Pub Date : 2021-08-23DOI: 10.59106/attahsin.v1i2.29
Akhmad Ghasi Pathollah
Persoalan kompetensi guru dalam dunia pendidikan masih menjadi topik yang aktual untuk dibahas sampai saat ini, berdasarkan berita yang diliput oleh detiknews, bahwa 3,9 juta guru yang ada saat ini, masih terdapat 25% guru yang belum memenuhi syarat kualifikasi akademik, dan 52% guru belum memiliki sertifikat profesi. Berlandaskan masalah tersebut peneliti dalam hal ini merasa tertarik untuk melakukan penelitian Peningkatan Profesionalisme Guru di MTs Nurus Salam Bungatan yang hanya difokuskan pada pelajaran Pendidikakan Agama Islam (PAI), sebagai upaya untuk mengetahui lebih detail tingkat profesionalisme di lembaga tersebut. Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut, Profesionalitas guru dalam pembelajaran pendidikan agama islam di Mts Nurus Salam Bungatan Situbondo ialah memikili ijazah S1 yang sesuai, pengalaman mengajar lebih dari lima tahun, membuat rencana pembelajaran, metode yang digunakan bervariasi, melakukan interaksi yang baik dengan siswa, dan selalu mengadakan evaluasi. Adapun upaya yang dilakukan dalam peningkatan profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam di MTs Nurus Salam Bungatan ialah yang dilakukan dengan menguasai dan mengembangkan kompetensi dalam menjalankan tugasnya, sedangkan upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah yang dilaksanakan oleh guru pendidikan Agama Islam adalah penyediaan sarana dan prasarana, kedisiplinan dan pengawasan, rapat guru,seminar dan penataran.
{"title":"Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Nurus Salam Bungatan Situbondo","authors":"Akhmad Ghasi Pathollah","doi":"10.59106/attahsin.v1i2.29","DOIUrl":"https://doi.org/10.59106/attahsin.v1i2.29","url":null,"abstract":"Persoalan kompetensi guru dalam dunia pendidikan masih menjadi topik yang aktual untuk dibahas sampai saat ini, berdasarkan berita yang diliput oleh detiknews, bahwa 3,9 juta guru yang ada saat ini, masih terdapat 25% guru yang belum memenuhi syarat kualifikasi akademik, dan 52% guru belum memiliki sertifikat profesi. Berlandaskan masalah tersebut peneliti dalam hal ini merasa tertarik untuk melakukan penelitian Peningkatan Profesionalisme Guru di MTs Nurus Salam Bungatan yang hanya difokuskan pada pelajaran Pendidikakan Agama Islam (PAI), sebagai upaya untuk mengetahui lebih detail tingkat profesionalisme di lembaga tersebut. Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut, Profesionalitas guru dalam pembelajaran pendidikan agama islam di Mts Nurus Salam Bungatan Situbondo ialah memikili ijazah S1 yang sesuai, pengalaman mengajar lebih dari lima tahun, membuat rencana pembelajaran, metode yang digunakan bervariasi, melakukan interaksi yang baik dengan siswa, dan selalu mengadakan evaluasi. Adapun upaya yang dilakukan dalam peningkatan profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam di MTs Nurus Salam Bungatan ialah yang dilakukan dengan menguasai dan mengembangkan kompetensi dalam menjalankan tugasnya, sedangkan upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah yang dilaksanakan oleh guru pendidikan Agama Islam adalah penyediaan sarana dan prasarana, kedisiplinan dan pengawasan, rapat guru,seminar dan penataran.","PeriodicalId":247704,"journal":{"name":"At-tahsin : Jurnal Manajemen Pendidikan","volume":"25 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134572190","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-08-23DOI: 10.59106/attahsin.v1i2.27
Eva Solina, Muhammad Dainul Ichsan
Metode pembelajaran Snowball Throwing (melempar bola salju) ini melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Penerapan metode Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing. Adalah : a). Guru membentuk siswa menjadi berkelompok. b). Guru memanggil ketua kelompok untuk maju kedepan dan diberi penjelasan materi. c). Guru memberikan waktu untuk berdiskusi. d). Guru meminta para siswa untuk membuat pertanyaan. e). Guru membentuk kumpulan kertas-kertas tadi menjadi seperti sebuah bola, dan permainan lempar bola pun dimulai. f). Guru pun menyimpulkan hasil pembelajaran. 2. Kendala- kendala yang di hadapi metode Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing. Adalah: a). Pembuatan soal dibatasi b). Siswa kurang memahami materi, maka pembelajaran akan tidak efektif. b). Membutuhkan banyak waktu. b). Siswa yang nakal akan membuat gaduh saat pelaksanaan. 3. Solusi metode Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing. Adalah: a). Guru membuat aturan dalam pembuat pertanyaan. b). Diberikan 2 sumber belajar dan pemaparan materi dari guru. c). Mencari waktu yang paling banyak alokasi penerapannya dilapangan dan disiplin waktu diterapkan. d). Diberikan pengawasan khusus untuk siswa yang nakal.
{"title":"Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing (Melempar Bola Salju) Dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di MTs. Ibrahimy Cermee Bondowoso","authors":"Eva Solina, Muhammad Dainul Ichsan","doi":"10.59106/attahsin.v1i2.27","DOIUrl":"https://doi.org/10.59106/attahsin.v1i2.27","url":null,"abstract":"Metode pembelajaran Snowball Throwing (melempar bola salju) ini melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Penerapan metode Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing. Adalah : a). Guru membentuk siswa menjadi berkelompok. b). Guru memanggil ketua kelompok untuk maju kedepan dan diberi penjelasan materi. c). Guru memberikan waktu untuk berdiskusi. d). Guru meminta para siswa untuk membuat pertanyaan. e). Guru membentuk kumpulan kertas-kertas tadi menjadi seperti sebuah bola, dan permainan lempar bola pun dimulai. f). Guru pun menyimpulkan hasil pembelajaran. 2. Kendala- kendala yang di hadapi metode Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing. Adalah: a). Pembuatan soal dibatasi b). Siswa kurang memahami materi, maka pembelajaran akan tidak efektif. b). Membutuhkan banyak waktu. b). Siswa yang nakal akan membuat gaduh saat pelaksanaan. 3. Solusi metode Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing. Adalah: a). Guru membuat aturan dalam pembuat pertanyaan. b). Diberikan 2 sumber belajar dan pemaparan materi dari guru. c). Mencari waktu yang paling banyak alokasi penerapannya dilapangan dan disiplin waktu diterapkan. d). Diberikan pengawasan khusus untuk siswa yang nakal.","PeriodicalId":247704,"journal":{"name":"At-tahsin : Jurnal Manajemen Pendidikan","volume":"17 10","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120883762","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-08-23DOI: 10.59106/attahsin.v1i2.30
Hayi Abdus Sukur, Ni’matul Maula
Manajemen promosi madrasah dewasa ini memiliki peran strategis dan taktis di tengah kompetisi antar lembaga pendidikan yang semakin ketat dengan ragam nilai tawar berupa keunggulan layanan masing-masing. Dalam kontek ini berdasar observasi awal peneliti, Madrasah Tsanawiyah At Taqwa Bondowoso terus melakukan inovasi guna meningkatkan daya saing lembaga dengan memacu prestasi siswa melalui berbagai event olimpiade sains dan matematika. Adapun kesimpulan Penelitian ini adalah segmentasi dam positioning promosi madrasah yang dikembangkan MTs At Taqwa Bondowoso di antaranya : memetakan segmentasi promosi madrasah berdasar variable geografis, demografis dan psikografis secara terintegrasi, menetapkan sasaran promosi berdasar pemetaan peserta didik yang mendaftar tahun sebelumnya, serta mempertimbangkan aspek aksesbilitas dan keberlanjutan hubungan baik, memilih segmentasi promosi sasaran dengan strategi promosi terdiferensiasi dan non-diferensiasi secara kontekstual serta promosi terkonsentrasi dan promosi massal terpadu. Sementara positioning MTs at-Taqwa Bondowoso dalam konteks persaingan antara sekolah lain diantaranya : akreditasi kelembagaan, pendidikan agama islam dengan system pesantren, pendidikan sains ilmu pengetahuan alam, program baca baca cepat kitab kuning dengan metode amtsilati dan pengembangan kemampuan motoric siswa melalui kegiatan ekstrakurikuleryang dibina secara professional.
如今,伊斯兰推广管理在日益严格的教育机构之间的竞争中发挥着战略和战术作用,这些机构具有广泛的服务价值。在这项基于早期研究人员的观察的支持下,宗教学校Tsanawiyah At Taqwa Bondowoso继续进行创新,通过各种科学和数学项目提高学生的竞争力。关于这项研究的结论,该研究包括分割边肯定促进伊斯兰学校在Taqwa Bondowoso发展的MTs:绘制地理分割升职学院根据可变地,人口psikografis集成,建立根据促销的目标映射年前注册的学习者,以及考虑aksesbilitas和可持续性方面良好的关系,选择分割促销目标上下文和non-diferensiasi微促销战略和集成大规模集中促销和推广。虽然目前的定位MTs at-Taqwa Bondowoso在其他学校之间的竞争背景下存在:体制认证、伊斯兰学校系统的宗教教育、自然科学教育、快速阅读使用amtsilati方法的黄书,以及通过专业建立的课外活动发展学生的运动技能。
{"title":"Segmentasi dan positioning Promosi Madrasah Tsanawiyah At Taqwa Bondowoso dalam konteks persaingan antar lembaga pendidikan","authors":"Hayi Abdus Sukur, Ni’matul Maula","doi":"10.59106/attahsin.v1i2.30","DOIUrl":"https://doi.org/10.59106/attahsin.v1i2.30","url":null,"abstract":"Manajemen promosi madrasah dewasa ini memiliki peran strategis dan taktis di tengah kompetisi antar lembaga pendidikan yang semakin ketat dengan ragam nilai tawar berupa keunggulan layanan masing-masing. Dalam kontek ini berdasar observasi awal peneliti, Madrasah Tsanawiyah At Taqwa Bondowoso terus melakukan inovasi guna meningkatkan daya saing lembaga dengan memacu prestasi siswa melalui berbagai event olimpiade sains dan matematika. Adapun kesimpulan Penelitian ini adalah segmentasi dam positioning promosi madrasah yang dikembangkan MTs At Taqwa Bondowoso di antaranya : memetakan segmentasi promosi madrasah berdasar variable geografis, demografis dan psikografis secara terintegrasi, menetapkan sasaran promosi berdasar pemetaan peserta didik yang mendaftar tahun sebelumnya, serta mempertimbangkan aspek aksesbilitas dan keberlanjutan hubungan baik, memilih segmentasi promosi sasaran dengan strategi promosi terdiferensiasi dan non-diferensiasi secara kontekstual serta promosi terkonsentrasi dan promosi massal terpadu. Sementara positioning MTs at-Taqwa Bondowoso dalam konteks persaingan antara sekolah lain diantaranya : akreditasi kelembagaan, pendidikan agama islam dengan system pesantren, pendidikan sains ilmu pengetahuan alam, program baca baca cepat kitab kuning dengan metode amtsilati dan pengembangan kemampuan motoric siswa melalui kegiatan ekstrakurikuleryang dibina secara professional.","PeriodicalId":247704,"journal":{"name":"At-tahsin : Jurnal Manajemen Pendidikan","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127927698","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-08-23DOI: 10.59106/attahsin.v1i2.28
Muhalli Muhalli
Sesuai Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian autentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian merupakan bagian dari proses pembelajaran yang harus dilakukan secara menyeluruh, berkala dan bekesinambungan. Hasil dari proses pengamatan peneliti khususnya untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menunjukkan penilaian hanya dilakukan dengan tes sehingga hasil dari belajar tiadak dapat menunjukkan hal yang positif dalam artian ada kesenjangan hasil raport tidak sama dengan prilaku peserta didik dalam ruang lingkup nyata. Berdasarkan masalah tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah: mengembangkan dan menghasilkan penilaian autentik yang benar-benar menunjukkan hasil belajar siswa positif dalam konteks dunia nyata pada siswa kelas V SD Negeri 4 Balung dan untuk mengetahui hasil dari pengembangan penilaian otentik tersebut. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alat dan format penilaian yang benar benar-benar autentik, layak digunakan sebagai alat penilaian sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) serta aturan dari PERMENDIKBUD tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik untuk mengukur kemampuan siswa pada Mata Pelajaran PAI kelas V di SD Negeri 4 Balung.
{"title":"Pengembangan Penilaian Autentik untuk Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas V di SD Negeri 4 Balung","authors":"Muhalli Muhalli","doi":"10.59106/attahsin.v1i2.28","DOIUrl":"https://doi.org/10.59106/attahsin.v1i2.28","url":null,"abstract":"Sesuai Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian autentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian merupakan bagian dari proses pembelajaran yang harus dilakukan secara menyeluruh, berkala dan bekesinambungan. Hasil dari proses pengamatan peneliti khususnya untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menunjukkan penilaian hanya dilakukan dengan tes sehingga hasil dari belajar tiadak dapat menunjukkan hal yang positif dalam artian ada kesenjangan hasil raport tidak sama dengan prilaku peserta didik dalam ruang lingkup nyata. Berdasarkan masalah tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah: mengembangkan dan menghasilkan penilaian autentik yang benar-benar menunjukkan hasil belajar siswa positif dalam konteks dunia nyata pada siswa kelas V SD Negeri 4 Balung dan untuk mengetahui hasil dari pengembangan penilaian otentik tersebut. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alat dan format penilaian yang benar benar-benar autentik, layak digunakan sebagai alat penilaian sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) serta aturan dari PERMENDIKBUD tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik untuk mengukur kemampuan siswa pada Mata Pelajaran PAI kelas V di SD Negeri 4 Balung.","PeriodicalId":247704,"journal":{"name":"At-tahsin : Jurnal Manajemen Pendidikan","volume":"99 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117237527","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-08-23DOI: 10.59106/attahsin.v1i2.31
Asia Anis Sulalah
Penelitian tindakan kelas ini melihat masalah dari latar belakang perlunya di lakukan peningkatan kualitas pengelolaan pada saat proses pembelajaran PAI dengan menggunakan metode tipe Giving Question and Getting Answer di SMP Negeri 1 Prajrekan, serta keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran terhadap mata pelajaran PAI. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Penerapan Cooperative Learning tipe Giving Question and Getting Answer di SMP Negeri 1 Prajekan mampu membuat siswa aktif, tidak jenuh dan bosan pada saat pembelajaran berlangsung, antusias siswa sangat tinggi dalam mengikuti pembelajaran, respon siswa pada saat menggunakan metode tersebut sangat baik dan membuat peerta didik tertarik untuk mengikuti pelajaran sampai selesai serta siswa berani untuk mengemukakan jawaban mereka masing-masing. 2. Baik keaktifan maupun hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang sangat signifikan pada tiap siklusnya.
本课程的动作研究从背景来看,有必要在PAI的学习过程中提高管理质量,在SMP Negeri 1 praj助理使用Giving Question和获取答案,以及在PAI的学习过程中激活学生。本研究得出的结论如下:合作学习应用类型给予问题和在全国初中被回答1 Prajekan能够让学生活跃不饱和和无聊的事,当时持续学习,学习热情很高的学生参加,回应学生时使用这种方法很好,吸引peerta门生参加完课程以及学生敢于提出各自的答案。2. 学生的活动和学习结果在每个周期中都有显著的增加。
{"title":"Strategi Cooperative Learning Tipe Giving Question and Getting Answer dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Mata Pelajaran PAI (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Prajekan Bondowoso )","authors":"Asia Anis Sulalah","doi":"10.59106/attahsin.v1i2.31","DOIUrl":"https://doi.org/10.59106/attahsin.v1i2.31","url":null,"abstract":"Penelitian tindakan kelas ini melihat masalah dari latar belakang perlunya di lakukan peningkatan kualitas pengelolaan pada saat proses pembelajaran PAI dengan menggunakan metode tipe Giving Question and Getting Answer di SMP Negeri 1 Prajrekan, serta keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran terhadap mata pelajaran PAI. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Penerapan Cooperative Learning tipe Giving Question and Getting Answer di SMP Negeri 1 Prajekan mampu membuat siswa aktif, tidak jenuh dan bosan pada saat pembelajaran berlangsung, antusias siswa sangat tinggi dalam mengikuti pembelajaran, respon siswa pada saat menggunakan metode tersebut sangat baik dan membuat peerta didik tertarik untuk mengikuti pelajaran sampai selesai serta siswa berani untuk mengemukakan jawaban mereka masing-masing. 2. Baik keaktifan maupun hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang sangat signifikan pada tiap siklusnya.","PeriodicalId":247704,"journal":{"name":"At-tahsin : Jurnal Manajemen Pendidikan","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126887896","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}