Selama tiga hari digelar, Beautiful Malino mencatat jumlah transaksi di kawasan wisata Malino mencapai Rp28 miliar. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa Sophian Hamdi mengatakan, nilai ini merupakan estimasi dari jumlah pengunjung yang datang di Beautiful Malino. Tentunya perputaran uang yang cukup besar ini akan meningkatkan income perkapita masyarakat bukan hanya di Malino. Dalam memperoleh data yang relevan dengan tema penelitian, maka penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model deskriptif. Yaitu penelitian yang menggambarkan atau melukiskan situasi tertentu berdasarkan data yang diperoleh sesuai dengan permasalahan yang ditetapkan dalam penelitian ini. Hasil wawancara akan dikolaboratif dengan hasil kuisioner. Lokasi dalam penelitian ini adalah Kabupaten Gowa, terutama kelompok pemuda, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta instansi yang memiliki keterkaitan pengembangan program kepemudaan Kabupaten Gowa. Lokasi penelitian ini ditentukan secara purpossive. Beautiful Malino setidaknya memberikan dampak yang positif terhadap sektor pariwisata di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Gowa. Beautiful Malino, belum memberikan dampak signifikan terhadap sejumlah objek wisata sejarah dan budaya yang terdapat di Kota Malino. Hal ini disebabkan karena tidak terawatnya situs-situs sejarah dan budaya yang ada di kawasan Malino. Perlu adanya peningkatan infrastruktur pendukung seperti perbaikan jalan serta lainnya di kawasan wisata Malino yang menjadi pendukung.Kata kunci: Beautiful Malino, Pemda Gowa, Program Unggulan
在连续三天的比赛中,美丽的马里诺记录了马里诺旅游总额达到28亿卢比。旅游和文化服务负责人Gowa sophie - Hamdi说,这是对来自美丽玛利诺的游客数量的估计。当然,这一可观的货币周转将不仅增加玛勒诺人民的人均收入。在获取与研究主题相关的数据时,本研究采用定性方法进行描述性模型。即根据本研究中既定问题所获得的数据对特定情况进行描述或描述的研究。面试结果将与问卷配合。这项研究的地点是Gowa区,主要是青年团体、青年服务和体育、旅游和文化服务,以及与Gowa地区青少年计划发展相关的机构。这项研究的地点有可能确定。美丽的马里诺至少对南苏拉威西的旅游业,特别是戈瓦区,产生了积极的影响。美丽的马里诺,仍然对马里诺市许多历史和文化旅游景点产生了重大影响。这是因为马里诺地区历史和文化遗址的不为人知。需要增加基础设施如道路改善以及其他支持者的马里诺成为旅游地区的支持者。关键词:美丽的马里诺,戈瓦县,令人印象深刻的项目
{"title":"DAMPAK BEAUTIFUL MALINO SEBAGAI PROGRAM UNGDAMPAK BEAUTIFUL MALINO SEBAGAI PROGRAM UNGGULAN DALAM MENDONGKRAK SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATANGULAN DALAM MENDONGKRAK SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN","authors":"Arsul Sarif","doi":"10.53878/jr.v6i1.138","DOIUrl":"https://doi.org/10.53878/jr.v6i1.138","url":null,"abstract":"Selama tiga hari digelar, Beautiful Malino mencatat jumlah transaksi di kawasan wisata Malino mencapai Rp28 miliar. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa Sophian Hamdi mengatakan, nilai ini merupakan estimasi dari jumlah pengunjung yang datang di Beautiful Malino. Tentunya perputaran uang yang cukup besar ini akan meningkatkan income perkapita masyarakat bukan hanya di Malino. Dalam memperoleh data yang relevan dengan tema penelitian, maka penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model deskriptif. Yaitu penelitian yang menggambarkan atau melukiskan situasi tertentu berdasarkan data yang diperoleh sesuai dengan permasalahan yang ditetapkan dalam penelitian ini. Hasil wawancara akan dikolaboratif dengan hasil kuisioner. Lokasi dalam penelitian ini adalah Kabupaten Gowa, terutama kelompok pemuda, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta instansi yang memiliki keterkaitan pengembangan program kepemudaan Kabupaten Gowa. Lokasi penelitian ini ditentukan secara purpossive. Beautiful Malino setidaknya memberikan dampak yang positif terhadap sektor pariwisata di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Gowa. Beautiful Malino, belum memberikan dampak signifikan terhadap sejumlah objek wisata sejarah dan budaya yang terdapat di Kota Malino. Hal ini disebabkan karena tidak terawatnya situs-situs sejarah dan budaya yang ada di kawasan Malino. Perlu adanya peningkatan infrastruktur pendukung seperti perbaikan jalan serta lainnya di kawasan wisata Malino yang menjadi pendukung.Kata kunci: Beautiful Malino, Pemda Gowa, Program Unggulan","PeriodicalId":177630,"journal":{"name":"Jurnal Renaissance","volume":"42 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134173370","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk megetahui Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan baik secara parsial maupun secara simultan Pada Food & Beverage Department Hotel Aryaduta Lippo Village Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif dengan Populasi 133 Orang dan Sampel sebanyak 57 Responden dengan Uji Analisis Data sebagai berikut : Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Koefisien Korelasi, Uji Regresi Linear Sederhana Dan Berganda, Koefisien Determinasi, Uji t dan Uji F. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi berganda diperoleh Y = 16,892 + 0,307 X_1 + 0,236 X_2, ini berarti bahwa Kepemimpinan (X_1) dan Motivasi (X_2) berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan (Y), Kepemimpinan memberikan nilai pengaruh sebesar 0,307 dan Motivasi memberikan nilai pengaruh sebesar 0,236 terhadap Kinerja Karyawan dengan asumsi variabel lain tetap. Hasil penelitian Koefisien Determinasi diperoleh sebesar 0,266 atau 26,6%, hal ini menunjukan bahwa 26,6% Kinerja Karyawan dipengaruhi oleh variabel Kepemimpinan dan Motivasi, sedangkan sisanya sebesar 73,4% dipengaruhi oleh variabel lain. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan berpengaruh signifikan, hal tersebut dapat dilihat dari Uji t nilai hitung sebesar 3,823 > t tabel sebesar 1,673 dengan nilai signifikan dan variabel Motivasi terhdap Kinerja Karyawan berpengaruh signifikan, hal tersebut dapat dilihat dari Uji t nilai hitung sebesar 3,638 > t tabel sebesar 1,673. Hasil penelitian dari Kepemimpinan dan Motivasi secara bersama – sama berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan dari hasil perhitungan didapatkan angka Uji F hitung sebesar 9,807 > F tabel sebesar 2,780 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka H_0 ditolak dan H_a diterima. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan dan Motivasi mempunyai pengaruh signifikan secara parsial dan simultan terhadap Kinerja Karyawan.Kata Kunci: Kepemimpinan, Motivasi, Kinerja Karyawan
该研究旨在确定部分和同时对员工绩效的领导和工作动机的影响。所采用的研究方法是133人的定量描述性描述,57名受访者和样本样本测试数据分析如下:有效性测试、可靠性测试、相关性系数测试、简单、连续线性回归测试、确定性系数、t测试和F测试,基于获得Y = 16.892 + 0.0 x7 X_1 + 0.236 X_2的计算结果,这意味着领导(X_1)和动机(X_2)对员工绩效(Y)有积极的影响,领导力为0.307的影响值提供了动力,为员工的表现提供了0.236的影响值,但前提是其他变量。研究结果表明,2666或26.6%的员工表现受到领导变量和动力变量的影响,而剩下的73.4%则受到其他变量的影响。领导这项研究结果显示变量的影响员工绩效显著,这可以从测试t值数高达3,823 > t 1,673大表的价值和可变动力terhdap员工性能影响显著,这可以从测试t值数高达3,638 > t 1,673大表。领导和共同动机的研究结果——共同影响计算结果的员工表现结果,得到测试结果为9.807 > F表为2.780,分数为10000 < 0.05,然后H_0被拒绝,H_a被接受。从这些结果可以推断,领导和动机在部分和同时对员工的表现有重要影响。关键词:领导、动机、员工表现
{"title":"PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN FOOD & BEVERAGE DEPARTMENT HOTEL ARYADUTA LIPPO VILLAGE, TANGERANG","authors":"Arlingka Herlambang Hr, Sonny Sonny","doi":"10.53878/jr.v6i1.136","DOIUrl":"https://doi.org/10.53878/jr.v6i1.136","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk megetahui Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan baik secara parsial maupun secara simultan Pada Food & Beverage Department Hotel Aryaduta Lippo Village Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif dengan Populasi 133 Orang dan Sampel sebanyak 57 Responden dengan Uji Analisis Data sebagai berikut : Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Koefisien Korelasi, Uji Regresi Linear Sederhana Dan Berganda, Koefisien Determinasi, Uji t dan Uji F. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi berganda diperoleh Y = 16,892 + 0,307 X_1 + 0,236 X_2, ini berarti bahwa Kepemimpinan (X_1) dan Motivasi (X_2) berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan (Y), Kepemimpinan memberikan nilai pengaruh sebesar 0,307 dan Motivasi memberikan nilai pengaruh sebesar 0,236 terhadap Kinerja Karyawan dengan asumsi variabel lain tetap. Hasil penelitian Koefisien Determinasi diperoleh sebesar 0,266 atau 26,6%, hal ini menunjukan bahwa 26,6% Kinerja Karyawan dipengaruhi oleh variabel Kepemimpinan dan Motivasi, sedangkan sisanya sebesar 73,4% dipengaruhi oleh variabel lain. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan berpengaruh signifikan, hal tersebut dapat dilihat dari Uji t nilai hitung sebesar 3,823 > t tabel sebesar 1,673 dengan nilai signifikan dan variabel Motivasi terhdap Kinerja Karyawan berpengaruh signifikan, hal tersebut dapat dilihat dari Uji t nilai hitung sebesar 3,638 > t tabel sebesar 1,673. Hasil penelitian dari Kepemimpinan dan Motivasi secara bersama – sama berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan dari hasil perhitungan didapatkan angka Uji F hitung sebesar 9,807 > F tabel sebesar 2,780 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka H_0 ditolak dan H_a diterima. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan dan Motivasi mempunyai pengaruh signifikan secara parsial dan simultan terhadap Kinerja Karyawan.Kata Kunci: Kepemimpinan, Motivasi, Kinerja Karyawan","PeriodicalId":177630,"journal":{"name":"Jurnal Renaissance","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127352307","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini mengurai pertambangan dan deforestasi dengan mengangkat studi perizinan tambang batubara khususnya di Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yakni suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Moelong, 2005: 4). Penelitian ini mengedepankan teori lensa atau teori perspektif (Sugiyono, 2012: 295). Metode ini digunakan, karena data yang dibutuhkan berupa sebaran informasi yang tidak perlu dikuantifikasikan. Jika mengacu pada judul penelitian yang dibahas, maka penelitian ini menggunakan studi kasus. Studi kasus adalah penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau masyarakat mengenai gejala-gejala tertentu (Arikunto, 2002: 14). Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan metode studi literatur/dokumen. Data-data yang diperoleh selanjutnya diolah melalui reduksi dan menyajikan data dan selanjutnya menarik kesimpulan. Analisis data ini disebut sebagai mengolah dan menafsirkan data (Muhajir, 1996:104). Wilayah yang menjadi zona tambang batubara sebagaimana tercantum di dalam Rencana Pengembangan kawasan Peruntukkan Pertambangan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalimantan Timur 2016-2036 masih ditemukan adanya tumpang tindih antara peruntukkan perkebunan dan pertambangan di hampir semua kabupaten/kota. Deforestasi tersebut berdampak kepada masyarakat lokal (masyarakat adat) sehingga masyarakat tidak bisa ikut serta dalam memberdayakan kawasan hutan dan juga menyebabkan terjadinya konflik horizontal maupun vertikal. Pemerintah Provinsi belum serius mengimplementasikan moratorium perizinan tambang yang seharusnya diterapkan dengan melihat daya dukung lingkungan. Untuk meminimalisir deforestasi ada baiknya konsisten dalam menerapkan kebijakan satu peta.Kata Kunci: Deforestasi, Batubara, Kalimantan Timur
{"title":"PERTAMBANGAN DAN DEFORESTASI: STUDI PERIZINAN TAMBANG BATUBARA DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR","authors":"Sonny Sonny, I. Wardhana","doi":"10.53878/jr.v5i2.120","DOIUrl":"https://doi.org/10.53878/jr.v5i2.120","url":null,"abstract":"Penelitian ini mengurai pertambangan dan deforestasi dengan mengangkat studi perizinan tambang batubara khususnya di Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yakni suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Moelong, 2005: 4). Penelitian ini mengedepankan teori lensa atau teori perspektif (Sugiyono, 2012: 295). Metode ini digunakan, karena data yang dibutuhkan berupa sebaran informasi yang tidak perlu dikuantifikasikan. Jika mengacu pada judul penelitian yang dibahas, maka penelitian ini menggunakan studi kasus. Studi kasus adalah penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau masyarakat mengenai gejala-gejala tertentu (Arikunto, 2002: 14). Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan metode studi literatur/dokumen. Data-data yang diperoleh selanjutnya diolah melalui reduksi dan menyajikan data dan selanjutnya menarik kesimpulan. Analisis data ini disebut sebagai mengolah dan menafsirkan data (Muhajir, 1996:104). Wilayah yang menjadi zona tambang batubara sebagaimana tercantum di dalam Rencana Pengembangan kawasan Peruntukkan Pertambangan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalimantan Timur 2016-2036 masih ditemukan adanya tumpang tindih antara peruntukkan perkebunan dan pertambangan di hampir semua kabupaten/kota. Deforestasi tersebut berdampak kepada masyarakat lokal (masyarakat adat) sehingga masyarakat tidak bisa ikut serta dalam memberdayakan kawasan hutan dan juga menyebabkan terjadinya konflik horizontal maupun vertikal. Pemerintah Provinsi belum serius mengimplementasikan moratorium perizinan tambang yang seharusnya diterapkan dengan melihat daya dukung lingkungan. Untuk meminimalisir deforestasi ada baiknya konsisten dalam menerapkan kebijakan satu peta.Kata Kunci: Deforestasi, Batubara, Kalimantan Timur","PeriodicalId":177630,"journal":{"name":"Jurnal Renaissance","volume":"81 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116288464","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja Jokowi dengan melakukan kerja Blusukan menemui rakyatnya, yang dianggap memperoleh respons positif dari publik, sehingga dijadikan sebagai strategi kampanye blusukan Jokowi dalam upaya pemenangan Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 lalu dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor positif dan negatif dari strategi kampanye blusukan Jokowi tersebut. Dari hasil penelitian ini dihasilkan bahwa kedekatan Jokowi sebagai pemimpin dengan masyarakat melalui gaya blusukannya, inilah yang membuat namanya melesat dan hal itu menjadikan gaya blusukannya sebagai bagian dari kampanyenya untuk menjelaskan program kerja yang akan ditawarkan ketika terpilih di Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu. Blusukan yang telah menjadi strategi kampanye Jokowi terbukti berhasil dengan terpilihnya Jokowi-Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu, meski pasangan Jokowi-Ahok ditengarai akan kalah dalam Pilkada, namun realitasnya pasangan ini memenangkan Pilkada DKI Jakarta berdasarkan gaya blusukannya dengan cara menawarkan program kerja melalui komunikasi langsung dengan masyarakat/pemilih.Kata Kunci: Pilkada, Blusukan, Kampanye
{"title":"STRATEGI KAMPANYE MODEL BLUSUKAN JOKO WIDODO DALAM PEMENANGAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTA JAKARTA TAHUN 2012 (STUDI KASUS DI KECAMATAN KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT)","authors":"Aryati Anggalia, Efriza Efriza","doi":"10.53878/jr.v5i2.118","DOIUrl":"https://doi.org/10.53878/jr.v5i2.118","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja Jokowi dengan melakukan kerja Blusukan menemui rakyatnya, yang dianggap memperoleh respons positif dari publik, sehingga dijadikan sebagai strategi kampanye blusukan Jokowi dalam upaya pemenangan Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 lalu dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor positif dan negatif dari strategi kampanye blusukan Jokowi tersebut. Dari hasil penelitian ini dihasilkan bahwa kedekatan Jokowi sebagai pemimpin dengan masyarakat melalui gaya blusukannya, inilah yang membuat namanya melesat dan hal itu menjadikan gaya blusukannya sebagai bagian dari kampanyenya untuk menjelaskan program kerja yang akan ditawarkan ketika terpilih di Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu. Blusukan yang telah menjadi strategi kampanye Jokowi terbukti berhasil dengan terpilihnya Jokowi-Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu, meski pasangan Jokowi-Ahok ditengarai akan kalah dalam Pilkada, namun realitasnya pasangan ini memenangkan Pilkada DKI Jakarta berdasarkan gaya blusukannya dengan cara menawarkan program kerja melalui komunikasi langsung dengan masyarakat/pemilih.Kata Kunci: Pilkada, Blusukan, Kampanye","PeriodicalId":177630,"journal":{"name":"Jurnal Renaissance","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123567227","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tampaknya wacana tentang dampak positif politik identitas ini belum menjadi perhatian serius oleh berbagai kalangan. Olehnya itu, penelitian ini hadir untuk mengulas sisi lain dari politik identitas yang kerap hadir mewarnai pergolakan politik di tingkat lokal (pilkada) serta kaitannya dengan kekerasan budaya. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan kualitatif, guna menguraikan sisi yang berkaitan antara politik identitas dan kekerasan budaya. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dari sejumlah dokumen baik berupa buku, jurnal, sumber informasi lainnya yang mengulas mengenai politik identitas dan kekerasan budaya. Studi literatur dimaksudkan selain mengulas sisi negatif dari politik identitas, peneliti juga ikut mengulas sisi positifnya. Bahwasanya politik identitas itu tidaklah selamanya berbahaya. Bahkan di satu sisi bisa berdampak positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Hal ini didasarkan pada fakta situasi sosial masyarakat di Indonesia yang plural, multikultur yang menyebabkan politik identitas mustahil hilang, khususnya dalam perhelatan politik baik di tingkat local maupun nasional. Meski pada dasarnya politik identitas adalah gerakan yang sifatnya positif dan bahkan bisa memperkuat gerakan demokrasi karena lahir sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan, namun dalam perkembangannya mengalami pergeseran, bahkan menuai masalah saat hadir dalam konteks politik lokal, khususnya di negara-negara plural dan multikultur. Pola gerakannya lebih mengarah pada gerakan politisasi identitas yang didasari kebencian dan bertujuan untuk mempromosikan nilai yang mengutamakan kelompok sendiri, menekankan cara pandang antagonistis terhadap kelompok identitas lain serta melegitimasi kekerasan.Kata Kunci: politik identitas, pilkada, kekerasan budaya
{"title":"PILKADA, POLITIK IDENTITAS DAN KEKERASAN BUDAYA","authors":"Idham Idham, Suaib Amin Pranowo","doi":"10.53878/jr.v5i2.117","DOIUrl":"https://doi.org/10.53878/jr.v5i2.117","url":null,"abstract":"Tampaknya wacana tentang dampak positif politik identitas ini belum menjadi perhatian serius oleh berbagai kalangan. Olehnya itu, penelitian ini hadir untuk mengulas sisi lain dari politik identitas yang kerap hadir mewarnai pergolakan politik di tingkat lokal (pilkada) serta kaitannya dengan kekerasan budaya. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan kualitatif, guna menguraikan sisi yang berkaitan antara politik identitas dan kekerasan budaya. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dari sejumlah dokumen baik berupa buku, jurnal, sumber informasi lainnya yang mengulas mengenai politik identitas dan kekerasan budaya. Studi literatur dimaksudkan selain mengulas sisi negatif dari politik identitas, peneliti juga ikut mengulas sisi positifnya. Bahwasanya politik identitas itu tidaklah selamanya berbahaya. Bahkan di satu sisi bisa berdampak positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Hal ini didasarkan pada fakta situasi sosial masyarakat di Indonesia yang plural, multikultur yang menyebabkan politik identitas mustahil hilang, khususnya dalam perhelatan politik baik di tingkat local maupun nasional. Meski pada dasarnya politik identitas adalah gerakan yang sifatnya positif dan bahkan bisa memperkuat gerakan demokrasi karena lahir sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan, namun dalam perkembangannya mengalami pergeseran, bahkan menuai masalah saat hadir dalam konteks politik lokal, khususnya di negara-negara plural dan multikultur. Pola gerakannya lebih mengarah pada gerakan politisasi identitas yang didasari kebencian dan bertujuan untuk mempromosikan nilai yang mengutamakan kelompok sendiri, menekankan cara pandang antagonistis terhadap kelompok identitas lain serta melegitimasi kekerasan.Kata Kunci: politik identitas, pilkada, kekerasan budaya","PeriodicalId":177630,"journal":{"name":"Jurnal Renaissance","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123076457","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Melihat besarnya kritisisme yang timbul dalam setiap sepak terjangnya Jason Ranti dalam menyikapi fenomena-fenomena yang ada di Indonesia, membuat penulis tertarik untuk meneliti salah satu lirik lagu Karya Jason Ranti yang berjudul “Dua Ratus Dua Belas” dan dikaitkan dengan pesan toleransi beragama yang tersirat dalam lirik lagu tersebut. Metodologi penelitian pesan toleransi beragama dalam lirik lagu “Dua Ratus Dua Belas” karya Jason Ranti ini menggunakan metode kualitatif. Menurut Bog dan Taylor penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Menurut Kenneth D. Balley penelitian deskriptif adalah salah satu penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu fenomena secara detail (untuk menggambarkan apa yang terjadi). Adapun paradigma penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kontruktivis. Teknik pengumpulan data membaginya dua unsur pengumpulan data, yaitu primer dan sekunder. Data primernya berupa lirik lagu “Dua Ratus Dua Belas” karya Jason Rianti. Sedangkan untuk sekunder yakni video klip, compac disc, jurnal, berita luring dan daring, interview. Untuk teknik analisis datanya didasarkan pada metode semiotika konotasi dan denotasi Roland Barthes yang menekankan produksi tanda dengan mengkaji proses pertukaran makna dari sebuah tanda yang diciptakan seorang dalam melakukan aktivitas komunikasi. Lagu Dua Ratus Dua Belas karya Jason Ranti lahir dari beberapa hal. Berdasarkan makna pesan toleransi beragama secara denotasi di dalam empat belas bait lagu tersebut, ada tujuh bait yang berkenaan dengan pesan toleransi beragama yaitu bait ke satu, tiga, lima, delapan, sembilan, sepuluh dan tiga belas. Dari ketujuh bait tersebut secara denotasi memberikan pesan bahwa kelompok beragama minoritas sering disudutkan oleh kelompok beragama mayoritas dan seolah-olah kata kafir adalah sumber masalah di negara Indonesia. Serta berdasarkan makna konotasi dalam lirik lagu tersebut setelah dianalisis bahwa ada tujuh bait yang mendominasi pesan toleransi beragama di dalamnya. Bait tersebut memaparkan bahwa kehidupan umat minoritas beragama sangatlah dipandang sebagai pembawa masalah pada polemik besar pada medio 2014-2019 di negara Indonesia, sehingga sikap intoleran lebih mendominasi ketimbang toleransi yang ada. Pada lagu Dua Ratus Dua Belas Karya Jason Ranti mitos di dalamnya yaitu suatu pesan yang menyatakan bahwa toleransi beragama adalah ajaran kebaikan yang perlu dimiliki oleh seluruh umat manusia yang memeluk agama. Sementara intoleransi tidak diperkenankan oleh seluruh pemeluk agama. Sikap toleransi harus tetap dijaga pengimplementasiannya sebagai upaya menjaga persatuan di atas keberagaman.Kata Kunci: Jason Ranti, Toleransi, Lagu Dua Ratus Dua Belas
考虑到杰森·兰蒂(Jason Ranti)在处理印尼的现象方面所表现出的严厉批评,这使得作者有兴趣研究杰森·兰蒂(Jason Ranti)的一首名为《二百一十二》(二百一十二)的歌曲歌词,并与歌词中隐含的宗教宽容信息联系在一起。研究宗教宽容信息的方法,在杰森·兰蒂的《二百一十二》歌词中使用了定性的方法。根据Bog和Taylor的研究,定性研究是产生口头或书面数据和观察人员行为的研究程序之一。据Kenneth D. Balley说,描述性研究是旨在详细描述一种现象(描述发生了什么)的研究之一。此外,本研究中使用的研究范例是建筑主义研究。数据收集技术将数据收集的两个元素分成两部分,即一次和二次。原始数据是杰森·里安蒂的《二百一十二》的歌词。而次要的是视频剪辑、光盘、期刊、离线新闻和在线采访。数据分析技术是基于罗兰·巴特的内涵和分法方法,他通过研究一个人在交流活动中创造的标志的意义交换过程来强调马克的产生。杰森·兰蒂的二百一十二首歌诞生于几件事。根据这首歌的14节经文中的宗教宽容信息的公分性,有7节与宗教宽容信息有关,即第1、3、5、8、9、10和13节。从这七节经文中,我们可以推断出,少数宗教团体经常被占多数的宗教团体所困扰,就好像“异教徒”这个词在这个国家是一个问题的根源。这首歌的内涵是分析了其中的宗教宽容信息的7节。这篇文章指出,宗教少数民族的生活在很大程度上被认为是印度尼西亚medio 2014-2019年大型民意调查中的一个问题,因此不宽容取代了现有的宽容。在杰森·兰蒂(Jason Ranti)的120首歌曲中,他的神话是一个信息,即宗教宽容是所有信奉宗教的人都需要拥有的善良的教义。然而,所有宗教都不允许不容忍。宽容应该继续执行,以使统一超越多样性。关键词:杰森·兰蒂,宽容,两百一十二首歌
{"title":"PESAN TOLERANSI BERAGAMA DALAM LIRIK LAGU DUA RATUS DUA BELAS KARYA JASON RANTI (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)","authors":"Aldi Madagi","doi":"10.53878/jr.v5i2.119","DOIUrl":"https://doi.org/10.53878/jr.v5i2.119","url":null,"abstract":"Melihat besarnya kritisisme yang timbul dalam setiap sepak terjangnya Jason Ranti dalam menyikapi fenomena-fenomena yang ada di Indonesia, membuat penulis tertarik untuk meneliti salah satu lirik lagu Karya Jason Ranti yang berjudul “Dua Ratus Dua Belas” dan dikaitkan dengan pesan toleransi beragama yang tersirat dalam lirik lagu tersebut. Metodologi penelitian pesan toleransi beragama dalam lirik lagu “Dua Ratus Dua Belas” karya Jason Ranti ini menggunakan metode kualitatif. Menurut Bog dan Taylor penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Menurut Kenneth D. Balley penelitian deskriptif adalah salah satu penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu fenomena secara detail (untuk menggambarkan apa yang terjadi). Adapun paradigma penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kontruktivis. Teknik pengumpulan data membaginya dua unsur pengumpulan data, yaitu primer dan sekunder. Data primernya berupa lirik lagu “Dua Ratus Dua Belas” karya Jason Rianti. Sedangkan untuk sekunder yakni video klip, compac disc, jurnal, berita luring dan daring, interview. Untuk teknik analisis datanya didasarkan pada metode semiotika konotasi dan denotasi Roland Barthes yang menekankan produksi tanda dengan mengkaji proses pertukaran makna dari sebuah tanda yang diciptakan seorang dalam melakukan aktivitas komunikasi. Lagu Dua Ratus Dua Belas karya Jason Ranti lahir dari beberapa hal. Berdasarkan makna pesan toleransi beragama secara denotasi di dalam empat belas bait lagu tersebut, ada tujuh bait yang berkenaan dengan pesan toleransi beragama yaitu bait ke satu, tiga, lima, delapan, sembilan, sepuluh dan tiga belas. Dari ketujuh bait tersebut secara denotasi memberikan pesan bahwa kelompok beragama minoritas sering disudutkan oleh kelompok beragama mayoritas dan seolah-olah kata kafir adalah sumber masalah di negara Indonesia. Serta berdasarkan makna konotasi dalam lirik lagu tersebut setelah dianalisis bahwa ada tujuh bait yang mendominasi pesan toleransi beragama di dalamnya. Bait tersebut memaparkan bahwa kehidupan umat minoritas beragama sangatlah dipandang sebagai pembawa masalah pada polemik besar pada medio 2014-2019 di negara Indonesia, sehingga sikap intoleran lebih mendominasi ketimbang toleransi yang ada. Pada lagu Dua Ratus Dua Belas Karya Jason Ranti mitos di dalamnya yaitu suatu pesan yang menyatakan bahwa toleransi beragama adalah ajaran kebaikan yang perlu dimiliki oleh seluruh umat manusia yang memeluk agama. Sementara intoleransi tidak diperkenankan oleh seluruh pemeluk agama. Sikap toleransi harus tetap dijaga pengimplementasiannya sebagai upaya menjaga persatuan di atas keberagaman.Kata Kunci: Jason Ranti, Toleransi, Lagu Dua Ratus Dua Belas","PeriodicalId":177630,"journal":{"name":"Jurnal Renaissance","volume":"29 21","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"113942086","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penulisan ini menjelaskan mengenai efektivitas komunikasi politik melalui media sosial pada umumnya dan komunikasi politik Presiden Jokowi pada khususnya di media sosial melalui teknik rekam vlog. Efektivitas dalam komunikasi politik melalui media online memilik efek yang baik bagi elektabilitas seorang Presiden dengan terbukti Presiden Jokowi mendapatkan kepercayaan yang kedua kali dari rakyat Indonesia untuk menjadi Presiden Republik Indonesia untuk yang kedua kalinya. Komunikasi melalui media sosial dari Presiden Jokowi telah menciptakan kedekatan secara emosional antara Presiden Jokowi dengan masyarakat.Kata kunci: Vlog , Efektifitas Komunikasi, Pilkada DKI 2012, Pilpres 2019
这篇文章通过视频日志记录技术解释了社交媒体的普遍政治交流和佐科维总统在社交媒体上的政治交流的有效性。通过在线媒体进行政治交流的有效性对总统的选举产生了良好的影响,证明佐科维总统赢得了印尼人民的第二次信任,成为印度尼西亚共和国的总统。佐科维总统的社交媒体交流创造了佐科维总统与公众之间的情感联系。关键词:Vlog,有效通信,Pilkada DKI 2012, Pilpres 2019
{"title":"EFEKTIVITAS KOMUNIKASI POLITIK PRESIDEN JOKO WIDODO DI MEDIA ONLINE MELALUI VLOG PADA TAHUN 2016-2018","authors":"Debby Diana Welty Sangari","doi":"10.53878/jr.v5i2.124","DOIUrl":"https://doi.org/10.53878/jr.v5i2.124","url":null,"abstract":"Penulisan ini menjelaskan mengenai efektivitas komunikasi politik melalui media sosial pada umumnya dan komunikasi politik Presiden Jokowi pada khususnya di media sosial melalui teknik rekam vlog. Efektivitas dalam komunikasi politik melalui media online memilik efek yang baik bagi elektabilitas seorang Presiden dengan terbukti Presiden Jokowi mendapatkan kepercayaan yang kedua kali dari rakyat Indonesia untuk menjadi Presiden Republik Indonesia untuk yang kedua kalinya. Komunikasi melalui media sosial dari Presiden Jokowi telah menciptakan kedekatan secara emosional antara Presiden Jokowi dengan masyarakat.Kata kunci: Vlog , Efektifitas Komunikasi, Pilkada DKI 2012, Pilpres 2019","PeriodicalId":177630,"journal":{"name":"Jurnal Renaissance","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117264148","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sebagai salah satu negara maju di dunia, Jepang menjadi tujuan bagi para pencari kerja, khususnya dari negara-negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia. Memperoleh pekerjaan, mendapatkan penghasilan yang lebih baik dan mencari pengalaman hidup di negeri orang yang berbedabahasa dan kebiasaannya menjadi motivasi yang mendorong mereka pergi dari kampung halamannya. Adanya perbedaan-perbedaan antara kehidupan di Indonesia dengan di Jepang telah membuat para orang Indonesia mencari strategi untuk dapat bertahan hidup dan terus bekerja hingga waktu yang ditetapkan dalam surat kontrak perjanjian kerja.Tulisan ini mendeskripsikan dan menguraikan motivasi pemuda Indonesia mengikuti program trainee di Jepang Kata Kunci : Tenaga Kerja Indonesia Di Jepang; Trainee
{"title":"TENAGA KERJA INDONESIA DI JEPANG; STUDI TENTANG MOTIVASI YANG MELATARBELAKANGI SESEORANG MENJADI TRAINE","authors":"E. Priyadi","doi":"10.53878/jr.v4i02.103","DOIUrl":"https://doi.org/10.53878/jr.v4i02.103","url":null,"abstract":"Sebagai salah satu negara maju di dunia, Jepang menjadi tujuan bagi para pencari kerja, khususnya dari negara-negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia. Memperoleh pekerjaan, mendapatkan penghasilan yang lebih baik dan mencari pengalaman hidup di negeri orang yang berbedabahasa dan kebiasaannya menjadi motivasi yang mendorong mereka pergi dari kampung halamannya. Adanya perbedaan-perbedaan antara kehidupan di Indonesia dengan di Jepang telah membuat para orang Indonesia mencari strategi untuk dapat bertahan hidup dan terus bekerja hingga waktu yang ditetapkan dalam surat kontrak perjanjian kerja.Tulisan ini mendeskripsikan dan menguraikan motivasi pemuda Indonesia mengikuti program trainee di Jepang Kata Kunci : Tenaga Kerja Indonesia Di Jepang; Trainee ","PeriodicalId":177630,"journal":{"name":"Jurnal Renaissance","volume":"38 3","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114129421","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dina Rahmawati Hapsyah, Nina Fitriyani, Riska Handayani, Theodora Nurmalia, Afan Abdul Jabbar, Deni Purwanto, Aip Badrujaman
Attitudes towards program evaluation need to be owned by guidance and counseling teachers in implementing programs so that the services provided are of higher quality. This study aims to look at the relationship between the teacher's counseling and counseling attitudes towards program evaluation and the implementation of guidance and counseling programs. In this study, the subjects of the study population were guidance and counseling teachers at Serang District (Banten) State Middle School, amounting to 30 people. The instrument used is the teacher's attitudes of guidance and counseling towards the evaluation of basic services used to obtain information about the teacher's attitudes of guidance and counseling on evaluating basic services and instruments for the implementation of guidance and counseling programs used to describe the evaluations carried out by teachers guidance and counseling . The results showed that 50% of the guidance and counseling teachers had good knowledge of the guidance and counseling teacher evaluation, as many as 63 guidance and counseling teachers had good opinions on the evaluation of guidance and counseling. The results of the study on the implementation of the guidance and counseling program evaluation showed that 47% of guidance and counseling teachers carried out an evaluation of counseling and guidance program planning, 53% of guidance and counseling teachers carried out process evaluation, 59% of guidance and counseling teachers carried out evaluation results, while evaluation of counseling programs was 53 %. Keywords: Attitudes toward Guidance and Counseling Teacher Evaluation, Implementation of Guidance and Counseling Programs
{"title":"HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP EVALUASI GURU BK DENGAN KETERLAKSANAAN PROGAM BIMBINGAN DAN KONSELING","authors":"Dina Rahmawati Hapsyah, Nina Fitriyani, Riska Handayani, Theodora Nurmalia, Afan Abdul Jabbar, Deni Purwanto, Aip Badrujaman","doi":"10.53878/jr.v4i02.102","DOIUrl":"https://doi.org/10.53878/jr.v4i02.102","url":null,"abstract":"Attitudes towards program evaluation need to be owned by guidance and counseling teachers in implementing programs so that the services provided are of higher quality. This study aims to look at the relationship between the teacher's counseling and counseling attitudes towards program evaluation and the implementation of guidance and counseling programs. In this study, the subjects of the study population were guidance and counseling teachers at Serang District (Banten) State Middle School, amounting to 30 people. The instrument used is the teacher's attitudes of guidance and counseling towards the evaluation of basic services used to obtain information about the teacher's attitudes of guidance and counseling on evaluating basic services and instruments for the implementation of guidance and counseling programs used to describe the evaluations carried out by teachers guidance and counseling . The results showed that 50% of the guidance and counseling teachers had good knowledge of the guidance and counseling teacher evaluation, as many as 63 guidance and counseling teachers had good opinions on the evaluation of guidance and counseling. The results of the study on the implementation of the guidance and counseling program evaluation showed that 47% of guidance and counseling teachers carried out an evaluation of counseling and guidance program planning, 53% of guidance and counseling teachers carried out process evaluation, 59% of guidance and counseling teachers carried out evaluation results, while evaluation of counseling programs was 53 %. Keywords: Attitudes toward Guidance and Counseling Teacher Evaluation, Implementation of Guidance and Counseling Programs","PeriodicalId":177630,"journal":{"name":"Jurnal Renaissance","volume":"104 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132730406","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh good corporate governance dan transaksi hubungan istimewa terhadap effective tax rate. Good corporate governance yang diambil untuk pengujian ini adalah komisaris independen dan komite audit terhadap effective tax rate, dan transaksi hubungan istimewa yang digunakan adalah piutang hubungan istimewa. Jenis penelitian adalah kuantitatif asosiatif dan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi berganda. Penelitian dilakukan pada 160 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan purposive sampling, yang dijadikan sampel penelitian adalah 70 perusahaan dengan pengamatan selama 5 (lima) tahun periode 2013-2017. Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan bahwa H1 diterima, yaitu komisaris independen berpengaruh terhadap effective tax rate. Sedangkan H2 dan H3 ditolak, yaitu komite audit dan transaksi hubungan istimewa tidak berpengaruh terhadap effective tax rate. Namun secara simultan good corporate governance dan transaksi hubungan istimewa berpengaruh terhadap effective tax rate.Kata Kunci : Good Corporate Governance, Transaksi Hubungan Istimewa, Effective Tax Rate.
{"title":"PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA TERHADAP EFFECTIVE TAX RATE (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2013-2017)","authors":"Ade Nilasari, Irwan Setiawan","doi":"10.53878/jr.v4i02.104","DOIUrl":"https://doi.org/10.53878/jr.v4i02.104","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh good corporate governance dan transaksi hubungan istimewa terhadap effective tax rate. Good corporate governance yang diambil untuk pengujian ini adalah komisaris independen dan komite audit terhadap effective tax rate, dan transaksi hubungan istimewa yang digunakan adalah piutang hubungan istimewa. Jenis penelitian adalah kuantitatif asosiatif dan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi berganda. Penelitian dilakukan pada 160 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan purposive sampling, yang dijadikan sampel penelitian adalah 70 perusahaan dengan pengamatan selama 5 (lima) tahun periode 2013-2017. Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan bahwa H1 diterima, yaitu komisaris independen berpengaruh terhadap effective tax rate. Sedangkan H2 dan H3 ditolak, yaitu komite audit dan transaksi hubungan istimewa tidak berpengaruh terhadap effective tax rate. Namun secara simultan good corporate governance dan transaksi hubungan istimewa berpengaruh terhadap effective tax rate.Kata Kunci : Good Corporate Governance, Transaksi Hubungan Istimewa, Effective Tax Rate.","PeriodicalId":177630,"journal":{"name":"Jurnal Renaissance","volume":"202 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125735582","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}