Pub Date : 2019-10-02DOI: 10.30872/plakat.v1i1.2697
Aulia Suhesty, Agus Setiaji, Rizky Amalia, Mahesa Diaz Wibisono
Kenakalan remaja di Kalimantan Timur menempati peringkat ketiga Nasional, Samarinda menempati peringkat ke 1 se Kaltim. Kenakalan remaja juga terjadi di sekolah-sekolah di Samarinda, maka dari itu penting diadakan kegiatan prefentif Seminar Kenakalan remaja, pencegahan dan penanggulangannya sebagai bentuk kepedulian terhadap fenomena tersebut. Metode pengabdian dilakukan dengan cara metode ceramah dan konseling kelompok. Metode caramah dilakukan dengan memberikan penjelasan secara langsung dari narasumber kepada peserta. Konseling kelompok dilakukan dengan membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil dan dipandu dengan satu konselor. Hasil kegiatan seminar ini diukur dengan menggunakan angket berupa pertanyaan faktual terkait dengan materi seminar. Hasil dari kegiatan Seminar ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang kenakalan remaja dan bahayanya dari sebelum diberikan seminar dengan setelah diberikan seminar. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan Seminar Kenakalan remaja, pencegahan dan penanggulangannya dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang kenakalan remaja dan bahayanya.
{"title":"Seminar “kenakalan remaja, pencegahan dan penanggulangannya”","authors":"Aulia Suhesty, Agus Setiaji, Rizky Amalia, Mahesa Diaz Wibisono","doi":"10.30872/plakat.v1i1.2697","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/plakat.v1i1.2697","url":null,"abstract":"Kenakalan remaja di Kalimantan Timur menempati peringkat ketiga Nasional, Samarinda menempati peringkat ke 1 se Kaltim. Kenakalan remaja juga terjadi di sekolah-sekolah di Samarinda, maka dari itu penting diadakan kegiatan prefentif Seminar Kenakalan remaja, pencegahan dan penanggulangannya sebagai bentuk kepedulian terhadap fenomena tersebut. Metode pengabdian dilakukan dengan cara metode ceramah dan konseling kelompok. Metode caramah dilakukan dengan memberikan penjelasan secara langsung dari narasumber kepada peserta. Konseling kelompok dilakukan dengan membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil dan dipandu dengan satu konselor. Hasil kegiatan seminar ini diukur dengan menggunakan angket berupa pertanyaan faktual terkait dengan materi seminar. Hasil dari kegiatan Seminar ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang kenakalan remaja dan bahayanya dari sebelum diberikan seminar dengan setelah diberikan seminar. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan Seminar Kenakalan remaja, pencegahan dan penanggulangannya dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang kenakalan remaja dan bahayanya.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131678062","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-10-02DOI: 10.30872/PLAKAT.V1I1.2689
A. Rohmah
Tenaga kerja berpendidikan dan ahli akan meningkatkan daya saing Indonesia secara global. Namun, laporan Badan Pusat Statistik (kasus di Kalimantan Timur) menunjukkan bahwa tenaga kerja saat ini justru didominasi oleh lulusan SMA. Penelitian terdahulu menemukan bahwa faktor finansial dan kurangnya pemahaman akan pentingnya pendidikan tinggi menjadi penyebab seseorang tidak melanjutkan pendidikan tinggi. Memperhatikan masalah tersebut, dosen-dosen lintas fakultas dari Universitas Mulawarman membuat sebuah kegiatan mentorship sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk berbagi motivasi dan strategi dalam mendapatkan pendidikan tinggi dengan beasiswa. Targetnya adalah mahasiswa, lulusan baru, dan partisipan umum di Samarinda dan kota-kota sekitarnya. Sebanyak 31 mentee direkrut melalui registrasi online yang kemudian mengikuti pertemuan tatap muka dan online antara Juli hingga September 2019. Tim pelaksana juga berkolaborasi dengan Universitas Mulawarman, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pembendaharaan dibawah Kementerian Keuangan dan Golden Gate Education Samarinda dalam kegiatan ini. Kesimpulannya, diketahui tiga kemampuan penting yang perlu ditingkatkan yaitu: strategi dalam memilih perguruan tinggi, Bahasa Inggris dan kepenulisan akademik.
受过教育的和熟练的工人将增加印尼全球竞争力。然而,中央统计局(加里曼丹东部的一个案例)的报告显示,目前的劳动力主要由高中毕业生主导。过去的研究发现,缺乏对高等教育重要性的经济和缺乏理解是一个人不继续高等教育的原因。考虑到这些问题,穆拉瓦曼大学(Mulawarman university)的跨学院教授发起了一项教学活动,作为一种社区奉献活动,旨在分享奖学金获得高等教育的动力和战略。目标是萨林达和邻近城市的学生、应届毕业生和普通参与者。截至2019年7月至9月间,共有31名学员在网上登记,其中包括面对面的会议和在线会议。我们的执行团队还与穆拉瓦曼大学(Mulawarman university)合作。穆拉瓦曼是财政部财政部(department of counts)的股份有限公司,也是萨林达(Golden Gate Education samardna)在这项活动中进行的。最后,已知的三个重要技能需要改进:在选择大学、英语和学术写作方面的战略。
{"title":"Kegiatan mentorship untuk meningkatkan motivasi dalam melanjutkan pendidikan tinggi dengan beasiswa","authors":"A. Rohmah","doi":"10.30872/PLAKAT.V1I1.2689","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V1I1.2689","url":null,"abstract":"Tenaga kerja berpendidikan dan ahli akan meningkatkan daya saing Indonesia secara global. Namun, laporan Badan Pusat Statistik (kasus di Kalimantan Timur) menunjukkan bahwa tenaga kerja saat ini justru didominasi oleh lulusan SMA. Penelitian terdahulu menemukan bahwa faktor finansial dan kurangnya pemahaman akan pentingnya pendidikan tinggi menjadi penyebab seseorang tidak melanjutkan pendidikan tinggi. Memperhatikan masalah tersebut, dosen-dosen lintas fakultas dari Universitas Mulawarman membuat sebuah kegiatan mentorship sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk berbagi motivasi dan strategi dalam mendapatkan pendidikan tinggi dengan beasiswa. Targetnya adalah mahasiswa, lulusan baru, dan partisipan umum di Samarinda dan kota-kota sekitarnya. Sebanyak 31 mentee direkrut melalui registrasi online yang kemudian mengikuti pertemuan tatap muka dan online antara Juli hingga September 2019. Tim pelaksana juga berkolaborasi dengan Universitas Mulawarman, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pembendaharaan dibawah Kementerian Keuangan dan Golden Gate Education Samarinda dalam kegiatan ini. Kesimpulannya, diketahui tiga kemampuan penting yang perlu ditingkatkan yaitu: strategi dalam memilih perguruan tinggi, Bahasa Inggris dan kepenulisan akademik.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132109786","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-10-02DOI: 10.30872/plakat.v1i1.2696
Elbadiansyah Elbadiansyah, Muhammad Tommy Fimi Putra
Mutu pendidikan di Indonesia sampai saat ini belum sebagaimana apa yang diharapkan, masih banyak satuan pendidikan atau sekolah yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP), dimana standar kualitas pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah berbeda dengan standar yang dilaksanakan di sekolah, sehingga sebagian besar kualitas yang dihasilkan belum memenuhi standar yang diharapkan. Dalam peningkatan mutu sekolah secara utuh dibutuhkan pendekatan khusus agar seluruh komponen sekolah secara bersama-sama memiliki budaya mutu whole school approach. Untuk itu dibutuhkan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang akan memastikan bahwa pengelolaan pendidikan dijalankan dengan standar mutu sesuai dengan kebijakan pemerintah. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pemetaan, perencanaan, pelaksanaan, audit/evaluasi dan selanjutnya menghasilkan mutu baru dalam satuan pendidikan. Hasil yang di dapat seluruh proses pelatihan yaitu pendidikan Sekolah MA’ARIF NU 001 dan MI MA’ARIF NU 003 Samarinda telah sesuai dengan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang ditetapkan oleh pemerintah. secara sadar, mandiri dan berkesinambungan menjalankan pendidikan yang bermutu sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
{"title":"Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam Pencapaian Standar Nasional Pendidikan","authors":"Elbadiansyah Elbadiansyah, Muhammad Tommy Fimi Putra","doi":"10.30872/plakat.v1i1.2696","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/plakat.v1i1.2696","url":null,"abstract":"Mutu pendidikan di Indonesia sampai saat ini belum sebagaimana apa yang diharapkan, masih banyak satuan pendidikan atau sekolah yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP), dimana standar kualitas pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah berbeda dengan standar yang dilaksanakan di sekolah, sehingga sebagian besar kualitas yang dihasilkan belum memenuhi standar yang diharapkan. Dalam peningkatan mutu sekolah secara utuh dibutuhkan pendekatan khusus agar seluruh komponen sekolah secara bersama-sama memiliki budaya mutu whole school approach. Untuk itu dibutuhkan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang akan memastikan bahwa pengelolaan pendidikan dijalankan dengan standar mutu sesuai dengan kebijakan pemerintah. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pemetaan, perencanaan, pelaksanaan, audit/evaluasi dan selanjutnya menghasilkan mutu baru dalam satuan pendidikan. Hasil yang di dapat seluruh proses pelatihan yaitu pendidikan Sekolah MA’ARIF NU 001 dan MI MA’ARIF NU 003 Samarinda telah sesuai dengan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang ditetapkan oleh pemerintah. secara sadar, mandiri dan berkesinambungan menjalankan pendidikan yang bermutu sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP).","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117167302","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-10-02DOI: 10.30872/PLAKAT.V1I1.2688
Fattah Hidayat, Y. Harsono
Pasca Tsunami Aceh di tahun 2004 masih memberikan dampak negatif berujud stres bagi korban Tsunami baik orang sipil maupun mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka. Pelatihan bertujuan agar peserta dapat memahami dan berperilaku pentingnya menghadapi stres, mengidentifikasi potensi dan sumber stres di tempat kerja, melakukan pencegahan kecelakaan kerja, mengelola emosi negatif berbahaya dan penanggulangannya, menggunakan mekanisme pertahanan diri yang sehat, melakukan pencegahan serta menyusun program pengendalian stres di pondok pesantren Sufi Muda.Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 25 Februari s.d. 27 Februari 2019 bertempat di Ruang Baru Pondok Sufi Muda. Peserta pelatihan non random sebanyak 20 orang guru mantan kombatan GAM dengan instruktur dosen Psikologi Universitas Negeri Malang . Metode pelatihan pre dan post tes yang digunakan meliputi: ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan penugasan dan psikoterapi. Hasil pelatihan coping stres terjadi perubahan pre post test dengan teknik analisis paired t test , p < 0.05 mean pre dan post berbeda . Saran pelatihan adalah adanya penambahan subyek pengabdian, kelompok kontrol dan menggunakan random assignment sehingga generalisasi untuk korban bencana dapat diperluas.
2004年海啸后,媒体仍然对平民和前亚齐运动士兵的海啸受害者产生负面影响。培训旨在使参加者可理解和行为应对压力的重要性,识别潜力和职场压力的来源,做危险事故预防工作,管理负面情绪,选择,使用健康的自我防御机制,采取特别的预防措施以及制定年轻的苏菲是必读的书在压力管理程序。2019年2月25日,在年轻的苏菲小屋的新房间里举行的训练。20名前战斗人员和马朗州立大学心理学讲师一起接受非随机训练。使用前和后测试的培训方法包括:演讲、问题、讨论、演示、任务和心理治疗。coping应力训练的结果发生了预测的变化,与paired t test分析技术,p < 0.05的意思是预测和后测是不同的。培训建议是增加奉献对象、控制小组和使用随机分配任务,以便对灾难受害者进行概括。
{"title":"Pelatihan Coping Stres untuk guru mantan Kombatan GAM di Daerah Istimewa Aceh","authors":"Fattah Hidayat, Y. Harsono","doi":"10.30872/PLAKAT.V1I1.2688","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V1I1.2688","url":null,"abstract":"Pasca Tsunami Aceh di tahun 2004 masih memberikan dampak negatif berujud stres bagi korban Tsunami baik orang sipil maupun mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka. Pelatihan bertujuan agar peserta dapat memahami dan berperilaku pentingnya menghadapi stres, mengidentifikasi potensi dan sumber stres di tempat kerja, melakukan pencegahan kecelakaan kerja, mengelola emosi negatif berbahaya dan penanggulangannya, menggunakan mekanisme pertahanan diri yang sehat, melakukan pencegahan serta menyusun program pengendalian stres di pondok pesantren Sufi Muda.Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 25 Februari s.d. 27 Februari 2019 bertempat di Ruang Baru Pondok Sufi Muda. Peserta pelatihan non random sebanyak 20 orang guru mantan kombatan GAM dengan instruktur dosen Psikologi Universitas Negeri Malang . Metode pelatihan pre dan post tes yang digunakan meliputi: ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan penugasan dan psikoterapi. Hasil pelatihan coping stres terjadi perubahan pre post test dengan teknik analisis paired t test , p < 0.05 mean pre dan post berbeda . Saran pelatihan adalah adanya penambahan subyek pengabdian, kelompok kontrol dan menggunakan random assignment sehingga generalisasi untuk korban bencana dapat diperluas.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"28 3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129601864","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-10-02DOI: 10.30872/PLAKAT.V1I1.2690
Arif Wicaksa
Penulisan ilmiah merupakan elemen penting akademik. Mahasiswa sebagai bagian penting harus aktif dalam kegiatan akademik khususnya penulisan ilmiah. Kegiatan penulisan ilmiah merupakan kegiatan menghasilkan produk ilmiah berupa tulisan. Diantara kaidah penulisan ilmiah yang harus dipenuhi adalah pengutipan dan daftar pustaka. Fakta yang penulis temukan menunjukkan bahwa banyak mahasiswa yang belum mengerti dan paham mengenai apa itu penulisan ilmiah beserta kaidahnya. Ketidak pahaman tersebut sangat disayangkan mengingat upaya dari pemerintah, instansi pendidikan, termasuk universitas untuk meningkatkan budaya riset kampus. Salah satu upaya penulis dalam meningkatkan budaya riset kampus demi memenuhi tuntutan Tri Dharma perguruan tinggi adalah pemberian pelatihan penulisan pengutipan bagi mahasiswa. Penulis menggunakan metode riset partisipatif dimana mahasiswa dituntut berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dilakukan selama waktu dua minggu. Hasilnya mahasiswa mampu mengetahui dan mempraktikkan secara langsung menulis ilmiah dan pentingnya menghindari plagiarisme. Penulis menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas karya ilmiah mahasiswa harus terus ditingkatkan oleh pihak terkait agar kualitas riset kampus, yang dimulai dari tingkat paling bawah yakni mahasiswa dapat maksimal. Pelatihan yang penulis lakukan tentu tidak sempurna dan perlu kelanjutan untuk semakin meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa
{"title":"Pelatihan penulisan ilmiah sebagai upaya peningkatan keterampilan menulis ilmiah","authors":"Arif Wicaksa","doi":"10.30872/PLAKAT.V1I1.2690","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/PLAKAT.V1I1.2690","url":null,"abstract":"Penulisan ilmiah merupakan elemen penting akademik. Mahasiswa sebagai bagian penting harus aktif dalam kegiatan akademik khususnya penulisan ilmiah. Kegiatan penulisan ilmiah merupakan kegiatan menghasilkan produk ilmiah berupa tulisan. Diantara kaidah penulisan ilmiah yang harus dipenuhi adalah pengutipan dan daftar pustaka. Fakta yang penulis temukan menunjukkan bahwa banyak mahasiswa yang belum mengerti dan paham mengenai apa itu penulisan ilmiah beserta kaidahnya. Ketidak pahaman tersebut sangat disayangkan mengingat upaya dari pemerintah, instansi pendidikan, termasuk universitas untuk meningkatkan budaya riset kampus. Salah satu upaya penulis dalam meningkatkan budaya riset kampus demi memenuhi tuntutan Tri Dharma perguruan tinggi adalah pemberian pelatihan penulisan pengutipan bagi mahasiswa. Penulis menggunakan metode riset partisipatif dimana mahasiswa dituntut berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dilakukan selama waktu dua minggu. Hasilnya mahasiswa mampu mengetahui dan mempraktikkan secara langsung menulis ilmiah dan pentingnya menghindari plagiarisme. Penulis menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas karya ilmiah mahasiswa harus terus ditingkatkan oleh pihak terkait agar kualitas riset kampus, yang dimulai dari tingkat paling bawah yakni mahasiswa dapat maksimal. Pelatihan yang penulis lakukan tentu tidak sempurna dan perlu kelanjutan untuk semakin meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131252832","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-10-02DOI: 10.30872/plakat.v1i1.2695
Tuti Wediawati, Fikri Aransyah
Seseorang yang professional bekerja pada bidangnya harus pandai menempatkan diri serta pandai memilih dan memilah penyelesaian suatu permasalahan. Kepribadian individu dapat mempengaruhi lingkungannya, pentingnya kepribadian dalam kelancaran proses pekerjaan menjadi hal yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terus menerus untuk menjaga profesionalisme dalam bekerja. Hal ini juga harus dilalui oleh para siswa jurusan pemasaran pada SMKN 1 Samarinda. Keberhasilan kegiatan magang bukan hanya ditunjang oleh kemampuan siswa secara hard Skill tetapi juga ditunjang oleh kemampuan Soft Skillnya. Pengetahuan Soft skill berkaitan erat dengan etika dan kepribadian para siswa selama proses magang berlangsung. Adapun Metode pengabdian masyarakat dalam sosialisasi hal ini dilakukan dengan metode Brainstorming, Problem Based Learning, Discovery Learning dan Praktik. Peserta yang datang berjumlah 35 Siswa/i Program Studi/ Jurusan dan jumlah yang ditargetkan terpenuhi. Evaluasi 85% peserta sosialisasi yang terdiri dari siswa/I program studi/jurusan marketing berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
{"title":"Sosialisasi pengembangan kepribadian guna peningkatan soft skill pada tempat magang","authors":"Tuti Wediawati, Fikri Aransyah","doi":"10.30872/plakat.v1i1.2695","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/plakat.v1i1.2695","url":null,"abstract":"Seseorang yang professional bekerja pada bidangnya harus pandai menempatkan diri serta pandai memilih dan memilah penyelesaian suatu permasalahan. Kepribadian individu dapat mempengaruhi lingkungannya, pentingnya kepribadian dalam kelancaran proses pekerjaan menjadi hal yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terus menerus untuk menjaga profesionalisme dalam bekerja. Hal ini juga harus dilalui oleh para siswa jurusan pemasaran pada SMKN 1 Samarinda. Keberhasilan kegiatan magang bukan hanya ditunjang oleh kemampuan siswa secara hard Skill tetapi juga ditunjang oleh kemampuan Soft Skillnya. Pengetahuan Soft skill berkaitan erat dengan etika dan kepribadian para siswa selama proses magang berlangsung. Adapun Metode pengabdian masyarakat dalam sosialisasi hal ini dilakukan dengan metode Brainstorming, Problem Based Learning, Discovery Learning dan Praktik. Peserta yang datang berjumlah 35 Siswa/i Program Studi/ Jurusan dan jumlah yang ditargetkan terpenuhi. Evaluasi 85% peserta sosialisasi yang terdiri dari siswa/I program studi/jurusan marketing berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"28 4","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132285430","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Semakin meningkatnya fenomena pernikahan dini dan tidak hanya ada dikalangan masyarakat adat tetapi telah merambah di kalangan pelajar sekolah yang mestinya fokus menuntut ilmu dan mengembangkan bakat. Untuk itu di program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan Self Awareness Training untuk menghadapi fenomena pernikahan dini yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman pada remaja tentang pentingnya self-awareness. Agar remaja memiliki kemampuan untuk memahami diri, menentukan hidup, dan menghargai masalah-masalah psikisnya. Peserta pelatihan ini adalah remaja di lingkungan Kecamatan Palaran yang juga merupakan anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) Palaran , yang berjumlah 35 orang. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa terdapat 20 remaja yang memiliki peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang dampak pernikahan dini, dan 15 remaja memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang dampak pernikahan dini yang tetap setelah mengikuti self-awareness training untuk menghadapi fenomena pernikahan dini.
{"title":"Self-Awareness Training untuk Menghadapi Fenomena Pernikahan Dini","authors":"Elda Trialisa Putri, Arina Yahdini Tazkiyah, Rizki Amelia","doi":"10.30872/plakat.v1i1.2694","DOIUrl":"https://doi.org/10.30872/plakat.v1i1.2694","url":null,"abstract":"Semakin meningkatnya fenomena pernikahan dini dan tidak hanya ada dikalangan masyarakat adat tetapi telah merambah di kalangan pelajar sekolah yang mestinya fokus menuntut ilmu dan mengembangkan bakat. Untuk itu di program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan Self Awareness Training untuk menghadapi fenomena pernikahan dini yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman pada remaja tentang pentingnya self-awareness. Agar remaja memiliki kemampuan untuk memahami diri, menentukan hidup, dan menghargai masalah-masalah psikisnya. Peserta pelatihan ini adalah remaja di lingkungan Kecamatan Palaran yang juga merupakan anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) Palaran , yang berjumlah 35 orang. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa terdapat 20 remaja yang memiliki peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang dampak pernikahan dini, dan 15 remaja memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang dampak pernikahan dini yang tetap setelah mengikuti self-awareness training untuk menghadapi fenomena pernikahan dini.","PeriodicalId":378679,"journal":{"name":"PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat)","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129535974","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}