanan nilai moral bangsa Indonesia yang tujuanya untuk membentuk anak di negeri ini sebagai anak yang memiliki rasa kemanusiaan persatuan menjunjung tinggi nilai religius. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan atau library research karena sumber penelitiannya diambil dari novel. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai pendidikan moral dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentsi dengan mengumpulkan tulisan yang menggambarkan nilai-nilai Pendidikan moral dalam novel Hati Suhita. Kemudian dikelompokkan sesuai den","PeriodicalId":369099,"journal":{"name":"SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah","volume":"128 31","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141656348","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-07-11DOI: 10.51878/secondary.v4i2.3004
Sofhia Ma'rifatuz Zahro, Susanto Susanto, Abi Suwito
Critical thinking skills in mathematics involve the ability to analyze, evaluate, and interpret mathematical information carefully and rationally. Critical thinking skills are important for understanding and applying mathematical concepts effectively in various situations. The aim of this research is to describe the critical thinking abilities of class XII students in three-dimensional material. The research subjects or population used were high school students in Jember for the 2023/2024 academic year. The type of research used is qualitative. The data collection method uses tests to determine students' critical thinking abilities and interviews. The research data were analyzed descriptively. Based on the results of the analysis, it was found that the ability of class critical of 68.75%. These results show that students are generally able to solve mathematics problems that require critical thinking skills, especially for the aspects of interpreting, evaluating and concluding, but for the analysis aspect they are still less capable. ABSTRAKKemampuan berpikir kritis dalam matematika melibatkan kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menginterpretasikan informasi matematika dengan cermat dan rasional. Kemampuan berpikir kritis penting untuk memahami dan mengaplikasikan konsep matematika dengan efektif dalam berbagai situasi. Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XII pada materi dimensi tiga. Subjek penelitian atau populasi yang digunakan adalah siswa SMA di Jember tahun pelajaran 2023/2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan tes untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa kemampuan siswa SMA kelas XII di Jember dalam berpikir kritis matematika diperoleh hasil yaitu S1 dapat memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis sebesar 87,5%, S2 dapat memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis sebesar 75%, S3 dapat memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis sebesar 68,75%. Hasil ini menunjukan bahwa siswa umumnya sudah mampu menyelesaikan soal-soal matematika yang memerlukan kemampuan berpikir kritis terutama untuk aspek menginterpretasi, mengevaluasi, dan menyimpulkan, akan tetapi untuk aspek analisis masih kurang mampu.
数学中的批判性思维能力包括仔细和理性地分析、评估和解释数学信息的能力。批判性思维能力对于在各种情况下理解和有效应用数学概念非常重要。本研究旨在描述十二年级学生在三维材料中的批判性思维能力。研究对象或使用的人群是 2023/2024 学年在 Jember 的高中学生。研究类型为定性研究。数据收集方法是通过测试和访谈来确定学生的批判性思维能力。对研究数据进行了描述性分析。根据分析结果,发现班级批判性思维能力为 68.75%。ABSTRACTCritical thinking skills in mathematics involve the ability to analyse, evaluate and interpret mathematical information carefully and rationally.批判性思维能力对于在各种情况下理解和有效应用数学概念非常重要。本研究旨在描述十二年级学生在三维材料中的批判性思维能力。研究对象或使用的人群是 2023/2024 学年在 Jember 的高中学生。研究类型为定性研究。数据收集方法包括测试学生的批判性思维能力和访谈。对研究数据进行了描述性分析。根据分析结果发现,金巴州十二年级高中生的数学批判性思维能力取得了一定的成绩,即 S1 的批判性思维能力指标达标率为 87.5%,S2 的批判性思维能力指标达标率为 75%,S3 的批判性思维能力指标达标率为 68.75%。这些结果表明,学生一般都能解决需要批判性思维能力的数学问题,特别是在解释、评价和结论方面,但在分析方面,他们的能力仍然较弱。
{"title":"ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XII DI JEMBER PADA MATERI DIMENSI TIGA","authors":"Sofhia Ma'rifatuz Zahro, Susanto Susanto, Abi Suwito","doi":"10.51878/secondary.v4i2.3004","DOIUrl":"https://doi.org/10.51878/secondary.v4i2.3004","url":null,"abstract":"Critical thinking skills in mathematics involve the ability to analyze, evaluate, and interpret mathematical information carefully and rationally. Critical thinking skills are important for understanding and applying mathematical concepts effectively in various situations. The aim of this research is to describe the critical thinking abilities of class XII students in three-dimensional material. The research subjects or population used were high school students in Jember for the 2023/2024 academic year. The type of research used is qualitative. The data collection method uses tests to determine students' critical thinking abilities and interviews. The research data were analyzed descriptively. Based on the results of the analysis, it was found that the ability of class critical of 68.75%. These results show that students are generally able to solve mathematics problems that require critical thinking skills, especially for the aspects of interpreting, evaluating and concluding, but for the analysis aspect they are still less capable.\u0000ABSTRAKKemampuan berpikir kritis dalam matematika melibatkan kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menginterpretasikan informasi matematika dengan cermat dan rasional. Kemampuan berpikir kritis penting untuk memahami dan mengaplikasikan konsep matematika dengan efektif dalam berbagai situasi. Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XII pada materi dimensi tiga. Subjek penelitian atau populasi yang digunakan adalah siswa SMA di Jember tahun pelajaran 2023/2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan tes untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa kemampuan siswa SMA kelas XII di Jember dalam berpikir kritis matematika diperoleh hasil yaitu S1 dapat memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis sebesar 87,5%, S2 dapat memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis sebesar 75%, S3 dapat memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis sebesar 68,75%. Hasil ini menunjukan bahwa siswa umumnya sudah mampu menyelesaikan soal-soal matematika yang memerlukan kemampuan berpikir kritis terutama untuk aspek menginterpretasi, mengevaluasi, dan menyimpulkan, akan tetapi untuk aspek analisis masih kurang mampu.","PeriodicalId":369099,"journal":{"name":"SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah","volume":"127 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141656823","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-07-11DOI: 10.51878/secondary.v4i2.3005
Titus Cahyo Wicaksono, Justin Niaga Siman Juntak
Educating children requires the role of parents, especially for the eldest and youngest children. This research aims to analyze the role of Christian parents in the parenting style given to children, especially the eldest and youngest children within the scope of PPA IO0999 MARIA MARTA with an age range of 13-16 years at GKI Sangkrah. In this case, the motivation, mobility and mindset of Christian parents greatly influence how parenting can be given to children. This research uses descriptive qualitative methodology. With this background, is it true that the behavior of the eldest child and the youngest child arises because of the differences in the parenting style given to them by Christian parents? The basis for the differences in parenting patterns given by Christian parents to their eldest and youngest children is due to adjustments in the child's character or indeed the role of Christian parents being inappropriate in providing parenting patterns to their eldest and youngest children. The results of the research are that several eldest and youngest children in PPA IO0999 MARIA MARTA behaved inappropriately in terms of the behavior and character of the eldest and eldest children in general. ABSTRAKMendidik anak memerlukan peran orang tua, terlebih bagi anak sulung dan bungsu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran orang tua Kristen terhadap pola asuh yang diberikan kepada anak terkhusus anak sulung dan anak bungsu dalam lingkup PPA IO0999 MARIA MARTA dengan rentang usia 13-16 tahun di GKI Sangkrah Surakarta. Dalam hal ini motivasi, mobilitas, serta pola pikir orang tua Kristen sangat mempengaruhi bagaimana pola asuh bisa diberikan kepada anak. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Dengan latar belakang apakah benar perilaku anak sulung dan anak bungsu yang muncul karena adanya perbedaan pola asuh yang diberikan orang tua Kristen terhadap mereka. Dasar perbedaan pola asuh yang diberikan orang tua Kristen terhadap anak sulung dan anak bungsu apakah karena penyesuaian karakter anak atau memang peranan orang tua Kristen yang kurang tepat dalam memberika pola asuh kepada anak sulung maupun bungsu. Adapun hasil penelitian adalah beberapa anak sulung dan bungsu di PPA IO0999 MARIA MARTA yang berperilaku tidak semestinya dalam hal perilaku dan karakter anak sulung dan anak sulung pada umumnya.
教育儿童需要父母发挥作用,尤其是对长子和幼子。本研究旨在分析基督教父母在子女教育方式中的作用,特别是在 PPA IO0999 MARIA MARTA 项目范围内,年龄在 13-16 岁的 GKI Sangkrah 的长子和幼子。在这种情况下,基督徒父母的动机、流动性和心态在很大程度上影响着如何教育子女。本研究采用描述性定性方法。在这种背景下,长子和幼子的行为是否真的是因为基督徒父母对他们的教养方式不同而产生的呢?基督徒父母对长子和幼子的教养方式存在差异的原因是孩子性格的调整,还是基督徒父母在对长子和幼子的教养方式上扮演了不恰当的角色?研究结果表明,PPA IO0999 MARIA MARTA 中的几个长子和幼子在行为和性格方面表现得不恰当,而长子和长子的行为和性格一般都是不恰当的。 ABSTRACT教育孩子需要父母发挥作用,尤其是对长子和幼子。本研究旨在分析在苏拉卡尔塔 GKI Sangkrah 学校 IO0999 玛利亚-玛塔(PPA IO0999 MARIA MARTA)13-16 岁年龄段的学生中,基督徒父母在教育子女(尤其是长子和幼子)方面所扮演的角色。在这种情况下,基督徒父母的动机、流动性和心态在很大程度上影响着如何对孩子进行亲子教育。本研究采用描述性定性方法。研究的背景是,长子和幼子的行为是否真的是因为基督徒父母对他们的养育方式不同而产生的。基督徒父母对长子和幼子的教养方式不同的依据是由于对孩子性格的调整,还是由于基督徒父母对长子和幼子的教养方式不那么精确的作用。研究结果表明,PPA IO0999 MARIA MARTA 中的一些长子和幼子在行为和性格方面与一般的长子和幼子不相称。
{"title":"PERAN ORANG TUA KRISTEN TERHADAP POLA ASUH KEPADA ANAK SULUNG DAN ANAK BUNGSU RENTANG USIA 13 -16 TAHUN DI PPA IO0999 MARIA MARTA GKI SANGKRAH SURAKARTA","authors":"Titus Cahyo Wicaksono, Justin Niaga Siman Juntak","doi":"10.51878/secondary.v4i2.3005","DOIUrl":"https://doi.org/10.51878/secondary.v4i2.3005","url":null,"abstract":"Educating children requires the role of parents, especially for the eldest and youngest children. This research aims to analyze the role of Christian parents in the parenting style given to children, especially the eldest and youngest children within the scope of PPA IO0999 MARIA MARTA with an age range of 13-16 years at GKI Sangkrah. In this case, the motivation, mobility and mindset of Christian parents greatly influence how parenting can be given to children. This research uses descriptive qualitative methodology. With this background, is it true that the behavior of the eldest child and the youngest child arises because of the differences in the parenting style given to them by Christian parents? The basis for the differences in parenting patterns given by Christian parents to their eldest and youngest children is due to adjustments in the child's character or indeed the role of Christian parents being inappropriate in providing parenting patterns to their eldest and youngest children. The results of the research are that several eldest and youngest children in PPA IO0999 MARIA MARTA behaved inappropriately in terms of the behavior and character of the eldest and eldest children in general.\u0000ABSTRAKMendidik anak memerlukan peran orang tua, terlebih bagi anak sulung dan bungsu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran orang tua Kristen terhadap pola asuh yang diberikan kepada anak terkhusus anak sulung dan anak bungsu dalam lingkup PPA IO0999 MARIA MARTA dengan rentang usia 13-16 tahun di GKI Sangkrah Surakarta. Dalam hal ini motivasi, mobilitas, serta pola pikir orang tua Kristen sangat mempengaruhi bagaimana pola asuh bisa diberikan kepada anak. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Dengan latar belakang apakah benar perilaku anak sulung dan anak bungsu yang muncul karena adanya perbedaan pola asuh yang diberikan orang tua Kristen terhadap mereka. Dasar perbedaan pola asuh yang diberikan orang tua Kristen terhadap anak sulung dan anak bungsu apakah karena penyesuaian karakter anak atau memang peranan orang tua Kristen yang kurang tepat dalam memberika pola asuh kepada anak sulung maupun bungsu. Adapun hasil penelitian adalah beberapa anak sulung dan bungsu di PPA IO0999 MARIA MARTA yang berperilaku tidak semestinya dalam hal perilaku dan karakter anak sulung dan anak sulung pada umumnya.","PeriodicalId":369099,"journal":{"name":"SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah","volume":"88 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141657666","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-04-25DOI: 10.51878/secondary.v4i1.2797
Kuntari Enipurwanti
The research aims to improve students' abilities in writing inspirational story texts. The research procedures used include planning, implementation, observation and reflection. This classroom action research uses data collection techniques in the form of observation and written tests. The data analysis used is qualitative data and quantitative data. Qualitative data was taken to determine student activities during the learning process. Meanwhile, quantitative data was taken to determine the results of writing in the form of inspirational story text products. The research results show that the Think Pair Share type cooperative learning model can improve the ability to write inspirational story texts for class IXC students. This is proven by the increase in writing results in each cycle. In the pre-cycle the percentage of learning completeness was 36.67% with an average grade of 67. In the first cycle the percentage of learning completeness was 66.66% with an average grade of 74 and in the second cycle the percentage of learning completeness was 93.33% with a grade of class average 84. ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis teks cerita inspiratif. Prosedur penelitian yang digunakan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi dan tes tertulis. Analisis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diambil untuk mengetahui aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran. Sedangkan, data kuantitatif diambil untuk mengetahui hasil menulis berupa produk teks cerita inspiratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan kemampuan menulis teks cerita inspiratif peserta didik kelas IXC. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil menulis pada setiap siklus. Pada prasiklus persentase ketuntasan belajar sebesar 36,67% dengan nilai rata-rata kelas 67. Pada siklus I persentase ketuntasan belajar sebesar 66,66% dengan nilai rata-rata kelas 74 dan pada siklus II persentase ketuntasan belajar sebesar 93,33% dengan nilai rata-rata kelas 84.
{"title":"PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS CERITA INSPIRATIF MELALUI MODEL PENERAPAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE","authors":"Kuntari Enipurwanti","doi":"10.51878/secondary.v4i1.2797","DOIUrl":"https://doi.org/10.51878/secondary.v4i1.2797","url":null,"abstract":"The research aims to improve students' abilities in writing inspirational story texts. The research procedures used include planning, implementation, observation and reflection. This classroom action research uses data collection techniques in the form of observation and written tests. The data analysis used is qualitative data and quantitative data. Qualitative data was taken to determine student activities during the learning process. Meanwhile, quantitative data was taken to determine the results of writing in the form of inspirational story text products. The research results show that the Think Pair Share type cooperative learning model can improve the ability to write inspirational story texts for class IXC students. This is proven by the increase in writing results in each cycle. In the pre-cycle the percentage of learning completeness was 36.67% with an average grade of 67. In the first cycle the percentage of learning completeness was 66.66% with an average grade of 74 and in the second cycle the percentage of learning completeness was 93.33% with a grade of class average 84. \u0000ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis teks cerita inspiratif. Prosedur penelitian yang digunakan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi dan tes tertulis. Analisis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diambil untuk mengetahui aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran. Sedangkan, data kuantitatif diambil untuk mengetahui hasil menulis berupa produk teks cerita inspiratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan kemampuan menulis teks cerita inspiratif peserta didik kelas IXC. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil menulis pada setiap siklus. Pada prasiklus persentase ketuntasan belajar sebesar 36,67% dengan nilai rata-rata kelas 67. Pada siklus I persentase ketuntasan belajar sebesar 66,66% dengan nilai rata-rata kelas 74 dan pada siklus II persentase ketuntasan belajar sebesar 93,33% dengan nilai rata-rata kelas 84.","PeriodicalId":369099,"journal":{"name":"SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah","volume":"13 9","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140656173","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-04-25DOI: 10.51878/secondary.v4i1.2798
A. Maghfiroh
The low acquisition of student learning outcomes is one of the biggest challenges faced by mathematics teachers at Balung State High School. For this reason, teachers are required to design innovative and interesting learning activities so as to improve students' mathematics learning outcomes. This research was conducted with the aim of improving mathematics learning outcomes through the application of the Teaching at The Right Level approach to class X students of SMA Negeri Balung. This research is a class action research involving 36 students in class X.11. The data generated in this study are in the form of observational data on the implementation of teacher activities and student activities during learning activities as well as learning outcome data obtained by students. Based on classroom action research that has been carried out with 2 cycles, it is found that students' learning outcomes in mathematics through the application of the Teaching at The Right Level approach are always increasing. This is evidenced by an increase in the average learning outcomes of mathematics from 56 in pre-cycle learning outcomes to 77 in cycle 1, then increased to 86 in cycle 2. Mastery learning also increased from 28% in pre-cycle learning outcomes, up to 53% in cycle 1, then increased to 89% in cycle 2. Based on this, it can be concluded that the application of the Teaching at The Right Level approach to class X SMA Negeri Balung can improve learning outcomes in mathematics. ABSTRAKRendahnya perolehan hasil belajar peserta didik merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh guru matematika di SMA Negeri Balung. Untuk itu, guru dituntut untuk merancang kegiatan pembelajaran yang inovatif dan menarik sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui penerapan pendekatan Teaching at The Right Level pada peserta didik kelas X SMA Negeri Balung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan peserta didik kelas X.11 yang berjumlah 36 orang peserta didik. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa data hasil observasi keterlaksanaan aktivitas guru dan aktivitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran serta data hasil belajar yang diperoleh peserta didik. Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dengan 2 siklus, diperoleh bahwa hasil belajar matematika peserta didik melalui penerapan pendekatan Teaching at The Right Level dinyatakan selalu meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan rata-rata hasil belajar matematika dari 56 pada hasil belajar prasiklus menjadi 77 pada siklus 1, kemudian meningkat menjadi 86 pada siklus 2. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 28% pada hasil belajar prasiklus, naik menjadi 53% pada siklus 1, kemudian meningkat menjadi 89% pada siklus 2. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Teaching at The Right Level pada
{"title":"PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI PELUANG MELALUI PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL","authors":"A. Maghfiroh","doi":"10.51878/secondary.v4i1.2798","DOIUrl":"https://doi.org/10.51878/secondary.v4i1.2798","url":null,"abstract":"The low acquisition of student learning outcomes is one of the biggest challenges faced by mathematics teachers at Balung State High School. For this reason, teachers are required to design innovative and interesting learning activities so as to improve students' mathematics learning outcomes. This research was conducted with the aim of improving mathematics learning outcomes through the application of the Teaching at The Right Level approach to class X students of SMA Negeri Balung. This research is a class action research involving 36 students in class X.11. The data generated in this study are in the form of observational data on the implementation of teacher activities and student activities during learning activities as well as learning outcome data obtained by students. Based on classroom action research that has been carried out with 2 cycles, it is found that students' learning outcomes in mathematics through the application of the Teaching at The Right Level approach are always increasing. This is evidenced by an increase in the average learning outcomes of mathematics from 56 in pre-cycle learning outcomes to 77 in cycle 1, then increased to 86 in cycle 2. Mastery learning also increased from 28% in pre-cycle learning outcomes, up to 53% in cycle 1, then increased to 89% in cycle 2. Based on this, it can be concluded that the application of the Teaching at The Right Level approach to class X SMA Negeri Balung can improve learning outcomes in mathematics. \u0000ABSTRAKRendahnya perolehan hasil belajar peserta didik merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh guru matematika di SMA Negeri Balung. Untuk itu, guru dituntut untuk merancang kegiatan pembelajaran yang inovatif dan menarik sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui penerapan pendekatan Teaching at The Right Level pada peserta didik kelas X SMA Negeri Balung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan peserta didik kelas X.11 yang berjumlah 36 orang peserta didik. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa data hasil observasi keterlaksanaan aktivitas guru dan aktivitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran serta data hasil belajar yang diperoleh peserta didik. Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dengan 2 siklus, diperoleh bahwa hasil belajar matematika peserta didik melalui penerapan pendekatan Teaching at The Right Level dinyatakan selalu meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan rata-rata hasil belajar matematika dari 56 pada hasil belajar prasiklus menjadi 77 pada siklus 1, kemudian meningkat menjadi 86 pada siklus 2. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 28% pada hasil belajar prasiklus, naik menjadi 53% pada siklus 1, kemudian meningkat menjadi 89% pada siklus 2. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Teaching at The Right Level pada","PeriodicalId":369099,"journal":{"name":"SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140653337","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-04-25DOI: 10.51878/secondary.v4i1.2796
Darwati Kartikasari
Efforts to think carefully in the learning process will provide students with critical thinking skills, namely: becoming strong problem solvers, mature decision makers, and will be more focused in analyzing the knowledge they already have. In this research, researchers used the REACT learning strategy as an effort to optimize learning activities to train critical thinking skills. A student has gone through an active learning process if he is able to demonstrate critical thinking skills, understand a problem, connect one information with other information, so that various perspectives emerge, and find a solution to a problem. In this research, the REACT strategy can optimize learning activities through cycle 1 with an achievement of 66.73% and an increase in learning activities in cycle 2 of 77.12%. The REACT strategy is also able to develop students' character to socialize in carrying out learning activities. With the development of fairly good social attitudes (74.62%), it also influences cognitive abilities with an achievement of 77%. Efforts to optimize learning activities accompanied by developing the affective domain resulted in competency test achievement of 81.52%. Thus, through the REACT strategy, learning activities can be increased which are able to build students' critical thinking skills to analyze "Monohybrid" questions thoroughly. ABSTRAKUpaya berpikir cermat dalam proses belajar akan menjadi penghantar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis, yaitu: menjadi pemecah masalah yang tangguh, pembuat keputusan yang matang, dan akan lebih terarah dalam menganalisa pengetahuan yang sudah dimilikinya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan strategi pembelajaran REACT sebagai upaya mengoptimalkan aktivitas belajar untuk melatih keterampilan berpikir kritis. Seorang siswa sudah melalui proses belajar aktif jika ia mampu menunjukkan keterampilan berpikir kritis, memahami sebuah masalah, menghubungkan informasi satu dengan informasi lain, sehingga akan muncul berbagai perspektif, dan menemukan solusi dari suatu permasalahan. Dalam penelitian ini, strategi REACT dapat mengoptimalkan aktivitas belajar melalui siklus 1 dengan ketercapaian 66,73% dan tercapai peningkatan aktivitas belajar dalam sikus 2 sebesar 77,12%. Strategi REACT juga mampu mengembangkan karakter siswa untuk bersosialisasi dalam melakukan aktivitas belajar. Dengan berkembangnya sikap sosial yang cukup baik (74,62%), berpengaruh pula terhadap kemampuan kognitif dengan ketercapaian 77%. Upaya mengoptimalkan aktivitas belajar dengan diiringi pengembangan ranah afektif memperoleh ketercapaian uji kompetensi sebesar 81,52%. Dengan demikian melalui strategi REACT, dapat meningkatkan aktivitas belajar yang mampu membangun kemampuan berpikir kritis siswa untuk menganalisis soal-soal “Monohibrid” secara tuntas.
{"title":"UPAYA MENGOPTIMALKAN AKTIVITAS BELAJAR KONSEP MONOHIBRID UNTUK BERLATIH BERPIKIR KRITIS MELALUI STRATEGI REACT","authors":"Darwati Kartikasari","doi":"10.51878/secondary.v4i1.2796","DOIUrl":"https://doi.org/10.51878/secondary.v4i1.2796","url":null,"abstract":"Efforts to think carefully in the learning process will provide students with critical thinking skills, namely: becoming strong problem solvers, mature decision makers, and will be more focused in analyzing the knowledge they already have. In this research, researchers used the REACT learning strategy as an effort to optimize learning activities to train critical thinking skills. A student has gone through an active learning process if he is able to demonstrate critical thinking skills, understand a problem, connect one information with other information, so that various perspectives emerge, and find a solution to a problem. In this research, the REACT strategy can optimize learning activities through cycle 1 with an achievement of 66.73% and an increase in learning activities in cycle 2 of 77.12%. The REACT strategy is also able to develop students' character to socialize in carrying out learning activities. With the development of fairly good social attitudes (74.62%), it also influences cognitive abilities with an achievement of 77%. Efforts to optimize learning activities accompanied by developing the affective domain resulted in competency test achievement of 81.52%. Thus, through the REACT strategy, learning activities can be increased which are able to build students' critical thinking skills to analyze \"Monohybrid\" questions thoroughly. \u0000ABSTRAKUpaya berpikir cermat dalam proses belajar akan menjadi penghantar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis, yaitu: menjadi pemecah masalah yang tangguh, pembuat keputusan yang matang, dan akan lebih terarah dalam menganalisa pengetahuan yang sudah dimilikinya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan strategi pembelajaran REACT sebagai upaya mengoptimalkan aktivitas belajar untuk melatih keterampilan berpikir kritis. Seorang siswa sudah melalui proses belajar aktif jika ia mampu menunjukkan keterampilan berpikir kritis, memahami sebuah masalah, menghubungkan informasi satu dengan informasi lain, sehingga akan muncul berbagai perspektif, dan menemukan solusi dari suatu permasalahan. Dalam penelitian ini, strategi REACT dapat mengoptimalkan aktivitas belajar melalui siklus 1 dengan ketercapaian 66,73% dan tercapai peningkatan aktivitas belajar dalam sikus 2 sebesar 77,12%. Strategi REACT juga mampu mengembangkan karakter siswa untuk bersosialisasi dalam melakukan aktivitas belajar. Dengan berkembangnya sikap sosial yang cukup baik (74,62%), berpengaruh pula terhadap kemampuan kognitif dengan ketercapaian 77%. Upaya mengoptimalkan aktivitas belajar dengan diiringi pengembangan ranah afektif memperoleh ketercapaian uji kompetensi sebesar 81,52%. Dengan demikian melalui strategi REACT, dapat meningkatkan aktivitas belajar yang mampu membangun kemampuan berpikir kritis siswa untuk menganalisis soal-soal “Monohibrid” secara tuntas.","PeriodicalId":369099,"journal":{"name":"SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah","volume":"23 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140655975","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-04-02DOI: 10.51878/secondary.v4i1.2772
Akhmad Sodikin
This research aims to determine the impact of using the play learning method on learning Sociology, PKWU and Economics subjects in class X. Teachers in these subjects previously used the lecture method in class. The research uses the School Action Research method. The data analyzed is data from the assessment results using the lecture method, data from the assessment results from the playing method in cycle 1 and cycle 2. Data analysis uses the Wilcoxon method analysis for data that is not normally distributed and the average test method of 2 paired samples for data that has normality . Based on the results of the analysis, it is known that the use of the play method in class X for Sociology, PKWU and Economics subjects is effective in increasing student achievement compared to the use of the lecture method in the student learning process in class This was carried out in 2 research cycles by the three teachers in these subjects. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan metode pembelajaran bermain terhadap pembelajaran mata pelajaran Sosiologi, PKWU dan Ekonomi di kelas X. Guru pada mata pelajaran tersebut sebelumnya menggunakan metode ceramah di kelas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah. Data yang dianalisis adalah data hasil penilaian dengan metode ceramah, data hasil penilaian dengan metode bermain pada siklus 1 dan siklus 2. Analisis data menggunakan analisis metode Wilcoxon untuk data yang berdistribusi tidak normal dan metode tes rata-rata. 2 sampel berpasangan untuk data yang mempunyai normalitas. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa penggunaan metode bermain pada kelas X mata pelajaran Sosiologi, PKWU dan Ekonomi efektif meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan dengan penggunaan metode ceramah dalam proses belajar siswa di kelas ini. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus oleh ketiga guru mata pelajaran tersebut.
本研究旨在确定游戏学习法对十年级社会学、北京语言大学和经济学科目学习的影响。这些科目的教师以前在课堂上使用讲授法。本研究采用学校行动研究法。分析的数据来自使用讲授法的评估结果数据,以及第一和第二周期使用游戏法的评估结果数据。数据分析采用 Wilcoxon 方法分析非正态分布的数据,采用 2 个配对样本的平均值检验方法分析正态分布的数据。根据分析结果可知,与在课堂上使用讲授法相比,在 X 班社会学、北京语言大学和经济学科目的学生学习过程中使用游戏法能有效提高学生的成绩。 ABSTRACTThis study aims to determine the impact of using the play learning method on the learning of Sociology, PKWU and Economics subjects in class X.这些科目的教师以前在课堂上使用讲授法。本研究采用学校行动研究法。数据分析采用 Wilcoxon 方法分析非正态分布数据和平均值检验方法。对具有正态性的数据采用 2 个配对样本。根据分析结果可知,与本班学生在学习过程中使用讲授法相比,在社会学、北京外国语大学和经济学X班科目中使用游戏法能有效提高学生的学习成绩。该研究由三位学科教师分两个周期进行。
{"title":"PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI SISWA PADA SMAN NEGERI 1 JATISARI KABUPATEN KARAWANG","authors":"Akhmad Sodikin","doi":"10.51878/secondary.v4i1.2772","DOIUrl":"https://doi.org/10.51878/secondary.v4i1.2772","url":null,"abstract":"This research aims to determine the impact of using the play learning method on learning Sociology, PKWU and Economics subjects in class X. Teachers in these subjects previously used the lecture method in class. The research uses the School Action Research method. The data analyzed is data from the assessment results using the lecture method, data from the assessment results from the playing method in cycle 1 and cycle 2. Data analysis uses the Wilcoxon method analysis for data that is not normally distributed and the average test method of 2 paired samples for data that has normality . Based on the results of the analysis, it is known that the use of the play method in class X for Sociology, PKWU and Economics subjects is effective in increasing student achievement compared to the use of the lecture method in the student learning process in class This was carried out in 2 research cycles by the three teachers in these subjects.\u0000ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan metode pembelajaran bermain terhadap pembelajaran mata pelajaran Sosiologi, PKWU dan Ekonomi di kelas X. Guru pada mata pelajaran tersebut sebelumnya menggunakan metode ceramah di kelas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah. Data yang dianalisis adalah data hasil penilaian dengan metode ceramah, data hasil penilaian dengan metode bermain pada siklus 1 dan siklus 2. Analisis data menggunakan analisis metode Wilcoxon untuk data yang berdistribusi tidak normal dan metode tes rata-rata. 2 sampel berpasangan untuk data yang mempunyai normalitas. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa penggunaan metode bermain pada kelas X mata pelajaran Sosiologi, PKWU dan Ekonomi efektif meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan dengan penggunaan metode ceramah dalam proses belajar siswa di kelas ini. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus oleh ketiga guru mata pelajaran tersebut.","PeriodicalId":369099,"journal":{"name":"SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah","volume":"120 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140752828","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-18DOI: 10.51878/secondary.v3i4.2534
Sufiati Yulminia
This research aims to improve the mathematics learning activity and achievement of class VIII-C students at SMP Negeri 2 Labuapi on cubes and blocks for the 2021/2022 school year. This research is classroom action research carried out in 2 cycles. Each cycle includes planning, implementation, observation and evaluation and reflection stages. The indicators of success in this research are student activity that is at least in the active category at the end of the cycle and achieving classical completeness of at least 85%. The research results showed that the average score of student learning activities in cycle I was 10.5 in the active category and the student learning activity score in cycle II was 14.5 in the very active category. Classical completeness reached 62.5% in cycle I and classical completeness reached 89.5% in cycle II. Based on the research results above, it can be concluded that the application of the Pair Check type cooperative learning model can increase student activity and learning achievement in cube and block material in class VIII-C at SMPN 2 Labuapi for the 2021/2022 academic year. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII-C di SMP Negeri 2 Labuapi pada materi kubus dan balok tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklusnya meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Adapun indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa minimal berkategori aktif pada akhir siklus serta tercapainya ketuntasan klasikal minimal 85%. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 10,5 dengan kategori aktif dan skor aktivitas belajar siswa pada siklus II 14,5 dengan kategori sangat aktif. Ketuntasan klasikal mencapai 62,5% pada siklus I serta ketuntasan klasikal mencapai 89,5% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada materi kubus dan balok di kelas VIII-C di SMPN 2 Labuapi Tahun Pelajaran 2021/2022.
本研究旨在提高拉布阿比第二中学(SMP Negeri 2 Labuapi)八年级丙班学生在2021/2022学年的立方体和积木数学学习活动和成绩。本研究是一项课堂行动研究,分两个周期进行。每个周期包括计划、实施、观察、评估和反思阶段。本研究的成功指标是,在周期结束时,学生活动至少处于活跃状态,经典完整率至少达到 85%。研究结果表明,第一周期的学生学习活动平均分为 10.5 分,属于活跃类;第二周期的学生学习活动平均分为 14.5 分,属于非常活跃类。周期 I 的经典完整性达到 62.5%,周期 II 的经典完整性达到 89.5%。根据上述研究结果,可以得出结论:在2021/2022学年,应用 "结对检查 "式合作学习模式可以提高拉布阿皮第二高级中等教育学校八年级C班学生在立方体和块状材料方面的学习积极性和学习成绩。2021/2022学年拉布阿比国立第二理工学院八-C班学生在立方体和积木教材中的活动和学习成绩。该课程是在两个学年内完成的课程。这两项计划分别包含了长期计划、项目计划、观察和评估以及反思。该项目中的适应指标为最低限度的行动能力,在每个项目中都能得到体现,并能达到最低限度的 85%。笔者发现,Ⅰ类项目中的按比例计算的雌激素水平为 10.5,而Ⅱ类项目中的按比例计算的雌激素水平为 14.5,而Ⅲ类项目中的按比例计算的雌激素水平仅为 10.5。一级指标的平均值为 62.5%,二级指标的平均值为 89.5%。从目前的数据来看,"对子检查 "合作模式的实施可能会提高2021/2022年中期计划SMPN 2第VIII-C类中母婴用品的生产效率和质量。
{"title":"PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMPN 2 LABUAPI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK","authors":"Sufiati Yulminia","doi":"10.51878/secondary.v3i4.2534","DOIUrl":"https://doi.org/10.51878/secondary.v3i4.2534","url":null,"abstract":"This research aims to improve the mathematics learning activity and achievement of class VIII-C students at SMP Negeri 2 Labuapi on cubes and blocks for the 2021/2022 school year. This research is classroom action research carried out in 2 cycles. Each cycle includes planning, implementation, observation and evaluation and reflection stages. The indicators of success in this research are student activity that is at least in the active category at the end of the cycle and achieving classical completeness of at least 85%. The research results showed that the average score of student learning activities in cycle I was 10.5 in the active category and the student learning activity score in cycle II was 14.5 in the very active category. Classical completeness reached 62.5% in cycle I and classical completeness reached 89.5% in cycle II. Based on the research results above, it can be concluded that the application of the Pair Check type cooperative learning model can increase student activity and learning achievement in cube and block material in class VIII-C at SMPN 2 Labuapi for the 2021/2022 academic year. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII-C di SMP Negeri 2 Labuapi pada materi kubus dan balok tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklusnya meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Adapun indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa minimal berkategori aktif pada akhir siklus serta tercapainya ketuntasan klasikal minimal 85%. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 10,5 dengan kategori aktif dan skor aktivitas belajar siswa pada siklus II 14,5 dengan kategori sangat aktif. Ketuntasan klasikal mencapai 62,5% pada siklus I serta ketuntasan klasikal mencapai 89,5% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada materi kubus dan balok di kelas VIII-C di SMPN 2 Labuapi Tahun Pelajaran 2021/2022.","PeriodicalId":369099,"journal":{"name":"SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah","volume":"33 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139261143","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}