ABSTRAK Latar Belakang: Kebanyakan masalah rongga mulut di Indonesia adalah terkait karies gigi dan penyakit periodontal. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit tersebut adalah pH saliva. Stimulus mekanik dan kimiawi dari makanan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pH saliva. Cuci mulut dengan mengkonsumsi buah adalah salah satu cara menjaga pH saliva agar dalam kondisi optimum dalam mencegah terjadinya penyakit gigi. Dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa buah nanas dan buah belimbing efektif dalam meningkatkan laju aliran saliva. Namun belum ada penelitian yang membandingkan pengaruh buah tersebut terhadap pH saliva. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pH saliva setelah mengkonsumsi kedua buah tersebut. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian experimental dengan menggunakan pretest and postest group design dan dilakukan di Laboratorium Biomedik FKIK UNJA. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran FKIK UNJA angkatan 2017 dan 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposif sampling sebanyak 36 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan mengkonsumsi buah nanas dan kelompok perlakuan mengkonsumsi buah belimbing. Hasil pemeriksaan pH saliva kedua kelompok dianalisis menggunakan program komputer. Hasil: Uji statistik meunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok buah nanas dengan kelompok buah belimbing dalam meningkatkan pH saliva dengan nilai P 0,855. Kesimpulan: Konsumsi buah nanas dan belimbing dapat meningkatkan pH saliva, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok buah nanas dengan kelompok buah belimbing. Kata kunci : pH, Saliva, Nanas, Belimbing ABSTRACT ackground: Most oral problems in Indonesia are related to dental caries and periodontal disease. One of the factors that influence the onset of the disease is the pH of saliva. Mechanical and chemical stimuli from food are one of the factors that influence the pH of saliva. Washing the mouth with fruit is one way to maintain the pH of the saliva so that it is in optimum condition to prevent dental disease. From previous research it was found that pineapple and star fruit were effective in increasing the salivary flow rate. However, no studies have compared the effect of these fruits on salivary pH. This study aims to compare the pH of saliva after consuming the two fruits. Research Methods: This study was an experimental study using a pretest and postest group design and was carried out in the Biomedical Laboratory of FKIK UNJA. The population used was students of the Faculty of Medicine FKIK UNJA class of 2017 and 2018. Sampling was carried out by purposive sampling method of 36 people who were divided into two groups, namely the treatment group consuming pineapple fruit and the treatment group consuming star fruit. The results of the saliva pH examination of the two groups were analyzed using a computer program. Results: The statistical test
摘要背景:印度尼西亚的大多数口腔问题与龋齿和牙周病有关。造成这种疾病的一个因素是pH saliva。食物的机械刺激和化学成分是影响萨利瓦pH的因素之一。通过食用水果来清洁口腔是保持唾液处于最佳状态以防止牙齿疾病的一种方法。从之前的研究中我们了解到菠萝和松果在增加沙列娃流量方面是有效的。然而,目前还没有研究将这种果实对pH saliva的影响进行比较。本研究的目的是在食用这两种水果后比较pH saliva。研究方法:本研究采用前期和前期设计小组进行,并在FKIK UNJA生物医学实验室进行。目前的人口是2017年至2018年FKIK UNJA医学院的学生。提取样本的方法是将多达36人分成两组,即食用菠萝治疗小组和食用菠萝治疗小组。两个组的pH saliva测试结果都是使用计算机程序分析的。结果:统计测试显示,菠萝果组与果盘组在pH saliva值为P . 855的情况下没有显著差异。结论:菠萝和松果的摄入可以增加pH saliva,但菠萝组和松果小组之间没有明显的区别。关键词:pH, Saliva,菠萝,肩部ackground:印尼大多数口腔问题都与牙周疾病有关。影响疾病爆发的因素之一是saliva的pH。食品的机械和化学刺激是影响saliva pH的因素之一。用果实冲刷口腔是保持唾液pH值的一种方法,所以它处于最佳状态以预防牙龈炎。从前维奥努斯的研究中,它发现菠萝和星果有效地增加了十字架的利率。研究人员没有比较过果实在十字架上的效果。研究方法:这项研究是一种通过一个pretest and postest group设计的研究,并被列在FKIK UNJA的生物医学实验室里。曾经的人口是2017年和2018届医学专业的学生。采样是由采样36人的几种方法制成的。两组组的结果是用计算机程序进行分析。结果:统计测试表明,菠萝和果实果实果实生长的pH值和0855的P值之间没有明显的区别。结论:菠萝和果实的强度可以增加十字架的pH值,但菠萝和果实果实果实果实果实的强度没有明显的不同。密码:pH, Saliva,菠萝,Star fruit
{"title":"PENGARUH BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS L. MERR) TERHADAP PENINGKATAN PH SALIVA YANGTERPAPAR MINUMAN BERKARBONASI","authors":"A. Syauqy, Hanina Hanina","doi":"10.22437/jmj.v9i1.11110","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jmj.v9i1.11110","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Latar Belakang: Kebanyakan masalah rongga mulut di Indonesia adalah terkait karies gigi dan penyakit periodontal. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit tersebut adalah pH saliva. Stimulus mekanik dan kimiawi dari makanan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pH saliva. Cuci mulut dengan mengkonsumsi buah adalah salah satu cara menjaga pH saliva agar dalam kondisi optimum dalam mencegah terjadinya penyakit gigi. Dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa buah nanas dan buah belimbing efektif dalam meningkatkan laju aliran saliva. Namun belum ada penelitian yang membandingkan pengaruh buah tersebut terhadap pH saliva. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pH saliva setelah mengkonsumsi kedua buah tersebut. \u0000Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian experimental dengan menggunakan pretest and postest group design dan dilakukan di Laboratorium Biomedik FKIK UNJA. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran FKIK UNJA angkatan 2017 dan 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposif sampling sebanyak 36 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan mengkonsumsi buah nanas dan kelompok perlakuan mengkonsumsi buah belimbing. Hasil pemeriksaan pH saliva kedua kelompok dianalisis menggunakan program komputer. \u0000Hasil: Uji statistik meunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok buah nanas dengan kelompok buah belimbing dalam meningkatkan pH saliva dengan nilai P 0,855. \u0000Kesimpulan: Konsumsi buah nanas dan belimbing dapat meningkatkan pH saliva, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok buah nanas dengan kelompok buah belimbing. \u0000Kata kunci : pH, Saliva, Nanas, Belimbing \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000ackground: Most oral problems in Indonesia are related to dental caries and periodontal disease. One of the factors that influence the onset of the disease is the pH of saliva. Mechanical and chemical stimuli from food are one of the factors that influence the pH of saliva. Washing the mouth with fruit is one way to maintain the pH of the saliva so that it is in optimum condition to prevent dental disease. From previous research it was found that pineapple and star fruit were effective in increasing the salivary flow rate. However, no studies have compared the effect of these fruits on salivary pH. This study aims to compare the pH of saliva after consuming the two fruits. Research Methods: This study was an experimental study using a pretest and postest group design and was carried out in the Biomedical Laboratory of FKIK UNJA. The population used was students of the Faculty of Medicine FKIK UNJA class of 2017 and 2018. Sampling was carried out by purposive sampling method of 36 people who were divided into two groups, namely the treatment group consuming pineapple fruit and the treatment group consuming star fruit. The results of the saliva pH examination of the two groups were analyzed using a computer program. Results: The statistical test ","PeriodicalId":409923,"journal":{"name":"JAMBI MEDICAL JOURNAL \"Jurnal Kedokteran dan Kesehatan\"","volume":"50 4","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"113962205","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rehabilitation plays a major role to maximize outcome and prevent complications following musculoskeletal trauma and its interventions. It is reported in several studies that mortality risk in patients not receiving rehabilitation was higher compared with patients who received one. The key principles include adequate pain management, anti-infection measures, early ambulation and physical therapy, establishing proper milestones and goals, well-communicated multi-disciplinary approach, and the establishment of standardized and personalized treatment protocol. Early mobilization is supported, as long as wound healing has been taken into consideration. Holistic approach to ensure both physical and psychosocial well-being is recommended, along with special care for geriatric and paediatric populations. Furthermore, alternative medicines such as acupuncture and meditation are currently gaining popularity and subsequently advocated as adjunct therapies.
{"title":"PRINCIPLE OF REHABILITATION & COMPLICATION PREVENTION AFTER MUSCULOSKELETAL TRAUMA","authors":"Pamudji Utomo, Hillan Akbar","doi":"10.22437/jmj.v9i1.12325","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jmj.v9i1.12325","url":null,"abstract":"Rehabilitation plays a major role to maximize outcome and prevent complications following musculoskeletal trauma and its interventions. It is reported in several studies that mortality risk in patients not receiving rehabilitation was higher compared with patients who received one. The key principles include adequate pain management, anti-infection measures, early ambulation and physical therapy, establishing proper milestones and goals, well-communicated multi-disciplinary approach, and the establishment of standardized and personalized treatment protocol. Early mobilization is supported, as long as wound healing has been taken into consideration. Holistic approach to ensure both physical and psychosocial well-being is recommended, along with special care for geriatric and paediatric populations. Furthermore, alternative medicines such as acupuncture and meditation are currently gaining popularity and subsequently advocated as adjunct therapies.","PeriodicalId":409923,"journal":{"name":"JAMBI MEDICAL JOURNAL \"Jurnal Kedokteran dan Kesehatan\"","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132382011","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penyakit imunodefisiensi primer (primary immunodeficiency disease/PID) merupakan keadaan terjadinya defek sistem imun yang disebabkan mutasi pada kode genetik yang mengode komponen-komponen penyusun sistem imun tubuh. Kelainan ini tergolong jarang/langka namun menurunkan kualitas hidup atau bahkan bisa juga mengancam nyawa bagi penderita-penderitanya. Terapi definitif yang tersedia hingga kini pun juga masih terbatas dan berbiaya tinggi. Artikel ini dimaksudkan terutama bagi dokter umum/layanan primer sebagai pengantar agar mengenali penyakit ini sebagai sebuah kelainan langka, yang mungkin jarang atau bahkan belum pernah mendengar tentang keadaan ini sebelumnya.
{"title":"IMUNODEFISIENSI PRIMER DAN DETEKSI DININYA","authors":"Cipta Mahendra","doi":"10.22437/jmj.v9i1.12473","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jmj.v9i1.12473","url":null,"abstract":"Penyakit imunodefisiensi primer (primary immunodeficiency disease/PID) merupakan keadaan terjadinya defek sistem imun yang disebabkan mutasi pada kode genetik yang mengode komponen-komponen penyusun sistem imun tubuh. Kelainan ini tergolong jarang/langka namun menurunkan kualitas hidup atau bahkan bisa juga mengancam nyawa bagi penderita-penderitanya. Terapi definitif yang tersedia hingga kini pun juga masih terbatas dan berbiaya tinggi. Artikel ini dimaksudkan terutama bagi dokter umum/layanan primer sebagai pengantar agar mengenali penyakit ini sebagai sebuah kelainan langka, yang mungkin jarang atau bahkan belum pernah mendengar tentang keadaan ini sebelumnya.","PeriodicalId":409923,"journal":{"name":"JAMBI MEDICAL JOURNAL \"Jurnal Kedokteran dan Kesehatan\"","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131408315","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Maria Estela Karolina, Armaidi Darmawan, Wahyu Indah Dewi Aurora
Abstract Background: Cigarette smoke can affect macrophage metabolism by activating macrophages to release leukotrien B4, IL-8 and TNFα which lead to increased production of superoxide (O2-) and H2O2 and also cause oxidative damage to macromolecules such as lipids, proteins, DNA that can eliminate antioxidants and form free radicals such as Nitric Oxide (NO). NO has an important contribution in the occurrence of infection where NO will be produced more by iNOS. Methods: This study is a cross sectional study with a sample of samples taken in total sampling from medical students of Jambi University as many as 22 people with smokers and 22 non-smokers. Conducted NO examination by using microplate reader on wave 595. Research data obtained then tested by statistical analysis with mann whitney and wilcoxon test. Results : NO levels in smokers were higher than nonsmoker group NO levels. Based on normality test data with Mann Whitney obtained significant difference between both groups value of sig 0.030. Furthermore, Wilcoxon analysis. The result of wilcoxon analysis shows statistic test output where sig (<0,05). Conclusion : NO levels in the smoker group were higher than in the nonsmokers group. NO levels between smokers and nonsmokers were significantly different. Keywords : Smokers, non-smokers, nitric oxide Abstrak Pendahuluan : Asap rokok dapat mempengaruhi metabolisme makrofag dengan mengaktifkan makrofag untuk melepaskan leukotrien B4, IL-8 dan TNFα yang menyebabkan meningkatnya produksi superoksida (O2-) dan H2O2 dan juga menyebabkan kerusakan oksidatif makromolekul seperti lipid, protein, DNA yang dapat menghilangkan antioksidan serta membentuk radikal bebas seperti Nitrit Oxide (NO). NO mempunyai kontribusi yang penting dalam terjadinya infeksi dimana NO akan diproduksi lebih banyak oleh iNOS. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan sampel penelitian yang diambil secara total sampling dari mahasiswa kedokteran Universitas Jambi sebanyak 22 orang dengan perokok dan 22 orang bukan perokok. Dilakukan pemeriksaan NO dengan menggunakan microplate reader pada gelombang 595. Data penelitian yang di dapatkan kemudian di uji dengan analisis statistic dengan uji mann whitney dan wilcoxon. Hasil : Kadar NO pada perokok lebih tinggi dibandingkan dengan kadar NO kelompok bukan perokok. Berdasarkan uji normalitas data dengan Mann whitney diperoleh perbedaan yang bermakna diantara kedua kelompok nilai sig 0.030. Selanjutnya dilakukan Analisis Wilcoxon. Hasil analisis wilcoxon menunjukkan output test statistic dimana sig (<0,05). Kesimpulan : Kadar NO pada kelompok perokok lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok bukan perokok. Kadar NO antara kelompok perokok dan bukan perokok terdapat perbedaan yang signifikan. Kata Kunci : Perokok, bukan perokok, Nitric Oxide
背景:香烟烟雾可以通过激活巨噬细胞释放白三烯B4、IL-8和TNFα,导致超氧化物(O2-)和H2O2的产生增加,从而影响巨噬细胞的代谢,并对脂质、蛋白质、DNA等大分子造成氧化损伤,从而消除抗氧化剂,形成自由基如一氧化氮(NO)。NO在感染的发生中起着重要的作用,iNOS会产生更多的NO。方法:本研究采用横断面研究方法,从占壁大学医学院学生中抽取22名吸烟者和22名非吸烟者的样本。用微孔板读卡器对595波进行NO检测。所得的研究数据用mann whitney和wilcoxon检验进行统计分析。结果:吸烟组一氧化氮水平高于非吸烟组。根据Mann Whitney正态性检验数据,两组间差异显著,sig值为0.030。进一步,采用Wilcoxon分析。wilcoxon分析结果显示统计检验输出,其中sig(< 0.05)。结论:吸烟组一氧化氮水平高于非吸烟组。吸烟者和非吸烟者之间NO水平有显著差异。摘要:黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、白芪芪B4、IL-8、TNFα、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪、黄芪芪。NO mempunyai kontribusi yang penting dalam terjadinya infeksi dimana NO akan diproduksi lebih banyak oleh iNOS。方法:Penelitian ini merupakan Penelitian横截面抽样Penelitian yang diambil secara总抽样dari mahasiswa kedokteran大学Jambi sebanyak 22橙子dengan perokok和22橙子bukan perokok。Dilakukan permeriksaan NO dengan menggunakan微孔板读卡器pada gelombang 595。数据penelitian yang di dapatkan kemudian di uji dengan分析统计dengan uji mann whitney dan wilcoxon。哈西尔:Kadar NO pada perokok lebih tingi dibandingkan dengan Kadar NO kelompok bukan perokok。Berdasarkan uji normalitas数据dengan Mann whitney diperoleh perbedah and yang bermakna diantara kedua kelompok nilai信号0.030。Selanjutnya dilakukan分析,Wilcoxon。Hasil分析wilcoxon menunjukkan输出检验统计量显著性(< 0.05)。Kadar NO pada kelompok perokok lebih tingi dibandingkan dengan kelompok bukan perokok。Kadar NO antara kelompok perokok dan bukan perokok terdapat perbedaan yang signfikan。Kata Kunci: Perokok, bukan Perokok,一氧化氮
{"title":"PERBANDINGAN KADAR NITRIC OXIDE PADA PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK","authors":"Maria Estela Karolina, Armaidi Darmawan, Wahyu Indah Dewi Aurora","doi":"10.22437/JMJ.V7I1.7148","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/JMJ.V7I1.7148","url":null,"abstract":"Abstract \u0000Background: Cigarette smoke can affect macrophage metabolism by activating macrophages to release leukotrien B4, IL-8 and TNFα which lead to increased production of superoxide (O2-) and H2O2 and also cause oxidative damage to macromolecules such as lipids, proteins, DNA that can eliminate antioxidants and form free radicals such as Nitric Oxide (NO). NO has an important contribution in the occurrence of infection where NO will be produced more by iNOS. \u0000Methods: This study is a cross sectional study with a sample of samples taken in total sampling from medical students of Jambi University as many as 22 people with smokers and 22 non-smokers. Conducted NO examination by using microplate reader on wave 595. Research data obtained then tested by statistical analysis with mann whitney and wilcoxon test. \u0000Results : NO levels in smokers were higher than nonsmoker group NO levels. Based on normality test data with Mann Whitney obtained significant difference between both groups value of sig 0.030. Furthermore, Wilcoxon analysis. The result of wilcoxon analysis shows statistic test output where sig (<0,05). \u0000Conclusion : NO levels in the smoker group were higher than in the nonsmokers group. NO levels between smokers and nonsmokers were significantly different. \u0000Keywords : Smokers, non-smokers, nitric oxide \u0000 \u0000Abstrak \u0000Pendahuluan : Asap rokok dapat mempengaruhi metabolisme makrofag dengan mengaktifkan makrofag untuk melepaskan leukotrien B4, IL-8 dan TNFα yang menyebabkan meningkatnya produksi superoksida (O2-) dan H2O2 dan juga menyebabkan kerusakan oksidatif makromolekul seperti lipid, protein, DNA yang dapat menghilangkan antioksidan serta membentuk radikal bebas seperti Nitrit Oxide (NO). NO mempunyai kontribusi yang penting dalam terjadinya infeksi dimana NO akan diproduksi lebih banyak oleh iNOS. \u0000Metode : Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan sampel penelitian yang diambil secara total sampling dari mahasiswa kedokteran Universitas Jambi sebanyak 22 orang dengan perokok dan 22 orang bukan perokok. Dilakukan pemeriksaan NO dengan menggunakan microplate reader pada gelombang 595. Data penelitian yang di dapatkan kemudian di uji dengan analisis statistic dengan uji mann whitney dan wilcoxon. \u0000Hasil : Kadar NO pada perokok lebih tinggi dibandingkan dengan kadar NO kelompok bukan perokok. Berdasarkan uji normalitas data dengan Mann whitney diperoleh perbedaan yang bermakna diantara kedua kelompok nilai sig 0.030. Selanjutnya dilakukan Analisis Wilcoxon. Hasil analisis wilcoxon menunjukkan output test statistic dimana sig (<0,05). \u0000Kesimpulan : Kadar NO pada kelompok perokok lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok bukan perokok. Kadar NO antara kelompok perokok dan bukan perokok terdapat perbedaan yang signifikan. \u0000Kata Kunci : Perokok, bukan perokok, Nitric Oxide","PeriodicalId":409923,"journal":{"name":"JAMBI MEDICAL JOURNAL \"Jurnal Kedokteran dan Kesehatan\"","volume":"93 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125217096","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRACT Background: Some plants, such as betel nuts (Areca catechu), is used as traditional antiseptic. Betel nut mash is applied on ulcus wound. Fibroblast and collagen are important factor in wound healing. Research objective : this study is to determine the effect of betel nuts extract on fibroblast and collagen level in full thickness wound healing processs. Methodology: this study used male rats Sprague dawney that randomly divided into 3 groups. Groups I received no treatment, groups II and III received areca catechu extracts with concentration 15% and 30% respectively. There are 12 rats in each groups. The treatment is given every day without wound’s debridement. Incision were made full thickness with diameter size 1,5 cm, on right back skin was made by lidocain anesthesia subcutaneously. Wound area were measured every days. Termination of rats were done in day 7 and day 16 to histopathology assessment with Haematoxylin-Eosin stain for fibroblast and collagen level by semiqualitative score. Results: level of collagen were higher in group that received extract but level of fibroblast were lower than control group in histopathology of day 7th. Conclusion: Extract of betel nut increased level of collagen. Keyword : areca catechu, betel nuts, wound, fibroblast, collagen, histopathology ABSTRAK Latar belakang : Beberapa tanaman digunakan sebagai antiseptik luka, salah satunya biji pinang untuk penyembuhan luka ulkus. Fibroblast dan kolagen merupakan salah satu faktor penting dalam penyembuhan luka. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui efek ekstrak biji pinang terhadap level fibroblast dan kolagen pada proses penyembuhan luka full thickness Metode : Penelitian ini menggunakan tikus galur Sprague dawney jantan berusia 2-3 bulan dan telah mendapatkan persetujuan etik. Setelah aklimatisasi, tikus dibagi secara acak masing-masing 12 ekor dalam 3 kelompok, yaitu kelompok I tanpa perlakuan, kelompok II diberikan salep ekstrak biji pinang 15%, kelompok III diberikan salep ekstrak biji pinang 30%. Luka full thickness dibuat dengan diameter 1,5 cm di daerah punggung belakang bagian kanan dengan anestesi lidokain subkutan. Perlakuan dilakukan setiap hari tanpa debridemen luka. Luas luka diukur setiap hari. Terminasi dilakukan pada hari ke 7 dan 16 untuk pemeriksaan histopatologi jaringan luka dengan pengecatan Haematoxylin-Eosin. Skoring secara semikualitatif untuk menilai fibroblast dan kolagen. Hasil : Pada kelompok ekstrak pinang terdapat peningkatan level kolagen, akan tetapi tidak terjadi peningkatan level fibroblast pada hasil histopatologi luka kulit hari ke-7. Kesimpulan : terjadi peningkatan level kolagen pada pemberian ekstrak biji pinang. Kata kunci : biji pinang, luka, histopatologi, fibroblast, kolagen
背景:槟榔(Areca catechu)等植物是传统的防腐剂。槟榔浆涂在伤口上。成纤维细胞和胶原蛋白是伤口愈合的重要因素。研究目的:研究槟榔提取物对全层创面愈合过程中成纤维细胞和胶原蛋白水平的影响。方法:选用雄性大鼠Sprague dawney,随机分为3组。ⅰ组不给药,ⅱ组和ⅲ组分别给予浓度为15%和30%的槟榔儿茶提取物。每组12只。每天进行治疗,不进行伤口清创。采用利多卡因皮下麻醉,在右背部皮肤上切开直径1.5 cm的全厚切口。每天测量伤口面积。分别于第7天和第16天终止大鼠实验,采用半定性评分法对成纤维细胞和胶原蛋白进行半定性评分。结果:在第7天的组织病理学中,提取物组胶原蛋白水平高于对照组,成纤维细胞水平低于对照组。结论:槟榔提取物可提高胶原蛋白水平。关键词:槟榔,槟榔,伤口,成纤维细胞,胶原蛋白,组织病理学成纤维细胞dan kolagen merupakan salah是一种成纤维细胞。方法:Penelitian ini menggunakan tikus galur Sprague dawney jantan berusia 2-3 bulan dan telah mendapatkan persetujuan etik。Setelah aklimatisasi, tikus dibagi secara akak masing-masing 12 ekor dalam 3 kelompok, yitu kelompok I tanpa perlakuan, kelompok II diberikan salep ekstrak biji pinang 15%, kelompok III diberikan salep ekstrak biji pinang 30%。卢卡全厚分布登干,直径1.5厘米,迪达拉,蓬贡,别拉康,巴吉安,坎南登干。Perlakuan dilakukan设置hari tanpa清创术。Luas luka diukur setiap hari。本研究结果表明,该植物具有7、16种不同的组织病理学特征,并具有红血球素-伊红特征。Skoring secara半生质由成纤维细胞和胶原组成。Hasil: Pada kelompok ekstrak pinang terdapat peningkatan水平kolagen, akan tetapi tidak terjadi peningkatan水平成纤维细胞Pada Hasil组织病理学luka kulit hari ke-7。kespulan: terjadi peningkatan level kolagen pada pemberian ekstrak biji pinang。Kata kunci: biji pinang, luka,组织病理学,成纤维细胞,胶原
{"title":"EFEK SALEP EKSTRAK PINANG TERHADAP LEVEL FIBROBLAST DAN KOLAGEN PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA","authors":"A. Rahman, Humaryanto Humaryanto","doi":"10.22437/JMJ.V7I1.7121","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/JMJ.V7I1.7121","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000Background: Some plants, such as betel nuts (Areca catechu), is used as traditional antiseptic. Betel nut mash is applied on ulcus wound. Fibroblast and collagen are important factor in wound healing. Research objective : this study is to determine the effect of betel nuts extract on fibroblast and collagen level in full thickness wound healing processs. Methodology: this study used male rats Sprague dawney that randomly divided into 3 groups. Groups I received no treatment, groups II and III received areca catechu extracts with concentration 15% and 30% respectively. There are 12 rats in each groups. The treatment is given every day without wound’s debridement. Incision were made full thickness with diameter size 1,5 cm, on right back skin was made by lidocain anesthesia subcutaneously. Wound area were measured every days. Termination of rats were done in day 7 and day 16 to histopathology assessment with Haematoxylin-Eosin stain for fibroblast and collagen level by semiqualitative score. Results: level of collagen were higher in group that received extract but level of fibroblast were lower than control group in histopathology of day 7th. Conclusion: Extract of betel nut increased level of collagen. \u0000Keyword : areca catechu, betel nuts, wound, fibroblast, collagen, histopathology \u0000 \u0000ABSTRAK \u0000Latar belakang : Beberapa tanaman digunakan sebagai antiseptik luka, salah satunya biji pinang untuk penyembuhan luka ulkus. Fibroblast dan kolagen merupakan salah satu faktor penting dalam penyembuhan luka. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui efek ekstrak biji pinang terhadap level fibroblast dan kolagen pada proses penyembuhan luka full thickness Metode : Penelitian ini menggunakan tikus galur Sprague dawney jantan berusia 2-3 bulan dan telah mendapatkan persetujuan etik. Setelah aklimatisasi, tikus dibagi secara acak masing-masing 12 ekor dalam 3 kelompok, yaitu kelompok I tanpa perlakuan, kelompok II diberikan salep ekstrak biji pinang 15%, kelompok III diberikan salep ekstrak biji pinang 30%. Luka full thickness dibuat dengan diameter 1,5 cm di daerah punggung belakang bagian kanan dengan anestesi lidokain subkutan. Perlakuan dilakukan setiap hari tanpa debridemen luka. Luas luka diukur setiap hari. Terminasi dilakukan pada hari ke 7 dan 16 untuk pemeriksaan histopatologi jaringan luka dengan pengecatan Haematoxylin-Eosin. Skoring secara semikualitatif untuk menilai fibroblast dan kolagen. Hasil : Pada kelompok ekstrak pinang terdapat peningkatan level kolagen, akan tetapi tidak terjadi peningkatan level fibroblast pada hasil histopatologi luka kulit hari ke-7. Kesimpulan : terjadi peningkatan level kolagen pada pemberian ekstrak biji pinang. \u0000Kata kunci : biji pinang, luka, histopatologi, fibroblast, kolagen","PeriodicalId":409923,"journal":{"name":"JAMBI MEDICAL JOURNAL \"Jurnal Kedokteran dan Kesehatan\"","volume":"140 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128477848","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Esa Indah Ayudia Tan, Irfannuddin Irfannuddin, Krisna Murti
ABSTRACT The ketogenic diet is a diet that uses a lot of fat as an energy source and reduces carbohydrate and protein consumption when the body does not get enough glucose from carbohydrates, the body usually uses alternative energy sourced from the ketone body, namely acetoacetate and b-hydroxybutyrate. The ketone body comes from the breakdown of fatty acid metabolism in the liver where at the moment the concentration is low in the blood. Ketogenic diet is a diet that uses a lot of fat as an energy source and reduces carbohydrate consumption. The ketogenic diet makes the body burn fat instead of carbohydrates. The pancreas is the center of control of energy metabolism. The role of metabolism affected by endocrine function of the pancreas is located on the islands of langerhans, in the form of epithelial cells spread throughout the organs. Changes in diet patterns will certainly have an impact on proliferation and apoptosis cell in pancreas. Keywords: ketogenic diet, pancreas, proliferation, cell resistance ABSTRAK Diet ketogenik adalah diet yang menggunakan banyak lemak sebagai sumber energi dan mengurangi konsumsi karbohidrat dan protein ketika tubuh tidak mendapatkan cukup glukosa dari karbohidrat, tubuh biasanya menggunakan energi alternatif yang bersumber dari tubuh keton, yaitu asetoasetat dan b- hidroksibutirat. Tubuh keton berasal dari pemecahan metabolisme asam lemak di hati di mana saat ini konsentrasi rendah dalam darah. Diet ketogenik adalah diet yang menggunakan banyak lemak sebagai sumber energi dan mengurangi konsumsi karbohidrat. Diet ketogenik membuat tubuh membakar lemak, bukan karbohidrat. Pankreas adalah pusat kendali metabolisme energi. Peran metabolisme yang dipengaruhi oleh fungsi endokrin pankreas terletak di pulau-pulau langerhans, dalam bentuk sel-sel epitel yang menyebar ke seluruh organ. Perubahan pola diet tentu akan berdampak pada proliferasi dan sel apoptosis pada pankreas. Kata Kunci: diet ketogenik, pankreas, proliferasi, resistensi sel
生酮饮食是一种以大量脂肪为能量来源,减少碳水化合物和蛋白质消耗的饮食,当身体不能从碳水化合物中获得足够的葡萄糖时,身体通常使用来自酮体的替代能量,即乙酰乙酸酯和b-羟基丁酸酯。酮体来自肝脏中脂肪酸代谢的分解,此时血液中的浓度很低。生酮饮食是一种使用大量脂肪作为能量来源并减少碳水化合物消耗的饮食。生酮饮食使身体燃烧脂肪而不是碳水化合物。胰腺是控制能量代谢的中心。胰腺受内分泌功能影响的代谢作用位于朗格汉斯岛,以上皮细胞的形式遍布各器官。饮食模式的改变必然会对胰腺细胞增殖和凋亡产生影响。【关键词】生酮日粮;生酮日粮;生酮日粮;生酮日粮;生酮日粮;生酮日粮Tubuh keton berassal dari pemecahan metabolisme asam lemak di di mana saat ini konsentrasi rendah dalam darah。饮食生酮,阿达拉饮食,阳孟古纳坎,菩提树,西巴盖,数,能量,丹孟古纳坎,康苏斯,卡波希特。饮食生酮类药物包括:酮类药物、酮类药物、酮类药物。胰腺的代谢能。Peran metabolisme yang dipengaruhi oleh真菌endokrin pankreas terletak di pulau-pulau langerhans, dalam bentuk self -sel上皮yang menyebar ke seluruh organ。蚕豆的生长发育与细胞凋亡的关系。Kata Kunci:饮食生酮,胰腺,增生,抵抗
{"title":"PENGARUH DIET KETOGENIK TERHADAP PROLIFERASI DAN KETAHANAN SEL PADA JARINGAN PANKREAS","authors":"Esa Indah Ayudia Tan, Irfannuddin Irfannuddin, Krisna Murti","doi":"10.22437/JMJ.V7I1.7127","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/JMJ.V7I1.7127","url":null,"abstract":"ABSTRACT The ketogenic diet is a diet that uses a lot of fat as an energy source and reduces carbohydrate and protein consumption when the body does not get enough glucose from carbohydrates, the body usually uses alternative energy sourced from the ketone body, namely acetoacetate and b-hydroxybutyrate. The ketone body comes from the breakdown of fatty acid metabolism in the liver where at the moment the concentration is low in the blood. Ketogenic diet is a diet that uses a lot of fat as an energy source and reduces carbohydrate consumption. The ketogenic diet makes the body burn fat instead of carbohydrates. The pancreas is the center of control of energy metabolism. The role of metabolism affected by endocrine function of the pancreas is located on the islands of langerhans, in the form of epithelial cells spread throughout the organs. Changes in diet patterns will certainly have an impact on proliferation and apoptosis cell in pancreas. Keywords: ketogenic diet, pancreas, proliferation, cell resistance ABSTRAK Diet ketogenik adalah diet yang menggunakan banyak lemak sebagai sumber energi dan mengurangi konsumsi karbohidrat dan protein ketika tubuh tidak mendapatkan cukup glukosa dari karbohidrat, tubuh biasanya menggunakan energi alternatif yang bersumber dari tubuh keton, yaitu asetoasetat dan b- hidroksibutirat. Tubuh keton berasal dari pemecahan metabolisme asam lemak di hati di mana saat ini konsentrasi rendah dalam darah. Diet ketogenik adalah diet yang menggunakan banyak lemak sebagai sumber energi dan mengurangi konsumsi karbohidrat. Diet ketogenik membuat tubuh membakar lemak, bukan karbohidrat. Pankreas adalah pusat kendali metabolisme energi. Peran metabolisme yang dipengaruhi oleh fungsi endokrin pankreas terletak di pulau-pulau langerhans, dalam bentuk sel-sel epitel yang menyebar ke seluruh organ. Perubahan pola diet tentu akan berdampak pada proliferasi dan sel apoptosis pada pankreas. Kata Kunci: diet ketogenik, pankreas, proliferasi, resistensi sel","PeriodicalId":409923,"journal":{"name":"JAMBI MEDICAL JOURNAL \"Jurnal Kedokteran dan Kesehatan\"","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129054997","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRACT Background: Clinical phase in medical education is education that carried out through the teaching and learning process in the form of clinical and community learning that employs various forms and levels of health services. At clinical phase learning , students are given the opportunity to be involved in health services with the guidance and supervision of clinical supervisors. Clinical supervision has a positive impact on patient health and the knowledge development of medical students. Research Objective: This study aims to determine the clinical supervision overview in the major stage at Teaching Hospital of Faculty of Medicine and Health Sciences Jambi University based on student perceptions. Method: This research is a combination of quantitative research and qualitative research. Quantitative research conducted was a cross sectional study using the Clinical Teaching Effectiveness Instrument (CTEI) questionnaire. The usage of the CTEI questionnaire in this study was to find out the clinical supervision overview in the major stage at Teaching Hospital based on student perceptions. Furthermore, qualitative research was conducted with focus group discussions (FGD) to confirm and explore the perceptions of the students based on the results of questionnaire analysis. Results: Overall, for every 15 items of clinical supervision in each major stage had a mean CTEI score > 3 with a score range of 3.6- 4.1. Range of scores on the Internal Medicine Department 3.2 - 4.7; Pediatric Department 3.4 - 3.8; Surgery Department 3.6 - 4 and Obgyn Department 3.7- 4. Conclusion: Based on the results, it can be concluded that the clinical supervision of the major stages at Teaching Hospital of Faculty of Medicine and Health Sciences Jambi University has been run well. Keywords: clinical supervision, CTEI, medical students ABSTRAK Latar Belakang: Pendidikan kedokteran fase klinik adalah pendidikan kedokteran yang dilaksanakan melalui proses belajar mengajar dalam bentuk pembelajaran klinik dan pembelajaran komunitas yang menggunakan berbagai bentuk dan tingkat pelayanan kesehatan nyata. Pada pembelajaran fase klinik mahasiswa diberi kesempatan terlibat dalam pelayanan kesehatan dengan bimbingan dan pengawasan supervisor klinik . Supervisi klinik memiliki dampak yang positif terhadap kesehatan pasien dan perkembangan pengetahuan mahasiswa kedokteran. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran supervisi klinik di stase mayor Rumah Sakit pendidikan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi berdasarkan persepsi mahasiswa Metode: Penelitian ini merupakan gabungan antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif yang dilakukan merupakan, studi cross sectional dengan menggunakan kuesioner Clinical Teaching Effectiveness Instrument (CTEI). Penggunaan kuesioner CTEI pada penelitian ini untuk mengetahui gambaran supervisi klinik di stase mayor Rumah Sakit pendidikan be
背景:医学教育的临床阶段是通过教学和学习过程中以临床和社区学习的形式进行的教育,采用各种形式和层次的卫生服务。在临床阶段的学习中,学生有机会在临床主管的指导和监督下参与卫生服务。临床督导对病人健康和医学生的知识发展有积极的影响。研究目的:本研究旨在根据学生的认知,确定占壁大学医学与健康科学学院教学医院主要阶段的临床督导概况。方法:本研究采用定量研究与定性研究相结合的方法。定量研究采用临床教学效能量表(CTEI)问卷进行横断面研究。本研究使用CTEI问卷,以学生的认知为基础,了解教学医院主要阶段的临床督导概况。在此基础上,采用焦点小组讨论(focus group discussion, FGD)进行定性研究,以问卷分析结果为基础,对学生的认知进行确认和探讨。结果:总体而言,各主要阶段每15项临床督导的CTEI平均评分> 3,评分范围为3.6 ~ 4.1。内科评分范围为3.2至4.7分;儿科3.4 - 3.8;外科3.6 - 4,妇产科3.7- 4。结论:占壁大学医学与健康科学学院教学医院各主要阶段临床督导工作运行良好。【关键词】临床督导(CTEI)医学生临床督导(CTEI);Pada penbelajaran fase klinik mahasiswa diberi kesempatan terlibat dalam pelayanan kesehatan dengan bimbingan dan pengawasan主管klinik。监事会主席杨振民说:“我相信我的祖国是光明的,我的祖国是光明的。”Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran监督klinik distan市长Rumah Sakit pendidikan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi berdasarkan persepsi mahasiswa方法:Penelitian ini merupakan gabungan antara Penelitian kuantitatif dan Penelitian质量。杨Penelitian kuantitatif dilakukan merupakan,以某截面dengan menggunakan kuesioner临床教学效果(CTEI)工具。彭根南州州长彭根南(pada penelitian i untuk mengetahui gambaran)督查彭根南州市长鲁玛(Rumah Sakit pendidikan berdasarkan persepsi mahasiswa)。Selanjutnya dilakukan penelitian质量管理管理(DKT), DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理,DKT管理。Rentang skor pada Bagian Ilmu penyakit Dalam 3.2 - 4.7;巴吉安·伊尔穆克塞哈坦·阿纳克3.4 - 3.8;巴吉安·伊尔穆·比达3.6比4,巴吉安·奥吉安3.7比4。Kesehatan: Berdasarkan hasil penelitian dapat dispulkan bahwa监督klinis市市长di Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi telah berjalan dengan baik。Kata kunci:监督klinik, CTEI, mahasiswa kedokteran
{"title":"Supervisi Klinik Stase Mayor Pada Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi","authors":"N. N. A. Shafira, A. Syauqy","doi":"10.22437/JMJ.V7I1.7112","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/JMJ.V7I1.7112","url":null,"abstract":" \u0000ABSTRACT \u0000Background: Clinical phase in medical education is education that carried out through the teaching and learning process in the form of clinical and community learning that employs various forms and levels of health services. At clinical phase learning , students are given the opportunity to be involved in health services with the guidance and supervision of clinical supervisors. Clinical supervision has a positive impact on patient health and the knowledge development of medical students. \u0000Research Objective: This study aims to determine the clinical supervision overview in the major stage at Teaching Hospital of Faculty of Medicine and Health Sciences Jambi University based on student perceptions. \u0000Method: This research is a combination of quantitative research and qualitative research. Quantitative research conducted was a cross sectional study using the Clinical Teaching Effectiveness Instrument (CTEI) questionnaire. The usage of the CTEI questionnaire in this study was to find out the clinical supervision overview in the major stage at Teaching Hospital based on student perceptions. Furthermore, qualitative research was conducted with focus group discussions (FGD) to confirm and explore the perceptions of the students based on the results of questionnaire analysis. \u0000Results: Overall, for every 15 items of clinical supervision in each major stage had a mean CTEI score > 3 with a score range of 3.6- 4.1. Range of scores on the Internal Medicine Department 3.2 - 4.7; Pediatric Department 3.4 - 3.8; Surgery Department 3.6 - 4 and Obgyn Department 3.7- 4. \u0000Conclusion: Based on the results, it can be concluded that the clinical supervision of the major stages at Teaching Hospital of Faculty of Medicine and Health Sciences Jambi University has been run well. \u0000Keywords: clinical supervision, CTEI, medical students \u0000 \u0000ABSTRAK \u0000Latar Belakang: Pendidikan kedokteran fase klinik adalah pendidikan kedokteran yang dilaksanakan melalui proses belajar mengajar dalam bentuk pembelajaran klinik dan pembelajaran komunitas yang menggunakan berbagai bentuk dan tingkat pelayanan kesehatan nyata. Pada pembelajaran fase klinik mahasiswa diberi kesempatan terlibat dalam pelayanan kesehatan dengan bimbingan dan pengawasan supervisor klinik . Supervisi klinik memiliki dampak yang positif terhadap kesehatan pasien dan perkembangan pengetahuan mahasiswa kedokteran. \u0000Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran supervisi klinik di stase mayor Rumah Sakit pendidikan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi berdasarkan persepsi mahasiswa \u0000Metode: Penelitian ini merupakan gabungan antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif yang dilakukan merupakan, studi cross sectional dengan menggunakan kuesioner Clinical Teaching Effectiveness Instrument (CTEI). Penggunaan kuesioner CTEI pada penelitian ini untuk mengetahui gambaran supervisi klinik di stase mayor Rumah Sakit pendidikan be","PeriodicalId":409923,"journal":{"name":"JAMBI MEDICAL JOURNAL \"Jurnal Kedokteran dan Kesehatan\"","volume":"77 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131721660","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRACT Background: Current nutritional status issues are no longer focused on malnutrition, but also on excess nutrition that can occur in all age groups, especially vulnerable to occur at a young age. Objective: to assess the effect of intensive clinical nutrition therapy on weight loss, body composition and lipid profile in overweight and obese adolescents. Method: This study was a case control study and was carried out during the months of August - September 2018, where the sample of the study would be antopometric examination, body composition and lipid profile before and after the intervention. Results: there was no significant difference in the effect of intervention between intensive nutrition therapy compared to only nutrition counseling in weight loss, body composition, and lipid profile. Conclusion: Nutritional intervention in the form of intensive nutrition therapy and counseling conducted in this study had significant results in weight loss, lipid profile and body composition in overweight and obese adolescents, although no significant effect was found on the two interventions. Keywords: Nutritional intervention, weight loss, body compotition, lipid profile, overweight, obesitas ABSTRAK Latar belakang: Permasalahan status gizi saat ini bukan lagi hanya terpusat pada kekurangan gizi saja, namun juga pada kelebihan gizi yang dapat terjadi pada semua golongan usia, terutama rentan terjadi pada usia muda. Tujuan: menilai pengaruh terapi gizi klinik intensif terhadap penurunan berat badan, komposisi tubuh dan profil lipid pada remaja overweight dan obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case control dan dilakukan selama bulan Agustus – September 2018, dimana sampel penelitian akan dilakukan pemeriksaan antopometri, komposisi tubuh dan profil lipid sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: tidak terdapat perbedaan pengaruh intervensi secara bermakna antara terapi gizi intensif dibandingkan dengan hanya penyuluhan gizi saja dalam menurunkan berat badan, komposisi tubuh, dan profil lipid. Kesimpulan : intervensi gizi berupa terapi gizi intensif dan penyuluhan yang dilakukan pada penelitian ini memiliki hasil yang bermakna terhadap penurunan berat badan, profil lipid dan komposisi tubuh pada remaja overweight dan obesitas walaupun tidak ditemukan perbedaan yang bermakna dari kedua intervensi tersebut. Kata Kunci: intervensi gizi, penurunan berat badan, komposisi tubuh, profil lipid, overweight, obesitas
摘要背景:当前的营养状况问题不再集中在营养不良上,而是集中在营养过剩上,营养过剩可能发生在所有年龄组,特别是容易发生在年轻时。目的:探讨临床强化营养治疗对超重和肥胖青少年体重减轻、体成分和血脂的影响。方法:本研究为病例对照研究,于2018年8月至9月进行,研究样本为干预前后的体表检查、体成分和血脂。结果:强化营养治疗与单纯营养咨询在减肥、体成分和血脂方面的干预效果无显著差异。结论:本研究中以强化营养治疗和咨询的形式进行的营养干预对超重和肥胖青少年的体重减轻、血脂和身体成分有显著效果,但两种干预均无显著效果。图:menilai pengaruh . terapi . gizi . klinik:高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度、高强度。方法:于2018年9月,在奥古斯特市(Agustus)对Penelitian ini merupakan病例进行对照,对Penelitian akan dilakukan permeriksaan anopometri、komposisi tubuh、血脂脂质皮脂质进行分析。Hasil: tidak terdapat perbedaan pengaruh intervensi secara bermakna antara terapi gizi intensif dibandingkan dengan hanya penyuluhan gizi saja dalam menurunkan berat badan, komposisi tubuh, dan profile脂质。干预因素:干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖;干预因素:肥胖。Kata Kunci:介入性脂肪、脂肪、脂肪、脂肪、超重、肥胖
{"title":"Pengaruh Terapi Gizi Klinik Intensif Terhadap Penurunan Berat Badan, Komposisi Tubuh, dan Profil Lipid pada Remaja Overweight dan Obesitas","authors":"Rita Halim, Raihanah Suzan, Maria Estela Karolina","doi":"10.22437/JMJ.V7I1.7126","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/JMJ.V7I1.7126","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000Background: Current nutritional status issues are no longer focused on malnutrition, but also on excess nutrition that can occur in all age groups, especially vulnerable to occur at a young age. Objective: to assess the effect of intensive clinical nutrition therapy on weight loss, body composition and lipid profile in overweight and obese adolescents. Method: This study was a case control study and was carried out during the months of August - September 2018, where the sample of the study would be antopometric examination, body composition and lipid profile before and after the intervention. Results: there was no significant difference in the effect of intervention between intensive nutrition therapy compared to only nutrition counseling in weight loss, body composition, and lipid profile. Conclusion: Nutritional intervention in the form of intensive nutrition therapy and counseling conducted in this study had significant results in weight loss, lipid profile and body composition in overweight and obese adolescents, although no significant effect was found on the two interventions. \u0000Keywords: Nutritional intervention, weight loss, body compotition, lipid profile, overweight, obesitas \u0000 \u0000ABSTRAK \u0000Latar belakang: Permasalahan status gizi saat ini bukan lagi hanya terpusat pada kekurangan gizi saja, namun juga pada kelebihan gizi yang dapat terjadi pada semua golongan usia, terutama rentan terjadi pada usia muda. Tujuan: menilai pengaruh terapi gizi klinik intensif terhadap penurunan berat badan, komposisi tubuh dan profil lipid pada remaja overweight dan obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case control dan dilakukan selama bulan Agustus – September 2018, dimana sampel penelitian akan dilakukan pemeriksaan antopometri, komposisi tubuh dan profil lipid sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: tidak terdapat perbedaan pengaruh intervensi secara bermakna antara terapi gizi intensif dibandingkan dengan hanya penyuluhan gizi saja dalam menurunkan berat badan, komposisi tubuh, dan profil lipid. Kesimpulan : intervensi gizi berupa terapi gizi intensif dan penyuluhan yang dilakukan pada penelitian ini memiliki hasil yang bermakna terhadap penurunan berat badan, profil lipid dan komposisi tubuh pada remaja overweight dan obesitas walaupun tidak ditemukan perbedaan yang bermakna dari kedua intervensi tersebut. \u0000Kata Kunci: intervensi gizi, penurunan berat badan, komposisi tubuh, profil lipid, overweight, obesitas","PeriodicalId":409923,"journal":{"name":"JAMBI MEDICAL JOURNAL \"Jurnal Kedokteran dan Kesehatan\"","volume":"33 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133591957","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRACT Background: Infertility may give an impact on psychosocial. In Indonesia, the habit of consuming young dates is often done by couples to increase fertility. Estrogen is one of the factors that play a role in the menstrual cycle. The lack of scientific evidence of young dates consumption effects on female reproduction has led to this study. Method: This study used an experimental design using 28 female Sprague-Dawley rats which were randomly divided into 4 groups. Group I to III was given young dates in successive doses: 17 mg, 34 mg, 68 mg per 200 grams of body weight and group IV was given distilled water (aqua dest). The treatment was carried out for 28 days. Estradiol levels were examined before treatment during the proestrus phase which was known from microscopic examination of rat vaginal swabs. The treatment begins during the proestrus phase. Result: There is an increase of mean baseline and post-treatment estradiol levels 24.48 and 25.03 respectively Conclusion: There is no significant increase of B-Estradiol levels of female Spague-Dawley rat uterus as the effect of giving young dates (Phoenix Dactylifera). Keywords: Dates, Β-Estrodiol, Rats ABSTRAK Latar Belakang : Infertilitas dapat memberikan dampak psikososial. Di Indonesia, Kebiasaan mengkonsumsi kurma muda sering dilakukan oleh pasangan untuk meningkatkan kesuburan. Hormon estrogen merupakan salah satu faktor yang berperan dalam siklus menstruasi. Belum adanya bukti ilmiah efek konsumsi buah kurma muda terhadap reproduksi wanita mendorong dilakukannya studi ini. Metode: Penelitian ini menggunakan desain ekperimental menggunakan tikus Sprague dawney betina sebanyak 28 ekor yang dibagi secara acak menjadi 4 kelompok. Kelompok I-III diberikan kurma muda dosis berturut -turut 17 mg, 34 mg, 68 mg per 200 gram BB dan kelompok IV diberikan aquadest. Perlakuan dilakukan selama 28 hari. Kadar hormon estradiol diperiksa sebelum perlakuan saat fase proestrus yang diketahui dari pemeriksaan mikroskopis swab vagina tikus dan sebelum terminasi. Perlakuan dimulai saat fase proestrus. Terminasi dilakukan pada hari ke-29 saat fase proestrus. Hasil: Terdapat peningkatan rerata kadar estradiol baseline dan paska perlakuan adalah 24,48 dan 25,03. Kesimpulan: Tidak terdapat peningkatan yang signifikan kadar B-Estradiol pada uterus tikus Spague Dawney terhadap efek pemberian buah kurma muda (Phoenix Dactylifera). Kata kunci: Kurma, Β-Estrodiol, Tikus
背景:不孕症可能会对心理社会产生影响。在印度尼西亚,夫妻们经常习惯吃年轻的枣子来提高生育能力。雌激素是在月经周期中起作用的因素之一。缺乏科学证据证明年轻的枣子消费对女性生殖的影响,导致了这项研究。方法:采用实验设计,28只雌性Sprague-Dawley大鼠随机分为4组。第一组至第三组分别给予幼枣连续剂量:每200克体重17毫克、34毫克、68毫克,第四组给予蒸馏水(水)。治疗28天。在治疗前检查雌二醇水平在发情期,这是已知的显微镜检查大鼠阴道拭子。治疗开始于发情前期。结果:雌二醇基线水平和治疗后雌二醇水平分别升高24.48和25.03。结论:雌性spaguley - dawley大鼠子宫b -雌二醇水平未因给药而升高。关键词:枣子,Β-Estrodiol,大鼠;在印度尼西亚,Kebiasaan mengkonsumsi kurma muda sering dilakukan oleh pasangan untuk meningkatkan kesuburan。激素雌激素对阳痿、大鼠月经有重要影响。比利时adanya bukti - ilmimik - konsumi - buah - kurma - muda - hahap - perduk - wanita - kimkimi研究。方法:Penelitian ini menggunakan设计实验menggunakan tius Sprague dawney betina sebanyak 28 ekor yang dibagi secara akak menjadi 4 kelompok。克龙波I-III型白藜芦醇-白藜芦醇17毫克,34毫克,68毫克每200克BB丹克龙波IV型白藜芦醇。Perlakuan dilakukan selama 28 hari。卡达尔激素,雌二醇,输卵管输卵管,输卵管输卵管,输卵管输卵管,输卵管输卵管,输卵管输卵管,输卵管输卵管,输卵管输卵管。Perlakuan didiai是一种具有促发情期的动物。Terminasi dilakukan padhake -29是一种促孕激素。[j] . Terdapat peningkatan rerata kadar雌二醇基线dan paska perlakuan adal24,48 dan 25,03.]【关键词】黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪黄芪。Kata kunci: Kurma, Β-Estrodiol, Tikus
{"title":"Pengaruh Pemberian Kurma Muda (Phoenix dactylifera) Terhadap Kadar Esterogen Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)","authors":"A. Fitri, Herlambang Herlambang","doi":"10.22437/JMJ.V7I1.7124","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/JMJ.V7I1.7124","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000Background: Infertility may give an impact on psychosocial. In Indonesia, the habit of consuming young dates is often done by couples to increase fertility. Estrogen is one of the factors that play a role in the menstrual cycle. The lack of scientific evidence of young dates consumption effects on female reproduction has led to this study. \u0000Method: This study used an experimental design using 28 female Sprague-Dawley rats which were randomly divided into 4 groups. Group I to III was given young dates in successive doses: 17 mg, 34 mg, 68 mg per 200 grams of body weight and group IV was given distilled water (aqua dest). The treatment was carried out for 28 days. Estradiol levels were examined before treatment during the proestrus phase which was known from microscopic examination of rat vaginal swabs. The treatment begins during the proestrus phase. \u0000Result: There is an increase of mean baseline and post-treatment estradiol levels 24.48 and 25.03 respectively \u0000Conclusion: There is no significant increase of B-Estradiol levels of female Spague-Dawley rat uterus as the effect of giving young dates (Phoenix Dactylifera). \u0000Keywords: Dates, Β-Estrodiol, Rats \u0000 \u0000ABSTRAK \u0000Latar Belakang : Infertilitas dapat memberikan dampak psikososial. Di Indonesia, Kebiasaan mengkonsumsi kurma muda sering dilakukan oleh pasangan untuk meningkatkan kesuburan. Hormon estrogen merupakan salah satu faktor yang berperan dalam siklus menstruasi. Belum adanya bukti ilmiah efek konsumsi buah kurma muda terhadap reproduksi wanita mendorong dilakukannya studi ini. \u0000Metode: Penelitian ini menggunakan desain ekperimental menggunakan tikus Sprague dawney betina sebanyak 28 ekor yang dibagi secara acak menjadi 4 kelompok. Kelompok I-III diberikan kurma muda dosis berturut -turut 17 mg, 34 mg, 68 mg per 200 gram BB dan kelompok IV diberikan aquadest. Perlakuan dilakukan selama 28 hari. Kadar hormon estradiol diperiksa sebelum perlakuan saat fase proestrus yang diketahui dari pemeriksaan mikroskopis swab vagina tikus dan sebelum terminasi. Perlakuan dimulai saat fase proestrus. Terminasi dilakukan pada hari ke-29 saat fase proestrus. \u0000Hasil: Terdapat peningkatan rerata kadar estradiol baseline dan paska perlakuan adalah 24,48 dan 25,03. \u0000Kesimpulan: Tidak terdapat peningkatan yang signifikan kadar B-Estradiol pada uterus tikus Spague Dawney terhadap efek pemberian buah kurma muda (Phoenix Dactylifera). \u0000Kata kunci: Kurma, Β-Estrodiol, Tikus","PeriodicalId":409923,"journal":{"name":"JAMBI MEDICAL JOURNAL \"Jurnal Kedokteran dan Kesehatan\"","volume":"174 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129461367","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRACT Background : Clinical reasoning is one of the clinical skill competencies that must be owned by a doctor so it needs to be studied and tested. The OSCE is one method of assessment that can be used to assess the achievement of clinical reasoning. OSCE in the third year at Faculty of Medicine Islamic University of Indonesia (FM IUI) has been using clinical case OSCE so that can be used to assess clinical reasoning skill in addition to others clinical skills such as physical examination and clinical procedural skills. This study aimed to evaluate the clinical reasoning skills of students in the third year of the OSCE exam at FM IUI. Methods : The cross sectional study method was used in this study. OSCE test result semesters 5 and 6 of the academic year 2015/2016 collected. Clinical reasoning skills of students in OSCE obtained from the score of the diagnosis ability in clinical case OSCE station. The difference between clinical reasoning skill on each OSCE station and its correlation with the written test on the corresponding block were analyzed. Results: There is differences between clinical reasoning skill in OSCE stations semester 5 and 6. There was no relationship between the score clinical reasoning skills at the OSCE with written test achievement on the corresponding block. Conclusion: The clinical reasoning skills on the OSCE semesters 5 and 6 do not illustrate the clinical reasoning skills of third-year medical students in this study. This study supports the need for further development of the assessment of clinical reasoning skills on the OSCE for medical students. Keywords : clinical reasoning, OSCE, medical student ABSTRAK Latar Belakang: Penalaran klinis atau clinical reasoning merupakan salah satu kompetensi keterampilan klinis yang harus dimiliki oleh seorang dokter sehingga perlu dipelajari dan diujikan. OSCE merupakan salah satu metode assessment yang dapat digunakan untuk menilai pencapaian clinical reasoning. OSCE pada tahun ketiga di FK UII telah menggunakan kasus klinis untuk dapat juga menilai clinical reasoning disamping keterampilan klinis yang lain seperti pemeriksaan fisik dan tindakan prosedural. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan clinical reasoning mahasiswa kedokteran pada ujian OSCE tahun ketiga di FK UII. Metode : Metode yang digunakan adalah cross sectional dari hasil ujian OSCE semester 5 dan 6 tahun akademik 2015/2016. Kemampuan clinical reasoning mahasiswa pada ujian OSCE didapatkan dari nilai kemampuan menegakkan diagnosis pada stasion OSCE yang berupa manajemen kasus klinis. Nilai OSCE direkap pada semua mahasiswa yang mengikuti ujian pada periode tersebut. Analisis dilakukan dengan melihat perbedaan kemampuan clinical reasoning antar station OSCE dan menilai korelasinya dengan ujian tulis pada blok yang bersesuain . Hasil: Terdapat perbedaan kemampuan clinical reasoning antar stasion OSCE baik di semester ke 5 maupun ke 6. Tidak terdapat hubungan antara nilai kema
摘要背景:临床推理是医生必须具备的临床技能能力之一,需要对其进行研究和检验。欧安组织是一种评估方法,可用于评估临床推理的成就。欧安组织在印度尼西亚伊斯兰大学医学院的第三年一直在使用欧安组织的临床病例,以便除了评估身体检查和临床程序技能等其他临床技能外,还可用于评估临床推理技能。本研究旨在评估FM IUI第三年OSCE考试学生的临床推理能力。方法:采用横断面研究方法。收集2015/2016学年第5学期和第6学期欧安组织测试结果。OSCE学生的临床推理能力来源于临床病例OSCE站的诊断能力得分。分析各OSCE考点临床推理能力的差异及其与相应街区笔试成绩的相关性。结果:欧安组织第5学期与第6学期临床推理能力存在差异。在欧安组织的临床推理技能得分与相应块的笔试成绩之间没有关系。结论:OSCE第5学期和第6学期的临床推理能力并不能说明本研究中医三学生的临床推理能力。这项研究支持需要进一步发展欧安组织对医学生临床推理技能的评估。摘要Latar Belakang: Penalaran klinis atau临床推理merupakan salah satu kompetensi keterampilan klinis yang harus dimiliki oleh seorang dokter sehinga perlu dipelajari dan diujikan。欧安组织merupakan salah satu方法评估yang dapat digunakan untuk menilai penapan临床推理。欧洲安全与合作组织(欧安组织)的一项新研究表明,该研究是基于临床推理的,该研究是基于临床推理的,该研究是基于临床推理的,该研究是基于临床推理的。欧洲安全与合作组织(欧安组织):临床推理,临床推理,临床推理,临床推理,临床推理,临床推理,临床推理。Metode yang digunakan adalah横断面dari hasil ujian欧安组织第5学期第6学期tahun akademik 2015/2016。Kemampuan临床推理mahasiswa pada ujian欧安组织didapatkan dari nilai Kemampuan menegakkan诊断pada阶段欧安组织yang berupa管理kasusklinis。欧洲安全与合作组织(欧安组织)的直接合作伙伴关系将于2020年8月1日结束。临床推理站:欧安组织临床推理站:欧安组织临床推理站:欧安组织临床推理站:欧安组织临床推理站:欧安组织临床推理站:欧安组织临床推理站:欧安组织临床推理站:欧安组织临床推理站【翻译】:临床推理在临床阶段的应用。欧洲安全与合作组织(欧安组织),欧洲安全与合作组织(欧安组织),欧洲安全与合作组织,欧洲安全与合作组织,欧洲安全与合作组织,欧洲安全与合作组织,欧洲安全与合作组织。kespulpulan: Kemampuan诊断padadujian欧安组织学期5丹6 tidak menggambarkan Kemampuan临床推理mahasiswa tahun ketiga padpenelitian ini。欧洲安全与合作组织(欧安组织)的临床推理表明,欧洲安全与合作组织(欧安组织)的临床推理表明,欧洲安全与合作组织(欧安组织)的临床推理表明,欧洲安全与合作组织(欧安组织)的临床推理证明了这一点。临床推理,欧安组织,mahasiswa kedokteran
{"title":"KEMAMPUAN CLINICAL REASONING PADA UJIAN OSCE MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN KETIGA","authors":"Diani Puspa Wijaya","doi":"10.22437/JMJ.V7I1.7057","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/JMJ.V7I1.7057","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000Background : Clinical reasoning is one of the clinical skill competencies that must be owned by a doctor so it needs to be studied and tested. The OSCE is one method of assessment that can be used to assess the achievement of clinical reasoning. OSCE in the third year at Faculty of Medicine Islamic University of Indonesia (FM IUI) has been using clinical case OSCE so that can be used to assess clinical reasoning skill in addition to others clinical skills such as physical examination and clinical procedural skills. This study aimed to evaluate the clinical reasoning skills of students in the third year of the OSCE exam at FM IUI. \u0000Methods : The cross sectional study method was used in this study. OSCE test result semesters 5 and 6 of the academic year 2015/2016 collected. Clinical reasoning skills of students in OSCE obtained from the score of the diagnosis ability in clinical case OSCE station. The difference between clinical reasoning skill on each OSCE station and its correlation with the written test on the corresponding block were analyzed. \u0000Results: There is differences between clinical reasoning skill in OSCE stations semester 5 and 6. There was no relationship between the score clinical reasoning skills at the OSCE with written test achievement on the corresponding block. \u0000Conclusion: The clinical reasoning skills on the OSCE semesters 5 and 6 do not illustrate the clinical reasoning skills of third-year medical students in this study. This study supports the need for further development of the assessment of clinical reasoning skills on the OSCE for medical students. \u0000Keywords : clinical reasoning, OSCE, medical student \u0000 \u0000ABSTRAK \u0000Latar Belakang: Penalaran klinis atau clinical reasoning merupakan salah satu kompetensi keterampilan klinis yang harus dimiliki oleh seorang dokter sehingga perlu dipelajari dan diujikan. OSCE merupakan salah satu metode assessment yang dapat digunakan untuk menilai pencapaian clinical reasoning. OSCE pada tahun ketiga di FK UII telah menggunakan kasus klinis untuk dapat juga menilai clinical reasoning disamping keterampilan klinis yang lain seperti pemeriksaan fisik dan tindakan prosedural. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan clinical reasoning mahasiswa kedokteran pada ujian OSCE tahun ketiga di FK UII. \u0000Metode : Metode yang digunakan adalah cross sectional dari hasil ujian OSCE semester 5 dan 6 tahun akademik 2015/2016. Kemampuan clinical reasoning mahasiswa pada ujian OSCE didapatkan dari nilai kemampuan menegakkan diagnosis pada stasion OSCE yang berupa manajemen kasus klinis. Nilai OSCE direkap pada semua mahasiswa yang mengikuti ujian pada periode tersebut. Analisis dilakukan dengan melihat perbedaan kemampuan clinical reasoning antar station OSCE dan menilai korelasinya dengan ujian tulis pada blok yang bersesuain . \u0000Hasil: Terdapat perbedaan kemampuan clinical reasoning antar stasion OSCE baik di semester ke 5 maupun ke 6. Tidak terdapat hubungan antara nilai kema","PeriodicalId":409923,"journal":{"name":"JAMBI MEDICAL JOURNAL \"Jurnal Kedokteran dan Kesehatan\"","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132162300","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}