Pub Date : 2023-02-01DOI: 10.52158/jamere.v3i1.447
Yudhy Kurniawan, Bobi Khoirun, Yusup Nur Rohmat, M. Hamid, A. Yatim
Penggunaan refrigerasi system kompresi uap semakin berkembang baik skala domestik maupun komersial. Dampaknya konsumsi energy listrik pada sector ini cukup besar dibandingkan kebutuhan energy listrik pada peralatan elektronik lainnya. Berbagai upaya dilakukan agar mampu menekan konsumsi energy listrik untuk system pendingin. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memanfaatkan potensi alam energy yang ada disekitar yaitu energy surya sebagai sumber energy listrik pada unit pembekuan buah mangga. Buah ini merupakan salah satu komoditas utama di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Indramayu. Tujuan penelitian ini agar diketahui kinerja dari pemanfaatan energy surya dan kebutuhan energi listrik untuk pembekuan buah Mangga. Dalam prosesnya pembekuan dilakukan pada suhu dibawah titik beku bahan/makanan. Pembekuan yang baik biasanya berkisar antara -12 oC sampai dengan -24oC. Dengan temperature tersebut, makanan dapat awet hingga 3 hingga 12 bulan. Walaupun untuk pembekuan buah mangga perlu adanya perlakuan tambahan agar tidak merusak struktur fisik dan kualitas buahnya. Metode yang digunakan yaitu memanfaatkan panel surya sebagai sumber energy listrik pada unit pembekuan buah mangga. Dari pengujian yang dilakukan dengan variasi sudut kemiringan panel surya, 0°, 20°, dan 40° yang kemudian dari analisa perhitungan diketahui nilai perbandingan performansi / efisiensi dan juga konsumsi energy listrik yang dihasilkan dari masing-masing sudut kemiringan tersebut.
{"title":"Performance Analysis of Mango Fruit Freezing System Using Solar Energy","authors":"Yudhy Kurniawan, Bobi Khoirun, Yusup Nur Rohmat, M. Hamid, A. Yatim","doi":"10.52158/jamere.v3i1.447","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v3i1.447","url":null,"abstract":"Penggunaan refrigerasi system kompresi uap semakin berkembang baik skala domestik maupun komersial. Dampaknya konsumsi energy listrik pada sector ini cukup besar dibandingkan kebutuhan energy listrik pada peralatan elektronik lainnya. Berbagai upaya dilakukan agar mampu menekan konsumsi energy listrik untuk system pendingin. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memanfaatkan potensi alam energy yang ada disekitar yaitu energy surya sebagai sumber energy listrik pada unit pembekuan buah mangga. Buah ini merupakan salah satu komoditas utama di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Indramayu. Tujuan penelitian ini agar diketahui kinerja dari pemanfaatan energy surya dan kebutuhan energi listrik untuk pembekuan buah Mangga. Dalam prosesnya pembekuan dilakukan pada suhu dibawah titik beku bahan/makanan. Pembekuan yang baik biasanya berkisar antara -12 oC sampai dengan -24oC. Dengan temperature tersebut, makanan dapat awet hingga 3 hingga 12 bulan. Walaupun untuk pembekuan buah mangga perlu adanya perlakuan tambahan agar tidak merusak struktur fisik dan kualitas buahnya. Metode yang digunakan yaitu memanfaatkan panel surya sebagai sumber energy listrik pada unit pembekuan buah mangga. Dari pengujian yang dilakukan dengan variasi sudut kemiringan panel surya, 0°, 20°, dan 40° yang kemudian dari analisa perhitungan diketahui nilai perbandingan performansi / efisiensi dan juga konsumsi energy listrik yang dihasilkan dari masing-masing sudut kemiringan tersebut.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125535543","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-01DOI: 10.52158/jamere.v3i1.445
Yudhi Chandra Dwiaji
Program co-firing biomassa telah diterapkan di pembangkit listrik oleh PLN untuk mendukung kebijakan yang berkaitan dengan bauran energi terbarukan. Sejauh mana co-firing biomassa terus menerus pada berbagai kondisi beban pembangkit akan mempengaruhi kinerja peralatan boiler tidak diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan efek dari co-firing biomassa yang sedang berlangsung pada efisiensi peralatan boiler di berbagai skenario beban pembangkit. Pendekatan observasi serta teknik wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Dngan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel secara manual, diharapkan dapat memperoleh nilai perhitungan untuk konsumsi bahan bakar spesifik dan laju panas bersih pembangkit, dimana parameter operasi kinerja peralatan boiler dibandingkan dengan data benchmark atau commissioning. Dari penelitian dihasilkan bahwa performa peralatan boiler (medium speed mill, kipas boiler, air preheater) tidak terpengaruh oleh proses co-firing, dan semua parameternya tetap berada dalam batas yang dapat diterima. Diperoleh juga bahwa aliran motor medium speed mill dan fan boiler yang menurun tidak signifikan dan kinerja peralatan boiler pada saat proses co-firing ternyata menjadi lebih ringan. Dilain sisi terdapat penurunan suhu tungku boiler beserta terjadinya perubahan beban, namun kinerja peralatan boiler masih dalam batas. Rata-rata total biaya produksi turun dari 485.324 Rp/Kwh menjadi 484.585 Rp/Kwh dengan co-firing. Selama penelitian berlangsung, rata-rata net Plant Heat Rate selama proses co-firing turun dari 2862,85 kcal/kwh menjadi 2866,35 kcal/kwh.
{"title":"Analisis Pengaruh Co-Firing Biomassa Terhadap Kinerja Peralatan Boiler PLTU Batubara Unit 1 PT. XYZ","authors":"Yudhi Chandra Dwiaji","doi":"10.52158/jamere.v3i1.445","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v3i1.445","url":null,"abstract":"Program co-firing biomassa telah diterapkan di pembangkit listrik oleh PLN untuk mendukung kebijakan yang berkaitan dengan bauran energi terbarukan. Sejauh mana co-firing biomassa terus menerus pada berbagai kondisi beban pembangkit akan mempengaruhi kinerja peralatan boiler tidak diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan efek dari co-firing biomassa yang sedang berlangsung pada efisiensi peralatan boiler di berbagai skenario beban pembangkit. Pendekatan observasi serta teknik wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Dngan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel secara manual, diharapkan dapat memperoleh nilai perhitungan untuk konsumsi bahan bakar spesifik dan laju panas bersih pembangkit, dimana parameter operasi kinerja peralatan boiler dibandingkan dengan data benchmark atau commissioning. Dari penelitian dihasilkan bahwa performa peralatan boiler (medium speed mill, kipas boiler, air preheater) tidak terpengaruh oleh proses co-firing, dan semua parameternya tetap berada dalam batas yang dapat diterima. Diperoleh juga bahwa aliran motor medium speed mill dan fan boiler yang menurun tidak signifikan dan kinerja peralatan boiler pada saat proses co-firing ternyata menjadi lebih ringan. Dilain sisi terdapat penurunan suhu tungku boiler beserta terjadinya perubahan beban, namun kinerja peralatan boiler masih dalam batas. Rata-rata total biaya produksi turun dari 485.324 Rp/Kwh menjadi 484.585 Rp/Kwh dengan co-firing. Selama penelitian berlangsung, rata-rata net Plant Heat Rate selama proses co-firing turun dari 2862,85 kcal/kwh menjadi 2866,35 kcal/kwh.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"2014 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130265613","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-01DOI: 10.52158/jamere.v3i1.399
F. Setiawan, Dendy Syaputra Pratama, Rio Saputra Lubis, Edy Sofyan
A composite is one of the materials that is a mixture of two or more materials to form a third, more useful material. In this study, researchers chose bamboo fiber and iron sand as reinforcement for composite materials because the selection of bamboo fiber as a research material took into account the potential of bamboo fiber in Indonesia which is abundant and has not been utilized properly. The purpose of making bamboo fibrous composite materials aims to find a material that is lighter stronger and more elastic, can be developed into other products such as the manufacture of drone frames, aircraft bodies, brake pads. The method used is an experiment with making specimens using the hand lay up method and testing using impact testing and micro photo testing. Impact testing is used to determine the properties and characteristics of the material in the form of strength, hardness, and ductility of the material while for micro photos it is used to determine the bond of the material composition with the best impact test. The test standards used are ASTM D6110-10 with random fiber arrangement and ASTM D6110-04 with the arrangement of woven fibers, with variations in volume composition of bamboo fiber and iron sand particles. In the D6110-10 specimens, the best specimens were found in the variation with the most bamboo fibers, namely 35S10 P with an impact energy of 4.27 J and an impact price of 0.04 J / mm2, while the lowest variation was found in the most iron sand, namely 35P10S with an impact energy value of 2.26 J and an impact price of 0.02 J / mm2. In the D6110-04 specimen also showed the same characteristics as the ASTM D6110-10 specimen, the 30S30P variation or the composition of the most bamboo fibers had an impact energy value of 4.09 J while in the 10S10P variation it was only 1.47 J. Thus the more bamboo fibers will make the impact strength of the specimen higher.
{"title":"Uji Impact Material Komposit Campuran Serat Bambu Dan Pasir Besi Menggunakan Metode Hand Lay Up","authors":"F. Setiawan, Dendy Syaputra Pratama, Rio Saputra Lubis, Edy Sofyan","doi":"10.52158/jamere.v3i1.399","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v3i1.399","url":null,"abstract":"A composite is one of the materials that is a mixture of two or more materials to form a third, more useful material. In this study, researchers chose bamboo fiber and iron sand as reinforcement for composite materials because the selection of bamboo fiber as a research material took into account the potential of bamboo fiber in Indonesia which is abundant and has not been utilized properly. The purpose of making bamboo fibrous composite materials aims to find a material that is lighter stronger and more elastic, can be developed into other products such as the manufacture of drone frames, aircraft bodies, brake pads. The method used is an experiment with making specimens using the hand lay up method and testing using impact testing and micro photo testing. Impact testing is used to determine the properties and characteristics of the material in the form of strength, hardness, and ductility of the material while for micro photos it is used to determine the bond of the material composition with the best impact test. The test standards used are ASTM D6110-10 with random fiber arrangement and ASTM D6110-04 with the arrangement of woven fibers, with variations in volume composition of bamboo fiber and iron sand particles. In the D6110-10 specimens, the best specimens were found in the variation with the most bamboo fibers, namely 35S10 P with an impact energy of 4.27 J and an impact price of 0.04 J / mm2, while the lowest variation was found in the most iron sand, namely 35P10S with an impact energy value of 2.26 J and an impact price of 0.02 J / mm2. In the D6110-04 specimen also showed the same characteristics as the ASTM D6110-10 specimen, the 30S30P variation or the composition of the most bamboo fibers had an impact energy value of 4.09 J while in the 10S10P variation it was only 1.47 J. Thus the more bamboo fibers will make the impact strength of the specimen higher.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125297504","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-11-03DOI: 10.52158/jamere.v2i2.359
Septio Novanto, Sehono, Ferry Setiawan
Komposit banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga, dan juga di sektor industri. Hal ini dikarenakan komposit memiliki beberapa keunggulan seperti bahan komposit lebih kuat, lebih lentur dan juga tahan akan korosi. Pada saat ini buah pinang sudah digunakan dalam bidang medis dan kosmetik. Namun akibat dari pengolahan tersebut masih menyisakkan limbah berupa serat buah pinang. Potensi tersebut dapat digunakan sebagai serat dalam pembuatan komposit. Pembuatan komposit kali ini menggunakan resin lycal sebagai matrik dan menggunakan metode vaccum bagging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisa teknis serta sifat mekanis dari pembuatan komposit serat pinang untuk mendapatkan hasil kekuatan tarik dan bending. Pada pengujian tarik mengacu pada ASTM D-638 dan pengujian bending mengacu pada ASTM D 790. Pada variasi perendaman NaCl didapat nilai tensile tertinggi yaitu 21,78 MPa dan pada variasi perendaman NaOH didapat nilai tensile tertinggi yaitu 30,21 MPa. Pada pengujian bending variasi perendaman NaCl mendapat nilai kekuatan bending tertinggi dengan nilai 509,58 MPa dan untuk variasi perendaman NaOH mendapat nilai kekuatan bending tertinggi dengan nilai 555,82 MPa.
{"title":"PENGARUH PERENDAMAN NACL DAN NAOH PADA PEMBUATAN KOMPOSIT SERAT PINANG DENGAN METODE VACCUM BAGGING","authors":"Septio Novanto, Sehono, Ferry Setiawan","doi":"10.52158/jamere.v2i2.359","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v2i2.359","url":null,"abstract":"Komposit banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga, dan juga di sektor industri. Hal ini dikarenakan komposit memiliki beberapa keunggulan seperti bahan komposit lebih kuat, lebih lentur dan juga tahan akan korosi. Pada saat ini buah pinang sudah digunakan dalam bidang medis dan kosmetik. Namun akibat dari pengolahan tersebut masih menyisakkan limbah berupa serat buah pinang. Potensi tersebut dapat digunakan sebagai serat dalam pembuatan komposit. Pembuatan komposit kali ini menggunakan resin lycal sebagai matrik dan menggunakan metode vaccum bagging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisa teknis serta sifat mekanis dari pembuatan komposit serat pinang untuk mendapatkan hasil kekuatan tarik dan bending. Pada pengujian tarik mengacu pada ASTM D-638 dan pengujian bending mengacu pada ASTM D 790. Pada variasi perendaman NaCl didapat nilai tensile tertinggi yaitu 21,78 MPa dan pada variasi perendaman NaOH didapat nilai tensile tertinggi yaitu 30,21 MPa. Pada pengujian bending variasi perendaman NaCl mendapat nilai kekuatan bending tertinggi dengan nilai 509,58 MPa dan untuk variasi perendaman NaOH mendapat nilai kekuatan bending tertinggi dengan nilai 555,82 MPa.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133489251","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Composite is a composite material consisting of two or more materials with different mechanical properties. Composite materials are mixed to obtain new materials that have better micro-mechanical properties. To facilitate the mixing of composite materials and obtain materials that have good quality, in this study, a mixer machine design with heating elements was carried out so that the temperature could be adjusted as needed. Experiments from the results of a mixer machine with a heating element that have been made are comparing the mixing of resin and iron sand using a mixer machine without a heating element and using a heating element. The result of mixing composite materials using a mixer machine without heating elements is that the composite material is homogeneously mixed but when viewed from the micro-photos there are still many white spots so that the quality of the composite material is still not good. then the composite material is mixed and mixed using a mixer machine with a heating element, the composite material is homogeneously mixed and after seeing from the micro-photos there are a few wite spots on the composite.
{"title":"MIXER DESIGN EQUIPPED WITH HEATING CONTROL ELEMENTS FOR MANUFACTURING COMPOSITE MATERIALS","authors":"Rifki Hidayat, Erwhin Irawan, Erwan Eko Prasetiyo, Fery Setiawan","doi":"10.52158/jamere.v2i2.408","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v2i2.408","url":null,"abstract":"Composite is a composite material consisting of two or more materials with different mechanical properties. Composite materials are mixed to obtain new materials that have better micro-mechanical properties. To facilitate the mixing of composite materials and obtain materials that have good quality, in this study, a mixer machine design with heating elements was carried out so that the temperature could be adjusted as needed. Experiments from the results of a mixer machine with a heating element that have been made are comparing the mixing of resin and iron sand using a mixer machine without a heating element and using a heating element. The result of mixing composite materials using a mixer machine without heating elements is that the composite material is homogeneously mixed but when viewed from the micro-photos there are still many white spots so that the quality of the composite material is still not good. then the composite material is mixed and mixed using a mixer machine with a heating element, the composite material is homogeneously mixed and after seeing from the micro-photos there are a few wite spots on the composite.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123151310","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-03DOI: 10.52158/jamere.v2i2.430
Radiansyah Giga Suhartono, Anggit Murdani
Composite is a combination of materials consisting of 2 or more materials lead to the composite material has different mechanical properties and characteristics as desired. Composite materials are divided into two types, synthetic fibers and natural fibers. Most of the natural fiber types use jute fiber, as it is a candidate as a reinforce material to produce lightweight, strong and environmentally friendly composite materials as mixing polyester composites. Although composites can be made according to the desired shape, the final work, such as the machining process, is also needed for making several shapes such as making holes with the drill process. Furthermore, twist drilling, can induce damage due to the imperfections of the holes that are produced, resulting asymmetrical holes. This allows complicate assembly and reduce its strength. The parameters use are spindle speed 100 rpm, 700 rpm and 1400 rpm and feeding 0,1 mm/rev, 0,2 mm/rev, 0,3 mm/rev, 0,5 mm/rev and 0,7 mm/rev. The results obtained that using 100 rpm and feeding 0.5 to 0.7 can make imprecise and resulted delamination of the hole. Increased spindle speed such as 700 and 1400 rpm and higher feed rate, resulted increase the accuracy of the hole
{"title":"PENGARUH PARAMETER PENGGURDIAN TERHADAP AKURASI LUBANG KOMPOSIT GONI-POLIESTER DENGAN TWIST DRILL","authors":"Radiansyah Giga Suhartono, Anggit Murdani","doi":"10.52158/jamere.v2i2.430","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v2i2.430","url":null,"abstract":"Composite is a combination of materials consisting of 2 or more materials lead to the composite material has different mechanical properties and characteristics as desired. Composite materials are divided into two types, synthetic fibers and natural fibers. Most of the natural fiber types use jute fiber, as it is a candidate as a reinforce material to produce lightweight, strong and environmentally friendly composite materials as mixing polyester composites. Although composites can be made according to the desired shape, the final work, such as the machining process, is also needed for making several shapes such as making holes with the drill process. Furthermore, twist drilling, can induce damage due to the imperfections of the holes that are produced, resulting asymmetrical holes. This allows complicate assembly and reduce its strength. The parameters use are spindle speed 100 rpm, 700 rpm and 1400 rpm and feeding 0,1 mm/rev, 0,2 mm/rev, 0,3 mm/rev, 0,5 mm/rev and 0,7 mm/rev. The results obtained that using 100 rpm and feeding 0.5 to 0.7 can make imprecise and resulted delamination of the hole. Increased spindle speed such as 700 and 1400 rpm and higher feed rate, resulted increase the accuracy of the hole","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128834599","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kompoait merupakan sebuah teknologi matrial yang saat ini sedang berkembang, komposit sendiri merupakan gabungan dari dua atau lebih matrial yang tersusun dari penguat dan matriks. Komposit memiliki beberapa cara pembuatan salah satunya adalah vacuum bagging dimana car aini adalah salah satu cara termudah dalam pembuatan komposit, vacuum bagging menggunakan mesin vacuum untuk menciptakan daya hisap dan tekan yang nantinya berguna untuk menghilangkan gelembung gelembung udara yang ada pada proses pembuatan komposit. Dalam pembuatan komposit bahan yang digunakan biasanya matriks yang berupa resin dan katalis, dan bahan penguat yang biasanya menggunakan serat, serat sendiri terdiri dari serat buatan dan serat alam, serat yang sering digunakan dalam dunia industry adalah serat buatan seperti nylon atau fiber, dimana serat nylon atau fiber ini memiliki kekuatan dan ketahanan yang bagus, sedangkan serat alam sendiri masih dikembangkan guna untuk mengganti bahan bahan sintetis yang mempunyai dampak buruk bagi lingkungan. Mendong merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh dan dibudidayakan di Indonesia, tanaman ini memiliki nama ilmiah (Fimbrystylis Globulosa), tanaman ini biasa hidup di lahan basah atau rawa rawa, tanaman ini biasanya dimanfaatkan batangnya yang nantinya dijadikan sebuah kerajinan tangan berupa topi, tas, tikar dan lain sebagainya.pada penelitian ini dilakukan eksperimen pembuatan komposit berbahan dasar tanaman mendong dan untuk mengetahui kekuatan tarik dari komposit tersebut. Hasilnya Anyaman tanaman mendong yang sudah direndam dengan NaOH ternyta mempengaruhi struktur dari tanaman dimana warna tanaman berubah menjadi lebih gelap dan memiliki tekstur yang kaku. Setelah di jadikan komposit spesimen terlihat kuat, kaku dan tidak elastis, terdapat juga beberapa lubang yang dihasilkan oleh gelembung resin yang tidak merata pada permukaan.anyaman. pada pengujian tarik dari semua sampel yang diuji memiliki kekuatan yang terbilang baik dimana rata rata kekuatan tariknya sebesar 1,44 KgF/mm2.
{"title":"EKSPERIMEN PEMBUATAN KOMPOSIT BERBAHAN DASAR TANAMAN MENDONG MENGGUNAKAN METODE VACUUM BAGGING","authors":"Diaza Erlangga Briyan Nugraha, Ferry Setiawan, Sehono","doi":"10.52158/jamere.v2i2.376","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v2i2.376","url":null,"abstract":"Kompoait merupakan sebuah teknologi matrial yang saat ini sedang berkembang, komposit sendiri merupakan gabungan dari dua atau lebih matrial yang tersusun dari penguat dan matriks. Komposit memiliki beberapa cara pembuatan salah satunya adalah vacuum bagging dimana car aini adalah salah satu cara termudah dalam pembuatan komposit, vacuum bagging menggunakan mesin vacuum untuk menciptakan daya hisap dan tekan yang nantinya berguna untuk menghilangkan gelembung gelembung udara yang ada pada proses pembuatan komposit. Dalam pembuatan komposit bahan yang digunakan biasanya matriks yang berupa resin dan katalis, dan bahan penguat yang biasanya menggunakan serat, serat sendiri terdiri dari serat buatan dan serat alam, serat yang sering digunakan dalam dunia industry adalah serat buatan seperti nylon atau fiber, dimana serat nylon atau fiber ini memiliki kekuatan dan ketahanan yang bagus, sedangkan serat alam sendiri masih dikembangkan guna untuk mengganti bahan bahan sintetis yang mempunyai dampak buruk bagi lingkungan. Mendong merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh dan dibudidayakan di Indonesia, tanaman ini memiliki nama ilmiah (Fimbrystylis Globulosa), tanaman ini biasa hidup di lahan basah atau rawa rawa, tanaman ini biasanya dimanfaatkan batangnya yang nantinya dijadikan sebuah kerajinan tangan berupa topi, tas, tikar dan lain sebagainya.pada penelitian ini dilakukan eksperimen pembuatan komposit berbahan dasar tanaman mendong dan untuk mengetahui kekuatan tarik dari komposit tersebut. Hasilnya Anyaman tanaman mendong yang sudah direndam dengan NaOH ternyta mempengaruhi struktur dari tanaman dimana warna tanaman berubah menjadi lebih gelap dan memiliki tekstur yang kaku. Setelah di jadikan komposit spesimen terlihat kuat, kaku dan tidak elastis, terdapat juga beberapa lubang yang dihasilkan oleh gelembung resin yang tidak merata pada permukaan.anyaman. pada pengujian tarik dari semua sampel yang diuji memiliki kekuatan yang terbilang baik dimana rata rata kekuatan tariknya sebesar 1,44 KgF/mm2.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117121318","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-03DOI: 10.52158/jamere.v2i2.380
Dedy Dwi Setiawan, Ferry Setiawan, Sehono
Elektroplating berfungsi untuk melindungi permukaan yang membuat benda-benda yang tebuat dari bahan yang mengandung bahan logam menjadi lebih tahan terhadap korosi, membuat benda menjadi lebih mengkilap, dan membuat logam menjadi lebih kuat. Penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui pengaruh jarak anoda-katoda terhadap berat lapisan yang dihasilkan pada proses elektroplating. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengujian dengan metode elektroplating untuk mengatuhui pengaruh jarak dari anoda dan katoda terhadap berat hasil lapisan nikel yang di lapisi pada alumunium alloy 7075. Dimana dari penelitian yang sudah dilakuakan didapatkan hasil terbesar pada anoda-katoda dengan 10 cm didapatkan hasil berat lapisan sebesar 3 gram, dan hasil terkecil pda jarak anoda-katoda dengan jarak 30 cm dengan hasil berat lapisan sebesar 1 gram. Berdasarkan hasil data yang diperoleh didapatkan kesimpulan bahwa jarak sangat berpengaruh terhadap hasil berat lapisan dimana semakin dekat jarak anoda-katoda maka berat lapisan akan semakin besar, dan jika jarak anoda-katoda semakin jauh maka berat lapisan akan semakin kecil.
{"title":"PENGARUH JARAK ANODA-KATODA TERHADAP BERAT LAPISAN HASIL ELEKTROPLATING NIKEL PADA ALUMUNIUM ALLOY SERI 7075-T6","authors":"Dedy Dwi Setiawan, Ferry Setiawan, Sehono","doi":"10.52158/jamere.v2i2.380","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v2i2.380","url":null,"abstract":"Elektroplating berfungsi untuk melindungi permukaan yang membuat benda-benda yang tebuat dari bahan yang mengandung bahan logam menjadi lebih tahan terhadap korosi, membuat benda menjadi lebih mengkilap, dan membuat logam menjadi lebih kuat. Penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui pengaruh jarak anoda-katoda terhadap berat lapisan yang dihasilkan pada proses elektroplating. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengujian dengan metode elektroplating untuk mengatuhui pengaruh jarak dari anoda dan katoda terhadap berat hasil lapisan nikel yang di lapisi pada alumunium alloy 7075. Dimana dari penelitian yang sudah dilakuakan didapatkan hasil terbesar pada anoda-katoda dengan 10 cm didapatkan hasil berat lapisan sebesar 3 gram, dan hasil terkecil pda jarak anoda-katoda dengan jarak 30 cm dengan hasil berat lapisan sebesar 1 gram. Berdasarkan hasil data yang diperoleh didapatkan kesimpulan bahwa jarak sangat berpengaruh terhadap hasil berat lapisan dimana semakin dekat jarak anoda-katoda maka berat lapisan akan semakin besar, dan jika jarak anoda-katoda semakin jauh maka berat lapisan akan semakin kecil.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"34 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128373039","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-03-01DOI: 10.52158/jamere.v2i1.288
Muh Anhar, Darsini, Muhadi
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan tenaga kerja, karyawan, buruh atau pegawai yang bekerja pada sebuah perusahaan. SDM adalah salah satu aspek penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisien sebuah perusahaan. PT. Saptaindra Sejati (PT. SIS) merupakan sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Kalimantan. Operator merupakan salah satu bagian dalam perusahaan, sehingga memiliki peranan penting untuk produksi. Kelelahan pada operator akan menimbulkan efek beban mental yang berlebih, sehingga menurunkan angka produktif. Penelitian ini membahas tentang analisa beban kerja mental pada operator dump truck. Untuk mengetahui tingkat beban mental operator dump truck, peneliti menggunakan metode NASA-TLX. Dengan metode NASA-TLX akan tingkatan besaran beban mental kerja operator. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat indikator beban kerja metal operator masuk kategori tinggi. Indikator yang tertinggi adalah Frustation Level (FR) dengan nilai 24%, tertinggi kedua Mental Demand (MD) dan Effort (EF) dengan nilai keduanya 17%, selanjutnya Own Performance (OP) 16%, dan yang paling rendah adalah Physical Demand (PD) dan Temporal Demand (PD) dengan nilai keduanya 13%.
{"title":"Analisis Beban Kerja Mental pada Operator Dump Truck dengan Metode Nasa-TLX","authors":"Muh Anhar, Darsini, Muhadi","doi":"10.52158/jamere.v2i1.288","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v2i1.288","url":null,"abstract":"Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan tenaga kerja, karyawan, buruh atau pegawai yang bekerja pada sebuah perusahaan. SDM adalah salah satu aspek penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisien sebuah perusahaan. PT. Saptaindra Sejati (PT. SIS) merupakan sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Kalimantan. Operator merupakan salah satu bagian dalam perusahaan, sehingga memiliki peranan penting untuk produksi. Kelelahan pada operator akan menimbulkan efek beban mental yang berlebih, sehingga menurunkan angka produktif. Penelitian ini membahas tentang analisa beban kerja mental pada operator dump truck. Untuk mengetahui tingkat beban mental operator dump truck, peneliti menggunakan metode NASA-TLX. Dengan metode NASA-TLX akan tingkatan besaran beban mental kerja operator. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat indikator beban kerja metal operator masuk kategori tinggi. Indikator yang tertinggi adalah Frustation Level (FR) dengan nilai 24%, tertinggi kedua Mental Demand (MD) dan Effort (EF) dengan nilai keduanya 17%, selanjutnya Own Performance (OP) 16%, dan yang paling rendah adalah Physical Demand (PD) dan Temporal Demand (PD) dengan nilai keduanya 13%. ","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133017558","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-03-01DOI: 10.52158/jamere.v2i1.286
Darsini, Reza Tania Achmadi, Mathilda Sri Lestari
Pengusaha pembuatan beton pracetak di kecamatan polokarto sudah terbilang cukup banyak, masyarakat berprofesi sebagai pekerja pembuatan beton pracetak sebagai penopang kehidupan mereka. Hasil produksi yang dihasilkan berupa produk Buis beton/Pipa Beton. Proses pembuatan buis beton antara lain: proses pemilihan bahan, proses pencampuran, proses pengangkatan, proses percetakan, proses pengeringan. Aktivitas yang dilakukan selama proses produksi dilakukan secara berulang-ulang sehingga menimbulkan keluhan pada pekerja. Keluhan tersebut muncul disebabkan postur tubuh yang tidak ergonomi menyebabkan timbulnya rasa sakit pada beberapa bagian tubuh yang dirasakan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resiko dan presentase keluhan yang dirasakan selama proses pembuatan buis beton. Metode yang digunakan adalah Nordic Body Map (NBM), dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Hasil penelitian dari kuesioner NBM pada pembuatan buis beton segemn tubuh pekerja mengaalami keluhan adalah bagian pinggang, punggung, bahu kanan, lengan atas kanan dan tangan kanan.Sehingga dapat dinyatakan adanya pengaruh beban kerja terhadap pekerja terhadap keluhan musculosketal disorders. Penelitian menggunakan metode REBA memiliki tingkat level resiko kisaran angka 7-10 sehingga termasuk level resiko sedang sampai tinggi perlu tindakan postur kerja. Kata Kunci: Pembuatan buis beton, Postur kerja, NBM, REBA
{"title":"Analisis Postur Kerja Menggunakan Metode Rapid Entire Body Assesment (REBA) Proses Pembuatan Buis Beton","authors":"Darsini, Reza Tania Achmadi, Mathilda Sri Lestari","doi":"10.52158/jamere.v2i1.286","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v2i1.286","url":null,"abstract":"Pengusaha pembuatan beton pracetak di kecamatan polokarto sudah terbilang cukup banyak, masyarakat berprofesi sebagai pekerja pembuatan beton pracetak sebagai penopang kehidupan mereka. Hasil produksi yang dihasilkan berupa produk Buis beton/Pipa Beton. Proses pembuatan buis beton antara lain: proses pemilihan bahan, proses pencampuran, proses pengangkatan, proses percetakan, proses pengeringan. Aktivitas yang dilakukan selama proses produksi dilakukan secara berulang-ulang sehingga menimbulkan keluhan pada pekerja. Keluhan tersebut muncul disebabkan postur tubuh yang tidak ergonomi menyebabkan timbulnya rasa sakit pada beberapa bagian tubuh yang dirasakan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resiko dan presentase keluhan yang dirasakan selama proses pembuatan buis beton. Metode yang digunakan adalah Nordic Body Map (NBM), dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Hasil penelitian dari kuesioner NBM pada pembuatan buis beton segemn tubuh pekerja mengaalami keluhan adalah bagian pinggang, punggung, bahu kanan, lengan atas kanan dan tangan kanan.Sehingga dapat dinyatakan adanya pengaruh beban kerja terhadap pekerja terhadap keluhan musculosketal disorders. Penelitian menggunakan metode REBA memiliki tingkat level resiko kisaran angka 7-10 sehingga termasuk level resiko sedang sampai tinggi perlu tindakan postur kerja. \u0000Kata Kunci: Pembuatan buis beton, Postur kerja, NBM, REBA","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123922316","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}