Pub Date : 2023-05-15DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.1012
Fenti Hasnani, Elsye Rahmawati, S. Suryati
Hipertensi merupakan penyakit menahun yang umum terjadi baik dinegara maju maupun Negara berkembang. Permasalahan ini perlu diperhatikan mengingat penyakit hipertensi menempati kasus tertinggi. Penyebab utama penyakit hipertensi yaitu faktor genetika, perilaku dan gaya hidup. Kesadaran yang rendah pada penanganan hipertensi menjadi penyebab utama dalam terjadinya komplikasi hipertensi. Angka kejadian hipertensi masih tinggi bahkan kunjungan posbindu terbanyak adalah penderita hipertensi. Para anggota Posbindu ini juga kurang memahami dampak jangka Panjang hipertensi seperti stroke. Tujuan dalam pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai upaya pencegahan komplikasi hipertensi pada masa pandemic covid-19. Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah kader Posbindu. Metode pelaksanaan: kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode ceramah dan tanya jawab, penyuluhan serta dengan media leaflet serta pemeriksaan tekanan darah. Hasil: edukasi tentang komplikasi hipertensi yang dilakukan secara rutin pada masyarakat sangat membantu dalam menurunkan angka resiko komplikasi hipertensi.
{"title":"UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI HIPERTENSI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI POSBINDU","authors":"Fenti Hasnani, Elsye Rahmawati, S. Suryati","doi":"10.36082/gemakes.v3i1.1012","DOIUrl":"https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i1.1012","url":null,"abstract":"Hipertensi merupakan penyakit menahun yang umum terjadi baik dinegara maju maupun Negara berkembang. Permasalahan ini perlu diperhatikan mengingat penyakit hipertensi menempati kasus tertinggi. Penyebab utama penyakit hipertensi yaitu faktor genetika, perilaku dan gaya hidup. Kesadaran yang rendah pada penanganan hipertensi menjadi penyebab utama dalam terjadinya komplikasi hipertensi. Angka kejadian hipertensi masih tinggi bahkan kunjungan posbindu terbanyak adalah penderita hipertensi. Para anggota Posbindu ini juga kurang memahami dampak jangka Panjang hipertensi seperti stroke. Tujuan dalam pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai upaya pencegahan komplikasi hipertensi pada masa pandemic covid-19. Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah kader Posbindu. Metode pelaksanaan: kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode ceramah dan tanya jawab, penyuluhan serta dengan media leaflet serta pemeriksaan tekanan darah. Hasil: edukasi tentang komplikasi hipertensi yang dilakukan secara rutin pada masyarakat sangat membantu dalam menurunkan angka resiko komplikasi hipertensi.","PeriodicalId":138833,"journal":{"name":"GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"07 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129798119","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-05-15DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.1022
Erna Kristinawati, I. W. Getas, Ershandi Resnhaleksmana, Yuli Laraeni
Hipertensi merupakan keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik ? 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ? 90 mmHg pada pemeriksaan yang berulang Hipertensi tidak langsung menimbulkan efek mematikan pada penderitanya, tetapi hipertensi memicu terjadinya penyakit lain. Hasil survei pendahuluan menunjukkan bahwa pedagang gorengan menggunakan minyak goreng bekas (jelantah) sehingga radikal bebas dan risiko terjadinya hipertensi. Perilaku pedagang gorengan membuang limbah minyak jelantah secara sembarangan bisa berdampak pada kesehatan lingkungan. Perilaku –perilaku diatas merupakan salah satu faktor penyebab tingginya insiden hipertensi. Solusi yang ditawarkan untuk merubah perilaku-perilaku tersebut antara lain melalui edukasi, pelatihan dan pendampingan serta praktikum secara langsung pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun cuci piring dan lilin aromaterapi untuk menghindari risiko hipertensi dan memberikan dampak peningkatan ekonomi warga dari hasil penjualan produk yang dihasilkan.
{"title":"KAMPUNG SEHAT “SI MELI” MELALUI PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN INSIDEN HIPERTENSI","authors":"Erna Kristinawati, I. W. Getas, Ershandi Resnhaleksmana, Yuli Laraeni","doi":"10.36082/gemakes.v3i1.1022","DOIUrl":"https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i1.1022","url":null,"abstract":"Hipertensi merupakan keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik ? 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ? 90 mmHg pada pemeriksaan yang berulang Hipertensi tidak langsung menimbulkan efek mematikan pada penderitanya, tetapi hipertensi memicu terjadinya penyakit lain. Hasil survei pendahuluan menunjukkan bahwa pedagang gorengan menggunakan minyak goreng bekas (jelantah) sehingga radikal bebas dan risiko terjadinya hipertensi. Perilaku pedagang gorengan membuang limbah minyak jelantah secara sembarangan bisa berdampak pada kesehatan lingkungan. Perilaku –perilaku diatas merupakan salah satu faktor penyebab tingginya insiden hipertensi. Solusi yang ditawarkan untuk merubah perilaku-perilaku tersebut antara lain melalui edukasi, pelatihan dan pendampingan serta praktikum secara langsung pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun cuci piring dan lilin aromaterapi untuk menghindari risiko hipertensi dan memberikan dampak peningkatan ekonomi warga dari hasil penjualan produk yang dihasilkan.","PeriodicalId":138833,"journal":{"name":"GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126076705","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-05-15DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.824
Y. Jiwantoro, Iswari Pauzi
Latar Belakang: Kasus Covid-19 yang masih ada khususnya di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dampak dari pemberlakuan PPKM disejumlah daerah, membuat masyarakat semakin terbatas dalam aktivitas bekerja, bahkan diantaranya harus di PHK, sehingga berdampak pada pendapatan mereka. Padahal kondisi covid-19 saat ini masyarakat dituntut sehat dengan berbagai cara untuk meningkatkan imunitas tubuh, sehingga perlu adanya alternatif pencegahan agar kondisi tetap sehat Metode: Solusi yang ditawarkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penggunaan rempah-rempah ini dapat menjadi salah satu alternatif yang membantu masyarakat dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap covid-19 dengan biaya yang murah dan dapat diperoleh dengan mudah. 1) tahap perencanaan adalah: (a) Mengadakan pertemuan dengan Kepala Desa/kelurahan. (b). Mengadakan pertemuan dengan anggota pengabmas terkait penyusunan olahan rempah. 2) Tindakan adalah pelaksanaan pengabdian masyarakat. 3) Evaluasi. Hasil: kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan terjadi diskusi setelah penjelasan materi. Kesimpulan: Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat. Masyarakat dapat memanfaatkan rempah-rempah di sekitarnya untuk diolah menjadi ramuan yang menyehatkan, selain itu penanaman TOGA menjadi solusi bagi masyarakat untuk hidup lebih sehat.
{"title":"PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH MELALUI OLAHAN REMPAH-REMPAH DI KELURAHAN DASAN CERMAN","authors":"Y. Jiwantoro, Iswari Pauzi","doi":"10.36082/gemakes.v3i1.824","DOIUrl":"https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i1.824","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Kasus Covid-19 yang masih ada khususnya di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dampak dari pemberlakuan PPKM disejumlah daerah, membuat masyarakat semakin terbatas dalam aktivitas bekerja, bahkan diantaranya harus di PHK, sehingga berdampak pada pendapatan mereka. Padahal kondisi covid-19 saat ini masyarakat dituntut sehat dengan berbagai cara untuk meningkatkan imunitas tubuh, sehingga perlu adanya alternatif pencegahan agar kondisi tetap sehat Metode: Solusi yang ditawarkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penggunaan rempah-rempah ini dapat menjadi salah satu alternatif yang membantu masyarakat dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap covid-19 dengan biaya yang murah dan dapat diperoleh dengan mudah. 1) tahap perencanaan adalah: (a) Mengadakan pertemuan dengan Kepala Desa/kelurahan. (b). Mengadakan pertemuan dengan anggota pengabmas terkait penyusunan olahan rempah. 2) Tindakan adalah pelaksanaan pengabdian masyarakat. 3) Evaluasi. Hasil: kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan terjadi diskusi setelah penjelasan materi. Kesimpulan: Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat. Masyarakat dapat memanfaatkan rempah-rempah di sekitarnya untuk diolah menjadi ramuan yang menyehatkan, selain itu penanaman TOGA menjadi solusi bagi masyarakat untuk hidup lebih sehat.","PeriodicalId":138833,"journal":{"name":"GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125972858","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-05-15DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.978
Siti Rahmadani, Rasumawati Rasumawati, Nurul Lidya, Vera Suzana Dewi Haris
Masih tingginya angka kurangnya berat badan bayi yang dapat mempengaruhi perkembangan motoric halus dan kasar maka perlu dilakukan penyuluhan tentang pijat bayi upaya untuk merangsang Tumbuh kembang pada bayi tidak terlepas dari konsep pertumbuhan dan perkembangan yang lebih kompleks dalam kemampuan motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa pada bayi. Berdasarkan analisis situasi diatas, maka Tim akan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Praktik baby spa pada ibu dengan media video di Puskesmas Ragunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarkat dibagi dalam empat tahap. Tahap 1 : melakukan Penimbangan Berat Badan, evaluasi pengetahuan responden dengan pre test, dan penyuluhan dengan video serta pemberian Leaflet manfaat dari baby spa terhadap perkembangan bayi. Tahap 2 : mengajarkan treatment baby spa kepada responden dengan menggunakan media video. Tahap 3 : melakukan treatment baby spa kepada responden dengan menggunakan media video. Tahap 4 : melakukan evaluasi penimbangan Berat Badan, dilanjutkan dengan evaluasi pengetahuan dengan post test. Hasil kegiatan ini yaitu tingkat pengetahuan ibu nifas mengenai baby spa mengalami peningkatan lebih baik sebesar 79,3%, dan angka penambahan berat badan pada bayi meningkat 76,2%.
{"title":"PRAKTIK BABY SPA PADA IBU DENGAN MEDIA VIDEO DI PUSKESMAS RAGUNAN","authors":"Siti Rahmadani, Rasumawati Rasumawati, Nurul Lidya, Vera Suzana Dewi Haris","doi":"10.36082/gemakes.v3i1.978","DOIUrl":"https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i1.978","url":null,"abstract":"Masih tingginya angka kurangnya berat badan bayi yang dapat mempengaruhi perkembangan motoric halus dan kasar maka perlu dilakukan penyuluhan tentang pijat bayi upaya untuk merangsang Tumbuh kembang pada bayi tidak terlepas dari konsep pertumbuhan dan perkembangan yang lebih kompleks dalam kemampuan motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa pada bayi. Berdasarkan analisis situasi diatas, maka Tim akan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Praktik baby spa pada ibu dengan media video di Puskesmas Ragunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarkat dibagi dalam empat tahap. Tahap 1 : melakukan Penimbangan Berat Badan, evaluasi pengetahuan responden dengan pre test, dan penyuluhan dengan video serta pemberian Leaflet manfaat dari baby spa terhadap perkembangan bayi. Tahap 2 : mengajarkan treatment baby spa kepada responden dengan menggunakan media video. Tahap 3 : melakukan treatment baby spa kepada responden dengan menggunakan media video. Tahap 4 : melakukan evaluasi penimbangan Berat Badan, dilanjutkan dengan evaluasi pengetahuan dengan post test. Hasil kegiatan ini yaitu tingkat pengetahuan ibu nifas mengenai baby spa mengalami peningkatan lebih baik sebesar 79,3%, dan angka penambahan berat badan pada bayi meningkat 76,2%.","PeriodicalId":138833,"journal":{"name":"GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122012401","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-05-15DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.1047
N. Noviani, Jusuf Kristianto, Eka Anggreni
sisi seni, yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan, merupakan penunjang bagi program-program kesehatan lain untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya tidak terkecuali kesehatan gigi dan mulut. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di panti Asuhan Yos Sudarso adalah melakukan upaya penyuluhan dan pemeriksaan kebersihan gigi rutin dalam upaya meningkatkan kemampuan pengasuh dan anak-anak Panti untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dan rajin mencuci tangan pada masa Pandemi Covid 19 secara menyeluruh agar tercipta kesehatan terpadu bagi semua penghuni Panti Asuhan Yos Sudarso Cilandak Timur Jakarta Selatan. Pada Pengabdian kepada Masyarakat ini terlihat sebanyak 35 Anak Panti Asuhan Yos Sudarso terjadi penurunan Debris Index dari 2,10 turun menjadi 1.13 , ada perbedaan signifikan antara nilai Debris awal dan akhir , dimana terbukti bermakna dengan p value = 0,0001. Hal ini terbukti berhasil menurunkan Debris Index dengan rata rata sebesar 0.97. Dengan melibatkan pengasuh sebagai mitra dan agen perubahan perilaku hidup sehat memberikan kesimpulan, terlihat keberhasilan pelatihan menggosok gigi dan mencuci tangan yang baik dan benar demi melindungi diri di masa Pandemi Covid 19 pada anak-anak Panti Asuhan Yos Sudarso Cilandak.
{"title":"MENGGOSOK GIGI DAN CUCI TANGAN DI PANTI ASUHAN YOS SUDARSO JAKARTA SELATAN","authors":"N. Noviani, Jusuf Kristianto, Eka Anggreni","doi":"10.36082/gemakes.v3i1.1047","DOIUrl":"https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i1.1047","url":null,"abstract":"sisi seni, yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan, merupakan penunjang bagi program-program kesehatan lain untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya tidak terkecuali kesehatan gigi dan mulut. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di panti Asuhan Yos Sudarso adalah melakukan upaya penyuluhan dan pemeriksaan kebersihan gigi rutin dalam upaya meningkatkan kemampuan pengasuh dan anak-anak Panti untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dan rajin mencuci tangan pada masa Pandemi Covid 19 secara menyeluruh agar tercipta kesehatan terpadu bagi semua penghuni Panti Asuhan Yos Sudarso Cilandak Timur Jakarta Selatan. Pada Pengabdian kepada Masyarakat ini terlihat sebanyak 35 Anak Panti Asuhan Yos Sudarso terjadi penurunan Debris Index dari 2,10 turun menjadi 1.13 , ada perbedaan signifikan antara nilai Debris awal dan akhir , dimana terbukti bermakna dengan p value = 0,0001. Hal ini terbukti berhasil menurunkan Debris Index dengan rata rata sebesar 0.97. Dengan melibatkan pengasuh sebagai mitra dan agen perubahan perilaku hidup sehat memberikan kesimpulan, terlihat keberhasilan pelatihan menggosok gigi dan mencuci tangan yang baik dan benar demi melindungi diri di masa Pandemi Covid 19 pada anak-anak Panti Asuhan Yos Sudarso Cilandak.","PeriodicalId":138833,"journal":{"name":"GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133082620","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-05-15DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.1069
M. S. Eluama, M. N. Pay, L. M. Pinat, Y. E. Eky, Christina Ngadilah
Karies gigi menjadi masalah karena menurut hasil Survei Kesehatan Dasar Indonesia 2018 rata-rata DT/dt di Indonesia adalah 4,5, angka ini menunjukkan bahwa setiap orang rata-rata memiliki 4-5 gigi berlubang yang perlu ditambal, sedangkan jumlah gigi berkaries yang telah ditumpat hanya mencapai 0,1%. Program yang bisa dilakukan secara efektif untuk mengurangi resiko karies pada permukaan gigi pit dan fissure adalah melalui perawatan pit dan fisura sealant. Metode Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu edukasi kesehatan gigi, membimbing menyikat gig dan melakukan penumpatan fissure sealant sesuai dengan indikasi. Hasil: tingkat pengetahuan anak tentang cara menyikat gigi meningkat setelah diberi edukasi kesehatan gigi, keterampilan responden setelah dibimbing menyikat gigi adalah sudah menjadi lebih baik karena nilai debris indeks responden telah berubah dari sedang menjadi baik (35.71%) dan dari buruk menjadi sedang (64.29%), Perawatan fissure sealant telah dilakukan pada seluruh anak yang mempunyai fissure dalam (25 anak). Kesimpulan: Edukasi kesehatan gigi tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang cara menyikat gigi, Kegiatan bimbingan sikat gigi kepada responden dapat meningkat status kebersihan gigi dan mulut terutama debris indeksnya. Tindakan perawatan terhadap fissure dalam dengan melakukan perawatan fissure sealant dapat mengurangi resiko karies oklusal pada responden.
{"title":"PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK MELALUI KEGIATAN SIKAT GIGI DAN FISSURE SEALANT","authors":"M. S. Eluama, M. N. Pay, L. M. Pinat, Y. E. Eky, Christina Ngadilah","doi":"10.36082/gemakes.v3i1.1069","DOIUrl":"https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i1.1069","url":null,"abstract":"Karies gigi menjadi masalah karena menurut hasil Survei Kesehatan Dasar Indonesia 2018 rata-rata DT/dt di Indonesia adalah 4,5, angka ini menunjukkan bahwa setiap orang rata-rata memiliki 4-5 gigi berlubang yang perlu ditambal, sedangkan jumlah gigi berkaries yang telah ditumpat hanya mencapai 0,1%. Program yang bisa dilakukan secara efektif untuk mengurangi resiko karies pada permukaan gigi pit dan fissure adalah melalui perawatan pit dan fisura sealant. Metode Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu edukasi kesehatan gigi, membimbing menyikat gig dan melakukan penumpatan fissure sealant sesuai dengan indikasi. Hasil: tingkat pengetahuan anak tentang cara menyikat gigi meningkat setelah diberi edukasi kesehatan gigi, keterampilan responden setelah dibimbing menyikat gigi adalah sudah menjadi lebih baik karena nilai debris indeks responden telah berubah dari sedang menjadi baik (35.71%) dan dari buruk menjadi sedang (64.29%), Perawatan fissure sealant telah dilakukan pada seluruh anak yang mempunyai fissure dalam (25 anak). Kesimpulan: Edukasi kesehatan gigi tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang cara menyikat gigi, Kegiatan bimbingan sikat gigi kepada responden dapat meningkat status kebersihan gigi dan mulut terutama debris indeksnya. Tindakan perawatan terhadap fissure dalam dengan melakukan perawatan fissure sealant dapat mengurangi resiko karies oklusal pada responden.","PeriodicalId":138833,"journal":{"name":"GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"83 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122531524","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Prenatal couple yoga merupakan salah satu modifikasi dari prenatal yoga. Pada latihan ini dilakukan dengan melibatkan suami. Prenatal couple yoga dapat memperkuat hubungan emosional antara ibu, ayah dan calon bayi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan bagi ibu hamil dan suami untuk meningkatkan pengetahuan tentang Prenatal Couple Yoga di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret-November 2022 pada 30 ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal dengan 2 metode yaitu: 1) ibu hamil dan pasangan diberikan penyuluhan mengenai manfaat Prenatal Couple Yoga dan 2) mengajarkan ibu tentang langkah-langkah dalam melakukan Prenatal Couple Yoga dan dipraktikkan dengan menggunakan media video Prenatal Couple Yoga, menganjurkan ibu hamil dan pasangan untuk aktif mengikuti langkah demi langkah. Hasil evaluasi pengetahuan dengan pre dan posttest ditemukan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Prenatal Couple Yoga mengalami peningkatan lebih baik, yaitu pada pretest 64,33 dan posttest sebesar 80,33. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan menggunakan video dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Prenatal Couple Yoga. Pelaksanaan Prenatal Couple Yoga ini diharapkan dapat membantu bidan dalam memberikan penyuluhan pada kelas ibu dengan menggunakan media video yang telah dibuat, dan bidan melanjutkan kegiatan ini pada semua ibu hamil yang mengikuti kelas kehamilan, khususnya di Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur.
{"title":"PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI PRENATAL COUPLE YOGA DI MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN CILANDAK TIMUR","authors":"Masita Masita, Rasumawati Rasumawati, Yunita Laila Astuti","doi":"10.36082/gemakes.v3i1.1049","DOIUrl":"https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i1.1049","url":null,"abstract":"Prenatal couple yoga merupakan salah satu modifikasi dari prenatal yoga. Pada latihan ini dilakukan dengan melibatkan suami. Prenatal couple yoga dapat memperkuat hubungan emosional antara ibu, ayah dan calon bayi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan bagi ibu hamil dan suami untuk meningkatkan pengetahuan tentang Prenatal Couple Yoga di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret-November 2022 pada 30 ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal dengan 2 metode yaitu: 1) ibu hamil dan pasangan diberikan penyuluhan mengenai manfaat Prenatal Couple Yoga dan 2) mengajarkan ibu tentang langkah-langkah dalam melakukan Prenatal Couple Yoga dan dipraktikkan dengan menggunakan media video Prenatal Couple Yoga, menganjurkan ibu hamil dan pasangan untuk aktif mengikuti langkah demi langkah. Hasil evaluasi pengetahuan dengan pre dan posttest ditemukan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Prenatal Couple Yoga mengalami peningkatan lebih baik, yaitu pada pretest 64,33 dan posttest sebesar 80,33. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan menggunakan video dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Prenatal Couple Yoga. Pelaksanaan Prenatal Couple Yoga ini diharapkan dapat membantu bidan dalam memberikan penyuluhan pada kelas ibu dengan menggunakan media video yang telah dibuat, dan bidan melanjutkan kegiatan ini pada semua ibu hamil yang mengikuti kelas kehamilan, khususnya di Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur.","PeriodicalId":138833,"journal":{"name":"GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"20 7","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114109688","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Data Riskesdas 2018 menunjukan nilai rata-rata DMF-T diangka 4,5. Faktor perilaku sebagai penyumbang terjadinya masalah sebesar 25-30%. Upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut peran terapis gigi dan mulut diperlukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan promotif dan preventif tentang pemahanan kesehatan gigi dan mulut. Keberhasilan program promotif dan preventif untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal salah satunya dapat dilakukan dengan kegiatan implementasi sokmursa. Tujuan kegiatan: menciptakan kemampuan pelihara diri di bidang kesehatan gigi dan mulut serta status kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Metode pelaksanaan: kegiatan promotif berupa pelatihan kader (dokter gigi kecil) pada siswa secara edukatif dan kegiatan preventif berupa sikat gigi bersama pada siswa. Hasil kegiatan: menunjukan bahwa nilai rata-rata pengetahuan terjadi peningkatan dari 6,00 menjadi 8,40. Kesimpulan: edukasi tentang cara menggosok gigi yang benar dapat meningkatkan pengetahuan.
{"title":"IMPLEMENTASI SOKMURSA SEBAGAI UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR","authors":"Silvia Sulistiani, Ulliana Ulliana, Widi Nurwanti, Waras Budiman, Tedi Purnama","doi":"10.36082/gemakes.v3i1.1050","DOIUrl":"https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i1.1050","url":null,"abstract":"Data Riskesdas 2018 menunjukan nilai rata-rata DMF-T diangka 4,5. Faktor perilaku sebagai penyumbang terjadinya masalah sebesar 25-30%. Upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut peran terapis gigi dan mulut diperlukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan promotif dan preventif tentang pemahanan kesehatan gigi dan mulut. Keberhasilan program promotif dan preventif untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal salah satunya dapat dilakukan dengan kegiatan implementasi sokmursa. Tujuan kegiatan: menciptakan kemampuan pelihara diri di bidang kesehatan gigi dan mulut serta status kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Metode pelaksanaan: kegiatan promotif berupa pelatihan kader (dokter gigi kecil) pada siswa secara edukatif dan kegiatan preventif berupa sikat gigi bersama pada siswa. Hasil kegiatan: menunjukan bahwa nilai rata-rata pengetahuan terjadi peningkatan dari 6,00 menjadi 8,40. Kesimpulan: edukasi tentang cara menggosok gigi yang benar dapat meningkatkan pengetahuan.","PeriodicalId":138833,"journal":{"name":"GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127950100","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-05-15DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.950
Ulliana Ulliana, Wulandari Anwar
Statistik menunjukkan bahwa penyakit gigi dan mulut hampir menyerang setiap orang, termasuk orang yang mempunyai gangguan disabilitas, salah satunya anak berkebutuhan khusus pada kelompok tunadaksa. Tunadaksa merupakan suatu keadaan terganggu akibat adanya gangguan bentuk atau pada tulang, otot, sendi untuk menjalankan fungsinya secara normal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit, kecelakaan atau disebabkan oleh penyakit, kecelakaan dan pembawaan sejak lahir. Pendidikan kesehatan gigi menjadi salah satu program bimbingan belajar bagi penyandang tunadaksa yang perlu ditanamkan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para penyandang Tunadaksa sebagai upaya self care dalam kesehatan gigi dan mulut. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian pre test terlebih dahulu dengan menggunakan instrument kuesioner, kemudian diberikan edukasi dan pemahaman tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut melalui metode penyuluhan dibantu dengan media pembelajaran power point dan alat peraga (phantom). Pada akhir sesi kegiatan dilakukan diskusi tanya jawab dan simulasi menyikat gigi dengan cara yang benar serta pengisian post test untuk melihat adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan materi yang sudah dijelaskan. Hasil pelaksanaan kegiatan ini saat dilakukan pre test kriteria baik 2,5% dan setelah dilakukan post-test kriteria baik meningkat menjadi 57,5%. Hasil uji beda didapatkan p-value 0,000 (<0,05) dan dapat disimpulkan edukasi menggunakan media pembelajaran slide show dan alat peraga dapat meningkatkan pengetahuan penyandang tunadaksa tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
{"title":"EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP PENYANDANG TUNADAKSA","authors":"Ulliana Ulliana, Wulandari Anwar","doi":"10.36082/gemakes.v3i1.950","DOIUrl":"https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i1.950","url":null,"abstract":"Statistik menunjukkan bahwa penyakit gigi dan mulut hampir menyerang setiap orang, termasuk orang yang mempunyai gangguan disabilitas, salah satunya anak berkebutuhan khusus pada kelompok tunadaksa. Tunadaksa merupakan suatu keadaan terganggu akibat adanya gangguan bentuk atau pada tulang, otot, sendi untuk menjalankan fungsinya secara normal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit, kecelakaan atau disebabkan oleh penyakit, kecelakaan dan pembawaan sejak lahir. Pendidikan kesehatan gigi menjadi salah satu program bimbingan belajar bagi penyandang tunadaksa yang perlu ditanamkan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para penyandang Tunadaksa sebagai upaya self care dalam kesehatan gigi dan mulut. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian pre test terlebih dahulu dengan menggunakan instrument kuesioner, kemudian diberikan edukasi dan pemahaman tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut melalui metode penyuluhan dibantu dengan media pembelajaran power point dan alat peraga (phantom). Pada akhir sesi kegiatan dilakukan diskusi tanya jawab dan simulasi menyikat gigi dengan cara yang benar serta pengisian post test untuk melihat adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan materi yang sudah dijelaskan. Hasil pelaksanaan kegiatan ini saat dilakukan pre test kriteria baik 2,5% dan setelah dilakukan post-test kriteria baik meningkat menjadi 57,5%. Hasil uji beda didapatkan p-value 0,000 (<0,05) dan dapat disimpulkan edukasi menggunakan media pembelajaran slide show dan alat peraga dapat meningkatkan pengetahuan penyandang tunadaksa tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.","PeriodicalId":138833,"journal":{"name":"GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122797061","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-05-15DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.1060
N. Nurhayati, E. Puspita, Vini Yuliani, Triyani Triyani
Pada masa keemasan sangat penting dilakukan stimulasi, Keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang dikenal anak dan juga menjadi sarana pembelajaran pertama di kehidupan anak. Perkembangan keterampilan motorik kasar anak yang kurang dapat mempengaruhi aktivitas kemandirian anak yang berdampak kepada perkembangan anak seperti aktivitas sosial, kemampuan konsentrasi dan kemampuan motorik menjadi kurang baik. Stimulasi yang bervariasi dalam suasana yang menyenangkan akan memacu berbagai aspek kecerdasan anak, salah satunya dengan gerakan-gerakan senam bayi (baby gym) untuk perkembangan motorik bayi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai baby gym, sehingga selama pandemi tetap dapat memberikan stimulus yang tepat kepada bayinya di rumah. Adapun peserta kegiatan ini sebanyak 60 ibu yang mempunyai bayi usia 3-12 bulan dan berada di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur. Metode yang digunakan Kegiatan Pengabdian masyarakat dilakukan dalam dua tahap di dua posyandu. pre test untuk mengetahui pengetahuan ibu, pertumbuhan dan perkembangan bayi, lalu penyuluhan dan pelatihan dengan video serta pemberian leaflet, setelah 4 minggu melakukan evaluasi dengan melakukan post test untuk mengetahui pengetahuan ibu, pertumbuhan dan perkembangan bayi responden, Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan ibu mengenai tumbuh kembang dengan nilai p 0,001, pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai pada bayi yang dilakukan baby gym secara teratur dengan grafik pertumbuhan meningkat di KMS. Simpulan yang didapatkan tumbuh kembang bayi yang baik dapat distimulasi dengan baby gym jika dilakukan secara teratur dan terarah karena pengetahuan ibu meningkat tentang stimulasi tumbuh kembang melalui gerakan senam bayi.
{"title":"STIMULASI TUMBUH KEMBANG BAYI PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN CILANDAK TIMUR","authors":"N. Nurhayati, E. Puspita, Vini Yuliani, Triyani Triyani","doi":"10.36082/gemakes.v3i1.1060","DOIUrl":"https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i1.1060","url":null,"abstract":"Pada masa keemasan sangat penting dilakukan stimulasi, Keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang dikenal anak dan juga menjadi sarana pembelajaran pertama di kehidupan anak. Perkembangan keterampilan motorik kasar anak yang kurang dapat mempengaruhi aktivitas kemandirian anak yang berdampak kepada perkembangan anak seperti aktivitas sosial, kemampuan konsentrasi dan kemampuan motorik menjadi kurang baik. Stimulasi yang bervariasi dalam suasana yang menyenangkan akan memacu berbagai aspek kecerdasan anak, salah satunya dengan gerakan-gerakan senam bayi (baby gym) untuk perkembangan motorik bayi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai baby gym, sehingga selama pandemi tetap dapat memberikan stimulus yang tepat kepada bayinya di rumah. Adapun peserta kegiatan ini sebanyak 60 ibu yang mempunyai bayi usia 3-12 bulan dan berada di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur. Metode yang digunakan Kegiatan Pengabdian masyarakat dilakukan dalam dua tahap di dua posyandu. pre test untuk mengetahui pengetahuan ibu, pertumbuhan dan perkembangan bayi, lalu penyuluhan dan pelatihan dengan video serta pemberian leaflet, setelah 4 minggu melakukan evaluasi dengan melakukan post test untuk mengetahui pengetahuan ibu, pertumbuhan dan perkembangan bayi responden, Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan ibu mengenai tumbuh kembang dengan nilai p 0,001, pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai pada bayi yang dilakukan baby gym secara teratur dengan grafik pertumbuhan meningkat di KMS. Simpulan yang didapatkan tumbuh kembang bayi yang baik dapat distimulasi dengan baby gym jika dilakukan secara teratur dan terarah karena pengetahuan ibu meningkat tentang stimulasi tumbuh kembang melalui gerakan senam bayi.","PeriodicalId":138833,"journal":{"name":"GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129283416","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}