Pub Date : 2023-12-02DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.518
Sayatman Sayatman, Naufan Noordyanto, Putri Dwitasari, P. Hakim
Pondok Pesantren selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, juga berfungsi sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi. Salahsatu upaya pemerintah Jawa Timur dalam rangka pemberdayaan ekonomi pesantren adalah melalui program OPOP (One Pesantren One Product), dimana setiap Pondok Pesantren diharapkan dapat menghasilkan sedikitnya satu produk unggulan yang siap dipasarkan. Cukup banyak produk-produk hasil kreativitas pesantren yang memiliki potensi ekonomis dan berpeluang untuk dikembangkan pemasarannya. Namun demikian sebagian dari produk-produk tersebut belum ditunjang dengan kemasan yang baik dan optimal. Program pengabdian kepada masyarakat (Abmas) ini bertujuan membantu produk-produk tersebut supaya semakin baik dan berkualitas dari sisi kemasannya sehingga akan semakin memiliki daya saing di pasar. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan santri dan koperasi pondok pesantren. Target sasaran dari kegiatan ini adalah UKM pesantren yang terafiliasi dalam Program OPOP Jawa Timur. Program kegiatan ini juga sejalan dengan program Abmas ITS dalam menciptakan atmosfer yang kondusif bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sesuai kompetensinya di masyarakat. Sesuai skala prioritas, dari kegiatan ini sudah dihasilkan 200 desain logo merek brand dan lebih dari 240 buah desain kemasan yang sudah diserahkan secara simbolik kepada Sekjen OPOP Jawa Timur.
{"title":"Gerakan 1000 Desain Kemasan Produk OPOP Jawa Timur (One Pesantren One Product)","authors":"Sayatman Sayatman, Naufan Noordyanto, Putri Dwitasari, P. Hakim","doi":"10.12962/j26139960.v8i1.518","DOIUrl":"https://doi.org/10.12962/j26139960.v8i1.518","url":null,"abstract":"Pondok Pesantren selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, juga berfungsi sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi. Salahsatu upaya pemerintah Jawa Timur dalam rangka pemberdayaan ekonomi pesantren adalah melalui program OPOP (One Pesantren One Product), dimana setiap Pondok Pesantren diharapkan dapat menghasilkan sedikitnya satu produk unggulan yang siap dipasarkan. Cukup banyak produk-produk hasil kreativitas pesantren yang memiliki potensi ekonomis dan berpeluang untuk dikembangkan pemasarannya. Namun demikian sebagian dari produk-produk tersebut belum ditunjang dengan kemasan yang baik dan optimal. Program pengabdian kepada masyarakat (Abmas) ini bertujuan membantu produk-produk tersebut supaya semakin baik dan berkualitas dari sisi kemasannya sehingga akan semakin memiliki daya saing di pasar. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan santri dan koperasi pondok pesantren. Target sasaran dari kegiatan ini adalah UKM pesantren yang terafiliasi dalam Program OPOP Jawa Timur. Program kegiatan ini juga sejalan dengan program Abmas ITS dalam menciptakan atmosfer yang kondusif bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sesuai kompetensinya di masyarakat. Sesuai skala prioritas, dari kegiatan ini sudah dihasilkan 200 desain logo merek brand dan lebih dari 240 buah desain kemasan yang sudah diserahkan secara simbolik kepada Sekjen OPOP Jawa Timur.","PeriodicalId":493097,"journal":{"name":"Sewagati","volume":"9 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"138606824","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-12-01DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.906
Zainul Muhibbin, Soedarso Soedarso, S. H. B. Harmadi, Moh. Saifulloh, Fairuz Zahirah Zihni Hamdan, Khairun Nisa, Deti Rahmawati, Muhammad Ubaidillah Al Mustofa
Kehadiran pesantren, sebagai salah satu bentuk institusi pendidikan yang dapat bersama-sama dengan institusi pendidikan lainnya mencetak generasi muda yang beriman, berbudi luhur, berakhlak mulia serta memiliki pengetahuan yang memadai. Pesantren di masa sekarang bertugas tidak hanya memberikan pengetahuan berbasis keagamaan Islam, akan tetapi juga memberikan kesempatan kepada santri untuk mengembangkan diri melalui keterampilan dan kreativitas. Pesantren dituntut untuk mengalami proses transformasi dibidang peran di masyarakat. Di masa sebelumnya, pesantren hanya berfokus pada dimensi agama, akan tetapi di masa sekarang pesantren dituntut untuk juga dapat berkontribusi dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat. Departemen Studi Pembangunan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini bermaksud ingin memaksimalkan pengembangan keterampilan para santri Pondok Pesantren Nurul Haromain 93 ‘Ribath Tahfidz Al-Qur’an Al-Fauzi’ berupa pelatihan keterampilan seni dakwah, tilawah, dan kaligrafi. Selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim menemukan bahwa santri dan santriwati belum pernah menerima pelatihan serupa, sehingga mereka memiliki ketertarikan dan semangat yang tinggi untuk belajar. Para santri dan santriwati sangat antusias dalam mencoba mempraktikkan seni dakwah, tilawah, dan kaligrafi. Meski belum memiliki kepercayaan diri yang maksimal, pada akhir kegiatan mereka mampu mencoba, dan mulai menyadari bahwa keterampilan yang diasah tersebut dapat menjadi potensi kewirausahaan menuju santripreneurship. Kemampuan inilah yang siap mendongkrak kesuksesan melalui inovasi dan kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
{"title":"Pengembangan Santri Kreatif melalui Peningkatan Keterampilan Seni Islam dan Sumber Daya Pendukung di Pondok Pesantren Nurul Haromain 93 “Ribath Tahfidz Al-Qur’an Al-Fauzi”","authors":"Zainul Muhibbin, Soedarso Soedarso, S. H. B. Harmadi, Moh. Saifulloh, Fairuz Zahirah Zihni Hamdan, Khairun Nisa, Deti Rahmawati, Muhammad Ubaidillah Al Mustofa","doi":"10.12962/j26139960.v8i1.906","DOIUrl":"https://doi.org/10.12962/j26139960.v8i1.906","url":null,"abstract":"Kehadiran pesantren, sebagai salah satu bentuk institusi pendidikan yang dapat bersama-sama dengan institusi pendidikan lainnya mencetak generasi muda yang beriman, berbudi luhur, berakhlak mulia serta memiliki pengetahuan yang memadai. Pesantren di masa sekarang bertugas tidak hanya memberikan pengetahuan berbasis keagamaan Islam, akan tetapi juga memberikan kesempatan kepada santri untuk mengembangkan diri melalui keterampilan dan kreativitas. Pesantren dituntut untuk mengalami proses transformasi dibidang peran di masyarakat. Di masa sebelumnya, pesantren hanya berfokus pada dimensi agama, akan tetapi di masa sekarang pesantren dituntut untuk juga dapat berkontribusi dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat. Departemen Studi Pembangunan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini bermaksud ingin memaksimalkan pengembangan keterampilan para santri Pondok Pesantren Nurul Haromain 93 ‘Ribath Tahfidz Al-Qur’an Al-Fauzi’ berupa pelatihan keterampilan seni dakwah, tilawah, dan kaligrafi. Selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim menemukan bahwa santri dan santriwati belum pernah menerima pelatihan serupa, sehingga mereka memiliki ketertarikan dan semangat yang tinggi untuk belajar. Para santri dan santriwati sangat antusias dalam mencoba mempraktikkan seni dakwah, tilawah, dan kaligrafi. Meski belum memiliki kepercayaan diri yang maksimal, pada akhir kegiatan mereka mampu mencoba, dan mulai menyadari bahwa keterampilan yang diasah tersebut dapat menjadi potensi kewirausahaan menuju santripreneurship. Kemampuan inilah yang siap mendongkrak kesuksesan melalui inovasi dan kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.","PeriodicalId":493097,"journal":{"name":"Sewagati","volume":" 42","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"138614039","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kabupaten Banyuwangi masih menjadi produsen buah naga terbesar di Indonesia, dengan hasil panen pada tahun 2020 mencapai 82.544 ton yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 80% pasokan buah naga di Indonesia berasal dari Banyuwangi. Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu penghasil buah naga terbesar dengan lahan seluas 273 Ha digunakan untuk budidaya buah naga. Dalam budidayanya, inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi. Salah satunya penggunaan lampu neon berwarna kuning yang dinyalakan pada malam hari untuk mempercepat dan memperbesar panen. Jumlah lampu neon yang banyak akan mengonsumsi listrik yang besar juga. Selaras dengan hal tersebut, dibutuhkan biaya yang besar juga. Oleh karena itu, diadakan Abmas dengan menerapkan teknologi berupa panel surya yang terintegrasi battery storage guna menunjang penerangan lampu pada lahan pertanian buah naga. Dengan adanya alat tersebut, penggunaan listrik dari PLN akan berkurang karena sebagian telah disediakan oleh panel surya dan battery storage. Abmas dibagi menjadi 4 tahap, yaitu tahap persiapan yang berkaitan dengan peninjauan lokasi secara langsung untuk memeriksa kembali permasalahan dan solusi terkait, tahap penyuluhan yang memberi penyuluhan kepada masyarakat Desa Sukorejo terkait sistem yang digunakan, tahap pengadaan yang meliputi pengadaan alat-alat serta penunjang, dan tahap instalasi perakitan PLTS yang terintegrasi dengan battery storage. Kegiatan ini memiliki kegunaan dalam meningkatkan efisiensi pertanian buah naga di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi yakni dengan membantu dengan mengurangi biaya operasional melalui penggunaan sumber daya energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. Sekaligus menjadi model pertama pemanfaatan sumber daya energi baru terbarukan, mengingat besarnya potensi ini di Desa Sukorejo.
{"title":"Implementasi Photovoltaic Terintegrasi Battery Storage guna Menunjang Penerangan pada Kebun Buah Naga Desa Sukorejo","authors":"Dimas Fajar Uman Putra, Ontoseno Penangsang, Rony Seto Wibowo, Ni Ketut Aryani","doi":"10.12962/j26139960.v7i6.794","DOIUrl":"https://doi.org/10.12962/j26139960.v7i6.794","url":null,"abstract":"Kabupaten Banyuwangi masih menjadi produsen buah naga terbesar di Indonesia, dengan hasil panen pada tahun 2020 mencapai 82.544 ton yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 80% pasokan buah naga di Indonesia berasal dari Banyuwangi. Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu penghasil buah naga terbesar dengan lahan seluas 273 Ha digunakan untuk budidaya buah naga. Dalam budidayanya, inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi. Salah satunya penggunaan lampu neon berwarna kuning yang dinyalakan pada malam hari untuk mempercepat dan memperbesar panen. Jumlah lampu neon yang banyak akan mengonsumsi listrik yang besar juga. Selaras dengan hal tersebut, dibutuhkan biaya yang besar juga. Oleh karena itu, diadakan Abmas dengan menerapkan teknologi berupa panel surya yang terintegrasi battery storage guna menunjang penerangan lampu pada lahan pertanian buah naga. Dengan adanya alat tersebut, penggunaan listrik dari PLN akan berkurang karena sebagian telah disediakan oleh panel surya dan battery storage. Abmas dibagi menjadi 4 tahap, yaitu tahap persiapan yang berkaitan dengan peninjauan lokasi secara langsung untuk memeriksa kembali permasalahan dan solusi terkait, tahap penyuluhan yang memberi penyuluhan kepada masyarakat Desa Sukorejo terkait sistem yang digunakan, tahap pengadaan yang meliputi pengadaan alat-alat serta penunjang, dan tahap instalasi perakitan PLTS yang terintegrasi dengan battery storage. Kegiatan ini memiliki kegunaan dalam meningkatkan efisiensi pertanian buah naga di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi yakni dengan membantu dengan mengurangi biaya operasional melalui penggunaan sumber daya energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. Sekaligus menjadi model pertama pemanfaatan sumber daya energi baru terbarukan, mengingat besarnya potensi ini di Desa Sukorejo.","PeriodicalId":493097,"journal":{"name":"Sewagati","volume":"5 5","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135167950","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-24DOI: 10.12962/j26139960.v7i6.798
Muhammad Fuad, Riezky Purnama Sari, Chairuddin Chairuddin, Fairus Fairus, Aileen Tan Shau Hwai, Rini Mastuti
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mancang Merupakan salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) milik Desa Meunasah Mancang. Salah satu usaha yang ditekuni BUMDes ini adalah peternakan domba. Sulitnya pakan hijauan pada saat musim hujan akibat lahan terendam banjir, kurangnya tenaga kandang serta pengolahan pakan silase yang telah dilakukan sejauh ini masih kurang baik. Tujuan dilakukannya kegiatan ini yaitu meningkatkan kinerja sehingga lebih efesien, dan memperbaiki pakan silase sehingga lebih baik dan tahan lama. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu: Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi transfer teknologi, pelatihan pembuatan silase, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini diketahui bahwa peningkatan BUMDes Mancang dalam mengolah pakan silase telah meningkat hingga 90% dan silase yang dihasilkan mampu bertahan hingga dua minggu. Pemanfaatan mesin chopper mampu meningkatkan efesiensi waktu dan menghemat tenaga kerja yang sebelumya diselesaikan dalam waktu 2 jam/siklus pengolahan silase kini diselesaikan cukup 15 menit. Pengembangan peternakan lebih modern sangat dibutukan seperti inovasi pemilihan induk berkualitas, dan proses reproduksi sehingga BUMDes Mancang menjadi UKM yang mandiri.
{"title":"Transfer Teknologi dan Manajeman Silase pada Pakan Domba di BUMDes Mancang pada Program Matching Fund","authors":"Muhammad Fuad, Riezky Purnama Sari, Chairuddin Chairuddin, Fairus Fairus, Aileen Tan Shau Hwai, Rini Mastuti","doi":"10.12962/j26139960.v7i6.798","DOIUrl":"https://doi.org/10.12962/j26139960.v7i6.798","url":null,"abstract":"Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mancang Merupakan salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) milik Desa Meunasah Mancang. Salah satu usaha yang ditekuni BUMDes ini adalah peternakan domba. Sulitnya pakan hijauan pada saat musim hujan akibat lahan terendam banjir, kurangnya tenaga kandang serta pengolahan pakan silase yang telah dilakukan sejauh ini masih kurang baik. Tujuan dilakukannya kegiatan ini yaitu meningkatkan kinerja sehingga lebih efesien, dan memperbaiki pakan silase sehingga lebih baik dan tahan lama. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu: Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi transfer teknologi, pelatihan pembuatan silase, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini diketahui bahwa peningkatan BUMDes Mancang dalam mengolah pakan silase telah meningkat hingga 90% dan silase yang dihasilkan mampu bertahan hingga dua minggu. Pemanfaatan mesin chopper mampu meningkatkan efesiensi waktu dan menghemat tenaga kerja yang sebelumya diselesaikan dalam waktu 2 jam/siklus pengolahan silase kini diselesaikan cukup 15 menit. Pengembangan peternakan lebih modern sangat dibutukan seperti inovasi pemilihan induk berkualitas, dan proses reproduksi sehingga BUMDes Mancang menjadi UKM yang mandiri.","PeriodicalId":493097,"journal":{"name":"Sewagati","volume":"139 3","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135321763","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki berbagai jenis hasil laut yang seharusnya bisa dinikmati oleh seluruh penduduk di Indonesia. Mantan Menteri Kelautan penduduk Indonesia seringkali menyampaikan untuk senantiasa mengkonsumsi ikan laut. Kecamatan Bulak termasuk wilayah Surabaya Utara yang memproduksi olahan ikan asap dengan berbagai macam olahan hasil laut seperti ikan pari, ikan cikalan dan ikan lainnya yang masih memakai alat seadanya sehingga proses pengukusan, penggorengan olahan ikan asap tidak dapat maksimal dan pemasaran belum efisien. Pada kesempatan ini tim pengabdian mengidentifikasi permasalahan tersebut dan UKM Bunda diberikan solusi agar dapat meningkatkan perekonomian. Metode yang dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, pendampingan, pelatihan, monitoring dan evaluasi di lapangan pada UKM Bunda produksi olahan ikan asap hasil laut. Penggunaan alat Frying Pan dan Steamer berteknologi sebagai proses produksi olahan ikan asap yang efisien, dan efektif serta produk tetap higienis dan berkualitas. Selanjutnya memberikan pelatihan kreatifitas dan berinovasi dalam pembuatan produk olahan ikan asap serta pemasaran secara e-marketing kepada mitra satu dan dua. Inovasi dan kreatifitas harus dilakukan untuk mengantisipasi kejenuhan konsumen, sehingga kegiatan pemasaran e-commerce agar produk dikenal di Jawa Timur maupun luar pulau. Dengan adanya program pengabdian ini, UKM Bunda berkontribusi dengan aktif mengikuti pelatihan dan pendampingan kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan prokes pada masa new normal.
{"title":"Diversifikasi Olahan Ikan Asap Iwak Obong: Pemberdayaan Wanita Pesisir Berdaya Saing Tinggi pada Masa New-normal","authors":"R. Mohamad Atok, Soehardjoepri Soehardjoepri, Muslichah Erma Widiana, Mahmudah Enny Widyaningrum, Meidyta Sinantryana Widyaswari","doi":"10.12962/j26139960.v7i6.507","DOIUrl":"https://doi.org/10.12962/j26139960.v7i6.507","url":null,"abstract":"Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki berbagai jenis hasil laut yang seharusnya bisa dinikmati oleh seluruh penduduk di Indonesia. Mantan Menteri Kelautan penduduk Indonesia seringkali menyampaikan untuk senantiasa mengkonsumsi ikan laut. Kecamatan Bulak termasuk wilayah Surabaya Utara yang memproduksi olahan ikan asap dengan berbagai macam olahan hasil laut seperti ikan pari, ikan cikalan dan ikan lainnya yang masih memakai alat seadanya sehingga proses pengukusan, penggorengan olahan ikan asap tidak dapat maksimal dan pemasaran belum efisien. Pada kesempatan ini tim pengabdian mengidentifikasi permasalahan tersebut dan UKM Bunda diberikan solusi agar dapat meningkatkan perekonomian. Metode yang dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, pendampingan, pelatihan, monitoring dan evaluasi di lapangan pada UKM Bunda produksi olahan ikan asap hasil laut. Penggunaan alat Frying Pan dan Steamer berteknologi sebagai proses produksi olahan ikan asap yang efisien, dan efektif serta produk tetap higienis dan berkualitas. Selanjutnya memberikan pelatihan kreatifitas dan berinovasi dalam pembuatan produk olahan ikan asap serta pemasaran secara e-marketing kepada mitra satu dan dua. Inovasi dan kreatifitas harus dilakukan untuk mengantisipasi kejenuhan konsumen, sehingga kegiatan pemasaran e-commerce agar produk dikenal di Jawa Timur maupun luar pulau. Dengan adanya program pengabdian ini, UKM Bunda berkontribusi dengan aktif mengikuti pelatihan dan pendampingan kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan prokes pada masa new normal.","PeriodicalId":493097,"journal":{"name":"Sewagati","volume":"125 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135781741","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Keamanan siber penting karena digunakan untuk melindungi semua informasi/data dari pencurian dan kerusakan. Termasuk data sensitif, informasi identitas pribadi, informasi pribadi, kekayaan intelektual, tidak terkecuali pada sistem informasi website pemerintahan. Tanpa keamanan siber, organisasi pemerintahan tidak dapat mempertahankan diri, menjadikannya target bagi penjahat dunia maya. Tes penetrasi adalah salah satu metode yang dapat mengetahui keamanan. Tes Penetrasi, dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai penetration test, pentest atau ethical hack, adalah serangan siber simulasi resmi pada sistem komputer, dilakukan untuk mengevaluasi keamanan sistem. Sedikit berbeda dengan penilaian kerentanan. Tes dilakukan untuk mengidentifikasi kelemahan (juga disebut sebagai kerentanan), termasuk potensi pihak yang tidak berwenang untuk mendapatkan akses ke fitur dan data sistem, serta kekuatan, memungkinkan penilaian risiko penuh untuk diselesaikan. Dengan dilakukannya tes penetrasi website di lingkungan pemerintahan Kota Surabaya diharapkan akan meningkatkan kualitas dan ketersediaan layanan kepada masyarakat.
{"title":"Pendampingan Analisis Vulnerability dan Hardening pada Website Pemerintah Kota Surabaya","authors":"Bambang Setiawan, Febriliyan Samopa, Izzat Aulia Akbar, Nisfu Asrul Sani, Bekti Cahyo Hidayanto, Yogantara S. Dharmawan","doi":"10.12962/j26139960.v7i6.624","DOIUrl":"https://doi.org/10.12962/j26139960.v7i6.624","url":null,"abstract":"Keamanan siber penting karena digunakan untuk melindungi semua informasi/data dari pencurian dan kerusakan. Termasuk data sensitif, informasi identitas pribadi, informasi pribadi, kekayaan intelektual, tidak terkecuali pada sistem informasi website pemerintahan. Tanpa keamanan siber, organisasi pemerintahan tidak dapat mempertahankan diri, menjadikannya target bagi penjahat dunia maya. Tes penetrasi adalah salah satu metode yang dapat mengetahui keamanan. Tes Penetrasi, dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai penetration test, pentest atau ethical hack, adalah serangan siber simulasi resmi pada sistem komputer, dilakukan untuk mengevaluasi keamanan sistem. Sedikit berbeda dengan penilaian kerentanan. Tes dilakukan untuk mengidentifikasi kelemahan (juga disebut sebagai kerentanan), termasuk potensi pihak yang tidak berwenang untuk mendapatkan akses ke fitur dan data sistem, serta kekuatan, memungkinkan penilaian risiko penuh untuk diselesaikan. Dengan dilakukannya tes penetrasi website di lingkungan pemerintahan Kota Surabaya diharapkan akan meningkatkan kualitas dan ketersediaan layanan kepada masyarakat.","PeriodicalId":493097,"journal":{"name":"Sewagati","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136077815","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-17DOI: 10.12962/j26139960.v7i6.629
Gontjang Prajitno, Gatut Yudoyono, Yono Hadi Pramono, Sudarsono Sudarsono, M. Arief Bustomi
Optika merupakan salah satu topik dalam pelajaran IPA yang diajarkan di SMP/MTs. Pada topik ini, kebanyakan siswa-siswa SMP/MTS mengalami kesulitan dalam hal pemahaman konsep tentang optika terutama pada bagian optika fisis. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Salah satu faktor tersebut adalah keketerbatasan fasilitas dan pengetahuan guru untuk dapat praktik langsung mengamati peristiwa optika fisis seperti interferensi cahaya. Dari hasil diskusi dengan guru-guru SMP/MTS diperoleh informasi bahwa guru-guru mengeluhkan sulitnya melaksanakan praktikum fisika khususnya optika fisis seperti difraksi dan interferensi. Akibatnya, banyak sekolah yang tidak melaksanakan praktikum optika fisis, karena keterbatasan peralatan praktikum dan kurangnya kreativitas guru untuk membuat alat peraga sederhana yang dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa optika fisis. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim dosen departemen Fisika FSAD ITS memberikan solusi terhadap permasalahan keterbatasan peralatan dan kurangnya kreativitas guru dengan cara membuat peralatan praktikum sederhana untuk penenalan optika fisis. Peralatan praktikum sederhana ini adalah tentang percobaan interferensi cahaya yang dapat dibuat dengan biaya murah. Kegiatan praktikum ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi siswa-siswa SMP/MTS di daerah pedesaan seperti MTs Dusun Bulu Desa Candimulyo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun.
{"title":"Pengenalan Optika Fisis di MTs Bulu Candimulyo Madiun melalui Praktikum dengan Peralatan Sederhana","authors":"Gontjang Prajitno, Gatut Yudoyono, Yono Hadi Pramono, Sudarsono Sudarsono, M. Arief Bustomi","doi":"10.12962/j26139960.v7i6.629","DOIUrl":"https://doi.org/10.12962/j26139960.v7i6.629","url":null,"abstract":"Optika merupakan salah satu topik dalam pelajaran IPA yang diajarkan di SMP/MTs. Pada topik ini, kebanyakan siswa-siswa SMP/MTS mengalami kesulitan dalam hal pemahaman konsep tentang optika terutama pada bagian optika fisis. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Salah satu faktor tersebut adalah keketerbatasan fasilitas dan pengetahuan guru untuk dapat praktik langsung mengamati peristiwa optika fisis seperti interferensi cahaya. Dari hasil diskusi dengan guru-guru SMP/MTS diperoleh informasi bahwa guru-guru mengeluhkan sulitnya melaksanakan praktikum fisika khususnya optika fisis seperti difraksi dan interferensi. Akibatnya, banyak sekolah yang tidak melaksanakan praktikum optika fisis, karena keterbatasan peralatan praktikum dan kurangnya kreativitas guru untuk membuat alat peraga sederhana yang dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa optika fisis. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim dosen departemen Fisika FSAD ITS memberikan solusi terhadap permasalahan keterbatasan peralatan dan kurangnya kreativitas guru dengan cara membuat peralatan praktikum sederhana untuk penenalan optika fisis. Peralatan praktikum sederhana ini adalah tentang percobaan interferensi cahaya yang dapat dibuat dengan biaya murah. Kegiatan praktikum ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi siswa-siswa SMP/MTS di daerah pedesaan seperti MTs Dusun Bulu Desa Candimulyo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun.","PeriodicalId":493097,"journal":{"name":"Sewagati","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136077812","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-17DOI: 10.12962/j26139960.v7i6.493
Hafidz Ridho, Andita Nirmala
Implementasi teknologi 3D-Printer saat ini sudah banyak diterapkan di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia, salah satunya adalah UMKM penyedia jasa cetak 3 Dimensi (3D) yang terletak di Keputih, Sukolilo, Surabaya. Karena usia yang tergolong muda, UMKM amatan belum mempunyai standar terkait proses, kualitas, maupun pengendalian risiko. Pengabdian ini memprioritaskan pada analisis risiko terutama pada operasi mesin 3D-Printer, dimana proses tersebut adalah hal yang krusial karena UMKM tersebut mengandalkan aktivitas bisnis hanya pada satu mesin saja, yang apabila rusak maka produksi tidak akan bisa berjalan. Analisis risiko menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dipilih karena UMKM tersebut belum mendokumentasikan kegagalan yang pernah terjadi, sehingga metode yang bersifat induktif dan bottom-up lebih tepat untuk digunakan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah membantu UMKM mengelola risiko kegagalan proses cetak 3 Dimensi menggunakan FMEA. Berdasarkan FMEA, dapat diketahui bahwa terdapat 3 mode kegagalan yang memiliki nilai severity diatas 5 dan terdapat 4 mode kegagalan yang memiliki nilai severity 3-4 dan occurrence >4. Rekomendasi perbaikan untuk menurunkan nilai Risk Priority Number (RPN) telah diberikan dalam pembahasan.
{"title":"Analisis Risiko Kegagalan Mesin Cetak Tiga Dimensi Berbasis Fused Deposition Modelling pada UMKM Jasa 3D-Printing di Surabaya","authors":"Hafidz Ridho, Andita Nirmala","doi":"10.12962/j26139960.v7i6.493","DOIUrl":"https://doi.org/10.12962/j26139960.v7i6.493","url":null,"abstract":"Implementasi teknologi 3D-Printer saat ini sudah banyak diterapkan di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia, salah satunya adalah UMKM penyedia jasa cetak 3 Dimensi (3D) yang terletak di Keputih, Sukolilo, Surabaya. Karena usia yang tergolong muda, UMKM amatan belum mempunyai standar terkait proses, kualitas, maupun pengendalian risiko. Pengabdian ini memprioritaskan pada analisis risiko terutama pada operasi mesin 3D-Printer, dimana proses tersebut adalah hal yang krusial karena UMKM tersebut mengandalkan aktivitas bisnis hanya pada satu mesin saja, yang apabila rusak maka produksi tidak akan bisa berjalan. Analisis risiko menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dipilih karena UMKM tersebut belum mendokumentasikan kegagalan yang pernah terjadi, sehingga metode yang bersifat induktif dan bottom-up lebih tepat untuk digunakan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah membantu UMKM mengelola risiko kegagalan proses cetak 3 Dimensi menggunakan FMEA. Berdasarkan FMEA, dapat diketahui bahwa terdapat 3 mode kegagalan yang memiliki nilai severity diatas 5 dan terdapat 4 mode kegagalan yang memiliki nilai severity 3-4 dan occurrence >4. Rekomendasi perbaikan untuk menurunkan nilai Risk Priority Number (RPN) telah diberikan dalam pembahasan.","PeriodicalId":493097,"journal":{"name":"Sewagati","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136077813","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-16DOI: 10.12962/j26139960.v7i6.553
Dini Adni Navastara, Nanik Suciati, Chastine Fatichah, Handayani Tjandrasa
Model pembelajaran yang efektif diperlukan oleh setiap Lembaga Pendidikan. Di era digital ini, teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pembelajaran tersebut. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan canggih tentunya akan membuat pengelola pendidikan, khususnya guru/pengajar akan semakin berupaya untuk meningkatkan kompetensinya mempelajari teknologi dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Sekolah Dasar Negeri Sutorejo I/240 Surabaya merupakan salah satu sekolah dasar negeri yang turut serta dalam pengembangan materi pembelajaran pada program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yaitu Rumah Belajar. Agar bahan materi pembelajaran menarik, terstruktur dan interaktif, maka guru menyusun materi pembelajaran dengan berbasis multimedia. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, dilakukan kegiatan pelatihan pemanfaatan teknologi informasi, seperti Microsoft PowerPoint untuk menyusun materi pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Kegiatan terbagi menjadi empat tahap yaitu persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan dilakukan secara hybrid, yaitu daring dan luring di Laboratorium Pemrograman I Teknik Informatika ITS. Dan pelaksanaan evaluasi dilakukan secara luring di SDN Sutorejo I/240, Surabaya. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta pelatihan yaitu guru dapat mengimplementasikan materi pelatihan dengan baik, sehingga peserta didik lebih tertarik dengan pembelajaran menggunakan Microsoft PowerPoint.
{"title":"Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Penyusunan Materi Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif pada SDN Sutorejo I/240 Surabaya","authors":"Dini Adni Navastara, Nanik Suciati, Chastine Fatichah, Handayani Tjandrasa","doi":"10.12962/j26139960.v7i6.553","DOIUrl":"https://doi.org/10.12962/j26139960.v7i6.553","url":null,"abstract":"Model pembelajaran yang efektif diperlukan oleh setiap Lembaga Pendidikan. Di era digital ini, teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pembelajaran tersebut. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan canggih tentunya akan membuat pengelola pendidikan, khususnya guru/pengajar akan semakin berupaya untuk meningkatkan kompetensinya mempelajari teknologi dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Sekolah Dasar Negeri Sutorejo I/240 Surabaya merupakan salah satu sekolah dasar negeri yang turut serta dalam pengembangan materi pembelajaran pada program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yaitu Rumah Belajar. Agar bahan materi pembelajaran menarik, terstruktur dan interaktif, maka guru menyusun materi pembelajaran dengan berbasis multimedia. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, dilakukan kegiatan pelatihan pemanfaatan teknologi informasi, seperti Microsoft PowerPoint untuk menyusun materi pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Kegiatan terbagi menjadi empat tahap yaitu persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan dilakukan secara hybrid, yaitu daring dan luring di Laboratorium Pemrograman I Teknik Informatika ITS. Dan pelaksanaan evaluasi dilakukan secara luring di SDN Sutorejo I/240, Surabaya. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta pelatihan yaitu guru dapat mengimplementasikan materi pelatihan dengan baik, sehingga peserta didik lebih tertarik dengan pembelajaran menggunakan Microsoft PowerPoint.","PeriodicalId":493097,"journal":{"name":"Sewagati","volume":"136 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136183051","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-16DOI: 10.12962/j26139960.v7i6.757
Ilmatus Sa’diyah, Abdul Hamid, Gading Adian Kun Saidan, Jafni Fara Zahirah, Nabila Eka Ramadhani
Kemampuan menulis ilmiah guru masih rendah, dipicu oleh keadaan para guru yang belum memiliki wawasan cukup tentang teknik menulis ilmiah, terutama dalam menyusun artikel ilmiah hasil penelitian tindakan kelas (PTK). Beberapa guru diketahui belum mengetahui detail tentang teknis pelaksanaan PTK dan penulisan artikel ilmiah hasil PTK yang sudah dilakukan. Dengan PTK, guru bisa melakukan evaluasi terhadap pembelajaran yang sudah dilaksanakan dan bisa mengedukasi guru yang lain dengan kreativitas mengajarnya di kelas. Hal ini dialami oleh bapak dan ibu guru di SMPN 2 Balongbendo. Guru belum mengetahui teknik yang tepat untuk melaksanakan PTK dan memublikasikannya ke dalam artikel ilmiah. Guru pun belum mengenal fitur media pendukung yang bisa digunakan untuk memudahkan guru dalam melaksanakan PTK dan menulis artikel ilmiah. Oleh karena itu tim pengabdian melakukan kegiatan berupa peningkatan profesionalisme guru melalui pendampingan menulis artikel ilmiah hasil penelitian Tindakan kelas dengan media Google Scholar dan Mendeley (GSM). Pada kegiatan ini guru akan didampingi dalam menulis artikel ilmiah hasil PTK hingga bisa submit pada jurnal ilmiah. Hasil pengabdian kepada masyarakat melalui kuesioner dari google form yang telah diisi para guru menunjukkan sebanyak 33,3% menjawab sangat sesuai dan 66,7% menjawab sesuai terkait materi yang telah disampaikan. Sedangkan sebanyak 66,7% menjawab sesuai dan 33,3% menjawab sangat sesuai terkait kesesuaian aplikasi Mendeley dan Google Scholar dalam meningkatkan kemampuan menulis para guru.
{"title":"Pelatihan Guru di SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo melalui Pendampingan Menulis Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Tindakan Kelas Menggunakan Media Pendukung Google Scholar dan Mendeley (GSM)","authors":"Ilmatus Sa’diyah, Abdul Hamid, Gading Adian Kun Saidan, Jafni Fara Zahirah, Nabila Eka Ramadhani","doi":"10.12962/j26139960.v7i6.757","DOIUrl":"https://doi.org/10.12962/j26139960.v7i6.757","url":null,"abstract":"Kemampuan menulis ilmiah guru masih rendah, dipicu oleh keadaan para guru yang belum memiliki wawasan cukup tentang teknik menulis ilmiah, terutama dalam menyusun artikel ilmiah hasil penelitian tindakan kelas (PTK). Beberapa guru diketahui belum mengetahui detail tentang teknis pelaksanaan PTK dan penulisan artikel ilmiah hasil PTK yang sudah dilakukan. Dengan PTK, guru bisa melakukan evaluasi terhadap pembelajaran yang sudah dilaksanakan dan bisa mengedukasi guru yang lain dengan kreativitas mengajarnya di kelas. Hal ini dialami oleh bapak dan ibu guru di SMPN 2 Balongbendo. Guru belum mengetahui teknik yang tepat untuk melaksanakan PTK dan memublikasikannya ke dalam artikel ilmiah. Guru pun belum mengenal fitur media pendukung yang bisa digunakan untuk memudahkan guru dalam melaksanakan PTK dan menulis artikel ilmiah. Oleh karena itu tim pengabdian melakukan kegiatan berupa peningkatan profesionalisme guru melalui pendampingan menulis artikel ilmiah hasil penelitian Tindakan kelas dengan media Google Scholar dan Mendeley (GSM). Pada kegiatan ini guru akan didampingi dalam menulis artikel ilmiah hasil PTK hingga bisa submit pada jurnal ilmiah. Hasil pengabdian kepada masyarakat melalui kuesioner dari google form yang telah diisi para guru menunjukkan sebanyak 33,3% menjawab sangat sesuai dan 66,7% menjawab sesuai terkait materi yang telah disampaikan. Sedangkan sebanyak 66,7% menjawab sesuai dan 33,3% menjawab sangat sesuai terkait kesesuaian aplikasi Mendeley dan Google Scholar dalam meningkatkan kemampuan menulis para guru.","PeriodicalId":493097,"journal":{"name":"Sewagati","volume":"19 5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136183235","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}