In accordance with the motto of the USU Library "Library is the Heart of the University", of course the academic community within USU really needs library services. As a result of the covid19 pandemic, which was faced by USU to continue to provide the best services that could be utilized by the academic community of the University of North Sumatra. This paper aims to explain and find out the innovations made through the USU library's excellent service: disaster due to pandemic. Excellence services available are: 1). Turniti test service, 2). University library book ordering service, 3). Branch library book ordering service, 4). Short loan collection book ordering service (KPS), 5). Student Final Project Services, 6). Service for ordering e-journal articles and e-books, 7). SKBP (library free certificate). The method used is a literature study. The data sources for this paper are the USU Library's web and social media. The results of this study are 1). Access: convenience and facilities, 2). Content: number of types, and organization, 3). Search facility: search system, and display of results.
{"title":"Excellence Service Library USU Kebencanaan Akibat Pandemi","authors":"Julian Purnawati","doi":"10.24090/jkki.v3i1.6158","DOIUrl":"https://doi.org/10.24090/jkki.v3i1.6158","url":null,"abstract":"In accordance with the motto of the USU Library \"Library is the Heart of the University\", of course the academic community within USU really needs library services. As a result of the covid19 pandemic, which was faced by USU to continue to provide the best services that could be utilized by the academic community of the University of North Sumatra. This paper aims to explain and find out the innovations made through the USU library's excellent service: disaster due to pandemic. Excellence services available are: 1). Turniti test service, 2). University library book ordering service, 3). Branch library book ordering service, 4). Short loan collection book ordering service (KPS), 5). Student Final Project Services, 6). Service for ordering e-journal articles and e-books, 7). SKBP (library free certificate). The method used is a literature study. The data sources for this paper are the USU Library's web and social media. The results of this study are 1). Access: convenience and facilities, 2). Content: number of types, and organization, 3). Search facility: search system, and display of results.","PeriodicalId":373042,"journal":{"name":"Al-Ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi","volume":"158 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127375519","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kamaludin Kamaludin, D. W. A. Nugroho, Ridwan Suhud, Rahmahwati .
The use of information and communication technology has become a necessity for people to search for information and information published in 3-dimensional e-book media, which has been widely used in information retrieval. This paper aims to determine the use of 3-dimensional e-Books produced by the Directorate of Repository, Multimedia, and Scientific Publishing-National Information Research Agency. The method used in this research is the Google Analytics method, an application that provides information on the results of data collection (data mining) using the web using page tag techniques. With Google Analytics, the collected data related to acquisition and user behavior on the web can be analyzed to be used as a goal, reference, and reliable data. The results showed that there were 304 (three hundred and four) titles of 3-dimensional E-Books produced, which were grouped into 12 categories. Users of 3-dimensional E-Books are spread across 12 (twelve) countries. The two countries that use the most are Indonesia, with 2,718 users (94.05%), followed by America with 72 users (2.49%). Meanwhile, the two most widely used 3-dimensional e-book categories were the tourism category with 625 (31.2%) and animal husbandry and agriculture 421 (21.0%). Considering that users of this 3-dimensional e-book are scattered in various countries, it is recommended that the production of this 3-dimensional e-book can be continued.
{"title":"Utilization of e-book 3-dimensions information systems based on google analytics","authors":"Kamaludin Kamaludin, D. W. A. Nugroho, Ridwan Suhud, Rahmahwati .","doi":"10.24090/jkki.v3i1.6196","DOIUrl":"https://doi.org/10.24090/jkki.v3i1.6196","url":null,"abstract":"The use of information and communication technology has become a necessity for people to search for information and information published in 3-dimensional e-book media, which has been widely used in information retrieval. This paper aims to determine the use of 3-dimensional e-Books produced by the Directorate of Repository, Multimedia, and Scientific Publishing-National Information Research Agency. The method used in this research is the Google Analytics method, an application that provides information on the results of data collection (data mining) using the web using page tag techniques. With Google Analytics, the collected data related to acquisition and user behavior on the web can be analyzed to be used as a goal, reference, and reliable data. The results showed that there were 304 (three hundred and four) titles of 3-dimensional E-Books produced, which were grouped into 12 categories. Users of 3-dimensional E-Books are spread across 12 (twelve) countries. The two countries that use the most are Indonesia, with 2,718 users (94.05%), followed by America with 72 users (2.49%). Meanwhile, the two most widely used 3-dimensional e-book categories were the tourism category with 625 (31.2%) and animal husbandry and agriculture 421 (21.0%). Considering that users of this 3-dimensional e-book are scattered in various countries, it is recommended that the production of this 3-dimensional e-book can be continued.","PeriodicalId":373042,"journal":{"name":"Al-Ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi","volume":"17 5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128684901","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Informasi diera sekarang merupakan suatu kebutuhan primer bagi setiap masyarakat. Berbicara tentang informasi publik, tidak terlepas dari kearsipan sebagaimana yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis atau mengkaji serta membandingkan Undang-Undang No. 43 Tahun 2009 tentang kearsipan serta Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ditinjau dari beberapa aspek. Penelitian ini merupakan studi pustaka dimana data diperoleh melalui sumber informasi yang memiliki keterkaitan dengan topik yang diambil. Data diperoleh melalui jurnal ilmiah dan buku undang-undang,. Hasil penelitian Undang-Undang kearsipan memiliki keterkaitan yang erat dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Hal ini dapat dilihat dari masing-masing pengertian yang tercantum dalam Undang-Undang dimana dalam pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian informasi merupakan segala bentuk arsip yang terekam pada berbagai media penyimpanannya yang kemudian dapat dikomunikasikan kepada orang lain. Akan tetapi, terdapat perbedaan-perbedaan dari kedua UU yang meliputi sejarah lahirnya, filosofi, isi konten, objek dan subjek, lembaga yang berwenang, pengelolanya, pihak yang dapat mengakses, jenis objek, serta dari segi mekanisme pelayanannya.
{"title":"Studi Komparasi Terhadap Undang-Undang Kearsipan Dan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik","authors":"Rheza Ega Winastwan","doi":"10.24090/jkki.v3i1.6148","DOIUrl":"https://doi.org/10.24090/jkki.v3i1.6148","url":null,"abstract":"Informasi diera sekarang merupakan suatu kebutuhan primer bagi setiap masyarakat. Berbicara tentang informasi publik, tidak terlepas dari kearsipan sebagaimana yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis atau mengkaji serta membandingkan Undang-Undang No. 43 Tahun 2009 tentang kearsipan serta Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ditinjau dari beberapa aspek. Penelitian ini merupakan studi pustaka dimana data diperoleh melalui sumber informasi yang memiliki keterkaitan dengan topik yang diambil. Data diperoleh melalui jurnal ilmiah dan buku undang-undang,. Hasil penelitian Undang-Undang kearsipan memiliki keterkaitan yang erat dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Hal ini dapat dilihat dari masing-masing pengertian yang tercantum dalam Undang-Undang dimana dalam pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian informasi merupakan segala bentuk arsip yang terekam pada berbagai media penyimpanannya yang kemudian dapat dikomunikasikan kepada orang lain. Akan tetapi, terdapat perbedaan-perbedaan dari kedua UU yang meliputi sejarah lahirnya, filosofi, isi konten, objek dan subjek, lembaga yang berwenang, pengelolanya, pihak yang dapat mengakses, jenis objek, serta dari segi mekanisme pelayanannya.","PeriodicalId":373042,"journal":{"name":"Al-Ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129191244","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kreativitas merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki oleh individu atau seseorang untuk memecahkan masalah dengan cara yang baru dan bermanfaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena objek yang diteliti dalam penelitian kualitatif lebih bersifat interaktif atau saling mempengaruhi antar variabel (variabel X dan Y). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan guru tentang perpustakaan dan kreativitas dalam mengelola perpustakaan, serta hubungan pengetahuan tentang perpustakaan dengan kreativitas dalam mengelola Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri 09 Payaraman di Desa Seri Kembang I, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan guru tentang perpustakaan sudah cukup baik, pengelolaan sudah cukup baik dan juga dengan pengetahuan yang cukup maka guru pengelola perpustakaan dapat mengeluarkan kreativitas berupa pemberian nomor klasifikasi bahan pustaka dengan cara baru dan mengeluarkan kebijakan membaca di rumah untuk meningkatkan minat baca siswa. Berdasarkan hasil yang di dapatkan terdapat hubungan interaktif antara pengetahuan guru dengan kreativitas dan krativitas guru dengan pengetahuan. (1) Pengetahuan Guru dapat menjadi kreativitas (2) Kreativitas guru dalam mengelola dapat menjadi pengetahuan baru bagi Pengelola Perpustakaan lain. Kata Kunci: pengetahuan, kreativitas, perpustakaan Abstract Creativity is an individual's ability to solve problems in new and useful ways. This study uses a qualitative descriptive approach because the object studied in qualitative research is more interactive or influences each other between variables (variables X and Y). This study aims to determine teacher knowledge about libraries and creativity in managing libraries, as well as the relationship between library knowledge and creativity in managing the 09 Payaraman State Elementary School Library in Seri Kembang I Village, Payaraman District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra. The results of this study indicate that teacher knowledge about libraries is good enough, management is good enough and also with sufficient knowledge, library management teachers can issue creativity in the form of giving library materials classification numbers in new ways and issuing reading policies at home to increase reading interest. student. Based on the results obtained, there is an interactive relationship between teacher knowledge and creativity and teacher creativity and knowledge. (1) Teacher knowledge can become creativity (2) Teacher creativity in managing can be new knowledge for other library managers. Keywords: knowledge, creativity, library, teacher-librarian
创造力是个人或个人用新的、有用的方式解决问题的能力。这项研究使用描述性方法定性,因为定性研究中的研究对象更互动的变量或变量之间的相互影响(X和Y)。本研究旨在探讨图书馆管理中图书馆老师知识和创造力,以及图书馆的知识与创造力公立小学图书馆管理中09 Payaraman烟花I系列,村子里苏门答腊南部Ogan Ilir地区的Payaraman街。这项研究的结果表明,教师对图书馆的知识已经足够好,管理能力也足够好,因此,图书馆管理教师可以通过新的方式授予图书分类编号,并制定家庭阅读政策来提高学生的阅读兴趣。基于结果,教师知识与创造力与教师文思性之间存在互动关系。(1)教师的知识可以是创造力(2)教师的管理能力可以是其他图书馆管理员的新知识。关键词:知识、创造力、抽象创造力图书馆是个人解决新而有用问题的能力。这个研究利用a qqe qqe descriptive接近的地方,因为物体studied》研究之间是互相更多互动或influences variables (variables X和Y)。这个研究aims to个重大知识老师关于写道and creativity in管理写道,as well as《管理图书馆知识之间关系和creativity 09 Payaraman州立小学学校图书馆》系列我烟火村Ogan伊利丽晶Payaraman区,南苏门答腊。The results of this study indicate that老师知识关于写道好足够的知识还不够,管理好和with sufficient,图书馆管理教师可以问题creativity in The form of给图书馆材料classification数字在纽约方面和发卡阅读政策at home to增加阅读兴趣。学生。基于所谓的保留,有一种相互作用的关系,在老师知识和创造力之间有一种相互作用的关系。“知识教师可以成为……”“教授知识可以成为其他图书馆管理人员的新知识。”知识、智慧、图书馆、教学自由
{"title":"Hubungan Pengetahuan Guru Tentang Perpustakaan dengan Kreatifitas dalam Mengelola Perpustakaan","authors":"Nurmalina Syafran, Sopan Sriwijayanto","doi":"10.24090/jkki.v3i1.6159","DOIUrl":"https://doi.org/10.24090/jkki.v3i1.6159","url":null,"abstract":"Kreativitas merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki oleh individu atau seseorang untuk memecahkan masalah dengan cara yang baru dan bermanfaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena objek yang diteliti dalam penelitian kualitatif lebih bersifat interaktif atau saling mempengaruhi antar variabel (variabel X dan Y). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan guru tentang perpustakaan dan kreativitas dalam mengelola perpustakaan, serta hubungan pengetahuan tentang perpustakaan dengan kreativitas dalam mengelola Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri 09 Payaraman di Desa Seri Kembang I, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan guru tentang perpustakaan sudah cukup baik, pengelolaan sudah cukup baik dan juga dengan pengetahuan yang cukup maka guru pengelola perpustakaan dapat mengeluarkan kreativitas berupa pemberian nomor klasifikasi bahan pustaka dengan cara baru dan mengeluarkan kebijakan membaca di rumah untuk meningkatkan minat baca siswa. Berdasarkan hasil yang di dapatkan terdapat hubungan interaktif antara pengetahuan guru dengan kreativitas dan krativitas guru dengan pengetahuan. (1) Pengetahuan Guru dapat menjadi kreativitas (2) Kreativitas guru dalam mengelola dapat menjadi pengetahuan baru bagi Pengelola Perpustakaan lain. \u0000Kata Kunci: pengetahuan, kreativitas, perpustakaan \u0000Abstract \u0000Creativity is an individual's ability to solve problems in new and useful ways. This study uses a qualitative descriptive approach because the object studied in qualitative research is more interactive or influences each other between variables (variables X and Y). This study aims to determine teacher knowledge about libraries and creativity in managing libraries, as well as the relationship between library knowledge and creativity in managing the 09 Payaraman State Elementary School Library in Seri Kembang I Village, Payaraman District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra. The results of this study indicate that teacher knowledge about libraries is good enough, management is good enough and also with sufficient knowledge, library management teachers can issue creativity in the form of giving library materials classification numbers in new ways and issuing reading policies at home to increase reading interest. student. Based on the results obtained, there is an interactive relationship between teacher knowledge and creativity and teacher creativity and knowledge. (1) Teacher knowledge can become creativity (2) Teacher creativity in managing can be new knowledge for other library managers. \u0000Keywords: knowledge, creativity, library, teacher-librarian","PeriodicalId":373042,"journal":{"name":"Al-Ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi","volume":"67 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125331179","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bagaimana pihak perpustakaan membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir melalui layanan literasi informasi, perpustakaan mengembangkan berbagai macam layanan seperti melakukan bimbingan sumber refrensi, melakukan penulusuran informasi kompleks, melakukan bimbingan dalam bentuk literasi informasi dengan menyediakan sarana dalam menemukan informasi yang baik dan benar, melalui media online maupun offline. Literasi informasi merupakan kemampuan setiap orang untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang digunakan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dalam menyelesaikan tugas akhir mahasiswa. Sehingga perpustakaan UIN Mataram menyediakan berbagai sumber informasi, baik secara printed maupun secara online yaitu dengan website yang dimilki oleh perpustakaan UIN Mataram. Penulis memakai pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan secara langsung ke informan. Upaya yang dilakukan pihak perpustakaan unuk membantu menyelesaikan tugas akhir mahasiswa ialah melalui Layanan Bookless library, melalui layanan e-jornal dan melalui layanan website perpustakaan UIN Mataram.
{"title":"Literasi Informasi Membantu Meningkatkan Kemampuan Informasi Dalam Proses Menyelesaikan Tugas Akhir Mahasiswa","authors":"Asnawati Asnawati","doi":"10.24090/jkki.v3i1.6204","DOIUrl":"https://doi.org/10.24090/jkki.v3i1.6204","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bagaimana pihak perpustakaan membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir melalui layanan literasi informasi, perpustakaan mengembangkan berbagai macam layanan seperti melakukan bimbingan sumber refrensi, melakukan penulusuran informasi kompleks, melakukan bimbingan dalam bentuk literasi informasi dengan menyediakan sarana dalam menemukan informasi yang baik dan benar, melalui media online maupun offline. Literasi informasi merupakan kemampuan setiap orang untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang digunakan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dalam menyelesaikan tugas akhir mahasiswa. Sehingga perpustakaan UIN Mataram menyediakan berbagai sumber informasi, baik secara printed maupun secara online yaitu dengan website yang dimilki oleh perpustakaan UIN Mataram. Penulis memakai pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan secara langsung ke informan. Upaya yang dilakukan pihak perpustakaan unuk membantu menyelesaikan tugas akhir mahasiswa ialah melalui Layanan Bookless library, melalui layanan e-jornal dan melalui layanan website perpustakaan UIN Mataram.","PeriodicalId":373042,"journal":{"name":"Al-Ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130610278","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Library service innovation is part of realizing the excellent service of the library.The pandemic period that occurred from March 2020 to mid-2021 made the Library Of Data and Scientific Documentation Center of the Indonesian Institute of Sciences strive to innovate e-library services.The innovations carried out by the Data and Scientific Documentation Center Indonesian Institute of Sciences Library include innovations of its service types, revision and addition of ISO Library Services (SOP) & risk management, and Regional Service Systems integrated in INTRA LIPI.The research method used is through observation and study of literature. The purpose of this writing is to inform the innovation of PDDI LIPI's e-service literature including the type of service, revision and addition of ISO Library Services (SOP) & risk management and Regional Service System integrated in INTRA LIPI and challenges must be faced so that this innovation can be realized.
{"title":"Inovasi e-Layanan Kepustakaan di Perpustakaan Lembaga Riset Studi Kasus pada Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah","authors":"Rahmadani Ningsih Maha, Nur Rizzal Rosiyan","doi":"10.24090/jkki.v2i2.5252","DOIUrl":"https://doi.org/10.24090/jkki.v2i2.5252","url":null,"abstract":"Library service innovation is part of realizing the excellent service of the library.The pandemic period that occurred from March 2020 to mid-2021 made the Library Of Data and Scientific Documentation Center of the Indonesian Institute of Sciences strive to innovate e-library services.The innovations carried out by the Data and Scientific Documentation Center Indonesian Institute of Sciences Library include innovations of its service types, revision and addition of ISO Library Services (SOP) & risk management, and Regional Service Systems integrated in INTRA LIPI.The research method used is through observation and study of literature. The purpose of this writing is to inform the innovation of PDDI LIPI's e-service literature including the type of service, revision and addition of ISO Library Services (SOP) & risk management and Regional Service System integrated in INTRA LIPI and challenges must be faced so that this innovation can be realized.","PeriodicalId":373042,"journal":{"name":"Al-Ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi","volume":"69 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130375740","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tak ubahnya dengan profesi lain, maka peran pustakawan ditengah-tengah perubahan era teknologi informasi dengan teknologi digital akan menuntut peran yang lebih besar lagi dalam upayanya untuk membantu pemustaka dalam mengakses informasi yang sangat cepat mengalami perubahan dan tuntutan generasi milenial sehingga harus dapat menangkap kemauan dan karakteristik mereka yang menghendaki kecepatan dan ketatan dalam akses informasi. Dengan akses secara digital baik untuk koleksi e-book maupun e-journal dan koleksi lainnya dengan format digital akan semakin mempermudah dak membantu percepatan diseminasi informasi. Namun yang tak dapat disangkal adalah kemampuan kompetensi pustakawan yang harus terus dikembangkan untuk menuju peran baru pustakawan . Perpustakaan dengan mengedepankan layanan secara digital akan menjebatani kebutuhan informasi bagi pemustaka digital. Maka kompetensi pustakawan hendaknya dapat menjawab kebutuhan pemustaka dengan kemampuan yang semakin terbuka terhadap perubahan yang terjadi . Maksud penulisan ini adalah dengan latar belakang perlunya pustakawan untuk dapat melakukan penguatan kompetensi di era new normal karena perbedaan sistem layanan pada masa normal yang lalu .Adapun tujuan penulisan ini adalah keinginan penulis untuk memberikan sumbangan pemikiran untuk peran pustakawan yang lebih baik di era new normal ini sehingga peran pustakawan akan semakin nampak dalam sumbangsihnya dalam perkembangan imu pengetahuan dan sistem layanan unggul akan menimbulkan masyarakat semakin mengakui profesi pustakawan sebagai profesi yang unik sehingga layak disebut sebagai profesi . Selain itu mengingatkan pustakawan bahwa dengan memahami perkembangan teknologi informasi akan semakin menyadarkan pustakawan untuk selalu berbenah menghadapi setiap perubahan jaman yang terjadi
{"title":"Pustakawan Menggapai Prestasi dalam Era Kebiasaan Baru (New Normal)","authors":"Agung Nugroho Adhi","doi":"10.24090/jkki.v2i2.5704","DOIUrl":"https://doi.org/10.24090/jkki.v2i2.5704","url":null,"abstract":"Tak ubahnya dengan profesi lain, maka peran pustakawan ditengah-tengah perubahan era teknologi informasi dengan teknologi digital akan menuntut peran yang lebih besar lagi dalam upayanya untuk membantu pemustaka dalam mengakses informasi yang sangat cepat mengalami perubahan dan tuntutan generasi milenial sehingga harus dapat menangkap kemauan dan karakteristik mereka yang menghendaki kecepatan dan ketatan dalam akses informasi. Dengan akses secara digital baik untuk koleksi e-book maupun e-journal dan koleksi lainnya dengan format digital akan semakin mempermudah dak membantu percepatan diseminasi informasi. Namun yang tak dapat disangkal adalah kemampuan kompetensi pustakawan yang harus terus dikembangkan untuk menuju peran baru pustakawan . Perpustakaan dengan mengedepankan layanan secara digital akan menjebatani kebutuhan informasi bagi pemustaka digital. Maka kompetensi pustakawan hendaknya dapat menjawab kebutuhan pemustaka dengan kemampuan yang semakin terbuka terhadap perubahan yang terjadi . Maksud penulisan ini adalah dengan latar belakang perlunya pustakawan untuk dapat melakukan penguatan kompetensi di era new normal karena perbedaan sistem layanan pada masa normal yang lalu .Adapun tujuan penulisan ini adalah keinginan penulis untuk memberikan sumbangan pemikiran untuk peran pustakawan yang lebih baik di era new normal ini sehingga peran pustakawan akan semakin nampak dalam sumbangsihnya dalam perkembangan imu pengetahuan dan sistem layanan unggul akan menimbulkan masyarakat semakin mengakui profesi pustakawan sebagai profesi yang unik sehingga layak disebut sebagai profesi . Selain itu mengingatkan pustakawan bahwa dengan memahami perkembangan teknologi informasi akan semakin menyadarkan pustakawan untuk selalu berbenah menghadapi setiap perubahan jaman yang terjadi ","PeriodicalId":373042,"journal":{"name":"Al-Ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi","volume":"85 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125002326","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak Setiap organisasi dibutuhkan sebuah kepemimpinan yang efektif, sehingga tujuan dari organisasi tersebut tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pengambilan keputusan atau tindakan, bila kita mencoba membuka kembali ingatan tentang makna kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif sangatlah tergantung dari landasan manajerial yang kokoh.Kepemimpinan (leadership) yang ditetapkan oleh seorang manajer dalam organisasi dapat menciptakan integrasi yang serasi dan mendorong semangat kerja karyawan untuk mencapai sasaran yang maksimal. Kepemimpinan adalah kata benda dari pemimpin (leader). Pemimpin (leader=head) adalah seseorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya, mengarahkan bawahan untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dalam mencapai tujuan organisasi. Leader adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat kepemimpinan dan kewibawaan (personality authority). Falsafah kepemimpinannya bahwa pemimpin adalah untuk bawahan dan milik bawahan. Pelaksanaan kepemimpinannya cenderung menumbuhkan kepercayaan, partisipasi, loyalitas dan internal motivasi para bawahan dengan cara persuasive. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif yang ditinjau melalui metode penelitian kepustakaan (Library Reserch), maknanya metode penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literature (kepustakaan) baik berupa buku, catatan maupun laporan hasil penelitian dari penelitian terdahulu. Gaya kepemimpinan partisipatif sangat cocok apabila diterapkan di Indonesia, karena Indonesia merupakan Negara yang ramah, taman dan jiwa kebersamaan dan jiwa soladiritas sangat kuat dinegera Indonesia. Oleh karena itu keputusan yang diambil akan bener-bener dipikirkan demi kebaikan bersama tanpa mengutamakan nilai ego atau kepentingan pribadi atau golongan.
{"title":"Managemen Kepemimpinan Partisifatif Di Perpustakaan Perguruan Tinggi","authors":"Rahmat Iqbal","doi":"10.24090/jkki.v2i1.4582","DOIUrl":"https://doi.org/10.24090/jkki.v2i1.4582","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Setiap organisasi dibutuhkan sebuah kepemimpinan yang efektif, sehingga tujuan dari organisasi tersebut tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pengambilan keputusan atau tindakan, bila kita mencoba membuka kembali ingatan tentang makna kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif sangatlah tergantung dari landasan manajerial yang kokoh.Kepemimpinan (leadership) yang ditetapkan oleh seorang manajer dalam organisasi dapat menciptakan integrasi yang serasi dan mendorong semangat kerja karyawan untuk mencapai sasaran yang maksimal. Kepemimpinan adalah kata benda dari pemimpin (leader). Pemimpin (leader=head) adalah seseorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya, mengarahkan bawahan untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dalam mencapai tujuan organisasi. Leader adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat kepemimpinan dan kewibawaan (personality authority). Falsafah kepemimpinannya bahwa pemimpin adalah untuk bawahan dan milik bawahan. Pelaksanaan kepemimpinannya cenderung menumbuhkan kepercayaan, partisipasi, loyalitas dan internal motivasi para bawahan dengan cara persuasive. \u0000Penulisan ini menggunakan metode kualitatif yang ditinjau melalui metode penelitian kepustakaan (Library Reserch), maknanya metode penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literature (kepustakaan) baik berupa buku, catatan maupun laporan hasil penelitian dari penelitian terdahulu. Gaya kepemimpinan partisipatif sangat cocok apabila diterapkan di Indonesia, karena Indonesia merupakan Negara yang ramah, taman dan jiwa kebersamaan dan jiwa soladiritas sangat kuat dinegera Indonesia. Oleh karena itu keputusan yang diambil akan bener-bener dipikirkan demi kebaikan bersama tanpa mengutamakan nilai ego atau kepentingan pribadi atau golongan. \u0000 ","PeriodicalId":373042,"journal":{"name":"Al-Ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128633671","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRAK Literasi yang menjadi salah satu wacana populer dan digaungkan oleh berbagai pihak dikembangkan oleh sebuah komunitas di Purwokerto bernama RKWK. Selain berfokus pada pengembangan literasi masyarakat, RKWK juga membidik industry kreatif berbasis literasi yang disebut dengan konsep “litera-preneurâ€. Tulisan ini fokus membahas tentang upaya-upaya yang dilakukan di RKWK dalam mengelola dan menerap-kembangkan konsep “litera-preneur†dalam kehidupan komunitas mereka hingga mampu memberi dampak bagi lini kehidupan kognisi sekaligus kehidupan ekonomi para pelakunya. Kegiatan pengembangan litera-preneur di RKWK dilakukan dengan beberapa poin penting di antaranya meningkatkan kompetensi keilmuan (kognisi) serta pengembangan kreativitas melalui kegiatan-kegaiatan pelatihan dan pendampingan, kegiatan komunitas berfokus pada pengembangan komunitas berbasis kreativitas dan literasi, dan program-program yang dilaksanakan di RKWK dibuat sesuai dengan potensi dan minat para anggotanya. ABSTRACT Literacy, which has become a popular discourse and echoed by various parties, was developed by a community in Purwokerto called RKWK. Apart from focusing on the development of community literacy, RKWK also targets literacy-based creative industries which are called the concept of "literature-preneur". This paper focuses on discussing the efforts made at RKWK in managing and implementing the concept of "literature-preneur" in their community life so that it can have an impact on the line of cognitive life as well as the economic life of the actors. Literature development activities at RKWK are carried out with several important points including increasing scientific competence (cognition) and developing creativity through training and mentoring activities, community activities focused on community development based on creativity and literacy, and programs implemented at RKWK made according to the potential and interests of its members.
抽象的论述之一流行的素养和digaungkan由不同政党由一个叫RKWK Purwokerto社区。RKWK除了专注于发展社会素养外,还瞄准基于所谓的素养概念的创意工业a€œlitera-preneura€。本文集中讨论了所做的努力在管理和menerap-kembangkan RKWK概念a€œlitera-preneura€他们到社区生活中能够提供影响线路同时认知生命经济人口贩子。litera-preneur在RKWK开发活动,但有几个重要的点在其中增加了认知能力(科学)以及开发创造力通过kegiatan-kegaiatan培训和辅导,活动侧重于社区发展基于社区的创造力和素养,创造符合RKWK中的潜力和执行的项目成员的兴趣。被一个叫做RKWK的Purwokerto的社区开发出来的ABSTRACT Literacy已经成为一种流行的讨论和回应的现象。反社会文学发展的部分原因是,RKWK还针对被称为“文学企业家”概念的基于知识的识字行业。这篇关于努力的论文将把努力付诸实践,并实现其社区生活中“文学企业家”的概念,这样它就能像动物的经济生活一样受到影响。文学奖的发展活动at RKWK是carried out with好几个重要指向increasing在内的科学及competence (cognition)和developing creativity通过培训和辅导活动,社区在社区活动除了制造开发改编自creativity literacy,和项目implemented at RKWK让弥足its members之潜在的和interests。
{"title":"Development of \"Litera-Preneur\" in Rumah Kreatif Wadas Kelir South Purwokerto-Banyumas Regency","authors":"Endah Kusumaningrum","doi":"10.24090/jkki.v2i1.4564","DOIUrl":"https://doi.org/10.24090/jkki.v2i1.4564","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Literasi yang menjadi salah satu wacana populer dan digaungkan oleh berbagai pihak dikembangkan oleh sebuah komunitas di Purwokerto bernama RKWK. Selain berfokus pada pengembangan literasi masyarakat, RKWK juga membidik industry kreatif berbasis literasi yang disebut dengan konsep “litera-preneurâ€. Tulisan ini fokus membahas tentang upaya-upaya yang dilakukan di RKWK dalam mengelola dan menerap-kembangkan konsep “litera-preneur†dalam kehidupan komunitas mereka hingga mampu memberi dampak bagi lini kehidupan kognisi sekaligus kehidupan ekonomi para pelakunya. Kegiatan pengembangan litera-preneur di RKWK dilakukan dengan beberapa poin penting di antaranya meningkatkan kompetensi keilmuan (kognisi) serta pengembangan kreativitas melalui kegiatan-kegaiatan pelatihan dan pendampingan, kegiatan komunitas berfokus pada pengembangan komunitas berbasis kreativitas dan literasi, dan program-program yang dilaksanakan di RKWK dibuat sesuai dengan potensi dan minat para anggotanya. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000Literacy, which has become a popular discourse and echoed by various parties, was developed by a community in Purwokerto called RKWK. Apart from focusing on the development of community literacy, RKWK also targets literacy-based creative industries which are called the concept of \"literature-preneur\". This paper focuses on discussing the efforts made at RKWK in managing and implementing the concept of \"literature-preneur\" in their community life so that it can have an impact on the line of cognitive life as well as the economic life of the actors. Literature development activities at RKWK are carried out with several important points including increasing scientific competence (cognition) and developing creativity through training and mentoring activities, community activities focused on community development based on creativity and literacy, and programs implemented at RKWK made according to the potential and interests of its members. \u0000 \u0000 ","PeriodicalId":373042,"journal":{"name":"Al-Ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117143248","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Keusangan dan Produktifitas Pengarang dengan menggunakan Hukum Lotka. Adapun jurnal yang diteliti merupakan jurnal dengan subjek yang sama yaitu subjek Psikologi. Penulis mengambil sampel secara acak yaitu dari tahun 2015-2019 dari portal jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, terdapat 10 Jurnal Iklim yang dijadikan sampel pada penelitian ini. Dari hasil penelitian ini Tingkat keusangan literatur tertinggi pada tahun 2018 yaitu berjumlah 7 sitiran tahun atau 87,5% artinya bahwa artikel tersebut sudah tua dalam hal tahun sitirannya disebabkan adaya informasi baru dalam suatu dokumen sehingga informasi yang lama akan mengalami penurunan dan akhirnya suatu saat tidak digunakan lagi. Dari hasil perhitungan di atas dapat di cari nilai rata-rata keseluruhan tingkat keusangan literature tahun 2015-2019 dengan nilai rata-rata adalah 62,32%. Dan jumlah pengarang pada penelitian ini sebanyak 148 orang dalam pemilhan acak pada tahun 2015-2019. Berdasarkan perhitungan dengan hukum Lotka maka ditemukan bahwa produktivitas pengarang untuk setiap 1 artikel adalah 83,78% dengan sebanyak 124 pengarang, pengarang yang menghasilkan 2 artikel sebanyak 12,83% dengan 19 pengarang, pengarang yang menghasilkan 3 artikel sebanyak 2,03% dengan 3 pengarang, pengarang yang menghasilkan 4 artikel sebanyak 0,68% dengan 1 pengarang, dan pengarang yang menghasilkan 5 artikel sebanyak 0,68% dengan 1 pengarang.
{"title":"Studi Bibliometrik Menganalisis Produktivitas Pengarang dan Keusangan pada Jurnal Iklim","authors":"Rhoni Rodin, Nur Choirunnisa","doi":"10.24090/jkki.v2i1.4500","DOIUrl":"https://doi.org/10.24090/jkki.v2i1.4500","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Keusangan dan Produktifitas Pengarang dengan menggunakan Hukum Lotka. Adapun jurnal yang diteliti merupakan jurnal dengan subjek yang sama yaitu subjek Psikologi. Penulis mengambil sampel secara acak yaitu dari tahun 2015-2019 dari portal jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, terdapat 10 Jurnal Iklim yang dijadikan sampel pada penelitian ini. Dari hasil penelitian ini Tingkat keusangan literatur tertinggi pada tahun 2018 yaitu berjumlah 7 sitiran tahun atau 87,5% artinya bahwa artikel tersebut sudah tua dalam hal tahun sitirannya disebabkan adaya informasi baru dalam suatu dokumen sehingga informasi yang lama akan mengalami penurunan dan akhirnya suatu saat tidak digunakan lagi. Dari hasil perhitungan di atas dapat di cari nilai rata-rata keseluruhan tingkat keusangan literature tahun 2015-2019 dengan nilai rata-rata adalah 62,32%. Dan jumlah pengarang pada penelitian ini sebanyak 148 orang dalam pemilhan acak pada tahun 2015-2019. Berdasarkan perhitungan dengan hukum Lotka maka ditemukan bahwa produktivitas pengarang untuk setiap 1 artikel adalah 83,78% dengan sebanyak 124 pengarang, pengarang yang menghasilkan 2 artikel sebanyak 12,83% dengan 19 pengarang, pengarang yang menghasilkan 3 artikel sebanyak 2,03% dengan 3 pengarang, pengarang yang menghasilkan 4 artikel sebanyak 0,68% dengan 1 pengarang, dan pengarang yang menghasilkan 5 artikel sebanyak 0,68% dengan 1 pengarang.","PeriodicalId":373042,"journal":{"name":"Al-Ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi","volume":"270 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115210436","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}