Pub Date : 2022-02-28DOI: 10.52158/jamere.v2i1.294
Sartika
HPMU merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan dan terletak di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. PT. HPMU memiliki target produksi sebesar 360.000 ton/bulan. Realisasi produksi terkadang tidak mencapai target produksi per bulan yang disebabkan oleh berbagai faktor diantarannya cuaca, ketersediaan alat, penggunaan alat, tenaga kerja, dan sebagainya. Hal tersebut dapat dipantau pada bagian mine control room yang bertugas untuk melakukan pemantauan pada kegiatan seperti pelaporan ritase, ore mining, penimbangan, MGB hauling, pelaporan unit jam perbaikan, pelaporan pengisian fule, dan pelaporan hours meter (HM)working hours, standby unit, dan jam perbaikan. Evaluasi kinerja alat angkut menunjukkan dump truck (DT) dengan nomor 62 memiliki kinerja yang paling baik diantara 5 unit dump truck, dengan nilai persentase mechanical of availability (MA), physical of availability (PA), use of availability (UA) dan efective of utilization (EU) secara berurutan 88%, 91%, 75% dan 65%. Sedangkan DT 65 memiliki kinerja paling buruk diantara 5 unit dump truck dengan nilai MA, PA , UA dan EU 59% secara berurutan 72%, 77%, 76% dan 59%.
{"title":"Evaluasi Kinerja Dump Truck di PT HPMU Kabupaten Ketapang","authors":"Sartika","doi":"10.52158/jamere.v2i1.294","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v2i1.294","url":null,"abstract":"HPMU merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan dan terletak di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. PT. HPMU memiliki target produksi sebesar 360.000 ton/bulan. Realisasi produksi terkadang tidak mencapai target produksi per bulan yang disebabkan oleh berbagai faktor diantarannya cuaca, ketersediaan alat, penggunaan alat, tenaga kerja, dan sebagainya. Hal tersebut dapat dipantau pada bagian mine control room yang bertugas untuk melakukan pemantauan pada kegiatan seperti pelaporan ritase, ore mining, penimbangan, MGB hauling, pelaporan unit jam perbaikan, pelaporan pengisian fule, dan pelaporan hours meter (HM)working hours, standby unit, dan jam perbaikan. Evaluasi kinerja alat angkut menunjukkan dump truck (DT) dengan nomor 62 memiliki kinerja yang paling baik diantara 5 unit dump truck, dengan nilai persentase mechanical of availability (MA), physical of availability (PA), use of availability (UA) dan efective of utilization (EU) secara berurutan 88%, 91%, 75% dan 65%. Sedangkan DT 65 memiliki kinerja paling buruk diantara 5 unit dump truck dengan nilai MA, PA , UA dan EU 59% secara berurutan 72%, 77%, 76% dan 59%.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114093868","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-28DOI: 10.52158/jamere.v2i1.293
Firman
TOP merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batu granodiorit yang berlokasi di Kabupaten Mempawah dengan target produksi 150 ton/hari. Aktivitas penambangan yang dilakukan dengan cara peledakan yang kemudian diangkut menggunakan Dump Truck untuk dikirim ke unit Crushing plant agar diproses sesuai ukuran. Pengolahan granodiorit di unit Crushing plant terdiri dari dua tahap yaitu Primary crushing dan Secondary crushing. Alat yang digunakan yaitu 1 unit primary crushing (Jaw Crusher) dan 1 unit Secondary crushing (Cone Crusher). Penggunaan alat Crushing tersebut didukung oleh alat penunjang seperti Hopper, feeder, screening dan belt conveyor. Rangkaian pengolahan tersebut menghasilkan produksi berupa abu batu, 1x1 mm, 1x2 mm, dan 0,5 mm. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi ketercapaian target produksi granodiorit di PT. TOP dan mengetahui faktor-faktor yang menghambat kinerja alat crushing plant..Hasil evaluasi produksi pada belt conveyor 11,12,13, dan 14 telah sesuai dengan target produksi di PT. TOP, namun target produksi tersebut belum optimal. Untuk itu perusahaan dapat meningkatkan target produksi tanpa perlu menambah alat belt conveyor pada unit Crushing plant. sedangkan faktor yang menghambat kinerja crushing plant adalah lambatnya penanganan terhadap mesin crushing plant yang rusak, ukuran material terlalu besar.
{"title":"Evaluasi Produksi Alat Mekanis pada Unit Crushing Plant di PT TOP Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat","authors":"Firman","doi":"10.52158/jamere.v2i1.293","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v2i1.293","url":null,"abstract":"TOP merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batu granodiorit yang berlokasi di Kabupaten Mempawah dengan target produksi 150 ton/hari. Aktivitas penambangan yang dilakukan dengan cara peledakan yang kemudian diangkut menggunakan Dump Truck untuk dikirim ke unit Crushing plant agar diproses sesuai ukuran. Pengolahan granodiorit di unit Crushing plant terdiri dari dua tahap yaitu Primary crushing dan Secondary crushing. Alat yang digunakan yaitu 1 unit primary crushing (Jaw Crusher) dan 1 unit Secondary crushing (Cone Crusher). Penggunaan alat Crushing tersebut didukung oleh alat penunjang seperti Hopper, feeder, screening dan belt conveyor. Rangkaian pengolahan tersebut menghasilkan produksi berupa abu batu, 1x1 mm, 1x2 mm, dan 0,5 mm. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi ketercapaian target produksi granodiorit di PT. TOP dan mengetahui faktor-faktor yang menghambat kinerja alat crushing plant..Hasil evaluasi produksi pada belt conveyor 11,12,13, dan 14 telah sesuai dengan target produksi di PT. TOP, namun target produksi tersebut belum optimal. Untuk itu perusahaan dapat meningkatkan target produksi tanpa perlu menambah alat belt conveyor pada unit Crushing plant. sedangkan faktor yang menghambat kinerja crushing plant adalah lambatnya penanganan terhadap mesin crushing plant yang rusak, ukuran material terlalu besar.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133875229","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-28DOI: 10.52158/jamere.v2i1.243
B. Rahmanto, F. Setiawan, E. Sofyan
BENGPUSPENERBAD is a central workshop specifically owned by the Indonesian Army in Semarang, where aircraft and helicopters are subject to preventive and corrective maintenance. During the period 2018-2020 the BELL 412 EP helicopters often experienced unscheduled maintenance which resulted in losses resulting in flight failure, this was due to a malfunction in the Main Rotor Blade system. The malfunction of the Main Rotor Blade system is dominated by the hub component, namely on the shaft associated with Crack, Noise and Burn damage, and blade components, namely Corrosions, Nicks, Scratches, Dents, Deformation Holes and Crack. Therefore, the aim of this study is to eliminate failure system and unscheduled maintenance. To eliminate failure and unscheduled maintenance, the authors perform an analysis with the FMEA method and calculate using the distribution method, then design the appropriate activities on the system. The data used for analysis are qualitative and quantitative data, where the authors use data from Time To Failure (TTF) and Time To Repair (TTR). According to calculations using the current distribution we found that the Main Rotor Blade system was on time during the 200 operational flight hours, for which the reliability figure was 0.70. Maintenance activities in accordance with the operational conditions of the main rotor blade operating system are preventive maintenance with activities for tool preparation, inspection or chek, dismantling and servicing, and finally installation and finishing activities.
BENGPUSPENERBAD是三宝垄的印尼陆军专门拥有的中央车间,飞机和直升机在这里进行预防性和纠正性维修。在2018-2020年期间,BELL 412 EP直升机经常经历计划外维护,导致损失导致飞行失败,这是由于主旋翼叶片系统故障造成的。主转子叶片系统的故障主要是轮毂部件,即轴上的裂纹、噪声和烧损,以及叶片部件,即腐蚀、划痕、划痕、凹痕、变形孔和裂纹。因此,本研究的目的是消除故障系统和计划外维护。为了消除故障和计划外维护,作者采用FMEA方法进行分析,并采用分布法进行计算,然后在系统上设计相应的活动。用于分析的数据是定性和定量数据,其中作者使用了Time To Failure (TTF)和Time To Repair (TTR)的数据。根据电流分布计算,发现主旋翼系统在200小时的运行飞行时间内是准时的,可靠性系数为0.70。按照主转子叶片操作系统运行条件进行的维护活动是预防性维护,包括刀具准备、检查或检查、拆卸和维修以及最后的安装和整理活动。
{"title":"Perancangan Aktivitas Pemeliharaan dengan Metode Reliability pada Sistem Main Rotor Blade Helikopter BELL 412EP Studi Kasus Penerbad Semarang","authors":"B. Rahmanto, F. Setiawan, E. Sofyan","doi":"10.52158/jamere.v2i1.243","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v2i1.243","url":null,"abstract":"BENGPUSPENERBAD is a central workshop specifically owned by the Indonesian Army in Semarang, where aircraft and helicopters are subject to preventive and corrective maintenance. During the period 2018-2020 the BELL 412 EP helicopters often experienced unscheduled maintenance which resulted in losses resulting in flight failure, this was due to a malfunction in the Main Rotor Blade system. The malfunction of the Main Rotor Blade system is dominated by the hub component, namely on the shaft associated with Crack, Noise and Burn damage, and blade components, namely Corrosions, Nicks, Scratches, Dents, Deformation Holes and Crack. Therefore, the aim of this study is to eliminate failure system and unscheduled maintenance. \u0000To eliminate failure and unscheduled maintenance, the authors perform an analysis with the FMEA method and calculate using the distribution method, then design the appropriate activities on the system. The data used for analysis are qualitative and quantitative data, where the authors use data from Time To Failure (TTF) and Time To Repair (TTR). \u0000According to calculations using the current distribution we found that the Main Rotor Blade system was on time during the 200 operational flight hours, for which the reliability figure was 0.70. Maintenance activities in accordance with the operational conditions of the main rotor blade operating system are preventive maintenance with activities for tool preparation, inspection or chek, dismantling and servicing, and finally installation and finishing activities.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134000083","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-27DOI: 10.52158/jamere.v2i1.292
Muh Anhar, Sartika
In modern era, we find many equipment that uses metal as the main ingredient in its manufacture. The use of metals that have good hardness is very necessary, especially in the engine parts which must always be in contact with other engine parts. One way to increase metal hardness is to add carbon to the metal. The process of adding carbon is by solid carburizing. The use of calcium carbonate catalyst can also be used to accelerate the reaction of the solid carburizing. This study aims to determine the effect of the carburizing process on ST 37 steel either by using a catalyst or without a catalyst to the hardness test. From the results of observations and data collection that has been done, the average hardness value of raw material is 47.9 HRB. For ST 37 steels which are heat treated at 900ºC, normalizing process and quenching process have an average hardness value of 47.5 HRB and 49.05 HRB. As well as ST 37 steel which is carried out by a solid carburizing process using catalysts and without catalyst, each has a hardness rate of 48.6 HRB and 48.2 HRB. From the results above it is known that the cooling time affects the hardness of steel ST 37. The carburizing process can increase the hardness due to the addition of carbon to the steel. Catalysts play a role in increasing the hardness of steel, this is because the catalyst can accelerate the rate of reaction in carburizing
{"title":"Penggunaan Katalis Kalsium Karbonat Pada Karburasi Padat Baja ST 37","authors":"Muh Anhar, Sartika","doi":"10.52158/jamere.v2i1.292","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/jamere.v2i1.292","url":null,"abstract":"In modern era, we find many equipment that uses metal as the main ingredient in its manufacture. The use of metals that have good hardness is very necessary, especially in the engine parts which must always be in contact with other engine parts. One way to increase metal hardness is to add carbon to the metal. The process of adding carbon is by solid carburizing. The use of calcium carbonate catalyst can also be used to accelerate the reaction of the solid carburizing. This study aims to determine the effect of the carburizing process on ST 37 steel either by using a catalyst or without a catalyst to the hardness test. From the results of observations and data collection that has been done, the average hardness value of raw material is 47.9 HRB. For ST 37 steels which are heat treated at 900ºC, normalizing process and quenching process have an average hardness value of 47.5 HRB and 49.05 HRB. As well as ST 37 steel which is carried out by a solid carburizing process using catalysts and without catalyst, each has a hardness rate of 48.6 HRB and 48.2 HRB. From the results above it is known that the cooling time affects the hardness of steel ST 37. The carburizing process can increase the hardness due to the addition of carbon to the steel. Catalysts play a role in increasing the hardness of steel, this is because the catalyst can accelerate the rate of reaction in carburizing","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"94 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115792073","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-08-31DOI: 10.52158/JAMERE.V1I2.222
Puji Saksono, Akhmad Nurdin, Gilang Aditya
Kegiatan eksploitasi sumur gas memiliki berbagi masalah salah satunya banyaknya cairan pada column tubing yang menghambat produksi gas. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan proses offload. Peralatan yang penting untuk kegiatan offload adalah pompa offload. Pompa ini digunakan untuk memindahkan cairan yang telah ditampung di vessel ke trunkline. Unjuk kerja pompa offload dalam memtransfer cairan merupkan hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan melihat perubahan unjuk kerja pompa offloading antara kondisi awal sesuai spesifikasi pabrik dengan saat ini setelah dipakai selama ± 9 tahun. Jenis pompa yang diuji adalah pompa multistage sentrifugal model 20 WUC-2R-19. Pengujian performansi pompa offload dilakukan dengan menvariasikan bukaan katup discharge sebesar 25%, 50%, 75% dan 100%. Kemudian membandingkan performansi pompa aktual dengan data terkoreksi menggunakan hukum affinity law. Pengujian ini tidak memperhitungkan perubahan karakteristik cairan yang terjadi saat kegiatan offload. Hasil penelitian menunjukan telah terjadi penurunan performansi antara kondisi awal operasi tahun 2011 dengan kondisi aktual tahun 2020. Kapasitas aktual pompa turun menjadi sebesar 23,45 m3/h dibandingkan kapasitas disain sebesar 24 m3/h. Efisiensi pompa offload menurun dari kondisi awal sebesar 80 % menjadi 7,71%. Penurunan efisiensi selama 9 tahun adalah sebesar 2,29% atau 0,25% per tahun.
{"title":"Analisis Performansi Pompa Offloading 50-PA-4501A pada Anjungan Main Stupa","authors":"Puji Saksono, Akhmad Nurdin, Gilang Aditya","doi":"10.52158/JAMERE.V1I2.222","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/JAMERE.V1I2.222","url":null,"abstract":"Kegiatan eksploitasi sumur gas memiliki berbagi masalah salah satunya banyaknya cairan pada column tubing yang menghambat produksi gas. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan proses offload. Peralatan yang penting untuk kegiatan offload adalah pompa offload. Pompa ini digunakan untuk memindahkan cairan yang telah ditampung di vessel ke trunkline. Unjuk kerja pompa offload dalam memtransfer cairan merupkan hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan melihat perubahan unjuk kerja pompa offloading antara kondisi awal sesuai spesifikasi pabrik dengan saat ini setelah dipakai selama ± 9 tahun. Jenis pompa yang diuji adalah pompa multistage sentrifugal model 20 WUC-2R-19. Pengujian performansi pompa offload dilakukan dengan menvariasikan bukaan katup discharge sebesar 25%, 50%, 75% dan 100%. Kemudian membandingkan performansi pompa aktual dengan data terkoreksi menggunakan hukum affinity law. Pengujian ini tidak memperhitungkan perubahan karakteristik cairan yang terjadi saat kegiatan offload. Hasil penelitian menunjukan telah terjadi penurunan performansi antara kondisi awal operasi tahun 2011 dengan kondisi aktual tahun 2020. Kapasitas aktual pompa turun menjadi sebesar 23,45 m3/h dibandingkan kapasitas disain sebesar 24 m3/h. Efisiensi pompa offload menurun dari kondisi awal sebesar 80 % menjadi 7,71%. Penurunan efisiensi selama 9 tahun adalah sebesar 2,29% atau 0,25% per tahun.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116331842","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-08-31DOI: 10.52158/JAMERE.V1I2.223
Budha Maryanti, S. N. Sidabutar, Suwandy
Serat ampas tebu merupakan limbah organik yang banyak di hasilkan di pabrik-pabrik pengolahan tebu di Indonesia. Serat ini juga mudah didapat, murah, tidak membahayakan kesehatan dan juga dapat terdegradasi secara alami. Penelitian material serat ampas tebu ini bertujuan yaitu untuk mengetahui dan dapat menjelaskan bagaimana hasil kekuatan impak dari serat ampas tebu yang mendapat perlakuan dengan variasi waktu perendaman alkali 1jam, 2jam, 3jam. Variabel penelitian ini meliputi lama perendaman 1 jam, 2 jam, 3 jam, serat yang di gunakan serat tebu dan perbandingan fraksi volum resin dan katalis 65% (2% katalis) dan serat tebu 35%. Spesimen yang digunakan sesuai standar pengujian impak ASTM D 5942-96, dengan metode Charpy. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari tiga spesimen yang diuji diperoleh spesimen satu (1 jam) mempunyai energi serap terbesar dengan harga impak 0,5374 Joule/mm2. Semakin lama perendaman serat ampas tebu kedalam larutan alkali maka energi terserap semakin kecil. Dari hasil perbandingan didapatkan bahwa resin dengan campuran serat yang sudah melalui perendaman alkali mendapatkan nilai impak yang lebih tinggi dibandingkan dengan resin tanpa menggunakan serat.
{"title":"Pengaruh Waktu Perendaman Serat dalam Larutan Alkali terhadap Kekuatan Impak Komposit Serat Tebu","authors":"Budha Maryanti, S. N. Sidabutar, Suwandy","doi":"10.52158/JAMERE.V1I2.223","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/JAMERE.V1I2.223","url":null,"abstract":"Serat ampas tebu merupakan limbah organik yang banyak di hasilkan di pabrik-pabrik pengolahan tebu di Indonesia. Serat ini juga mudah didapat, murah, tidak membahayakan kesehatan dan juga dapat terdegradasi secara alami. Penelitian material serat ampas tebu ini bertujuan yaitu untuk mengetahui dan dapat menjelaskan bagaimana hasil kekuatan impak dari serat ampas tebu yang mendapat perlakuan dengan variasi waktu perendaman alkali 1jam, 2jam, 3jam. Variabel penelitian ini meliputi lama perendaman 1 jam, 2 jam, 3 jam, serat yang di gunakan serat tebu dan perbandingan fraksi volum resin dan katalis 65% (2% katalis) dan serat tebu 35%. Spesimen yang digunakan sesuai standar pengujian impak ASTM D 5942-96, dengan metode Charpy. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari tiga spesimen yang diuji diperoleh spesimen satu (1 jam) mempunyai energi serap terbesar dengan harga impak 0,5374 Joule/mm2. Semakin lama perendaman serat ampas tebu kedalam larutan alkali maka energi terserap semakin kecil. Dari hasil perbandingan didapatkan bahwa resin dengan campuran serat yang sudah melalui perendaman alkali mendapatkan nilai impak yang lebih tinggi dibandingkan dengan resin tanpa menggunakan serat.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125680062","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-08-31DOI: 10.52158/JAMERE.V1I2.246
F. Setiawan, E. Sofyan, M. Hadi
Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan aktifitas preventive maintenanance yang efektif sehingga dapat menjamin kehandalan sistem, agar dapat beroperai tanpa mengalami kerusakan komponen yang menyebabkan kegagalan sistem. Sistem kerja Ram Air Actuator Part Number 541674-4 pesawat Boeing 737 NG sering mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan kegagalan pada operasional sistem, penyebab kegagalan sistem operasional adalah Kerusakan pada komponen wear and bearing damage, housing assembly, problem bearing damge, wear damage, electrical problem stuck. Permasalah tesebut mendorong dilakukannya penelitian untuk menanggulagi kerusakan dan kegagalan pada sistem Ram Air Actuator pesawat boeing 737 NG. Penelitian dilaksanakan dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis kualitatif yang dilaksankan dengan menggunakan metode FMEA (failure mode effect analysis) untuk mengetahui dan mengidentifikasi penyebab kegagalan pada sistem Ram Air Actuator, analisis kuantitatif dilaksanakan dengan perhitungan reliability menggunakan distribusi weibull sehingga di ketahui batas critical life time part atau komponen Ram Air Actuator. Berdasarkan hasil analisis reliability didapatkan nilai batas waktu operasional, dimana sistem akan mengalami masa kritis ketika mencapai waktu operasional yaitu Mechanical system = 1680 jam dengan nilai reliability 72%, Electrical system = 3401 jam dengan nilai reliability 72%, Pneumatik system = 3201 jam dengan nilai reliability 70%. Setelah mengetahui batas masa kritis komponen (critical life time), maka akan dilakukan perencanaan preventive maintenance terhadap part dan komponen penyebab kegagalan sehingga tidak terjadi lagi kegegalan sistem Ram Air Actuator pesawat boeing 737 NG.
本研究的目的是计划有效的预防性维护活动,以确保系统的可靠性,使其能够在不造成系统故障的组件损坏的情况下运行。波音737 NG Ram实现器的工作系统经常出现故障,导致系统运行失败,导致操作系统故障的原因是零件磨损、房屋保养、零件损坏、磨损、磨损、磨损、焊接问题。波音737 NG Ram ' s Actuator系统出现故障。进行研究的定性分析和定量分析,定性分析dilaksankan用FMEA (failure mode效应分析)方法确定并找出失败的原因Ram Actuator水系统进行了定量分析,可靠性计算用weibull分布,所以在知道连接生活时间限制或者部分Ram水Actuator组件。根据可靠分析的结果,系统获得了运行时间限制,在此基础上,系统将经历一个关键时期,达到工作时间为1680小时,效率为72%,电气系统为3401小时,效率为72%,气动系统为3201小时,可靠性为70%。在确定了组件的关键期限后,将对失败原因的部件和部件进行预防性维修计划,这样宽带飞机波音737 NG。
{"title":"Perencanaan Preventive Maintenance Ram Air Actuator pada Pesawat Boeing 737 Next Generation Menggunakan Metode Reliability Di PT. GMF Aeroasia","authors":"F. Setiawan, E. Sofyan, M. Hadi","doi":"10.52158/JAMERE.V1I2.246","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/JAMERE.V1I2.246","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan aktifitas preventive maintenanance yang efektif sehingga dapat menjamin kehandalan sistem, agar dapat beroperai tanpa mengalami kerusakan komponen yang menyebabkan kegagalan sistem. Sistem kerja Ram Air Actuator Part Number 541674-4 pesawat Boeing 737 NG sering mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan kegagalan pada operasional sistem, penyebab kegagalan sistem operasional adalah Kerusakan pada komponen wear and bearing damage, housing assembly, problem bearing damge, wear damage, electrical problem stuck. Permasalah tesebut mendorong dilakukannya penelitian untuk menanggulagi kerusakan dan kegagalan pada sistem Ram Air Actuator pesawat boeing 737 NG. \u0000Penelitian dilaksanakan dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis kualitatif yang dilaksankan dengan menggunakan metode FMEA (failure mode effect analysis) untuk mengetahui dan mengidentifikasi penyebab kegagalan pada sistem Ram Air Actuator, analisis kuantitatif dilaksanakan dengan perhitungan reliability menggunakan distribusi weibull sehingga di ketahui batas critical life time part atau komponen Ram Air Actuator. Berdasarkan hasil analisis reliability didapatkan nilai batas waktu operasional, dimana sistem akan mengalami masa kritis ketika mencapai waktu operasional yaitu Mechanical system = 1680 jam dengan nilai reliability 72%, Electrical system = 3401 jam dengan nilai reliability 72%, Pneumatik system = 3201 jam dengan nilai reliability 70%. Setelah mengetahui batas masa kritis komponen (critical life time), maka akan dilakukan perencanaan preventive maintenance terhadap part dan komponen penyebab kegagalan sehingga tidak terjadi lagi kegegalan sistem Ram Air Actuator pesawat boeing 737 NG.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"150 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117329885","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-08-31DOI: 10.52158/JAMERE.V1I2.235
Muhammad Helmi Kurniawan, Dovian Iswanda, Annisa Kesy Garside
Pembangkit listrik tenaga mikrohidro merupakan pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan air sebagai penggeraknya dan penggerak mula adalah turbin. Sistem pembangkit ini sangat tepat digunakan di pedesaan karena sistem ini mudah dibuat, menghasilkan daya listrik yang cukup besar dan biaya pembuatan yang lebih relatif murah. Atas dasar diatas maka perlu dirancang suatu turbin yang mendukung sistem pembangkit ini, diantaranya adalah Turbin Aliran Silang. Untuk merancang sebuah turbin air agar tidak terjadi kesalahan dalam perancangan (seperti hal-nya biaya pembuatannya) maka dilakukan perancangan desain. Sebuah perancangan desain Turbin Aliran Silang dirancang dengan debit (Q) = 1.2 m3/s, head (H) = 17 m dengan efisiensi 0,75. Spesifikasi teknik utama dari hasil perancangan turbin adalah diameter runner (D) = 510 mm,putaran poros turbin 471 rpm dengan kecepatan spesifik 61.33 rpm daya air 200.124 kW dan memproduksi daya listrik sebesar 100.86kW.
{"title":"Perancangan dan Analisis Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Di Aliran Sungai Brantas Sengkaling Kabupaten Malang Dalam Rangka Mencapai Target Energy Mix 23% Pada Tahun 2025","authors":"Muhammad Helmi Kurniawan, Dovian Iswanda, Annisa Kesy Garside","doi":"10.52158/JAMERE.V1I2.235","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/JAMERE.V1I2.235","url":null,"abstract":"Pembangkit listrik tenaga mikrohidro merupakan pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan air sebagai penggeraknya dan penggerak mula adalah turbin. Sistem pembangkit ini sangat tepat digunakan di pedesaan karena sistem ini mudah dibuat, menghasilkan daya listrik yang cukup besar dan biaya pembuatan yang lebih relatif murah. Atas dasar diatas maka perlu dirancang suatu turbin yang mendukung sistem pembangkit ini, diantaranya adalah Turbin Aliran Silang. Untuk merancang sebuah turbin air agar tidak terjadi kesalahan dalam perancangan (seperti hal-nya biaya pembuatannya) maka dilakukan perancangan desain. Sebuah perancangan desain Turbin Aliran Silang dirancang dengan debit (Q) = 1.2 m3/s, head (H) = 17 m dengan efisiensi 0,75. Spesifikasi teknik utama dari hasil perancangan turbin adalah diameter runner (D) = 510 mm,putaran poros turbin 471 rpm dengan kecepatan spesifik 61.33 rpm daya air 200.124 kW dan memproduksi daya listrik sebesar 100.86kW.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"65 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133351711","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-08-31DOI: 10.52158/JAMERE.V1I2.217
Darsini, R. Achmadi
Kegiatan fisik yang berhubungan dengan aktivitas kerja pada operator produksi merupakan salah satu pekerjaan perlu diperhatikan. Aktifitas operator pada CV. Primavera yang bergerak di bidang garment terutama bagian cutting laser kain adalah proses pemotongan kain yang menggunakan teknologi sinar laser berdaya tinggi yang dipancarkan dari generator mengenai benda kerja, pergerakan pemotongan dikontrol melalui komputer sehingga kemungkinan melesetnya kecil. Pada saat proses cutting laser, pekerja berdiri didepan mesin cutting laser dan membungkuk saat penyetingan ukuran kain sesuai keranjang. Keluhan tersebut muncul disebabkan postur tubuh kerja yang tidak ergonomi menyebabkan timbulnya rasa sakit pada beberapa bagian tubuh yang dirasakan pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resiko dan persentase keluhan yang dirasakan selama cutting laser. Metode yang digunakan adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Nordic Body Map (NBM), berdasarkan metode REBA resiko kerja yang di hadapi pekerja dalam cutting laser kain dengan level tinggi skor yang dihadapi dikisaran 8-10, kategori tindakan tinggi sehingga perlu segera dilakukan perbaikan postur kerja. Nordic Body Map menunjukan segmen tubuh yang pertama pada bagian punggung dengan skor 9, segmen tubuh kedua pada bagian kanan bahu dengan skor 8, segmen tubuh ketiga bagian pinggang skor 8, segmen tubuh keempat pada bagian pantat skor 8, dan segmen tubuh kelima pada bagian kaki kanan dengan skor 8, disebabkan postur kerja yang membungkuk saat proses cutting laser dan penyetingan ukuran kain serta faktor umur dan lama bekerja ikut mempengaruhi kuesioner.
{"title":"Analisis Postur Kerja dengan Metode Rapid Entire Body Assissment (REBA)","authors":"Darsini, R. Achmadi","doi":"10.52158/JAMERE.V1I2.217","DOIUrl":"https://doi.org/10.52158/JAMERE.V1I2.217","url":null,"abstract":"Kegiatan fisik yang berhubungan dengan aktivitas kerja pada operator produksi merupakan salah satu pekerjaan perlu diperhatikan. Aktifitas operator pada CV. Primavera yang bergerak di bidang garment terutama bagian cutting laser kain adalah proses pemotongan kain yang menggunakan teknologi sinar laser berdaya tinggi yang dipancarkan dari generator mengenai benda kerja, pergerakan pemotongan dikontrol melalui komputer sehingga kemungkinan melesetnya kecil. Pada saat proses cutting laser, pekerja berdiri didepan mesin cutting laser dan membungkuk saat penyetingan ukuran kain sesuai keranjang. Keluhan tersebut muncul disebabkan postur tubuh kerja yang tidak ergonomi menyebabkan timbulnya rasa sakit pada beberapa bagian tubuh yang dirasakan pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resiko dan persentase keluhan yang dirasakan selama cutting laser. Metode yang digunakan adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Nordic Body Map (NBM), berdasarkan metode REBA resiko kerja yang di hadapi pekerja dalam cutting laser kain dengan level tinggi skor yang dihadapi dikisaran 8-10, kategori tindakan tinggi sehingga perlu segera dilakukan perbaikan postur kerja. Nordic Body Map menunjukan segmen tubuh yang pertama pada bagian punggung dengan skor 9, segmen tubuh kedua pada bagian kanan bahu dengan skor 8, segmen tubuh ketiga bagian pinggang skor 8, segmen tubuh keempat pada bagian pantat skor 8, dan segmen tubuh kelima pada bagian kaki kanan dengan skor 8, disebabkan postur kerja yang membungkuk saat proses cutting laser dan penyetingan ukuran kain serta faktor umur dan lama bekerja ikut mempengaruhi kuesioner.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133174425","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}