Penyakit diare menjadi permasalahan utama di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Selain sebagai penyebab kematian, diare juga menjadi penyebab utama gizi kurang yang bisa menimbulkan kematian serta dapat menimbulkan kejadian luar biasa. Banyak faktor yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi penyebab diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Wilayah kerja Puskesmas Pulau Pinang Kabupaten Lahat. Penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan desain cross sectional dengan uji chi square. Dimana analisa penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi analisa univariat dan bivariat, Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan dilakukan secara langsung dengan responden. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang berobat di Puskesmas Pulau Pinang Kabupaten Lahat. Tahnik sampling yang digunakan adalah purposive samplng dengan jumlah 50 responden dan memilik kriteria inklusi. Hasil analisa data didapatkan bahwa adanya hubungan pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian diare pada anak usia balita dengan P value 0.027, adanya hubungan status gizi dengan kejadian diare pada anak usia balita dengan P value 0.019 dan adanya hubungan pengetahuan Ibu dengan kejadian diare pada anak usia balita dengan P value 0.046. Diharapkan bagi pihak pelayanan kesehatan Puskesmas dapat meningkatkan pengetahuan Ibu mengenai konsep diare pada balita melalui sosialisasi pendidikan kesehatan di lingkungan wilayah kerja Puskesmas tersebut.
痢疾在包括印度尼西亚在内的发展中国家成为一个主要问题。腹泻不仅是死亡的原因,也是营养不良的主要原因,这可能导致死亡和重大事件。许多直接或间接的因素导致腹泻。这项研究的目的是确定与班赫摄政区普斯马斯岛普斯马斯地区幼儿腹泻事件有关的因素。这项研究使用的是与chi square测试交叉设计的分析观察。这项研究的分析是通过确定单变量和双变量分析来进行的,使用的工具是问卷调查,并与受访者直接进行。该研究的样本包括在槟榔屿湖区Puskesmas接受治疗的幼儿。Tahnik样本是对50名受访者进行了采样,并对候选人进行了测试。数据分析的结果得到了独家母乳喂养与事件的关系的存在,腹泻的孩子蹒跚学步的年龄与P营养价值0.027,依恋状态发生腹泻的孩子蹒跚学步的年龄P value 0.019和依恋妈妈发生腹泻的孩子蹒跚学步的年龄与知识价值0.046 P。预计卫生保健服务人员将通过浦斯马斯地区的卫生教育社会化来增加母亲关于婴儿腹泻概念的知识。
{"title":"Faktor Resiko Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Pinang Kabupaten Lahat Tahun 2022","authors":"S. Hartati, Kamesyworo, Yeni Elviani","doi":"10.55018/jakk.v2i1.15","DOIUrl":"https://doi.org/10.55018/jakk.v2i1.15","url":null,"abstract":"Penyakit diare menjadi permasalahan utama di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Selain sebagai penyebab kematian, diare juga menjadi penyebab utama gizi kurang yang bisa menimbulkan kematian serta dapat menimbulkan kejadian luar biasa. Banyak faktor yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi penyebab diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Wilayah kerja Puskesmas Pulau Pinang Kabupaten Lahat.\u0000Penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan desain cross sectional dengan uji chi square. Dimana analisa penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi analisa univariat dan bivariat, Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan dilakukan secara langsung dengan responden. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang berobat di Puskesmas Pulau Pinang Kabupaten Lahat. Tahnik sampling yang digunakan adalah purposive samplng dengan jumlah 50 responden dan memilik kriteria inklusi. \u0000Hasil analisa data didapatkan bahwa adanya hubungan pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian diare pada anak usia balita dengan P value 0.027, adanya hubungan status gizi dengan kejadian diare pada anak usia balita dengan P value 0.019 dan adanya hubungan pengetahuan Ibu dengan kejadian diare pada anak usia balita dengan P value 0.046.\u0000Diharapkan bagi pihak pelayanan kesehatan Puskesmas dapat meningkatkan pengetahuan Ibu mengenai konsep diare pada balita melalui sosialisasi pendidikan kesehatan di lingkungan wilayah kerja Puskesmas tersebut.","PeriodicalId":193053,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124228917","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nora Aditya, Ahmad Guntur, Miftakhul Ulfa, Soebagijono
Orang dengan skizofrenia pada kasus risiko perilaku kekerasan menjadikan permasalan bagi caregiver. Perasaan cemas, takut mengalami kekambuhan dan kurang mampu mengakses layanan kesehatan menjadikan peningkatan kasus kekambuhan berulang. Upaya yang dapat dilakukan dengan melakukan asuhan keperawatan pada caregiver dalam mengakses layanan kesehatan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi terkait kemampuan caregiver dalam memahami perawatan orang dengan Skizofrenia yang mengalami risiko perilaku kekerasan dalam mengakses layanan kesehatan di komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, sampel pada studi kasus ini adalah caregiver orang dengan Skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan yang tidak mampu mengakses layanan kesehatan. Tahapan studi kasus ini meliputi pengkajian, perumusan diganosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Teknik sampling yang digunakan adalah konstruktif sampling dengan 3 partisipan. Alat ukur yang digunakan adalah diri sendiri dan alat bantu seperti spignomanometer, stetoskope, termometer dan format pengkajian keperawatan. Studi kasus di laksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bantur, Kabupaten Malang. Analisis data melalaui analisis diskriptif. P1, P2 dan P3 mampu memahami terkait perawatan orang dengan skizofrenia dan akses layanan kesehatan di komunitas. Namun dalam melakukan perawatan dan tindakan untuk mendampingi Orang dengan Skizofrenia yang dirawat dan mengakses layanan kesehatan seperti ke posyandu jiwa dan puskesmas belum terlaksana dengan baik. Seluruh partisipan memahami dengan baik perawatan orang dengan Skizofrenia dalam mengakses layanan kesehatan. Namun, belum mampu melakukan tindakan pendampingan dalam mengakses layanan kesehatan. Sehingga studi kasus dalam bentuk asuhan keperawatan ini harus diulangi kembali dengan pendampingan pada caregiver untuk merawat orang dengan Skizofrenia.
{"title":"Pemahaman Caregiver Dalam Mengakses Layanan Kesehatan Di Komunitas Pada Orang Dengan Skizofrenia Yang Mengalami Risiko Perilaku Kekerasan","authors":"Nora Aditya, Ahmad Guntur, Miftakhul Ulfa, Soebagijono","doi":"10.55018/jakk.v2i1.18","DOIUrl":"https://doi.org/10.55018/jakk.v2i1.18","url":null,"abstract":"Orang dengan skizofrenia pada kasus risiko perilaku kekerasan menjadikan permasalan bagi caregiver. Perasaan cemas, takut mengalami kekambuhan dan kurang mampu mengakses layanan kesehatan menjadikan peningkatan kasus kekambuhan berulang. Upaya yang dapat dilakukan dengan melakukan asuhan keperawatan pada caregiver dalam mengakses layanan kesehatan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi terkait kemampuan caregiver dalam memahami perawatan orang dengan Skizofrenia yang mengalami risiko perilaku kekerasan dalam mengakses layanan kesehatan di komunitas.\u0000Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, sampel pada studi kasus ini adalah caregiver orang dengan Skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan yang tidak mampu mengakses layanan kesehatan. Tahapan studi kasus ini meliputi pengkajian, perumusan diganosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Teknik sampling yang digunakan adalah konstruktif sampling dengan 3 partisipan. Alat ukur yang digunakan adalah diri sendiri dan alat bantu seperti spignomanometer, stetoskope, termometer dan format pengkajian keperawatan. Studi kasus di laksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bantur, Kabupaten Malang. Analisis data melalaui analisis diskriptif.\u0000P1, P2 dan P3 mampu memahami terkait perawatan orang dengan skizofrenia dan akses layanan kesehatan di komunitas. Namun dalam melakukan perawatan dan tindakan untuk mendampingi Orang dengan Skizofrenia yang dirawat dan mengakses layanan kesehatan seperti ke posyandu jiwa dan puskesmas belum terlaksana dengan baik.\u0000Seluruh partisipan memahami dengan baik perawatan orang dengan Skizofrenia dalam mengakses layanan kesehatan. Namun, belum mampu melakukan tindakan pendampingan dalam mengakses layanan kesehatan. Sehingga studi kasus dalam bentuk asuhan keperawatan ini harus diulangi kembali dengan pendampingan pada caregiver untuk merawat orang dengan Skizofrenia.","PeriodicalId":193053,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130739446","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kondisi imunitas lansia yang mulai menurun, disertai adanya komorbid hipertensi menjadikan lansia kelompok beresiko tinggi yang perlu mendapat perhatian khusus di era pandemic Covid 19. Lansia yang rutin memeriksakan kesehatan ke posyandu setiap bulan sebelum Pandemi Covid 19 menjadi tidak ke posyandu juga tidak melakukan kontrol rutin ke fasilitas kesehatan karena takut tertular Covid-19. Berdasarkan data tersebut perlu dilakukan pengabdian masyarakat yang bertujuan memberdayakan caregiver keluarga berbasis online dalam perawatan lansia dengan hipertensi di Era Pandemi Covid 19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode Kunjungan Lapangan, Pelatihan Melalui Aplikasi Zoom Meeting, Pendampingan Home Visit serta Monitoring Melalui Aplikasi WhatsApp BKL. Sasaran kegiatan ini adalah 20 caregiver keluarga yang memiliki lansia dengan hipertensi yang terdaftar di Posyandu Lansia Setya Manunggal III. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan tingkat pengetahuan caregiver meningkat dalam merawat lansia dari tingkat pengetahuan kurang 50%, cukup baik 40% dan baik 10% menjadi tingkat pengetahuan kurang 0%, cukup baik 40% dan baik 60%. Setelah mendapatkan pelatihan terjadi peningkatan ketrampilan caregiver yaitu 80% sudah mampu menyediakan diet hipertensi, 60 % mampu mendampingi senam lansia, serta 90% mampu memberikan terapi rendam kaki air sereh. Terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan caregiver setelah diberikan pelatihan, sehingga diharapkan caregiver mampu merawat lansia secara mandiri selama pandemic Covid 19.
{"title":"Pemberdayaan Caregiver Keluarga Berbasis Online Dalam Perawatan Lansia Dengan Hipertensi Di Era Pandemi COVID 19","authors":"M. Margiyati, Novi Wulan Sari","doi":"10.55018/jakk.v2i1.32","DOIUrl":"https://doi.org/10.55018/jakk.v2i1.32","url":null,"abstract":"Kondisi imunitas lansia yang mulai menurun, disertai adanya komorbid hipertensi menjadikan lansia kelompok beresiko tinggi yang perlu mendapat perhatian khusus di era pandemic Covid 19. Lansia yang rutin memeriksakan kesehatan ke posyandu setiap bulan sebelum Pandemi Covid 19 menjadi tidak ke posyandu juga tidak melakukan kontrol rutin ke fasilitas kesehatan karena takut tertular Covid-19. Berdasarkan data tersebut perlu dilakukan pengabdian masyarakat yang bertujuan memberdayakan caregiver keluarga berbasis online dalam perawatan lansia dengan hipertensi di Era Pandemi Covid 19.\u0000Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode Kunjungan Lapangan, Pelatihan Melalui Aplikasi Zoom Meeting, Pendampingan Home Visit serta Monitoring Melalui Aplikasi WhatsApp BKL. Sasaran kegiatan ini adalah 20 caregiver keluarga yang memiliki lansia dengan hipertensi yang terdaftar di Posyandu Lansia Setya Manunggal III.\u0000Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan tingkat pengetahuan caregiver meningkat dalam merawat lansia dari tingkat pengetahuan kurang 50%, cukup baik 40% dan baik 10% menjadi tingkat pengetahuan kurang 0%, cukup baik 40% dan baik 60%. Setelah mendapatkan pelatihan terjadi peningkatan ketrampilan caregiver yaitu 80% sudah mampu menyediakan diet hipertensi, 60 % mampu mendampingi senam lansia, serta 90% mampu memberikan terapi rendam kaki air sereh.\u0000Terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan caregiver setelah diberikan pelatihan, sehingga diharapkan caregiver mampu merawat lansia secara mandiri selama pandemic Covid 19.","PeriodicalId":193053,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114266045","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Liliek Pratiwi, Harnanik Nawangsari, Yane Liswanti, H. Fitriani
Kanker payudara mencapai 68.858 kasus dari total 396.914 kasus baru di Indonesia. Sayangnya, sekitar 70% kasus terlambat terdeteksi dan sudah tahap lanjut1. Dampaknya bagi Indonesia tentunya selain double burden secara ekonomi tetapi juga derajat kesehatan masyarakat. Saat ini ditemukan kasus kanker payudara diderita oleh remaja, bahkan usianya 14 tahun2. Oleh karena itu perlunya upaya pro aktif akademisi untuk membantu mengurangi kasus kanker payudara. Salah satu melalui promosi kesehatan dengan penyuluhan pengenalan bahaya kanker payudara terhadap remaja. Metode penyuluhan secara berkelompok remaja dan daring. Peserta penyuluhan remaja dengan populasi 35 orang. Media yang digunakan power poin dan google meet, yang berlangsung kurang lebih 50 menit. Hasil pengabdian pada masyarakat, berjumlah 50% remaja dapat menjawab pertanyaan mengenai kanker payudara. Serta adanya antusiasme remaja dalam bertanya secara detail. Para remaja peserta penyuluhan daring dapat mengerti dan bertambah wawasannya mengenai bahaya kanker payudara. Penyuluhan dapat dilakukan di waktu berikutnya, agar remaja dapat menjadi Change Agent.
{"title":"Penyuluhan Pengenalan Bahaya Kanker Payudara","authors":"Liliek Pratiwi, Harnanik Nawangsari, Yane Liswanti, H. Fitriani","doi":"10.55018/jakk.v2i1.9","DOIUrl":"https://doi.org/10.55018/jakk.v2i1.9","url":null,"abstract":"Kanker payudara mencapai 68.858 kasus dari total 396.914 kasus baru di Indonesia. Sayangnya, sekitar 70% kasus terlambat terdeteksi dan sudah tahap lanjut1. Dampaknya bagi Indonesia tentunya selain double burden secara ekonomi tetapi juga derajat kesehatan masyarakat. Saat ini ditemukan kasus kanker payudara diderita oleh remaja, bahkan usianya 14 tahun2. Oleh karena itu perlunya upaya pro aktif akademisi untuk membantu mengurangi kasus kanker payudara. Salah satu melalui promosi kesehatan dengan penyuluhan pengenalan bahaya kanker payudara terhadap remaja.\u0000Metode penyuluhan secara berkelompok remaja dan daring. Peserta penyuluhan remaja dengan populasi 35 orang. Media yang digunakan power poin dan google meet, yang berlangsung kurang lebih 50 menit.\u0000Hasil pengabdian pada masyarakat, berjumlah 50% remaja dapat menjawab pertanyaan mengenai kanker payudara. Serta adanya antusiasme remaja dalam bertanya secara detail.\u0000Para remaja peserta penyuluhan daring dapat mengerti dan bertambah wawasannya mengenai bahaya kanker payudara. Penyuluhan dapat dilakukan di waktu berikutnya, agar remaja dapat menjadi Change Agent.","PeriodicalId":193053,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114833879","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Lanjut usia merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap manusia. Pada tahap ini manusia mengalami banyak perubahan baik secara fisik maupun mental, dimana terjadi kemunduran dalam berbagai fungsi dan kemampuan yang pernah dimilikinya. Lanjut Usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan lansia melalui pendampingan kegiatan lansia sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan yaitu pre post test tanpa kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 30 sampel. Insrtumen yang digunakan dengan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan hipertensi dan observasi menggunakan spygmomanometer. Hasil pengabdian didapatkan adat bahwa sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan dengan pengetahuan kurang sebanyak 16 (53%) responden, cukup sebanyak 8 (27%) responden, dan baik sebanyak 6 (20%) responden. Setelah diberikan penyuluhan kesehatan tingkat pengetahuan responden menjadi pengetahuan kurang sebanyak 2 (7%) responden, cukup sebanyak 5 (16%) responden, dan baik sebanyak 23 (77%) responden. Kesimpulan setelah dilakukan penyuluhan dapat dilihat pengetahuan responden meningkat dan metode ini dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan responden.
{"title":"Peningkatan Kesehatan Lansia Melalui Pendampingan Kegiatan Lansia Sehat","authors":"Puput Risti Kusumaningrum","doi":"10.55018/jakk.v2i1.16","DOIUrl":"https://doi.org/10.55018/jakk.v2i1.16","url":null,"abstract":"Lanjut usia merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap manusia. Pada tahap ini manusia mengalami banyak perubahan baik secara fisik maupun mental, dimana terjadi kemunduran dalam berbagai fungsi dan kemampuan yang pernah dimilikinya. Lanjut Usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan lansia melalui pendampingan kegiatan lansia sehat.\u0000Metode yang digunakan dalam kegiatan yaitu pre post test tanpa kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 30 sampel. Insrtumen yang digunakan dengan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan hipertensi dan observasi menggunakan spygmomanometer.\u0000Hasil pengabdian didapatkan adat bahwa sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan dengan pengetahuan kurang sebanyak 16 (53%) responden, cukup sebanyak 8 (27%) responden, dan baik sebanyak 6 (20%) responden. Setelah diberikan penyuluhan kesehatan tingkat pengetahuan responden menjadi pengetahuan kurang sebanyak 2 (7%) responden, cukup sebanyak 5 (16%) responden, dan baik sebanyak 23 (77%) responden.\u0000Kesimpulan setelah dilakukan penyuluhan dapat dilihat pengetahuan responden meningkat dan metode ini dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan responden.","PeriodicalId":193053,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131511747","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
L. Sari, Yatri Hilinti, Febra Ayudiah, Ronalen Br.Situmorang, Eko Herdianto
Masa Balita adalah periode yang penting dalam proses tumbuh kembang seorang anak. Pertumbuhan meliputi memantau berat badan dan panjang badan atau tinggi badan untuk menilai status gizi balita. Pentingnya pemantauan pertumbuhan balita, dinas kesehatan melalui puskesmas melakukan kegiatan posyandu balita yang dilakukan setiap bulan. Pemantauan pertumbuhan dilakukan karena pertumbuhan dan perkembangan balita berjalan secara simultan dan saling memengaruhi. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk memantau dan mengukur status gizi balita Di RA.Makfiratul Ilmi Kelas A Kota Manna Bengkulu Selatan Metode yang dilakukan yaitu pengukuran status gizi balita di RA.Makfiratul Ilmi Kelas A Kota Manna Bengkulu Selatan dengan menggunakan standar antropometri Berat Badan berdasarkan umur (Berat Badan/Umur) dan panjang Badan berdasarkan umur (Panjang Badan/Umur) oleh WHO. Setelah dilakukan pengukuran di dapatkan hasil dari 22 orang yang telah diukur status Gizi di Kelas A bahwa 90% (18 orang) balita mengalami gizi baik dan 10% (2 orang) memiliki Gizi Lebih. Saran pada kegiatan ini adalah kepada guru dan orang tua untuk lebih memperhatikan gizi Balita dengan baik sehingga bisa mendapatkan gizi yang baik untuk kesehatan balita.
{"title":"Antropometri Pengukuran Status Gizi Balita Di Ra. Makfiratul Ilmi Bengkulu Selatan","authors":"L. Sari, Yatri Hilinti, Febra Ayudiah, Ronalen Br.Situmorang, Eko Herdianto","doi":"10.55018/jakk.v2i1.6","DOIUrl":"https://doi.org/10.55018/jakk.v2i1.6","url":null,"abstract":"Masa Balita adalah periode yang penting dalam proses tumbuh kembang seorang anak. Pertumbuhan meliputi memantau berat badan dan panjang badan atau tinggi badan untuk menilai status gizi balita. Pentingnya pemantauan pertumbuhan balita, dinas kesehatan melalui puskesmas melakukan kegiatan posyandu balita yang dilakukan setiap bulan. Pemantauan pertumbuhan dilakukan karena pertumbuhan dan perkembangan balita berjalan secara simultan dan saling memengaruhi. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk memantau dan mengukur status gizi balita Di RA.Makfiratul Ilmi Kelas A Kota Manna Bengkulu Selatan\u0000Metode yang dilakukan yaitu pengukuran status gizi balita di RA.Makfiratul Ilmi Kelas A Kota Manna Bengkulu Selatan dengan menggunakan standar antropometri Berat Badan berdasarkan umur (Berat Badan/Umur) dan panjang Badan berdasarkan umur (Panjang Badan/Umur) oleh WHO.\u0000Setelah dilakukan pengukuran di dapatkan hasil dari 22 orang yang telah diukur status Gizi di Kelas A bahwa 90% (18 orang) balita mengalami gizi baik dan 10% (2 orang) memiliki Gizi Lebih.\u0000Saran pada kegiatan ini adalah kepada guru dan orang tua untuk lebih memperhatikan gizi Balita dengan baik sehingga bisa mendapatkan gizi yang baik untuk kesehatan balita.","PeriodicalId":193053,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121961396","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kurnia Wijayanti, Fitria Endah Janitra, I. Wahyuningsih
Penderita kanker di Indonesia setiap tahun meningkat 20% yaitu berada di angka 136,2 per seratus ribu penduduk. Ini mendobrak peringkat Indonesia yang berada di urutan ke delapan di Asia Tenggara dan urutan 23 di Asia. Pada pengabdian masyarakat ini untuk membentuk kelompok kader kesehatan di masyarakat dengan bertujuan mengoptimalkan perannya, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri sebagai upaya pencegahan penyakit kanker payudara. Kegiatan ini berbasis kelompok yang dilakukan secara terstruktur dan komprehensif. Metode yang dilakukan adalah ceramah, demonstrasi, dan praktik. Sedangkan media yang digunakan adalah materi, pemutaran video, simulasi dengan alat peraga, dan pemberian leaflet SADARI. Materi yang disampaikan meliputi angka kejadian kanker payudara, pengertian, faktor risiko, mitos seputar kanker payudara, pentingnya SADARI, waktu dilakukannya SADARI dan cara atau langkah-langkah memeriksanya. Kader kesehatan yang datang sejumlah 43 orang dari 11 rukun warga (RW) di Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara. Kelompok kader sesuai dengan RW nya. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini kader mengalami peningkatan pengetahuan tentang SADARI 85%, kader dapat melakukan simulasi dengan benar sesuai langkahnya 90%. Kader melakukan penyuluhan dan simulasi SADARI kepada warga dengan jadwal yang sudah disepakati. Kegiatan ini dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang sudah disepakati antara warga dengan kader kesehatan. Pembentukan kelompok kader kesehatan yang peduli dengan SADARI sangat efektif untuk upaya pencegahan kanker payudara. Diharapkan kegiatan ini bisa terus berlangsung seiring dengan adanya regenerasi dari kader kesehatan itu sendiri.
{"title":"Pembentukan Kelompok Kader Kesehatan Peduli “Sadari” Pemeriksaan Payudara Sendiri Sebagai Upaya Pencegahan Kanker Payudara Di Kelurahan Bandarharjo Semarang","authors":"Kurnia Wijayanti, Fitria Endah Janitra, I. Wahyuningsih","doi":"10.55018/jakk.v2i1.17","DOIUrl":"https://doi.org/10.55018/jakk.v2i1.17","url":null,"abstract":"Penderita kanker di Indonesia setiap tahun meningkat 20% yaitu berada di angka 136,2 per seratus ribu penduduk. Ini mendobrak peringkat Indonesia yang berada di urutan ke delapan di Asia Tenggara dan urutan 23 di Asia. Pada pengabdian masyarakat ini untuk membentuk kelompok kader kesehatan di masyarakat dengan bertujuan mengoptimalkan perannya, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri sebagai upaya pencegahan penyakit kanker payudara. Kegiatan ini berbasis kelompok yang dilakukan secara terstruktur dan komprehensif.\u0000Metode yang dilakukan adalah ceramah, demonstrasi, dan praktik. Sedangkan media yang digunakan adalah materi, pemutaran video, simulasi dengan alat peraga, dan pemberian leaflet SADARI. Materi yang disampaikan meliputi angka kejadian kanker payudara, pengertian, faktor risiko, mitos seputar kanker payudara, pentingnya SADARI, waktu dilakukannya SADARI dan cara atau langkah-langkah memeriksanya.\u0000Kader kesehatan yang datang sejumlah 43 orang dari 11 rukun warga (RW) di Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara. Kelompok kader sesuai dengan RW nya. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini kader mengalami peningkatan pengetahuan tentang SADARI 85%, kader dapat melakukan simulasi dengan benar sesuai langkahnya 90%. Kader melakukan penyuluhan dan simulasi SADARI kepada warga dengan jadwal yang sudah disepakati. Kegiatan ini dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang sudah disepakati antara warga dengan kader kesehatan.\u0000Pembentukan kelompok kader kesehatan yang peduli dengan SADARI sangat efektif untuk upaya pencegahan kanker payudara. Diharapkan kegiatan ini bisa terus berlangsung seiring dengan adanya regenerasi dari kader kesehatan itu sendiri.","PeriodicalId":193053,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117186931","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Samsi Samsi, Anne Rufaridah, Sri Marlia, Asmita Dahlan, Wuri Komalasari, Lailatul Husni
Keluarga berencana merupakan suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Dalam pemilihan alat kontrasepsi yang dipengaruhi umur, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan dan sikap, ketersediaan pelayanan kesehatan, dan dukungan keluarga. Faktor yang disebutkan diatas merupakan hal yang penting untuk diketahui karena dapat mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang dalam pemakaian alat kontrasepsi. Metode kegiatan ini adalah memberikan edukasi melalui penyuluhan Kesehatan yang di adakan dua kali pertemuan dalam 2 minggu. Penyuluhan yang diberikan mengenai edukasi pendidikan kesehatan pada pasangan usia subur dalam pemilihan kontrasepsi. Terdapat Pasangan usia subur yang mengikuti kegiatan edukasi sebanyak 32 pasangan. Media yang digunakan leaflet, infokus, laptop dan pawer point. Pemilihan jenis kontrasepsi dengan metode suntik ada peningkatan sebesar 71,87% menjadi 78,12% dengan 23 pasangan menjadi 25 pasangan usia subur yang memilih metode kontrasepsi suntik. Setelah dilakukan edukasi masih dominan Pasangan usia subur menggunakan kontrasespsi yaitu 78,12 % merencanakan akan tetap menggunakan jenis kontrsepsi melalui suntik, tetapi ada peningkatan perencanaan akan mengikuti peserta kontrasepsi norplant yaitu 6,12% dan KB Tubebektomi/vasektomi 3,12%. Hal ini dimungkinakan setelah mendapatkan penjelasan dan memahami serta keinginan dapat memberikan masa depan yang lebih cerah pada keluarganya dengan memilih kontrasepsi mantap dengan mencukupkan jumlah anak yang telah dimiliki. Dalam rangka mendukung pelayanan dan peningkatan pemahaman masyarakat tentang kesehatan reproduksi, maka diadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Hak-hak Reproduksi pada Pasangan Usia Subur dalam pelayanan Keluarga Berencana, Kelurahan Kubu Dalam Parak Parakah.
{"title":"Edukasi Pendidikan Kesehatan Pada Pasangan Usia Subur Dalam Pemilihan Kontrasepsi","authors":"Samsi Samsi, Anne Rufaridah, Sri Marlia, Asmita Dahlan, Wuri Komalasari, Lailatul Husni","doi":"10.55018/jakk.v2i1.30","DOIUrl":"https://doi.org/10.55018/jakk.v2i1.30","url":null,"abstract":"Keluarga berencana merupakan suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Dalam pemilihan alat kontrasepsi yang dipengaruhi umur, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan dan sikap, ketersediaan pelayanan kesehatan, dan dukungan keluarga. Faktor yang disebutkan diatas merupakan hal yang penting untuk diketahui karena dapat mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang dalam pemakaian alat kontrasepsi.\u0000Metode kegiatan ini adalah memberikan edukasi melalui penyuluhan Kesehatan yang di adakan dua kali pertemuan dalam 2 minggu. Penyuluhan yang diberikan mengenai edukasi pendidikan kesehatan pada pasangan usia subur dalam pemilihan kontrasepsi. Terdapat Pasangan usia subur yang mengikuti kegiatan edukasi sebanyak 32 pasangan. Media yang digunakan leaflet, infokus, laptop dan pawer point.\u0000Pemilihan jenis kontrasepsi dengan metode suntik ada peningkatan sebesar 71,87% menjadi 78,12% dengan 23 pasangan menjadi 25 pasangan usia subur yang memilih metode kontrasepsi suntik. Setelah dilakukan edukasi masih dominan Pasangan usia subur menggunakan kontrasespsi yaitu 78,12 % merencanakan akan tetap menggunakan jenis kontrsepsi melalui suntik, tetapi ada peningkatan perencanaan akan mengikuti peserta kontrasepsi norplant yaitu 6,12% dan KB Tubebektomi/vasektomi 3,12%. Hal ini dimungkinakan setelah mendapatkan penjelasan dan memahami serta keinginan dapat memberikan masa depan yang lebih cerah pada keluarganya dengan memilih kontrasepsi mantap dengan mencukupkan jumlah anak yang telah dimiliki.\u0000Dalam rangka mendukung pelayanan dan peningkatan pemahaman masyarakat tentang kesehatan reproduksi, maka diadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Hak-hak Reproduksi pada Pasangan Usia Subur dalam pelayanan Keluarga Berencana, Kelurahan Kubu Dalam Parak Parakah.","PeriodicalId":193053,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130575078","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Gempa dapat mengakibatkan banyak korban jika tidak dilakukan peningkatan kapasitas pada masyarakat yang rentan. Kesiapsiagaan gemba bumi perlu diinformasikan siswa sekolah dasar (SD) agar terus siap dalam kewaspadaan gempa bumi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan mitigasi bencana alam gempa bumi pada siswa sekolah dasa Negeri Senden 2 Kecamatan Kediri Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan pre post test desain. Populasi adalah siswa SDN Senden 2. Variabel yang diukur adalah pengetahuan dan keterampilan. Pelatihan melibatkan sebanyak 35 orang siswa SD yang terdiri atas siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Pengetahuan. Intervensi yang diberikan adalah pelatihan mitigasi bencana di kelas dan diluar kelas. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa hasil pre test paling banyak didapatkan responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang mitigasi bencana gempa bumi sebanyak 23 responden (65.71%), sedangkan hasil post test paling banyak didapatkan responden memiliki pegetahuan yang cukup tantang mitigasi bencana alam gempa bumi sebanyak 19 responden (54.29%). Hasil uji statistic dengan uji Wilcoxon didapatkan p value=0.001 (a<0,05) yang bermakna bahwa terdapat pengaruh pelatihan mitigasi bencana alam gempa bumi terhdapa pengetahuan pada siswa sekolah dasa Negeri Senden 2 Kecamatan Kediri Jawa Timur. Pelatihan mitigasi bencana gempa bumi harus terus dilaksanakan untuk meningkatkan kewaspadaan siswa dan mengurangi korban bencana akibat gempa bumi yang tidak terprediksi
{"title":"Pelatihan Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Senden 2 Kecamatan Ngasem Kab Kediri Jawa Timur","authors":"Heru Suwardianto, Akde Triyoga, Yoyok Febrijanto","doi":"10.55018/jakk.v2i1.14","DOIUrl":"https://doi.org/10.55018/jakk.v2i1.14","url":null,"abstract":"Gempa dapat mengakibatkan banyak korban jika tidak dilakukan peningkatan kapasitas pada masyarakat yang rentan. Kesiapsiagaan gemba bumi perlu diinformasikan siswa sekolah dasar (SD) agar terus siap dalam kewaspadaan gempa bumi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan mitigasi bencana alam gempa bumi pada siswa sekolah dasa Negeri Senden 2 Kecamatan Kediri Jawa Timur.\u0000Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan pre post test desain. Populasi adalah siswa SDN Senden 2. Variabel yang diukur adalah pengetahuan dan keterampilan. Pelatihan melibatkan sebanyak 35 orang siswa SD yang terdiri atas siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Pengetahuan. Intervensi yang diberikan adalah pelatihan mitigasi bencana di kelas dan diluar kelas.\u0000Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa hasil pre test paling banyak didapatkan responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang mitigasi bencana gempa bumi sebanyak 23 responden (65.71%), sedangkan hasil post test paling banyak didapatkan responden memiliki pegetahuan yang cukup tantang mitigasi bencana alam gempa bumi sebanyak 19 responden (54.29%). Hasil uji statistic dengan uji Wilcoxon didapatkan p value=0.001 (a<0,05) yang bermakna bahwa terdapat pengaruh pelatihan mitigasi bencana alam gempa bumi terhdapa pengetahuan pada siswa sekolah dasa Negeri Senden 2 Kecamatan Kediri Jawa Timur.\u0000Pelatihan mitigasi bencana gempa bumi harus terus dilaksanakan untuk meningkatkan kewaspadaan siswa dan mengurangi korban bencana akibat gempa bumi yang tidak terprediksi","PeriodicalId":193053,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran","volume":"3 2","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114119603","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Srimurni Hartati, Kamesyworo, Yeni Elviani, Eka Haryanti
Lansia merupakan perkembangan tahap akhir pada kehidupan manusia, lansia sangat rentan terkena berbagai macam penyakit salah satunya hipertensi. Hipertensi atau darah tinggi sering dikatakan sebagai Sillent killer karena termasuk penyakit mematikan yang tidak disertai dengan gejala awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam hipertensi terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Posbindu Pujasuma Kelurahan SP VI Sari Bungamas Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan Pre-eksperimen dengan one grup pretest posttest design. Jumlah sampel 50 responden. Populasi penelitian ini adalah semua lansia di Posbindu Pujasuma Kelurahan SP VI dengan teknik pegambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tensimeter dan lembar observasi, Sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed RankTest. Hasil penelitian diperoleh sebelum perlakuan rata-rata tekanan darah sistole171,60 mmHg setelah perlakuan rata-rata tekanan darah sistole 146,80 mmHg. Dan hasil sebelum perlakuan rata-rata tekanan darah diastole 109.20 mmHg setelah perlakuan rata-rata 92,60 mmHg. Hasil analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon Rank Test didapatkan hasil statistik signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikan 5% (ρ–value = 0,000 < 0,05) sehingga terdapat pengaruh yang bermakna senam hipertensi terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Posbindu Pusjasuma Keluarahan SP VI Lahat Tahun 2022. Untuk itu di harapkan kader dan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang senam hipertensi, dan lansia untuk melakukan senam hipertensi secara rutin sehingga dapat menurunkan hipertensi.
老年人是人类生命的最后阶段,他们很容易受到各种疾病的影响,包括高血压。高血压或高血压常被认为是Sillent杀手,因为它包括一种没有早期症状的致命疾病。高血压体操,本研究旨在探讨影响高血压的老年人的血压变化Posbindu Pujasuma Kelurahan SP 2022年VI Bungamas纱丽。该研究采用了一组预先试验设计的设计后设计。样本总数为50名受访者。这个研究的人口都是老年人在Posbindu Pujasuma Kelurahan SP VI和pegambilan技术即purposive抽样样本。数据收集技术使用tensimeter和观测表,而数据分析使用Wilcoxon Signed RankTest。研究结果之前,平均血压sistole171,60待遇平均血压收缩压146.80待遇后mmHg mmHg。和之前的血压平均舒张压109待遇。结果平均待遇后20 mmHg 92.60 mmHg。用Wilcoxon等级测试得到的试验数据分析统计显著的结果万大小小于5%显著水平(ρ——价值=万< 0。05),体操高血压血压变化的影响产生有意义的影响高血压的老年人在Posbindu Pusjasuma Keluarahan SP 2022年VI墓。为此在期望的干部和卫生工作者提供关于高血压,体操和老人的福利才能做体操定期,以便降低高血压高血压。
{"title":"Pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi di Posbindu Pujasuma Kelurahan SP VI Sari Bungamas Tahun 2022","authors":"Srimurni Hartati, Kamesyworo, Yeni Elviani, Eka Haryanti","doi":"10.55018/jakk.v2i1.33","DOIUrl":"https://doi.org/10.55018/jakk.v2i1.33","url":null,"abstract":"Lansia merupakan perkembangan tahap akhir pada kehidupan manusia, lansia sangat rentan terkena berbagai macam penyakit salah satunya hipertensi. Hipertensi atau darah tinggi sering dikatakan sebagai Sillent killer karena termasuk penyakit mematikan yang tidak disertai dengan gejala awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam hipertensi terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Posbindu Pujasuma Kelurahan SP VI Sari Bungamas Tahun 2022.\u0000Penelitian ini menggunakan rancangan Pre-eksperimen dengan one grup pretest posttest design. Jumlah sampel 50 responden. Populasi penelitian ini adalah semua lansia di Posbindu Pujasuma Kelurahan SP VI dengan teknik pegambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tensimeter dan lembar observasi, Sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed RankTest. \u0000Hasil penelitian diperoleh sebelum perlakuan rata-rata tekanan darah sistole171,60 mmHg setelah perlakuan rata-rata tekanan darah sistole 146,80 mmHg. Dan hasil sebelum perlakuan rata-rata tekanan darah diastole 109.20 mmHg setelah perlakuan rata-rata 92,60 mmHg. Hasil analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon Rank Test didapatkan hasil statistik signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikan 5% (ρ–value = 0,000 < 0,05) sehingga terdapat pengaruh yang bermakna senam hipertensi terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Posbindu Pusjasuma Keluarahan SP VI Lahat Tahun 2022.\u0000Untuk itu di harapkan kader dan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang senam hipertensi, dan lansia untuk melakukan senam hipertensi secara rutin sehingga dapat menurunkan hipertensi.","PeriodicalId":193053,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127924200","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}