Mangrove forest is one of the coastal ecosystems that have a role for mitigating global warming in absorbing carbon from the atmosphere and storing it in the form of biomass. The aim of this research to know the content of biomass and carbon storage on the stems, carbon storage in sediments and estimation CO2 absorption of mangrove stems and sediment. This research was conducted in March 2021 in the Mangunharjo mangrove forest. The method used on this research is a survey method and using purposive samplimg to take samples in three research station by three plot transect. Analysis for the carbon storage in the stem using non-destructive method with allometric equations, while in the sediment using the LOI (Loss on Ignition) method. The result of biomass content and carbon storage in the mangrove stems 341,02 tons/ha and 156,87 tons/ha, carbon storage in the sediment 52,24 tons/ha and estimation CO2 absorption of mangrove stems and sediment based on carbon storage is 575,71 tons/ha, dan 191,73 tons/ha. Based on this research, the largest carbon storage and estimation CO2 absorption was on the stems of mangrove. Hutan mangrove merupakan salah satu ekositem pesisir yang berperan dalam mitigasi pemanasan global dengan menyerap karbon dari atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan biomassa dan simpanan karbon pada tegakan, nilai simpanan karbon pada sedimen serta estimasi kemampuan tegakan dan sedimen dalam menyerap CO2. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2021 di hutan mangrove, Mangunharjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan metode yang digunakan untuk mengambil sampel adalah purposive sampling yang dilakukan di 3 stasiun penelitian. Analisis untuk menghitung simpanan karbon di tegakan mangrove menggunakan metode non destructive dengan persaaman allometrik, sedangkan di sedimen menggunakan metode LOI (Loss on Ignition). Hasil nilai biomassa dan simpanan karbon pada tegakan mangrove yaitu 341,02 ton/ha, dan 156,87 ton/ha, simpanan karbon pada sedimen yaitu 52,24 ton/ha dan estimasi serapan CO2 pada tegakan dan sedimen berdasarkan simpanan karbon 575,71 ton/ha, dan 191,73 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian penyimpan karbon dan penyerap CO2 terbesar berada pada tegakan mangrove.
红树林是沿海生态系统之一,它从大气中吸收碳并以生物量的形式储存碳,从而起到减缓全球变暖的作用。本研究的目的是了解红树林的生物量和茎部碳储量、沉积物中的碳储量以及估算红树林茎部和沉积物的CO2吸收。这项研究于2021年3月在Mangunharjo红树林进行。本研究采用的方法是调查法,采用有目的抽样的方法,在三个研究站分三个样地取样。茎部碳储量采用非破坏法,采用异速生长方程分析,沉积物碳储量采用燃失量法分析。结果表明,红树林茎干生物量和碳储量分别为341、02和156、87吨/ha,底泥碳储量分别为52、24吨/ha,基于碳储量估算的红树林茎干和底泥CO2吸收量分别为575、71吨/ha、191、73吨/ha。基于本研究,最大的碳储量和估算CO2吸收是在红树林的茎上。湖南红树林的生态系统,生态系统,生态系统,生态系统,生态系统,生态系统,全球生态系统,生态系统,碳,大气,生态系统,生态系统。Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan biomassa dan simpanan carbon pad tegakan, nilai simpanan carbon pad sedimen serta estimasi kemampuan tegakan and sedimen dalam menyerap CO2。Penelitian dilakukan padbulan market 2021 di hutan红树林,Mangunharjo。方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法调查,方法。孟山通红树林碳源的非破坏性分布分析。孟山通红树林碳源的非破坏性分布。哈苏尼拉生物量、辛帕南碳源、特加坎红树林碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源、碳源。红树林的碳排放量和二氧化碳排放量与红树林的碳排放量有关。
{"title":"Estimasi Kandungan Biomassa dan Simpanan Karbon Hutan Mangrove, Mangunharjo, Semarang","authors":"Wahyu Ika Apriliana, Frida Purwanti, Nurul Latifah","doi":"10.15294/lifesci.v10i2.54447","DOIUrl":"https://doi.org/10.15294/lifesci.v10i2.54447","url":null,"abstract":"Mangrove forest is one of the coastal ecosystems that have a role for mitigating global warming in absorbing carbon from the atmosphere and storing it in the form of biomass. The aim of this research to know the content of biomass and carbon storage on the stems, carbon storage in sediments and estimation CO2 absorption of mangrove stems and sediment. This research was conducted in March 2021 in the Mangunharjo mangrove forest. The method used on this research is a survey method and using purposive samplimg to take samples in three research station by three plot transect. Analysis for the carbon storage in the stem using non-destructive method with allometric equations, while in the sediment using the LOI (Loss on Ignition) method. The result of biomass content and carbon storage in the mangrove stems 341,02 tons/ha and 156,87 tons/ha, carbon storage in the sediment 52,24 tons/ha and estimation CO2 absorption of mangrove stems and sediment based on carbon storage is 575,71 tons/ha, dan 191,73 tons/ha. Based on this research, the largest carbon storage and estimation CO2 absorption was on the stems of mangrove. \u0000 \u0000Hutan mangrove merupakan salah satu ekositem pesisir yang berperan dalam mitigasi pemanasan global dengan menyerap karbon dari atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan biomassa dan simpanan karbon pada tegakan, nilai simpanan karbon pada sedimen serta estimasi kemampuan tegakan dan sedimen dalam menyerap CO2. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2021 di hutan mangrove, Mangunharjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan metode yang digunakan untuk mengambil sampel adalah purposive sampling yang dilakukan di 3 stasiun penelitian. Analisis untuk menghitung simpanan karbon di tegakan mangrove menggunakan metode non destructive dengan persaaman allometrik, sedangkan di sedimen menggunakan metode LOI (Loss on Ignition). Hasil nilai biomassa dan simpanan karbon pada tegakan mangrove yaitu 341,02 ton/ha, dan 156,87 ton/ha, simpanan karbon pada sedimen yaitu 52,24 ton/ha dan estimasi serapan CO2 pada tegakan dan sedimen berdasarkan simpanan karbon 575,71 ton/ha, dan 191,73 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian penyimpan karbon dan penyerap CO2 terbesar berada pada tegakan mangrove.","PeriodicalId":49909,"journal":{"name":"Life Science Journal","volume":"107 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"75479276","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Diabetes mellitus is a metabolic disorder with hyperglycemia. The amount of diabetic patients in Indonesia will increase rapidly without suitable treatment. High level of blood glucose will trigger oxidative stress. The objective of this research wa to investigate the effect of lemongrass on oxidative stress response that was indicated by serum and hepatic Total antioxidant capacity and Malondialdehyde level. Thirty male wistar rat were divided into five groups. K1 was a normal group, K2 was a normal group with lemongrass treatment, K3 was a diabetic group induced by a single dose of Streptozotocin at a concentration of 60 mg/kg body weight, K4 was a diabetic group that was treated with glibenclamid at a concentration of 0.09 mg/200 gr body weight, while K5 was a diabetic group treated with lemongrass at a concentration of 3.6 ml/200 gr body weight. The result showed that lemongrass was able to reduce blood glucose levels, serum MDA and hepatic MDA levels and increased the level of total antioxidant status Diabetes adlah kelainan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia. Jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia akan mengalami peningkatan jika tidak ada penanganan yang sesuai. Tinggi kadar glukosa darah dapat memicu terjadinya stress oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sereh terhadap respon stress oksidatif yang ditunjukan dengan kapasitas antioksidan total dan kadar malondialdehid. Tigapuluh ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi lima kelompok. K1 adalah kelompok normal, K2 adalah kelompok normal dengan perlakuan sereh, K3 adalah kelompok diabetes yang diinduksi dengan streptozotocin 60 mg/kg berat badan single dose, K4 adalah kelompok diabetes yang diberi perlakuan dengan glibenklamid dengan dosis 0.09 mg/200 gr berat badan. Sedangkan K5 adalah kelompok diabetes yang dieri perlakuan dengan rebusan sereh dengan dosis 3.6 ml/200 gr berat badan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rebusan sereh mampu menurunkan kadar glukosa darah, konsetrasi malondialdehid serum dan hepar, serta meningkatkan total antioksidan status pada serum dan hepar.
糖尿病是一种伴有高血糖的代谢性疾病。如果没有适当的治疗,印度尼西亚的糖尿病患者数量将迅速增加。高血糖会引发氧化应激。本研究旨在探讨柠檬草对大鼠血清和肝脏总抗氧化能力及丙二醛水平的影响。将30只雄性wistar大鼠分为5组。K1为正常组,K2为柠檬草处理的正常组,K3为单剂量链脲佐菌素诱导的糖尿病组,浓度为60 mg/kg体重,K4为格列本脲治疗的糖尿病组,浓度为0.09 mg/200克体重,K5为柠檬草处理的糖尿病组,浓度为3.6 ml/200克体重。结果表明,柠檬草能够降低血糖水平、血清MDA和肝脏MDA水平,并提高总抗氧化状态水平。糖尿病,糖尿病,糖尿病,糖尿病,糖尿病,糖尿病,糖尿病丁基kadar - glukosa - dara - dapa - mema - jadinya - stress - okatiti。图鹃penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian serhad对应力的反应,yang ditunjukan dengan kapasitas antioksidan total dan kadar malondialdeh。Tigapuluh ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi lima kelompok。K1 adalah kelpok正常、K2 adalah kelpok正常、K3 adalah kelpok糖尿病阳diindukki登干链脲佐菌素60 mg/kg白藜芦醇单剂量、K4 adalah kelpok糖尿病阳diberi perlakkan登干格列本酰胺登干剂量0.09 mg/200 g白藜芦醇。Sedangkan K5 adalah kelompok糖尿病杨dieri perlakuan dengan rebusan sereh dengan剂量3.6 ml/200 g / badan。脑膜肯总抗氧化酶和血清抗氧化酶状态。
{"title":"Efek Rebusan Sereh (Cymbopogon citratus) Terhadap Respon Stress Oksidatif Pada Tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus) Diabetes","authors":"Barinta Widaryanti, Nurul Khikmah, Nunung Sulistyani","doi":"10.15294/lifesci.v10i2.54457","DOIUrl":"https://doi.org/10.15294/lifesci.v10i2.54457","url":null,"abstract":"Diabetes mellitus is a metabolic disorder with hyperglycemia. The amount of diabetic patients in Indonesia will increase rapidly without suitable treatment. High level of blood glucose will trigger oxidative stress. The objective of this research wa to investigate the effect of lemongrass on oxidative stress response that was indicated by serum and hepatic Total antioxidant capacity and Malondialdehyde level. Thirty male wistar rat were divided into five groups. K1 was a normal group, K2 was a normal group with lemongrass treatment, K3 was a diabetic group induced by a single dose of Streptozotocin at a concentration of 60 mg/kg body weight, K4 was a diabetic group that was treated with glibenclamid at a concentration of 0.09 mg/200 gr body weight, while K5 was a diabetic group treated with lemongrass at a concentration of 3.6 ml/200 gr body weight. The result showed that lemongrass was able to reduce blood glucose levels, serum MDA and hepatic MDA levels and increased the level of total antioxidant status \u0000 \u0000Diabetes adlah kelainan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia. Jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia akan mengalami peningkatan jika tidak ada penanganan yang sesuai. Tinggi kadar glukosa darah dapat memicu terjadinya stress oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sereh terhadap respon stress oksidatif yang ditunjukan dengan kapasitas antioksidan total dan kadar malondialdehid. Tigapuluh ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi lima kelompok. K1 adalah kelompok normal, K2 adalah kelompok normal dengan perlakuan sereh, K3 adalah kelompok diabetes yang diinduksi dengan streptozotocin 60 mg/kg berat badan single dose, K4 adalah kelompok diabetes yang diberi perlakuan dengan glibenklamid dengan dosis 0.09 mg/200 gr berat badan. Sedangkan K5 adalah kelompok diabetes yang dieri perlakuan dengan rebusan sereh dengan dosis 3.6 ml/200 gr berat badan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rebusan sereh mampu menurunkan kadar glukosa darah, konsetrasi malondialdehid serum dan hepar, serta meningkatkan total antioksidan status pada serum dan hepar. ","PeriodicalId":49909,"journal":{"name":"Life Science Journal","volume":"32 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87376839","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-11-30DOI: 10.15294/lifesci.v10i2.54445
S. Rochmah, E. S. Rahayu
Pule pandak is a plant that has medicinal. Pule pandak seeds have a hard coat that makes it difficult to germinate naturally. Plant tissue culture can be an alternative that is able to overcome the difficulty of seed germination which then needs to be acclimatized. Factors that influence the success of acclimatization include media type, induction technique and growth regulators. This study aims to analyze the role of media types, natural hormone sources and plantlet root induction techniques. This study used a randomized block design with three factors, the type of media (cocopeat, vermiculite and sand), natural hormone sources (coconut water and bean sprouts extract) and root induction techniques (in vitro + ex vitro and ex vitro). The parameters observed were the number of roots, number of leaves, plant height and percentage of life. Data were analyzed by three-way Anava and Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the type of media had no effect on the number of roots, number of leaves, plant height and percentage of life. Natural hormone sources of bean sprouts extract affect the number of roots, number of leaves and plant height. Root induction techniques in vitro + ex vitro affected number of roots. Pule pandak adalah tanaman yang memiliki khasiat sebagai bahan obat. Biji pule pandak memiliki kulit biji yang keras sehingga sulit berkecambah secara alami. Kultur jaringan tanaman dapat menjadi salah satu alternatif yang mampu mengatasi kesulitan perkecambahan biji yang selanjutnya perlu dilakukan aklimatisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan aklimatisasi antara lain jenis media, teknik induksi dan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan jenis media, sumber hormon alami dan teknik induksi akar planlet. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok tiga faktor yaitu jenis media (cocopeat, vermikulit dan pasir), sumber hormon alami (air kelapa dan ekstrak tauge) dan teknik induksi akar (in vitro+ex vitro dan ex vitro). Parameter yang diamati adalah jumlah akar, jumlah daun, tinggi tanaman dan persentase hidup. Data dianalisis dengan Anava tiga arah dan Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tidak berpengaruh terhadap jumlah akar, jumlah daun, tinggi tanaman dan persentase hidup. Sumber hormon alami ekstrak tauge berpengaruh terhadap jumlah akar, jumlah daun dan tinggi tanaman. Teknik induksi akar secara in vitro+ex vitro berpengaruh terhadap jumlah akar.
普乐潘达克是一种具有药用价值的植物。紫色熊猫种子有一层坚硬的外壳,这使得它很难自然发芽。植物组织培养可以是一种替代方法,能够克服种子发芽的困难,然后需要适应。影响驯化成功的因素包括培养基类型、诱导技术和生长调节剂。本研究旨在分析培养基类型、天然激素来源和植株生根诱导技术的作用。本研究采用三因素随机区组设计,分别为培养基类型(椰泥、蛭石和沙子)、天然激素来源(椰子水和豆芽提取物)和根诱导技术(离体+离体和离体)。观察的参数为根数、叶数、株高和存活率。采用三向Anava和Duncan多元极差检验对数据进行分析。结果表明,培养基类型对根数、叶数、株高和成活率无显著影响。豆芽提取物的天然激素来源会影响根数、叶数和植株高度。离体根诱导+离体根诱导技术影响根数。Pule pandak adalah tanaman yang memoriliki khasiat sebagai bahan obat。Biji pule pandak memiliki kulit Biji yang keras sehinga sulit berkcambah secara alami。文化用语和tanaman dapat menjadi salah satu alternatif yang mampu mengatasi kesulitan perkecambahan biji yang selanjutnya perlu dilakukan aklimatisasi。杨Faktor-faktor mempengaruhi keberhasilan aklimatisasi安塔拉躺jenis媒体,teknik induksi丹扎- pengatur tumbuh。Penelitian ini bertujuan untuk menganalis, perananjenis media,数量荷尔蒙alami和teknikk induksi是一个行星。Penelitian ini menggunakan rancangan akak kelompok tiga因子为yaitjenis media (cocopeat, vermikulit dan pasir)、sumomonami (air kelapa dan ekstrak tauge)和teknik induksi akar(离体+离体)。参数yang diamati adalah jumlah akar, jumlah daun, tinggi tanaman dan表示hidup。数据分析采用Anava tiga arah dan Duncan的多重范围测试。Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tidak berpengaruh terhadap jumlah akar, jumlah dawan, tinggi tanaman和代表hidup。夏天,荷尔蒙的分泌量会增加,因为荷尔蒙的分泌量会增加,所以荷尔蒙的分泌量会减少。体外培养+离体培养。
{"title":"Peranan Jenis Media, Sumber Hormon Alami dan Teknik Induksi Akar Planlet dalam Aklimatisasi Pule Pandak","authors":"S. Rochmah, E. S. Rahayu","doi":"10.15294/lifesci.v10i2.54445","DOIUrl":"https://doi.org/10.15294/lifesci.v10i2.54445","url":null,"abstract":"Pule pandak is a plant that has medicinal. Pule pandak seeds have a hard coat that makes it difficult to germinate naturally. Plant tissue culture can be an alternative that is able to overcome the difficulty of seed germination which then needs to be acclimatized. Factors that influence the success of acclimatization include media type, induction technique and growth regulators. This study aims to analyze the role of media types, natural hormone sources and plantlet root induction techniques. This study used a randomized block design with three factors, the type of media (cocopeat, vermiculite and sand), natural hormone sources (coconut water and bean sprouts extract) and root induction techniques (in vitro + ex vitro and ex vitro). The parameters observed were the number of roots, number of leaves, plant height and percentage of life. Data were analyzed by three-way Anava and Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the type of media had no effect on the number of roots, number of leaves, plant height and percentage of life. Natural hormone sources of bean sprouts extract affect the number of roots, number of leaves and plant height. Root induction techniques in vitro + ex vitro affected number of roots. \u0000 \u0000Pule pandak adalah tanaman yang memiliki khasiat sebagai bahan obat. Biji pule pandak memiliki kulit biji yang keras sehingga sulit berkecambah secara alami. Kultur jaringan tanaman dapat menjadi salah satu alternatif yang mampu mengatasi kesulitan perkecambahan biji yang selanjutnya perlu dilakukan aklimatisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan aklimatisasi antara lain jenis media, teknik induksi dan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan jenis media, sumber hormon alami dan teknik induksi akar planlet. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok tiga faktor yaitu jenis media (cocopeat, vermikulit dan pasir), sumber hormon alami (air kelapa dan ekstrak tauge) dan teknik induksi akar (in vitro+ex vitro dan ex vitro). Parameter yang diamati adalah jumlah akar, jumlah daun, tinggi tanaman dan persentase hidup. Data dianalisis dengan Anava tiga arah dan Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tidak berpengaruh terhadap jumlah akar, jumlah daun, tinggi tanaman dan persentase hidup. Sumber hormon alami ekstrak tauge berpengaruh terhadap jumlah akar, jumlah daun dan tinggi tanaman. Teknik induksi akar secara in vitro+ex vitro berpengaruh terhadap jumlah akar.","PeriodicalId":49909,"journal":{"name":"Life Science Journal","volume":"50 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79942075","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Anthracnose is a disease of cayenne pepper that can be caused by the fungus Colletotrichum capsici. Suren leaf extract contains antifungal compounds. This study aims to determine the potential of suren leaf extract as a fungicide and its effect on growth, content of chlorophyll, carotenoids and vitamin C in cayenne pepper plants. This study used a single factor completely randomized design (CRD) with 6 treatments consisting of 0%, 25%, 50%, 75%, 100% concentration of suren extract and mankozeb synthetic fungicide. Data were analyzed using One Way ANOVA and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) further test. The results showed that leaf spot from anthracnose decreased from 50%-100% concentration. Plant height at 50% extract reached 140 cm. The number of leaves in 50% and 100% extracts were 182 and 184 leaves. The highest chlorophyll content in suren extract 75% is 43.20 µmol/g and smallest is at 100% which is 37 μmol/g. The highest carotenoid content in 100% suren extract was 8.64 µmol/g, while the smallest was at concentration of 75%, which was 4.68 µmol/g. This study concluded that suren leaf extract concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% respectively suppressed leaf spot by 8.06%; 32.25%; 41.93%; and 43.95%. Suren leaf extract can increase the growth of cayenne pepper, chlorophyll, carotenoids and vitamin C. Antraknosa adalah penyakit pada tanaman cabai rawit yang dapat disebabkan jamur Colletotrichum capsici. Ekstrak daun suren mengandung senyawa-senyawa antifungi. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak daun suren sebagai fungisida dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan, kandungan klorofil, karotenoid dan vitamin C pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 6 perlakuan yang terdiri atas perlakuan ekstrak suren konsentrasi 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dan perlakuan fungisida sintetik mankozeb. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bercak daun dari penyakit antraknosa menurun mulai dari konsentrasi 50%-100%. Tinggi tanaman pada ekstrak 50% mencapai 140 cm. Jumlah daun pada ekstrak 50% dan 100% adalah 182 dan 184 daun. Kandungan klorofil tertinggi pada ekstrak suren 75% yaitu 43,20 μmol/g dan terendah pada konsentrasi 100% yaitu sebesar 37 μmol/g. Kandungan karotenoid tertinggi pada ekstrak suren 100% yaitu 8,64 μmol/g, sedangkan terendah pada konsentrasi 75% yaitu 4,68 μmol/g. Penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak daun suren konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% berturut-turut menekan bercak daun sebesar 8,06%; 32,25%; 41,93%; dan 43,95%. Ekstrak daun suren dapat meningkatkan pertumbuhan cabai rawit, klorofil, karotenoid dan vitamin C.
炭疽病是一种由辣椒炭疽菌引起的辣椒疾病。苏仁叶提取物含有抗真菌化合物。本研究旨在探讨香辣草叶提取物的杀菌剂潜力及其对辣椒生长、叶绿素、类胡萝卜素和维生素C含量的影响。本试验采用单因素完全随机设计(CRD), 6个处理,分别为0%、25%、50%、75%、100%浓度的苏木提取物和mankozeb合成杀菌剂。数据分析采用单因素方差分析(One Way ANOVA)和Duncan’s Multiple Range Test (DMRT)进一步检验。结果表明,炭疽病叶斑病在50% ~ 100%浓度范围内呈下降趋势。提取50%时株高可达140 cm。50%和100%提取物的叶数分别为182和184片。果仁提取物75%时叶绿素含量最高,为43.20 μmol/g, 100%时叶绿素含量最低,为37 μmol/g。100%苏木提取物的类胡萝卜素含量最高,为8.64µmol/g, 75%苏木提取物的类胡萝卜素含量最低,为4.68µmol/g。结果表明,25%、50%、75%和100%浓度的苏木叶提取物对叶斑病的抑制效果分别为8.06%;32.25%;41.93%;和43.95%。苏连叶提取物能促进辣椒的生长、叶绿素、类胡萝卜素和维生素c的增加。仙牙牙抗真菌。黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪、黄芪。Penelitian ini menggunakan ranancan acak lengkap (RAL)因子,tungal dengan 6 perlakuan yang terdiri, perlakuan ekstrak suren konsentrasi 0%, 25%, 50%, 75%, 100%, perlakuan真菌sinintetik mankozeb。数据分析采用单因素方差分析和多元极差检验(DMRT)。Hasil penelitian menunjukkan bahwa bercak daun dari penyakit antraknosa menurun mulai dari konsentrasi 50%-100%。廷吉塔纳曼帕特拉克达50%门板140厘米。Jumlah dawn paada ekstrak 50% dan 100% adalah 182 dan 184 dawn。kandongan klorofil tertinggi papastrak添加75% yait43、20 μmol/g, terendah papa4添加100% yaitsebesar 37 μmol/g。kandongan tertinggi paadekstrak suren 100% yait8,64 μmol/g, sedangkan terendah paadkonsentrasi 75% yait4,68 μmol/g。Penelitian ini dis冲动性:25%,50%,75%,100%;berturt - turnkan berchak - sebesar 8,06%;32岁的25%;41岁的93%;丹•43 95%。克罗非尔,类胡萝卜素和维生素C。
{"title":"Pengaruh Ekstrak Daun Suren (Toona sinensis Merr.) Pada Tanaman Cabai Rawit Yang Diinfeksi Spora Colletotrichum capsici Terhadap Pertumbuhan, Kandungan Pigmen Dan Vitamin C","authors":"Fitriatus Sadiah, Yulita Nurchayati, Endang Saptiningsih","doi":"10.15294/lifesci.v10i2.54442","DOIUrl":"https://doi.org/10.15294/lifesci.v10i2.54442","url":null,"abstract":"Anthracnose is a disease of cayenne pepper that can be caused by the fungus Colletotrichum capsici. Suren leaf extract contains antifungal compounds. This study aims to determine the potential of suren leaf extract as a fungicide and its effect on growth, content of chlorophyll, carotenoids and vitamin C in cayenne pepper plants. This study used a single factor completely randomized design (CRD) with 6 treatments consisting of 0%, 25%, 50%, 75%, 100% concentration of suren extract and mankozeb synthetic fungicide. Data were analyzed using One Way ANOVA and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) further test. The results showed that leaf spot from anthracnose decreased from 50%-100% concentration. Plant height at 50% extract reached 140 cm. The number of leaves in 50% and 100% extracts were 182 and 184 leaves. The highest chlorophyll content in suren extract 75% is 43.20 µmol/g and smallest is at 100% which is 37 μmol/g. The highest carotenoid content in 100% suren extract was 8.64 µmol/g, while the smallest was at concentration of 75%, which was 4.68 µmol/g. This study concluded that suren leaf extract concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% respectively suppressed leaf spot by 8.06%; 32.25%; 41.93%; and 43.95%. Suren leaf extract can increase the growth of cayenne pepper, chlorophyll, carotenoids and vitamin C. \u0000 \u0000Antraknosa adalah penyakit pada tanaman cabai rawit yang dapat disebabkan jamur Colletotrichum capsici. Ekstrak daun suren mengandung senyawa-senyawa antifungi. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak daun suren sebagai fungisida dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan, kandungan klorofil, karotenoid dan vitamin C pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 6 perlakuan yang terdiri atas perlakuan ekstrak suren konsentrasi 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dan perlakuan fungisida sintetik mankozeb. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bercak daun dari penyakit antraknosa menurun mulai dari konsentrasi 50%-100%. Tinggi tanaman pada ekstrak 50% mencapai 140 cm. Jumlah daun pada ekstrak 50% dan 100% adalah 182 dan 184 daun. Kandungan klorofil tertinggi pada ekstrak suren 75% yaitu 43,20 μmol/g dan terendah pada konsentrasi 100% yaitu sebesar 37 μmol/g. Kandungan karotenoid tertinggi pada ekstrak suren 100% yaitu 8,64 μmol/g, sedangkan terendah pada konsentrasi 75% yaitu 4,68 μmol/g. Penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak daun suren konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% berturut-turut menekan bercak daun sebesar 8,06%; 32,25%; 41,93%; dan 43,95%. Ekstrak daun suren dapat meningkatkan pertumbuhan cabai rawit, klorofil, karotenoid dan vitamin C.","PeriodicalId":49909,"journal":{"name":"Life Science Journal","volume":"532 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78340737","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-11-30DOI: 10.15294/lifesci.v10i2.54460
Anisa Dewi Sri Puspitasari, Noor Aini Habibah
Gembili (Dioscorea esculenta) bioactive compounds that can be used for treatment. Cell culture is a method that can be used to produce bioactive compounds from plant. The success of cell culture techniques is influenced by the type and concentration of plant growth (PGR). This study aims to analyze the effect of 2,4-D and kinetin on the growth and morphology of gembili cells. Murashige & Skoog (MS) medium with the addition of 2,4-D and kinetin (1 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin; 1 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin; 0,5 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin; 0,5 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin; and 0 ppm 2,4-D + 0 ppm kinetin) were used for gembili cell growth. The observed parameters are fresh weight and morphology of cells. The results showed that the combination of 1 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin produces the highest fresh weight (2,1782 g). The resulting cells are predominantly globular, but there are some that differentiate into elongated ones. Cell color in all treatments was variated from light brown to darker brown. The findings may provide preliminary information using cell suspension cultures in the production of secondary metabolites from Dioscorea esculenta. Gembili (Dioscorea esculenta) menghasilkan senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Kultur sel merupakan metode yang dapat digunakan untuk produksi senyawa bioaktif yang terkandung dalam tumbuhan. Keberhasilan dari teknik kultur sel di antaranya dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ZPT 2,4-D dan kinetin terhadap pertumbuhan dan morfologi sel gembili. Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini yaitu kombinasi antara ZPT 2,4-D dan kinetin (1 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin; 1 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin; 0,5 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin; 0,5 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin; dan 0 ppm 2,4-D + 0 ppm kinetin). Tipe kultur yang digunakan adalah kultur suspensi sel menggunakan media MS dengan penggojogan. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu berat basah dan morfologi sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara ZPT 1 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin menghasilkan berat basah yang paling tinggi yaitu sebesar 2,1782 gram. Sel yang dihasilkan dominan berbentuk globular, namun ada beberapa yang berdiferensiasi menjadi memanjang, sedangkan warna sel bervariasi dari cokelat muda hingga cokelat tua. Temuan dapat menjadi informasi awal menggunakan kultur suspensi sel dalam produksi senyawa metabolit sekunder dari gembili.
黄豆属(Dioscorea esculenta)生物活性化合物,可用于治疗。细胞培养是一种从植物中提取生物活性化合物的方法。细胞培养技术的成功与否取决于植物生长(PGR)的类型和浓度。本研究旨在分析2,4- d和动素对大胆管细胞生长和形态的影响。Murashige & Skoog (MS)培养基,添加2,4- d和激动素(1ppm 2,4- d + 1ppm激动素;1 ppm 2,4- d + 0,5 ppm激动素;0,5 ppm 2,4- d + 1ppm激动素;0,5 ppm 2,4- d + 0,5 ppm激动素;和0 ppm 2,4- d + 0 ppm激动素)用于gembili细胞的生长。观察到的参数是细胞的鲜重和形态。结果表明,1 ppm 2,4- d + 1 ppm激动素的组合可产生最高的鲜重(2,1782 g),所产生的细胞以球状为主,但也有一些分化成细长的细胞。所有处理的细胞颜色从浅棕色到深棕色不等。该研究结果可为利用细胞悬浮培养生产薯蓣次生代谢物提供初步信息。黄花薯蓣(Dioscorea esculenta);孟哈西尔坎;senyawa;文化:selmerupakan metode yang dapat digunakan untuk producksi senyawa bioaktif yang terkandung dalam tumbuhan。Keberhasilan dari teknik culture sel di antaranya dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT)。Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaru ZPT 2,4- d dan kinetin terhadap pertumbuhan dan morfologysel gembili. [j]。变量beabel yang digunakan padpenelitian ini yyitu kombinasi antara ZPT 2,4- d dan kinetin (1 ppm 2,4- d + 1 ppm kinetin;1 ppm 2,4- d + 0,5 ppm激动素;0,5 ppm 2,4- d + 1ppm激动素;0,5 ppm 2,4- d + 0,5 ppm激动素;(0 ppm 2,4- d + 0 ppm激动素)。Tipe文化yang digunakan adalah文化悬疑卖蒙古纳坎媒体MS dunan penggojogan。变量terika - pa - penelitian在yyitu - basah - morologysel。Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara ZPT 1 ppm 2,4- d + 1 ppm kinetin menghasilkan berat basah yang paling tinggi yaitu sebesar 2,1782克。selyang dihasilkan dominan berbentuk globular, namun ada beberapa yang berdiffensiasi menjadi memanjang, sedangkan warna Sel bervariasi dari cokelat muda hinga cokelat tua。赤霉素对孟古纳坎栽培菌的影响,以及对其代谢的影响。
{"title":"Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh 2,4-D dan Kinetin terhadap Pertumbuhan dan Morfologi Sel Gembili (Dioscorea esculenta)","authors":"Anisa Dewi Sri Puspitasari, Noor Aini Habibah","doi":"10.15294/lifesci.v10i2.54460","DOIUrl":"https://doi.org/10.15294/lifesci.v10i2.54460","url":null,"abstract":"Gembili (Dioscorea esculenta) bioactive compounds that can be used for treatment. Cell culture is a method that can be used to produce bioactive compounds from plant. The success of cell culture techniques is influenced by the type and concentration of plant growth (PGR). This study aims to analyze the effect of 2,4-D and kinetin on the growth and morphology of gembili cells. Murashige & Skoog (MS) medium with the addition of 2,4-D and kinetin (1 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin; 1 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin; 0,5 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin; 0,5 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin; and 0 ppm 2,4-D + 0 ppm kinetin) were used for gembili cell growth. The observed parameters are fresh weight and morphology of cells. The results showed that the combination of 1 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin produces the highest fresh weight (2,1782 g). The resulting cells are predominantly globular, but there are some that differentiate into elongated ones. Cell color in all treatments was variated from light brown to darker brown. The findings may provide preliminary information using cell suspension cultures in the production of secondary metabolites from Dioscorea esculenta. \u0000 \u0000Gembili (Dioscorea esculenta) menghasilkan senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Kultur sel merupakan metode yang dapat digunakan untuk produksi senyawa bioaktif yang terkandung dalam tumbuhan. Keberhasilan dari teknik kultur sel di antaranya dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ZPT 2,4-D dan kinetin terhadap pertumbuhan dan morfologi sel gembili. Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini yaitu kombinasi antara ZPT 2,4-D dan kinetin (1 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin; 1 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin; 0,5 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin; 0,5 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin; dan 0 ppm 2,4-D + 0 ppm kinetin). Tipe kultur yang digunakan adalah kultur suspensi sel menggunakan media MS dengan penggojogan. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu berat basah dan morfologi sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara ZPT 1 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin menghasilkan berat basah yang paling tinggi yaitu sebesar 2,1782 gram. Sel yang dihasilkan dominan berbentuk globular, namun ada beberapa yang berdiferensiasi menjadi memanjang, sedangkan warna sel bervariasi dari cokelat muda hingga cokelat tua. Temuan dapat menjadi informasi awal menggunakan kultur suspensi sel dalam produksi senyawa metabolit sekunder dari gembili.","PeriodicalId":49909,"journal":{"name":"Life Science Journal","volume":"36 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82927870","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-11-30DOI: 10.15294/lifesci.v10i2.54446
Risna Gina Sofiyani, Max Rudolf Muskananfola, Bambang Sulardiono
The coastal waters of Mangunharjo Village, Tugu, Semarang City are located in a densely populated residential area, and many activities of people around it. These activities can cause a decrease in water quality which will impact the biota. This study aims to determine the structure of the macrozoobenthos community, determine the level of pollution that occurs and determine the most affecting factors of macrozoobenthos community in the coastal waters of Mangunharjo Village. This research using the purposive sampling method. Result find that there were 22 species of makrozoobenthos. The diversity index value (H') is categorized as moderate to low with a mean value of H' = 0,79. The uniformity index value (E) indicates a depressed to stable condition with a mean value of E = 0,52. The dominance index value (C) indicates that there are species that dominates significantly. The similarity index value is dominant in the low category. The status of pollution in the coastal waters of Mangunharjo Village is classified as polluted water. The factors that most influence the abundance of macrozoobenthos in the coastal waters of Mangunharjo Village are water temperature, loam and clay sediment texture with a correlation value of 0,597; 0,474 and 0,453. Perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang berada pada kawasan pemukiman padat penduduk yang banyak terdapat aktivitas warga di sekitarnya. Aktivitas – aktivitas tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas air yang akan berdampak pada biota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos, mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi dan mengetahui faktor yang paling mempengaruhi komunitas makrozoobentos di perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menemukan 22 spesies makrozoobentos. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) dikategorikan sedang hingga rendah dengan nilai rerata H’ = 0,79. Nilai Indeks Keseragaman (E) mengindikasikan kondisi yang tertekan hingga stabil dengan nilai rerata E = 0,52. Nilai Indeks Dominansi (C) menunjukkan adanya jenis yang mendominansi secara signifikan. Nilai Indeks Kesamaan dominan berada dalam kategori yang rendah. Status pencemaran di perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo tergolong tercemar. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kelimpahan makrozoobentos di perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo adalah suhu air, tekstur sedimen lempung dan tekstur sedimen liat dengan nilai korelasi 0,597; 0,474 dan 0,453.
三宝垄市土古镇的Mangunharjo村的沿海水域位于人口密集的住宅区,人们的许多活动围绕着它。这些活动会导致水质下降,从而影响生物群落。本研究旨在确定Mangunharjo村沿海水域大型底栖动物群落的结构,确定所发生的污染程度,确定影响大型底栖动物群落的最主要因素。本研究采用目的抽样的方法。结果发现该地区有22种大型底栖动物。多样性指数(H')分为中到低,平均值H' = 0,79。均匀性指标值(E)表示从下降到稳定状态,平均值E = 0,52。优势度指数(C)表明存在显著优势种。相似指数在低类别中占主导地位。Mangunharjo村沿海水域的污染状况被列为污染水。Mangunharjo村沿海水域对大型底栖动物丰度影响最大的因子是水温、壤土和粘土沉积物质地,相关系数为0.597;0,474和0,453。印尼总统Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota三宝郎berada padada kawasan pemukiman padat penduduk yang banyak terdapat aktivitas warga di sekitarya。活动性活动性活动性-活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性活动性Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos, mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi dan mengetahui factor yang paling mempengaruhi komunitas makrozoobentos di perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo。Penelitian ini mongunakan方法目的取样。大腹虫22种。Nilai Indeks Keanekaragaman (H ') dicategororikan sedang hinga renda dengan Nilai rerata H ' = 0,79。Nilai Indeks Keseragaman (E) mengindikasikan kondisi yang tertekan hinga stabil dengan Nilai ratata E = 0,52。Nilai Indeks Dominansi (C) menunjukkan adanya jenis yang mendoninansi secara signfikan。Nilai Indeks Kesamaan dominan berada dalam kategori yang rendah。现任总统克鲁拉汗·曼贡哈乔·特尔格隆任期。新疆维吾尔自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区自治区。[0474]丹。
{"title":"Struktur Komunitas Makrozoobentos di Perairan Pesisir Kelurahan Mangunharjo sebagai Bioindikator Kualitas Perairan","authors":"Risna Gina Sofiyani, Max Rudolf Muskananfola, Bambang Sulardiono","doi":"10.15294/lifesci.v10i2.54446","DOIUrl":"https://doi.org/10.15294/lifesci.v10i2.54446","url":null,"abstract":"The coastal waters of Mangunharjo Village, Tugu, Semarang City are located in a densely populated residential area, and many activities of people around it. These activities can cause a decrease in water quality which will impact the biota. This study aims to determine the structure of the macrozoobenthos community, determine the level of pollution that occurs and determine the most affecting factors of macrozoobenthos community in the coastal waters of Mangunharjo Village. This research using the purposive sampling method. Result find that there were 22 species of makrozoobenthos. The diversity index value (H') is categorized as moderate to low with a mean value of H' = 0,79. The uniformity index value (E) indicates a depressed to stable condition with a mean value of E = 0,52. The dominance index value (C) indicates that there are species that dominates significantly. The similarity index value is dominant in the low category. The status of pollution in the coastal waters of Mangunharjo Village is classified as polluted water. The factors that most influence the abundance of macrozoobenthos in the coastal waters of Mangunharjo Village are water temperature, loam and clay sediment texture with a correlation value of 0,597; 0,474 and 0,453. \u0000 \u0000Perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang berada pada kawasan pemukiman padat penduduk yang banyak terdapat aktivitas warga di sekitarnya. Aktivitas – aktivitas tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas air yang akan berdampak pada biota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos, mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi dan mengetahui faktor yang paling mempengaruhi komunitas makrozoobentos di perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menemukan 22 spesies makrozoobentos. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) dikategorikan sedang hingga rendah dengan nilai rerata H’ = 0,79. Nilai Indeks Keseragaman (E) mengindikasikan kondisi yang tertekan hingga stabil dengan nilai rerata E = 0,52. Nilai Indeks Dominansi (C) menunjukkan adanya jenis yang mendominansi secara signifikan. Nilai Indeks Kesamaan dominan berada dalam kategori yang rendah. Status pencemaran di perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo tergolong tercemar. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kelimpahan makrozoobentos di perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo adalah suhu air, tekstur sedimen lempung dan tekstur sedimen liat dengan nilai korelasi 0,597; 0,474 dan 0,453.","PeriodicalId":49909,"journal":{"name":"Life Science Journal","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88861856","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-11-30DOI: 10.15294/lifesci.v10i2.54459
Nugrahaningsih Wh, Addina Nur Luthfiani, Lisdiana Lisdiana, Endah Peniati
Cassava leaves contain sodium (Na), potassium (K), and iron (Fe) which can increase the body's blood pressure. In addition, the chemical content of cassava leaves can also act as an anti-hypertension agent. However, cassava leaves also contain hydrogen cyanide (HCN) which at certain doses can cause toxic effects. This study aims to determine the safety of long-term consumption by observing the damage to gastric organ cells in Wistar rats after administration of cassava leaf extract (Manihot uttilisima Pohl.) for 90 days. Cassava leaf extract was made by maceration method using distilled water as a solvent. This research is an experimental laboratory research with a posttest only control group research design. This study used 36 Wistar rats which were randomly divided into 4 groups consisting of group I (control) given 10 ml/w of distilled water, group II (treatment group) given cassava leaf extract 80 mg/bb, group III (treatment group) given cassava leaf extract 400 mg/bb, group IV (treatment group) was given cassava leaf extract 2000 mg/bb. Organ sampling was carried out after 90 days of treatment, all rats were killed by cervical dislocation, then their stomach organs were taken. To determine the histopathological structure between the control group and the treatment group, the data from the gastric histopathological test of Wistar rats were analyzed using descriptive analysis. did not affect the histopathological structure of the stomach of Wistar rats. Daun singkong mengandung natrium (Na), kalium (K), dan besi (Fe) yang mampu meningkatkan tekanan darah tubuh.Selain itu, kandungan kimia dari daun singkong juga dapat berperan sebagai agen anti hipotensi. Akan tetapi, pada daun singkong juga mengandung hidrogen sianida (HCN) yang pada dosis tertentu dapat menyebabkan efek toksik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamananan konsumsi jangka panjang dengan melihat kerusakan sel organ lambung pada tikus Wistar setelah pemberian ekstrak daun singkong (Manihot uttilisima Pohl.) selama 90 hari. Ekstrak daun singkong dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut akuades. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan penelitian postest only control group. Penelitian ini menggunakan 36 ekor tikus Wistar yang secara acak dibagi menjadi 4 kelompok terdiri dari kelompok I (kontrol) diberi akuades 10 ml/bb, kelompok II (kelompok perlakuan) diberi ekstrak daun singkong 80 mg/bb, kelompok III (kelompok perlakuan) diberi ekstrak daun singkong 400 mg/bb, kelompok IV (kelompok perlakuan) diberi ekstrak daun singkong 2000 mg/bb. Pengambilan sampel organ dilakukan setelah 90 hari perlakuan, semua tikus dimatikan denggan cara dislokasi cervicalis, kemudian organ lambungnya diambil. Untuk mengetahui struktur histopatologi antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan data hasil uji histopatologi lambung tikus Wistar dianalisis menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak daun sing
木薯叶含有钠(Na)、钾(K)和铁(Fe),它们可以升高血压。此外,木薯叶的化学成分还可以作为抗高血压剂。然而,木薯叶也含有氰化氢(HCN),在一定剂量下会引起毒性作用。本研究旨在通过观察木薯叶提取物(Manihot utilisima Pohl.)给药90天后Wistar大鼠胃器官细胞的损伤情况,来确定长期食用的安全性。以蒸馏水为溶剂,采用浸渍法制备木薯叶提取物。本研究为实验实验室研究,采用仅后测对照组研究设计。选用Wistar大鼠36只,随机分为4组,I组(对照组)给予蒸馏水10 ml/w, II组(治疗组)给予木薯叶提取物80 mg/bb, III组(治疗组)给予木薯叶提取物400 mg/bb, IV组(治疗组)给予木薯叶提取物2000 mg/bb。治疗90 d后取脏器标本,所有大鼠颈椎脱臼处死,取胃脏器。为确定对照组和治疗组胃组织病理结构,采用描述性分析方法对Wistar大鼠胃组织病理试验数据进行分析。对Wistar大鼠胃组织病理结构无影响。dawn singkong mengandung natrium (Na), kum (K), dan besi (Fe) yang mampu meningkatkan tekanan darah tubuh。Selain itu, kandungan kimia dari和新加坡juga dapa berperan sebagai抗高血压。Akan tetapi, pada和新加坡juga mengandung氢离子(HCN) yang pada dosis tertentenat menetybabkan efek toksik。Penelitian ini bertujuan untuk menganalis keamananan konsumsi jangka panjang dengan melihat kerusakan selan organ lambung pada tikus Wistar setelah pemberan ekstrak and singkong (Manihot utility - ima Pohl.) selama 90 hari。香港特区丹丹市丹丹市丹丹市丹丹市丹丹市丹丹市丹丹市丹丹市丹丹市。penpentian ini merupakan penpentian实验实验室dengan rangangan penpentian post仅为对照组。Penelitian ini menggunakan 36 ekor tikus Wistar yang secara akak dibagi menjadi 4 kelompok terdiri dari kelompok I(对照)diberi akuades 10 ml/bb, kelompok II (kelompok perlakuan) diberi ekstrak dawung singkong 80 mg/bb, kelompok III (kelompok perlakuan) diberi ekstrak dawung singkong 400 mg/bb, kelompok IV (kelompok perlakuan) diberi ekstrak dawung singkong 2000 mg/bb。Pengambilan样本器官dilakukan setelah 90 hari perlakuan, semua tikus dimatikan denggan cara dislokasi cervicalis, kemudian器官lambungnya diambil。Untuk mengetahui构造组织病理学,antara kelompok对照,dan kelompok perlakan数据,uji组织病理学,lambung tikus Wistar dianalis, menggunakan分析文档。Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak and singapore secara oral selama 90 hari pada剂量为80mg/bb, 400mg /bb,和2000mg /bb,成员kan pengaruh pada gambaran结构组织病理学研究。
{"title":"Struktur Histopatologis Lambung Tikus Wistar yang Diberi Ekstrak Daun Singkong (Manihot utillisima Pohl.) secara Kronik","authors":"Nugrahaningsih Wh, Addina Nur Luthfiani, Lisdiana Lisdiana, Endah Peniati","doi":"10.15294/lifesci.v10i2.54459","DOIUrl":"https://doi.org/10.15294/lifesci.v10i2.54459","url":null,"abstract":"Cassava leaves contain sodium (Na), potassium (K), and iron (Fe) which can increase the body's blood pressure. In addition, the chemical content of cassava leaves can also act as an anti-hypertension agent. However, cassava leaves also contain hydrogen cyanide (HCN) which at certain doses can cause toxic effects. This study aims to determine the safety of long-term consumption by observing the damage to gastric organ cells in Wistar rats after administration of cassava leaf extract (Manihot uttilisima Pohl.) for 90 days. Cassava leaf extract was made by maceration method using distilled water as a solvent. This research is an experimental laboratory research with a posttest only control group research design. This study used 36 Wistar rats which were randomly divided into 4 groups consisting of group I (control) given 10 ml/w of distilled water, group II (treatment group) given cassava leaf extract 80 mg/bb, group III (treatment group) given cassava leaf extract 400 mg/bb, group IV (treatment group) was given cassava leaf extract 2000 mg/bb. Organ sampling was carried out after 90 days of treatment, all rats were killed by cervical dislocation, then their stomach organs were taken. To determine the histopathological structure between the control group and the treatment group, the data from the gastric histopathological test of Wistar rats were analyzed using descriptive analysis. did not affect the histopathological structure of the stomach of Wistar rats. \u0000 \u0000Daun singkong mengandung natrium (Na), kalium (K), dan besi (Fe) yang mampu meningkatkan tekanan darah tubuh.Selain itu, kandungan kimia dari daun singkong juga dapat berperan sebagai agen anti hipotensi. Akan tetapi, pada daun singkong juga mengandung hidrogen sianida (HCN) yang pada dosis tertentu dapat menyebabkan efek toksik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamananan konsumsi jangka panjang dengan melihat kerusakan sel organ lambung pada tikus Wistar setelah pemberian ekstrak daun singkong (Manihot uttilisima Pohl.) selama 90 hari. Ekstrak daun singkong dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut akuades. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan penelitian postest only control group. Penelitian ini menggunakan 36 ekor tikus Wistar yang secara acak dibagi menjadi 4 kelompok terdiri dari kelompok I (kontrol) diberi akuades 10 ml/bb, kelompok II (kelompok perlakuan) diberi ekstrak daun singkong 80 mg/bb, kelompok III (kelompok perlakuan) diberi ekstrak daun singkong 400 mg/bb, kelompok IV (kelompok perlakuan) diberi ekstrak daun singkong 2000 mg/bb. Pengambilan sampel organ dilakukan setelah 90 hari perlakuan, semua tikus dimatikan denggan cara dislokasi cervicalis, kemudian organ lambungnya diambil. Untuk mengetahui struktur histopatologi antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan data hasil uji histopatologi lambung tikus Wistar dianalisis menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak daun sing","PeriodicalId":49909,"journal":{"name":"Life Science Journal","volume":"7 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82099535","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-11-30DOI: 10.15294/lifesci.v10i2.54444
Nana Kariada Tri Martuti, Margareta Rahayuningsih, Khoirunisa Alfirdani
Fullfilling of Green Open Spaces through the arrangement of urban parks. Vegetation is an important element of urban parks. The incompatibility of the vegetation can reduce the function of the urban parks. The aim of this research is to analyse the suitability of vegetation in urban parks in Semarang. This research used exploration method. The results of key performance index analysis, show that the suitability of vegetation in urban parks of Semarang ranges from 56.25% to 84.3%. Assessment of vegetation’s suitabilities is influenced by physical characteristics, such as canopy, roots, color of flower, and others. The functions of vegetation such as shade plants, absorbent pollutants, increasing aesthetic value, spacing and composition of vegetation also can affect the suitability of vegetation in urban parks. The vegetation’s suitabilities in urban parks in Semarang can be categorized as compatible, compatible enough, and not compatible. Pemenuhan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) melalui penataan taman kota. Vegetasi merupakan elemen penting penyusun taman kota. Ketidaksesuaian vegetasi penyusun taman dapat menyebabkan berkurangnya fungsi taman kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian vegetasi yang ada di taman kota Semarang. Metode yang digunakan adalah eksplorasi. Hasil analisis key performance index menunjukkan kesesuaian vegetasi di taman kota Semarang berkisar antara 56,25% sampai dengan 84,3%. Penilaian terhadap kesesuaian vegetasi dipengaruhi oleh ciri fisik, seperti tajuk, perakaran, warna bunga dan lainnya. Fungsi dari tanaman seperti sebagai tanaman peneduh, penyerap polutan, penambah nilai estetika, arak tanam dan pengkomposisian tanaman dalam taman juga mempengaruhi kesesuaian vegetasi pada taman. Kesesuaian vegetasi di taman kota Semarang dapat dikategorikan sesuai, cukup sesuai dan kurang sesuai..
通过城市公园的布置来填充绿色开放空间。植被是城市公园的重要组成部分。植被的不亲和性会降低城市公园的功能。本研究的目的是分析三宝垄城市公园植被的适宜性。本研究采用探索性研究方法。关键绩效指标分析结果表明,三宝垄城市公园植被适宜性在56.25% ~ 84.3%之间。植被适宜性评价受植被的物理特征(如冠层、根系、花的颜色等)的影响。遮荫植物、吸收污染物、增加审美价值、植被的间距和构成等功能也会影响城市公园植被的适宜性。三宝垄城市公园植被适宜性可分为适宜性、适宜性和不适宜性。penuhan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) melalui penataan taman kota。Vegetasi merupakan element penting penyusun taman kota。Ketidaksesuaian vegetasi penyusun taman dapat menyebabkan berkurangnya funsi taman kota。Penelitian ini bertujuan untuk menganalis, kessusuan vegetasi yang, datan kota Semarang。Metode yang digunakan adalah eksplorasi。Hasil分析关键绩效指标menunjukkan kessuaian vegetasi taman kota三宝垄berkisar antara 56,25% sampai dengan 84,3%。这是一种非常流行的流行文化,包括:苏亚南、苏亚南、苏亚南、苏亚南、苏亚南等。funsi dari tanaman seperti sebagai tanaman peneduh, penyerap polutan, penambah nilai estetika, arak tanam danpengkomposisian tanaman dalam taman juga mempengaruhi kesesaian vegetasi paada taman。kesesaian vegetasi di taman kota三宝垄dapat dikaterorikan sesuai, cuup sesuai和kurang sesuai…
{"title":"Kesesuaian Vegetasi untuk Taman Kota Semarang","authors":"Nana Kariada Tri Martuti, Margareta Rahayuningsih, Khoirunisa Alfirdani","doi":"10.15294/lifesci.v10i2.54444","DOIUrl":"https://doi.org/10.15294/lifesci.v10i2.54444","url":null,"abstract":"Fullfilling of Green Open Spaces through the arrangement of urban parks. Vegetation is an important element of urban parks. The incompatibility of the vegetation can reduce the function of the urban parks. The aim of this research is to analyse the suitability of vegetation in urban parks in Semarang. This research used exploration method. The results of key performance index analysis, show that the suitability of vegetation in urban parks of Semarang ranges from 56.25% to 84.3%. Assessment of vegetation’s suitabilities is influenced by physical characteristics, such as canopy, roots, color of flower, and others. The functions of vegetation such as shade plants, absorbent pollutants, increasing aesthetic value, spacing and composition of vegetation also can affect the suitability of vegetation in urban parks. The vegetation’s suitabilities in urban parks in Semarang can be categorized as compatible, compatible enough, and not compatible. \u0000 \u0000Pemenuhan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) melalui penataan taman kota. Vegetasi merupakan elemen penting penyusun taman kota. Ketidaksesuaian vegetasi penyusun taman dapat menyebabkan berkurangnya fungsi taman kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian vegetasi yang ada di taman kota Semarang. Metode yang digunakan adalah eksplorasi. Hasil analisis key performance index menunjukkan kesesuaian vegetasi di taman kota Semarang berkisar antara 56,25% sampai dengan 84,3%. Penilaian terhadap kesesuaian vegetasi dipengaruhi oleh ciri fisik, seperti tajuk, perakaran, warna bunga dan lainnya. Fungsi dari tanaman seperti sebagai tanaman peneduh, penyerap polutan, penambah nilai estetika, arak tanam dan pengkomposisian tanaman dalam taman juga mempengaruhi kesesuaian vegetasi pada taman. Kesesuaian vegetasi di taman kota Semarang dapat dikategorikan sesuai, cukup sesuai dan kurang sesuai..","PeriodicalId":49909,"journal":{"name":"Life Science Journal","volume":"18 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78028713","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-11-30DOI: 10.15294/lifesci.v10i2.54441
Nadya Audina Nurkhafiya Sadikin, S. H. Bintari, T. Widiatningrum, Pramesti Dewi
Endophytic bacteria are beneficial microorganisms that interact with host plants without causing any interference or damage to plants. Moringa oleifera is a medicinal plant that contains secondary metabolites and has antibacterial properties. The aim of this research is to isolate and characterize endophytic bacteria from Moringa oleifera leaves, and to test the antibacterial activity against pathogenic bacteria (Escherichia coli and Bacillus subtilus). The results of the isolation of Moringa leaf endophytic bacteria (Moringa oleifera) obtained amounted to one isolate. Based on the results of the catalase test, gram staining and spore observation, moringa oleifera leaf endophytic bacteria included in the genus Bacillus. The antibacterial test begins with the production of secondary metabolites of Moringa oleifera leaf endophytic bacteria, measures the rate of bacterial growth and tests the antibacterial activity using the Kirby Bauer method with paper disks. Observational data were analyzed statistically using ANOVA and further tests with Duncan (sig <0.05). Antibacterial activity test results showed that the incubation time of endophytic bacteria affected the growth of Escherichia coli and Bacillus subtilus bacteria. The incubation time of 10 hours showed the highest inhibition zone diameter of Escherichia coli and Bacillus subtilus bacteria respectively of 7.5 mm and 1.8 mm. The formation of inhibitory zones indicates the presence of secondary metabolite compounds from Moringa leaf endophytic bacteria which have an antibacterial effect. Bakteri endofit merupakan mikroorganisme menguntungkan yang berinteraksi dengan tanaman inang tanpa menyebabkan gangguan atau kerusakan pada tanaman. Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman obat yang mengandung metabolit sekunder dan berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri endofit dari daun kelor, serta menguji aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen (Escherichia coli dan Bacillus subtilus). Hasil isolasi bakteri endofit daun kelor (Moringa oleifera) yang diperoleh berjumlah satu isolat. Berdasarkan hasil uji katalase, pewarnaan gram dan pengamatan spora, bakteri endofit daun kelor termasuk ke dalam genus Bacillus. Uji antibakteri dimulai dengan produksi metabolit sekunder bakteri endofit daun kelor, pengukuran laju pertumbuhan bakteri dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode Kirby bauer dengan paper disk. Data hasil pengamatan dianalisis statistik menggunakan ANOVA dan uji lanjut dengan Duncan (sig < 0.05). Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa waktu inkubasi bakteri endofit berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilus. Waktu inkubasi selama 10 jam menunjukan diameter zona hambat tertinggi terhadap bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilus berturut-turut sebesar 7.5 mm dan 1.8 mm. Terbentuknya zona hambat mengindikasikan adanya senyawa metabolit sekunder dari bakte
内生细菌是与寄主植物相互作用而不会对植物造成任何干扰或损害的有益微生物。辣木是一种含有次生代谢物的药用植物,具有抗菌作用。本研究的目的是对辣木叶片的内生细菌进行分离鉴定,并对病原菌(大肠杆菌和亚tilus芽孢杆菌)进行抑菌活性测试。对辣木叶片内生细菌(Moringa oleifera)的分离结果为1株。根据过氧化氢酶测定、革兰氏染色和孢子观察结果,辣木叶片内生细菌属芽孢杆菌。抑菌试验从辣木叶片内生细菌次生代谢产物的产生开始,测定细菌生长速率,用纸盘Kirby Bauer法测定抑菌活性。观察资料采用方差分析和Duncan进一步检验进行统计学分析(sig <0.05)。抑菌活性试验结果表明,内生细菌的培养时间对大肠杆菌和亚tilus芽孢杆菌的生长有影响。培养10 h后,对大肠杆菌和亚tilus芽孢杆菌的最大抑菌带直径分别为7.5 mm和1.8 mm。抑制带的形成表明辣木叶内生细菌中存在具有抗菌作用的次生代谢产物。Bakteri endofit merupakan微生物menguntungkan yang berinteraksi dengan tanaman inang tanpa menyebabkan gangguan atau kerusakan padtanaman。辣木(Moringa oleifera) merupakan tanaman obat yang mengandung的代谢作用与抗细菌作用。Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi和mengkarakterisasi bakteri endofit dari daudkelor, serta mengguji aktivitas抗bakterhadap bakter病原菌(大肠杆菌和芽孢杆菌)。辣木(Moringa oleifera)的研究进展。Berdasarkan hasil uji katalase, pewarnaan gram dan pengamatan spora, bakteri endofit and kelor termasuk ke dalam genus Bacillus。乌吉抗巴氏菌乳剂登干产物的代谢作用是在巴氏菌有益的条件下进行的,企鹅拉朱pertumbuhan巴氏菌乳剂和乌吉抗巴氏菌乳剂蒙古纳坎方法柯比鲍尔登干纸盘。数据采用方差分析(ANOVA),差异有统计学意义(p < 0.05)。巴氏菌活性抗巴氏菌活性抗巴氏菌活性抗巴氏菌活性抗巴氏菌活性抗巴氏菌活性抗巴氏菌活性抗巴氏菌活性抗巴氏菌活性Waktu inkubasi selama 10 jam menunjukan直径带hambat tertinggi terhadap bakteri大肠杆菌和芽孢杆菌subtilus berturut-turut sebes7.5 mm和1.8 mm。Terbentuknya zona hambat menginkasikan adanya senyawa代谢在达氏杆菌的有益作用下,而kelor yang memiliki efek是抗细菌的。
{"title":"Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri dari Bakteri Endofit Daun Kelor (Moringa oleifera)","authors":"Nadya Audina Nurkhafiya Sadikin, S. H. Bintari, T. Widiatningrum, Pramesti Dewi","doi":"10.15294/lifesci.v10i2.54441","DOIUrl":"https://doi.org/10.15294/lifesci.v10i2.54441","url":null,"abstract":"Endophytic bacteria are beneficial microorganisms that interact with host plants without causing any interference or damage to plants. Moringa oleifera is a medicinal plant that contains secondary metabolites and has antibacterial properties. The aim of this research is to isolate and characterize endophytic bacteria from Moringa oleifera leaves, and to test the antibacterial activity against pathogenic bacteria (Escherichia coli and Bacillus subtilus). The results of the isolation of Moringa leaf endophytic bacteria (Moringa oleifera) obtained amounted to one isolate. Based on the results of the catalase test, gram staining and spore observation, moringa oleifera leaf endophytic bacteria included in the genus Bacillus. The antibacterial test begins with the production of secondary metabolites of Moringa oleifera leaf endophytic bacteria, measures the rate of bacterial growth and tests the antibacterial activity using the Kirby Bauer method with paper disks. Observational data were analyzed statistically using ANOVA and further tests with Duncan (sig <0.05). Antibacterial activity test results showed that the incubation time of endophytic bacteria affected the growth of Escherichia coli and Bacillus subtilus bacteria. The incubation time of 10 hours showed the highest inhibition zone diameter of Escherichia coli and Bacillus subtilus bacteria respectively of 7.5 mm and 1.8 mm. The formation of inhibitory zones indicates the presence of secondary metabolite compounds from Moringa leaf endophytic bacteria which have an antibacterial effect. \u0000 \u0000Bakteri endofit merupakan mikroorganisme menguntungkan yang berinteraksi dengan tanaman inang tanpa menyebabkan gangguan atau kerusakan pada tanaman. Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman obat yang mengandung metabolit sekunder dan berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri endofit dari daun kelor, serta menguji aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen (Escherichia coli dan Bacillus subtilus). Hasil isolasi bakteri endofit daun kelor (Moringa oleifera) yang diperoleh berjumlah satu isolat. Berdasarkan hasil uji katalase, pewarnaan gram dan pengamatan spora, bakteri endofit daun kelor termasuk ke dalam genus Bacillus. Uji antibakteri dimulai dengan produksi metabolit sekunder bakteri endofit daun kelor, pengukuran laju pertumbuhan bakteri dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode Kirby bauer dengan paper disk. Data hasil pengamatan dianalisis statistik menggunakan ANOVA dan uji lanjut dengan Duncan (sig < 0.05). Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa waktu inkubasi bakteri endofit berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilus. Waktu inkubasi selama 10 jam menunjukan diameter zona hambat tertinggi terhadap bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilus berturut-turut sebesar 7.5 mm dan 1.8 mm. Terbentuknya zona hambat mengindikasikan adanya senyawa metabolit sekunder dari bakte","PeriodicalId":49909,"journal":{"name":"Life Science Journal","volume":"20 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83335565","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Archana A. Malhari, D. Bhattacharyya, T. Chatterjee, K. Mani, M. Pal
Multifaceted stress factors related to infantry combat vehicle (ICV) operation may be considered as major a source of cognitive workload, which may significantly impact the performance of infantry soldiers. The available literature on the effect of ICV’s operational environment on soldier’s cognitive workload is scanty or mostly unreported. The present study was designed to observe the effect of ICV operation on the i) cognitive workload ii) cognitive performance and iii) to study the association between cognitive workload and performance. Thirty soldiers [mean(SD)age: 31.86(2.9) years, weight: 74.40(7.7) kg, and height: 171.33(3.42) cm] volunteered for this study. Their heart rate (HR), heart rate variability (HRV) and respiratory frequency (RF) were recorded at three time points 00th-05th, 25th-30th and 55th-60th minute during the ICV operation. ‘A’ letter cancellation task (ALCT) was conducted to assess cognitive performance, before and after ICV operation. The internal temperature and relative humidity (RH) of ICV were assessed at same three time-points. Repeated measure ANOVA and Wilcoxon signed ranks test were conducted to observe significant changes in HR, HRV, RF, and cognitive performance. Association between HRV and ALCT was assessed using Pearson’s bivariate correlation. Changes were considered significant when p-value was ≤ 0.05. Significant increase in the HR and RF were observed along with significant decrease in both time and frequency domain of HRV after ICV operation. Similarly, ALCT showed a significant increase in the total and net score, and an increased error score in post-ICV operation. A strong positive correlation was observed between the ICV operation run-trial time and the increasing compartmental temperature (r=0.99) and RH (r=0.89). HRV components showed a negative correlation with ALCT measures. One hour of ICV operation resulted in increased cognitive workload and a significant decrease in the cognitive task performance. Internal temperature and RH of ICV are potential physical stress factors affecting the soldier’s workload and performance.
{"title":"Effect of Combat Vehicle Operation on Cognitive Workload and Performance","authors":"Archana A. Malhari, D. Bhattacharyya, T. Chatterjee, K. Mani, M. Pal","doi":"10.14429/DLSJ.6.16818","DOIUrl":"https://doi.org/10.14429/DLSJ.6.16818","url":null,"abstract":"Multifaceted stress factors related to infantry combat vehicle (ICV) operation may be considered as major a source of cognitive workload, which may significantly impact the performance of infantry soldiers. The available literature on the effect of ICV’s operational environment on soldier’s cognitive workload is scanty or mostly unreported. The present study was designed to observe the effect of ICV operation on the i) cognitive workload ii) cognitive performance and iii) to study the association between cognitive workload and performance. Thirty soldiers [mean(SD)age: 31.86(2.9) years, weight: 74.40(7.7) kg, and height: 171.33(3.42) cm] volunteered for this study. Their heart rate (HR), heart rate variability (HRV) and respiratory frequency (RF) were recorded at three time points 00th-05th, 25th-30th and 55th-60th minute during the ICV operation. ‘A’ letter cancellation task (ALCT) was conducted to assess cognitive performance, before and after ICV operation. The internal temperature and relative humidity (RH) of ICV were assessed at same three time-points. Repeated measure ANOVA and Wilcoxon signed ranks test were conducted to observe significant changes in HR, HRV, RF, and cognitive performance. Association between HRV and ALCT was assessed using Pearson’s bivariate correlation. Changes were considered significant when p-value was ≤ 0.05. Significant increase in the HR and RF were observed along with significant decrease in both time and frequency domain of HRV after ICV operation. Similarly, ALCT showed a significant increase in the total and net score, and an increased error score in post-ICV operation. A strong positive correlation was observed between the ICV operation run-trial time and the increasing compartmental temperature (r=0.99) and RH (r=0.89). HRV components showed a negative correlation with ALCT measures. One hour of ICV operation resulted in increased cognitive workload and a significant decrease in the cognitive task performance. Internal temperature and RH of ICV are potential physical stress factors affecting the soldier’s workload and performance.","PeriodicalId":49909,"journal":{"name":"Life Science Journal","volume":"6 1","pages":"177-186"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49341871","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}