Pub Date : 2018-11-19DOI: 10.31942/inteka.v3i2.2487
M. Kusumaningrum, Harianingsih Harianingsih
Antioksidan sangat diperlukan oleh kesehatan tubuh sebagai penangkal radikal bebas. Banyak penelitian yang mengkaji adanya antioksidan pada beberapa tanaman. Pada penelitian ini dikaji antioksidan yang terdapat pada lidah buaya. Karena lidah buaya dianggap sebagai tanaman yang mudah dikembangbiakkan serta murah, sehingga akan menghasilkan antioksidan dengan biaya bahan baku yang murah. Proses ekstraksi antioksidan dilakukan dengan menggunakan bantuan gelombang mikro dengan pelarut n heksane dan methanol. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada proses ekstraksi berbantu gelombang mikro penggunaan pelarut n-heksane akan efektif jika ditambahkan pelarut methanol yang lebih polar. Antioksidan dari lidah buaya optimum sebesar 56,29% pada suhu 50oC dan waktu ekstraksi 5 jam. Antioksidan juga akan optimum dihasilkan jika konsentrasi pelarut n-heksan 60 % sebesar 13,78%. Kata kunci : aloe vera, antioksidan, ekstraksi
{"title":"EKSTRAKSI ANTIOKSIDAN PADA LIDAH BUAYA (Aloe vera) BERBANTU GELOMBANG MIKRO","authors":"M. Kusumaningrum, Harianingsih Harianingsih","doi":"10.31942/inteka.v3i2.2487","DOIUrl":"https://doi.org/10.31942/inteka.v3i2.2487","url":null,"abstract":"Antioksidan sangat diperlukan oleh kesehatan tubuh sebagai penangkal radikal bebas. Banyak penelitian yang mengkaji adanya antioksidan pada beberapa tanaman. Pada penelitian ini dikaji antioksidan yang terdapat pada lidah buaya. Karena lidah buaya dianggap sebagai tanaman yang mudah dikembangbiakkan serta murah, sehingga akan menghasilkan antioksidan dengan biaya bahan baku yang murah. Proses ekstraksi antioksidan dilakukan dengan menggunakan bantuan gelombang mikro dengan pelarut n heksane dan methanol. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada proses ekstraksi berbantu gelombang mikro penggunaan pelarut n-heksane akan efektif jika ditambahkan pelarut methanol yang lebih polar. Antioksidan dari lidah buaya optimum sebesar 56,29% pada suhu 50oC dan waktu ekstraksi 5 jam. Antioksidan juga akan optimum dihasilkan jika konsentrasi pelarut n-heksan 60 % sebesar 13,78%. Kata kunci : aloe vera, antioksidan, ekstraksi","PeriodicalId":133390,"journal":{"name":"Jurnal Inovasi Teknik Kimia","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115946784","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-11-19DOI: 10.31942/inteka.v3i2.2488
S. Purnavita, W. Utami
Plastik biodegradable merupakan plastik yang mudah terdegradasi atau terurai pada kondisi dan waktu tertentu yang dipengaruhi mikroorganisme berbeda dengan plastik sintetis yang tidak dapat di urai mikroorganisme.Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh jumlah aloevera dan lama pencampuran pada proses pembuatan plastik biodegradable yang optimum terhadap karakteristik plastik. Variabel bebas yang digunakan yaitu lama waktu pencampuran saat proses ( 8 menit, 10 menit, 15 menit ) dan jumlah aloevera terhadap pati Aren ( 1%, 3%, 5%, 7%, 9% ). Variabel tetap penelitian ini yaitu tahapan proses, suhu (80oC), jumlah pati aren (5 gram), jumlah gliserol (1 ml), jumlah pelarut (75ml), jumlah PVA (2,5gram) dan kecepatan pengadukan (225rpm). Variabel terikat penelitian ini yaitu karakteristik plastik meliputi sifat mekanik (biodegradasi, ketahanan terhadap air dan ketahanan terhadap mikroba) dan fisik (ketebalan dan morfologi permukaan).Proses produksi plastik biodegradable dari pati aren dan aloevera akan dilakukan secara dua tahap yaitu 1) Pembuatan gel aloevera dan 2) Pembuatan plastik biodegradable. Kata kunci: Aloevera, Pati Aren, Plastik Biodegradable
{"title":"PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI AREN DENGAN PENAMBAHAN ALOE VERA","authors":"S. Purnavita, W. Utami","doi":"10.31942/inteka.v3i2.2488","DOIUrl":"https://doi.org/10.31942/inteka.v3i2.2488","url":null,"abstract":"Plastik biodegradable merupakan plastik yang mudah terdegradasi atau terurai pada kondisi dan waktu tertentu yang dipengaruhi mikroorganisme berbeda dengan plastik sintetis yang tidak dapat di urai mikroorganisme.Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh jumlah aloevera dan lama pencampuran pada proses pembuatan plastik biodegradable yang optimum terhadap karakteristik plastik. Variabel bebas yang digunakan yaitu lama waktu pencampuran saat proses ( 8 menit, 10 menit, 15 menit ) dan jumlah aloevera terhadap pati Aren ( 1%, 3%, 5%, 7%, 9% ). Variabel tetap penelitian ini yaitu tahapan proses, suhu (80oC), jumlah pati aren (5 gram), jumlah gliserol (1 ml), jumlah pelarut (75ml), jumlah PVA (2,5gram) dan kecepatan pengadukan (225rpm). Variabel terikat penelitian ini yaitu karakteristik plastik meliputi sifat mekanik (biodegradasi, ketahanan terhadap air dan ketahanan terhadap mikroba) dan fisik (ketebalan dan morfologi permukaan).Proses produksi plastik biodegradable dari pati aren dan aloevera akan dilakukan secara dua tahap yaitu 1) Pembuatan gel aloevera dan 2) Pembuatan plastik biodegradable. Kata kunci: Aloevera, Pati Aren, Plastik Biodegradable","PeriodicalId":133390,"journal":{"name":"Jurnal Inovasi Teknik Kimia","volume":"238 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131588353","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-11-19DOI: 10.31942/inteka.v3i2.2485
Paryanto Paryanto, W. A. Wibowo, A. L. Puspitaningrum, R. H. Hapsari
Ampas buah mangrove (spesies Rhizopora mucronata) merupakan limbah padat yang dihasilkan pada proses pembuatan zat warna alami. Pengurangan jumlah sekaligus peningkatan nilai ekonomi timbulan limbah padat ini dilakukan melalui pembuatan karbon aktif dengan proses pirolisis secara bacth. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi aktivator H3PO4 terhadap ukuran pori dan luas permukaan aktif karbon, serta daya jerap iodine. Metode penelitian meliputi proses penyiapan bahan baku yaitu mengambil ampas buah mangrove kering yang berukuran panjang 2 cm dengan diameter 0,75 cm sebanyak 0,5 kg kemudian dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis dengan suhu rata-rata 351,83 ºC hingga semua ampas buah mangrove berubah menjadi karbon. Karbon tersebut kemudian direndam dalam larutan pengaktif H3PO4 250 mL dengan variasi konsentrasi (10%, 29%, 48%, 85%, 85%) selama 21 jam. Kemudian dilakukan pengujian karbon aktif dengan analisa ultimate proximate, analisa morfologi karbon aktif menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), dan analisa luas permukaan karbon aktif serta daya jerap iodine. Untuk hasil tertinggi dicapai pada perendaman dengan H3PO4 85% daya jerap iodine sebesar 1.496,251 mg/gram, luas permukaan karbon aktif 1.874,835 m2/gram dan jari-jari pori karbon aktif paling optimum adalah 8,629 µm, ukuran pori yang dihasilkan termasuk dalam struktur mesopori. Kata Kunci : ampas buah mangrove, pirolisis, karbon aktif, aktivator H3PO4
{"title":"KARBON AKTIF DARI AMPAS BUAH MANGROVE SISA PEMBUATAN ZAT WARNA ALAMI MENGGUNAKAN AKTIVATOR H3PO4","authors":"Paryanto Paryanto, W. A. Wibowo, A. L. Puspitaningrum, R. H. Hapsari","doi":"10.31942/inteka.v3i2.2485","DOIUrl":"https://doi.org/10.31942/inteka.v3i2.2485","url":null,"abstract":"Ampas buah mangrove (spesies Rhizopora mucronata) merupakan limbah padat yang dihasilkan pada proses pembuatan zat warna alami. Pengurangan jumlah sekaligus peningkatan nilai ekonomi timbulan limbah padat ini dilakukan melalui pembuatan karbon aktif dengan proses pirolisis secara bacth. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi aktivator H3PO4 terhadap ukuran pori dan luas permukaan aktif karbon, serta daya jerap iodine. Metode penelitian meliputi proses penyiapan bahan baku yaitu mengambil ampas buah mangrove kering yang berukuran panjang 2 cm dengan diameter 0,75 cm sebanyak 0,5 kg kemudian dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis dengan suhu rata-rata 351,83 ºC hingga semua ampas buah mangrove berubah menjadi karbon. Karbon tersebut kemudian direndam dalam larutan pengaktif H3PO4 250 mL dengan variasi konsentrasi (10%, 29%, 48%, 85%, 85%) selama 21 jam. Kemudian dilakukan pengujian karbon aktif dengan analisa ultimate proximate, analisa morfologi karbon aktif menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), dan analisa luas permukaan karbon aktif serta daya jerap iodine. Untuk hasil tertinggi dicapai pada perendaman dengan H3PO4 85% daya jerap iodine sebesar 1.496,251 mg/gram, luas permukaan karbon aktif 1.874,835 m2/gram dan jari-jari pori karbon aktif paling optimum adalah 8,629 µm, ukuran pori yang dihasilkan termasuk dalam struktur mesopori. Kata Kunci : ampas buah mangrove, pirolisis, karbon aktif, aktivator H3PO4","PeriodicalId":133390,"journal":{"name":"Jurnal Inovasi Teknik Kimia","volume":"87 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114546967","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-11-19DOI: 10.31942/INTEKA.V3I2.2482
P. Paryanto, Muhammad Arsyad, M. F. I. Aji
Adsorpsi adalah proses perpindahan massa pada permukaan pori-pori dalam butiran adsorben. Perpindahan massa yang terjadi melalui batas antara dua fasa dan adsorpsi merupakan proses eksotermis. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh analisa data serta menentukan nilai kesetimbangan adsorbsi dari larutan zat warna alami mahoni ke kain dengan variasi konsentrasi zat warna alami sebesar 70%, 50%, 30%, dan 10% dalam suhu ruangan terhadap waktu pencelupan, lalu membandingkannya dengan metode Langmuir dan Freundlich. Zat warna yang telah diuji kadar taninnya ke dalam gelas ukur dan memasukkan kain sebagai media perpindahan massa tanin dari cairan ke padatan. Sampel diambil tiap 10 menit dan diuji kandungan taninnya dengan spektrofotometri (panjang gelombang 745 nm) dan didapatkan harga Ca. Percobaan dihentikan ketika Ca sudah cenderung konstan yang menandakan perpindahan massa sudah setimbang. Percobaan diulangi pada variasi konsentrasi 70%, 50%, 30%, dan 10%. Hasil analisis penentuan adsorpsi kain terhadap zat warna alami yang paling sesuai adalah dengan menggunakan persamaan adsorpsi Freundlich dibandingkan dengan persamaan adsorpsi Langmuir. Hal ini dibuktikan dengan nilai kesalahan persamaan Freundlich lebih kecil dari persamaan Langmuir yang bisa dilihat dari nilai R2 yang mendekati angka 1. Nilai R2 untuk persamaan Freundlich sebesar 0,9905 sedangkan untuk persamaan Langmuir sebesar 0,8963. Nilai konstanta Freundlich diperoleh sebesar 0,1122 L/gr sedangkan nilai konstanta Langmuir diperoleh sebesar 0,0204 L/gr. Kata kunci: adsorbsi, Freunlich, Langmuir, Mahoni, Tanin
{"title":"PENENTUAN NILAI KESETIMBANGAN ADSORBSI ZAT WARNA ALAMI KULIT MAHONI KE DALAM KAIN DENGAN PROSES BATCH","authors":"P. Paryanto, Muhammad Arsyad, M. F. I. Aji","doi":"10.31942/INTEKA.V3I2.2482","DOIUrl":"https://doi.org/10.31942/INTEKA.V3I2.2482","url":null,"abstract":"Adsorpsi adalah proses perpindahan massa pada permukaan pori-pori dalam butiran adsorben. Perpindahan massa yang terjadi melalui batas antara dua fasa dan adsorpsi merupakan proses eksotermis. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh analisa data serta menentukan nilai kesetimbangan adsorbsi dari larutan zat warna alami mahoni ke kain dengan variasi konsentrasi zat warna alami sebesar 70%, 50%, 30%, dan 10% dalam suhu ruangan terhadap waktu pencelupan, lalu membandingkannya dengan metode Langmuir dan Freundlich. Zat warna yang telah diuji kadar taninnya ke dalam gelas ukur dan memasukkan kain sebagai media perpindahan massa tanin dari cairan ke padatan. Sampel diambil tiap 10 menit dan diuji kandungan taninnya dengan spektrofotometri (panjang gelombang 745 nm) dan didapatkan harga Ca. Percobaan dihentikan ketika Ca sudah cenderung konstan yang menandakan perpindahan massa sudah setimbang. Percobaan diulangi pada variasi konsentrasi 70%, 50%, 30%, dan 10%. Hasil analisis penentuan adsorpsi kain terhadap zat warna alami yang paling sesuai adalah dengan menggunakan persamaan adsorpsi Freundlich dibandingkan dengan persamaan adsorpsi Langmuir. Hal ini dibuktikan dengan nilai kesalahan persamaan Freundlich lebih kecil dari persamaan Langmuir yang bisa dilihat dari nilai R2 yang mendekati angka 1. Nilai R2 untuk persamaan Freundlich sebesar 0,9905 sedangkan untuk persamaan Langmuir sebesar 0,8963. Nilai konstanta Freundlich diperoleh sebesar 0,1122 L/gr sedangkan nilai konstanta Langmuir diperoleh sebesar 0,0204 L/gr. Kata kunci: adsorbsi, Freunlich, Langmuir, Mahoni, Tanin","PeriodicalId":133390,"journal":{"name":"Jurnal Inovasi Teknik Kimia","volume":"81 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125483567","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-11-19DOI: 10.31942/INTEKA.V3I2.2489
Harianingsih Harianingsih, Farikha Maharani
Senyawa Fe merupakan logam berat yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan berbahaya bagi tubuh jika terdapat berlebihan dalam air. Kandungan logam berat dan mineral dalam limbah batik terutama Fe yang nantinya terbuang di lingkungan harus sesuai dengan ambang batas yang ditentukan oleh peraturan pemerintah yaitu 0,3 mg/l dalam air. Perlu adanya inovasi pembuatan membrane mikrofiltrasi Fe dengan biaya yang murah serta efektif. Adanya penelitian ini bertujuan untuk mensintesis membrane mikrofiltrasi Fe yang berlebih dalam limbah batik. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa membrane mempunyai ukuran pori 1mili micron sehingga selulosa asetat cassava dapat dikategorikan sebagai membrane mikrofiltrasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan massa membrane selulosa asetat cassava 500mg diperoleh prosentase reduksi Fe yang sebesar 58,74% dengan waktu kontak yang diperlukan 15 menit, reduksi Fe mencapai 43,26 dengan waktu kontak 10 menit dan prosentase mencapai 31,09 dengan waktu kontak 5 menit. Kinerja membrane selulosa asetat cassava juga dapat dilihat dari prosentase rejeksi Fe optimum pada 32,86% dengan massa membrane selulosa asetat cassava 500 mg dan waktu kontak yang dibutuhkan 60 menit. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa membrane selulosa asetat cassava dapat dijadikan rekomendasi untuk mikrofilter Fe pada limbah batik. Kata kunci : limbah batik, membran, mikrofiltrasi, selulosa asetat cassava
{"title":"SINTESIS MEMBRAN SELULOSA ASETAT CASSAVA UNTUK MIKROFILTRASI Fe PADA LIMBAH BATIK ARTIFISIAL","authors":"Harianingsih Harianingsih, Farikha Maharani","doi":"10.31942/INTEKA.V3I2.2489","DOIUrl":"https://doi.org/10.31942/INTEKA.V3I2.2489","url":null,"abstract":"Senyawa Fe merupakan logam berat yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan berbahaya bagi tubuh jika terdapat berlebihan dalam air. Kandungan logam berat dan mineral dalam limbah batik terutama Fe yang nantinya terbuang di lingkungan harus sesuai dengan ambang batas yang ditentukan oleh peraturan pemerintah yaitu 0,3 mg/l dalam air. Perlu adanya inovasi pembuatan membrane mikrofiltrasi Fe dengan biaya yang murah serta efektif. Adanya penelitian ini bertujuan untuk mensintesis membrane mikrofiltrasi Fe yang berlebih dalam limbah batik. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa membrane mempunyai ukuran pori 1mili micron sehingga selulosa asetat cassava dapat dikategorikan sebagai membrane mikrofiltrasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan massa membrane selulosa asetat cassava 500mg diperoleh prosentase reduksi Fe yang sebesar 58,74% dengan waktu kontak yang diperlukan 15 menit, reduksi Fe mencapai 43,26 dengan waktu kontak 10 menit dan prosentase mencapai 31,09 dengan waktu kontak 5 menit. Kinerja membrane selulosa asetat cassava juga dapat dilihat dari prosentase rejeksi Fe optimum pada 32,86% dengan massa membrane selulosa asetat cassava 500 mg dan waktu kontak yang dibutuhkan 60 menit. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa membrane selulosa asetat cassava dapat dijadikan rekomendasi untuk mikrofilter Fe pada limbah batik. Kata kunci : limbah batik, membran, mikrofiltrasi, selulosa asetat cassava","PeriodicalId":133390,"journal":{"name":"Jurnal Inovasi Teknik Kimia","volume":"71 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131458578","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-11-19DOI: 10.31942/inteka.v3i2.2490
Q. A. K. Nisa’
Riset ini bertujuan untuk mengembangkan skema proses evaporasi untuk analisa kadar vitamin C. Target yang ingin dicapai berupa optimisasi parameter proses. Kajian dilakukan pada berbagai variabel,meliputi suhu (40 - 60 ºC), konsentrasi (20 – 40 g/L), dan waktu (60 – 90 menit. Sedangkan variabel bergantungnya adalah viskositas, moisture content, dan kadar vitamin C. Penentuan variabel yang berpengaruh dapat menggunakan central composite rotatotional design (CCRD). Percobaan menunjukkan bahwa kondisi optimum pengaruh variabel evaporasi terhadap kadar vitamin C, diperoleh saat nilai kadar vitamin C lebih dari 0,00014 % dengan konsentrasi 34 – 36 g/L pada suhu 56 – 58 ◦C selama 80 – 90 menit. Kata kunci: evaporasi, nanas, vitamin C
本研究旨在开发提取过程方案,分析维生素C的水平,分析进程参数的优化目标。变量进行研究,包括温度(40 - 60ºC),浓度(20—40 g / L),(60—90分钟。而受影响的变量包括粘度、含水层和维生素C.有影响的决定因素可以使用中央合成rotat设计(CCRD)。蒸发变量实验表明,最佳条件影响时获得维生素C的含量,维生素C的含量超过0.00014 %值与温度的34—36 g / L浓度C 56—58◦80—90分钟。关键词:蒸发,菠萝,维生素C
{"title":"ANALISIS OPTIMASI KADAR VITAMIN C DARI FILTRAT BUAH NANAS (Ananas comosus L Merr) MENGGUNAKAN SISTEM EVAPORATOR VACUUM","authors":"Q. A. K. Nisa’","doi":"10.31942/inteka.v3i2.2490","DOIUrl":"https://doi.org/10.31942/inteka.v3i2.2490","url":null,"abstract":"Riset ini bertujuan untuk mengembangkan skema proses evaporasi untuk analisa kadar vitamin C. Target yang ingin dicapai berupa optimisasi parameter proses. Kajian dilakukan pada berbagai variabel,meliputi suhu (40 - 60 ºC), konsentrasi (20 – 40 g/L), dan waktu (60 – 90 menit. Sedangkan variabel bergantungnya adalah viskositas, moisture content, dan kadar vitamin C. Penentuan variabel yang berpengaruh dapat menggunakan central composite rotatotional design (CCRD). Percobaan menunjukkan bahwa kondisi optimum pengaruh variabel evaporasi terhadap kadar vitamin C, diperoleh saat nilai kadar vitamin C lebih dari 0,00014 % dengan konsentrasi 34 – 36 g/L pada suhu 56 – 58 ◦C selama 80 – 90 menit. Kata kunci: evaporasi, nanas, vitamin C","PeriodicalId":133390,"journal":{"name":"Jurnal Inovasi Teknik Kimia","volume":"156 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133878019","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-11-19DOI: 10.31942/inteka.v3i2.2491
Sri Sutanti, Cicilia Kusuma Dewi
Bioplastik merupakan plastik yang dapat diperbaharui karena terbuat dari bahan alam yang bersifat ramah lingkungan dan sumbernya melimpah di alam. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk pembuatan bioplastik adalah kolang-kaling. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh penambahan monogliserida terhadap karakteristik bioplastik dari kolang-kaling. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu jumlah monogliserida yang ditambahkan (0%; 1%; 2%; 3%; 4%; dan 5%). Proses pembuatan bioplastik dari kolang-kaling pada penelitian ini terdiri dari 2 tahap proses, yaitu: pertama adalah proses pembuatan monogliserida dari 100 g minyak kelapa “Barco” dengan 190 g gliserol dan katalis NaOH sebanyak 0,1% dari jumlah minyak.. Pembuatan monogliserida dilakukan pada temperatur 200oC selama 3 jam disertai pengadukan. Monogliserida hasil reaksi dipisahkan menggunakan corong pisah. Tahap ke dua yaitu proses pembuatan bioplastik dari kolang-kaling. Sebanyak 30 g bubur kolang-kaling ditambahkan aquasdest 70 g, dan dilakukan proses gelatinasi pada temperatur 70oC. Selanjutnya ditambahkan monogliserida dan diaduk selama 15 menit pada temperatur 70oC. Sebelum adonan bioplastik dituang ke cetakan, dilakukan proses degassing selama 10 menit. Film bioplastik didinginkan dalam oven pada temperatur 55oC. Karakteristik bioplastik ditinjau dari ketebalan, densitas, tensile strength, elongation dan morfologinya. Kata kunci: Bioplastik, Karakteristik, Kolang-kaling, Monogliserida
{"title":"KARAKTERISASI BIOPLASTIK BERBAHAN KOLANG-KALING DENGAN MONOGLISERIDA DARI MINYAK KELAPA","authors":"Sri Sutanti, Cicilia Kusuma Dewi","doi":"10.31942/inteka.v3i2.2491","DOIUrl":"https://doi.org/10.31942/inteka.v3i2.2491","url":null,"abstract":"Bioplastik merupakan plastik yang dapat diperbaharui karena terbuat dari bahan alam yang bersifat ramah lingkungan dan sumbernya melimpah di alam. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk pembuatan bioplastik adalah kolang-kaling. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh penambahan monogliserida terhadap karakteristik bioplastik dari kolang-kaling. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu jumlah monogliserida yang ditambahkan (0%; 1%; 2%; 3%; 4%; dan 5%). Proses pembuatan bioplastik dari kolang-kaling pada penelitian ini terdiri dari 2 tahap proses, yaitu: pertama adalah proses pembuatan monogliserida dari 100 g minyak kelapa “Barco” dengan 190 g gliserol dan katalis NaOH sebanyak 0,1% dari jumlah minyak.. Pembuatan monogliserida dilakukan pada temperatur 200oC selama 3 jam disertai pengadukan. Monogliserida hasil reaksi dipisahkan menggunakan corong pisah. Tahap ke dua yaitu proses pembuatan bioplastik dari kolang-kaling. Sebanyak 30 g bubur kolang-kaling ditambahkan aquasdest 70 g, dan dilakukan proses gelatinasi pada temperatur 70oC. Selanjutnya ditambahkan monogliserida dan diaduk selama 15 menit pada temperatur 70oC. Sebelum adonan bioplastik dituang ke cetakan, dilakukan proses degassing selama 10 menit. Film bioplastik didinginkan dalam oven pada temperatur 55oC. Karakteristik bioplastik ditinjau dari ketebalan, densitas, tensile strength, elongation dan morfologinya. Kata kunci: Bioplastik, Karakteristik, Kolang-kaling, Monogliserida","PeriodicalId":133390,"journal":{"name":"Jurnal Inovasi Teknik Kimia","volume":"61 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124974647","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}