Pub Date : 2019-03-05DOI: 10.22219/JMTS.V17I1.7515
Daru Pratomo, M. Suranto
Limpahan air hujan yang tidak terkendali membuat masalah banjir. Usaha dalam menerapkan teknik drainase menjadi pilihan dalam rangka menghadapi global warming yaitu sistem drainase air hujan berwawasan lingkungan. Sistem ini menurut [Sunjoto, 2007] terdiri dari tiga kelompok yaitu Sumur Peresapan Air Hujan (Recharge Well), Parit Resapan Air Hujan (Recharge Trench) dan Taman Resapan Air (Recharge Yard) dan yang terakhir ini juga disebut Taman Bertanggul [Sujono, 2005].Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode analisis kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan metode yaitu metode purposive sampling untuk pengukuran permeabilitas yang mempertimbangkan pengambilan sampel pada lahan yang belum diberi perkerasan seperti lahan kosong maupun pekarangan rumah sedangkan untuk pengukuran kedalaman muka air tanah dengan mengukur kedalaman permukaan air sumur eksisting dan dengan cara menggali rencana sumur resapan yang akan dipakai dalam komplek perumahan. Berdasarkan pendekatan perhitungan metode SNI 03-2453-2002 kebutuhan sumur resapan untuk menampung limpasan air hujan akibat dari tertutupnya lahan terbuka oleh rumah dan carport sebanyak 20 unit. Sedangkan sebagai pengganti lahan yang tertutup oleh paving block, dibuat 8 unit. Dengan dimensi sumur resapan diameter 1 m, kedalaman 1,5 m atau 3 buah buis beton untuk setiap sumur resapan.
{"title":"PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN AIR HUJAN DALAM PERUMAHAN SEBAGAI UPAYA KONSERVASI AIR TANAH","authors":"Daru Pratomo, M. Suranto","doi":"10.22219/JMTS.V17I1.7515","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/JMTS.V17I1.7515","url":null,"abstract":"Limpahan air hujan yang tidak terkendali membuat masalah banjir. Usaha dalam menerapkan teknik drainase menjadi pilihan dalam rangka menghadapi global warming yaitu sistem drainase air hujan berwawasan lingkungan. Sistem ini menurut [Sunjoto, 2007] terdiri dari tiga kelompok yaitu Sumur Peresapan Air Hujan (Recharge Well), Parit Resapan Air Hujan (Recharge Trench) dan Taman Resapan Air (Recharge Yard) dan yang terakhir ini juga disebut Taman Bertanggul [Sujono, 2005].Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode analisis kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan metode yaitu metode purposive sampling untuk pengukuran permeabilitas yang mempertimbangkan pengambilan sampel pada lahan yang belum diberi perkerasan seperti lahan kosong maupun pekarangan rumah sedangkan untuk pengukuran kedalaman muka air tanah dengan mengukur kedalaman permukaan air sumur eksisting dan dengan cara menggali rencana sumur resapan yang akan dipakai dalam komplek perumahan. Berdasarkan pendekatan perhitungan metode SNI 03-2453-2002 kebutuhan sumur resapan untuk menampung limpasan air hujan akibat dari tertutupnya lahan terbuka oleh rumah dan carport sebanyak 20 unit. Sedangkan sebagai pengganti lahan yang tertutup oleh paving block, dibuat 8 unit. Dengan dimensi sumur resapan diameter 1 m, kedalaman 1,5 m atau 3 buah buis beton untuk setiap sumur resapan.","PeriodicalId":178858,"journal":{"name":"Jurnal Media Teknik Sipil","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124582120","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-03-04DOI: 10.22219/JMTS.V17I1.7281
Widy Cahyono, A. Rifa’i
Sebagai Negara yang masih terus membangun Pemerintah Indonesia terus melakukan pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Banyak kajian teknis yang perlu dilakukan terhadap pelaksanaannya. Salah satu yang perlu dikaji dalam bidang geoteknik yaitu penyediaan timbunan untuk subgrade. Tanah yang digunakan sebagai penelitian yaitu tanah yang diambil dari desa Walini, Cikalong Wetan, Bandung Barat. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan nilai daya dukung tanah subgrade yang dipersyaratkan.Modifikasi tanah dilakukan dengan pencampuran antara tanah dan variasi semen, dan tanah, zat aditif dan variasi semen. Zat aditif yang digunakan 1,5% MDD, dan variasi semen yang digunakan adalah campuran 1%, 2% dan 3%. Pengujian dilakukan melalui tahapan pengujian sifat fisik tanah, dan sifat mekanis tanah. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan nilai CBR terendam, dan nilai kuat tekan bebas (qu).Parameter tersebut digunakan sebagai input data pada program PLAXIS 8.6.Tanah timbunan yang dipakai merupakan jenis lanau, dengan nilai CBR terendam sebesar 8,17 %. Analisis simulasi numeris dengan axle load kereta sebesar 170 kN didapat penurunan tanah yang terjadi sebesar -0,065 mm untuk beban statis dan 0,015 x 10-3 mm untuk 1 kali beban siklik kereta. Pada beban dinamis dan beban gempa sebesar 0,4g didapat penurunan sebesar 0,576 x 10-3 mm. Analisis pada penurunan tersebut dilakukan pada titik tengah subgrade diantara kedua beban gandar kereta. Stabilisasi subgrade dengan zat aditif 1,5% MDD dan dan campuran semen 1% dengan ketebalan subgrade 0,35 m, mampu menahan axle load kereta cepat. Kata kunci : Modifikasi tanah, subgrade, dan daya dukung tanah.
{"title":"STABILISASI TANAH DASAR DENGAN BAHAN ADITIF AKIBAT BEBAN SIKLIK JALAN REL KERETA CEPAT JAKARTA – BANDUNG","authors":"Widy Cahyono, A. Rifa’i","doi":"10.22219/JMTS.V17I1.7281","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/JMTS.V17I1.7281","url":null,"abstract":"Sebagai Negara yang masih terus membangun Pemerintah Indonesia terus melakukan pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Banyak kajian teknis yang perlu dilakukan terhadap pelaksanaannya. Salah satu yang perlu dikaji dalam bidang geoteknik yaitu penyediaan timbunan untuk subgrade. Tanah yang digunakan sebagai penelitian yaitu tanah yang diambil dari desa Walini, Cikalong Wetan, Bandung Barat. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan nilai daya dukung tanah subgrade yang dipersyaratkan.Modifikasi tanah dilakukan dengan pencampuran antara tanah dan variasi semen, dan tanah, zat aditif dan variasi semen. Zat aditif yang digunakan 1,5% MDD, dan variasi semen yang digunakan adalah campuran 1%, 2% dan 3%. Pengujian dilakukan melalui tahapan pengujian sifat fisik tanah, dan sifat mekanis tanah. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan nilai CBR terendam, dan nilai kuat tekan bebas (qu).Parameter tersebut digunakan sebagai input data pada program PLAXIS 8.6.Tanah timbunan yang dipakai merupakan jenis lanau, dengan nilai CBR terendam sebesar 8,17 %. Analisis simulasi numeris dengan axle load kereta sebesar 170 kN didapat penurunan tanah yang terjadi sebesar -0,065 mm untuk beban statis dan 0,015 x 10-3 mm untuk 1 kali beban siklik kereta. Pada beban dinamis dan beban gempa sebesar 0,4g didapat penurunan sebesar 0,576 x 10-3 mm. Analisis pada penurunan tersebut dilakukan pada titik tengah subgrade diantara kedua beban gandar kereta. Stabilisasi subgrade dengan zat aditif 1,5% MDD dan dan campuran semen 1% dengan ketebalan subgrade 0,35 m, mampu menahan axle load kereta cepat. Kata kunci : Modifikasi tanah, subgrade, dan daya dukung tanah.","PeriodicalId":178858,"journal":{"name":"Jurnal Media Teknik Sipil","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116625940","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-03-01DOI: 10.22219/jmts.v17i1.5951
Hakas Prayuda
Concrete is one of the construction materials of combination between cement, fine aggregate, coarse aggregate, and water mixed into one solid mass. The work of concrete making can be added a mineral additive as well as chemical additive (admixture) for the interest in construction work. In some cases construction work is desirable for concrete to produce optimum strength during the early age of the concrete so that the timing of concreting work can be shortened. The strength of concrete at the early age can be increased with added mineral (additive) and chemical (admixture) materials. This research made a mixture of concrete with 7 variations of mixture with total specimen 54 sample of cylindrical size with diameter 15 cm and height 30 cm. Tests conducted in the form of testing workability and compressive strength of concrete at the age of 3 days, 7 days and 28 days. Through this study obtained the right composition to make concrete with a high early age of compressive strength.
{"title":"KUAT TEKAN BETON AWAL TINGGI DENGAN VARIASI PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER DAN SILICA FUME","authors":"Hakas Prayuda","doi":"10.22219/jmts.v17i1.5951","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/jmts.v17i1.5951","url":null,"abstract":"Concrete is one of the construction materials of combination between cement, fine aggregate, coarse aggregate, and water mixed into one solid mass. The work of concrete making can be added a mineral additive as well as chemical additive (admixture) for the interest in construction work. In some cases construction work is desirable for concrete to produce optimum strength during the early age of the concrete so that the timing of concreting work can be shortened. The strength of concrete at the early age can be increased with added mineral (additive) and chemical (admixture) materials. This research made a mixture of concrete with 7 variations of mixture with total specimen 54 sample of cylindrical size with diameter 15 cm and height 30 cm. Tests conducted in the form of testing workability and compressive strength of concrete at the age of 3 days, 7 days and 28 days. Through this study obtained the right composition to make concrete with a high early age of compressive strength.","PeriodicalId":178858,"journal":{"name":"Jurnal Media Teknik Sipil","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125725644","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-28DOI: 10.22219/JMTS.V17I1.7537
Ernawan Setyono, Amirul Satrio Rudianto
Air merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting untuk memenuhi kelangsungan hidup manusia dan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, sedangkan persediaan air di bumi tetap. Salah satu upaya mengatasi masalah tersebut adalah dengan menampung air di embung. Embung Sukodono mempunyai kapasitas tampungan maksimum sebesar 1,547 juta m3.Embung Sukodono memanfaatkan suplesi sungai Bengawan Solo bagian hilir yang terletak di desa Sekargadung dengan inflow debit pemompaan rencana sebesar 230 liter/detik untuk memenuhi outflow berupa kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat Kecamatan Panceng dan Kecamatan Dukun hingga tahun 2039. Kebutuhan air baku pada jam puncak pada tahun 2039 sebesar 73,76 liter/detik dan kebutuhan irigasi maksimum sebesar 250,93 liter/detik seluas 250 Ha. Dalam studi ini simulasi pola operasi embung terbagi menjadi 3 alternatif pemompaan. Dari hasil simulasi rencana pola operasi Embung Sukodono, rencana pola operasi yang digunakan selama 25 tahun adalah alternatif 3. Pada alternatif 3 kapasitas debit pemompaan dapat diturunkan dari 230 lt/dtk menjadi 200 lt/dtk pada musim kering dan lama pemompaan dapat diturunkan dari 12 jam pemompaan menjadi 8 jam pemompaan pada musim kering namun elevasi muka air embung tetep terjaga di atas elevasi tampungan minimum operasi.
{"title":"ALTERNATIF POLA OPERASI EMBUNG SUKODONO KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK UNTUK KEBUTUHAN AIR BAKU DAN AIR IRIGASI","authors":"Ernawan Setyono, Amirul Satrio Rudianto","doi":"10.22219/JMTS.V17I1.7537","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/JMTS.V17I1.7537","url":null,"abstract":"Air merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting untuk memenuhi kelangsungan hidup manusia dan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, sedangkan persediaan air di bumi tetap. Salah satu upaya mengatasi masalah tersebut adalah dengan menampung air di embung. Embung Sukodono mempunyai kapasitas tampungan maksimum sebesar 1,547 juta m3.Embung Sukodono memanfaatkan suplesi sungai Bengawan Solo bagian hilir yang terletak di desa Sekargadung dengan inflow debit pemompaan rencana sebesar 230 liter/detik untuk memenuhi outflow berupa kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat Kecamatan Panceng dan Kecamatan Dukun hingga tahun 2039. Kebutuhan air baku pada jam puncak pada tahun 2039 sebesar 73,76 liter/detik dan kebutuhan irigasi maksimum sebesar 250,93 liter/detik seluas 250 Ha. Dalam studi ini simulasi pola operasi embung terbagi menjadi 3 alternatif pemompaan. Dari hasil simulasi rencana pola operasi Embung Sukodono, rencana pola operasi yang digunakan selama 25 tahun adalah alternatif 3. Pada alternatif 3 kapasitas debit pemompaan dapat diturunkan dari 230 lt/dtk menjadi 200 lt/dtk pada musim kering dan lama pemompaan dapat diturunkan dari 12 jam pemompaan menjadi 8 jam pemompaan pada musim kering namun elevasi muka air embung tetep terjaga di atas elevasi tampungan minimum operasi.","PeriodicalId":178858,"journal":{"name":"Jurnal Media Teknik Sipil","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134294781","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-28DOI: 10.22219/jmts.v17i1.6991
Karmila Achmad, S. Sunarno
Pasir Samboja merupakan material lokal Balikpapan yang relatif murah dan belum banyak digunakan dalam campuran beton oleh masyarakat Balikpapan. Hal ini karena material ini memiliki butiran yang sangat halus, yang mengakibatkan jenis pasir ini tidak masuk dalam ke 4 zona agregat halus yang merupakan syarat dalam campuran beton. Sehingga dalam penggunaannya pasir Samboja perlu dipadukan dengan jenis pasir lainnya yang memiliki butiran agak kasar. Tujuan penelitian untuk mendapatkan sifat fisik agregat halus lokal di Balikpapan dalam campuran beton dan mendapatkan proporsi paduan agregat halus lokal Balikpapan yang optimal ditinjau dari besarnya Kuat Tekan Beton. Dalam penelitian ini ada 66 mortar dan 66 silinder beton dengan variasi persentase pasir Samboja dalam agregat halus campuran beton. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa proporsi pasir Samboja yang memenuhi kriteria agregat halus dalam campuran beton adalah dibawah 70% dengan MHB 1,64 mendekati zona 4 (pasir Agak Halus). Benda uji P50 dengan proporsi pasir Palu sebesar 50% dan pasir Samboja sebesar 50% memberikan nilai kuat tekan beton terbaik pada umur 28 hari yaitu 31,33 MPa dengan peningkatan kuat tekan sebesar 7,11% terhadap S100 dan jika ditinjau dari tren kuat tekan yang terjadi adalah perpaduan pasir Palu dan pasir Samboja memberikan nilai yang baik pada P50 dan P60.
Samboja砂是一种相对便宜的当地材料Balikpapan,在Balikpapan社区中使用很少。这是因为这种材料有非常细的颗粒,这使得这种沙子无法进入混凝土混合物中所要求的四个软骨密度区域。因此,在使用桑博亚砂时,必须与另一种颗粒相当粗糙的沙子相结合。研究的目的是用混凝土混合获得巴利克帕廷的局部好骨料生理性质,并从强度和强度中获得最佳的当地骨料合金比例。在这项研究中,有66种砂浆和66个陶缸的混凝土,其比例为Samboja砂的细混合液混合。取得的结果表明,Samboja沙子的比例符合混凝土混合物中平滑骨密度的标准,MHB 1.64接近4区(沙相当平滑)。测试物体P50沙子锤子50%比例和沙子Samboja 50%年龄提供了强大的价值按最好的混凝土28天即31,33 MPa按大小以其强大增加对S100 7,11%强大趋势(united nations high commissioner for refugees)表示,如果按发生的是沙子锤子和组合Samboja P50和P60施加的好成绩。
{"title":"KUAT TEKAN MORTAR DAN SILINDER BETON PADA PERPADUAN MATERIAL LOKAL PASIR SAMBOJA DENGAN PASIR PALU","authors":"Karmila Achmad, S. Sunarno","doi":"10.22219/jmts.v17i1.6991","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/jmts.v17i1.6991","url":null,"abstract":"Pasir Samboja merupakan material lokal Balikpapan yang relatif murah dan belum banyak digunakan dalam campuran beton oleh masyarakat Balikpapan. Hal ini karena material ini memiliki butiran yang sangat halus, yang mengakibatkan jenis pasir ini tidak masuk dalam ke 4 zona agregat halus yang merupakan syarat dalam campuran beton. Sehingga dalam penggunaannya pasir Samboja perlu dipadukan dengan jenis pasir lainnya yang memiliki butiran agak kasar. Tujuan penelitian untuk mendapatkan sifat fisik agregat halus lokal di Balikpapan dalam campuran beton dan mendapatkan proporsi paduan agregat halus lokal Balikpapan yang optimal ditinjau dari besarnya Kuat Tekan Beton. Dalam penelitian ini ada 66 mortar dan 66 silinder beton dengan variasi persentase pasir Samboja dalam agregat halus campuran beton. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa proporsi pasir Samboja yang memenuhi kriteria agregat halus dalam campuran beton adalah dibawah 70% dengan MHB 1,64 mendekati zona 4 (pasir Agak Halus). Benda uji P50 dengan proporsi pasir Palu sebesar 50% dan pasir Samboja sebesar 50% memberikan nilai kuat tekan beton terbaik pada umur 28 hari yaitu 31,33 MPa dengan peningkatan kuat tekan sebesar 7,11% terhadap S100 dan jika ditinjau dari tren kuat tekan yang terjadi adalah perpaduan pasir Palu dan pasir Samboja memberikan nilai yang baik pada P50 dan P60.","PeriodicalId":178858,"journal":{"name":"Jurnal Media Teknik Sipil","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131773624","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-28DOI: 10.22219/JMTS.V17I1.7535
Rofikatul Karimah, Akbar Prasojo
Meningkatnya luas daerah yang ditutupi oleh perkerasan dengan pembangunan permukiman seperti halnya di perkotaan dapat mengakibatkan waktu berkumpulnya air menjadi jauh lebih pendek, dengan berkurangnya kesempatan air hujan berinfiltrasi ke dalam tanah, maka limpasan permukaan air hujan akan menimbulkan genangan bahkan banjir pun dapat terjadi pula. Dalam upaya mengantisipasi hal tersebut, maka diperlukan penerapan mengenai drainase permukiman yang berwawasan lingkungan, seperti pembuatan perkerasan beton porous, sebatas untuk konstruksi non struktural seperti parkir kendaraan, trotoar, lapangan, dll. Perkembangan muktahir yang menjanjikan saat ini adalah penggunaan abu terbang sepenuhnya sebagai pengganti semen Portland lewat proses yang disebut polimerisasi anorganik (geopolimer). Diharapkan dari pembuatan beton porous dengan material geopolimer ini selain dapat menyerap air dengan cepat juga memiliki kekuatan mekanik yang sama dengan beton pada umumnya. Metode penelitian ini bersifat eksperimen dengan mencari mix design geopolimer yang paling tepat dari benda uji silinder diameter ukuran 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Penelitian menggunakan campuran bahan pengganti semen Portland menggunakan material geopolimer pada benda uji silinder dan dibuat variasi prosentase 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Berdasarkan hasil uji diperoleh variasi campuran geopolimer optimum pada 29% dengan kuat tekan beton 11 N/mm2 dan porositas beton 14%. Perlu ditemukan bahan tambah (Admixture) untuk mendapatkan kuat tekan, daya serap air, dan workability yang diinginkan pada pembuatan beton porous dengan material geopolimer.
{"title":"PEMBUATAN BETON POROUS DENGAN MATERIAL GEOPOLIMER","authors":"Rofikatul Karimah, Akbar Prasojo","doi":"10.22219/JMTS.V17I1.7535","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/JMTS.V17I1.7535","url":null,"abstract":"Meningkatnya luas daerah yang ditutupi oleh perkerasan dengan pembangunan permukiman seperti halnya di perkotaan dapat mengakibatkan waktu berkumpulnya air menjadi jauh lebih pendek, dengan berkurangnya kesempatan air hujan berinfiltrasi ke dalam tanah, maka limpasan permukaan air hujan akan menimbulkan genangan bahkan banjir pun dapat terjadi pula. Dalam upaya mengantisipasi hal tersebut, maka diperlukan penerapan mengenai drainase permukiman yang berwawasan lingkungan, seperti pembuatan perkerasan beton porous, sebatas untuk konstruksi non struktural seperti parkir kendaraan, trotoar, lapangan, dll. Perkembangan muktahir yang menjanjikan saat ini adalah penggunaan abu terbang sepenuhnya sebagai pengganti semen Portland lewat proses yang disebut polimerisasi anorganik (geopolimer). Diharapkan dari pembuatan beton porous dengan material geopolimer ini selain dapat menyerap air dengan cepat juga memiliki kekuatan mekanik yang sama dengan beton pada umumnya. Metode penelitian ini bersifat eksperimen dengan mencari mix design geopolimer yang paling tepat dari benda uji silinder diameter ukuran 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Penelitian menggunakan campuran bahan pengganti semen Portland menggunakan material geopolimer pada benda uji silinder dan dibuat variasi prosentase 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Berdasarkan hasil uji diperoleh variasi campuran geopolimer optimum pada 29% dengan kuat tekan beton 11 N/mm2 dan porositas beton 14%. Perlu ditemukan bahan tambah (Admixture) untuk mendapatkan kuat tekan, daya serap air, dan workability yang diinginkan pada pembuatan beton porous dengan material geopolimer.","PeriodicalId":178858,"journal":{"name":"Jurnal Media Teknik Sipil","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121656911","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-26DOI: 10.22219/JMTS.V17I1.7483
Panji Ginaya Taufik, D. Sulistyo, A. Aminullah
Pile cap is a structure to distribute load from the upper structure to the sub structure. Often the planning of the pile cap is approached as a two way slab or beam with pile as restrain, by consider the bending and shear separately. As is the case with conventional methods that consider 1-way shear, 2-way shear, and bending separately. The strut and tie model can be used as an alternative method in designing a pile cap, by approaching the stress trajectory with the truss model. In this study, a pile cap will be designed using the conventional method and the strut and tie model, the pile cap with 3 pile cap and an eccentric load. Then the results are tested numerically using Abaqus to determine the difference in behavior. The main reinforcement results from the strut and tie model method are more evenly stressed than the conventional method, also the vertical load needed to achieve the main reinforcement yield stress strut and tie model (1100 kN) is greater than the conventional method (900 kN).
{"title":"STRUCTURAL BEHAVIOR OF PILE CAP 3 PILE WITH EKSENTRIC LOAD DESIGNED USING STRUT AND TIE MODEL WITH NUMERICAL METHOD","authors":"Panji Ginaya Taufik, D. Sulistyo, A. Aminullah","doi":"10.22219/JMTS.V17I1.7483","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/JMTS.V17I1.7483","url":null,"abstract":"Pile cap is a structure to distribute load from the upper structure to the sub structure. Often the planning of the pile cap is approached as a two way slab or beam with pile as restrain, by consider the bending and shear separately. As is the case with conventional methods that consider 1-way shear, 2-way shear, and bending separately. The strut and tie model can be used as an alternative method in designing a pile cap, by approaching the stress trajectory with the truss model. In this study, a pile cap will be designed using the conventional method and the strut and tie model, the pile cap with 3 pile cap and an eccentric load. Then the results are tested numerically using Abaqus to determine the difference in behavior. The main reinforcement results from the strut and tie model method are more evenly stressed than the conventional method, also the vertical load needed to achieve the main reinforcement yield stress strut and tie model (1100 kN) is greater than the conventional method (900 kN).","PeriodicalId":178858,"journal":{"name":"Jurnal Media Teknik Sipil","volume":"117 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133513151","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-22DOI: 10.22219/JMTS.V16I2.6744
Andi Syaiful Amal, Wahyuddin Saputra
Latasir (HRSS) Kelas B merupakan campuran yang ditujukan untuk jalan-jalan dengan lalu lintas ringan, khususnya pada daerah dimana agregat kasar tidak tersedia. Campuran ini mempunyai ketahanan alur (rutting) yang rendah oleh sebab itu tidak boleh digunakan dengan lapisan yang tebal, pada jalan dengan lalu lintas berat dan pada daerah tanjakan. Struktur abu marmer yang halus dan dapat lolos saringan #200 layaknya semen, sehingga dapat dikaji sebagai bahan material alternatif filler dalam campuran aspal khususnya latasir kelas b. Penelitian ini menggunakan metode Central Quality Control & Monitoring Unit (CQCMU). Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai karakteristik marshall pada campuran latasir kelas b dengan filler abu marmer dan mengetahui presentase kadar optimum yang digunakan sebagai pengganti abu marmer berdasarkan kadar aspal optimum. Hasil pengujian campuran latasir kelas b menggunakan filler abu marmer dengan kadar aspal optimum 9,01% diperoleh presentase kadar optimum abu marmer sebesar 52,22% maka diperoleh nilai karakteristik Marshall adalah Marshall Stability 800,00 Kg, Marshall Qoutient 1,9 Kg/mm, Volume Air Void 4,9 %, Film Thickness 8,56 μm.
{"title":"PEMANFAATAN LIMBAH ABU MARMER SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN LAPIS TIPIS ASPAL PASIR (LATASIR) B","authors":"Andi Syaiful Amal, Wahyuddin Saputra","doi":"10.22219/JMTS.V16I2.6744","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/JMTS.V16I2.6744","url":null,"abstract":"Latasir (HRSS) Kelas B merupakan campuran yang ditujukan untuk jalan-jalan dengan lalu lintas ringan, khususnya pada daerah dimana agregat kasar tidak tersedia. Campuran ini mempunyai ketahanan alur (rutting) yang rendah oleh sebab itu tidak boleh digunakan dengan lapisan yang tebal, pada jalan dengan lalu lintas berat dan pada daerah tanjakan. Struktur abu marmer yang halus dan dapat lolos saringan #200 layaknya semen, sehingga dapat dikaji sebagai bahan material alternatif filler dalam campuran aspal khususnya latasir kelas b. Penelitian ini menggunakan metode Central Quality Control & Monitoring Unit (CQCMU). Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai karakteristik marshall pada campuran latasir kelas b dengan filler abu marmer dan mengetahui presentase kadar optimum yang digunakan sebagai pengganti abu marmer berdasarkan kadar aspal optimum. Hasil pengujian campuran latasir kelas b menggunakan filler abu marmer dengan kadar aspal optimum 9,01% diperoleh presentase kadar optimum abu marmer sebesar 52,22% maka diperoleh nilai karakteristik Marshall adalah Marshall Stability 800,00 Kg, Marshall Qoutient 1,9 Kg/mm, Volume Air Void 4,9 %, Film Thickness 8,56 μm.","PeriodicalId":178858,"journal":{"name":"Jurnal Media Teknik Sipil","volume":"166 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121088967","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-14DOI: 10.22219/JMTS.V16I2.6554
S. Samin, Ernawan Setyono, Wisnu Tri Anugrah
Sistem pendistribusian air bersih merupakan bagian yang sangat utama untuk pembangunan suatu gedung, terutama untuk hotel karena sistem pendistribusian air bersih yang baik dapat memberikan kenyamanan bagi para pengguna hotel. Tidak hanya pendistribusian air bersih, namun juga sistem pembuangan air limbah juga harus direncanakan dengan baik. Neo Condoel memiliki 7 lantai. Gedung ini dibangun di atas tanah seluas 2.575 m2. Apabila ditinjau dari SNI 03-7065-2005, suatu bangunan hotel diharuskan memiliki jaringan air bersih yang mampu melayani sedikitnya 250 liter/orang/hari untuk kebutuhan tamu hotel dan 120 lier/orang/hari untuk kebutuhan karyawan. Pada bangunan tinggi seperti hotel, tekanan air yang disyaratkan adalah kurang lebih sebesar 1 atm. Apabila tekanan air belum memenuhi syarat yang telah ditetapkan, maka dibutuhkanlah pompa booster agar kebutuhan tekanan air dapat dicapai.
{"title":"ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH GEDUNG NEO CONDOTEL BATU","authors":"S. Samin, Ernawan Setyono, Wisnu Tri Anugrah","doi":"10.22219/JMTS.V16I2.6554","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/JMTS.V16I2.6554","url":null,"abstract":"Sistem pendistribusian air bersih merupakan bagian yang sangat utama untuk pembangunan suatu gedung, terutama untuk hotel karena sistem pendistribusian air bersih yang baik dapat memberikan kenyamanan bagi para pengguna hotel. Tidak hanya pendistribusian air bersih, namun juga sistem pembuangan air limbah juga harus direncanakan dengan baik. Neo Condoel memiliki 7 lantai. Gedung ini dibangun di atas tanah seluas 2.575 m2. Apabila ditinjau dari SNI 03-7065-2005, suatu bangunan hotel diharuskan memiliki jaringan air bersih yang mampu melayani sedikitnya 250 liter/orang/hari untuk kebutuhan tamu hotel dan 120 lier/orang/hari untuk kebutuhan karyawan. Pada bangunan tinggi seperti hotel, tekanan air yang disyaratkan adalah kurang lebih sebesar 1 atm. Apabila tekanan air belum memenuhi syarat yang telah ditetapkan, maka dibutuhkanlah pompa booster agar kebutuhan tekanan air dapat dicapai.","PeriodicalId":178858,"journal":{"name":"Jurnal Media Teknik Sipil","volume":"208 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114809836","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-13DOI: 10.22219/jmts.v16i2.6522
Dwi Kurniati
Dewasa ini semakin banyak pembangunan konstruksi dalam suatu wilayah. Kondisi ini yang menyebabkan timbulnya permasalahan pada kelangkaan material yang digunakan. Demi meminimalisir kelangkaan material, diperlukan penelitian mengenai pengolahan limbah material sebagai bahan tambah alternatif yang dapat digunakan dalam pekerjaan pembangunan konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kelecakan pada campuran beton, dan nilai kuat lentur beton. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bahan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, dengan metode pengujian uji lentur beton. Benda uji yang digunakan adalah sampel uji balok, dengan prosentase 5%, 10% dan 15%. Pengujian dilakukan pada umur beton 14 hari dan 28 hari. Mutu beton rencana adalah 25 MPa. Pada pengujian kuat lentur rata-rata nilai tertinggi dengan umur 14 hari yaitu beton dengan bahan tambah 5% sebesar 5,73 MPa. sedangkan nilai rata-rata kuat lentur tertinggi di 28 hari yaitu beton normal sebesar 5,93 MPa. Hasil dari pengujian nilai slump pada campuran beton normal yaitu 10,5 cm, campuran dengan bahan tambah 5% yaitu 14,4 cm, campuran beton dengan bahan tambah 10% yaitu 15,35 cm dan campuran beton dengan bahan tambah 15% yaitu 16 cm. Sehingga didapatkan kesimpulan bahwa bahan tambah limbah pecahan genteng, fly ash dan superplasticiser kurang direkomendasikan untuk digunakan dalam konstruksi, dikarenakan mutu beton yang dihasilkan jauh dri mutu beton rencana.
{"title":"PENGUATAN KAPASITAS LENTUR BETON DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH","authors":"Dwi Kurniati","doi":"10.22219/jmts.v16i2.6522","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/jmts.v16i2.6522","url":null,"abstract":"Dewasa ini semakin banyak pembangunan konstruksi dalam suatu wilayah. Kondisi ini yang menyebabkan timbulnya permasalahan pada kelangkaan material yang digunakan. Demi meminimalisir kelangkaan material, diperlukan penelitian mengenai pengolahan limbah material sebagai bahan tambah alternatif yang dapat digunakan dalam pekerjaan pembangunan konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kelecakan pada campuran beton, dan nilai kuat lentur beton. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bahan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, dengan metode pengujian uji lentur beton. Benda uji yang digunakan adalah sampel uji balok, dengan prosentase 5%, 10% dan 15%. Pengujian dilakukan pada umur beton 14 hari dan 28 hari. Mutu beton rencana adalah 25 MPa. Pada pengujian kuat lentur rata-rata nilai tertinggi dengan umur 14 hari yaitu beton dengan bahan tambah 5% sebesar 5,73 MPa. sedangkan nilai rata-rata kuat lentur tertinggi di 28 hari yaitu beton normal sebesar 5,93 MPa. Hasil dari pengujian nilai slump pada campuran beton normal yaitu 10,5 cm, campuran dengan bahan tambah 5% yaitu 14,4 cm, campuran beton dengan bahan tambah 10% yaitu 15,35 cm dan campuran beton dengan bahan tambah 15% yaitu 16 cm. Sehingga didapatkan kesimpulan bahwa bahan tambah limbah pecahan genteng, fly ash dan superplasticiser kurang direkomendasikan untuk digunakan dalam konstruksi, dikarenakan mutu beton yang dihasilkan jauh dri mutu beton rencana.","PeriodicalId":178858,"journal":{"name":"Jurnal Media Teknik Sipil","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114994906","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}