Haerul Syam, Nur Magfirah, Muhammad Agung Ramadhan, None Hapsari
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA Muhammadiyah Pangkajene tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini merupakan penelitian kelompok yang melibatkan 14 siswa kelas X SMA Muhammadiyah Pangkajene. Instrumennya adalah tes yang terdiri dari 5 soal. Hasil observasi terhadap hasil belajar yang diperoleh dengan penerapan model pembelajaran discovery learning mencapai 68% yaitu. 8 siswa dari 14 menyelesaikan studi mereka. Hasil observasi hasil belajar komprehensif kedua mencapai 76% yaitu. 11 dari 14 siswa menyelesaikan studinya. Berdasarkan hasil siklus I dan II disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA Muhammadiyah Pangkajene tahun ajaran 2022/2023.
{"title":"Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Discovert Learning Di Kelas X SMA Muhammadiyah Pangkajene","authors":"Haerul Syam, Nur Magfirah, Muhammad Agung Ramadhan, None Hapsari","doi":"10.56983/jgps.v1i4.896","DOIUrl":"https://doi.org/10.56983/jgps.v1i4.896","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA Muhammadiyah Pangkajene tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini merupakan penelitian kelompok yang melibatkan 14 siswa kelas X SMA Muhammadiyah Pangkajene. Instrumennya adalah tes yang terdiri dari 5 soal. Hasil observasi terhadap hasil belajar yang diperoleh dengan penerapan model pembelajaran discovery learning mencapai 68% yaitu. 8 siswa dari 14 menyelesaikan studi mereka. Hasil observasi hasil belajar komprehensif kedua mencapai 76% yaitu. 11 dari 14 siswa menyelesaikan studinya. Berdasarkan hasil siklus I dan II disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA Muhammadiyah Pangkajene tahun ajaran 2022/2023.","PeriodicalId":127979,"journal":{"name":"Guru Pencerah Semesta","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135083544","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca siswa. Adapun rumusan masalahnya bagaimanakah penerapan permainan kartu kata untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan permainan kartu kata untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, dimana tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dengan tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Fokus penelitian adalah penerapan permainan kartu kata dan kemampuan membaca nyaring. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah guru dan seluruh siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II yang berjumlah 27 orang pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang dicapai pada siklus I yaitu berada pada kategori cukup dan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan kartu kata dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II.
{"title":"Penerapan Permainan Kartu Kata Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II","authors":"Nurul Muthia Rany, None Nudiawati, Ade Irma Suriani","doi":"10.56983/jgps.v1i4.796","DOIUrl":"https://doi.org/10.56983/jgps.v1i4.796","url":null,"abstract":"Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca siswa. Adapun rumusan masalahnya bagaimanakah penerapan permainan kartu kata untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan permainan kartu kata untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, dimana tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dengan tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Fokus penelitian adalah penerapan permainan kartu kata dan kemampuan membaca nyaring. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah guru dan seluruh siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II yang berjumlah 27 orang pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang dicapai pada siklus I yaitu berada pada kategori cukup dan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan kartu kata dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II.","PeriodicalId":127979,"journal":{"name":"Guru Pencerah Semesta","volume":"64 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135083546","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nur Indah Sari, None Herlina, None Karmila, None Sulkifli
Lingkungan didaerah bisa menjadi pemanfaatan objek wisata sebagai sumber pembelajaran. Salah satu dampak oleh adanya objek wisata yaitu berupa pertukaran ilmu pengetahuan. Dengan memanfaatkan lingkungan berupa objek wisata sebagai sumber pembelajaran dapat menyebabkan siswa membantu menjaga kelestarian alam dan budaya, meningkatakn rasa cinta dan peduli siswa terhadap lingkungan, siswa mampu membuka wawasan baru tentang dunia luar, serta siswa dapat merasakan pembelajaran yang menarik, kreatif dan tidak membosankan. Ada banyak sekali objek wisata yang bisa dijadikan tempat untuk belajar langsung di lingkungannya dengan cara mengamati, mencari tau, menggambarkan, dan membandingkan berbagai hal yang ada di lingkungan sekitar. Hal itu dapat mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki siswa SMK NEGERI 9 PANGKEP. Lingkungan alam di daerah Pangkep memiliki Pegunungan indah, bukit-bukit yang menawan, serta ada pula air terjun yang menyimpan sumber mata air yang sejuk. Di Daerah Pangkep begitu banyak objek wisata yang unik dan khas sehingga begitu menarik untuk dijadikan sumber belajar. Kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris siswa pariwisata diarahkan untuk mengunjungi objek wisata yang ada di daerahnya, sehingga siswa dapat lebih mengenal objek wisata yang ada didaerahnya dan dapat memperkenalkan objek wisata mereka bukan hanya kepada masyarakat lokal, tapi dengan kemampuan mempelajari bahasa inggris dalam memperkenalkan objek wisata di daerahnya, diharapkan siswa dapat memperkenalkan objek wisata di daerahnya kepada masyarakat luar.
{"title":"Pemanfaatan Lingkungan Alam Sebagai Sumber Pembelajaran","authors":"Nur Indah Sari, None Herlina, None Karmila, None Sulkifli","doi":"10.56983/jgps.v1i4.723","DOIUrl":"https://doi.org/10.56983/jgps.v1i4.723","url":null,"abstract":"Lingkungan didaerah bisa menjadi pemanfaatan objek wisata sebagai sumber pembelajaran. Salah satu dampak oleh adanya objek wisata yaitu berupa pertukaran ilmu pengetahuan. Dengan memanfaatkan lingkungan berupa objek wisata sebagai sumber pembelajaran dapat menyebabkan siswa membantu menjaga kelestarian alam dan budaya, meningkatakn rasa cinta dan peduli siswa terhadap lingkungan, siswa mampu membuka wawasan baru tentang dunia luar, serta siswa dapat merasakan pembelajaran yang menarik, kreatif dan tidak membosankan. Ada banyak sekali objek wisata yang bisa dijadikan tempat untuk belajar langsung di lingkungannya dengan cara mengamati, mencari tau, menggambarkan, dan membandingkan berbagai hal yang ada di lingkungan sekitar. Hal itu dapat mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki siswa SMK NEGERI 9 PANGKEP. Lingkungan alam di daerah Pangkep memiliki Pegunungan indah, bukit-bukit yang menawan, serta ada pula air terjun yang menyimpan sumber mata air yang sejuk. Di Daerah Pangkep begitu banyak objek wisata yang unik dan khas sehingga begitu menarik untuk dijadikan sumber belajar. Kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris siswa pariwisata diarahkan untuk mengunjungi objek wisata yang ada di daerahnya, sehingga siswa dapat lebih mengenal objek wisata yang ada didaerahnya dan dapat memperkenalkan objek wisata mereka bukan hanya kepada masyarakat lokal, tapi dengan kemampuan mempelajari bahasa inggris dalam memperkenalkan objek wisata di daerahnya, diharapkan siswa dapat memperkenalkan objek wisata di daerahnya kepada masyarakat luar.","PeriodicalId":127979,"journal":{"name":"Guru Pencerah Semesta","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135083694","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Usia dini merupakan usia yang paling penting, karena pada usia tersebut merupakan awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang membawa ke arah kehidupan selanjutnya. Dengan perhatian dan kesadaran terhadap pendidikan anak sejak usia dini khususnya pendidikan tentang agama akan memberikan dampak yang positif bagi kehidupan mereka. Apabila nilai-nilai agama telah tertanam kuat pada diri seorang anak maka mereka akan tumbuh dan berkembang dengan memiliki kemampuan untuk mencegah dan menangkal serta membentengi diri mereka dari berbagai pengaruh yang negatif. Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini berusaha melihat secara mendalam dan memaparkan pelaksanaan penanaman nilai-nilai agama Islam kepada anak usia dini di TK Aisyiyah 1 Mattoanging Pangkep. Sumber data yang diperoleh adalah melalui orang yang diamati atau orang yang diwawancarai yang meliputi pengurus yayasan, guru, peserta didik, orangtua, dan pihak yang terkait dalam penelitian di TK Aisyiyah 1 Mattoanging Pangkep. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Adapun nilai-nilai yang ditanamkan pada pendidikan anak usia dini di TK Aisyiyah 1 Mattoanging adalah nilai aqidah, syari’ah (ibadah) dan akhlak.Semua itu tercover dalam beberapa materi, yaitu aqidah, fiqh, akhlak, asmaul husna, do’a harian,hadis pilihan, sejarah islam dan muhammadiyah, membaca al-Qur’an. Hal ini berarti bahwa TK Aisyiyah 1 Mattoanging telah mengajarkan semua dimensi ajaran agama Islam yang sesuai dengan ajaran islam dan muhammadiyah. Di TK Aisyiyah 1 Mattoanging, dalam menanamkan nilai agama anak usia dini menggunakan metode bercerita, bernyanyi,bersajak/syair, hadist, sejarah islam dan sejarah muhammadiyah, serta pembiasaan atau heart start. TK Aisyiyah 1 Mattoanging telah mengajarkan semua tentang ajaran menurut syariat islam beserta dengan tuntunan ajaran Muhammadiyah.
{"title":"Penanaman Nilai-Nilai Agama Islam Pada Anak Usia Dini Di Tk Aisyiyah 1 Mattoanging","authors":"Uswatun Hasanah, None Nurfitriana, None Handayani, None Musfira","doi":"10.56983/jgps.v1i4.725","DOIUrl":"https://doi.org/10.56983/jgps.v1i4.725","url":null,"abstract":"Usia dini merupakan usia yang paling penting, karena pada usia tersebut merupakan awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang membawa ke arah kehidupan selanjutnya. Dengan perhatian dan kesadaran terhadap pendidikan anak sejak usia dini khususnya pendidikan tentang agama akan memberikan dampak yang positif bagi kehidupan mereka. Apabila nilai-nilai agama telah tertanam kuat pada diri seorang anak maka mereka akan tumbuh dan berkembang dengan memiliki kemampuan untuk mencegah dan menangkal serta membentengi diri mereka dari berbagai pengaruh yang negatif. Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini berusaha melihat secara mendalam dan memaparkan pelaksanaan penanaman nilai-nilai agama Islam kepada anak usia dini di TK Aisyiyah 1 Mattoanging Pangkep. Sumber data yang diperoleh adalah melalui orang yang diamati atau orang yang diwawancarai yang meliputi pengurus yayasan, guru, peserta didik, orangtua, dan pihak yang terkait dalam penelitian di TK Aisyiyah 1 Mattoanging Pangkep. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Adapun nilai-nilai yang ditanamkan pada pendidikan anak usia dini di TK Aisyiyah 1 Mattoanging adalah nilai aqidah, syari’ah (ibadah) dan akhlak.Semua itu tercover dalam beberapa materi, yaitu aqidah, fiqh, akhlak, asmaul husna, do’a harian,hadis pilihan, sejarah islam dan muhammadiyah, membaca al-Qur’an. Hal ini berarti bahwa TK Aisyiyah 1 Mattoanging telah mengajarkan semua dimensi ajaran agama Islam yang sesuai dengan ajaran islam dan muhammadiyah. Di TK Aisyiyah 1 Mattoanging, dalam menanamkan nilai agama anak usia dini menggunakan metode bercerita, bernyanyi,bersajak/syair, hadist, sejarah islam dan sejarah muhammadiyah, serta pembiasaan atau heart start. TK Aisyiyah 1 Mattoanging telah mengajarkan semua tentang ajaran menurut syariat islam beserta dengan tuntunan ajaran Muhammadiyah.","PeriodicalId":127979,"journal":{"name":"Guru Pencerah Semesta","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135083695","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Umar Syam, None Ansyar, Sri Wahyuni Ramadhani, None Muhajir
Berdasarkan data di lapangan, motivasi dan hasil belajar PPKn peserta didik SMA Negeri 20 Pangkep Kelas X IPS 2 masih tergolong rendah/ada data, hal ini dapat terlihat dari konsentrasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran PPKn kurang semangat, peserta didik mudah sekali melupakan konsep yang baru diterima, banyak peserta didik yang tidak memperhatikan penjelasan guru dikarenakan metode guru selama ini konvensional, strategi pembelajaran yang dilakukan berpusat pada guru sehingga peserta didik cenderung pasif dan merasa bosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IPS 2 SMA Negeri 20 Pangkep dengan Implementasi Discovery Learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus dilaksanakan 4 pertemuan dan setelah siklus 1 selesai dilaksanakan tes hasil belajar dan refleksi yang digunakan untuk tindak lanjut pada siklus 2 dan setelah dilaksanakan siklus 2 hasil penelitian dilakukan análisis data. Hasil penelitian bahwa Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas peserta didik dan hasil belajar PPKn peserta didik kelas X IPS 1 tahun pelajaran 2022/2023. Hasil observasi pada siklus 1 menunjukkan persentase aktivitas mahasiswa mencapai 75%, persentase aktivitas peserta didik mencapai 51.6%, dan perolehan hasil belajar peserta didik adalah 57,14% peserta didik yang tuntas. Pada siklus 2, perolehan persentase keterlaksanaan aktivitas guru mencapai 85%, aktivitas peserta didik sebesar 82,7%, dan perolehan hasil belajar peserta didik adalah 85,71% peserta didik yang tuntas. Pada siklus 1 masih terdapat 15 peserta didik yang hasil belajarnya di bawah KKM (tidak tuntas), sedangkan pada siklus 2 terdapat 5 peserta didik yang tidak tuntas. Keaktifan peserta didik dalam bertanya dan berdiskusi juga mengalami peningkatan. Saran hasil penelitian adalah diharapkan kepada para guru untuk menerapkan Discovery Learning dalam proses pembelajaran. Dalam Implementasi Discovery Learning , perlu diperhatikan tentang kemampuan guru dalam memotivasi peserta didik dan memberikan stimulus sehingga peserta didik terpancing untuk mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran.
根据场上,动机和结果数据PPKn学习者高中留学20 Pangkep IPS X - 2仍然属于低班有集中的数据,这可能看起来学习者学习遵循中学习者PPKn缺乏热情,很容易忘记新接受的概念,很多学习者不注意老师的解释是因为老师在这段时间里,传统的方法,学习策略以教师为中心,使学习者倾向于被动和无聊。本研究的目的是提高美国国家高中X ip 2班学生的学习成绩,并实施探索学习。这项研究是一个连续两个周期的课堂动作研究。每个周期进行4次会议,在第一个周期完成后,进行用于跟踪2个周期的学习结果和反射测试,并进行2个研究周期进行数据分析。这项研究发现,实现探索学习模式可以增加教师活动、学习者活动和学生学习成果,这是X年IPS 1课2022/2023。第一个周期的观察显示,学生活动的百分比为75%,学习者活动的百分比为51.6%,学习者研究结果为57.14%。在第2周期中,教师参与率达到85%,学习者活动达到82.7%,学习者学习成绩为85.71%。在第一个周期中,仍有15名学习者的学习成绩低于公里(未完成),而在第2个周期中,有5个未完成的学习者。学习者提问和讨论的活跃程度也在增加。研究结果的建议是,教师希望在学习过程中应用探索学习。在探索学习的实现中,应该注意教师在激励学习者和提供刺激,使学习者在学习中提出问题方面的能力。
{"title":"Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran PPKN Pada Siswa Kelas Ips 1 SMAN 20 Pangkep","authors":"Umar Syam, None Ansyar, Sri Wahyuni Ramadhani, None Muhajir","doi":"10.56983/jgps.v1i4.632","DOIUrl":"https://doi.org/10.56983/jgps.v1i4.632","url":null,"abstract":"Berdasarkan data di lapangan, motivasi dan hasil belajar PPKn peserta didik SMA Negeri 20 Pangkep Kelas X IPS 2 masih tergolong rendah/ada data, hal ini dapat terlihat dari konsentrasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran PPKn kurang semangat, peserta didik mudah sekali melupakan konsep yang baru diterima, banyak peserta didik yang tidak memperhatikan penjelasan guru dikarenakan metode guru selama ini konvensional, strategi pembelajaran yang dilakukan berpusat pada guru sehingga peserta didik cenderung pasif dan merasa bosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IPS 2 SMA Negeri 20 Pangkep dengan Implementasi Discovery Learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus dilaksanakan 4 pertemuan dan setelah siklus 1 selesai dilaksanakan tes hasil belajar dan refleksi yang digunakan untuk tindak lanjut pada siklus 2 dan setelah dilaksanakan siklus 2 hasil penelitian dilakukan análisis data. Hasil penelitian bahwa Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas peserta didik dan hasil belajar PPKn peserta didik kelas X IPS 1 tahun pelajaran 2022/2023. Hasil observasi pada siklus 1 menunjukkan persentase aktivitas mahasiswa mencapai 75%, persentase aktivitas peserta didik mencapai 51.6%, dan perolehan hasil belajar peserta didik adalah 57,14% peserta didik yang tuntas. Pada siklus 2, perolehan persentase keterlaksanaan aktivitas guru mencapai 85%, aktivitas peserta didik sebesar 82,7%, dan perolehan hasil belajar peserta didik adalah 85,71% peserta didik yang tuntas. Pada siklus 1 masih terdapat 15 peserta didik yang hasil belajarnya di bawah KKM (tidak tuntas), sedangkan pada siklus 2 terdapat 5 peserta didik yang tidak tuntas. Keaktifan peserta didik dalam bertanya dan berdiskusi juga mengalami peningkatan. Saran hasil penelitian adalah diharapkan kepada para guru untuk menerapkan Discovery Learning dalam proses pembelajaran. Dalam Implementasi Discovery Learning , perlu diperhatikan tentang kemampuan guru dalam memotivasi peserta didik dan memberikan stimulus sehingga peserta didik terpancing untuk mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran.","PeriodicalId":127979,"journal":{"name":"Guru Pencerah Semesta","volume":"68 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135083547","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
None Lidia, Fitriani M, Siti Sahwin, Muhamad Yusril
Perkembangan motorik halus anak Kelompok B Usia 5-6 tahun TK Negeri Pembina Bungoro Tahun pelajaran 2022/2023 menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus yang dimiliki anak masih kurang berkembang. Terlihat dalam kegiatan menggunting, mewarnai, menulis dan sebagainya masih ada yang memerlukan bantuan guru dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, contohnya ketika mewarnai anak masih kaku dalam memegang penwarna dan mewarnai gambar yang diberikan oleh guru, yang perkembangan motorik halus anak belum terlalu berkembang dengan baik. metode penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model demonstrasi, Upaya mengatasi lambatnya perkembangan motoric halus anak usia dini kelompok B di TK Negeri Pembina Bungoro peneliti melakukan kegiatan menganyam dengan kertas origami. Pada siklus 1 kegiatan menganyam menggunakan kertas origami dan berkembang pada setiap siklus yang dimana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan, perkembangan motoric halus anak belum berkembang (BB) 6 anak atau 33,3%, mulai berkembang (MB) 7 anak atau 38,8%, dan berkembang sesuai harapan (BSH) 5 anak atau 27,7% pada siklus I pertemuan pertama dan meningkat pada siklus I pertemua kedua. Lalu pada siklus II kemampuan motorik halus anak semakin meningkat dapat dilihat pada pertemuan pertama siklus II pada pertemuan pertama kategori anak belum berkembang (BB) menjadi 3 anak atau 16,6%, pada kategori mulai berkembang (MB) 4 anak atau 22,2%, kemuadian berkembang sesuai harapan (BSH) 6 anak atau 33,3%, dan pada kategori berkembang sangat baik (BSB) ada 5 anak atau 27,7%. Dan pada siklus II pertemuan kedua dapat dilihat anak-anak sudah memiliki kemajuan pesat dimana pada (BB) dan (MB) sudah tidak ada dan pada (BSH) menjadi 11 anak atau 61,1% dan (BSB) 7 anak atau 38,9%.
{"title":"Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Menganyam Pada Kelompok B TK Negeri Pembina Bungoro","authors":"None Lidia, Fitriani M, Siti Sahwin, Muhamad Yusril","doi":"10.56983/jgps.v1i4.706","DOIUrl":"https://doi.org/10.56983/jgps.v1i4.706","url":null,"abstract":"Perkembangan motorik halus anak Kelompok B Usia 5-6 tahun TK Negeri Pembina Bungoro Tahun pelajaran 2022/2023 menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus yang dimiliki anak masih kurang berkembang. Terlihat dalam kegiatan menggunting, mewarnai, menulis dan sebagainya masih ada yang memerlukan bantuan guru dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, contohnya ketika mewarnai anak masih kaku dalam memegang penwarna dan mewarnai gambar yang diberikan oleh guru, yang perkembangan motorik halus anak belum terlalu berkembang dengan baik. metode penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model demonstrasi, Upaya mengatasi lambatnya perkembangan motoric halus anak usia dini kelompok B di TK Negeri Pembina Bungoro peneliti melakukan kegiatan menganyam dengan kertas origami. Pada siklus 1 kegiatan menganyam menggunakan kertas origami dan berkembang pada setiap siklus yang dimana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan, perkembangan motoric halus anak belum berkembang (BB) 6 anak atau 33,3%, mulai berkembang (MB) 7 anak atau 38,8%, dan berkembang sesuai harapan (BSH) 5 anak atau 27,7% pada siklus I pertemuan pertama dan meningkat pada siklus I pertemua kedua. Lalu pada siklus II kemampuan motorik halus anak semakin meningkat dapat dilihat pada pertemuan pertama siklus II pada pertemuan pertama kategori anak belum berkembang (BB) menjadi 3 anak atau 16,6%, pada kategori mulai berkembang (MB) 4 anak atau 22,2%, kemuadian berkembang sesuai harapan (BSH) 6 anak atau 33,3%, dan pada kategori berkembang sangat baik (BSB) ada 5 anak atau 27,7%. Dan pada siklus II pertemuan kedua dapat dilihat anak-anak sudah memiliki kemajuan pesat dimana pada (BB) dan (MB) sudah tidak ada dan pada (BSH) menjadi 11 anak atau 61,1% dan (BSB) 7 anak atau 38,9%.","PeriodicalId":127979,"journal":{"name":"Guru Pencerah Semesta","volume":"2014 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135083549","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Media pembelajaran dalam kelas sangat berpengaruh bagi siswa dalam keberhasilan penguasaan materi pelajaran. Maka dari itu, sangat diharapkan kepada guru untuk menggunakan media yang menarik dalam pembelajaran, khususnya peningkatan penguasaan kosakata. Karena ini menjadi salah satu masalah yang seharusnya diatasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan apakah Quizizz mampu meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa atau tidak. Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah kelas X IPS 1 SMAN 9 Pangkep, tahun ajaran 2022 / 2023 yang berjumlah 13 siswa. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang masing - masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sedangkan teknis analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang digunakan ada dua yaitu lembar observasi dan tes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan dari pra siklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Hal ini bisa dilihat dari nilai rata - rata tes diagnostik adalah 52,6, siklus I adalah 68,4, dan siklus II adalah 77,6. Selain itu, perhatian dan motivasi siswa terbantu dengan menggunakan Quizizz karena kuis yang diberikan melalui aplikasi Quizizz berbasis game. Namun, keterbatasan fasilitas dan Wi-Fi di sekolah menjadi penghambat dalam penggunaannya.
{"title":"Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Siswa Melalui Media Pembelajaran Quizizz Kuis Di Kelas X IPS 1 SMA Negeri 9 Pangkep","authors":"None Lisda, Justika Sukri, Herlina Daddi, None Misrawati","doi":"10.56983/jgps.v1i4.641","DOIUrl":"https://doi.org/10.56983/jgps.v1i4.641","url":null,"abstract":"Media pembelajaran dalam kelas sangat berpengaruh bagi siswa dalam keberhasilan penguasaan materi pelajaran. Maka dari itu, sangat diharapkan kepada guru untuk menggunakan media yang menarik dalam pembelajaran, khususnya peningkatan penguasaan kosakata. Karena ini menjadi salah satu masalah yang seharusnya diatasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan apakah Quizizz mampu meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa atau tidak. Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah kelas X IPS 1 SMAN 9 Pangkep, tahun ajaran 2022 / 2023 yang berjumlah 13 siswa. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang masing - masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sedangkan teknis analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang digunakan ada dua yaitu lembar observasi dan tes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan dari pra siklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Hal ini bisa dilihat dari nilai rata - rata tes diagnostik adalah 52,6, siklus I adalah 68,4, dan siklus II adalah 77,6. Selain itu, perhatian dan motivasi siswa terbantu dengan menggunakan Quizizz karena kuis yang diberikan melalui aplikasi Quizizz berbasis game. Namun, keterbatasan fasilitas dan Wi-Fi di sekolah menjadi penghambat dalam penggunaannya.","PeriodicalId":127979,"journal":{"name":"Guru Pencerah Semesta","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135083543","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca siswa. Adapun rumusan masalahnya bagaimanakah penerapan permainan kartu kata untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan permainan kartu kata untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, dimana tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dengan tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Fokus penelitian adalah penerapan permainan kartu kata dan kemampuan membaca nyaring. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah guru dan seluruh siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II yang berjumlah 27 orang pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang dicapai pada siklus I yaitu berada pada kategori cukup dan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan kartu kata dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II.
{"title":"Penerapan Permainan Kartu Kata Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II","authors":"Nurul Muthia Rany, None Nudiawati, Ade Irma Suriani","doi":"10.56983/jgps.v1i4.635","DOIUrl":"https://doi.org/10.56983/jgps.v1i4.635","url":null,"abstract":"Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca siswa. Adapun rumusan masalahnya bagaimanakah penerapan permainan kartu kata untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan permainan kartu kata untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, dimana tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dengan tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Fokus penelitian adalah penerapan permainan kartu kata dan kemampuan membaca nyaring. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah guru dan seluruh siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II yang berjumlah 27 orang pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang dicapai pada siklus I yaitu berada pada kategori cukup dan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan kartu kata dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II UPTS SD Negeri 28 Tumampua II.","PeriodicalId":127979,"journal":{"name":"Guru Pencerah Semesta","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135083550","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Keberadaan media pembelajaran dalam suatu proses pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan efektifitas proses komunikasi dan mempermudah proses penyampaian ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh guru kepada siswa. Powtoon yang menjadi variabel pada penelitian, dikarenakan Software ini masih tergolong jarang digunakan oleh guru dibandingkan dengan media berbasis powerpoint. Padahal powtoon ini dipandang sangat bisa diterapkan dalam bidang studi Infromatika di SMA Negeri 11 Pangkep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar siswa dengan memanfaatkan media pembelajaran Powtoon pada mata pelajaran informatika kelas X Habibie di SMA Negeri 11 Pangkep. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu One Group Pretest-Posttest, dimana penelitian dilakukan dengan membandingkan keadaan sebelum dan sesudah pembelajaran. Dalam desain penelitian ini kelas eskperimen diberi tes awal (pretest) pada awal pertemuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa sebelum diberikan pembelajaran Informatika dengan menggunakan media pembelajaran Powtoon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran powtoon berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Terlihat dari hasil belajar yang berkategori tuntas dengan menunjukkan nilai posttest siswa setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan Powtoon pada mata pelajaran Informatika bahwa hanya 1 siswa atau dengan presentase 2.85% dengan dengan kategori tidak tuntas dan terdapat presentase 97,15% atau 34 siswa dengan kategori tuntas.
{"title":"Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Powtoon Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Informatika Kelas X SMA NEGERI 11 Pangkep","authors":"None Fitriyani, None Rahma, None Munirah","doi":"10.56983/jgps.v1i4.671","DOIUrl":"https://doi.org/10.56983/jgps.v1i4.671","url":null,"abstract":"Keberadaan media pembelajaran dalam suatu proses pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan efektifitas proses komunikasi dan mempermudah proses penyampaian ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh guru kepada siswa. Powtoon yang menjadi variabel pada penelitian, dikarenakan Software ini masih tergolong jarang digunakan oleh guru dibandingkan dengan media berbasis powerpoint. Padahal powtoon ini dipandang sangat bisa diterapkan dalam bidang studi Infromatika di SMA Negeri 11 Pangkep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar siswa dengan memanfaatkan media pembelajaran Powtoon pada mata pelajaran informatika kelas X Habibie di SMA Negeri 11 Pangkep. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu One Group Pretest-Posttest, dimana penelitian dilakukan dengan membandingkan keadaan sebelum dan sesudah pembelajaran. Dalam desain penelitian ini kelas eskperimen diberi tes awal (pretest) pada awal pertemuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa sebelum diberikan pembelajaran Informatika dengan menggunakan media pembelajaran Powtoon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran powtoon berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Terlihat dari hasil belajar yang berkategori tuntas dengan menunjukkan nilai posttest siswa setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan Powtoon pada mata pelajaran Informatika bahwa hanya 1 siswa atau dengan presentase 2.85% dengan dengan kategori tidak tuntas dan terdapat presentase 97,15% atau 34 siswa dengan kategori tuntas.","PeriodicalId":127979,"journal":{"name":"Guru Pencerah Semesta","volume":"131 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135083697","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan desain model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Pangkep. Kendala yang dihadapi guru dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah saat menulis teks eksplanasi untuk pembelajaran XI SMA Negeri 3 Pangkep Penelitian ini dilakukan dengan guru dan siswa di kelas XI SMA Negeri 3 Pangkep. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. information yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, hasil penelitian ini adalah Guru merencanakan model pembelajaran berbasis masalah berupa RPP berdasarkan isi mata kuliah 2013;Guru menerapkan model pembelajaran berbasis masalah yang sesuai dengan sintaks masalah di dalam Pembelajaran Berbasis Masalah. Hambatan yang ditemui atau ditemui guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah untuk belajar menulis teks eksplanasi berasal dari pengalaman guru dalam mengidentifikasi topik yang menarik dan kemampuan guru dalam mengatur waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran, karena model pembelajaran ini membutuhkan waktu yang lebih lama dari sisi siswa yang memang membutuhkan perhatian lebih untuk menggambarkan perbedaan kemampuan siswa. Kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa menjadi kendala yang sangat sulit bagi guru karena version pembelajaran berbasis masalah menuntut siswa untuk dapat berpikir kritis.
{"title":"Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI UPT SMAN 3 Pangkep","authors":"Lulu Putri, Muhammad Ryas Wijaya","doi":"10.56983/jgps.v1i4.626","DOIUrl":"https://doi.org/10.56983/jgps.v1i4.626","url":null,"abstract":"Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan desain model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Pangkep. Kendala yang dihadapi guru dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah saat menulis teks eksplanasi untuk pembelajaran XI SMA Negeri 3 Pangkep Penelitian ini dilakukan dengan guru dan siswa di kelas XI SMA Negeri 3 Pangkep. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. information yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, hasil penelitian ini adalah Guru merencanakan model pembelajaran berbasis masalah berupa RPP berdasarkan isi mata kuliah 2013;Guru menerapkan model pembelajaran berbasis masalah yang sesuai dengan sintaks masalah di dalam Pembelajaran Berbasis Masalah. Hambatan yang ditemui atau ditemui guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah untuk belajar menulis teks eksplanasi berasal dari pengalaman guru dalam mengidentifikasi topik yang menarik dan kemampuan guru dalam mengatur waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran, karena model pembelajaran ini membutuhkan waktu yang lebih lama dari sisi siswa yang memang membutuhkan perhatian lebih untuk menggambarkan perbedaan kemampuan siswa. Kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa menjadi kendala yang sangat sulit bagi guru karena version pembelajaran berbasis masalah menuntut siswa untuk dapat berpikir kritis.","PeriodicalId":127979,"journal":{"name":"Guru Pencerah Semesta","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135083696","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}