Nurhablisyah Nurhablisyah, R. Winarni, Renanda Adhi Nugraha
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis naratif buku cerita bergambar berjudul Para Detektif Mungil, Apakah Hewan Bisa Berjalan di Atas Air? Buku ini merupakan buku yang ditulis oleh Cressida Cowell, seorang penulis terkenal asal Inggris. Buku ini merupakan hadiah bagi konsumen yang membeli paket Happy Meal McDonald di tahun 2019 sampai dengan 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam pembahasan ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan Teori Naratif dalam buku cerita yang dikemukakan oleh Bateman, di mana di dalamnya terdapat teks dan gambar. Dalam merancang buku cerita bergambar ada dua hal penting yang harus diperhatikan, pertama teks dan gambar serta unsur instrinsik. Unsur intrinsik cerita terdiri dari; penokohan, alur, seting tempat dan waktu, serta amanat. Dalam buku cerita ini, mengisahkan keluarga yang terdiri dari lima orang; yaitu ayah, ibu, Olly, Tyga dan Bo serta kumbang ungu. Mereka tinggal di rak buku raksasa. Jika ada hal yang ingin mereka cari, mereka mencarinya ke dalam buku dan membawa benang merah agar bisa kembai ke rumah mereka. Ide pembuatan buku ini bertujuan agar menumbuhkan minat baca pada anak dan keluarga. Elemen visual dalam buku ini adalah garis, bentuk tekstur, warna dan komposisi. Warna didominasi oleh warna hijau dan tekstur air. Hal ini disebabkan karena setting tempat umumnya terjadi di sungai. Cressida merupakan penulis yang telah menelurkan beberapa karya, melalui buku cerita setebal 26 halaman ini, ide cerita yang sederhana bisa dikemas dengan menarik melalui paparan konflik serta ilustrasi yang sesuai serta pemainan bagi pembaca di akhir halaman.
{"title":"Analisis Naratif Buku Cerita Bergambar, Apakah Hewan Bisa Berjalan Di Atas Air","authors":"Nurhablisyah Nurhablisyah, R. Winarni, Renanda Adhi Nugraha","doi":"10.30998/g.v2i2.1572","DOIUrl":"https://doi.org/10.30998/g.v2i2.1572","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis naratif buku cerita bergambar berjudul Para Detektif Mungil, Apakah Hewan Bisa Berjalan di Atas Air? Buku ini merupakan buku yang ditulis oleh Cressida Cowell, seorang penulis terkenal asal Inggris. Buku ini merupakan hadiah bagi konsumen yang membeli paket Happy Meal McDonald di tahun 2019 sampai dengan 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam pembahasan ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan Teori Naratif dalam buku cerita yang dikemukakan oleh Bateman, di mana di dalamnya terdapat teks dan gambar. Dalam merancang buku cerita bergambar ada dua hal penting yang harus diperhatikan, pertama teks dan gambar serta unsur instrinsik. Unsur intrinsik cerita terdiri dari; penokohan, alur, seting tempat dan waktu, serta amanat. Dalam buku cerita ini, mengisahkan keluarga yang terdiri dari lima orang; yaitu ayah, ibu, Olly, Tyga dan Bo serta kumbang ungu. Mereka tinggal di rak buku raksasa. Jika ada hal yang ingin mereka cari, mereka mencarinya ke dalam buku dan membawa benang merah agar bisa kembai ke rumah mereka. Ide pembuatan buku ini bertujuan agar menumbuhkan minat baca pada anak dan keluarga. Elemen visual dalam buku ini adalah garis, bentuk tekstur, warna dan komposisi. Warna didominasi oleh warna hijau dan tekstur air. Hal ini disebabkan karena setting tempat umumnya terjadi di sungai. Cressida merupakan penulis yang telah menelurkan beberapa karya, melalui buku cerita setebal 26 halaman ini, ide cerita yang sederhana bisa dikemas dengan menarik melalui paparan konflik serta ilustrasi yang sesuai serta pemainan bagi pembaca di akhir halaman.","PeriodicalId":301512,"journal":{"name":"GANDIWA Jurnal Komunikasi","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117088921","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tory Burch resmi membuka butik kelimanya di Plaza Indonesia. Berada di Level 1 mal termewah di Jakarta pada 24-27 November 2021. Brand asal Amerika Tory Burch banyak diminati oleh konsumen tas mewah di Indonesia dan maraknya penipuan online shop maka muncullah komunitas-komunitas virtual yang mana banyak mengkhususkan pada brand tertentu, seperti Komunitas Tory Burch, Brand Coach, Michael Korrs, Kate Spade dan lainnya. Fungsi sosial komunitas virtual, masalah besar komunitas virtual lainnya adalah potensi komersialnya. Bahkan diskusi tentang potensi komersial komunitas virtual dimulai sedini diskusi tentang fungsi komunitas virtual. Perkembangan teknologi yang pesat hingga mendorong pemasaran berjalan lebih efektif, serta kemunculan internet menyebabkan perubahan perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian, Online Customer Review terdiri dari 3 dimensi yaitu: Kredibel, keahlian dan menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan deksiptif yaitu penelitian yang memberikan gambaran kepada pembaca dan mengungkapkan suatu masalah, keadaan, peristiwa, dan bagaimana adanya mengungkapkan fakta secara detail. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa katakata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Harga murah merupakan daya tarik utama para calon pembeli yang membeli secara online berharap mendapatkan harga terbaik dan barang yang asli banyak juga yang menjadi korban penipuan tas palsu. Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya pajak masuk produk impor khusus nya yang berkatagori barang mewah cukup besar perbandingan harga nya dengan harga yang dijual dari negara asal merek Tory Burch yaitu Amerika Serikat.
{"title":"Analisis Komunitas Virtual Brand Tory Burch Lovers Indonesia Di Facebook Dalam Proses Keputusan Pembelian Tas","authors":"Berliani Ardha, Dahlia Ardhana R","doi":"10.30998/g.v2i2.1223","DOIUrl":"https://doi.org/10.30998/g.v2i2.1223","url":null,"abstract":"Tory Burch resmi membuka butik kelimanya di Plaza Indonesia. Berada di Level 1 mal termewah di Jakarta pada 24-27 November 2021. Brand asal Amerika Tory Burch banyak diminati oleh konsumen tas mewah di Indonesia dan maraknya penipuan online shop maka muncullah komunitas-komunitas virtual yang mana banyak mengkhususkan pada brand tertentu, seperti Komunitas Tory Burch, Brand Coach, Michael Korrs, Kate Spade dan lainnya. Fungsi sosial komunitas virtual, masalah besar komunitas virtual lainnya adalah potensi komersialnya. Bahkan diskusi tentang potensi komersial komunitas virtual dimulai sedini diskusi tentang fungsi komunitas virtual. Perkembangan teknologi yang pesat hingga mendorong pemasaran berjalan lebih efektif, serta kemunculan internet menyebabkan perubahan perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian, Online Customer Review terdiri dari 3 dimensi yaitu: Kredibel, keahlian dan menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan deksiptif yaitu penelitian yang memberikan gambaran kepada pembaca dan mengungkapkan suatu masalah, keadaan, peristiwa, dan bagaimana adanya mengungkapkan fakta secara detail. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa katakata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Harga murah merupakan daya tarik utama para calon pembeli yang membeli secara online berharap mendapatkan harga terbaik dan barang yang asli banyak juga yang menjadi korban penipuan tas palsu. Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya pajak masuk produk impor khusus nya yang berkatagori barang mewah cukup besar perbandingan harga nya dengan harga yang dijual dari negara asal merek Tory Burch yaitu Amerika Serikat.","PeriodicalId":301512,"journal":{"name":"GANDIWA Jurnal Komunikasi","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125919103","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problematika sosial di balik citra drama Korea Selatan dengan menggunakan pendekatan tinjauan budaya visual. Citra diartikan sebagai kesan yang ditangkap oleh orang lain setelah mengalami proses penerimaan pesan dan persepsi. Budaya visual timbul disebabkan oleh interaksi, persepsi, proses pemikiran terhadap suatu karya maupun buah pikir yang kemudian dituangkan dalam karya visual, seperti busana, artefak, poster, buku dan media lain. Indonesia menjadi negara ke-2 setelah Korea Selatan yang banyak menyaksikan drama Korea. Sejak tahun 90an Hallyu Wave menjadi strategi kebijakan politik Korea Selatan dan berhasil membuat citra positifi negara ini serta meningkatkan perekonomian dari sektor wisata dan industri kreatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Teori Citra Budaya serta Budaya Visual. Keberhasilan Korea Selatan, membawa kebiasaan baru terhadap masyarakat Indonesia, seperti makanan, gaya busana, konsumsi dan lain sebagainya. Seperti negara lainnya, Korea juga memiliki problematika sosial beberapa di antaranya; tingginya angka bunuh diri, rendahnya fertilitas, tingginya angka lansia dan kebiasaan minum alkohol yang menyebabkan tindakan kriminal. Dalam pandangan Teori Kultivasi, media memiliki kekuatan untuk memengaruhi khalayak. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengikuti kesuksesan Korea Selatan daripada sekedar menjadi target pasar. Jika, budaya visual Indonesia dapat ditampilkan dengan berkualitas maka citra positif akan terbentuk, dan membantu meningkatkan kerjasama dengan negara lain, pariwisata semakin tumbuh serta mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
{"title":"Problematika Sosial Di Balik Citra Drama Korea; Sebuah Tinjauan Budaya Visual","authors":"Nurhablisyah Nurhablisyah, Duane Masaji Raharja","doi":"10.30998/g.v2i1.1177","DOIUrl":"https://doi.org/10.30998/g.v2i1.1177","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problematika sosial di balik citra drama Korea Selatan dengan menggunakan pendekatan tinjauan budaya visual. Citra diartikan sebagai kesan yang ditangkap oleh orang lain setelah mengalami proses penerimaan pesan dan persepsi. Budaya visual timbul disebabkan oleh interaksi, persepsi, proses pemikiran terhadap suatu karya maupun buah pikir yang kemudian dituangkan dalam karya visual, seperti busana, artefak, poster, buku dan media lain. Indonesia menjadi negara ke-2 setelah Korea Selatan yang banyak menyaksikan drama Korea. Sejak tahun 90an Hallyu Wave menjadi strategi kebijakan politik Korea Selatan dan berhasil membuat citra positifi negara ini serta meningkatkan perekonomian dari sektor wisata dan industri kreatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Teori Citra Budaya serta Budaya Visual. Keberhasilan Korea Selatan, membawa kebiasaan baru terhadap masyarakat Indonesia, seperti makanan, gaya busana, konsumsi dan lain sebagainya. Seperti negara lainnya, Korea juga memiliki problematika sosial beberapa di antaranya; tingginya angka bunuh diri, rendahnya fertilitas, tingginya angka lansia dan kebiasaan minum alkohol yang menyebabkan tindakan kriminal. Dalam pandangan Teori Kultivasi, media memiliki kekuatan untuk memengaruhi khalayak. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengikuti kesuksesan Korea Selatan daripada sekedar menjadi target pasar. Jika, budaya visual Indonesia dapat ditampilkan dengan berkualitas maka citra positif akan terbentuk, dan membantu meningkatkan kerjasama dengan negara lain, pariwisata semakin tumbuh serta mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.","PeriodicalId":301512,"journal":{"name":"GANDIWA Jurnal Komunikasi","volume":"104 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125079728","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Komunikasi sudah seperti pakaian bagi manusia, dalam kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan. Setiap orang pasti membutuhkan dan menggunakan komunikasi untuk berbagai macam tujuan. Namun untuk tercapainya komunikasi yang efektif harus didampingin oleh strategi komunikasi yang sesuai dan efektif. Salah satu tujuan pendidikan ialah pendidikan karakter, dimana siswa memiliki niali aka dirinya sendiri. Pembelajaran tatap muka langsung telah membuat siswa harus belajar beradaptasi dengan pembiasaan yang baru. Dimana awal pembelajaran angka ketidakhadiran hingga 80 siswa kemudian menurun ke angka duapuluhan. Oleh sebab itu hal ini menjadi menarik sehingga peneliti ingin melihat bagaimana guru melakukan strategi komunikasi efektif dalam pembentukan karakter siswa, Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi di dalam kelas, dan wawancara baik kepada Guru dan siswa. Dari data yang diperoleh guru menggunakan metode komunikasi informatif, persuasif, dan konstruktif., dan dilengkapi dengan metode nasehat serta pembiasaan. Dari strategi komunikasi efektif tersebut pembentukan karakter siswa terlihat dari, meningkatnya minat belajar, berkurangnya ketidakhadiran siswa, serta pembiasaan menyapa guru.
{"title":"Strategi Komunikasi Efektif Guru Dalam Pembentukan Karakter Siswa SMPN 64","authors":"Fitria Iswari","doi":"10.30998/g.v2i1.1033","DOIUrl":"https://doi.org/10.30998/g.v2i1.1033","url":null,"abstract":"Komunikasi sudah seperti pakaian bagi manusia, dalam kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan. Setiap orang pasti membutuhkan dan menggunakan komunikasi untuk berbagai macam tujuan. Namun untuk tercapainya komunikasi yang efektif harus didampingin oleh strategi komunikasi yang sesuai dan efektif. Salah satu tujuan pendidikan ialah pendidikan karakter, dimana siswa memiliki niali aka dirinya sendiri. Pembelajaran tatap muka langsung telah membuat siswa harus belajar beradaptasi dengan pembiasaan yang baru. Dimana awal pembelajaran angka ketidakhadiran hingga 80 siswa kemudian menurun ke angka duapuluhan. Oleh sebab itu hal ini menjadi menarik sehingga peneliti ingin melihat bagaimana guru melakukan strategi komunikasi efektif dalam pembentukan karakter siswa, Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi di dalam kelas, dan wawancara baik kepada Guru dan siswa. Dari data yang diperoleh guru menggunakan metode komunikasi informatif, persuasif, dan konstruktif., dan dilengkapi dengan metode nasehat serta pembiasaan. Dari strategi komunikasi efektif tersebut pembentukan karakter siswa terlihat dari, meningkatnya minat belajar, berkurangnya ketidakhadiran siswa, serta pembiasaan menyapa guru.","PeriodicalId":301512,"journal":{"name":"GANDIWA Jurnal Komunikasi","volume":"66 5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124244123","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penanganan virus pandemi COVID-19. yang terjadi bila diperlukan sinergi antara informasi pemerintah pusat dan daerah melalui komunikasi publik yang efektif dan tepat guna dengan rencana strategis sebagai pedoman komunikasi akan diterapkan di semua elemen. Tujuan pengkajian adalah untuk mengetahui sinergi informasi pemerintah melalui komunikasi publik dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Penelitian dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan analisis terhadap isi informasi yang tersebar di media publikasi. Hasil penelitian menunjukkan sinergi informasi pemerintah pusat dan daerah melalui komunikasi publik perlu dibarengi dengan keterampilan komunikasi yang memiliki peran dan fungsi secara sistematis, masif dan terstruktur berdasarkan rencana strategis sebagai dasar strategi komunikasi publik yang akan diterapkan oleh pemerintah pusat dan daerah. pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19. Komunikasi publik sebagai sarana untuk mensinergikan informasi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah perlu dibarengi dengan analisis permasalahan yang terjadi di beberapa contoh negara lain yang terkena dampak sebagai bahan kajian pemecahan masalah. Selain itu, dokumen dengan arah yang jelas sebagai petunjuk teknis baik kesehatan maupun non kesehatan dalam percepatan penanganan. Sistem birokrasi yang dinamis serta pesan optimisme dan positif dalam membangun kepercayaan publik, sehingga penanganan pandemi ini akan lebih cepat dan komprehensif.
{"title":"Sinergi Informasi Pemerintah Melalui Komunikasi Publik Dalam Penanganan Pandemi Virus Covid-19 Di Indonesia","authors":"Imaddudin Imaddudin, Annisa Eka Syafrina","doi":"10.30998/g.v2i1.1045","DOIUrl":"https://doi.org/10.30998/g.v2i1.1045","url":null,"abstract":"Penanganan virus pandemi COVID-19. yang terjadi bila diperlukan sinergi antara informasi pemerintah pusat dan daerah melalui komunikasi publik yang efektif dan tepat guna dengan rencana strategis sebagai pedoman komunikasi akan diterapkan di semua elemen. Tujuan pengkajian adalah untuk mengetahui sinergi informasi pemerintah melalui komunikasi publik dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Penelitian dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan analisis terhadap isi informasi yang tersebar di media publikasi. Hasil penelitian menunjukkan sinergi informasi pemerintah pusat dan daerah melalui komunikasi publik perlu dibarengi dengan keterampilan komunikasi yang memiliki peran dan fungsi secara sistematis, masif dan terstruktur berdasarkan rencana strategis sebagai dasar strategi komunikasi publik yang akan diterapkan oleh pemerintah pusat dan daerah. pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19. Komunikasi publik sebagai sarana untuk mensinergikan informasi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah perlu dibarengi dengan analisis permasalahan yang terjadi di beberapa contoh negara lain yang terkena dampak sebagai bahan kajian pemecahan masalah. Selain itu, dokumen dengan arah yang jelas sebagai petunjuk teknis baik kesehatan maupun non kesehatan dalam percepatan penanganan. Sistem birokrasi yang dinamis serta pesan optimisme dan positif dalam membangun kepercayaan publik, sehingga penanganan pandemi ini akan lebih cepat dan komprehensif.","PeriodicalId":301512,"journal":{"name":"GANDIWA Jurnal Komunikasi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130472869","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dalam berkomunikasi kini tidak hanya dengen sekedar kata-kata tetapi juga bisa menggunakan foto. Tema foto yang diangkat pun bisa tentang kehidupan seseorang, aktivitas keseharian, perjalanan, budaya, bahkan makanan. Membawa sebuah kisah dalam bentuk foto maka diperlukan elemen foto cerita yang saling mendukung. Karya foto cerita Angger Timur berjudul Menanti Petir Siang Bolong membahas tentang sebuah makanan tradisional yaitu tongseng dan sate kambing yang disandingkan dengan narasi. 10 karya foto Angger yang ada di akun Instagramnya akan dianalisis dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan elemen foto cerita dan komposisi fotografi. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana pola elemen cerita yang digunakan Angger dalam membuat foto cerita tersebut serta komposisi yang digunakan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi para fotografer yang akan membuat foto cerita terutama yang mengambil tema tentang makanan serta sebagai pengetahuan baru dalam penyusunan elemen sebuah foto cerita.
{"title":"Analisis Foto Cerita Menanti Petir Siang Bolong Karya Angger Timur","authors":"Wulandari Wulandari","doi":"10.30998/g.v2i1.1077","DOIUrl":"https://doi.org/10.30998/g.v2i1.1077","url":null,"abstract":"Dalam berkomunikasi kini tidak hanya dengen sekedar kata-kata tetapi juga bisa menggunakan foto. Tema foto yang diangkat pun bisa tentang kehidupan seseorang, aktivitas keseharian, perjalanan, budaya, bahkan makanan. Membawa sebuah kisah dalam bentuk foto maka diperlukan elemen foto cerita yang saling mendukung. Karya foto cerita Angger Timur berjudul Menanti Petir Siang Bolong membahas tentang sebuah makanan tradisional yaitu tongseng dan sate kambing yang disandingkan dengan narasi. 10 karya foto Angger yang ada di akun Instagramnya akan dianalisis dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan elemen foto cerita dan komposisi fotografi. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana pola elemen cerita yang digunakan Angger dalam membuat foto cerita tersebut serta komposisi yang digunakan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi para fotografer yang akan membuat foto cerita terutama yang mengambil tema tentang makanan serta sebagai pengetahuan baru dalam penyusunan elemen sebuah foto cerita. ","PeriodicalId":301512,"journal":{"name":"GANDIWA Jurnal Komunikasi","volume":"2018 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131462657","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Fadiyah Zahra, Iwan Sukoco, Lina Auliana, C. Barkah
Komunikasi adalah hal penting yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, begitupun saat manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Perkembangan dunia bisnis dalam globalisasi ekonomi mebuat perusahaan takut akan konsumennya berpindah kepada perusahaan lainnya. Saat ini, dengan penyebaran informasi yang cepat, para konsumen lebih cepat berpindah ke merek produk atau jasa lainnya. Dalam perusahaan perlu adanya komunikasi antar elemen perusahaan dan juga konsumen perusahaan. Komunikasi tersebut dapat dilakukan dengan strategi customer relationship management yang bertujuan untuk membangun dan menjalin hubungan antara perusahaan dan konsumen. Kunci dari kesuksesan perusahaan adalah komunikasi yang baik antar internal perusahaan dan juga komunikasi dengan eksternal perusahaan agar pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik dan dapat menggapai tujuan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran komunikasi efektif dalam membangun strategi customer relationship magamenent. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode literatur review dengan cara mengumpulkan, membaca, memahami, dan menganalisis artikel jurnal yang berhubungan dengan penelitian ini.
{"title":"Komunikasi Efektif Dalam Membangun Strategi Customer Relationship Management","authors":"Fadiyah Zahra, Iwan Sukoco, Lina Auliana, C. Barkah","doi":"10.30998/g.v2i1.1074","DOIUrl":"https://doi.org/10.30998/g.v2i1.1074","url":null,"abstract":"Komunikasi adalah hal penting yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, begitupun saat manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Perkembangan dunia bisnis dalam globalisasi ekonomi mebuat perusahaan takut akan konsumennya berpindah kepada perusahaan lainnya. Saat ini, dengan penyebaran informasi yang cepat, para konsumen lebih cepat berpindah ke merek produk atau jasa lainnya. Dalam perusahaan perlu adanya komunikasi antar elemen perusahaan dan juga konsumen perusahaan. Komunikasi tersebut dapat dilakukan dengan strategi customer relationship management yang bertujuan untuk membangun dan menjalin hubungan antara perusahaan dan konsumen. Kunci dari kesuksesan perusahaan adalah komunikasi yang baik antar internal perusahaan dan juga komunikasi dengan eksternal perusahaan agar pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik dan dapat menggapai tujuan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran komunikasi efektif dalam membangun strategi customer relationship magamenent. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode literatur review dengan cara mengumpulkan, membaca, memahami, dan menganalisis artikel jurnal yang berhubungan dengan penelitian ini.","PeriodicalId":301512,"journal":{"name":"GANDIWA Jurnal Komunikasi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131100157","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ananda Nurul Fauziyah, Annisya Maharani Dewi, N. Rahman, Muhammad Rizki Mukhlis Mubarrok, Rayhan Rimosan Kamal Putra
This research is motivated by the changes of marketing communication between online shop sellers and customers in the pandemic era. The discussed issue is the form of marketing communication used by online shop sellers to attract customers especially in the pandemic era. The methods used in this article are literature review and distributing questionnaires to online shop sellers that are using Instagram as their selling platform. The purpose of this study is to analyze the changes of online shop seller marketing communication on selling their products in the pandemic era. Based on the results, it was found there were changes of selling media from offline to online that requires the sellers who sell on Instagram to understand the communication technology of the social media. There are still some shop owners who have not understood the concept of communication technology on social media, for example Instagram algorithm. The communication on Instagram is going smoothly because it’s recorded that most respondents said 63,3% agree, 26,7% very much agree, and 10% disagree. The changes from selling offline to online trigger the changing of communication between sellers and the customers. Online shop owners use the social media platform not only for selling products, but they must give benefits such as interesting contents that are capable of attracting customers to stay and feel comfortable by the services from the online shop owners. Keywords: Marketing communication, Online shop, PandemicABSTRAKKajian ini dilatarbelakangi oleh perubahan bentuk komunikasi pemasaran yang terjadi antara penjual online shop kepada konsumen selama masa pandemi. Masalah yang dibahas adalah bentuk komunikasi pemasaran seperti apa yang digunakan penjual online shop untuk menarik konsumen terutama di masa pandemi. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan kajian literatur dan penyebaran kuisioner kepada penjual online shop yang menggunakan media sosial Instagram sebagai platform penjualan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis perubahan perilaku komunikasi pemasaran oleh penjual online shop dalam memasarkan barang dagangannya selama masa pandemi. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa adanya peralihan media penjualan dari offline ke online mengharuskan para penjual selaku pelaku usaha yang berjualan di media sosial Instagram memahami teknologi komunikasi media sosial tersebut. Masih ada beberapa penjual yang belum memahami konsep teknologi komunikasi pada media sosial Instagram, seperti algoritma Instagram. Komunikasi yang dilakukan di media sosial Instagram dapat dikatakan lancar karena tercatat hasil terbanyak adalah 63,3% setuju, 26,7% sangat setuju, dan 10% tidak setuju. Adanya peralihan dari berjualan offline ke online ini menimbulkan terjadinya perubahan komunikasi antara penjual dengan konsumen. Para pedagang online shop tidak hanya sebatas memanfaatkan platform media sosial untuk berjualan saja, tetapi mereka juga harus memberikan ma
本次研究的动机是在疫情时代,网店卖家与顾客之间营销沟通的变化。讨论的问题是网上商店卖家使用的营销传播形式,以吸引顾客,特别是在疫情时代。本文使用的方法是文献综述和分发问卷给使用Instagram作为销售平台的网店卖家。本研究的目的是分析在疫情时代,网上商店卖家营销传播对其销售产品的变化。根据结果发现销售媒体从线下到线上的变化,这就要求在Instagram上销售的卖家了解社交媒体的传播技术。仍然有一些店主不了解社交媒体上的通信技术概念,例如Instagram算法。Instagram上的交流进展顺利,因为据记录,大多数受访者表示63.3%同意,26.7%非常同意,10%不同意。从线下销售到线上销售的变化,引发了卖家与客户沟通方式的变化。网络店主使用社交媒体平台不仅仅是为了销售产品,他们还必须提供一些好处,比如有趣的内容,这些内容能够吸引顾客留下来,并通过网络店主的服务感到舒适。关键词:营销传播,网络商店,流行病学,流行病学Masalah yang dibahas adalah bentuk komunikasi pemasaran seperti yang digunakan penjual网上商店untuk menarik konsumen terutama di masa流行病。Metode yang digunakan dalam penbagai artikel ini adalah dengan kajian文学danpenyebaran kuisioner kepada penjualan网上商店yang menggunakan媒体社交Instagram sebagai平台penjualan。在网上购物的时候,我要给大家介绍一下我在网上买的东西。这句话的意思是:“我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是……Masih ada beberapa penjual yang beberapa memahami konsep technologii komunikasi pada media social Instagram,分离算法Instagram。Komunikasi yang dilakukan di媒体社交Instagram dapat dikatakan lancar karena tercatat hasil terbanyak adalah 63,3% setuju, 26,7% sangat setuju, dan 10% tidak setuju。Adanya peralihan dari berjualan离线ke在线ini menimbulkan terjadinya perubahan komunikasi antara penjual dengan konsumen。Para pedagang online shop tidak hanya sebatas menanfaatkan平台media social untuk berjualan saja, tetapi mereka juga harus memberikan manfaat, konten-konten positif dan juga menarik agar Para konsumen merasa betah dannyaman dengan layanan yang diberikan oleh penjual online shop。Kata kunci: Komunikasi pemasaran,网上商店,流行病
{"title":"Dampak Pandemi Terhadap Komunikasi Pemasaran Penjual Online Shop di Media Sosial Instagram","authors":"Ananda Nurul Fauziyah, Annisya Maharani Dewi, N. Rahman, Muhammad Rizki Mukhlis Mubarrok, Rayhan Rimosan Kamal Putra","doi":"10.30998/g.v1i2.880","DOIUrl":"https://doi.org/10.30998/g.v1i2.880","url":null,"abstract":"This research is motivated by the changes of marketing communication between online shop sellers and customers in the pandemic era. The discussed issue is the form of marketing communication used by online shop sellers to attract customers especially in the pandemic era. The methods used in this article are literature review and distributing questionnaires to online shop sellers that are using Instagram as their selling platform. The purpose of this study is to analyze the changes of online shop seller marketing communication on selling their products in the pandemic era. Based on the results, it was found there were changes of selling media from offline to online that requires the sellers who sell on Instagram to understand the communication technology of the social media. There are still some shop owners who have not understood the concept of communication technology on social media, for example Instagram algorithm. The communication on Instagram is going smoothly because it’s recorded that most respondents said 63,3% agree, 26,7% very much agree, and 10% disagree. The changes from selling offline to online trigger the changing of communication between sellers and the customers. Online shop owners use the social media platform not only for selling products, but they must give benefits such as interesting contents that are capable of attracting customers to stay and feel comfortable by the services from the online shop owners. Keywords: Marketing communication, Online shop, PandemicABSTRAKKajian ini dilatarbelakangi oleh perubahan bentuk komunikasi pemasaran yang terjadi antara penjual online shop kepada konsumen selama masa pandemi. Masalah yang dibahas adalah bentuk komunikasi pemasaran seperti apa yang digunakan penjual online shop untuk menarik konsumen terutama di masa pandemi. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan kajian literatur dan penyebaran kuisioner kepada penjual online shop yang menggunakan media sosial Instagram sebagai platform penjualan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis perubahan perilaku komunikasi pemasaran oleh penjual online shop dalam memasarkan barang dagangannya selama masa pandemi. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa adanya peralihan media penjualan dari offline ke online mengharuskan para penjual selaku pelaku usaha yang berjualan di media sosial Instagram memahami teknologi komunikasi media sosial tersebut. Masih ada beberapa penjual yang belum memahami konsep teknologi komunikasi pada media sosial Instagram, seperti algoritma Instagram. Komunikasi yang dilakukan di media sosial Instagram dapat dikatakan lancar karena tercatat hasil terbanyak adalah 63,3% setuju, 26,7% sangat setuju, dan 10% tidak setuju. Adanya peralihan dari berjualan offline ke online ini menimbulkan terjadinya perubahan komunikasi antara penjual dengan konsumen. Para pedagang online shop tidak hanya sebatas memanfaatkan platform media sosial untuk berjualan saja, tetapi mereka juga harus memberikan ma","PeriodicalId":301512,"journal":{"name":"GANDIWA Jurnal Komunikasi","volume":"81 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115216707","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak Perubahan sosial adalah perubahan perilaku, hubungan sosial, lembaga, dan struktur sosial pada waktu tertentu. Hampir semua negara berkembang memiliki masalah internal negara, seperti masalah ekonomi, politik, kesejahteraan masyarakat, dan lain sebagainya. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki permasalahan yang sama dan cenderung rumit. Salah satu contoh masalah yang terus menjadi polemik di Indonesia khususnya di kalangan pejabat negara adalah korupsi. Karena itu perlu adanya sebuah media yang komunikatif dan efektif dalam menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut. Seni mural adalah seni gambar yg menggunakan media tembok atau dinding. Selain mempunyai nilai estetik yg bisa memperindah kota, mural juga adalah galat satu media yg efektif buat memberikan sebuah pesan sebagai akibatnya dapat dipergunakan sang warga menjadi media buat menyalurkan aspirasi sebab melalui seni mural sosialisasi yang dilakukan diperlukan akan lebih komunikatif buat masuk ruang publik. Melalui pesan yg ditampilkan pada lukisan di dinding-dinding ruang publik, dibutuhkan rakyat yang melihat iklan tersebut bisa memperoleh informasi. Dalam menganalisis lebih jauh mural-mural yang terdapat ditembok luar lapangan Bhayangkara, peneliti menganalisis berdasar teori semiotik Peirce dimana tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya yakni cara berfungsi hubungan diantaranya dengan tanda-tanda lain pengirimannya dan penerimaannya oleh mereka yang menggunakannya. Seni mural menjadi media penyampaian aspirasi masyarakat Selain berfungsi buat menyampaikan suasana baru di pada kota, visualisasi mural berdampak lain pada. pemirsanya, yakni memberikan pendidikan sosial dan pembelajaran ilham-pandangan baru tentang kesenirupaan. Selain pembelajaran ilham-pandangan baru ihwal kesenirupaan di pada mural bisa dimunculkan pandangan baru-wangsit perihal mural menjadi media aspirasi masyarakat. Sebuah karya seni mural, jika telah dipublikasikan di ruang publik maka seni mural tersebut akan menjadi sesuatu yang obyektif. Pemaknaan atas karya seni itu sepenuhnya ada di tangan para pembaca, orang yang kemudian lalang dan yg sempat atau yg tidak sempat menafsir, sehingga seolah-olah karya itu telah lepas berasal tangan perupanya. Kata kunci: Mural, Media Penyampai, Semiotika Peirce
{"title":"Mural sebagai Media Penyampai Pesan Sosial Bagi Masyarakat dalam Perspektif Semiotika Charles Sanders Pierce","authors":"Fenti Mariska Yohana","doi":"10.30998/g.v1i2.886","DOIUrl":"https://doi.org/10.30998/g.v1i2.886","url":null,"abstract":"Abstrak Perubahan sosial adalah perubahan perilaku, hubungan sosial, lembaga, dan struktur sosial pada waktu tertentu. Hampir semua negara berkembang memiliki masalah internal negara, seperti masalah ekonomi, politik, kesejahteraan masyarakat, dan lain sebagainya. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki permasalahan yang sama dan cenderung rumit. Salah satu contoh masalah yang terus menjadi polemik di Indonesia khususnya di kalangan pejabat negara adalah korupsi. Karena itu perlu adanya sebuah media yang komunikatif dan efektif dalam menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut. Seni mural adalah seni gambar yg menggunakan media tembok atau dinding. Selain mempunyai nilai estetik yg bisa memperindah kota, mural juga adalah galat satu media yg efektif buat memberikan sebuah pesan sebagai akibatnya dapat dipergunakan sang warga menjadi media buat menyalurkan aspirasi sebab melalui seni mural sosialisasi yang dilakukan diperlukan akan lebih komunikatif buat masuk ruang publik. Melalui pesan yg ditampilkan pada lukisan di dinding-dinding ruang publik, dibutuhkan rakyat yang melihat iklan tersebut bisa memperoleh informasi. Dalam menganalisis lebih jauh mural-mural yang terdapat ditembok luar lapangan Bhayangkara, peneliti menganalisis berdasar teori semiotik Peirce dimana tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya yakni cara berfungsi hubungan diantaranya dengan tanda-tanda lain pengirimannya dan penerimaannya oleh mereka yang menggunakannya. Seni mural menjadi media penyampaian aspirasi masyarakat Selain berfungsi buat menyampaikan suasana baru di pada kota, visualisasi mural berdampak lain pada. pemirsanya, yakni memberikan pendidikan sosial dan pembelajaran ilham-pandangan baru tentang kesenirupaan. Selain pembelajaran ilham-pandangan baru ihwal kesenirupaan di pada mural bisa dimunculkan pandangan baru-wangsit perihal mural menjadi media aspirasi masyarakat. Sebuah karya seni mural, jika telah dipublikasikan di ruang publik maka seni mural tersebut akan menjadi sesuatu yang obyektif. Pemaknaan atas karya seni itu sepenuhnya ada di tangan para pembaca, orang yang kemudian lalang dan yg sempat atau yg tidak sempat menafsir, sehingga seolah-olah karya itu telah lepas berasal tangan perupanya. Kata kunci: Mural, Media Penyampai, Semiotika Peirce","PeriodicalId":301512,"journal":{"name":"GANDIWA Jurnal Komunikasi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130103844","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan kampanye sosial #NikahkanMaskerVaksin yang dilakukan oleh Gerakan Pakai Masker. Gerakan Pakai Masker adalah Komunitas Sosial yang independen yang memiliki perhatian terhadap kesehatan dan ekonomi masyarakat selama Pandemi Covid 19. Kampanye #nikahkanmaskervaksin dilaksanakan di berbagai media massa dan pesan kampanye disesuaikan dengan media-media tersebut. Dalam artikel ini fokus pada pesan kampanye yang disebarkan melalui media sosial Instagram. Pesan Kampanye akan dianalisis berdasarkan spesifikasi kualitas pesan kampanye Charles. K. Atkins dan Ronald E. Rice. Hasilnya pesan kampanye #NikahkanMaskerVaksin memenuhi kredibilitas sumber pesan, gaya dan ide pesan, materi pesan, penafsiran pesan dan motivasi pesan. Dengan berjalannya kampanye sosial #NikahkanMaskerVaksin maka masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya penggunaan masker dan melakukan vaksinasi.Kata Kunci: Kreatif Pesan, Kampanye Sosial, #NikahkanMaskerVaksin, Pandemi Covid 19
{"title":"Kreatif Pesan Kampanye Sosial #NikahkanMaskerVaksin Sebagai Upaya Pengendalian Pandemi Covid 19","authors":"Khikmah Susanti, A. Hidayati","doi":"10.30998/g.v1i2.921","DOIUrl":"https://doi.org/10.30998/g.v1i2.921","url":null,"abstract":"AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan kampanye sosial #NikahkanMaskerVaksin yang dilakukan oleh Gerakan Pakai Masker. Gerakan Pakai Masker adalah Komunitas Sosial yang independen yang memiliki perhatian terhadap kesehatan dan ekonomi masyarakat selama Pandemi Covid 19. Kampanye #nikahkanmaskervaksin dilaksanakan di berbagai media massa dan pesan kampanye disesuaikan dengan media-media tersebut. Dalam artikel ini fokus pada pesan kampanye yang disebarkan melalui media sosial Instagram. Pesan Kampanye akan dianalisis berdasarkan spesifikasi kualitas pesan kampanye Charles. K. Atkins dan Ronald E. Rice. Hasilnya pesan kampanye #NikahkanMaskerVaksin memenuhi kredibilitas sumber pesan, gaya dan ide pesan, materi pesan, penafsiran pesan dan motivasi pesan. Dengan berjalannya kampanye sosial #NikahkanMaskerVaksin maka masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya penggunaan masker dan melakukan vaksinasi.Kata Kunci: Kreatif Pesan, Kampanye Sosial, #NikahkanMaskerVaksin, Pandemi Covid 19","PeriodicalId":301512,"journal":{"name":"GANDIWA Jurnal Komunikasi","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131310548","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}