Pub Date : 2018-03-05DOI: 10.33751/wahana.v1i10.653
N. Utami
AbstractLagu sebagai sebuah wacana merupakan media komunikasi yang efektif antara pen cipta dan penyanyi sebagai komunikator dan penikmat lagu tersebut sebagai komunikan. Melalui rancangan kualitatif, penelitian kecil ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeta hui kritik sosial yang disampaikan dalam lagu They Dont Care about Us yang dinyanyikan Michael Jackson dan adakah kemungkinan kritik tersebut menjadi inspirasi bagi perubahan sosial dalam masyarakat. Dengan metode analisis deskriptif dan teknik studi pustaka dalam kerangka analisis wacana kritis, diketahui bahwa dalam lagu tersebut terdapat kritik mengenai fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Pertama adalah kritik mengenai sikap abai pemerintah terhadap sekelompok masyarakat, dan kedua adalah pengungkapan mengenai perlakuan terkait dengan ras di wilayah tersebut (Brasil).Kata kunci: Analisis Wacana Kritis, Kritik Sosial, Perbedaan Ras
{"title":"KRITIK SOSIAL DALAM LAGU THEY DON�T CARE ABOUT US","authors":"N. Utami","doi":"10.33751/wahana.v1i10.653","DOIUrl":"https://doi.org/10.33751/wahana.v1i10.653","url":null,"abstract":"AbstractLagu sebagai sebuah wacana merupakan media komunikasi yang efektif antara pen cipta dan penyanyi sebagai komunikator dan penikmat lagu tersebut sebagai komunikan. Melalui rancangan kualitatif, penelitian kecil ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeta hui kritik sosial yang disampaikan dalam lagu They Dont Care about Us yang dinyanyikan Michael Jackson dan adakah kemungkinan kritik tersebut menjadi inspirasi bagi perubahan sosial dalam masyarakat. Dengan metode analisis deskriptif dan teknik studi pustaka dalam kerangka analisis wacana kritis, diketahui bahwa dalam lagu tersebut terdapat kritik mengenai fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Pertama adalah kritik mengenai sikap abai pemerintah terhadap sekelompok masyarakat, dan kedua adalah pengungkapan mengenai perlakuan terkait dengan ras di wilayah tersebut (Brasil).Kata kunci: Analisis Wacana Kritis, Kritik Sosial, Perbedaan Ras","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"100 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-03-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122899861","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-03-05DOI: 10.33751/wahana.v1i10.654
M. Muslim
AbstrakTulisan singkat ini dibuat berdasarkan pada fenomenafenomena masih sering dijum painya sejumlah indikasi yang merefleksikan banyaknya peneliti yang belum menggunakan varianvarian yang ada dalam penelitian. Tulisan ini disampaikan secara konseptual dengan berdasar pada beberapa aspek dalam varian penelitian, di antaranya adalah: (1) Paradigma penelitian ; (2) Pendekatan penelitian; (3)Metode penelitian; (4) dan Jenis penelitian dalam ilmu komunikas. Tujuan tulisan ini secara umum untuk membedakan paradigma, pendeka tan, metode dan jenisjenis Penelitani guna mengembangkan atau menyusun proposal/ran cangan usulan penelitian.Kata kunci: Metode Penelitain Ilmu Komunikasi, Varian Penelitian
{"title":"VARIAN-VARIAN PARADIGMA, PENDEKATAN, METODE, DAN JENIS PENELITIAN DALAM ILMU KOMUNIKASI","authors":"M. Muslim","doi":"10.33751/wahana.v1i10.654","DOIUrl":"https://doi.org/10.33751/wahana.v1i10.654","url":null,"abstract":"AbstrakTulisan singkat ini dibuat berdasarkan pada fenomenafenomena masih sering dijum painya sejumlah indikasi yang merefleksikan banyaknya peneliti yang belum menggunakan varianvarian yang ada dalam penelitian. Tulisan ini disampaikan secara konseptual dengan berdasar pada beberapa aspek dalam varian penelitian, di antaranya adalah: (1) Paradigma penelitian ; (2) Pendekatan penelitian; (3)Metode penelitian; (4) dan Jenis penelitian dalam ilmu komunikas. Tujuan tulisan ini secara umum untuk membedakan paradigma, pendeka tan, metode dan jenisjenis Penelitani guna mengembangkan atau menyusun proposal/ran cangan usulan penelitian.Kata kunci: Metode Penelitain Ilmu Komunikasi, Varian Penelitian","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-03-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133638075","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-03-05DOI: 10.33751/wahana.v1i13.665
Langgeng Prima Anggradinata
AbstrakKarya sastra Tiongkok tidak dapat dilepaskan dari realitas masyarakatnya pada suatu zaman. Oleh sebab itu, karya sastra selalu menjadi cermin mentalitas, peristiwa, dan kehidupan masyarakat Tiongkok. Lu Xun, sebagai sastrawan yang berkarya pada masa transisi dari pemerintahan Dinasti Qing ke pemerintahan republik, merekam dengan baik kondisi masyarakat pada zaman itu melalui karya sastra. Melalui cerpen Catatan Harian Orang Gila, Lu Xun mengajukan ketidakpuasannya dengan kondisi masyarakat Tiongkok pada masa itu yang masih memegang teguh pada Konfusianisme, tradisionalisme, dan feodalisme. Dalam cerpen tersebut, tokoh Aku (orang gila) muncul sebagai tokoh yang tidak sejalan dengan zaman (epistem ), oleh sebab itu ia dianggap gila. Kegilaan itu tentu saja lahir atas penilaian sosial dan ilmu pengetahuan (psikologi) untuk mengukuhkan kekuasaan (dominasi). Pendekatan Michel Foucault mengenai kekuasaan dan kegilaan digunakan untuk mendapatkan makna yang dalam pada cerpen ini. Unsur interinsik (terutama tokoh dan penokohan) menjadi pintu masuk untuk melihat hubungan kegilaan, epistem , ilmu pengetahuan, dan kekuasaan dalam cerpen. Hubungan-hubungan itu membentuk suatu makna dalam cerpen ini, yaitu penguasaan terhadap subjek (tokoh Aku).Kata kunci: Lu Xun, kegilaan, kekuasaan, Foucault
{"title":"KONSEP KEGILAAN DAN KEKUASAAN MICHEL FOUCAULT DALAM CERPEN �CATATAN HARIAN ORANG GILA� KARYA LU XUN","authors":"Langgeng Prima Anggradinata","doi":"10.33751/wahana.v1i13.665","DOIUrl":"https://doi.org/10.33751/wahana.v1i13.665","url":null,"abstract":"AbstrakKarya sastra Tiongkok tidak dapat dilepaskan dari realitas masyarakatnya pada suatu zaman. Oleh sebab itu, karya sastra selalu menjadi cermin mentalitas, peristiwa, dan kehidupan masyarakat Tiongkok. Lu Xun, sebagai sastrawan yang berkarya pada masa transisi dari pemerintahan Dinasti Qing ke pemerintahan republik, merekam dengan baik kondisi masyarakat pada zaman itu melalui karya sastra. Melalui cerpen Catatan Harian Orang Gila, Lu Xun mengajukan ketidakpuasannya dengan kondisi masyarakat Tiongkok pada masa itu yang masih memegang teguh pada Konfusianisme, tradisionalisme, dan feodalisme. Dalam cerpen tersebut, tokoh Aku (orang gila) muncul sebagai tokoh yang tidak sejalan dengan zaman (epistem ), oleh sebab itu ia dianggap gila. Kegilaan itu tentu saja lahir atas penilaian sosial dan ilmu pengetahuan (psikologi) untuk mengukuhkan kekuasaan (dominasi). Pendekatan Michel Foucault mengenai kekuasaan dan kegilaan digunakan untuk mendapatkan makna yang dalam pada cerpen ini. Unsur interinsik (terutama tokoh dan penokohan) menjadi pintu masuk untuk melihat hubungan kegilaan, epistem , ilmu pengetahuan, dan kekuasaan dalam cerpen. Hubungan-hubungan itu membentuk suatu makna dalam cerpen ini, yaitu penguasaan terhadap subjek (tokoh Aku).Kata kunci: Lu Xun, kegilaan, kekuasaan, Foucault","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-03-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117081970","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-03-05DOI: 10.33751/wahana.v1i10.651
Yuni Yuniarti
AbstrakBahasa memiliki kekuatan besar yang tersembunyi dalam operasi kekuasaan. Perkem bangan bahasa sangat ditentukan juga oleh perkembangan zaman. Teori feminis menganggap bahasa sebagai simbol dari sikap patriarkis, dan distribusi seksual mengenai peran dan status. Sastra memanfaatkan bahasa sebagai mediumnya, sehingga mencermati perkembangan sastra sama halnya dengan mencermati perkembangan masyarakat, pemikiran dan kebudayaan.Kata kunci: Feminis, Penulis Perempuan, Operasi Kekuasaan
{"title":"BAHASA PENULIS PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF FEMINIS","authors":"Yuni Yuniarti","doi":"10.33751/wahana.v1i10.651","DOIUrl":"https://doi.org/10.33751/wahana.v1i10.651","url":null,"abstract":"AbstrakBahasa memiliki kekuatan besar yang tersembunyi dalam operasi kekuasaan. Perkem bangan bahasa sangat ditentukan juga oleh perkembangan zaman. Teori feminis menganggap bahasa sebagai simbol dari sikap patriarkis, dan distribusi seksual mengenai peran dan status. Sastra memanfaatkan bahasa sebagai mediumnya, sehingga mencermati perkembangan sastra sama halnya dengan mencermati perkembangan masyarakat, pemikiran dan kebudayaan.Kata kunci: Feminis, Penulis Perempuan, Operasi Kekuasaan","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-03-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130333123","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-03-05DOI: 10.33751/wahana.v1i12.657
Tiara Puspanidra
AbstractThis research is based on the poor performance of government employee, especially in enviromental management. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor as the government institution responsible for enviromental issues that need to improve the enviromental quality so can be enjoyed by all the citizen. Employee performance can be affectted by organizational communication climate and organizational behavior, where a good communication climate can result in job satisfaction of employee. Employees who have job satisfaction tends to increase its performance. Improved performance of the individual in the end can increase the productivity of the organization. Organizational behavior can improve the ability of the manager/supervisor in understanding other/the employess. Also can improve the quality and productivity of employee with a way to show employer how to empower them, to design and implement change programs, improving service and helping employees cope with work-life conflict and establish a healthy working climate. Accordingly, this study aims to determine the extent of the influence of communication climate and organizational behavior on employees performance. This research is quantitative, using survey method, which is distributing questionnaires using saturated sampling technique or census. The result showed that there are positive relationship between organizational communication climate and organizational behavior, either partially or simultaneously on employee performance. So, in order to improve the employee performance in Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, communication climate and organizational behavior also needs to improved.Keywords: Organizational Communication Climate, Organizational Behavior, Performance, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor
摘要本研究是基于政府工作人员绩效不佳,特别是在环境管理方面。Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor是负责环境问题的政府机构,需要改善环境质量,以便所有公民都能享受。员工绩效受组织沟通氛围和组织行为的影响,良好的沟通氛围可以提高员工的工作满意度。有工作满意度的员工往往会提高工作绩效。个人绩效的提高最终会提高组织的生产力。组织行为学可以提高管理者/主管理解他人/员工的能力。还可以提高员工的质量和生产力,向雇主展示如何赋予他们权力,设计和实施变革计划,改善服务,帮助员工应对工作与生活的冲突,建立健康的工作氛围。因此,本研究旨在确定沟通氛围和组织行为对员工绩效的影响程度。本研究是定量的,使用调查方法,即使用饱和抽样技术或人口普查分发问卷。结果表明,组织沟通氛围与组织行为之间存在部分或同时影响员工绩效的正向关系。因此,为了提高Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor的员工绩效,还需要改善沟通氛围和组织行为。关键词:组织沟通氛围,组织行为,绩效,Dinas Kebersihan and Pertamanan Kota茂物
{"title":"PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI DAN PERILAKU ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi pada Pegawai Negeri Sipil Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor)","authors":"Tiara Puspanidra","doi":"10.33751/wahana.v1i12.657","DOIUrl":"https://doi.org/10.33751/wahana.v1i12.657","url":null,"abstract":"AbstractThis research is based on the poor performance of government employee, especially in enviromental management. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor as the government institution responsible for enviromental issues that need to improve the enviromental quality so can be enjoyed by all the citizen. Employee performance can be affectted by organizational communication climate and organizational behavior, where a good communication climate can result in job satisfaction of employee. Employees who have job satisfaction tends to increase its performance. Improved performance of the individual in the end can increase the productivity of the organization. Organizational behavior can improve the ability of the manager/supervisor in understanding other/the employess. Also can improve the quality and productivity of employee with a way to show employer how to empower them, to design and implement change programs, improving service and helping employees cope with work-life conflict and establish a healthy working climate. Accordingly, this study aims to determine the extent of the influence of communication climate and organizational behavior on employees performance. This research is quantitative, using survey method, which is distributing questionnaires using saturated sampling technique or census. The result showed that there are positive relationship between organizational communication climate and organizational behavior, either partially or simultaneously on employee performance. So, in order to improve the employee performance in Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, communication climate and organizational behavior also needs to improved.Keywords: Organizational Communication Climate, Organizational Behavior, Performance, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-03-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122476249","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-03-05DOI: 10.33751/wahana.v1i12.659
Ismail Taufik Rusfien
AbstractCommunication is the process of delivering a message. Humans can share the experience they have in the form of music owned by its songwriter delivered to the recipient of the message. In September 2016, the music band Nirvana celebrates 25 years of the album called Nevermind. The famous song in the album is Smells Like Teen Spirit whose lyrics were created by Kurt Cobain lead singer and lead guitarist for the band. Qualitative research is subjective nature aims to determine the logic of the message in the lyrics of the song using the method of discourse analysis. The result of research in communications message shows the lyrics in the song logic expressive message comes from thoughts and feelings about the imperfections, teenage life, equality and freedom.Keywords: discourse analysis, song, music, logic message, communication
摘要通信是传递消息的过程。人类可以把自己的经历以歌曲作者拥有的音乐的形式传递给信息的接收者。2016年9月,涅槃乐队庆祝专辑《Nevermind》发行25周年。专辑中的著名歌曲《Smells Like Teen Spirit》的歌词是由乐队主唱兼首席吉他手Kurt Cobain创作的。质性研究是一种主观性研究,其目的是利用语篇分析的方法来确定歌曲歌词中信息的逻辑。对传播信息的研究结果表明,歌曲中的歌词逻辑表达信息来自于对不完美、青少年生活、平等和自由的思考和感受。关键词:语篇分析,歌曲,音乐,逻辑信息,交际
{"title":"LOGIKA PESAN KOMUNIKASI MUSIK DALAM LIRIK LAGU �SMELLS LIKE TEEN SPIRIT�","authors":"Ismail Taufik Rusfien","doi":"10.33751/wahana.v1i12.659","DOIUrl":"https://doi.org/10.33751/wahana.v1i12.659","url":null,"abstract":"AbstractCommunication is the process of delivering a message. Humans can share the experience they have in the form of music owned by its songwriter delivered to the recipient of the message. In September 2016, the music band Nirvana celebrates 25 years of the album called Nevermind. The famous song in the album is Smells Like Teen Spirit whose lyrics were created by Kurt Cobain lead singer and lead guitarist for the band. Qualitative research is subjective nature aims to determine the logic of the message in the lyrics of the song using the method of discourse analysis. The result of research in communications message shows the lyrics in the song logic expressive message comes from thoughts and feelings about the imperfections, teenage life, equality and freedom.Keywords: discourse analysis, song, music, logic message, communication","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-03-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128995022","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-01-29DOI: 10.33751/wahana.v24i1.2354
M. .
Universitas atau perguruan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah menengah atas yang mencakup pendidikan diploma, sarjarana, pasca sarjana hingga doktor. Sekolah merupakan lembaga sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan dan mencetak generasi yang unggul. Guru bimbingan konseling pasti dimiliki oleh setiap sekolah, hal ini agar bisa membantu siswa apabila sedang menghadapi masalah baik dalam kegiatan belajar maupun masalah lainnya. Dalam hal menentukan jurusan universitas, siswa juga membutuhkan guru bimbingan konseling sebagai tempat untuk mengeluarkan keluh kesah terkait dengan penentuan jurusan untuk masuk di universitas. Agar komunikasi interpersonal berjalan baik antara guru bimbingan konseling dan siswa-siswi, diperlukan sikap-sikap positif yang bisa membantu dalam terjadinya komunikasi interpersonal. Selain itu, agar guru bimbingan konseling juga bisa mengetahui apa yang sedang dihadapi oleh siswa-siswi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagimana pola komunikasi yang terjadi, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi siswa dalam menentukan jurusan universitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk triangulasi yaitu menggunakan triangulasi sumber data dengan melakukan wawancara mendalam kepada guru bimbingan konseling SMA Negeri 7 Bogor
{"title":"POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA GURU BIMBINGAN KONSELING TERHADAP KEPUTUSAN SISWA SMAIT UMMUL QURO BOGOR DALAM MENENTUKAN JURUSAN UNIVERSITAS","authors":"M. .","doi":"10.33751/wahana.v24i1.2354","DOIUrl":"https://doi.org/10.33751/wahana.v24i1.2354","url":null,"abstract":"Universitas atau perguruan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah menengah atas yang mencakup pendidikan diploma, sarjarana, pasca sarjana hingga doktor. Sekolah merupakan lembaga sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan dan mencetak generasi yang unggul. Guru bimbingan konseling pasti dimiliki oleh setiap sekolah, hal ini agar bisa membantu siswa apabila sedang menghadapi masalah baik dalam kegiatan belajar maupun masalah lainnya. Dalam hal menentukan jurusan universitas, siswa juga membutuhkan guru bimbingan konseling sebagai tempat untuk mengeluarkan keluh kesah terkait dengan penentuan jurusan untuk masuk di universitas. Agar komunikasi interpersonal berjalan baik antara guru bimbingan konseling dan siswa-siswi, diperlukan sikap-sikap positif yang bisa membantu dalam terjadinya komunikasi interpersonal. Selain itu, agar guru bimbingan konseling juga bisa mengetahui apa yang sedang dihadapi oleh siswa-siswi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagimana pola komunikasi yang terjadi, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi siswa dalam menentukan jurusan universitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk triangulasi yaitu menggunakan triangulasi sumber data dengan melakukan wawancara mendalam kepada guru bimbingan konseling SMA Negeri 7 Bogor","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"62 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-01-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124190581","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2016-01-05DOI: 10.33751/wahana.v1i13.672
Indun Roosiani
AbstractIndun RoosianiEntering the Meiji era, which marks the end of the feudal era has greatly changed the lives of Japanese society. The existence of the closing period of the country (political sakoku) which lasted for approximately 250 years, causing various government policies can not necessarily change just like the life of the common. The policies adopted by Meiji's new government cover various fields, such as in family life, law and employment. Similarly, the position and role of Japanese women, has undergone many changes when compared with the previous period.The life and attitudes of Japanese women have undergone tremendous changes in the last 15 years or so of the younger generation. Japanese women can enjoy unprecedented freedom with diver. However, the relationship between men and women has not changed much, as illustrated by some experts as dansei joui, josei yuui (superior male, dominant female).Every country always has a difference in positioning women in social life, as well as Japan. Japan as a country known to be very homogeneous also has a different view, especially before and after the Meiji era. The changes occurring as a result of the Meiji Restoration are not very significant for most Japanese women, because the paradigm that has been rooted for more than 2 centuries is not easy to change the condition of Japanese women.Keywords: women, traditional, Meiji Age, beliefs
{"title":"KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT JEPANG","authors":"Indun Roosiani","doi":"10.33751/wahana.v1i13.672","DOIUrl":"https://doi.org/10.33751/wahana.v1i13.672","url":null,"abstract":"AbstractIndun RoosianiEntering the Meiji era, which marks the end of the feudal era has greatly changed the lives of Japanese society. The existence of the closing period of the country (political sakoku) which lasted for approximately 250 years, causing various government policies can not necessarily change just like the life of the common. The policies adopted by Meiji's new government cover various fields, such as in family life, law and employment. Similarly, the position and role of Japanese women, has undergone many changes when compared with the previous period.The life and attitudes of Japanese women have undergone tremendous changes in the last 15 years or so of the younger generation. Japanese women can enjoy unprecedented freedom with diver. However, the relationship between men and women has not changed much, as illustrated by some experts as dansei joui, josei yuui (superior male, dominant female).Every country always has a difference in positioning women in social life, as well as Japan. Japan as a country known to be very homogeneous also has a different view, especially before and after the Meiji era. The changes occurring as a result of the Meiji Restoration are not very significant for most Japanese women, because the paradigm that has been rooted for more than 2 centuries is not easy to change the condition of Japanese women.Keywords: women, traditional, Meiji Age, beliefs","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-01-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125503393","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2012-12-01DOI: 10.33751/wahana.v26i2.2772
M. Muslim
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana terpaan film “Sexy Killers” bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor, untuk mengidentifikasi tingkat kepercayaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor, untuk menganalisis pengaruh terpaan film “Sexy Killers” terhadap kepercayaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor pada pemerintah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan cara penelitian survei. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Institut Pertanian Bogor dengan responden sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Data kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Uji statistik dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 22.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Berdasarkan hasil dari analisis terpaan film “Sexy Killers” bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor menunjukkan mayoritas responden menjawab memberikan tanggapan yang berbeda-beda. Ditinjau dari indikator frekuensi, responden menonton film Sexy Killers pada inti cerita film tersebut sehingga responden mempercepat dalam menontonnya. Hal ini agar pesan yang disampaikan film tersebut dapat dipahami secara mendalam. Pada indikator durasi mayoritas responden mengerti pesan dalam film Sexy Killers pada durasi pada 9 menit – 10 menit. Dengan diputarnya film Sexy Killers ini dapat memberikan pengetahuan bagi mahasiswa dalam dunia pertambangan di Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang diluangkan untuk menonton film Sexy Killers, semakin besar terpaan tayangan film, 2) Berdasarkan hasil dari analisis tingkat kepercayaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor menunjukkan mayoritas responden ragu-ragu dari setiap pernyataan yang diajukan dengan kebenaran isi pesan film tersebut sehingga mahasiswa perlu mengkonfirmasi kembali dengan mencari berbagai sumber informasi yang disampaikan terhadap pernyataan yang diajukan, 3) terdapat pengaruh terpaan film “Sexy Killers” terhadap kepercayaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor pada pemerintah. Hal ini dapat terlihat pada hasil uji-t diperoleh t-hitung sebesar 4,594 dengan tingkat probabilitas (sig) kurang dari 0,05 adalah 0,000. Kata Kunci: film sexy killers,kepercayaan mahasiswa, pengaruh terpaan media Abstract : This study aims to identify how the exposure of the film "Sexy Killers" for students of the Bogor Institute of Agriculture, to identify the level of trust of students of the Bogor Institute of Agriculture, to analyze the effect of the exposure of the film "Sexy Killers" on the confidence of students of the Bogor Institute of Agriculture in the presidential election. The method used in this research is quantitative descriptive survey research. This research was conducted at Bogor Agricultural University Students with a total of 100 respondents. The sampling technique used in this study is a probability sampling technique with a simple random s
{"title":"PENGARUH TERPAAN FILM SEXY KILLERS TERHADAP KEPERCAYAAN MAHASISWA PADA PEMILIHAN PRESIDEN 2019 (STUDI KASUS PADA MAHASISWA INSTITUT PERTANIAN BOGOR)","authors":"M. Muslim","doi":"10.33751/wahana.v26i2.2772","DOIUrl":"https://doi.org/10.33751/wahana.v26i2.2772","url":null,"abstract":"Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana terpaan film “Sexy Killers” bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor, untuk mengidentifikasi tingkat kepercayaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor, untuk menganalisis pengaruh terpaan film “Sexy Killers” terhadap kepercayaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor pada pemerintah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan cara penelitian survei. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Institut Pertanian Bogor dengan responden sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Data kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Uji statistik dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 22.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Berdasarkan hasil dari analisis terpaan film “Sexy Killers” bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor menunjukkan mayoritas responden menjawab memberikan tanggapan yang berbeda-beda. Ditinjau dari indikator frekuensi, responden menonton film Sexy Killers pada inti cerita film tersebut sehingga responden mempercepat dalam menontonnya. Hal ini agar pesan yang disampaikan film tersebut dapat dipahami secara mendalam. Pada indikator durasi mayoritas responden mengerti pesan dalam film Sexy Killers pada durasi pada 9 menit – 10 menit. Dengan diputarnya film Sexy Killers ini dapat memberikan pengetahuan bagi mahasiswa dalam dunia pertambangan di Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang diluangkan untuk menonton film Sexy Killers, semakin besar terpaan tayangan film, 2) Berdasarkan hasil dari analisis tingkat kepercayaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor menunjukkan mayoritas responden ragu-ragu dari setiap pernyataan yang diajukan dengan kebenaran isi pesan film tersebut sehingga mahasiswa perlu mengkonfirmasi kembali dengan mencari berbagai sumber informasi yang disampaikan terhadap pernyataan yang diajukan, 3) terdapat pengaruh terpaan film “Sexy Killers” terhadap kepercayaan mahasiswa Institut Pertanian Bogor pada pemerintah. Hal ini dapat terlihat pada hasil uji-t diperoleh t-hitung sebesar 4,594 dengan tingkat probabilitas (sig) kurang dari 0,05 adalah 0,000. Kata Kunci: film sexy killers,kepercayaan mahasiswa, pengaruh terpaan media Abstract : This study aims to identify how the exposure of the film \"Sexy Killers\" for students of the Bogor Institute of Agriculture, to identify the level of trust of students of the Bogor Institute of Agriculture, to analyze the effect of the exposure of the film \"Sexy Killers\" on the confidence of students of the Bogor Institute of Agriculture in the presidential election. The method used in this research is quantitative descriptive survey research. This research was conducted at Bogor Agricultural University Students with a total of 100 respondents. The sampling technique used in this study is a probability sampling technique with a simple random s","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2012-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127871239","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2008-08-01DOI: 10.33751/wahana.v24i1.890
Sonnya Heliantina Dewi, Hanif Eka Cahyono
ABSTRACTPenelitian ini berkaitan dengan anak yang mampu menerima masukan dari lingkungan. Pada umumnya, tahap pertama bagi anak adalah dengan menyerap nilai-nilai sosiokultur dengan cara meniru. Subjek penelitian adalah seorang anak perempuan berusia 3:7 dari sebuah keluarga Indonesia. Anak ini menerima bahasa dan budaya Jepang melalui program tayangan anak-anak di saluran televisi NHK. Fokus penelitian adalah pengaruh tayangan ini kepada anak, terutama penggunaan bahasa Jepang dan kial yang dilakukannya. Data dikumpulkan dengan cara mengobservasi keluarga subjek (Dewi, 2017). Kami menemukan bahwa anak dapat memahami dan menggunakan bahasa Jepang secara tepat.KEYWORDS: language socialization, language use, child language, gestures.
{"title":"INDIRECT LANGUAGE AND CULTURE INFLUENCE THROUGH JAPANESE KIDS TELEVISION PROGRAM*","authors":"Sonnya Heliantina Dewi, Hanif Eka Cahyono","doi":"10.33751/wahana.v24i1.890","DOIUrl":"https://doi.org/10.33751/wahana.v24i1.890","url":null,"abstract":"ABSTRACTPenelitian ini berkaitan dengan anak yang mampu menerima masukan dari lingkungan. Pada umumnya, tahap pertama bagi anak adalah dengan menyerap nilai-nilai sosiokultur dengan cara meniru. Subjek penelitian adalah seorang anak perempuan berusia 3:7 dari sebuah keluarga Indonesia. Anak ini menerima bahasa dan budaya Jepang melalui program tayangan anak-anak di saluran televisi NHK. Fokus penelitian adalah pengaruh tayangan ini kepada anak, terutama penggunaan bahasa Jepang dan kial yang dilakukannya. Data dikumpulkan dengan cara mengobservasi keluarga subjek (Dewi, 2017). Kami menemukan bahwa anak dapat memahami dan menggunakan bahasa Jepang secara tepat.KEYWORDS: language socialization, language use, child language, gestures.","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2008-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123691704","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}