Pub Date : 2024-03-30DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7500
Hakim Zulkarnain, S. Sriyono, A. Wahyudi, Yulis Setiya Dewi, Ninuk Dian Kurniawati, E. Wahyuni
Pendahuluan: Desa Ngebel rawan longsor. Mereka memiliki relawan lokal bencana (DESTANA) namun tidak aktif selama 2 tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas DESTANA dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggap darurat. Metode: Action Research berupa pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan peningkatan kapasitas 30 kader dan penelitian perubahan pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil: Terjadi perubahan pengetahuan sedang. Sebelum intervensi semua relawan memiliki pengetahuan rendah, pasca intervensi 90% memiliki pengetahuan sedang. Pihak DESTANA juga menyatakan siap terlibat dalam penanggulangan bencana. Kesimpulan: Kapasitas kader DESTANA dalam penanggulangan bencana meningkat. Rekomendasi kegiatan selanjutnya adalah melakukan kegiatan serupa secara rutin dan berkesinambungan. Lebih penting lagi jika simulasi dilakukan seperti keadaan sebenarnya. Introduction: Ngebel Village is prone to landslides. They have local disaster volunteers (DESTANA) but have not been active for 2 years. This activity aims to increase DESTANA's capacity in disaster preparedness and emergency response. Method: Action Research in the form of community service by providing capacity building training for 30 cadres and research on changes in cadre knowledge before and after being given the intervention. Result: There is a moderate change in knowledge. Before the intervention all volunteers had low knowledge, after the intervention 90% had moderate knowledge. DESTANA also stated that they are ready to be involved in disaster management. Conclusion: The capacity of DESTANA cadres in disaster management has increased. The recommendation for the next activity is to carry out similar activities regularly and continuously. It is more important if the simulation is carried out like the real situation
{"title":"PELATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA TANAH LONGSOR DAN BLS UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN RELAWAN \"DESTANA\" DI NGEBEL PONOROGO","authors":"Hakim Zulkarnain, S. Sriyono, A. Wahyudi, Yulis Setiya Dewi, Ninuk Dian Kurniawati, E. Wahyuni","doi":"10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7500","DOIUrl":"https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7500","url":null,"abstract":"Pendahuluan: Desa Ngebel rawan longsor. Mereka memiliki relawan lokal bencana (DESTANA) namun tidak aktif selama 2 tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas DESTANA dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggap darurat. Metode: Action Research berupa pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan peningkatan kapasitas 30 kader dan penelitian perubahan pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil: Terjadi perubahan pengetahuan sedang. Sebelum intervensi semua relawan memiliki pengetahuan rendah, pasca intervensi 90% memiliki pengetahuan sedang. Pihak DESTANA juga menyatakan siap terlibat dalam penanggulangan bencana. Kesimpulan: Kapasitas kader DESTANA dalam penanggulangan bencana meningkat. Rekomendasi kegiatan selanjutnya adalah melakukan kegiatan serupa secara rutin dan berkesinambungan. Lebih penting lagi jika simulasi dilakukan seperti keadaan sebenarnya.\u0000 \u0000Introduction: Ngebel Village is prone to landslides. They have local disaster volunteers (DESTANA) but have not been active for 2 years. This activity aims to increase DESTANA's capacity in disaster preparedness and emergency response. Method: Action Research in the form of community service by providing capacity building training for 30 cadres and research on changes in cadre knowledge before and after being given the intervention. Result: There is a moderate change in knowledge. Before the intervention all volunteers had low knowledge, after the intervention 90% had moderate knowledge. DESTANA also stated that they are ready to be involved in disaster management. Conclusion: The capacity of DESTANA cadres in disaster management has increased. The recommendation for the next activity is to carry out similar activities regularly and continuously. It is more important if the simulation is carried out like the real situation","PeriodicalId":414385,"journal":{"name":"Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat","volume":"32 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140361599","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-03-30DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7572
Rizqi Wahyudi, Nava Evrilia, Nanang Ma'ruf, Bahari Timotius `Manurung, Inggir Marsaulli Senni Manurung, Joy Marito Manalu
Pemanfaatan bahan alami dalam pembuatan sabun cuci piring memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Sabun yang biasa digunakan untuk mencuci pada umumnya terbuat dari campuran alkali dan trigliserida dari asam lemak rantai karbon. Dalam proses pembuatan sabun pembusa yang umum digunakan adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Penggunaan SLS ini mengakibatkan terjadinya iritasi kulit baik itu iritasi kulit ringan maupun iritasi kulit berat. Dengan adanya bahan alami dalam proses pembuatan sabun cuci piring, formulasi yang dihasilkan bisa ramah lingkungan serta tidak mengandung bahan SLS. Salah satu bahan alami yang digunakan adalah daun pandan (Pandanus amaryllifolius) yang memiliki kandungan alami flavonoid, alkaloid, tanin, polifenol dan saponin. Kandungan yang terdapat dalam saponin pada daun pandan berfungsi untuk menghasilkan busa serta memiliki zat anti bakteri. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pembelajaran dalam memanfaatkan bahan alami pada proses pembuatan sabun cuci piring. Pada pelatihan ini melibatkan partisipasi aktif warga masyarakat Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur sehingga metode yang digunakan adalah metode participatory action research. Hasil akhir dari pelatihan ini diharapkan menjadi peluang usaha dan meningkatkan perekonimian masyarakat di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur. The use of natural ingredients in making dishwashing soap has enormous potential to improve the community's economy. Soap that is usually used for washing is generally made from a mixture of alkali and triglycerides from carbon chain fatty acids. In the process of making foaming soap, what is commonly used is Sodium Lauryl Sulfate (SLS). The use of SLS causes skin irritation, both mild skin irritation and severe skin irritation. By having natural ingredients in the process of making dishwashing soap, the resulting formulation is environmentally friendly and does not contain SLS. One of the natural ingredients used is pandan leaves (Pandanus amaryllifolius) which contain natural flavonoids, alkaloids, tannins, polyphenols and saponins. The saponin content in pandan leaves functions to produce foam and has anti-bacterial substances. The aim of this training is to provide learning in using natural ingredients in the process of making dishwashing soap. This training involved active participation from residents of Rejo Mulyo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency, so the method used was participatory action research. It is hoped that the final result of this training will be business opportunities and improve the economy of the community in Rejo Mulyo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency.The use of natural ingredients in making dishwashing soap has enormous potential to improve the community's economy. Soap that is usually used for washing is generally made from a mixture of alkali and triglycerides from carbon chain fatty acids. I
{"title":"PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING BERBAHAN ALAM DAUN PANDAN DI DESA REJO MULYO","authors":"Rizqi Wahyudi, Nava Evrilia, Nanang Ma'ruf, Bahari Timotius `Manurung, Inggir Marsaulli Senni Manurung, Joy Marito Manalu","doi":"10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7572","DOIUrl":"https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7572","url":null,"abstract":"Pemanfaatan bahan alami dalam pembuatan sabun cuci piring memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Sabun yang biasa digunakan untuk mencuci pada umumnya terbuat dari campuran alkali dan trigliserida dari asam lemak rantai karbon. Dalam proses pembuatan sabun pembusa yang umum digunakan adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Penggunaan SLS ini mengakibatkan terjadinya iritasi kulit baik itu iritasi kulit ringan maupun iritasi kulit berat. Dengan adanya bahan alami dalam proses pembuatan sabun cuci piring, formulasi yang dihasilkan bisa ramah lingkungan serta tidak mengandung bahan SLS. Salah satu bahan alami yang digunakan adalah daun pandan (Pandanus amaryllifolius) yang memiliki kandungan alami flavonoid, alkaloid, tanin, polifenol dan saponin. Kandungan yang terdapat dalam saponin pada daun pandan berfungsi untuk menghasilkan busa serta memiliki zat anti bakteri. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pembelajaran dalam memanfaatkan bahan alami pada proses pembuatan sabun cuci piring. Pada pelatihan ini melibatkan partisipasi aktif warga masyarakat Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur sehingga metode yang digunakan adalah metode participatory action research. Hasil akhir dari pelatihan ini diharapkan menjadi peluang usaha dan meningkatkan perekonimian masyarakat di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur.\u0000The use of natural ingredients in making dishwashing soap has enormous potential to improve the community's economy. Soap that is usually used for washing is generally made from a mixture of alkali and triglycerides from carbon chain fatty acids. In the process of making foaming soap, what is commonly used is Sodium Lauryl Sulfate (SLS). The use of SLS causes skin irritation, both mild skin irritation and severe skin irritation. By having natural ingredients in the process of making dishwashing soap, the resulting formulation is environmentally friendly and does not contain SLS. One of the natural ingredients used is pandan leaves (Pandanus amaryllifolius) which contain natural flavonoids, alkaloids, tannins, polyphenols and saponins. The saponin content in pandan leaves functions to produce foam and has anti-bacterial substances. The aim of this training is to provide learning in using natural ingredients in the process of making dishwashing soap. This training involved active participation from residents of Rejo Mulyo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency, so the method used was participatory action research. It is hoped that the final result of this training will be business opportunities and improve the economy of the community in Rejo Mulyo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency.The use of natural ingredients in making dishwashing soap has enormous potential to improve the community's economy. Soap that is usually used for washing is generally made from a mixture of alkali and triglycerides from carbon chain fatty acids. I","PeriodicalId":414385,"journal":{"name":"Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat","volume":"33 9","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140363509","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-03-30DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7696
Agung Pramafasya Putri Sima, Putu Arismawan Jaya Kusuma
Pengabdian Masyarakat di Desa Tegal Kertha, Kec. Denpasar Barat, Kota Denpasar telah terlaksana, program kerja individu ini mengacu pada Petunjuk Cerdas dan Batasan Etika: Berpartisipasi Aktif dan Bertanggung Jawab dalam Pemilu Melalui Instagram. Tujuan dari program kerja ini adalah memberikan petunjuk penting untuk tanggal 14 Februari 2024, serta memberikan bahasan mengenai batasan etika yang dapat dilakukan oleh masyarakat di masa Pemilu. Program kerja ini juga bertujuan supaya masyarakat tidak mengambil langkah yang salah serta turut berpartisipasi aktif di masa Pemilu ini. Hasil dari program kerja yang disebarkan melalui media sosial “Instagram” ini yaitu para audiens, tidak hanya masyarakat Desa Tegal Kertha, juga masyarakat di seluruh Indonesia yang menggunakan media sosial Instagram telah mengetahui informasi-informasi terkait Pemilu seperti kapan Pemilu diadakan, mengetahui bagaimana masyarakat tahu apakah mereka sudah terdaftar di dalam DPT, mengetahui etika baik yang harus dijalankan selama masa Pemilu sehingga menghindari pertikaian antar masyarakat yang memiliki masing-masing pilihan yang berbeda, serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan angka partisipasi dan menghindari ajakan golput. Community Service Program in Tegal Kertha Village, District. West Denpasar, Denpasar City has been implemented, this program refers to Smart Instructions and Ethical Boundaries: Actively and Responsibly Participating in Elections Via Instagram. The aim of this program is to provide important guidance for February 14 2024, as well as provide a discussion regarding the ethical limits that can be carried out by the public during the election. The goal of this program is to ensure that the public avoids making the wrong choices and is actively involved during this election period. The results of the work program distributed via the social media "Instagram" are that the audience, not only the people of the Tegal Kertha Village but also people throughout Indonesia who use the social media Instagram have found out information related to elections such as when the elections will be held, knowing how the public knows whether they have registered in the DPT, know the good ethics that must be followed during the election period so as to avoid conflict between people who each have different choices, and invite the public to increase participation rates and avoid calls for abstention.
{"title":"PETUNJUK CERDAS DAN BATASAN ETIKA: BERPARTISIPASI AKTIF DAN BERTANGGUNG JAWAB DALAM PEMILU MELALUI INSTAGRAM","authors":"Agung Pramafasya Putri Sima, Putu Arismawan Jaya Kusuma","doi":"10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7696","DOIUrl":"https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7696","url":null,"abstract":"Pengabdian Masyarakat di Desa Tegal Kertha, Kec. Denpasar Barat, Kota Denpasar telah terlaksana, program kerja individu ini mengacu pada Petunjuk Cerdas dan Batasan Etika: Berpartisipasi Aktif dan Bertanggung Jawab dalam Pemilu Melalui Instagram. Tujuan dari program kerja ini adalah memberikan petunjuk penting untuk tanggal 14 Februari 2024, serta memberikan bahasan mengenai batasan etika yang dapat dilakukan oleh masyarakat di masa Pemilu. Program kerja ini juga bertujuan supaya masyarakat tidak mengambil langkah yang salah serta turut berpartisipasi aktif di masa Pemilu ini. Hasil dari program kerja yang disebarkan melalui media sosial “Instagram” ini yaitu para audiens, tidak hanya masyarakat Desa Tegal Kertha, juga masyarakat di seluruh Indonesia yang menggunakan media sosial Instagram telah mengetahui informasi-informasi terkait Pemilu seperti kapan Pemilu diadakan, mengetahui bagaimana masyarakat tahu apakah mereka sudah terdaftar di dalam DPT, mengetahui etika baik yang harus dijalankan selama masa Pemilu sehingga menghindari pertikaian antar masyarakat yang memiliki masing-masing pilihan yang berbeda, serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan angka partisipasi dan menghindari ajakan golput.\u0000Community Service Program in Tegal Kertha Village, District. West Denpasar, Denpasar City has been implemented, this program refers to Smart Instructions and Ethical Boundaries: Actively and Responsibly Participating in Elections Via Instagram. The aim of this program is to provide important guidance for February 14 2024, as well as provide a discussion regarding the ethical limits that can be carried out by the public during the election. The goal of this program is to ensure that the public avoids making the wrong choices and is actively involved during this election period. The results of the work program distributed via the social media \"Instagram\" are that the audience, not only the people of the Tegal Kertha Village but also people throughout Indonesia who use the social media Instagram have found out information related to elections such as when the elections will be held, knowing how the public knows whether they have registered in the DPT, know the good ethics that must be followed during the election period so as to avoid conflict between people who each have different choices, and invite the public to increase participation rates and avoid calls for abstention.","PeriodicalId":414385,"journal":{"name":"Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat","volume":"53 11","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140361782","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-03-30DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.6159
Idha Farida, T. E. A. Sinar, Diarsi Eka Yani, Nurul Huda, Argadatta Sigit
Pemanfaatan lahan pekarangan sempit merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi ketersediaan lahan bagi masyarakat yang semakin berkurang, akibat alih fungsi lahan dari sektor pertanian ke nonpertanian. Akuaponik merupakan salah satu pemanfaatan lahan pekarangan sempit untuk mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) dilaksanakan di kelompok karang taruna Pancasaka RT 04/RW 09, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan sebanyak 20 orang. Adapun kegiatan abdimas Universitas Terbuka (UT) ini dibagi menjadi 6 tahap yaitu (1) tahap persiapan, (2) tahap penyuluhan sistem akuaponik, (3) tahap menyemai bibit tanaman dalam gelas plastik, (4) tahap menanam benih ikan, (5) tahap pemeliharaan tanaman dan ikan, (6) tahap panen tanaman dan ikan. Kegiatan abdimas bertujuan (1) memberikan pengetahuan dan informasi kepada kelompok karang taruna Pancasaka tentang kebun vertikal dengan menggunakan metode akuaponik, (2) meningkatkan kemampuan dan keterampilan anggota kelompok dalam memelihara tanaman sayuran dan ikan air tawar dengan menggunakan kolam terpal. Hasil kegiatan abdimas ini menunjukkan bahwa ada perubahan tingkat pengetahuan anggota kelompok karang taruna Pancasaka dari tidak tahu menjadi tahu tentang pemanfaatan sistem akuaponik dalam pekarangan sempit; memiliki keterlibatan yang tinggi dalam setiap tahapan proses abdimas UT, serta mampu mempraktekkan metode mina tani dengan sistem akuaponik. Utilization of yards is one way to anticipate the diminishing availability of land for the community, due to the conversation of land functions from the agricultural sector to the no agricultural sector. Aquaponics is one of the uses of yard land to support food security for the surrounding community. Community service activities were carried out in the Pancasaka youth group, RT 04/RW 09, Pondok Cabe Ilir Village, Pamulang South Tangerang, with 20 people. The UT community service activities are divided into 6 stges, namely (1) the preparation stage, (2)aquaponics system counselling stage, (3) the stage of sowing plant seeds in plastic cups, (4) level of planting fish seeds, (5) level of plant and fish preservation, (6) harvest stage of plant and fish . UT’s community service activities aim to (1) provide information to the Pancasaka youth group about vertical gardens using the aquaponics method, (2) to improve the abilities and skills of group members in caring for vegetables and freshwater fish using tarpaulinponds. The results of this community service activity indicated that there was a change in the level of knowledge of the members of the Pancasaka youth group from not knowing to knowing about the use of the aquaponics system in narrow yards; as well as having high involvement in every stage of the UT service process..
{"title":"PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEMPIT MELALUI SISTEM AKUAPONIK PADA KELOMPOK KARANG TARUNA PANCASAKA, KELURAHAN PONDOK CABE ILIR, PAMULANG, TANGERANG SELATAN","authors":"Idha Farida, T. E. A. Sinar, Diarsi Eka Yani, Nurul Huda, Argadatta Sigit","doi":"10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.6159","DOIUrl":"https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.6159","url":null,"abstract":"Pemanfaatan lahan pekarangan sempit merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi ketersediaan lahan bagi masyarakat yang semakin berkurang, akibat alih fungsi lahan dari sektor pertanian ke nonpertanian. Akuaponik merupakan salah satu pemanfaatan lahan pekarangan sempit untuk mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) dilaksanakan di kelompok karang taruna Pancasaka RT 04/RW 09, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan sebanyak 20 orang. Adapun kegiatan abdimas Universitas Terbuka (UT) ini dibagi menjadi 6 tahap yaitu (1) tahap persiapan, (2) tahap penyuluhan sistem akuaponik, (3) tahap menyemai bibit tanaman dalam gelas plastik, (4) tahap menanam benih ikan, (5) tahap pemeliharaan tanaman dan ikan, (6) tahap panen tanaman dan ikan. Kegiatan abdimas bertujuan (1) memberikan pengetahuan dan informasi kepada kelompok karang taruna Pancasaka tentang kebun vertikal dengan menggunakan metode akuaponik, (2) meningkatkan kemampuan dan keterampilan anggota kelompok dalam memelihara tanaman sayuran dan ikan air tawar dengan menggunakan kolam terpal. Hasil kegiatan abdimas ini menunjukkan bahwa ada perubahan tingkat pengetahuan anggota kelompok karang taruna Pancasaka dari tidak tahu menjadi tahu tentang pemanfaatan sistem akuaponik dalam pekarangan sempit; memiliki keterlibatan yang tinggi dalam setiap tahapan proses abdimas UT, serta mampu mempraktekkan metode mina tani dengan sistem akuaponik.\u0000Utilization of yards is one way to anticipate the diminishing availability of land for the community, due to the conversation of land functions from the agricultural sector to the no agricultural sector. Aquaponics is one of the uses of yard land to support food security for the surrounding community. Community service activities were carried out in the Pancasaka youth group, RT 04/RW 09, Pondok Cabe Ilir Village, Pamulang South Tangerang, with 20 people. The UT community service activities are divided into 6 stges, namely (1) the preparation stage, (2)aquaponics system counselling stage, (3) the stage of sowing plant seeds in plastic cups, (4) level of planting fish seeds, (5) level of plant and fish preservation, (6) harvest stage of plant and fish . UT’s community service activities aim to (1) provide information to the Pancasaka youth group about vertical gardens using the aquaponics method, (2) to improve the abilities and skills of group members in caring for vegetables and freshwater fish using tarpaulinponds. The results of this community service activity indicated that there was a change in the level of knowledge of the members of the Pancasaka youth group from not knowing to knowing about the use of the aquaponics system in narrow yards; as well as having high involvement in every stage of the UT service process.. \u0000 ","PeriodicalId":414385,"journal":{"name":"Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat","volume":"56 50","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140362844","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-03-30DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7636
Siska Aprilia Hardiyanti, Zulis Erwanto, Gusti Ngurah, Bagus Catraweda, Tri Maryono, Rusadi
Pembangunan yang berkelanjutan memberikan potensi besar bagi banyak individu. Pertumbuhan yang cepat dalam sektor perumahan dan properti meningkatkan permintaan akan batu bata. Sebagai respons terhadap hal ini, dilakukan suatu program pelatihan untuk membuat batu bata lego ekspos dan artistik menggunakan campuran limbah abu serabut kelapa dan abu ampas tebu, yang bertujuan untuk mendukung lingkungan secara ramah dan berkelanjutan serta ekonomis dengan kualitas tinggi dengan menerapkan mesin cetak batu bata lego ekspos pada kelompok pengusaha batu bata konvensional di desa Kembiritan. Pendekatan atau solusi yang ditawarkan berupa workshop dan pendampingan pembuatan batu bata lego ekspos dengan alat cetak. Diharapkan dari hasil kegiatan pembuatan batu bata lego berbahan abu ini bisa diterapkan dan diaplikasikan di mitra untuk diproduksi secara massal dan dikomersilkan ke masyarakat luas yang berasal dari produk batu bata lego Dusun Pandan. Sustainable development offers significant potential for many individuals. The rapid growth in the housing and property sector increases the demand for bricks. In response to this, a training program has been implemented to create exposed and artistic Lego bricks using a mixture of waste from coconut husk ash and sugarcane bagasse ash. The program aims to support an environmentally friendly, sustainable, and economically viable approach with high-quality outcomes, utilizing an exposed Lego brick molding machine within conventional brick-making groups in the village of Kembiritan. The approach or solution offered involves workshops and guidance in the production of exposed Lego bricks using a molding tool. It is expected that the results of this brick-making activity using ash-based materials can be applied and implemented by partners for mass production and commercialization to the wider community, originating from the Lego brick products of Pandan Hamlet.
{"title":"PENERAPAN MESIN CETAK BATA LEGO EKSPOS PADA KELOMPOK PENGUSAHA BATU BATA KONVENSIONAL DI DESA KEMBIRITAN","authors":"Siska Aprilia Hardiyanti, Zulis Erwanto, Gusti Ngurah, Bagus Catraweda, Tri Maryono, Rusadi","doi":"10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7636","DOIUrl":"https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7636","url":null,"abstract":"Pembangunan yang berkelanjutan memberikan potensi besar bagi banyak individu. Pertumbuhan yang cepat dalam sektor perumahan dan properti meningkatkan permintaan akan batu bata. Sebagai respons terhadap hal ini, dilakukan suatu program pelatihan untuk membuat batu bata lego ekspos dan artistik menggunakan campuran limbah abu serabut kelapa dan abu ampas tebu, yang bertujuan untuk mendukung lingkungan secara ramah dan berkelanjutan serta ekonomis dengan kualitas tinggi dengan menerapkan mesin cetak batu bata lego ekspos pada kelompok pengusaha batu bata konvensional di desa Kembiritan. Pendekatan atau solusi yang ditawarkan berupa workshop dan pendampingan pembuatan batu bata lego ekspos dengan alat cetak. Diharapkan dari hasil kegiatan pembuatan batu bata lego berbahan abu ini bisa diterapkan dan diaplikasikan di mitra untuk diproduksi secara massal dan dikomersilkan ke masyarakat luas yang berasal dari produk batu bata lego Dusun Pandan.\u0000Sustainable development offers significant potential for many individuals. The rapid growth in the housing and property sector increases the demand for bricks. In response to this, a training program has been implemented to create exposed and artistic Lego bricks using a mixture of waste from coconut husk ash and sugarcane bagasse ash. The program aims to support an environmentally friendly, sustainable, and economically viable approach with high-quality outcomes, utilizing an exposed Lego brick molding machine within conventional brick-making groups in the village of Kembiritan. The approach or solution offered involves workshops and guidance in the production of exposed Lego bricks using a molding tool. It is expected that the results of this brick-making activity using ash-based materials can be applied and implemented by partners for mass production and commercialization to the wider community, originating from the Lego brick products of Pandan Hamlet.","PeriodicalId":414385,"journal":{"name":"Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat","volume":"31 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140363355","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-03-30DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7391
Selsha Arbianti, Yuniar Mujiwati, Shofiyyah Almaas, S. Hakimah, Nuryanah. Pendidikan, Ekonomi, Pedagogi dan, Psikologi
Program Kampus Mengajar Angkatan 5 merupakan program yang melibatkan mahasiswa di setiap kampus dengan berbagai latar belakang. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas selama 1 (satu) semester dengan menjadi mitra guru dalam pengembangan strategi dan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif di satuan pendidikan. Fokus utama pada program ini adalah peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa di sekolah sasaran. Salah satu sekolah yang menjadi sasaran dari program Kampus Mengajar adalah SMP Kristen Elkana yang terletak di Jalan Panglima Sudirman No. 35, Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Mahasiswa yang ditunjuk dalam program Kampus Mengajar bertanggung jawab untuk membantu pihak sekolah dalam hal mengajar, pembelajaran literasi dan numerasi di dalam dan luar kelas, pengelolaan perpustakaan/pojok baca, gerakan literasi dan numerasi di sekolah, adaptasi teknologi, dan administrasi sekolah. Hasil yang diperoleh dari program ini yaitu dapat menanamkan empati dan kepekaan sosial pada diri mahasiswa terhadap permasalahan kehidupan masyarakat yang ada di sekitarnya, serta dapat mengasah keterampilan berpikir dalam bekerja sama dengan mahasiswa lain yang memiliki bidang ilmu berbeda. Kampus Mengajar Program Batch 5 is a program that inovolves students from each campus with various backgrounds. This program provides an opportunity for students to study outside the classroom for 1 (one) semester by becoming a teacher partner in developing creative and innovative learning strategies and models in educational units. The main focus of this program is improving the literacy and numeracy abilities of students in target schools. One of the targeted by the Kampus Mengajar Program is Junior High School of Kristen Elkana, located at Panglima Sudirman St. 35, Purworejo, Pasuruan City, East Java. Students who selected by the Kampus Mengajar Program are responsible for assisting the school in terms of teaching, learning literacy and numeracy inside and outside the classroom, managing libraries/reading corners, literacy and numeracy movements in schools, technology adaptation, and school administration. The results obtained from this program are being able to instill empathy and social sensitivity in students towards the problems of the lives of the people around them, and being able to hone thinking skills in working with other students who have different fields of knowledge
{"title":"PROGRAM KAMPUS MENGAJAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI DAN NUMERASI DI SMP KRISTEN ELKANA KOTA PASURUAN","authors":"Selsha Arbianti, Yuniar Mujiwati, Shofiyyah Almaas, S. Hakimah, Nuryanah. Pendidikan, Ekonomi, Pedagogi dan, Psikologi","doi":"10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7391","DOIUrl":"https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7391","url":null,"abstract":"Program Kampus Mengajar Angkatan 5 merupakan program yang melibatkan mahasiswa di setiap kampus dengan berbagai latar belakang. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas selama 1 (satu) semester dengan menjadi mitra guru dalam pengembangan strategi dan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif di satuan pendidikan. Fokus utama pada program ini adalah peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa di sekolah sasaran. Salah satu sekolah yang menjadi sasaran dari program Kampus Mengajar adalah SMP Kristen Elkana yang terletak di Jalan Panglima Sudirman No. 35, Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Mahasiswa yang ditunjuk dalam program Kampus Mengajar bertanggung jawab untuk membantu pihak sekolah dalam hal mengajar, pembelajaran literasi dan numerasi di dalam dan luar kelas, pengelolaan perpustakaan/pojok baca, gerakan literasi dan numerasi di sekolah, adaptasi teknologi, dan administrasi sekolah. Hasil yang diperoleh dari program ini yaitu dapat menanamkan empati dan kepekaan sosial pada diri mahasiswa terhadap permasalahan kehidupan masyarakat yang ada di sekitarnya, serta dapat mengasah keterampilan berpikir dalam bekerja sama dengan mahasiswa lain yang memiliki bidang ilmu berbeda. \u0000Kampus Mengajar Program Batch 5 is a program that inovolves students from each campus with various backgrounds. This program provides an opportunity for students to study outside the classroom for 1 (one) semester by becoming a teacher partner in developing creative and innovative learning strategies and models in educational units. The main focus of this program is improving the literacy and numeracy abilities of students in target schools. One of the targeted by the Kampus Mengajar Program is Junior High School of Kristen Elkana, located at Panglima Sudirman St. 35, Purworejo, Pasuruan City, East Java. Students who selected by the Kampus Mengajar Program are responsible for assisting the school in terms of teaching, learning literacy and numeracy inside and outside the classroom, managing libraries/reading corners, literacy and numeracy movements in schools, technology adaptation, and school administration. The results obtained from this program are being able to instill empathy and social sensitivity in students towards the problems of the lives of the people around them, and being able to hone thinking skills in working with other students who have different fields of knowledge","PeriodicalId":414385,"journal":{"name":"Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat","volume":"41 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140363863","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-03-30DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.5994
Arina Rubyasih, S. Wijayanti, Enang Rusyana, Stefani Nawati Ekoresti, S. Koesanto
Peranan lahan pekarangan secara tidak langsung mampu mempengaruhi ekonomi rumah tangga, namun dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga bila dilakukan secara optimal. permasalahan utama di Desa Tajur Halang khususnya bagi RT 01 RW 02 Desa Tajur Halang Kec. Tajur Halang Kabupaten Bogor dalam program pegabdian kepada masyarakat di Desa Tajur Halang dapat ditinjau dari tingkat ekonomi masyarakat setempat dan dari kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan lahan pekarangan yang tersedia. Kegiatan pengabdian dosen Universitas Terbuka ini berfokus pada peningkatan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan alam atau tanaman yang terdapat di lingkungan sekitar masyarakat secara tepat guna dan arif, peningkattan kreativitas masyarakat untuk dapat mengembangkan pembuatan lilin aromaterapi dari berbagai jenis tanaman aromatik lainnya yang pada akhirnya akan menumbuhkan kesadaran dan kreativitas masyarakat untuk memanfaatkan segala sumber daya potensial yang mereka miliki secara optimal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah, demonstrasi, praktek, monitoring serta evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian semua warga belajar dapat memanfaatkan lahan pekarangan menjadi efektif dan dapat membuat lilin aromaterapi. The role of house yard can indirectly affect the household economy, also can be used to improve household welfare. The main problem in Tajur Halang Village, especially for RT 01 RW 02 Tajur Halang Village, Bogor Regency in the community service program in Tajur Halang Village can be viewed from the economic level of the local community and community awareness of the use of available yards. This Open University lecturer service activity focuses on increasing community creativity in utilizing natural materials or plants found in the environment around the community efficiently and wisely, increasing community creativity to be able to develop the manufacture of aromatherapy candles from various other types of aromatic plants which will eventually raise awareness and community creativity to optimally utilize all the potential resources they have. The methods used in this community service activity are lectures, demonstrations, practice, monitoring, and evaluation methods. The results of the community service activities for all learning residents can make effective use of the yard area and can make aromatherapy candles.
{"title":"PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI SUMBER KETERSEDIAAN AROMATIK ALAMI UNTUK PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DI DESA TAJUR HALANG","authors":"Arina Rubyasih, S. Wijayanti, Enang Rusyana, Stefani Nawati Ekoresti, S. Koesanto","doi":"10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.5994","DOIUrl":"https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.5994","url":null,"abstract":"Peranan lahan pekarangan secara tidak langsung mampu mempengaruhi ekonomi rumah tangga, namun dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga bila dilakukan secara optimal. permasalahan utama di Desa Tajur Halang khususnya bagi RT 01 RW 02 Desa Tajur Halang Kec. Tajur Halang Kabupaten Bogor dalam program pegabdian kepada masyarakat di Desa Tajur Halang dapat ditinjau dari tingkat ekonomi masyarakat setempat dan dari kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan lahan pekarangan yang tersedia. Kegiatan pengabdian dosen Universitas Terbuka ini berfokus pada peningkatan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan alam atau tanaman yang terdapat di lingkungan sekitar masyarakat secara tepat guna dan arif, peningkattan kreativitas masyarakat untuk dapat mengembangkan pembuatan lilin aromaterapi dari berbagai jenis tanaman aromatik lainnya yang pada akhirnya akan menumbuhkan kesadaran dan kreativitas masyarakat untuk memanfaatkan segala sumber daya potensial yang mereka miliki secara optimal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah, demonstrasi, praktek, monitoring serta evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian semua warga belajar dapat memanfaatkan lahan pekarangan menjadi efektif dan dapat membuat lilin aromaterapi.\u0000The role of house yard can indirectly affect the household economy, also can be used to improve household welfare. The main problem in Tajur Halang Village, especially for RT 01 RW 02 Tajur Halang Village, Bogor Regency in the community service program in Tajur Halang Village can be viewed from the economic level of the local community and community awareness of the use of available yards. This Open University lecturer service activity focuses on increasing community creativity in utilizing natural materials or plants found in the environment around the community efficiently and wisely, increasing community creativity to be able to develop the manufacture of aromatherapy candles from various other types of aromatic plants which will eventually raise awareness and community creativity to optimally utilize all the potential resources they have. The methods used in this community service activity are lectures, demonstrations, practice, monitoring, and evaluation methods. The results of the community service activities for all learning residents can make effective use of the yard area and can make aromatherapy candles.","PeriodicalId":414385,"journal":{"name":"Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat","volume":"18 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140361624","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-03-30DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7387
Sabinus Beni, Benedhikta Kikky Vuspitasari, Yeremia Niaga Atlantika Eligia, Monixa Salfarini, Blasius Manggu, Usman Program, Institut Studi Kewirausahaan, Shanti Bhuana
Kegiatan pendampingan pengembangan unit pariwisata Bumdes Desa Pisak dilaksanakan pada tanggal 06 Desember 2023 dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus POKDARWIS dan Bumdes dalam mengembangkan unit pariwisata Bumdes. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah/tutorial tatap muka. Hasil kegiatan ini adalah peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru mengenai pengembangan unit pariwisata Bumdes, yang meliputi: Pengertian unit pariwisata Bumdes, Jenis-jenis unit pariwisata Bumdes, Perencanaan dan pengembangan unit pariwisata Bumdes, Operasional dan pemasaran unit pariwisata Bumdes. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan unit pariwisata Bumdes dan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Pisak melalui sektor pariwisata. Assistance activities for the development of the Pisak Village Bumdes tourism unit were carried out on 06 December 2023 with the aim of increasing the knowledge and skills of POKDARWIS and Bumdes administrators in developing the Bumdes tourism unit. The method used in this activity is face-to-face lecture/tutorial. The result of this activity is that participants gain new knowledge and skills regarding the development of Bumdes tourism units, which include: Understanding Bumdes tourism units, Types of Bumdes tourism units, Planning and development of Bumdes tourism units, Operations and marketing of Bumdes tourism units. It is hoped that this activity can encourage improvements in the quality of management of the Bumdes tourism unit and increase the income of the Pisak Village community through the tourism sector
{"title":"PENDAMPINGAN PENGELOLAAN BUMDES DI DESA PISAK KABUPATEN BENGKAYANG","authors":"Sabinus Beni, Benedhikta Kikky Vuspitasari, Yeremia Niaga Atlantika Eligia, Monixa Salfarini, Blasius Manggu, Usman Program, Institut Studi Kewirausahaan, Shanti Bhuana","doi":"10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7387","DOIUrl":"https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7387","url":null,"abstract":"Kegiatan pendampingan pengembangan unit pariwisata Bumdes Desa Pisak dilaksanakan pada tanggal 06 Desember 2023 dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus POKDARWIS dan Bumdes dalam mengembangkan unit pariwisata Bumdes. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah/tutorial tatap muka. Hasil kegiatan ini adalah peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru mengenai pengembangan unit pariwisata Bumdes, yang meliputi: Pengertian unit pariwisata Bumdes, Jenis-jenis unit pariwisata Bumdes, Perencanaan dan pengembangan unit pariwisata Bumdes, Operasional dan pemasaran unit pariwisata Bumdes. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan unit pariwisata Bumdes dan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Pisak melalui sektor pariwisata.\u0000Assistance activities for the development of the Pisak Village Bumdes tourism unit were carried out on 06 December 2023 with the aim of increasing the knowledge and skills of POKDARWIS and Bumdes administrators in developing the Bumdes tourism unit. The method used in this activity is face-to-face lecture/tutorial. The result of this activity is that participants gain new knowledge and skills regarding the development of Bumdes tourism units, which include: Understanding Bumdes tourism units, Types of Bumdes tourism units, Planning and development of Bumdes tourism units, Operations and marketing of Bumdes tourism units. It is hoped that this activity can encourage improvements in the quality of management of the Bumdes tourism unit and increase the income of the Pisak Village community through the tourism sector","PeriodicalId":414385,"journal":{"name":"Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat","volume":"52 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140361827","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-03-30DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.6207
Dona Setya, R. Mulyadi, Denta Tirtana, Fauzi Syahputra, Mestiria Harbani Sitepu, Mulkan Nuzapril, Aprilia Syah Putri, Muliawati Handayani, E. Marlina, Soleh Uddin, Dapid Ricardo, Nursyamsu, Amirullah, Cholis Imam Nawawi, Astri Kustina Dewi, Vidiana Anggeranika, Jusva Agus Muslim, Nurfadhlina
Dermaga Prestasi yang dibuat dan akan difungsikan sebagai wilayah edukasi wisata (Eduwisata) mengalami pencemaran dengan banyaknya sampah plastik yang berserakan di sepanjang pesisir pantai. Sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dan satu jenis sampah plastik membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun agar sampah plastik tersebut dapat terurai. Sampah plastik merupakan masalah utama yang harus diselesaikan dengan serius karena selain mencemari laut, sampah plastik juga dapat mengganggu kehidupan biota yang ada di laut. Sampah plastik yang memenuhi pesisir pantai dermaga prestasi juga sangat mempengaruhi keindahan pantai. Kondisi sampah plastik di pesisir dermaga prestasi sudah cukup memprihatinkan dan menjadi perhatian pada pengabdian kepada masyarakat (PKM) kali ini. Kegiatan PKM ini difokuskan dengan melakukan bersih-bersih pantai dan penanaman pohon mangrove sebagai upaya melestarikan lingkungan pesisir laut dengan melibatkan taruna-taruni Kementrian Perhubungan. Tujuan dari PKM ini adalah ikut berkontribusi dalam mengatasi sampah plastik dan pelestarian sumberdaya pesisir laut. Kegiatan positif seperti ini diharapkan terus dilakukan, guna membentuk pola pikir masyarakat agar tidak membuang sampah plastik ke laut. The prestasi dock which was created and will function as a tourism education area (Eduwisata) has been polluted by the large amount of plastic waste scattered along the coast. Plastic waste is a type of waste that is difficult to decompose and one type of plastic waste takes approximately 20 years for it to decompose. Plastic waste is a major problem that must be seriously resolved because apart from polluting the ocean, plastic waste can also interfere with marine biota. Plastic waste that fills the coast of the prestasi dock also greatly affects the beauty of the beach. The condition of plastic waste on the coast of the prestasi dock is quite apprehensive and has become a concern for community service (PKM) this time. This PKM activity is focused on cleaning the beach and planting mangrove trees as an effort to preserve the coastal marine environment by involving cadets from the Ministry of Transportation. The aim of this PKM is to contribute to overcome plastic waste and preserving coastal marine resources. It is hoped that positive activities like this will continue to be carried out, in order to shape the mindset of the people so as not to throw plastic waste into the sea.
{"title":"GERAKAN BERSIH PANTAI DARI SAMPAH PLASTIK DAN PENANAMAN MANGROVE DI PESISIR DERMAGA PRESTASI POLTEKPEL BANTEN","authors":"Dona Setya, R. Mulyadi, Denta Tirtana, Fauzi Syahputra, Mestiria Harbani Sitepu, Mulkan Nuzapril, Aprilia Syah Putri, Muliawati Handayani, E. Marlina, Soleh Uddin, Dapid Ricardo, Nursyamsu, Amirullah, Cholis Imam Nawawi, Astri Kustina Dewi, Vidiana Anggeranika, Jusva Agus Muslim, Nurfadhlina","doi":"10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.6207","DOIUrl":"https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.6207","url":null,"abstract":"Dermaga Prestasi yang dibuat dan akan difungsikan sebagai wilayah edukasi wisata (Eduwisata) mengalami pencemaran dengan banyaknya sampah plastik yang berserakan di sepanjang pesisir pantai. Sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dan satu jenis sampah plastik membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun agar sampah plastik tersebut dapat terurai. Sampah plastik merupakan masalah utama yang harus diselesaikan dengan serius karena selain mencemari laut, sampah plastik juga dapat mengganggu kehidupan biota yang ada di laut. Sampah plastik yang memenuhi pesisir pantai dermaga prestasi juga sangat mempengaruhi keindahan pantai. Kondisi sampah plastik di pesisir dermaga prestasi sudah cukup memprihatinkan dan menjadi perhatian pada pengabdian kepada masyarakat (PKM) kali ini. Kegiatan PKM ini difokuskan dengan melakukan bersih-bersih pantai dan penanaman pohon mangrove sebagai upaya melestarikan lingkungan pesisir laut dengan melibatkan taruna-taruni Kementrian Perhubungan. Tujuan dari PKM ini adalah ikut berkontribusi dalam mengatasi sampah plastik dan pelestarian sumberdaya pesisir laut. Kegiatan positif seperti ini diharapkan terus dilakukan, guna membentuk pola pikir masyarakat agar tidak membuang sampah plastik ke laut.\u0000The prestasi dock which was created and will function as a tourism education area (Eduwisata) has been polluted by the large amount of plastic waste scattered along the coast. Plastic waste is a type of waste that is difficult to decompose and one type of plastic waste takes approximately 20 years for it to decompose. Plastic waste is a major problem that must be seriously resolved because apart from polluting the ocean, plastic waste can also interfere with marine biota. Plastic waste that fills the coast of the prestasi dock also greatly affects the beauty of the beach. The condition of plastic waste on the coast of the prestasi dock is quite apprehensive and has become a concern for community service (PKM) this time. This PKM activity is focused on cleaning the beach and planting mangrove trees as an effort to preserve the coastal marine environment by involving cadets from the Ministry of Transportation. The aim of this PKM is to contribute to overcome plastic waste and preserving coastal marine resources. It is hoped that positive activities like this will continue to be carried out, in order to shape the mindset of the people so as not to throw plastic waste into the sea.","PeriodicalId":414385,"journal":{"name":"Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat","volume":"53 21","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140362889","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-03-30DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.5927
Ernik Yuliana, Ludivica Endang Setijorini, Anak Agung Made Sastrawan Putra, Ida Malati Sadjati, Adi Winata
Desa Segara Jaya, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi adalah desa yang berhubungan langsung dengan laut di kawasan pantai utara (Pantura) Pulau Jawa. Rajungan adalah hasil tangkapan utama nelayan di Segara Jaya. Berdasarkan hasil penelitian, panjang rata-rata rajungan hasil tangkapan nelayan lebih kecil dari pada ukuran yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, perlu upaya untuk memulihkan sumber daya rajungan di Segara Jaya. Salah satunya adalah dengan pemberdayaan nelayan penangkap rajungan. Kegiatan pemberdayaan nelayan dilaksanakan dengan metode penyuluhan kepada nelayan dan juga dengan mengampanyekan tentang kelestarian rajungan, karena nelayan memegang peranan penting pada kegiatan penangkapan rajungan. Setelah penyuluhan dan edukasi serta kampanye, diharapkan nelayan dapat menularkan sikap dan pengetahuannya kepada warga masyarakat lain. Penyuluhan pengetahuan dilaksanakan dalam empat tahap yaitu: penyuluhan pentingnya kelestarian sumber daya rajungan, penyuluhan pengetahuan tentang ukuran rajungan yang boleh ditangkap, kampanye pelestarian rajungan (melalui desain kaos), dan monitoring dan evaluasi. Dengan diberikannya penyuluhan diharapkan adanya peningkatan kesadaran nelayan untuk lebih selektif dalam melakukan penangkapan rajungan dan tidak menangkap rajungan di bawah ukuran yang telah ditetapkan Pemerintah. Segara Jaya Village, Taruma Jaya District, Bekasi Regency is a village directly related to the sea on the north coast of Java Island. Blue swimming crabs are the main catch of fishermen in Segara Jaya. Based on the results of the study, the average length of crab caught by fishermen is smaller than the size set by the government. Therefore, efforts are needed to restore the crab resources in Segara Jaya. One of them is by empowering crab catchers. Fishermen empowerment activities are carried out by counseling methods for fishermen and also by campaigning for crab sustainability, because fishermen play an important role in crab catching activities. After counseling and education as well as campaigns, it is hoped that fishermen can transmit their attitudes and knowledge to other members of the community. Knowledge education was carried out in four stages, namely: counseling on the importance of preserving blue crab resources, knowledge dissemination on the sizes of crabs that can be caught, crab preservation campaigns (through t-shirt designs), and monitoring and evaluation. By providing counseling, it is hoped that there will be an increase in fishermen's awareness to be more selective in catching crabs and not catching crabs below the size set by the Government.
勿加泗县塔鲁玛贾亚分区的昔加拉贾亚村(Segara Jaya)是爪哇岛北海岸(潘图拉(Pantura))地区一个与大海直接相连的村庄。螃蟹是 Segara Jaya 村渔民的主要渔获物。根据研究结果,渔民捕获的螃蟹平均长度小于政府规定的尺寸。因此,需要努力恢复昔加拉再也的螃蟹资源。其中之一就是增强螃蟹渔民的能力。渔民赋权活动是通过向渔民提供咨询的方法和开展有关螃蟹可持续发展的宣传活动来进行的,因为渔民在螃蟹捕捞活动中扮演着重要角色。经过辅导、教育和宣传,渔民有望将自己的态度和知识传递给其他社区成员。知识辅导分四个阶段进行,即关于保护螃蟹资源重要性的咨询、关于可捕捞螃蟹大小的咨询、保护螃蟹的宣传活动(通过 T 恤设计)以及监测和评估。通过提供咨询,预计将提高渔民的意识,使他们在捕捞螃蟹时更有选择性,不捕捞低于政府规定尺寸的螃蟹。蓝游蟹是 Segara Jaya 村渔民的主要渔获物。根据研究结果,渔民捕获的螃蟹平均长度小于政府规定的尺寸。因此,需要努力恢复昔加拉再也的螃蟹资源。其中之一就是增强捕蟹渔民的能力。由于渔民在捕蟹活动中扮演着重要角色,因此通过为渔民提供咨询的方法和开展螃蟹可持续发展运动来开展渔民赋权活动。经过辅导和教育以及宣传活动,希望渔民能将他们的态度和知识传授给社区的其他成员。知识教育分四个阶段进行,即:关于保护青蟹资源重要性的咨询、关于可捕获青蟹大小的知识传播、保护青蟹运动(通过 T 恤设计)以及监测和评估。通过提供咨询,希望能提高渔民的意识,在捕蟹时更有选择性,不捕捉低于政府规定尺寸的蟹。
{"title":"PEMBERDAYAAN NELAYAN PENANGKAP RAJUNGAN DI DESA SEGARA JAYA, KECAMATAN TARUMA JAYA, KABUPATEN BEKASI","authors":"Ernik Yuliana, Ludivica Endang Setijorini, Anak Agung Made Sastrawan Putra, Ida Malati Sadjati, Adi Winata","doi":"10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.5927","DOIUrl":"https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.5927","url":null,"abstract":"Desa Segara Jaya, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi adalah desa yang berhubungan langsung dengan laut di kawasan pantai utara (Pantura) Pulau Jawa. Rajungan adalah hasil tangkapan utama nelayan di Segara Jaya. Berdasarkan hasil penelitian, panjang rata-rata rajungan hasil tangkapan nelayan lebih kecil dari pada ukuran yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, perlu upaya untuk memulihkan sumber daya rajungan di Segara Jaya. Salah satunya adalah dengan pemberdayaan nelayan penangkap rajungan. Kegiatan pemberdayaan nelayan dilaksanakan dengan metode penyuluhan kepada nelayan dan juga dengan mengampanyekan tentang kelestarian rajungan, karena nelayan memegang peranan penting pada kegiatan penangkapan rajungan. Setelah penyuluhan dan edukasi serta kampanye, diharapkan nelayan dapat menularkan sikap dan pengetahuannya kepada warga masyarakat lain. Penyuluhan pengetahuan dilaksanakan dalam empat tahap yaitu: penyuluhan pentingnya kelestarian sumber daya rajungan, penyuluhan pengetahuan tentang ukuran rajungan yang boleh ditangkap, kampanye pelestarian rajungan (melalui desain kaos), dan monitoring dan evaluasi. Dengan diberikannya penyuluhan diharapkan adanya peningkatan kesadaran nelayan untuk lebih selektif dalam melakukan penangkapan rajungan dan tidak menangkap rajungan di bawah ukuran yang telah ditetapkan Pemerintah.\u0000Segara Jaya Village, Taruma Jaya District, Bekasi Regency is a village directly related to the sea on the north coast of Java Island. Blue swimming crabs are the main catch of fishermen in Segara Jaya. Based on the results of the study, the average length of crab caught by fishermen is smaller than the size set by the government. Therefore, efforts are needed to restore the crab resources in Segara Jaya. One of them is by empowering crab catchers. Fishermen empowerment activities are carried out by counseling methods for fishermen and also by campaigning for crab sustainability, because fishermen play an important role in crab catching activities. After counseling and education as well as campaigns, it is hoped that fishermen can transmit their attitudes and knowledge to other members of the community. Knowledge education was carried out in four stages, namely: counseling on the importance of preserving blue crab resources, knowledge dissemination on the sizes of crabs that can be caught, crab preservation campaigns (through t-shirt designs), and monitoring and evaluation. By providing counseling, it is hoped that there will be an increase in fishermen's awareness to be more selective in catching crabs and not catching crabs below the size set by the Government.","PeriodicalId":414385,"journal":{"name":"Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat","volume":"23 23","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140364311","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}