Pub Date : 2020-06-01DOI: 10.32493/SASINDO.V8I1.82-96
Rizqi Hidayatulloh, Tri Pujiati
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk register pada iklan properti di media online OLX. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data diperoleh melalui media online OLX dengan memfokuskan pada bentuk register yang terdapat pada iklan ptroperti. Data dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga dapat mewakili jumlah data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa register yang terdapat pada kategori iklan properti dapat dikelompokkan berdasarkan bentuk tunggal sebanyak 27 register atau sebesar 52,94%. Berdasarkan bentuknya, diperoleh 24 register dalam bentuk kompleks atau sebesar 47,06%, bentuk kompleks terdiri dari afiksasi sebanyak 3 register dan abreviasi sebanyak 21 register. Hasil penelitian menunjukkan bahwa register yang dimiliki oleh masing-masing iklan properti bervariasi sesuai dengan fungsinya masing-masing dan sesuai dengan ragam bahasa yang digunakan dalam iklan.
{"title":"BENTUK REGIBENTUK REGISTER PADA IKLAN PROPERTI DALAM SITUS JUAL BELI ONLINE OLX","authors":"Rizqi Hidayatulloh, Tri Pujiati","doi":"10.32493/SASINDO.V8I1.82-96","DOIUrl":"https://doi.org/10.32493/SASINDO.V8I1.82-96","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk register pada iklan properti di media online OLX. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data diperoleh melalui media online OLX dengan memfokuskan pada bentuk register yang terdapat pada iklan ptroperti. Data dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga dapat mewakili jumlah data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa register yang terdapat pada kategori iklan properti dapat dikelompokkan berdasarkan bentuk tunggal sebanyak 27 register atau sebesar 52,94%. Berdasarkan bentuknya, diperoleh 24 register dalam bentuk kompleks atau sebesar 47,06%, bentuk kompleks terdiri dari afiksasi sebanyak 3 register dan abreviasi sebanyak 21 register. Hasil penelitian menunjukkan bahwa register yang dimiliki oleh masing-masing iklan properti bervariasi sesuai dengan fungsinya masing-masing dan sesuai dengan ragam bahasa yang digunakan dalam iklan.","PeriodicalId":126752,"journal":{"name":"Jurnal Sasindo UNPAM","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129557571","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-01DOI: 10.32493/SASINDO.V8I1.97-119
Zamzam Nurhuda, A AhmadMadaDhoni
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna khusus jargon yang digunakan di Lingkungan Pengemudi Gojek Taman Alfa Indah Joglo dan fungsi bahasa yang merepresentasikan penggunaan jargon di Lingkungan Pengemudi Gojek Taman Alfa Indah Joglo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah Lingkungan Pengemudi Gojek Taman Alfa Indah Joglo. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik simak/sadap sebagai teknik dasarnya dan lanjutannya menggunakan teknik simak libat cakap dan teknik simak bebas libat cakap dengan metode cakap bertemu muka. Penyimakan terhadap dialog antarpengemudi dijaring melalui teknik rekam dengan menggunakan perekam berupa handphone. Pengumpulan data jargon ditranskip dalam bentuk teks dialog. Hasil penelitian menemukan data jargon sebanyak 34 jargon dari masing-masing bentuk, di antaranya: 5 jargon bentuk kata benda (nomina) di antaranya pantat, pancingan, nitik, skema, kardus. 8 jargon bentuk kata kerja (verba) di antaranya sesar, nge-bid, kacar, pantekin, nge-flash, ngalong, tembakin, gas. 10 bentuk kata sifat (adjektiva) di antaranya budek, bleged, begelap, gacor, ceki, paud, anyep, polos, penggaris, under. 1 jargon bentuk kata ganti pronomina (ganti sebutan) yaitu ther. 3 jargon bentuk frasa verba di antaranya putar balik, balik kanan, nangis darah. 1 jargon bentuk frasa adjektiva yaitu satu-satu acan. 6 jargon bentuk akronim di antaranya tupo, pf, pa, opik, pm, dan wd.
{"title":"PENGGUNAAN JARGON DI LINGKUNGAN PENGEMUDI GOJEK TAMAN ALFA INDAH JOGLO (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)","authors":"Zamzam Nurhuda, A AhmadMadaDhoni","doi":"10.32493/SASINDO.V8I1.97-119","DOIUrl":"https://doi.org/10.32493/SASINDO.V8I1.97-119","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna khusus jargon yang digunakan di Lingkungan Pengemudi Gojek Taman Alfa Indah Joglo dan fungsi bahasa yang merepresentasikan penggunaan jargon di Lingkungan Pengemudi Gojek Taman Alfa Indah Joglo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah Lingkungan Pengemudi Gojek Taman Alfa Indah Joglo. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik simak/sadap sebagai teknik dasarnya dan lanjutannya menggunakan teknik simak libat cakap dan teknik simak bebas libat cakap dengan metode cakap bertemu muka. Penyimakan terhadap dialog antarpengemudi dijaring melalui teknik rekam dengan menggunakan perekam berupa handphone. Pengumpulan data jargon ditranskip dalam bentuk teks dialog. Hasil penelitian menemukan data jargon sebanyak 34 jargon dari masing-masing bentuk, di antaranya: 5 jargon bentuk kata benda (nomina) di antaranya pantat, pancingan, nitik, skema, kardus. 8 jargon bentuk kata kerja (verba) di antaranya sesar, nge-bid, kacar, pantekin, nge-flash, ngalong, tembakin, gas. 10 bentuk kata sifat (adjektiva) di antaranya budek, bleged, begelap, gacor, ceki, paud, anyep, polos, penggaris, under. 1 jargon bentuk kata ganti pronomina (ganti sebutan) yaitu ther. 3 jargon bentuk frasa verba di antaranya putar balik, balik kanan, nangis darah. 1 jargon bentuk frasa adjektiva yaitu satu-satu acan. 6 jargon bentuk akronim di antaranya tupo, pf, pa, opik, pm, dan wd.","PeriodicalId":126752,"journal":{"name":"Jurnal Sasindo UNPAM","volume":"13 11","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131868722","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-01DOI: 10.32493/SASINDO.V8I1.1-11
Nurlaely Aulia, Zaini Abdul Bahza, Goziyah Goziyah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis paragraf yang terdapat pada dua surat kabar online CNN Indonesia yang bertema virus corona. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis isi untuk menganalisis jenis paragraf. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan sebagai objek analisis menggunakan dua sumber data yaitu dua teks berita yang berjudul “Telkom Konfirmasi Suspect Virus Corona Meninggal di Cianjur” dan “WNI Positif Corona, Kenali Cara Pencegahannya” diunduh tanggal 3 Maret 2020 pukul 14.30 WIB. Hasil dari analisis jenis paragraf berdasarkan letak pikiran utama dan kalimat topik, paragraf deduktif mendominasi paragraf dalam surat kabar. Jenis paragraf yang mendominasi dari kedua surat kabar adalah paragraf deduktif dengan jumlah empat paragraf. Jenis paragraf induktif dari kedua surat kabar berjumlah satu paragraf. Jenis paragraf deduktif-induktif dari kedua surat kabar berjumlah satu paragraf, dan jenis paragraf induktif-deduktif dari kedua surat kabar berjumlah dua paragraf.
{"title":"JENIS PARAGRAF DALAM SURAT KABAR ONLINE CNN INDONESIA BERTEMA VIRUS CORONA","authors":"Nurlaely Aulia, Zaini Abdul Bahza, Goziyah Goziyah","doi":"10.32493/SASINDO.V8I1.1-11","DOIUrl":"https://doi.org/10.32493/SASINDO.V8I1.1-11","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis paragraf yang terdapat pada dua surat kabar online CNN Indonesia yang bertema virus corona. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis isi untuk menganalisis jenis paragraf. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan sebagai objek analisis menggunakan dua sumber data yaitu dua teks berita yang berjudul “Telkom Konfirmasi Suspect Virus Corona Meninggal di Cianjur” dan “WNI Positif Corona, Kenali Cara Pencegahannya” diunduh tanggal 3 Maret 2020 pukul 14.30 WIB. Hasil dari analisis jenis paragraf berdasarkan letak pikiran utama dan kalimat topik, paragraf deduktif mendominasi paragraf dalam surat kabar. Jenis paragraf yang mendominasi dari kedua surat kabar adalah paragraf deduktif dengan jumlah empat paragraf. Jenis paragraf induktif dari kedua surat kabar berjumlah satu paragraf. Jenis paragraf deduktif-induktif dari kedua surat kabar berjumlah satu paragraf, dan jenis paragraf induktif-deduktif dari kedua surat kabar berjumlah dua paragraf.","PeriodicalId":126752,"journal":{"name":"Jurnal Sasindo UNPAM","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133031690","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-01DOI: 10.32493/SASINDO.V8I1.25-44
S. Sultan
Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan respon masyarakat di lingkungan kampus keagamaan terhadap narasi hoaks, dan menjelaskan potensi ancaman narsi hoaks terhadap pola keberagamaan dan keberagaman serta menjelaskan perspektif antropolinguistik terhadap narasi hoaks di lingkungan lembaga keagamaan kampus,. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini: (1) Respon masyarakat di lingkungan kampus keagamaan terhadap narasi hoaks bahwa kecendrungan mereka tidak terlalu menanggapi berita hoaks terutama yang tersebar di media sosial. Hal ini menunjukkan kalangan masyarakat kampus memiliki kemampuan “memfilter” berita. Kebiasaan melakukan klarifikasi dan verifikasi merupakan hal yang positif yang menunjukkan bahwa kalangan masyarakt kampus memiliki tingkat literasi yang cukup tinggi sehingga penyebaran berita hoaks tidak serta merta menciptakan kegelisahan apalagi perdebatan yang menjurus pada konflik. (2) Potensi ancaman narasi hoaks terhadap pola keberagamaan dan keberagaman di kalangan masyarakat kampus mengindikasikan tidak begitu besar terhadap masyarakat kampus dikarenakan tingkat literasi kalangan masyarakat kampus yang cukup tinggi. (3) Antropolinguistik melihat bahwa narasi hoaks dapat menggeser dan munculkan nilai, norma dan budaya dalam lingkungan masyarakat karena bahasa memiliki hubungan yang erat dengan budaya, begitu juga budaya dapat berisikan nilai-nilai dan norma dalam kehidupan masyarakat pada sebuah bangsa dan negara.
{"title":"RESPON MASYARAKAT KAMPUS KEAGAMAAN TERHADAP NARASI HOAKS: TELAAH ANTROPOLINGUISTIK","authors":"S. Sultan","doi":"10.32493/SASINDO.V8I1.25-44","DOIUrl":"https://doi.org/10.32493/SASINDO.V8I1.25-44","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan respon masyarakat di lingkungan kampus keagamaan terhadap narasi hoaks, dan menjelaskan potensi ancaman narsi hoaks terhadap pola keberagamaan dan keberagaman serta menjelaskan perspektif antropolinguistik terhadap narasi hoaks di lingkungan lembaga keagamaan kampus,. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini: (1) Respon masyarakat di lingkungan kampus keagamaan terhadap narasi hoaks bahwa kecendrungan mereka tidak terlalu menanggapi berita hoaks terutama yang tersebar di media sosial. Hal ini menunjukkan kalangan masyarakat kampus memiliki kemampuan “memfilter” berita. Kebiasaan melakukan klarifikasi dan verifikasi merupakan hal yang positif yang menunjukkan bahwa kalangan masyarakt kampus memiliki tingkat literasi yang cukup tinggi sehingga penyebaran berita hoaks tidak serta merta menciptakan kegelisahan apalagi perdebatan yang menjurus pada konflik. (2) Potensi ancaman narasi hoaks terhadap pola keberagamaan dan keberagaman di kalangan masyarakat kampus mengindikasikan tidak begitu besar terhadap masyarakat kampus dikarenakan tingkat literasi kalangan masyarakat kampus yang cukup tinggi. (3) Antropolinguistik melihat bahwa narasi hoaks dapat menggeser dan munculkan nilai, norma dan budaya dalam lingkungan masyarakat karena bahasa memiliki hubungan yang erat dengan budaya, begitu juga budaya dapat berisikan nilai-nilai dan norma dalam kehidupan masyarakat pada sebuah bangsa dan negara.","PeriodicalId":126752,"journal":{"name":"Jurnal Sasindo UNPAM","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130345675","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-01DOI: 10.32493/SASINDO.V8I1.69-81
M. Wildan, Apriliana Miranti
Era 4.0 dintandai dengan kemajuan teknologi komunikasi. Kegiatan manusia berpindah dari luring ke daring. Bahkan inilah era yang menyintas jarak batas jauh menjadi dekat atau nirjarak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelanggaran prinsip kerja sama pada surel PT Berrybenka. PT Berrybenka salah satu perusahaan retail yang memanfaatkan era kemajuan teknologi komunikasi guna melancarkan aktivitas bisnis daring. PT Berrybenka memanfaatkan surel untuk memberikan layanan kepada para konsumen. Melalui fakta bahasa ditemukan pelanggaran prinsip kerja sama. Untuk membedahnya, tulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surel PT Berrybenka dalam melayani para konsumen ditemukan pelanggaran prinsip kerja sama. Keempat prinsip kerja sama ini termanipestasikan ke dalam maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara.
{"title":"PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM SUREL LAYANAN PELANGGAN PT BERRYBENKA","authors":"M. Wildan, Apriliana Miranti","doi":"10.32493/SASINDO.V8I1.69-81","DOIUrl":"https://doi.org/10.32493/SASINDO.V8I1.69-81","url":null,"abstract":"Era 4.0 dintandai dengan kemajuan teknologi komunikasi. Kegiatan manusia berpindah dari luring ke daring. Bahkan inilah era yang menyintas jarak batas jauh menjadi dekat atau nirjarak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelanggaran prinsip kerja sama pada surel PT Berrybenka. PT Berrybenka salah satu perusahaan retail yang memanfaatkan era kemajuan teknologi komunikasi guna melancarkan aktivitas bisnis daring. PT Berrybenka memanfaatkan surel untuk memberikan layanan kepada para konsumen. Melalui fakta bahasa ditemukan pelanggaran prinsip kerja sama. Untuk membedahnya, tulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surel PT Berrybenka dalam melayani para konsumen ditemukan pelanggaran prinsip kerja sama. Keempat prinsip kerja sama ini termanipestasikan ke dalam maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara.","PeriodicalId":126752,"journal":{"name":"Jurnal Sasindo UNPAM","volume":"54 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128258020","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-07-17DOI: 10.32493/sasindo.v7i1.23-47
Siti Chodijah Juniati, Rerin Maulinda
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan sosial yang dilihat dari gambaran gejala sosial, hubungan sosial, dan nilai-nilai sosial pada latar dan tokoh dalam karya sastra yaitu novel. Permasalahan sosial tersebut menyangkut budaya dan adat istiadat Bali sehingga diperlukan teori-teori yang menyangkut dengan permasalahan dalam novel. Dengan demikian penelitian ini menggunakan teori strukturalisme dan pendekatan sosiologi sebagai data analisis. Sedangkan bahan dasar analisis adalah novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini yang secara gamblang menggambarkan permasalahan sosial yaitu adanya perbedaan dalam kodrat hidup manusia yang telah diterima sebagai masyarakat adat yaitu status sosial sehingga kebahagiaan pun yang diterima juga berbeda dan butuh perjuangan yang keras untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut. Dalam penelitian ini didapati bahwa analisis secara sosiologi sastra dapat mengungkapkan permasalahan sosial, yaitu dapat mengungkapkan gejala-gejala sosial, hubungan sosial, dan nilai-nilai sosial dalam novel secara jelas. Dengan demikian diharapkan dapat memberi wawasan yang lebih luas kepada penulis maupun pembaca mengenai masalah sosial dalam karya sastra.
{"title":"TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA PADA NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI","authors":"Siti Chodijah Juniati, Rerin Maulinda","doi":"10.32493/sasindo.v7i1.23-47","DOIUrl":"https://doi.org/10.32493/sasindo.v7i1.23-47","url":null,"abstract":"AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan sosial yang dilihat dari gambaran gejala sosial, hubungan sosial, dan nilai-nilai sosial pada latar dan tokoh dalam karya sastra yaitu novel. Permasalahan sosial tersebut menyangkut budaya dan adat istiadat Bali sehingga diperlukan teori-teori yang menyangkut dengan permasalahan dalam novel. Dengan demikian penelitian ini menggunakan teori strukturalisme dan pendekatan sosiologi sebagai data analisis. Sedangkan bahan dasar analisis adalah novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini yang secara gamblang menggambarkan permasalahan sosial yaitu adanya perbedaan dalam kodrat hidup manusia yang telah diterima sebagai masyarakat adat yaitu status sosial sehingga kebahagiaan pun yang diterima juga berbeda dan butuh perjuangan yang keras untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut. Dalam penelitian ini didapati bahwa analisis secara sosiologi sastra dapat mengungkapkan permasalahan sosial, yaitu dapat mengungkapkan gejala-gejala sosial, hubungan sosial, dan nilai-nilai sosial dalam novel secara jelas. Dengan demikian diharapkan dapat memberi wawasan yang lebih luas kepada penulis maupun pembaca mengenai masalah sosial dalam karya sastra. ","PeriodicalId":126752,"journal":{"name":"Jurnal Sasindo UNPAM","volume":"67 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114923184","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-07-17DOI: 10.32493/SASINDO.V7I1.48-59
Nelly Khoiriah Lubis, S. Suyatno
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripiskan bentuk tindak tutur ilokusi pada novel Sepasang Bola Mata karya Mayshiza Widya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pisau analisis kajian pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur ilokusi pada novel Sepasang Bola Mata yaitu tindak tutur asertif ditemukan 12 data, tindak tutur ekspresif ditemukan 13 data, tindak tutur direktif ditemukan 6 data, tindak tutur komisif ditemukan 5 data, dan tindak tutur deklaratif ditemukan 4 data. Adapun bentuk tindak tutur ilokusi ditemukan hanya dua, yaitu: tindak tutur langsung ditemukan 10 data, dan bentuk tindak tutur tidak langsung ditemukan 8 data. Tindak tutur langsung yang banyak ditemukan karena dalam novel Sepasang Bola Mata karya Mayshiza Widya tuturan antartokoh yang sering muncul adalah tuturan secara langsung dari pada tuturan secara tidak langsung. Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Novel, dan Pragmatik
{"title":"TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM NOVEL SEPASANG BOLA MATA KARYA MAYSHIZA WIDYA","authors":"Nelly Khoiriah Lubis, S. Suyatno","doi":"10.32493/SASINDO.V7I1.48-59","DOIUrl":"https://doi.org/10.32493/SASINDO.V7I1.48-59","url":null,"abstract":"AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripiskan bentuk tindak tutur ilokusi pada novel Sepasang Bola Mata karya Mayshiza Widya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pisau analisis kajian pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur ilokusi pada novel Sepasang Bola Mata yaitu tindak tutur asertif ditemukan 12 data, tindak tutur ekspresif ditemukan 13 data, tindak tutur direktif ditemukan 6 data, tindak tutur komisif ditemukan 5 data, dan tindak tutur deklaratif ditemukan 4 data. Adapun bentuk tindak tutur ilokusi ditemukan hanya dua, yaitu: tindak tutur langsung ditemukan 10 data, dan bentuk tindak tutur tidak langsung ditemukan 8 data. Tindak tutur langsung yang banyak ditemukan karena dalam novel Sepasang Bola Mata karya Mayshiza Widya tuturan antartokoh yang sering muncul adalah tuturan secara langsung dari pada tuturan secara tidak langsung. Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Novel, dan Pragmatik","PeriodicalId":126752,"journal":{"name":"Jurnal Sasindo UNPAM","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130274031","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-07-17DOI: 10.32493/sasindo.v7i1.70-93
Aska Rizkia Murti, Zamzam Nurhuda
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan fungsi-fungsi tindak tutur direktif dalam dialog novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa. (2) mendeskripsikan modus kalimat pada tindak tutur direktif dalam dialog novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah tuturan yang terdapat dalam novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa. Data yang ditemukan berjumlah 40 data yang diperoleh dengan menggunakan teknik baca dan catat dalam teknik pengumpulan data. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, dapat diberi kesimpulan: (1) Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan dalam novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa yaitu fungsi meminta 2 data, memohon 1 data, mengajak 4 data, bertanya 24 data, memerintah 1 data, menuntut 2 data, melarang 2 data, membolehkan 1 data, memaafkan 1 data, menasehatkan 1 data, mengusulkan dan menyarankan 1 data. (2) Modus kalimat pada tindak tutur direktif yang ditemukan dalam novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa yaitu modus kalimat berita, tanya, perintah dan kalimat tanya & perintah. Data yang mengandung modus kalimat tersebut antara lain yaitu kalimat berita 11 data, kalimat tanya 25 data, kalimat perintah 1 data dan kalimat tanya & perintah 3 data. Kata kunci: Fungsi dan modus kalimat pada tindak tutur direktif, Pragmatik, novel Susah Sinyal.
{"title":"TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM NOVEL SUSAH SINYAL KARYA IKA NATASSA & ERNEST PRAKASA (KAJIAN PRAGMATIK)","authors":"Aska Rizkia Murti, Zamzam Nurhuda","doi":"10.32493/sasindo.v7i1.70-93","DOIUrl":"https://doi.org/10.32493/sasindo.v7i1.70-93","url":null,"abstract":"AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan fungsi-fungsi tindak tutur direktif dalam dialog novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa. (2) mendeskripsikan modus kalimat pada tindak tutur direktif dalam dialog novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah tuturan yang terdapat dalam novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa. Data yang ditemukan berjumlah 40 data yang diperoleh dengan menggunakan teknik baca dan catat dalam teknik pengumpulan data. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, dapat diberi kesimpulan: (1) Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan dalam novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa yaitu fungsi meminta 2 data, memohon 1 data, mengajak 4 data, bertanya 24 data, memerintah 1 data, menuntut 2 data, melarang 2 data, membolehkan 1 data, memaafkan 1 data, menasehatkan 1 data, mengusulkan dan menyarankan 1 data. (2) Modus kalimat pada tindak tutur direktif yang ditemukan dalam novel Susah Sinyal karya Ika Natassa dan Ernest Prakasa yaitu modus kalimat berita, tanya, perintah dan kalimat tanya & perintah. Data yang mengandung modus kalimat tersebut antara lain yaitu kalimat berita 11 data, kalimat tanya 25 data, kalimat perintah 1 data dan kalimat tanya & perintah 3 data. Kata kunci: Fungsi dan modus kalimat pada tindak tutur direktif, Pragmatik, novel Susah Sinyal.","PeriodicalId":126752,"journal":{"name":"Jurnal Sasindo UNPAM","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131395957","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-07-17DOI: 10.32493/sasindo.v7i1.105-118
S. Lioni
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontrol etnisitas dalam bahasa wanita Minangkabau, khususnya saat mengajukan permohonan dan penolakan dalam sebuah tuturan. Data penelitian didapatkan dari tuturan yang dilakukan oleh wanita anggota kelompok etnis Minangkabau yang berada di wilayah kota Bandung dan Padang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pagar (hedges) yang ditampilkan pada tuturan wanita Minangkabau memiliki kecenderungan positif terhadap kehadiran kontrol etnisitas, yakni nilai-nilai dan falsafah adat Minangkabau itu sendiri. Kata-kata kunci: Etnisitas, tindak-tutur, pagar (hedges), Minangkabau
{"title":"KONTROL ETNISITAS DALAM BENTUK TUTURAN WANITA MINANGKABAU STUDI KASUS","authors":"S. Lioni","doi":"10.32493/sasindo.v7i1.105-118","DOIUrl":"https://doi.org/10.32493/sasindo.v7i1.105-118","url":null,"abstract":"Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontrol etnisitas dalam bahasa wanita Minangkabau, khususnya saat mengajukan permohonan dan penolakan dalam sebuah tuturan. Data penelitian didapatkan dari tuturan yang dilakukan oleh wanita anggota kelompok etnis Minangkabau yang berada di wilayah kota Bandung dan Padang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pagar (hedges) yang ditampilkan pada tuturan wanita Minangkabau memiliki kecenderungan positif terhadap kehadiran kontrol etnisitas, yakni nilai-nilai dan falsafah adat Minangkabau itu sendiri. Kata-kata kunci: Etnisitas, tindak-tutur, pagar (hedges), Minangkabau","PeriodicalId":126752,"journal":{"name":"Jurnal Sasindo UNPAM","volume":"67 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129874995","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-07-17DOI: 10.32493/SASINDO.V7I1.1-22
D. Yanti
AbstrakPada era industri 4.0 saat ini, penggunaan media sosial seolah menjadi “teman hidup” bagi masyarakat penggunanya, khususnya di Indonesia. Data hasil penelitian dari UNESCO yang dilansir pada laman KOMINFO menyimpulkan bahwa 4 dari 10 orang Indonesia aktif di media sosial, salah satunya adalah instagram. Menurut hasil Survei WeAreSocial.net dan Hootsuite menunjukan bahwa Indonesia berada pada urutan nomor 3 pengguna istagram terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Brazir dengan dengan total pengguna aktif lebih dari 50 juta. Hal ini menunjukkan bahwa istagram sebagai salah satu media yang digunakan untuk membagi berbagai cerita, aktifitas-aktifitas menarik, info-info terkini, berselancar pada pofil-profil artis favorit dan kini mewabah menjadi sarana pengiklanan berbagai produk dengan bahasa yang mempersuasif. Fitur-fitur canggih yang disajikan pada aplikasi instagram menjadikan media sosial ini semakin digemari. Salah satu fitur di dalamnya, yakni mesin penerjemahan yang secara otomatis dapat menerjemahkan berbagai bahasa berbeda dari bahasa pengguna. Salah satu produk kosmetik ternama Indonesia yang diiklankan pada akun istagram dengan kemasan mendunia adalah Make Over. Pemilihan bahasa iklan pada akun ini menggunakan bahasa Inggris. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini berusaha mendeskripsikan hasil penerjemahan mesin pada bahasa iklan di aplikasi istagram pada akun Make Over Cosmetic. Metodologi Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan prespektif penerjemahan bahasa mesin aplikasi istagram dengan penerjemahan orang sesuai konten bahasa iklan yang persuasif. Berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisis data didapat sebanyak 10 data iklan dapa akun istagram Make Over Cosmetic yang diterjemahkan menunjukkan bahwa penerjemahan mesin masih terfokus pada faktor intertekstual, seperti leksikal dan gramatikal. Sementara faktor ekstratekstual (misalnya konteks teks, buday dari pembaca) belum masuk dalam pertimbangan proses penerjemahan mesin/komputer. Kata Kunci : Penerjemahan mesin, bahasa iklan, aplikasi istagram, akun Make Over Cosmetic
{"title":"PENERJEMAHAN MESIN PADA BAHASA IKLAN DI APLIKASI INSTAGRAM PADA AKUN BISNIS MAKE OVER COSMETICS","authors":"D. Yanti","doi":"10.32493/SASINDO.V7I1.1-22","DOIUrl":"https://doi.org/10.32493/SASINDO.V7I1.1-22","url":null,"abstract":"AbstrakPada era industri 4.0 saat ini, penggunaan media sosial seolah menjadi “teman hidup” bagi masyarakat penggunanya, khususnya di Indonesia. Data hasil penelitian dari UNESCO yang dilansir pada laman KOMINFO menyimpulkan bahwa 4 dari 10 orang Indonesia aktif di media sosial, salah satunya adalah instagram. Menurut hasil Survei WeAreSocial.net dan Hootsuite menunjukan bahwa Indonesia berada pada urutan nomor 3 pengguna istagram terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Brazir dengan dengan total pengguna aktif lebih dari 50 juta. Hal ini menunjukkan bahwa istagram sebagai salah satu media yang digunakan untuk membagi berbagai cerita, aktifitas-aktifitas menarik, info-info terkini, berselancar pada pofil-profil artis favorit dan kini mewabah menjadi sarana pengiklanan berbagai produk dengan bahasa yang mempersuasif. Fitur-fitur canggih yang disajikan pada aplikasi instagram menjadikan media sosial ini semakin digemari. Salah satu fitur di dalamnya, yakni mesin penerjemahan yang secara otomatis dapat menerjemahkan berbagai bahasa berbeda dari bahasa pengguna. Salah satu produk kosmetik ternama Indonesia yang diiklankan pada akun istagram dengan kemasan mendunia adalah Make Over. Pemilihan bahasa iklan pada akun ini menggunakan bahasa Inggris. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini berusaha mendeskripsikan hasil penerjemahan mesin pada bahasa iklan di aplikasi istagram pada akun Make Over Cosmetic. Metodologi Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan prespektif penerjemahan bahasa mesin aplikasi istagram dengan penerjemahan orang sesuai konten bahasa iklan yang persuasif. Berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisis data didapat sebanyak 10 data iklan dapa akun istagram Make Over Cosmetic yang diterjemahkan menunjukkan bahwa penerjemahan mesin masih terfokus pada faktor intertekstual, seperti leksikal dan gramatikal. Sementara faktor ekstratekstual (misalnya konteks teks, buday dari pembaca) belum masuk dalam pertimbangan proses penerjemahan mesin/komputer. Kata Kunci : Penerjemahan mesin, bahasa iklan, aplikasi istagram, akun Make Over Cosmetic ","PeriodicalId":126752,"journal":{"name":"Jurnal Sasindo UNPAM","volume":"122 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130148714","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}