Pub Date : 2022-12-13DOI: 10.30631/demos.v2i2.1316
Achmad Isya Alfassa
Statistika kependudukan adalah ilmu yang mempelajari dua cabang keilmuan, yaitu ilmu statistika dan ilmu kependudukan. Dua cabang ilmu ini terintegrasi dalam ilmu statistika kependudukan untuk membantu menyelesaikan permasalaha-permasalahan kependudukan secara analisis statistik dan digunakan sebagai rekomendasi dalam pengambilan keputusan kebijakan kependudukan daerah. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari pulikasi Kabupaten Indragiri Hilir dalam angka dan bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang statistika kependudukan secara terminologi dan filsafat ilmu serta dapat digunakan dalam penyusunan rencana kebijakan kependudukan daerah. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa terminologi statistika kependudukan terdiri dari fertilitas, mortalitas, dan migrasi, sedangkan filsafat ilmu statistika kependudukan terdiri dari aksiologi, ontologi, dan epistemology. Dalam penyusunan rencana kebijakan kependudukan daerah dengan konsep demografi terdapat 5 kelompok rencana kebijkan kependudukan antara lain Kelompok Fertilitas, Kelompok Umur Produktif Sekolah, Kelompok Umur Produkti Kerja, Kelompok Umur Masa Pensiun, dan Kelompok Umur Lansia. Kata kunci: Statistika Kependudukan, Kabupaten Indragiri Hilir, Statistika, Kependudukan, Demografi, Kebijakan Kependudukan.
{"title":"Statistika Kependudukan Untuk Rencana Kebijakan Kependudukan Daerah","authors":"Achmad Isya Alfassa","doi":"10.30631/demos.v2i2.1316","DOIUrl":"https://doi.org/10.30631/demos.v2i2.1316","url":null,"abstract":"Statistika kependudukan adalah ilmu yang mempelajari dua cabang keilmuan, yaitu ilmu statistika dan ilmu kependudukan. Dua cabang ilmu ini terintegrasi dalam ilmu statistika kependudukan untuk membantu menyelesaikan permasalaha-permasalahan kependudukan secara analisis statistik dan digunakan sebagai rekomendasi dalam pengambilan keputusan kebijakan kependudukan daerah. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari pulikasi Kabupaten Indragiri Hilir dalam angka dan bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang statistika kependudukan secara terminologi dan filsafat ilmu serta dapat digunakan dalam penyusunan rencana kebijakan kependudukan daerah. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa terminologi statistika kependudukan terdiri dari fertilitas, mortalitas, dan migrasi, sedangkan filsafat ilmu statistika kependudukan terdiri dari aksiologi, ontologi, dan epistemology. Dalam penyusunan rencana kebijakan kependudukan daerah dengan konsep demografi terdapat 5 kelompok rencana kebijkan kependudukan antara lain Kelompok Fertilitas, Kelompok Umur Produktif Sekolah, Kelompok Umur Produkti Kerja, Kelompok Umur Masa Pensiun, dan Kelompok Umur Lansia. \u0000 \u0000Kata kunci: Statistika Kependudukan, Kabupaten Indragiri Hilir, Statistika, Kependudukan, Demografi, Kebijakan Kependudukan.","PeriodicalId":244775,"journal":{"name":"DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130430675","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-11-30DOI: 10.30631/demos.v2i2.1136
Risa Amalia Kurniawati
Pembangunan gerbang TOL Jombang di Kecamatan Bandar Kedung Mulyo menimbulkan harga lahan bertambah serta timbul pergantian pemanfaatan lahan. Penentuan pergantian pemanfaatan lahan menggunakan 3 model spasial harga lahan ialah. (1) Analisis Delphi buat mengenali aspek apa saja yang memastikan harga lahan, (2) Metode analisis regresi spasial buat model spasial harga lahan, serta (3) Metode analisis Query Builder buat hasil peta pergantian pemanfaatan lahan di Kecamatan Bandar kedung mulyo. Ada 12 aspek penentu harga lahan dari hasil analisis Delphi. Aspek yang mempunyai pengaruh positif dalam model tersebut ialah rencana jaringan jalur, sarana perdagangan serta jasa, serta jalan angkutan universal. Aspek yang mempunyai pengaruh negatif ialah sarana peribadatan, sarana pembelajaran, sarana kesehatan, sarana perkantoran, sungai, jalur kolektor, rencana kawasan industri, kawasan permukiman, rencana kawasan permukiman, serta interchange gerbang TOL. Model spasial menampilkan kalau harga lahan besar ada di dekat interchange gerbang TOL serta harga lahan rendah di daerah perbatasan Kecamatan Bandar kedung mulyo. Kata Kunci : Interchange gerbang TOL Jombang, potensi perubahan pemanfaatan lahan, harga lahan
Mulyo Kedung beponmbang收费站的建设导致了土地价格的增加和土地使用率的变化。使用3种土地价格的空间模型来决定土地利用情况。(1)对德尔斐的分析确定了确定土地价格的方面,(2)对土地价格空间回归的空间分析分析方法,以及(3)查询构建分析方法,创建了mulyo city street re利用地图的结果。德尔福分析结果的土地价格有12个方面决定了价格。这种模式的积极影响是铁路网络计划、贸易手段和服务以及普遍交通方式。负面影响的方面有崇拜、学习、卫生设施、办公场所、河流、收集器、工业地区、定居点、定居点计划和收费站之间的交换。它的空间模型显示,主要的地价靠近高速公路交换站,低的地价靠近市政市政kedung mulyo边境。关键词:Jombang收费站交换,潜在的土地使用量变化,房产价格
{"title":"ANALISIS PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN BERDASARKAN MODEL SPASIAL HARGA LAHAN DI KECAMATAN BANDAR KEDUNG MULYO KABUPATEN JOMBANG","authors":"Risa Amalia Kurniawati","doi":"10.30631/demos.v2i2.1136","DOIUrl":"https://doi.org/10.30631/demos.v2i2.1136","url":null,"abstract":"Pembangunan gerbang TOL Jombang di Kecamatan Bandar Kedung Mulyo menimbulkan harga lahan bertambah serta timbul pergantian pemanfaatan lahan. Penentuan pergantian pemanfaatan lahan menggunakan 3 model spasial harga lahan ialah. (1) Analisis Delphi buat mengenali aspek apa saja yang memastikan harga lahan, (2) Metode analisis regresi spasial buat model spasial harga lahan, serta (3) Metode analisis Query Builder buat hasil peta pergantian pemanfaatan lahan di Kecamatan Bandar kedung mulyo. Ada 12 aspek penentu harga lahan dari hasil analisis Delphi. Aspek yang mempunyai pengaruh positif dalam model tersebut ialah rencana jaringan jalur, sarana perdagangan serta jasa, serta jalan angkutan universal. Aspek yang mempunyai pengaruh negatif ialah sarana peribadatan, sarana pembelajaran, sarana kesehatan, sarana perkantoran, sungai, jalur kolektor, rencana kawasan industri, kawasan permukiman, rencana kawasan permukiman, serta interchange gerbang TOL. Model spasial menampilkan kalau harga lahan besar ada di dekat interchange gerbang TOL serta harga lahan rendah di daerah perbatasan Kecamatan Bandar kedung mulyo. \u0000 \u0000Kata Kunci : Interchange gerbang TOL Jombang, potensi perubahan pemanfaatan lahan, harga lahan","PeriodicalId":244775,"journal":{"name":"DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130726125","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-11-30DOI: 10.30631/demos.v2i2.1333
Fadhlul Mubarak, Atilla Aslanargun, V. Y. Sundara
One of the primary data that can be used in research is village potential statistics (PODES). The data was obtained based on research in a certain period by the Statistics Indonesia (BPS). This study aims to visualize the percentage of schools in each city/district in Jambi Province using R programming based on PODES data in 2014 and 2019. In this study, we not only visualize but also how to build attractive graphics and arrange them starting from windows, graphic size, dimensions, color, horizontal axis, vertical axis, and others. Of course, the graph produced in this study is different from the basic plot found in the R program, although the process carried out is also more complicated. From 2014 to 2019, in general, within a period of 5 years there has been an increase in the number of schools in each city/district in Jambi Province. However, from the university level, the number decreased. In 2014 the number of universities in Jambi City was 32 but in 2019 the number decreased to 24. There are even interesting things in Kerinci and Tebo district. In 2014 there were no universities listed, while in 2019 there were 3. This also affects the percentage of education level in each city/district.
{"title":"Village Potential Statistics (PODES): Visualization of Schools in Jambi Province with Statistical Programming (R)","authors":"Fadhlul Mubarak, Atilla Aslanargun, V. Y. Sundara","doi":"10.30631/demos.v2i2.1333","DOIUrl":"https://doi.org/10.30631/demos.v2i2.1333","url":null,"abstract":"One of the primary data that can be used in research is village potential statistics (PODES). The data was obtained based on research in a certain period by the Statistics Indonesia (BPS). This study aims to visualize the percentage of schools in each city/district in Jambi Province using R programming based on PODES data in 2014 and 2019. In this study, we not only visualize but also how to build attractive graphics and arrange them starting from windows, graphic size, dimensions, color, horizontal axis, vertical axis, and others. Of course, the graph produced in this study is different from the basic plot found in the R program, although the process carried out is also more complicated. From 2014 to 2019, in general, within a period of 5 years there has been an increase in the number of schools in each city/district in Jambi Province. However, from the university level, the number decreased. In 2014 the number of universities in Jambi City was 32 but in 2019 the number decreased to 24. There are even interesting things in Kerinci and Tebo district. In 2014 there were no universities listed, while in 2019 there were 3. This also affects the percentage of education level in each city/district.","PeriodicalId":244775,"journal":{"name":"DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116599760","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-11-30DOI: 10.30631/demos.v2i2.1277
Iwansyah Iwansyah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah adanya penambangan emas tanpa izin di Desa Teluk Pandak dan mengetahui bagaimana dampak ekonomi sebelum dan sesudah adanya penambangan emas tanpa izin didalam masyarakat Desa Teluk Pandak. Penelitian ini dilakukan di Desa Teluk Pandak Kecamatan Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan cara reduksi data, tampilan data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil dari penelitian ini bahwa Keadaan Ekonomi Masyarakat Desa Teluk Pandak sebelum dan sesudah adanya Tambang Emas dapat dilihat dari pekerjaan yang sebelumnya sebagai petani, buruh, pedagang dengan penghasilan secukupnya, setelah beralih sebagai buruh tambang emas maupun pengusaha tambang Emas meningkatkan pendapatan serta terpenuhinya kebutuhan hidup masyarakat Desa Teluk Pandak, serta tersedianya lapangan pekerjaan bagi penduduk atau masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, adanya peralihan profesi masyarakat dari petani menjadi penambang. Hal ini terjadi karena harga komoditas karet yang turun sangat jauh. Selain itu hasil penambangan telah meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat sehingga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dampak ekonomi yang mengalami peningkatan luar biasa terhadap perekonomian masyarakat penambang, dikarenakan pertambangan tersebut merupakan sumber penghasilan utama bagi masyarakat Desa teluk Pandak, Hal ini dapat dilihat dari tepenuhinya kebutuhan pendidikan, pasilitas kendaraan, kebutuhan kesehatan serta tempat tinggal yang layak bagi masyrakat Desa Teluk Pandak.
{"title":"Dampak Ekonomi Penambangan Emas Tanpa Izin Masyarakat Desa Teluk Pandak Kecamatan Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo","authors":"Iwansyah Iwansyah","doi":"10.30631/demos.v2i2.1277","DOIUrl":"https://doi.org/10.30631/demos.v2i2.1277","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah adanya penambangan emas tanpa izin di Desa Teluk Pandak dan mengetahui bagaimana dampak ekonomi sebelum dan sesudah adanya penambangan emas tanpa izin didalam masyarakat Desa Teluk Pandak. Penelitian ini dilakukan di Desa Teluk Pandak Kecamatan Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan cara reduksi data, tampilan data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil dari penelitian ini bahwa Keadaan Ekonomi Masyarakat Desa Teluk Pandak sebelum dan sesudah adanya Tambang Emas dapat dilihat dari pekerjaan yang sebelumnya sebagai petani, buruh, pedagang dengan penghasilan secukupnya, setelah beralih sebagai buruh tambang emas maupun pengusaha tambang Emas meningkatkan pendapatan serta terpenuhinya kebutuhan hidup masyarakat Desa Teluk Pandak, serta tersedianya lapangan pekerjaan bagi penduduk atau masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, adanya peralihan profesi masyarakat dari petani menjadi penambang. Hal ini terjadi karena harga komoditas karet yang turun sangat jauh. Selain itu hasil penambangan telah meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat sehingga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dampak ekonomi yang mengalami peningkatan luar biasa terhadap perekonomian masyarakat penambang, dikarenakan pertambangan tersebut merupakan sumber penghasilan utama bagi masyarakat Desa teluk Pandak, Hal ini dapat dilihat dari tepenuhinya kebutuhan pendidikan, pasilitas kendaraan, kebutuhan kesehatan serta tempat tinggal yang layak bagi masyrakat Desa Teluk Pandak.","PeriodicalId":244775,"journal":{"name":"DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131041646","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-11-30DOI: 10.30631/demos.v2i2.1295
M. Yusuf, R. Andrian, Nuur Wachid Abdulmajid
Strategi digital marketing saat ini sudah banyak digunakan dengan penggunaan media sosial instagram, termasuk pada industri pariwisata. Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan media sosial instagram yang optimal agar dapat menjadi sarana komunikasi antara perusahaan dengan publik mengenai pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pengelolaan media sosial instagram pada PT Gemilang Media Wisatama. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang akan menggambarkan detail mengenai media sosial instagram pada akun @Travelxism. Hasil penelitian diketahui bahwa pengelolaan media sosial instagram yang dilakukan setiap harinya pada akun @Travelxism minimal mengunggah 1 konten per harinya. Hal ini tentu tidak bisa lepas dari proses pembuatan konten yang terorganisir dengan baik. Adapun untuk alur dalam pembuatan konten yang dilakukan terdapat 6 tahapan, yaitu perencanaan, pencarian konten, copywriting, pembuatan konten, publikasi konten dan tahap evaluasi.
{"title":"PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA INDUSTRI PARIWISATA (PT GEMILANG MEDIA WISATAMA (TRAVELXISM)).docx","authors":"M. Yusuf, R. Andrian, Nuur Wachid Abdulmajid","doi":"10.30631/demos.v2i2.1295","DOIUrl":"https://doi.org/10.30631/demos.v2i2.1295","url":null,"abstract":"Strategi digital marketing saat ini sudah banyak digunakan dengan penggunaan media sosial instagram, termasuk pada industri pariwisata. Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan media sosial instagram yang optimal agar dapat menjadi sarana komunikasi antara perusahaan dengan publik mengenai pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pengelolaan media sosial instagram pada PT Gemilang Media Wisatama. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang akan menggambarkan detail mengenai media sosial instagram pada akun @Travelxism. Hasil penelitian diketahui bahwa pengelolaan media sosial instagram yang dilakukan setiap harinya pada akun @Travelxism minimal mengunggah 1 konten per harinya. Hal ini tentu tidak bisa lepas dari proses pembuatan konten yang terorganisir dengan baik. Adapun untuk alur dalam pembuatan konten yang dilakukan terdapat 6 tahapan, yaitu perencanaan, pencarian konten, copywriting, pembuatan konten, publikasi konten dan tahap evaluasi.","PeriodicalId":244775,"journal":{"name":"DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation","volume":"9 17","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120863507","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Perkembangan wilayah Kecamatan Depok Kabupaten Sleman merupakan dampak limpahan aktivitas yang berasal dari Kota Yogyakarta yang menyebabkan peningkatan urbanisasi dan pertumbuhan wilayah. Pertumbuhan wilayah Kecamatan Depok ditandai dengan beragamnya sarana pendidikan, ekonomi, dan kemudahan aksesibillitas yang menjadi faktor penarik migran untuk melakukan mobilitas sirkuler. Penelitian Analisis Tren Mobilitas Sirkuler Usia Produktif di Kecamatan Depok bertujuan untuk mengetahui karakteristik migran dan tren mobilitas saat terjadinya pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan 1) migran berusia 19-32 tahun, 2) mayoritas migran berjenis kelamin perempuan, 3) tujuan mobilitas terbanyak menuju Caturtunggal, 4) sebagian besar migran adalah pelajar/mahasiswa, 5) mayoritas migran melakukan mobilitas menggunakan motor, 6) waktu tempuh sebagian besar migran adalah 1-6 jam, 7) informasi Covid-19 51,7% responden tidak melakukan tes diagnosis Covid-19. Hasil analisis tren mobilitas pada masa pandemi adalah penurunan tren pada frekuensi mobilitas setiap hari 63,6%, dan frekuensi 3-6 kali dalam seminggu 25%. Kenaikan tren mobilitas terjadi pada intensitas 1-3 kali dalam seminggu sebesar 71,4% dan tidak melakukan mobilitas 100%.
{"title":"Analisis Tren Mobillitas Sirkulretren mobilitas sirkuler, pandemi Covid-19","authors":"Laela Nurul Istiqomah, Ika Afianita Suherningtyas, S.Si., M.Sc","doi":"10.30631/demos.v2i1.1294","DOIUrl":"https://doi.org/10.30631/demos.v2i1.1294","url":null,"abstract":"Perkembangan wilayah Kecamatan Depok Kabupaten Sleman merupakan dampak limpahan aktivitas yang berasal dari Kota Yogyakarta yang menyebabkan peningkatan urbanisasi dan pertumbuhan wilayah. Pertumbuhan wilayah Kecamatan Depok ditandai dengan beragamnya sarana pendidikan, ekonomi, dan kemudahan aksesibillitas yang menjadi faktor penarik migran untuk melakukan mobilitas sirkuler. Penelitian Analisis Tren Mobilitas Sirkuler Usia Produktif di Kecamatan Depok bertujuan untuk mengetahui karakteristik migran dan tren mobilitas saat terjadinya pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan 1) migran berusia 19-32 tahun, 2) mayoritas migran berjenis kelamin perempuan, 3) tujuan mobilitas terbanyak menuju Caturtunggal, 4) sebagian besar migran adalah pelajar/mahasiswa, 5) mayoritas migran melakukan mobilitas menggunakan motor, 6) waktu tempuh sebagian besar migran adalah 1-6 jam, 7) informasi Covid-19 51,7% responden tidak melakukan tes diagnosis Covid-19. Hasil analisis tren mobilitas pada masa pandemi adalah penurunan tren pada frekuensi mobilitas setiap hari 63,6%, dan frekuensi 3-6 kali dalam seminggu 25%. Kenaikan tren mobilitas terjadi pada intensitas 1-3 kali dalam seminggu sebesar 71,4% dan tidak melakukan mobilitas 100%.","PeriodicalId":244775,"journal":{"name":"DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121478840","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-26DOI: 10.30631/demos.v2i1.1288
Fitria Nuraini Sekarsih
Penelitian ini dilakukan di Kampung Pitu, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Sesuai dengan toponim Pitu yang berarti tujuh, kampung ini memiliki tradisi yang unik terkait dengan asal-usul sejarah, jumlah KK yang harus tinggal di kampung ini, dan tentu saja tradisi pemakaman yang masih dipegang teguh oleh warga sekitar. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam dengan tokoh lokal Kampung Pitu, Kepala Keluarga, Pemuda Lokal, dan Pokdarwis Nglanggeran terkait dengan tradisi siapa saja yang boleh memanfaatkan sumberdaya air dan lahan secara turun temurun, siapa yang boleh tinggal , berbagai macam bala yang terjadi pada warga yang mencoba melanggar tradisi di kampung ini, dan yang terakhir kajian tentang kematian di lokasi ini. Kajian kematian ini terdiri dari dua hal yaitu kepercayaan warga bagi yang melanggar aturan adat dan siapa saja yang boleh dimakamkan di Kampung Pitu.
{"title":"Kematian yang Ditolak di Kampung Pitu, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul","authors":"Fitria Nuraini Sekarsih","doi":"10.30631/demos.v2i1.1288","DOIUrl":"https://doi.org/10.30631/demos.v2i1.1288","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilakukan di Kampung Pitu, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Sesuai dengan toponim Pitu yang berarti tujuh, kampung ini memiliki tradisi yang unik terkait dengan asal-usul sejarah, jumlah KK yang harus tinggal di kampung ini, dan tentu saja tradisi pemakaman yang masih dipegang teguh oleh warga sekitar. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam dengan tokoh lokal Kampung Pitu, Kepala Keluarga, Pemuda Lokal, dan Pokdarwis Nglanggeran terkait dengan tradisi siapa saja yang boleh memanfaatkan sumberdaya air dan lahan secara turun temurun, siapa yang boleh tinggal , berbagai macam bala yang terjadi pada warga yang mencoba melanggar tradisi di kampung ini, dan yang terakhir kajian tentang kematian di lokasi ini. Kajian kematian ini terdiri dari dua hal yaitu kepercayaan warga bagi yang melanggar aturan adat dan siapa saja yang boleh dimakamkan di Kampung Pitu.","PeriodicalId":244775,"journal":{"name":"DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124971660","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-26DOI: 10.30631/demos.v2i1.1299
R. Rusli
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persebaran tempat pembuangan sampah illegal di desa Simpang Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris. Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan ditemukan 3 lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal di desa simpang sungai duren. Pertama di jalan ness RT 1, kedua di depan kampus UIN STS JAMBI, dan lokasi ke tiga di RT 02. Kendala pemerintah desa kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya, sarana dan prasarana program BUMDesa, kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjalankan program BUMDesa, tidak adanya peraturan atau kebijakan yang jelas dari pemerintah desa tentang pengelolaan sampah, dan tidak tersedianya tempat pembuangan sampah sementara di desa simpang sungai duren. Strategi pemerintah desa dalam mengatasi permasalahan sampah seperti pembuatan PERDES tentang masalah sampah dan membuat RAPERDES tentang bagi hasil antara DESA dan BUMDesa, Pemerintah Desa berusaha untuk mengajukan Proposal permohonan ke LH tentang alat-alat pengelolaan sampah baik mesin cacah ataupun mesin pemilah untuk di jadikan sebagai pupuk.
{"title":"Strategi Badan Usaha Milik Desa Tentang Pengelolaan Sampah Di Desa Simpang Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi","authors":"R. Rusli","doi":"10.30631/demos.v2i1.1299","DOIUrl":"https://doi.org/10.30631/demos.v2i1.1299","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persebaran tempat pembuangan sampah illegal di desa Simpang Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris. Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan ditemukan 3 lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal di desa simpang sungai duren. Pertama di jalan ness RT 1, kedua di depan kampus UIN STS JAMBI, dan lokasi ke tiga di RT 02. Kendala pemerintah desa kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya, sarana dan prasarana program BUMDesa, kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjalankan program BUMDesa, tidak adanya peraturan atau kebijakan yang jelas dari pemerintah desa tentang pengelolaan sampah, dan tidak tersedianya tempat pembuangan sampah sementara di desa simpang sungai duren. Strategi pemerintah desa dalam mengatasi permasalahan sampah seperti pembuatan PERDES tentang masalah sampah dan membuat RAPERDES tentang bagi hasil antara DESA dan BUMDesa, Pemerintah Desa berusaha untuk mengajukan Proposal permohonan ke LH tentang alat-alat pengelolaan sampah baik mesin cacah ataupun mesin pemilah untuk di jadikan sebagai pupuk.","PeriodicalId":244775,"journal":{"name":"DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation","volume":"254 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114395151","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Krinok adalah nyanyian yang dulu digunakan sebagai sarana komunikasi dan penghibur diri. Dinyanyikan ketika sedang bekerja di ladang dan pada acara lek gedang, beselang gedang atau untuk menyambut raja atau kepala daerah. Seiring berjalannya waktu, fungsi dan kegunaan Krinok berubah. Kebudayaan bersifat dinamis sehingga perubahan tidak dapat dihindar. Dalam proses perubahan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kebudayaan tersebut berubah, seperti teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan metode etnomusikologi dengan melakukan studi pustaka, observasi, dan wawancara. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa perubahan pada fungsi yang terjadi pada Krinok merupakan suatu upaya pelestarian supaya kesenian ini tetap ada.
{"title":"Kontinuitas, Perubahan, dan Fungsi Krinok pada Masyarakat Batin di Dusun Rantau Pandan, Kab. Bungo, Jambi","authors":"Rahmatika Luthfiana Sholikhah Rahmatika Luthfiana Sholikhah","doi":"10.30631/demos.v2i1.1244","DOIUrl":"https://doi.org/10.30631/demos.v2i1.1244","url":null,"abstract":"Krinok adalah nyanyian yang dulu digunakan sebagai sarana komunikasi dan penghibur diri. Dinyanyikan ketika sedang bekerja di ladang dan pada acara lek gedang, beselang gedang atau untuk menyambut raja atau kepala daerah. Seiring berjalannya waktu, fungsi dan kegunaan Krinok berubah. Kebudayaan bersifat dinamis sehingga perubahan tidak dapat dihindar. Dalam proses perubahan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kebudayaan tersebut berubah, seperti teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan metode etnomusikologi dengan melakukan studi pustaka, observasi, dan wawancara. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa perubahan pada fungsi yang terjadi pada Krinok merupakan suatu upaya pelestarian supaya kesenian ini tetap ada. ","PeriodicalId":244775,"journal":{"name":"DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122189486","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-14DOI: 10.30631/demos.v2i1.1279
Mirza Sazeta
Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) merupakan salah satu masalah yang belum terselesaikan oleh pemerintah. Salah satu daerah yang memiliki aktivitas PETI adalah Kabupaten Merangin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui siapa saja stakeholder yang terlibat dan bagaimana perannya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala bagi stakeholder dalam penanggulangan aktivitas PETI di Kabupaten Merangin. Penelitian akan menggunakan Base of Power-Directions of Interest untuk mengidentifikasi pengaruh dan kepentingan stakeholder, dan Power vs Interest Grid untuk melihat posisi stakeholder berdasarkan pengaruh dan kepentingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanggulangan aktivitas PETI di Kabupaten Merangin masih dilakukan oleh pemerintah daerah dan setiap stakeholder memiliki pengaruh serta kepentingan yang berbeda. Stakeholder yang memiliki pengaruh paling besar dalam sosialisasi adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin, Polres Merangin merupakan stakeholder yang paling berperan dalam pemberantasan, dan pemerintah kecamatan merupakan stakeholder yang paling berperan dalam rehabilitasi lahan.
未经允许开采黄金是政府尚未解决的问题之一。其中一个有箱活动的区域是默金摄政。该研究的目的是确定哪些利益相关者参与其中,以及它们的作用,并确定在Merangin地区应对胸部活动的利益相关者的因素。研究将使用感兴趣的平台来确定利益相关者的影响和利益相关者的利益相关者的立场,并根据影响和利益相关者的立场来确定利益相关者的立场。研究结果表明,在穆林摄政期间,当地政府和每一个利益相关者都在采取不同的行动。对社会化影响最大的利益相关者是merwind area environment管理局,merwind poller是大部分参与根除的利益相关者,区政府是大部分参与土地康复的利益相关者。
{"title":"Analisis Stakeholder dalam Penanggulangan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin","authors":"Mirza Sazeta","doi":"10.30631/demos.v2i1.1279","DOIUrl":"https://doi.org/10.30631/demos.v2i1.1279","url":null,"abstract":"Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) merupakan salah satu masalah yang belum terselesaikan oleh pemerintah. Salah satu daerah yang memiliki aktivitas PETI adalah Kabupaten Merangin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui siapa saja stakeholder yang terlibat dan bagaimana perannya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala bagi stakeholder dalam penanggulangan aktivitas PETI di Kabupaten Merangin. Penelitian akan menggunakan Base of Power-Directions of Interest untuk mengidentifikasi pengaruh dan kepentingan stakeholder, dan Power vs Interest Grid untuk melihat posisi stakeholder berdasarkan pengaruh dan kepentingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanggulangan aktivitas PETI di Kabupaten Merangin masih dilakukan oleh pemerintah daerah dan setiap stakeholder memiliki pengaruh serta kepentingan yang berbeda. Stakeholder yang memiliki pengaruh paling besar dalam sosialisasi adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin, Polres Merangin merupakan stakeholder yang paling berperan dalam pemberantasan, dan pemerintah kecamatan merupakan stakeholder yang paling berperan dalam rehabilitasi lahan.","PeriodicalId":244775,"journal":{"name":"DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation","volume":"109 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128412099","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}