Pub Date : 2021-06-16DOI: 10.30872/PLAKAT.V3I1.5848
Fikry Aransyah, Wira Bharata, P. Aulia, Annisa Maulidia, Dita Ismaliana R
Penulisan daftar pustaka menjadi kendala yang sering dihadapi mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah. Untuk menghindari plagiarism hal yang wajib dilakukan adalah mencantumkan daftar pustaka. Banyaknya referensi yang diperlukan mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah tentu saja beberapa dari mereka akan kesulitan apabila membuat daftar pustaka secara manual. Oleh karena itu, diperlukannya aplikasi Mendeley untuk mempermudah dalam menyusun daftar pustaka secara otomatis. Namun, masih banyak mahasiswa yang belum paham dalam penggunaannya bahkan tidak mengetahui aplikasi Mendeley. Pelatihan ini diselenggarakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom, dengan sasaran peserta adalah mahasiswa umum yang ingin mengetahui bagaimana cara mempergunakan aplikasi praktis bernama Mendeley agar mereka dapat membuat daftar pustaka yang otomatis. Pelatihan ini merupakan sebuah wadah kegiatan yang memiliki tujuan yakni membantu mahasiswa agar mereka secara mandiri dapat mengelola referensi dengan baik. Dengan begitu, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia juga turut mengalami peningkatan. Pelatihan ini juga diharapkan memberikan hasil maksimal diantaranya adalah menambah pengetahuan dan pemahaman peserta dalam menggunakan aplikasi Mendeley, serta menambah keterampilan peserta dalam menggunakan aplikasi Mendeley untuk mengerjakan berbagai bentuk tulisan ilmiah seperti jurnal, skripsi, maupun tugas akhir.
{"title":"Pelatihan Penggunaan Aplikasi Mendeley Bagi Mahasiswa Dalam Pembuatan Daftar Pustaka","authors":"Fikry Aransyah, Wira Bharata, P. Aulia, Annisa Maulidia, Dita Ismaliana R","doi":"10.30872/PLAKAT.V3I1.5848","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V3I1.5848","url":null,"abstract":"Penulisan daftar pustaka menjadi kendala yang sering dihadapi mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah. Untuk menghindari plagiarism hal yang wajib dilakukan adalah mencantumkan daftar pustaka. Banyaknya referensi yang diperlukan mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah tentu saja beberapa dari mereka akan kesulitan apabila membuat daftar pustaka secara manual. Oleh karena itu, diperlukannya aplikasi Mendeley untuk mempermudah dalam menyusun daftar pustaka secara otomatis. Namun, masih banyak mahasiswa yang belum paham dalam penggunaannya bahkan tidak mengetahui aplikasi Mendeley. Pelatihan ini diselenggarakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom, dengan sasaran peserta adalah mahasiswa umum yang ingin mengetahui bagaimana cara mempergunakan aplikasi praktis bernama Mendeley agar mereka dapat membuat daftar pustaka yang otomatis. Pelatihan ini merupakan sebuah wadah kegiatan yang memiliki tujuan yakni membantu mahasiswa agar mereka secara mandiri dapat mengelola referensi dengan baik. Dengan begitu, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia juga turut mengalami peningkatan. Pelatihan ini juga diharapkan memberikan hasil maksimal diantaranya adalah menambah pengetahuan dan pemahaman peserta dalam menggunakan aplikasi Mendeley, serta menambah keterampilan peserta dalam menggunakan aplikasi Mendeley untuk mengerjakan berbagai bentuk tulisan ilmiah seperti jurnal, skripsi, maupun tugas akhir.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"137 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116872290","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-06-16DOI: 10.30872/PLAKAT.V3I1.5282
A. Nur, Suud Ema Fauziah, Dedik Wiryawan
Permasalahan sampah sampai dengan saat ini khususnya di Kabupaten Bulungan dan sekitarnya masih menjadi persoalan tersendiri, sampah yang dimaksud adalah kertas koran. Koran setiap hari selalu menjadi bacaan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi terbaru, sehingga setelah masyarakat selesai membaca koran maka koran tersebut tidak lagi digunakan atau disimpan, inilah yang menyebabkan volume sampah khususnya kertasmenjadi tinggi. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti terkait sampah kertas koran dapat disimpulkan bahwa kertas koran dapatdidaur ulang sehingga bias dimanfaatkan atau digunakanmenjadi produk yang mempunyai nilai jual atau ekonomi.Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada para mahasiswa dan mahasiswi dalam bentuk pengarahan dan pemberian keterampilan tentang pemanfaatankertas koran bekas untuk berbagai jenis kerajinan yang dapat digunakan sebagai industri kerajinanserta keterampilan merajut mahasiswa dan mahasiswi. Kegiatan pelatihan ini menggunakan metode diskusi (share), demonstrasi dan praktek langsung di lokasi pelatihan. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan pelatihan dilakukan evaluasi pada tingkat penguasaan keterampilan dari tahap persiapan, pelaksanaan, penerapan keterampilan dan hasil yang diperoleh peserta. Hasil pelatihan menunjukan tingkat keberhasilan yang dicapai tergolong baik dan bermanfaat bagi peserta. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya hasil kerajinan satu diantaranya berupa guci dari kertas koran bekas.
{"title":"Program Pelatihan Wirausaha Dalam Pemanfaatan Sampah Kertas Koran Bekas Menjadi Kerajinan Fungsional Sebagai Upaya","authors":"A. Nur, Suud Ema Fauziah, Dedik Wiryawan","doi":"10.30872/PLAKAT.V3I1.5282","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V3I1.5282","url":null,"abstract":"Permasalahan sampah sampai dengan saat ini khususnya di Kabupaten Bulungan dan sekitarnya masih menjadi persoalan tersendiri, sampah yang dimaksud adalah kertas koran. Koran setiap hari selalu menjadi bacaan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi terbaru, sehingga setelah masyarakat selesai membaca koran maka koran tersebut tidak lagi digunakan atau disimpan, inilah yang menyebabkan volume sampah khususnya kertasmenjadi tinggi. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti terkait sampah kertas koran dapat disimpulkan bahwa kertas koran dapatdidaur ulang sehingga bias dimanfaatkan atau digunakanmenjadi produk yang mempunyai nilai jual atau ekonomi.Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada para mahasiswa dan mahasiswi dalam bentuk pengarahan dan pemberian keterampilan tentang pemanfaatankertas koran bekas untuk berbagai jenis kerajinan yang dapat digunakan sebagai industri kerajinanserta keterampilan merajut mahasiswa dan mahasiswi. Kegiatan pelatihan ini menggunakan metode diskusi (share), demonstrasi dan praktek langsung di lokasi pelatihan. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan pelatihan dilakukan evaluasi pada tingkat penguasaan keterampilan dari tahap persiapan, pelaksanaan, penerapan keterampilan dan hasil yang diperoleh peserta. Hasil pelatihan menunjukan tingkat keberhasilan yang dicapai tergolong baik dan bermanfaat bagi peserta. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya hasil kerajinan satu diantaranya berupa guci dari kertas koran bekas.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128978375","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-06-16DOI: 10.30872/PLAKAT.V3I1.5483
Yuni Kurniawati, S. Lestari
Masa remaja ditandai dengan pertumbuhan dan kematangan seksual yang berdampak pada perubahan bentuk tubuh, sehingga perhatian pada citra tubuh menuntun pada usaha-usaha mengontrol berat badan. Namun demikian, hal tersebut tentunya tidak dengan mudah dilakukan, sehingga remaja menjadi rentan terhadap permasalahan citra tubuh. Hal tersebut didukung dengan aspek psikososial dimana pada usia tersebut lingkup sosial remaja telah berfokus pada teman sebaya, sehingga peran dari teman sebaya tentu mempengaruhi kondisi psikososial remaja, khususnya kesehatan mental remaja. Tidak sedikit memunculkan perilaku-perilaku beresiko pada remaja, seperti bullying, khususnya Body shaming. Body shaming pada remaja beresiko mengurangi kesehatan mental pada individu, seperti rentan melakukan perilaku diet yang salah, mengalami gangguan makan, gelotophobia, dan sebagainya. Berdasar hal itu, pemerintah melalui UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) Pasal 45 ayat 1 dan Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 310 KUHP turut menekankan pentingnya menghindari Body shaming. Psikoedukasi tentang body shaming perlu diberikan sejak dini, yaitu salah satu program pencegahan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai pengertian, dampak-dampak, dan strategi mengurangi Body shaming. Hasil dari kegiatan ini siswa lebih memahami dampak body shaming dan memberi kesempatan untuk remaja terbuka dengan pengalamannya.
{"title":"Beauty Bullying or Body Shaming? Upaya Pencegahan Body Shaming Pada Remaja","authors":"Yuni Kurniawati, S. Lestari","doi":"10.30872/PLAKAT.V3I1.5483","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V3I1.5483","url":null,"abstract":"Masa remaja ditandai dengan pertumbuhan dan kematangan seksual yang berdampak pada perubahan bentuk tubuh, sehingga perhatian pada citra tubuh menuntun pada usaha-usaha mengontrol berat badan. Namun demikian, hal tersebut tentunya tidak dengan mudah dilakukan, sehingga remaja menjadi rentan terhadap permasalahan citra tubuh. Hal tersebut didukung dengan aspek psikososial dimana pada usia tersebut lingkup sosial remaja telah berfokus pada teman sebaya, sehingga peran dari teman sebaya tentu mempengaruhi kondisi psikososial remaja, khususnya kesehatan mental remaja. Tidak sedikit memunculkan perilaku-perilaku beresiko pada remaja, seperti bullying, khususnya Body shaming. Body shaming pada remaja beresiko mengurangi kesehatan mental pada individu, seperti rentan melakukan perilaku diet yang salah, mengalami gangguan makan, gelotophobia, dan sebagainya. Berdasar hal itu, pemerintah melalui UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) Pasal 45 ayat 1 dan Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 310 KUHP turut menekankan pentingnya menghindari Body shaming. Psikoedukasi tentang body shaming perlu diberikan sejak dini, yaitu salah satu program pencegahan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai pengertian, dampak-dampak, dan strategi mengurangi Body shaming. Hasil dari kegiatan ini siswa lebih memahami dampak body shaming dan memberi kesempatan untuk remaja terbuka dengan pengalamannya.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124380539","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-12-14DOI: 10.30872/PLAKAT.V2I2.3950
A. Nur, Dedik Wiryawan, Machmud Al Amrie
Pelayanan merupakan kunci utama bagi suatu perusahaan yang fokusnya adalah profit oriented atau orientasi keuntungan. Pelayanan yang dimaksud adalah pelayanan yang diberikan kepada konsumen yang datang ke dealer atau showroom Astra Honda Motor di Tanjung Selor. Dengan adanya pelayanan yang baik tentunya apa yang dirasakan oleh konsumen tersebut akan berdampak terhadap kepuasan yang telah diperoleh oleh konsumen tersebut. Berdasarkan hasil focus group discussion dari 19 konsumen diperoleh hasil bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas dealer atau showroom adalah kurang memuaskan, sebagai contoh petugas dealer tidak ramah, tidak menguasai product knowledge, dan lain-lain.
{"title":"Kepuasan Konsumen Astra Motor Honda Tanjung Selor Terkait Pelayanan Showroom","authors":"A. Nur, Dedik Wiryawan, Machmud Al Amrie","doi":"10.30872/PLAKAT.V2I2.3950","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V2I2.3950","url":null,"abstract":"Pelayanan merupakan kunci utama bagi suatu perusahaan yang fokusnya adalah profit oriented atau orientasi keuntungan. Pelayanan yang dimaksud adalah pelayanan yang diberikan kepada konsumen yang datang ke dealer atau showroom Astra Honda Motor di Tanjung Selor. Dengan adanya pelayanan yang baik tentunya apa yang dirasakan oleh konsumen tersebut akan berdampak terhadap kepuasan yang telah diperoleh oleh konsumen tersebut. Berdasarkan hasil focus group discussion dari 19 konsumen diperoleh hasil bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas dealer atau showroom adalah kurang memuaskan, sebagai contoh petugas dealer tidak ramah, tidak menguasai product knowledge, dan lain-lain.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"139 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133662884","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Covid19 adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang muncul awal 2020 di Indonesia. Pandemi Covid 19 telah berdampak luas pada semua sektor kehidupan tanpa terkecuali pada dunia pendidikan. Menurut informasi dari media online Republika.com disimpulkan bahwa belajar daring (dalam jaringan) menimbulkan masalah baru terutama bagi orangtua. Orangtua mengeluhkan belajar daring di rumah menambah kesibukan mereka. Wali murid merasa stres mengawasi kegiatan belajar anak di rumah karena sekolah memberikan sejumlah tugas pada siswa dan setiap hari tugas-tugas tersebut dikirimkan kepada gurunya melalui email (surat elektronik). Orangtua juga mengeluhkan anak mereka belajar terlalu santai (kurang serius), anak memegang HP (gawai) sambil bermain game online. Oleh karena itu diperlukan suatu program intervensi psikologi berupa psikoedukasi online dalam mendampingi anak belajar daring dirumah. Tujuan psikoedukasi online ini adalah memberikan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman tentang strategi yang efektif bagi orangtua agar dapat mendampingi anak-anak SDIT Mutiara Pariaman belajar daring di rumah. Psikoedukasi pendampingan ini diberikan pada 26 orangtua siswa dengan menggunakan metode seminar, diskusi dan pendampingan orangtua. Efektivitas psikoedukasi dalam mendampingin anak belajar daring diukur dengan kuesioner pre-test dan post-test yang diisi oleh orangtua siswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman orangtua setelah mengikuti psikoedukasi online.
{"title":"Psikoedukasi Online Pendampingan Anak Belajar Daring Akibat Terdampak Pandemi Covid 19","authors":"Devi Rusli, Suci Rahma Nio, Amin Akbar, Nurmina Nurmina","doi":"10.30872/PLAKAT.V2I2.4974","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V2I2.4974","url":null,"abstract":"Covid19 adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang muncul awal 2020 di Indonesia. Pandemi Covid 19 telah berdampak luas pada semua sektor kehidupan tanpa terkecuali pada dunia pendidikan. Menurut informasi dari media online Republika.com disimpulkan bahwa belajar daring (dalam jaringan) menimbulkan masalah baru terutama bagi orangtua. Orangtua mengeluhkan belajar daring di rumah menambah kesibukan mereka. Wali murid merasa stres mengawasi kegiatan belajar anak di rumah karena sekolah memberikan sejumlah tugas pada siswa dan setiap hari tugas-tugas tersebut dikirimkan kepada gurunya melalui email (surat elektronik). Orangtua juga mengeluhkan anak mereka belajar terlalu santai (kurang serius), anak memegang HP (gawai) sambil bermain game online. Oleh karena itu diperlukan suatu program intervensi psikologi berupa psikoedukasi online dalam mendampingi anak belajar daring dirumah. Tujuan psikoedukasi online ini adalah memberikan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman tentang strategi yang efektif bagi orangtua agar dapat mendampingi anak-anak SDIT Mutiara Pariaman belajar daring di rumah. Psikoedukasi pendampingan ini diberikan pada 26 orangtua siswa dengan menggunakan metode seminar, diskusi dan pendampingan orangtua. Efektivitas psikoedukasi dalam mendampingin anak belajar daring diukur dengan kuesioner pre-test dan post-test yang diisi oleh orangtua siswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman orangtua setelah mengikuti psikoedukasi online.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124347069","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Work from home merupakan suatu sistem melaksanakan pekerjaan atau aktivitas yang berkaitan dengan tanggung jawab dari seorang individu dilakukan dari rumah. Sistem bekerja dari rumah ini diterapkan oleh pemerintah di Indonesia sejak awal tahun 2020 setelah penyebaran pandemic covid-19 kian merebak. Tak jarang dari sistem tersebut memunculkan berbagai macam pengaruh termasuk pengaruh negatif yang dirasakan seperti merasakan jenuh, lelah, sulit membagi waktu dan sebagainya. Kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberi psikoedukasi mengenai tips maupun solusi pada masyarakat Indonesia yang menjalani sistem work from home agar dapat melaksanakannya dengan adaptif. Metode kegiatan ini meliputi pelaksanaan webinar online yang diikuti oleh 62 orang berasal dari seluruh Indonesia. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan webinar yang telah dilaksanakan berhasil memberikan wawasan dan pemahaman kepada para peserta mengenai Work from Home: Life Solution on Psychology’s Perspective dilihat dari sisi sebanyak 48% peserta lebih banyak merasa webinar yang didakan menarik, sebanyak 54% webinar yang diadakan sangat bermanfaat, sebanyak 61% webinar yang didakan jelas dan mudah dipahami dan 62% webinar yang diadakan bisa diimplementasikan.
{"title":"Work From Home: Life Solution on Psychology’s Perspective","authors":"Muhliansyah Muhliansyah, Zunea Farizka Azyza Harro Uasni, Rahmah Fitri, Syarifah Na’imi Anisa, Faraz Faraz, Qurotul Uyun","doi":"10.30872/PLAKAT.V2I2.4976","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V2I2.4976","url":null,"abstract":"Work from home merupakan suatu sistem melaksanakan pekerjaan atau aktivitas yang berkaitan dengan tanggung jawab dari seorang individu dilakukan dari rumah. Sistem bekerja dari rumah ini diterapkan oleh pemerintah di Indonesia sejak awal tahun 2020 setelah penyebaran pandemic covid-19 kian merebak. Tak jarang dari sistem tersebut memunculkan berbagai macam pengaruh termasuk pengaruh negatif yang dirasakan seperti merasakan jenuh, lelah, sulit membagi waktu dan sebagainya. Kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberi psikoedukasi mengenai tips maupun solusi pada masyarakat Indonesia yang menjalani sistem work from home agar dapat melaksanakannya dengan adaptif. Metode kegiatan ini meliputi pelaksanaan webinar online yang diikuti oleh 62 orang berasal dari seluruh Indonesia. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan webinar yang telah dilaksanakan berhasil memberikan wawasan dan pemahaman kepada para peserta mengenai Work from Home: Life Solution on Psychology’s Perspective dilihat dari sisi sebanyak 48% peserta lebih banyak merasa webinar yang didakan menarik, sebanyak 54% webinar yang diadakan sangat bermanfaat, sebanyak 61% webinar yang didakan jelas dan mudah dipahami dan 62% webinar yang diadakan bisa diimplementasikan.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124571278","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-12-14DOI: 10.30872/PLAKAT.V2I2.4967
Aulia Suhesty, Miranti Rasyid, R. Permatasari, Yolanda Sonia Cindy Putri
Peningkatan jumlah kasus Covid-19 membuat ditetapkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penularan Covid-19. Sehingga kebijakan ini berdampak ke segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Hal ini membuat beberapa instansi pendidikan membuat kebijakan pembelajaran yang dilaksanakan dari rumah. Metode pengabdian dilakukan dengan cara metode ceramah dan tanya jawab. Metode ceramah dilakukan dengan memberikan penjelasan secara langsung dari narasumber kepada peserta melaui zoom meeting. Tanya jawab dilakukan dengan memberikan kesempatan peserta untuk bertanya kepada narasumber. Berdasarkan uji beda Wilcoxon, didapatkan nilai mean sebelum webinar adalah sebesar 42.29 dan setelah webinar didapatkan nilai mean sebesar 52.09. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan webinar kolaborasi peran guru dan orang tua dalam menjalani pembelajaran dari rumah dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai peran guru dan orangtua serta strategi belajar yang efektif dalam melaksanakan pembelajaran dari rumah.
{"title":"Kolaborasi Peran Guru dan Orang Tua Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Di Era New Normal","authors":"Aulia Suhesty, Miranti Rasyid, R. Permatasari, Yolanda Sonia Cindy Putri","doi":"10.30872/PLAKAT.V2I2.4967","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V2I2.4967","url":null,"abstract":"Peningkatan jumlah kasus Covid-19 membuat ditetapkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penularan Covid-19. Sehingga kebijakan ini berdampak ke segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Hal ini membuat beberapa instansi pendidikan membuat kebijakan pembelajaran yang dilaksanakan dari rumah. Metode pengabdian dilakukan dengan cara metode ceramah dan tanya jawab. Metode ceramah dilakukan dengan memberikan penjelasan secara langsung dari narasumber kepada peserta melaui zoom meeting. Tanya jawab dilakukan dengan memberikan kesempatan peserta untuk bertanya kepada narasumber. Berdasarkan uji beda Wilcoxon, didapatkan nilai mean sebelum webinar adalah sebesar 42.29 dan setelah webinar didapatkan nilai mean sebesar 52.09. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan webinar kolaborasi peran guru dan orang tua dalam menjalani pembelajaran dari rumah dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai peran guru dan orangtua serta strategi belajar yang efektif dalam melaksanakan pembelajaran dari rumah.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"60 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128363285","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus baru yang belum pernah teridentifikasi pada manusia sebelumnya. Virus terdeteksi pertama kali di Wuhan, China. Kemudian menyebar dan menjadi pandemi hampir di seluruh dunia. Jumlah orang yang terinfeksi dan dites positif karena terpapar meningkat dengan cepat. Kita semua tidak pernah tahu pasti kapan wabah covid-19 ini akan berakhir. Pandemi Covid 19 berdampak buruk tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Saat ini, hampir semua orang mengalami ketakutan dan kecemasan. Tindakan untuk mengurangi penularan Covid-19 dengan memberlakukan pembatasan sosial, memberi tekanan pada semua orang karena tidak bisa bergerak dengan bebas. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, kelompok yang lebih rentan mengalami stres akibat pandemi Covid 19 adalah perempuan yang lebih banyak terbebani karena mengasuh anak. Untuk mengatasi dampak psikologis jangka panjang, perlu dilakukan langkah-langkah untuk meredakan kecemasan dan stres yang dialami ibu rumah tangga. Ada beberapa cara untuk mengurangi stres. Cara mudah melakukannya sendiri di rumah adalah terapi relaksasi. Awalnya para ibu yang lebih terbebani dengan mengasuh anaknya mendapatkan pelatihan. Kemudian dia bisa melakukan kegiatan ini secara rutin dan mandiri sendiri di rumah. Berdasarkan hasil pengukuran akhir dapat diketahui bahwa terapi relaksasi cukup efektif dalam mengurangi kecemasan dan stres ibu rumah tangga baik karena harus menemani anaknya belajar online dirumah maupun mengalami masalah keuangan.
{"title":"Pelatihan Manajemen Stres dan Relaksasi Bagi Ibu Rumah Tangga Terdampak Covid 19 di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kota Padang","authors":"Nurmina Nurmina, Netrawati Netrawati, Rinaldi Rinaldi","doi":"10.30872/PLAKAT.V2I2.4972","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V2I2.4972","url":null,"abstract":"Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus baru yang belum pernah teridentifikasi pada manusia sebelumnya. Virus terdeteksi pertama kali di Wuhan, China. Kemudian menyebar dan menjadi pandemi hampir di seluruh dunia. Jumlah orang yang terinfeksi dan dites positif karena terpapar meningkat dengan cepat. Kita semua tidak pernah tahu pasti kapan wabah covid-19 ini akan berakhir. Pandemi Covid 19 berdampak buruk tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Saat ini, hampir semua orang mengalami ketakutan dan kecemasan. Tindakan untuk mengurangi penularan Covid-19 dengan memberlakukan pembatasan sosial, memberi tekanan pada semua orang karena tidak bisa bergerak dengan bebas. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, kelompok yang lebih rentan mengalami stres akibat pandemi Covid 19 adalah perempuan yang lebih banyak terbebani karena mengasuh anak. Untuk mengatasi dampak psikologis jangka panjang, perlu dilakukan langkah-langkah untuk meredakan kecemasan dan stres yang dialami ibu rumah tangga. Ada beberapa cara untuk mengurangi stres. Cara mudah melakukannya sendiri di rumah adalah terapi relaksasi. Awalnya para ibu yang lebih terbebani dengan mengasuh anaknya mendapatkan pelatihan. Kemudian dia bisa melakukan kegiatan ini secara rutin dan mandiri sendiri di rumah. Berdasarkan hasil pengukuran akhir dapat diketahui bahwa terapi relaksasi cukup efektif dalam mengurangi kecemasan dan stres ibu rumah tangga baik karena harus menemani anaknya belajar online dirumah maupun mengalami masalah keuangan.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124017729","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat seperti sekarang ini semakin mengubah bentuk pergaulan dan sosialisasi pengguna internet dari anak-anak sampai dengan lansia. Segala bentuk informasi dapat menyebar secara cepat dan luas sehingga sulit untuk dikontrol yang berdampak positif maupun negatif. Dampak negatif dari internet salah satunya adalah cyberbullying. Oleh sebab itu diperlukan pencegahan yang terstruktur mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah cyberbullying dengan Ajaran Ki Hadjar Dewantara yaitu Neng Ning Nung Nang, Ngerti Ngrasa Nglakoni, Niteni Nirokke Nambahi dan Tripusat Pendidikan. Metode partisipatif diharapkan dapat membuka wawasan remaja, guru dan orangtua terkait dengan pencegahan cyberbullying. Hasil dari pengabdian masyarakat ini berupa rancangan kegiatan pada tripusat pendidikan yang mengarah pada pencegahan cyberbullying di kalangan remaja.
{"title":"Pencegahan Cyberbulliying dengan Ajaran Ki Hadjar Dewantara","authors":"Flora Grace Putrianti, Astuti Wijayanti, Laily Rochmawati Listiyani","doi":"10.30872/PLAKAT.V2I2.4970","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V2I2.4970","url":null,"abstract":"Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat seperti sekarang ini semakin mengubah bentuk pergaulan dan sosialisasi pengguna internet dari anak-anak sampai dengan lansia. Segala bentuk informasi dapat menyebar secara cepat dan luas sehingga sulit untuk dikontrol yang berdampak positif maupun negatif. Dampak negatif dari internet salah satunya adalah cyberbullying. Oleh sebab itu diperlukan pencegahan yang terstruktur mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah cyberbullying dengan Ajaran Ki Hadjar Dewantara yaitu Neng Ning Nung Nang, Ngerti Ngrasa Nglakoni, Niteni Nirokke Nambahi dan Tripusat Pendidikan. Metode partisipatif diharapkan dapat membuka wawasan remaja, guru dan orangtua terkait dengan pencegahan cyberbullying. Hasil dari pengabdian masyarakat ini berupa rancangan kegiatan pada tripusat pendidikan yang mengarah pada pencegahan cyberbullying di kalangan remaja.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131775708","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-12-14DOI: 10.30872/PLAKAT.V2I2.4969
Lisda Sofia, A. Ramadhani, Elda Trialisa Putri, As’liyanti Nor
Pandemi covid-19 menjadi permasalahan salah satunya adalah keadaan untuk adaptasi kebiasaan baru menuntut individu untuk terus dapat meningkatkan kemampuan bertahan di keadaan saat ini. Belajar dari rumah dapat menjadi suatu hal yang positif namun bisa menjadi hal yang negatif tergantung pemaknaannya, ditambah banyaknya kondisi saat ini yang tidak menentu dan mengalami banyak perubahan. Keadaan seperti hal tersebut sehingga memunculkan banyak sekali pemikiran negatif dan masyarakat menjadi overtinking. Melihat fenomena tersebut maka dilaksanakan pengabdian masyarakat dengan seminar secara daring (webinar) mengelola overtinking untuk meraih kebermaknaan hhidup. Tujuan dari seminar daring ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman bagaiamana mengelola overtinking agar terhindar dari pemikiran yang berlebihan. Hasil analisis data ditemukan nilai sig (p) = 0.000 (p < 0.05) hal ini bermakna bahwa terdapat perbedaan antara pretest dengan pos test, hal tersebut dilihat dari adanya kenaikan nilai mean skor pretest sebelum webinar sebesar 34.55 mengalami kenaikan menjadi 40.83 setelah mengikuti webinar mengolah overthinking untuk meraih kebermaknaan hidup.
{"title":"Mengelola Overthinking untuk Meraih Kebermaknaan Hidup","authors":"Lisda Sofia, A. Ramadhani, Elda Trialisa Putri, As’liyanti Nor","doi":"10.30872/PLAKAT.V2I2.4969","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V2I2.4969","url":null,"abstract":"Pandemi covid-19 menjadi permasalahan salah satunya adalah keadaan untuk adaptasi kebiasaan baru menuntut individu untuk terus dapat meningkatkan kemampuan bertahan di keadaan saat ini. Belajar dari rumah dapat menjadi suatu hal yang positif namun bisa menjadi hal yang negatif tergantung pemaknaannya, ditambah banyaknya kondisi saat ini yang tidak menentu dan mengalami banyak perubahan. Keadaan seperti hal tersebut sehingga memunculkan banyak sekali pemikiran negatif dan masyarakat menjadi overtinking. Melihat fenomena tersebut maka dilaksanakan pengabdian masyarakat dengan seminar secara daring (webinar) mengelola overtinking untuk meraih kebermaknaan hhidup. Tujuan dari seminar daring ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman bagaiamana mengelola overtinking agar terhindar dari pemikiran yang berlebihan. Hasil analisis data ditemukan nilai sig (p) = 0.000 (p < 0.05) hal ini bermakna bahwa terdapat perbedaan antara pretest dengan pos test, hal tersebut dilihat dari adanya kenaikan nilai mean skor pretest sebelum webinar sebesar 34.55 mengalami kenaikan menjadi 40.83 setelah mengikuti webinar mengolah overthinking untuk meraih kebermaknaan hidup.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131656992","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}