Program pencegahan anemia pada ibu hamil dengan memberikan suplemen tablet Zat Besi (Fe) namun hasilnya belum begitu memuaskan, terlihat dari angka prevalensinya yang masih tinggi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet zat besi (Fe) di Klinik Mitra Delima Kecamatan Banjasari Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami anemia di Klinik Mitra Delima yang berdasarkan data periode 1 Januari - 31 April 2021sebanyak 314 orang. Penentuan sampel dilakukan secara random dengan menggunakan rumus slovin dengan hasil sebanyak 76 ibu hamil yang datang ke Klinik Mitra Delima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari jumlah ibu hamil di Klinik Mitra Delima tidak patuh dalam mengonsumsi tablet zat besi (Fe) yaitu 50 orang (65,8%) sedangkan yang patuh hampir setengah dari ibu hamil yaitu 26 orang (34,2%). Bidan diharapkan lebih memperhatikan ibu hamil yang beresiko anemia dan mengingatkan ibu hamil untuk patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah.Anemia prevention program in pregnant women by giving iron tablet supplements (Fe) but the results have not been very satisfactory, seen from the prevalence rate is still high. The purpose of this study is to find out the picture of compliance of pregnant women in taking iron tablets (Fe) at Mitra Delima Clinic in Banjasari Subdistrict, Ciamis. The type of research used is descriptive quantitative. The population in this study is all pregnant women who have anemia at Mitra Delima Clinic based on data from January 1 to April 31, 2021 as many as 314 people. The sample determination was done randomly using slovin formula with the results of 76 pregnant women who came to Mitra Delima Clinic. The results showed that most of the number of pregnant women in Mitra Delima Clinic did not comply in taking iron tablets (Fe) which is 50 people (65.8%) while the obedient almost half of pregnant women are 26 people (34.2%). Midwives are expected to pay more attention to pregnant women who are at risk of anemia and remind pregnant women to obey in taking blood-added tablets.
孕妇预防贫血计划提供铁药片补充剂,但结果并不令人满意,因为她仍然有很高的先入为主率。这项研究的目的是了解准妈妈在班加瓦利摄政区(Banjasari street of Ciamis)的石榴伴侣诊所(Fe)吃铁平板电脑时的服从情况。所使用的研究类型是定量描述性研究。这项研究的人群是石榴合作伙伴诊所贫血的所有孕妇,根据2014年1月1日至4月31日至202114人的周期数据。样本是随机使用slovin公式进行的,结果有76名孕妇来到石榴Mitra诊所。研究表明,在石榴合作伙伴诊所,大多数孕妇在摄取50人(65.8%)的铁片时是不服从的,而服从母亲的近一半是26人(34.2%)。助产士应该多注意患有贫血的孕妇,并提醒孕妇在服用补充血液药片时要遵守规则。贫血预防项目的预产期是通过giving iron药片补充(Fe),但结果并不令人满意,因为这种比率仍然很高。这项研究的目的是在Ciamis Banjasari sub选区石榴诊所的石榴拿标签的妇女的照片中找到。供研究用的类型是指量量。这项研究的人口都是在石榴诊所贫血的妇女,其年龄为314人。样品的决心用斯洛文尼亚配方完成了,该配方列出了76名怀孕妇女加入石榴诊所的结果。结果显示,妇女在石榴诊所中怀孕的妇女中,有一半没有接受这50人(65.8%)的夺铁标签,而肥胖妇女几乎有一半是26人(34.2%)。助产士被要求对有贫血风险的妇女给予更多关注,并提醒她们遵守取血加标签的妇女。
{"title":"GAMBARAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI (FE) DI KLINIK MITRA DELIMA KECAMATAN BANJARSARI KABUPATEN CIAMIS","authors":"Adila Novelani, S. Fatimah, Arifah Septiane","doi":"10.25157/jmph.v3i2.6823","DOIUrl":"https://doi.org/10.25157/jmph.v3i2.6823","url":null,"abstract":"Program pencegahan anemia pada ibu hamil dengan memberikan suplemen tablet Zat Besi (Fe) namun hasilnya belum begitu memuaskan, terlihat dari angka prevalensinya yang masih tinggi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet zat besi (Fe) di Klinik Mitra Delima Kecamatan Banjasari Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami anemia di Klinik Mitra Delima yang berdasarkan data periode 1 Januari - 31 April 2021sebanyak 314 orang. Penentuan sampel dilakukan secara random dengan menggunakan rumus slovin dengan hasil sebanyak 76 ibu hamil yang datang ke Klinik Mitra Delima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari jumlah ibu hamil di Klinik Mitra Delima tidak patuh dalam mengonsumsi tablet zat besi (Fe) yaitu 50 orang (65,8%) sedangkan yang patuh hampir setengah dari ibu hamil yaitu 26 orang (34,2%). Bidan diharapkan lebih memperhatikan ibu hamil yang beresiko anemia dan mengingatkan ibu hamil untuk patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah.Anemia prevention program in pregnant women by giving iron tablet supplements (Fe) but the results have not been very satisfactory, seen from the prevalence rate is still high. The purpose of this study is to find out the picture of compliance of pregnant women in taking iron tablets (Fe) at Mitra Delima Clinic in Banjasari Subdistrict, Ciamis. The type of research used is descriptive quantitative. The population in this study is all pregnant women who have anemia at Mitra Delima Clinic based on data from January 1 to April 31, 2021 as many as 314 people. The sample determination was done randomly using slovin formula with the results of 76 pregnant women who came to Mitra Delima Clinic. The results showed that most of the number of pregnant women in Mitra Delima Clinic did not comply in taking iron tablets (Fe) which is 50 people (65.8%) while the obedient almost half of pregnant women are 26 people (34.2%). Midwives are expected to pay more attention to pregnant women who are at risk of anemia and remind pregnant women to obey in taking blood-added tablets.","PeriodicalId":142952,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Public Health","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128839259","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kanker leher rahim merupakan keganasan yang terjalin pada leher rahim merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang vagina, kanker leher rahim dapat dideteksi dini dengan menggunakan metode pemeriksaan IVA. Masalah yang utama yaitu rendahnya peminat pemeriksaan IVA. Health Belief menjadi penyebab yang mengakibatkan peminat rendah, karena health belief yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan health belief WUS di wilayah kerja PUSKESMAS Baregbeg dalam deteksi dini kanker leher rahim menggunakan metode pemeriksaan IVA. Metode penelitian ini deskriptif. Teknik sampling menggunakan non probality sampling (consecutive sampling) dengan jumlah responden 126 WUS. Hasil penelitian 46 (36,5%) WUS dengan health belief baik, dan 80 (63,5%) dengan health belief kurang. Diharapkan bagi penyelenggara program IVA untuk meningkatkan penyuluhan dan penyebaran informasi terkait adanya program gratis pemeriksaan IVA untuk meningkatkan kesadaran WUS dan meningkatkan kunjungan program skrining deteksi dini kanker leher rahim menggunakan metode pemeriksaan IVA.Cervical cancer is a malignancy that is entwined in the cervix, which is the lowest part of the uterus that protrudes to the top of the vaginal canal. Moreover, cervical cancer can be early detected by using the IVA examination method. Furthermore, the main problem is the low interest in conducting the IVA examination. In addition, Health Belief is recognized as the cause of low interest. In the meantime, this study aims to describe the health beliefs of WUS in the working area of Baregbeg Public health center in early detection of cervical cancer using the IVA examination method. On the other hand, the study carried out a descriptive method. The sampling technique used non-probability sampling (consecutive sampling) with 126 WUS respondents. The results of the study 46 (36.5%) WUS indicated the good awareness of healt beliefs and 80 (63.5%) indicated the unawareness of health beliefs. Regarding the result, it is hoped that the organizers of the IVA program will conduct counseling and inform more information related to the free IVA examination program to increase awareness of WUS and increase visits to the screening program for early detection of cervical cancer using the IVA examination method.
{"title":"GAMBARAN HEALTH BELIEF MODEL WUS DALAM DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM MENGGUNAKAN PEMERIKSAAN IVA DIPUSKESMAS BAREGBEG 2021","authors":"Siti Rohmah, Sandra Tiara Anggraeni","doi":"10.25157/jmph.v3i2.6825","DOIUrl":"https://doi.org/10.25157/jmph.v3i2.6825","url":null,"abstract":"Kanker leher rahim merupakan keganasan yang terjalin pada leher rahim merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang vagina, kanker leher rahim dapat dideteksi dini dengan menggunakan metode pemeriksaan IVA. Masalah yang utama yaitu rendahnya peminat pemeriksaan IVA. Health Belief menjadi penyebab yang mengakibatkan peminat rendah, karena health belief yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan health belief WUS di wilayah kerja PUSKESMAS Baregbeg dalam deteksi dini kanker leher rahim menggunakan metode pemeriksaan IVA. Metode penelitian ini deskriptif. Teknik sampling menggunakan non probality sampling (consecutive sampling) dengan jumlah responden 126 WUS. Hasil penelitian 46 (36,5%) WUS dengan health belief baik, dan 80 (63,5%) dengan health belief kurang. Diharapkan bagi penyelenggara program IVA untuk meningkatkan penyuluhan dan penyebaran informasi terkait adanya program gratis pemeriksaan IVA untuk meningkatkan kesadaran WUS dan meningkatkan kunjungan program skrining deteksi dini kanker leher rahim menggunakan metode pemeriksaan IVA.Cervical cancer is a malignancy that is entwined in the cervix, which is the lowest part of the uterus that protrudes to the top of the vaginal canal. Moreover, cervical cancer can be early detected by using the IVA examination method. Furthermore, the main problem is the low interest in conducting the IVA examination. In addition, Health Belief is recognized as the cause of low interest. In the meantime, this study aims to describe the health beliefs of WUS in the working area of Baregbeg Public health center in early detection of cervical cancer using the IVA examination method. On the other hand, the study carried out a descriptive method. The sampling technique used non-probability sampling (consecutive sampling) with 126 WUS respondents. The results of the study 46 (36.5%) WUS indicated the good awareness of healt beliefs and 80 (63.5%) indicated the unawareness of health beliefs. Regarding the result, it is hoped that the organizers of the IVA program will conduct counseling and inform more information related to the free IVA examination program to increase awareness of WUS and increase visits to the screening program for early detection of cervical cancer using the IVA examination method.","PeriodicalId":142952,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Public Health","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129002640","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Oktarina Sri Iriani, Dyah Triwidyantari, Tati Hayati
Masalah gizi seimbang di Indonesia masih merupakan masalah yang cukup berat. Pada hakikatnya berpangkal pada keadaan ekonomi yang kurang dan terbatasnya pengetahuan tentang nilai gizi dan makanan yang ada. Kekurangan atau kelebihan makanan pada masa hamil dapat berakibat kurang baik bagi ibu, janin yang dikandung serta jalannya persalinan. Oleh karena itu, perhatian terhadap gizi dan pengawasan berat badan (BB) selama hamil merupakan salah satu hal penting dalam pengawasan kesehatan pada masa hamil. Untuk mengetahui “ Hubungan status gizi ibu sebelum hamil dengan penambahan berat badan selama hamil”. Jenis penelitian yang digunakan adalah hasil desain penelitian deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi ibu sebelum hamil dengan penambahan berat badan selama hamil. Populasi ibu hamil trimester III di wilayah kerja PMB Bidan W yaitu sebanyak 55 orang yang berkunjung ke PMB Bidan W. Untuk mendapatkan jumlah responden peneliti melakukan pengumpulan dengan tekhnik rancangan penelitian Cross Sectional Study dengan seluruh ibu hamil trimester III. Kemudian peneliti akan menghitung menggunakan rumus BMI yaitu Berat (badan dalam kg) : Kuadrat tinggi badan (dalam ukuran meter). BMI = (BB) / (TB) x (TB). Dilanjutkan dengan analisa data melalui beberapa tahap yang dimulai dengan editing, coding, tabulasi.Hasil : Hasil penelitian yang didapatkan Dari 55 responden status gizi ibu hamil bahwa hampir setengah dari responden status gizi ibu hamil dengan kategori normal sebanyak 22 orang dengan presentasi 40%. Dari 55 responden penambahan berat badan ibu selama hamil bahwa hampir setengah dari responden penambahan berat badan dengan kategori baik sebanyak 20 orang presentasi 36,4%. Ada hubungan status gizi ibu sebelum hamil dengan penambahan berat badan selama hamil di PMB Bd Warsah Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil uji statistik menggunakan Chi – square dalam penelitian ini menunjukkan p = ,000 < 0,05.The problem of balanced nutrition in Indonesia is still a serious problem. Essentially stems from a lack of economic conditions and limited knowledge about nutrition in Indonesia. Lack or excess of food during pregnancy can have a negative effect on the mother, the fetus and the course of delivery. Therefore, attention to nutrition and control of body weight (BB) during pregnancy is of the important things in health surveillance during pregnancy. To determine the relationship between maternal nutritional status before pregnancy and weight gain during pregnancy. The type of research used is the result of a descriptive research design that aims to determine the relationship between maternal nutritional status before pregnancy and weight gain during pregnancy. The population of thitd trimester III pregnant women in the PMB Midwife W working area, west bandung district, was 55 people. To get the number of respondents, the research was was collected using a cross sectional study design technique with all 3 trimester
印尼平衡的营养问题仍然是一个相当大的问题。营养价值和食品价值的知识相对较少,这基本上意味着经济状况不佳。怀孕期间缺乏或过多的食物可能会使母亲、怀孕的胎儿和分娩过程较差。因此,产前对营养和体重控制(BB)的关注是产前健康管理的重要组成部分。了解“产前母亲的营养状况与怀孕期间体重增加有关”。用于研究类型的研究是为了在怀孕前通过增加体重来确定母亲的营养状况。在PMB助产士W工作区域,大约有55名孕妇访问了PMB助产士W,以获得研究人员在整个怀孕期的交叉研究技术收集研究人员。然后研究人员将用BMI的重量公式来计算:BMI = (BB) / (TB) x (TB)。然后通过一些步骤进行数据分析,从编辑、编码、制表开始。结果:在55名孕妇营养状况的受访者中,近一半的孕妇营养状况正常的人是22人,报告为40%。在55名孕妇体重增加的受访者中,近一半的受访者超重20人,表现为36.4%。在万隆西选区,孕妇在PMB Bd期间体重增加,与产前母亲的营养状况有关。通过使用Chi - square在本研究中显示p = 000 < 0.05的统计结果,可以证明这一点。在印尼,平衡营养的问题仍然是一个严重的问题。在印度尼西亚,经济条件和对营养限制的知识越来越多。母亲、母亲、母亲和分娩的过程可能会有负面影响。注意注意营养和控制怀孕期间的重要事物。为了确定母亲在怀孕前和怀孕期间的性营养状况之间的关系。使用的研究类型是对母亲的描述设计的一种描述,这种设计可以在pregnancy和pregnancy期间确定母婴之间的关系。西万隆区PMB期中工作地区怀孕的妇女人数为55人。为了得到回答的数字,这项研究采用了一个跨部门研究设计技术,所有三个怀孕的妇女都在检查自己的体重和身高。然后,研究人员将用BMI配方、namely body weight (in kg)来calculate: height squared (in maters)。通过编辑、编码、消解等数据分析跟随。研究结果显示,怀孕妇女的平均年龄为55人,怀孕妇女的平均年龄为22人,有40%的报告。在善良的行为中体重不足的55人当中,20人有36.4%的差距。在PMB中妻子W西万隆摄政前,母亲的营养状况有一种关系。这可能是由气的再生测试通过这个学习过程的p =, 000 < 0.05而证明的
{"title":"HUBUNGAN BODY MASS INDEX (BMI) IBU HAMIL DENGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DI PMB BD. W KAB. BANDUNG BARAT TAHUN 2021","authors":"Oktarina Sri Iriani, Dyah Triwidyantari, Tati Hayati","doi":"10.25157/jmph.v3i2.6822","DOIUrl":"https://doi.org/10.25157/jmph.v3i2.6822","url":null,"abstract":"Masalah gizi seimbang di Indonesia masih merupakan masalah yang cukup berat. Pada hakikatnya berpangkal pada keadaan ekonomi yang kurang dan terbatasnya pengetahuan tentang nilai gizi dan makanan yang ada. Kekurangan atau kelebihan makanan pada masa hamil dapat berakibat kurang baik bagi ibu, janin yang dikandung serta jalannya persalinan. Oleh karena itu, perhatian terhadap gizi dan pengawasan berat badan (BB) selama hamil merupakan salah satu hal penting dalam pengawasan kesehatan pada masa hamil. Untuk mengetahui “ Hubungan status gizi ibu sebelum hamil dengan penambahan berat badan selama hamil”. Jenis penelitian yang digunakan adalah hasil desain penelitian deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi ibu sebelum hamil dengan penambahan berat badan selama hamil. Populasi ibu hamil trimester III di wilayah kerja PMB Bidan W yaitu sebanyak 55 orang yang berkunjung ke PMB Bidan W. Untuk mendapatkan jumlah responden peneliti melakukan pengumpulan dengan tekhnik rancangan penelitian Cross Sectional Study dengan seluruh ibu hamil trimester III. Kemudian peneliti akan menghitung menggunakan rumus BMI yaitu Berat (badan dalam kg) : Kuadrat tinggi badan (dalam ukuran meter). BMI = (BB) / (TB) x (TB). Dilanjutkan dengan analisa data melalui beberapa tahap yang dimulai dengan editing, coding, tabulasi.Hasil : Hasil penelitian yang didapatkan Dari 55 responden status gizi ibu hamil bahwa hampir setengah dari responden status gizi ibu hamil dengan kategori normal sebanyak 22 orang dengan presentasi 40%. Dari 55 responden penambahan berat badan ibu selama hamil bahwa hampir setengah dari responden penambahan berat badan dengan kategori baik sebanyak 20 orang presentasi 36,4%. Ada hubungan status gizi ibu sebelum hamil dengan penambahan berat badan selama hamil di PMB Bd Warsah Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil uji statistik menggunakan Chi – square dalam penelitian ini menunjukkan p = ,000 < 0,05.The problem of balanced nutrition in Indonesia is still a serious problem. Essentially stems from a lack of economic conditions and limited knowledge about nutrition in Indonesia. Lack or excess of food during pregnancy can have a negative effect on the mother, the fetus and the course of delivery. Therefore, attention to nutrition and control of body weight (BB) during pregnancy is of the important things in health surveillance during pregnancy. To determine the relationship between maternal nutritional status before pregnancy and weight gain during pregnancy. The type of research used is the result of a descriptive research design that aims to determine the relationship between maternal nutritional status before pregnancy and weight gain during pregnancy. The population of thitd trimester III pregnant women in the PMB Midwife W working area, west bandung district, was 55 people. To get the number of respondents, the research was was collected using a cross sectional study design technique with all 3 trimester","PeriodicalId":142952,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Public Health","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125741241","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rasa cemas menghadapi proses persalinan menduduki peringkat teratas yang paling sering dialami oleh ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan persalinan, salah satu cara mengurangi kecemasan pada ibu hamil adalah dukungan keluarga. Kurangnya dukungan keluarga yang mengakibatkan kecemasan pada ibu hamil bisa berakibat bayi lahir prematur, anak akan kesulitan belajar, hiperaktif, atau bahkan anak menjadi autisme Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil menghadapi proses persalinan di PMB Bd. C Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik sampel accidental sampling, yang menggunakan instrumen kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil menghadapi proses persalinan di PMB Bd. C Kota Bandung dengan nilai P value > 0,05. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil menghadapi proses persalinan di PMB Bd. C Kota Bandung.Anxiety facing the labor process topped the list most often experienced by pregnant women in the face of pregnancy and childbirth, one way to reduce anxiety in pregnant women is family support. Lack of family support that results in anxiety in pregnant women can result in babies born prematurely, children will have learning difficulties, hyperactivity, or even children become autistic This study aims to find out the relationship of family support with the level of anxiety pregnant women face the labor process in PMB Bd.C Bandung City. Research uses analytical survey research methods with a cross sectional approach, with accidental samplingsample techniques, which use questionnaireinstruments. The results showed that the average relationship of family support with the anxiety level of pregnant women facing labor in PMB Bd.C Bandung city with a value of P value > 0.05. This study shows that there is no relationship between family support and the level of anxiety pregnant women face the labor process in PMB Bd.C Bandung City.
{"title":"HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL MENGHADAPI PROSES PERSALINAN","authors":"I. Kartika, Tiara Putri Claudya","doi":"10.25157/jmph.v3i2.6821","DOIUrl":"https://doi.org/10.25157/jmph.v3i2.6821","url":null,"abstract":"Rasa cemas menghadapi proses persalinan menduduki peringkat teratas yang paling sering dialami oleh ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan persalinan, salah satu cara mengurangi kecemasan pada ibu hamil adalah dukungan keluarga. Kurangnya dukungan keluarga yang mengakibatkan kecemasan pada ibu hamil bisa berakibat bayi lahir prematur, anak akan kesulitan belajar, hiperaktif, atau bahkan anak menjadi autisme Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil menghadapi proses persalinan di PMB Bd. C Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik sampel accidental sampling, yang menggunakan instrumen kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil menghadapi proses persalinan di PMB Bd. C Kota Bandung dengan nilai P value > 0,05. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil menghadapi proses persalinan di PMB Bd. C Kota Bandung.Anxiety facing the labor process topped the list most often experienced by pregnant women in the face of pregnancy and childbirth, one way to reduce anxiety in pregnant women is family support. Lack of family support that results in anxiety in pregnant women can result in babies born prematurely, children will have learning difficulties, hyperactivity, or even children become autistic This study aims to find out the relationship of family support with the level of anxiety pregnant women face the labor process in PMB Bd.C Bandung City. Research uses analytical survey research methods with a cross sectional approach, with accidental samplingsample techniques, which use questionnaireinstruments. The results showed that the average relationship of family support with the anxiety level of pregnant women facing labor in PMB Bd.C Bandung city with a value of P value > 0.05. This study shows that there is no relationship between family support and the level of anxiety pregnant women face the labor process in PMB Bd.C Bandung City.","PeriodicalId":142952,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Public Health","volume":"116 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123133392","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
MP-ASI (Makanan Pendamping-Air Susu Ibu) adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung nutrisi yang diberikan kepada bayi setelah bayi siap atau berusia 6 bulan. Makanan pendamping ASI merupakan makanan tambahan bagi bayi.Makanan ini harus menjadi pelengkap dan dapat memenuhi kebutuhan bayi. Jadi selain makanan pendamping ASI, ASI harus tetap diberikan kepada bayi paling tidak sampai usia 24 bulan. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2013 diketahui bahwa pemberian ASI Ekslusif hanya meningkat sekitar 10% dalam periode 2007-2013. Pada SDKI tahun 2007 angka pemberian ASI Ekslusif itu hanya sekitar 32%, dan di SDKI tahun 2013 meningkat menjadi 42%, meskipun ada peningkatan hal ini masih jauh dari angka sempurna. Keberhasilan ASI Ekslusif di Jawa Barat tercapai 42% dari target 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian MP ASI kurang dari 6 bulan dengan kerentanan penyakit di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis tahun 2014. Jenis penelitian yaitu menggunakan survey analitik dengan pendekatan case control (retrospective). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis periode Februari Mei 2014 sebanyak 357 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Proporsional Random Sampling sebanyak 78 orang. Hasil penelitian diketahui pemberian MP ASI adalah kategori memberikan MP ASI dibawah usia 6 bulan sebanyak 55 orang (10,5%), kerentanan penyakit adalah kategori mengalami sebanyak 58 orang (74,4%) dan terdapat hubungan antara pemberian MP ASI dibawah usia 6 bulan dengan kerentanan penyakit di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis 2014 ditunjukan dengan nilai p value 0,000 < α (0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar memberikan MP ASI dibawah usia 6 bulan, sebagian besar mengalami kerentan penyakit dan terdapat hubungan antara pemberian MP ASI dibawah usia 6 bulan dengan kerentanan penyakit di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis 2014.MP-ASI (Companion Food-Breast Milk) is food or drink other than ASI that contains nutrients given to the baby after the baby is ready or 6 months old. Breast milk companion food is a supplement for babies. This food should be complementary and can meet the needs of the baby. So in addition to breast milk supplements, breast milk should still be given to babies at least until the age of 24 months. The results of the Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI) in 2013 found that Exclusive Breastfeeding increased only about 10% in the period 2007-2013. In SDKI in 2007 the number of exclusive breastfeeding was only about 32%, and in SDKI in 2013 increased to 42%, although there is an increase this is still far from the perfect figure. The success of Exclusive Breastfeeding in West Java reached 42% of the target of 80%. The purpose of this study is to find out the relationship between the provisi
mp -母乳喂养是一种食品或饮料,除了母乳喂养婴儿后6个月或6个月大时所含的营养物质。母乳喂养是婴儿的额外喂养。这些食物必须是补充品,能够满足婴儿的需要。因此,除了母乳喂养外,母乳应该至少在24个月大之前给婴儿吃。2013年的《印尼人口与健康调查》(SDKI)发现,在2004 -2013年间,独家母乳喂养只增加了10%。2007年,独家母乳喂养率仅为32%,2013年SDKI的平均母乳喂养率增加了42%,尽管这一比例仍远远未达到完美。西爪哇独家母乳喂养的成功占80%目标的42%。本研究的目的是确定2014年伞形大交通区区疾病脆弱性议员母乳喂养不足6个月的原因。一种采用案例控制方法进行分析调查的研究。2014年2月,恰米斯区伞大街道上所有5岁以下的母亲共有357人。本研究的抽样技术是78个随机抽样的比例。MP已知的研究成果给予6个月母乳喂养是母乳给议员在年龄类别共有55人(10,5%)疾病的脆弱性,是经历了多达58人(74,4%)和类别有议员之间的关系给予母乳年龄在6个月大伞村街道的疾病易感性Panumbangan Ciamis县2014年的成绩展示价值万<αp(0。05)。研究的结论是,该研究主要针对6个月以下的议员,其中大多数人患有易受感染的疾病,其中6个月以下的议员与2014年恰米斯摄政大伞村的疾病脆弱性有关。mp -母乳喂养的食物或其他饮料,比母乳喂养的孩子在孩子准备好或6个月大后给孩子的营养。母乳喂养伙伴食品是婴儿的补充。这顿饭应该是完整的,可以满足孩子的需要。因此,在再加上母乳补充的同时,母乳喂养的幼崽应该至少在24个月后才会传给婴儿。2013年,印尼人口与健康调查(SDKI)的结果发现,自2007-2013年以来,只增加了10%。2007年,营养指数只增加了32%,2013年SDKI增加了42%,尽管这个增长仍然远远低于完美的数字。在西爪哇独家育种的成功达到了80%目标的42%。这项研究的目的是在不到6个月的时间里发现议员之间的关系这是一种研究方法,用案例控制来进行分析调查。2014年5月5日这项研究中的技术样本是平均分布在78人身上的随机抽样。results》《provision of The study是知道母乳母乳议员是一个类别的给美国议员在美国《时代》杂志6月之多55人(susceptibility》10 . 5%),疾病是美国《experiencing类别很多58人(74 . 4%)和美国之间有关系和疾病susceptibility provision of》大伞村,Panumbangan Subdistrict, 2014年Ciamis丽晶是展示with a p 0.01至0.05万<α价值》()。历史性》这个研究的就是那把他们的大多数母乳给议员时代》在6月,他们有a susceptibility to的大多数疾病和母乳给国会议员之间有关系时代》在6月与伟大susceptibility to疾病在伞村,2014年Ciamis丽晶Panumbangan区。
{"title":"HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN MP ASI DI BAWAH USIA 6 BULAN DENGAN KERENTANAN PENYAKIT DI DESA PAYUNG AGUNG KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS","authors":"Sri Heryani","doi":"10.25157/jmph.v3i2.6826","DOIUrl":"https://doi.org/10.25157/jmph.v3i2.6826","url":null,"abstract":"MP-ASI (Makanan Pendamping-Air Susu Ibu) adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung nutrisi yang diberikan kepada bayi setelah bayi siap atau berusia 6 bulan. Makanan pendamping ASI merupakan makanan tambahan bagi bayi.Makanan ini harus menjadi pelengkap dan dapat memenuhi kebutuhan bayi. Jadi selain makanan pendamping ASI, ASI harus tetap diberikan kepada bayi paling tidak sampai usia 24 bulan. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2013 diketahui bahwa pemberian ASI Ekslusif hanya meningkat sekitar 10% dalam periode 2007-2013. Pada SDKI tahun 2007 angka pemberian ASI Ekslusif itu hanya sekitar 32%, dan di SDKI tahun 2013 meningkat menjadi 42%, meskipun ada peningkatan hal ini masih jauh dari angka sempurna. Keberhasilan ASI Ekslusif di Jawa Barat tercapai 42% dari target 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian MP ASI kurang dari 6 bulan dengan kerentanan penyakit di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis tahun 2014. Jenis penelitian yaitu menggunakan survey analitik dengan pendekatan case control (retrospective). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis periode Februari Mei 2014 sebanyak 357 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Proporsional Random Sampling sebanyak 78 orang. Hasil penelitian diketahui pemberian MP ASI adalah kategori memberikan MP ASI dibawah usia 6 bulan sebanyak 55 orang (10,5%), kerentanan penyakit adalah kategori mengalami sebanyak 58 orang (74,4%) dan terdapat hubungan antara pemberian MP ASI dibawah usia 6 bulan dengan kerentanan penyakit di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis 2014 ditunjukan dengan nilai p value 0,000 < α (0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar memberikan MP ASI dibawah usia 6 bulan, sebagian besar mengalami kerentan penyakit dan terdapat hubungan antara pemberian MP ASI dibawah usia 6 bulan dengan kerentanan penyakit di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis 2014.MP-ASI (Companion Food-Breast Milk) is food or drink other than ASI that contains nutrients given to the baby after the baby is ready or 6 months old. Breast milk companion food is a supplement for babies. This food should be complementary and can meet the needs of the baby. So in addition to breast milk supplements, breast milk should still be given to babies at least until the age of 24 months. The results of the Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI) in 2013 found that Exclusive Breastfeeding increased only about 10% in the period 2007-2013. In SDKI in 2007 the number of exclusive breastfeeding was only about 32%, and in SDKI in 2013 increased to 42%, although there is an increase this is still far from the perfect figure. The success of Exclusive Breastfeeding in West Java reached 42% of the target of 80%. The purpose of this study is to find out the relationship between the provisi","PeriodicalId":142952,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Public Health","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129165721","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kepatuhan dalam penggunaan partograf di Puskesmas Sodonghilir masih rendah, Untuk meningkatkan motivasi bidan dalam pengisian partograf, bidan koodinator Puskesmas Sodonghilir sebagai penanggungjawab KIA di wilayah tersebut mewajibkan bidan menggunakan partograf Digital dalam pemantauan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan gambaran efektivitas penggunaan Partograf Digital oleh bidan desa di Puskesmas Sodonghilir. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Sampel penelitian ini adalah Total Sampling, yaitu seluruh bidan desa yang ada di kecamatan Sodonghilir sejumlah 12 bidan. Distribusi Frekuensi Penggunaan Partograf Digital Oleh Bidan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sodonghilir kategori baik sebanyak 6 orang (50%). Diharapkan bidan meningkatkan motifvasi penggunaan partograf digital saat pemantauan persalinan.Compliance with the use of partographs at the Sodonghilir Health Center is still low. To increase the motivation of midwives in filling out partographs, the coordinating midwife of the Sodonghilir Health Center as the person in charge of MCH in the area requires midwives to use digital partographs in monitoring deliveries. This study aims to describe the effectiveness of using Digital Partographs by village midwives at the Sodonghilir Health Center. This research method is descriptive. The sample of this research is Total Sampling, namely all village midwives in Sodonghilir sub-district with a total of 12 midwives.Distribution of Frequency of Use of Digital Partographs by Midwives in the Working Area of Sodonghilir Health Center in good category as many as 6 people (50%). It is hoped that midwives will increase their motivation to use digital partographs during labor monitoring.
{"title":"GAMBARAN PENGGUNAAN PARTOGRAF DIGITAL PADA PERSALINAN OLEH BIDAN DESA","authors":"Widya Maya Ningrum, Siti Nuraeni Agustin","doi":"10.25157/jmph.v3i2.6828","DOIUrl":"https://doi.org/10.25157/jmph.v3i2.6828","url":null,"abstract":"Kepatuhan dalam penggunaan partograf di Puskesmas Sodonghilir masih rendah, Untuk meningkatkan motivasi bidan dalam pengisian partograf, bidan koodinator Puskesmas Sodonghilir sebagai penanggungjawab KIA di wilayah tersebut mewajibkan bidan menggunakan partograf Digital dalam pemantauan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan gambaran efektivitas penggunaan Partograf Digital oleh bidan desa di Puskesmas Sodonghilir. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Sampel penelitian ini adalah Total Sampling, yaitu seluruh bidan desa yang ada di kecamatan Sodonghilir sejumlah 12 bidan. Distribusi Frekuensi Penggunaan Partograf Digital Oleh Bidan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sodonghilir kategori baik sebanyak 6 orang (50%). Diharapkan bidan meningkatkan motifvasi penggunaan partograf digital saat pemantauan persalinan.Compliance with the use of partographs at the Sodonghilir Health Center is still low. To increase the motivation of midwives in filling out partographs, the coordinating midwife of the Sodonghilir Health Center as the person in charge of MCH in the area requires midwives to use digital partographs in monitoring deliveries. This study aims to describe the effectiveness of using Digital Partographs by village midwives at the Sodonghilir Health Center. This research method is descriptive. The sample of this research is Total Sampling, namely all village midwives in Sodonghilir sub-district with a total of 12 midwives.Distribution of Frequency of Use of Digital Partographs by Midwives in the Working Area of Sodonghilir Health Center in good category as many as 6 people (50%). It is hoped that midwives will increase their motivation to use digital partographs during labor monitoring.","PeriodicalId":142952,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Public Health","volume":"125 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134371827","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ibu hamil yang mengalami KEK akan mengalami kekurangan gizi, tubuh mudah lelah, pucat, lemas, dan mengalami kesulitan salah satunya dalam proses persalinan. Pengaruh KEK terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (prematur), pendarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi. Puskesmas Sadananya data ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 70 orang (9,49%) dan berlanjut ke penyulit lainnya yaitu mengalami Abortus 5 0rang (3,5%), BBLR 9 bayi (6,3%). Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan riwayat KEK pada masa kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Sadananya Kabupaten Ciamis Tahun 2019 sebanyak 70, Teknik pengambilan sempel mengunakan Simple Random Sampling. Analisa dalam penelitian ini adalah Univariat. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 3 oang mengalami persalinan sebelum waktunya (4,3%), 1 orang mengalami perdarahan paska salin disebebkan atonia uteri (1,4%), dan 8 orang proses persalinan dengan Operasi (SC) (11,4%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ibu hamil dengan riwayat KEK mengalami penyulit persalinan, meskipun secara jumlah tidak terlalu signifikan, namun hal ini tentunya tetap harus menjadi perhatian khususnya bagaimana bisa mencegah ibu hamil untuk tidak mengalami anemia, dan apabila sudah terjadi sebagai seorang bidan tentunya harus dapat mendeteksi penyulit yang akan terjadi denganmelakukan penapisan awal persalinanPregnant women who experience KEK will experience malnutrition, body easily tired, pale, weak, and experience difficulties, one of which is in the delivery process. The effect of KEK on the labor process can result in difficult and prolonged labor, preterm labor, bleeding after delivery, and delivery by surgery. Puskesmas Sadananya data on pregnant women who experience KEK as many as 70 people (9.49%) and continue to other complications, namely experiencing 5 0rang abortion (3.5%), LBW 9 babies (6.3%). This type of research is a descriptive study. The population in this study were all 70 women who gave birth with a history of KEK during pregnancy in the Work Area of the Sadananya Health Center, Ciamis Regency in 2019, the sampling technique used was Simple Random Sampling. The analysis in this research is Univariate.. The results showed as many as 3 people experienced premature labor (4.3%), 1 person experienced post-saline bleeding due to uterine atony (1.4%), and 8 people went into labor by surgery (11.4%). The conclusion of this study is that pregnant women with a history of KEK experience difficulty in childbirth, although the numbers are not too significant, this of course still has to be a concern, especially how to prevent pregnant women from experiencing anemia, and if it has occurred as a midwife, of course they must be able to detecting impending complications by performing an early screening of labor.
患有爷爷奶奶的孕妇将面临营养不良、身体虚弱、苍白、虚弱和分娩过程中的任何一种困难。爷爷对分娩过程的影响可能会导致长期的分娩、早产、分娩后出血和手术分娩。孕妇的数据库中有70人(9.49%),还有其他流产5 0rang (3.5%), BBLR 9婴儿(6.3%)。这种研究是描述性的研究。人口的对照研究中,这是整个地区的妈妈妊娠分娩史的爷爷在医院工作县Sadananya Ciamis 2019年多达70英里,sempel检索技术用简单随机抽样。这项研究的分析是独角兽。研究结果显示,多达3是过早地经历分娩人(4.3%),1人后出血复制disebebkan atonia uteri(1.4%),和8人引产手术(SC)(11,4%)。这项研究的结论是爷爷临产penyulit史的孕妇,虽然在数量上不太重要,但这当然必须是特别关注的是能阻止孕妇不贫血,如果发生了作为一名助产士会发生一定可以探测到penyulit denganmelakukan penapisan persalinanPregnant women who体验爷爷威尔体验malnutrition之初,身体很容易累,苍白、软弱和体验difficulties,一号》,这是《分娩的过程。在实验室过程中,蛋糕的效果可以在困难和扩张的过程中恢复,preterm labor,交货后流血,surgery交货。怀孕妇女体验70人(9.49%)和其他惯例的数据,namely经历5 0rang堕胎(3.5%),LBW 9婴儿(6.3%)。这是一种研究类型的描述研究。这项研究的人口全部是在2019年中央健康中心的工作区域怀孕的70名妇女,过去的样本技术是一个简单的随机抽样。这项研究的分析是统一的。结果显示,三名美国人经历了意外提款(4.3%),一名人通过后盐水排版(1.4%),8人通过surgery(11.4%)进入实验室。这个研究的就是那把怀孕之历史性women with a history of爷爷体验困难在childbirth,虽然这个数字是不太浓厚,这当然还必须关注,尤其是如何prevent a怀孕妇女从experiencing midwife一样,如果它发生贫血,当然他们一定能干到detecting impending complications由实验室的早期筛选的表演。
{"title":"PERSALINAN PADA IBU DENGAN RIWAYAT KEKURANGAN ENERGI KRONIS","authors":"Widya Maya Ningrum, E. Puspitasari","doi":"10.25157/jmph.v3i2.6827","DOIUrl":"https://doi.org/10.25157/jmph.v3i2.6827","url":null,"abstract":"Ibu hamil yang mengalami KEK akan mengalami kekurangan gizi, tubuh mudah lelah, pucat, lemas, dan mengalami kesulitan salah satunya dalam proses persalinan. Pengaruh KEK terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (prematur), pendarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi. Puskesmas Sadananya data ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 70 orang (9,49%) dan berlanjut ke penyulit lainnya yaitu mengalami Abortus 5 0rang (3,5%), BBLR 9 bayi (6,3%). Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan riwayat KEK pada masa kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Sadananya Kabupaten Ciamis Tahun 2019 sebanyak 70, Teknik pengambilan sempel mengunakan Simple Random Sampling. Analisa dalam penelitian ini adalah Univariat. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 3 oang mengalami persalinan sebelum waktunya (4,3%), 1 orang mengalami perdarahan paska salin disebebkan atonia uteri (1,4%), dan 8 orang proses persalinan dengan Operasi (SC) (11,4%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ibu hamil dengan riwayat KEK mengalami penyulit persalinan, meskipun secara jumlah tidak terlalu signifikan, namun hal ini tentunya tetap harus menjadi perhatian khususnya bagaimana bisa mencegah ibu hamil untuk tidak mengalami anemia, dan apabila sudah terjadi sebagai seorang bidan tentunya harus dapat mendeteksi penyulit yang akan terjadi denganmelakukan penapisan awal persalinanPregnant women who experience KEK will experience malnutrition, body easily tired, pale, weak, and experience difficulties, one of which is in the delivery process. The effect of KEK on the labor process can result in difficult and prolonged labor, preterm labor, bleeding after delivery, and delivery by surgery. Puskesmas Sadananya data on pregnant women who experience KEK as many as 70 people (9.49%) and continue to other complications, namely experiencing 5 0rang abortion (3.5%), LBW 9 babies (6.3%). This type of research is a descriptive study. The population in this study were all 70 women who gave birth with a history of KEK during pregnancy in the Work Area of the Sadananya Health Center, Ciamis Regency in 2019, the sampling technique used was Simple Random Sampling. The analysis in this research is Univariate.. The results showed as many as 3 people experienced premature labor (4.3%), 1 person experienced post-saline bleeding due to uterine atony (1.4%), and 8 people went into labor by surgery (11.4%). The conclusion of this study is that pregnant women with a history of KEK experience difficulty in childbirth, although the numbers are not too significant, this of course still has to be a concern, especially how to prevent pregnant women from experiencing anemia, and if it has occurred as a midwife, of course they must be able to detecting impending complications by performing an early screening of labor.","PeriodicalId":142952,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Public Health","volume":"196 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122523744","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI VIDEO BERBASIS ANDROID DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGAYAM TAHUN 2020","authors":"Y. Hindiarti, Rizka Nur Khofifah","doi":"10.25157/jmph.v3i1.4531","DOIUrl":"https://doi.org/10.25157/jmph.v3i1.4531","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":142952,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Public Health","volume":"174 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121257012","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Indonesia sedang menghadapi masalah dengan jumlah dan kualitas sumber daya manusia. Faktor yang memengaruhi pemilihan kontrasepsi yaitu terdiri dari faktor internal dan factor eksternal. Faktor internal yaitu terdiri dari Pengalaman, takut terhadap efek samping, pengetahuan/pemahaman yang salah tentang IUD. Puskesmas Panjalu Kabupaten Ciamis Tahun 2019 memiliki jumlah peserta KB aktif sebanyak 6,816. dan prosentase pemakaian alat kontrasepsi IUD sebanyak 880 orang (12.9%) angka pemakaian alat kontrasepsi IUD merupakan angka ke-8 tertinggi di Kabupaten Ciamis. Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran dukungan suami pada akseptor KB IUD di wilayah Puskesmas Panjalu Metode: Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei deskriptif jumlah sampel sebanyak 90 orang. Adapun tehnik sampling yang digunakan adalah cluster ramdom sampling. Diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan suami berdasarkan informasi sebanyak 53 orang (58,9%). Diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan emosional dari suami sebanyak sebanyak 59 orang (65,6%). Diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan penghargaan Dari suami sebanyak 52 orang (57,8%). Diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan instrumental dari suami sebanyak 62 orang (68,9%). Dukungan suami diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan sebanyak 56 orang (62,2%). Saran Bagi bidan dengan masih banyaknya ibu-ibu yang memakai KB hormonal adalah dengan meningkatkan kinerja bidan dalam memberikan koseling, serta bidan diharapkan dapat meningkatkan penyuluhan kepada pasangan usia subur.Indonesia is facing the problem of both number and quality of human resources. Factors that influence the choice of contraception can be devided into internal factors and external factors. The internal factors cover experiences, fear of side effects and misconceptions about the IUD, while one of the external factors is husband's support. Panjalu community health center ( Puskesmas) in Ciamis Regency in 2019 had a total of 6,816 active family planning participants with the percentage of IUD contraceptive users around 880 people (12.9%). The precentage of IUD birth control use is the 8th highest rate in Ciamis Regency. The present study aims to describe the husband's support for IUD acceptors in Panjalu Community Health Center. Study employed descriptive survey approach with a total sample of 90 people. The sampling technique used was cluster random sampling. The results showed that most of the respondents exactly 53 people (58.9%) did not get their husband's support. To be precise, the number of respondents who did not get emotional support from their husbands was 59 people (65.6%); the number of respondents who did not receive appreciation support from their husbands was 52 people (57.8%); and the number of respondents who did not get the instrumental support from their husbands was 62 people (68.9%).
{"title":"GAMBARAN DUKUNGAN SUAMI PADA AKSEPTOR KB IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANJALU TAHUN 2020","authors":"Widya Maya Ningrum, Karmila Rahmaningrum","doi":"10.25157/jmph.v3i1.6784","DOIUrl":"https://doi.org/10.25157/jmph.v3i1.6784","url":null,"abstract":"Indonesia sedang menghadapi masalah dengan jumlah dan kualitas sumber daya manusia. Faktor yang memengaruhi pemilihan kontrasepsi yaitu terdiri dari faktor internal dan factor eksternal. Faktor internal yaitu terdiri dari Pengalaman, takut terhadap efek samping, pengetahuan/pemahaman yang salah tentang IUD. Puskesmas Panjalu Kabupaten Ciamis Tahun 2019 memiliki jumlah peserta KB aktif sebanyak 6,816. dan prosentase pemakaian alat kontrasepsi IUD sebanyak 880 orang (12.9%) angka pemakaian alat kontrasepsi IUD merupakan angka ke-8 tertinggi di Kabupaten Ciamis. Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran dukungan suami pada akseptor KB IUD di wilayah Puskesmas Panjalu Metode: Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei deskriptif jumlah sampel sebanyak 90 orang. Adapun tehnik sampling yang digunakan adalah cluster ramdom sampling. Diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan suami berdasarkan informasi sebanyak 53 orang (58,9%). Diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan emosional dari suami sebanyak sebanyak 59 orang (65,6%). Diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan penghargaan Dari suami sebanyak 52 orang (57,8%). Diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan instrumental dari suami sebanyak 62 orang (68,9%). Dukungan suami diketahui sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan sebanyak 56 orang (62,2%). Saran Bagi bidan dengan masih banyaknya ibu-ibu yang memakai KB hormonal adalah dengan meningkatkan kinerja bidan dalam memberikan koseling, serta bidan diharapkan dapat meningkatkan penyuluhan kepada pasangan usia subur.Indonesia is facing the problem of both number and quality of human resources. Factors that influence the choice of contraception can be devided into internal factors and external factors. The internal factors cover experiences, fear of side effects and misconceptions about the IUD, while one of the external factors is husband's support. Panjalu community health center ( Puskesmas) in Ciamis Regency in 2019 had a total of 6,816 active family planning participants with the percentage of IUD contraceptive users around 880 people (12.9%). The precentage of IUD birth control use is the 8th highest rate in Ciamis Regency. The present study aims to describe the husband's support for IUD acceptors in Panjalu Community Health Center. Study employed descriptive survey approach with a total sample of 90 people. The sampling technique used was cluster random sampling. The results showed that most of the respondents exactly 53 people (58.9%) did not get their husband's support. To be precise, the number of respondents who did not get emotional support from their husbands was 59 people (65.6%); the number of respondents who did not receive appreciation support from their husbands was 52 people (57.8%); and the number of respondents who did not get the instrumental support from their husbands was 62 people (68.9%).","PeriodicalId":142952,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Public Health","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128011391","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nyeri dalam persalinan dapat memiliki dampak yang berbahaya pada ibu dan janin yaitu hiperventilasi. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di Praktik Mandiri Bidan N Cipaku pada bulan Januari tahun 2021, ditemukan 7 dari 10 ibu bersalin mengalami nyeri yang luar biasa dan tidak tertahankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Teknik Relaksasi Nafas Pada Ibu Bersalin di Praktik Mandiri Bidan “N” Periode April Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jumlah sempel sebanyak 35 orang. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode total Sampling. Diketahui Lebih dari setengahnya responden melakukan teknik relaksasi nafas pada proses persalinannya secara baik sebanyak 19 orang (54,3%) dan kurang dari setengahnya responden melakukan teknik relaksasi nafas secara sedang pada proses persalinannya sebanyak 11 orang (31,4%) dan sebagian kecil responden melakukan teknik relaksasi nafas pada proses persalinannya secara kurang sebanyak 5 orang (14,3%). Lebih dari setengahnya responden melakukan teknik relaksasi nafas pada proses persalinannya secara baik.Saran: Diharapkan Tenaga kesehatan khusunya bidan sebagai penolong persalinan dapat membantu ibu bersalin dalam memenuhi kebutuhan ibu akan rasa nyaman dalam pengontrolan nyeri dan dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang teknik relaksasi nafas pada proses persalinan yang dapat membantu ibu bersalin mengurangi nyeri pada saat persalinan.Background: Pain in labor can have a dangerous impact on the mother and fetus, namely hyperventilation.4 Based on an initial survey conducted at the Independent Practice of Midwives N Cipaku in January 2021, it was found that 7 out of 10 maternity mothers experienced excruciating pain and did not experience pain. bearable.Objective: The purpose of this study was to find out the description of the Breath Relaxation Technique in Maternity in the Midwife Independent Practice "N" for the April 2021 Period. Methods: This research method used a descriptive research method with a sample of 35 people. The sampling used in this study is the total sampling method. The results: It is known that more than half of the respondents performed breath relaxation techniques during labor well as many as 19 people (54.3%) and less than half of the respondents performed moderate breathing relaxation techniques during labor as many as 11 people (31.4%) and a small proportion of respondents performed breathing relaxation techniques in the process of delivery less than 5 people (14.3%.Conclusion: More than half of the respondents performed the breath relaxation technique well in the labor process.Suggestion: It is expected that health workers, especially midwives as birth attendants, can help birth mothers in meeting the mother's need for comfort in pain control and can increase counseling activities about breath relaxation techniques in the labor process that can help mothers in labor reduce pain during labor.
分娩时的疼痛会对母亲和胎儿的过度呼吸产生有害影响。根据2014年1月在Cipaku N的独立助产士诊所进行的初步调查,发现10个孕妇中有7个经历了难以忍受的痛苦。本研究的目的是在2021年4月的独立助产士实践中概述产妇呼吸放松技术。本研究采用了一种共有35人的描述性研究方法。本研究采用的样本提取方法为全抽样。众所周知,超过一半的受访者对过程不顺利呼吸放松技巧很好地多达19人(54,3%),少于一半的受访者在过程很不顺利地做呼吸放松技巧共有11人(31,4%)和一小部分受访者进行放松技巧了,呼吸过程缺乏共有5人(14,3%)地不顺利。超过一半的受访者对分娩过程进行了呼吸放松的技术。建议:希望主要的卫生保健工作者作为分娩辅助人员,能够帮助分娩母亲满足对疼痛控制的舒适需求,并增加对分娩过程中呼吸放松的指导活动,帮助产妇减轻分娩时的疼痛。背景:实验室的疼痛可能会对母亲和母亲的神经造成危险的影响,造成神经衰弱根据2021年1月对《助产士的独立实践》的初步调查,发现10名妇女中有7人经历了极端的痛苦,并没有经历过痛苦。事物。这项研究的目的是在2021年4月的《中世纪妇女独立实践》中找到对呼吸相关技术的描述。方法:这项研究使用了一种描述方法,用了35人的样本。这项研究中使用的样本是总方法样本。results:是知道的比之半respondents performed呼吸relaxation during techniques嗯美国许多美国实验室19 54人(3%)和《respondents小于半performed温和派都会喘relaxation techniques期间美国许多美国实验室11人(31 . 4%)和a small proportion of respondents performed喘relaxation techniques》的过程的分娩小于5人(14 . 3%。历史性:比之半respondents performed境relaxation呼吸技巧好实验室的过程。暗示:这一点是那个健康工人,尤其是美国助产士分娩斗士,会议能帮助分娩母亲》《妈妈需要为了安慰在疼痛控制,可以增加咨询活动关于呼吸relaxation techniques》实验室的过程那能帮助母亲》期间减少痛苦实验室实验室。
{"title":"GAMBARAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS PADA IBU BERSALIN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN “N” TAHUN 2021","authors":"Aan Juanti, Widya Maya Ningrum","doi":"10.25157/jmph.v3i1.6783","DOIUrl":"https://doi.org/10.25157/jmph.v3i1.6783","url":null,"abstract":"Nyeri dalam persalinan dapat memiliki dampak yang berbahaya pada ibu dan janin yaitu hiperventilasi. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di Praktik Mandiri Bidan N Cipaku pada bulan Januari tahun 2021, ditemukan 7 dari 10 ibu bersalin mengalami nyeri yang luar biasa dan tidak tertahankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Teknik Relaksasi Nafas Pada Ibu Bersalin di Praktik Mandiri Bidan “N” Periode April Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jumlah sempel sebanyak 35 orang. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode total Sampling. Diketahui Lebih dari setengahnya responden melakukan teknik relaksasi nafas pada proses persalinannya secara baik sebanyak 19 orang (54,3%) dan kurang dari setengahnya responden melakukan teknik relaksasi nafas secara sedang pada proses persalinannya sebanyak 11 orang (31,4%) dan sebagian kecil responden melakukan teknik relaksasi nafas pada proses persalinannya secara kurang sebanyak 5 orang (14,3%). Lebih dari setengahnya responden melakukan teknik relaksasi nafas pada proses persalinannya secara baik.Saran: Diharapkan Tenaga kesehatan khusunya bidan sebagai penolong persalinan dapat membantu ibu bersalin dalam memenuhi kebutuhan ibu akan rasa nyaman dalam pengontrolan nyeri dan dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang teknik relaksasi nafas pada proses persalinan yang dapat membantu ibu bersalin mengurangi nyeri pada saat persalinan.Background: Pain in labor can have a dangerous impact on the mother and fetus, namely hyperventilation.4 Based on an initial survey conducted at the Independent Practice of Midwives N Cipaku in January 2021, it was found that 7 out of 10 maternity mothers experienced excruciating pain and did not experience pain. bearable.Objective: The purpose of this study was to find out the description of the Breath Relaxation Technique in Maternity in the Midwife Independent Practice \"N\" for the April 2021 Period. Methods: This research method used a descriptive research method with a sample of 35 people. The sampling used in this study is the total sampling method. The results: It is known that more than half of the respondents performed breath relaxation techniques during labor well as many as 19 people (54.3%) and less than half of the respondents performed moderate breathing relaxation techniques during labor as many as 11 people (31.4%) and a small proportion of respondents performed breathing relaxation techniques in the process of delivery less than 5 people (14.3%.Conclusion: More than half of the respondents performed the breath relaxation technique well in the labor process.Suggestion: It is expected that health workers, especially midwives as birth attendants, can help birth mothers in meeting the mother's need for comfort in pain control and can increase counseling activities about breath relaxation techniques in the labor process that can help mothers in labor reduce pain during labor.","PeriodicalId":142952,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Public Health","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130931805","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}