Pub Date : 2018-11-01DOI: 10.36805/farmasi.v3i2.493
Daftar Isi dan Dewan Redaksi
Susunan Redaksi Jurnal PharmaXplore ( Jurnal Ilmu Farmasi ) Pelindung : Dr. H. Dedi Mulyadi, SE, MM Pimpinan Redaksi : Sungkono, SE, MM Sekretaris Redaksi : Yogi Ginanjar, A.Md Anggota Redaksi : Siti Fatmawati Fatimah, MSc. Apt Universitas Ahmad Dahlan Citra Aryani E, M.Si., Apt Universitas Ahmad Dahlan Tita Novianti, M.Si., Apt Stikes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya Risa Kata Putra, M.Si., Apt Stikes Holistik Purwakarta Mitra Bestari : Prof. Dr. Lukman Hakim, M.Sc., Apt Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Sukrasno Institut Teknologi Bandung Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Buana Perjuangan Karawang Alamat Redaksi : Jl. HS Ronggowaluyo Telukjambe Timur Karawang 41361 Telp/Fax. 0267 8403140, email : pharmaxplore@ubpkarawang.ac.id Website : journal.ubpkarawang.ac.id
{"title":"DAFTAR ISI DAN DEWAN REDAKSI","authors":"Daftar Isi dan Dewan Redaksi","doi":"10.36805/farmasi.v3i2.493","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v3i2.493","url":null,"abstract":"Susunan Redaksi Jurnal PharmaXplore ( Jurnal Ilmu Farmasi ) \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Pelindung : Dr. H. Dedi Mulyadi, SE, MM Pimpinan Redaksi : Sungkono, SE, MM Sekretaris Redaksi : Yogi Ginanjar, A.Md Anggota Redaksi : Siti Fatmawati Fatimah, MSc. Apt Universitas Ahmad Dahlan Citra Aryani E, M.Si., Apt Universitas Ahmad Dahlan Tita Novianti, M.Si., Apt Stikes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya Risa Kata Putra, M.Si., Apt Stikes Holistik Purwakarta Mitra Bestari : Prof. Dr. Lukman Hakim, M.Sc., Apt Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Sukrasno Institut Teknologi Bandung \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Buana Perjuangan Karawang \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Alamat Redaksi : Jl. HS Ronggowaluyo Telukjambe Timur Karawang 41361 Telp/Fax. 0267 8403140, email : pharmaxplore@ubpkarawang.ac.id Website : journal.ubpkarawang.ac.id","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"66 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123794673","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-11-01DOI: 10.36805/farmasi.v3i2.491
Iin Lidia Putama Mursal
Abstrak Material nanopartikel merupakan merupakan material dengan ukuran partikel berukuran 10-100 nm. Nanopartikel dapat dibuat dengan beberapa metode yang diklasifikasikan menjadi dua jenis pendekatan yaitu dengan cara top down dan bottom up. Karakterisasi nanopartikel dapat dilakukan dengan menggunakan teknik X-Ray diffraction (XRD) dan Scanning Elekctron Microscopy (SEM). XRD sangat berguna untuk mempelajari struktur kristal, komposisi kimia, dan sifat sifat fisika dari nanomaterial. SEM merupakan teknik karakterisasi material yang banyak digunakan untuk melihat morgfologi permukaan dan ukuran butir nanomaterial. Beberapa waktu belakangan perhatian mengenai naopartikel ini telah diarahkan juga pada aplikasi di bidang farmasi khususnya dalam dalam bidang Drug Delivery System Kata kunci: Nanopartikel, X-Ray diffraction, Scanning Elekctron Microscopy Abstract Nanoparticles are defined as material with a particle size in the range of 10-100 nm. Nanomaterial fabrication methods can be classified according to whether their assembly followed either the so called top down and bottom up approach. Characterization of nanoparticles can use X-Ray diffraction (XRD) and Scanning Electron Microscopy (SEM) techniques. XRD are a very useful characterization tool to study the crystallographic structure, chemical composition and physical properties of nanomaterials. SEM is a popular technique for imaging the surfaces of almost any material grain size of nanomaterial. Recently, attention of nanomaterial has been geared towards its pharmaceutical application, especially in the area of drug delivery. Keywords: Nanoparticles, X-Ray diffraction, Scanning Elekctron Microscopy
Abstrak 纳米颗粒材料是一种厚度为 10-100 纳米的材料。纳米材料可以通过不同的方法制造,包括自上而下和自下而上的方法。利用 X 射线衍射(XRD)和扫描电子显微镜(SEM)技术可对纳米粒子进行研究。X 射线衍射可用于捕捉纳米材料的晶体结构、基质组成和表面粗糙度。SEM 是一种材料加工技术,可用于提高纳米材料的形态和性能。纳米材料的制造方法可分为以下几类:纳米材料、X 射线衍射、扫描电子显微镜 摘要 纳米颗粒是指粒径在 10-100 纳米范围内的材料。纳米材料的制造方法可根据其组装是否遵循所谓的自上而下和自下而上的方法进行分类。纳米颗粒的表征可以使用 X 射线衍射(XRD)和扫描电子显微镜(SEM)技术。X 射线衍射是一种非常有用的表征工具,可用于研究纳米材料的晶体结构、化学成分和物理性质。扫描电子显微镜(SEM)是一种流行的技术,可对几乎所有材料晶粒尺寸的纳米材料表面进行成像。近来,纳米材料的注意力已转向其制药应用,特别是在药物输送领域。 关键词纳米颗粒 X 射线衍射 扫描电子显微镜
{"title":"KARAKTERISASI XRD DAN SEM PADA MATERIAL NANOPARTIKEL SERTA PERAN MATERIAL NANOPARTIKEL DALAM DRUG DELIVERY SYSTEM","authors":"Iin Lidia Putama Mursal","doi":"10.36805/farmasi.v3i2.491","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v3i2.491","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Material nanopartikel merupakan merupakan material dengan ukuran partikel berukuran 10-100 nm. Nanopartikel dapat dibuat dengan beberapa metode yang diklasifikasikan menjadi dua jenis pendekatan yaitu dengan cara top down dan bottom up. Karakterisasi nanopartikel dapat dilakukan dengan menggunakan teknik X-Ray diffraction (XRD) dan Scanning Elekctron Microscopy (SEM). XRD sangat berguna untuk mempelajari struktur kristal, komposisi kimia, dan sifat sifat fisika dari nanomaterial. SEM merupakan teknik karakterisasi material yang banyak digunakan untuk melihat morgfologi permukaan dan ukuran butir nanomaterial. Beberapa waktu belakangan perhatian mengenai naopartikel ini telah diarahkan juga pada aplikasi di bidang farmasi khususnya dalam dalam bidang Drug Delivery System \u0000 \u0000Kata kunci: Nanopartikel, X-Ray diffraction, Scanning Elekctron Microscopy \u0000 \u0000Abstract \u0000Nanoparticles are defined as material with a particle size in the range of 10-100 nm. Nanomaterial fabrication methods can be classified according to whether their assembly followed either the so called top down and bottom up approach. Characterization of nanoparticles can use X-Ray diffraction (XRD) and Scanning Electron Microscopy (SEM) techniques. XRD are a very useful characterization tool to study the crystallographic structure, chemical composition and physical properties of nanomaterials. SEM is a popular technique for imaging the surfaces of almost any material grain size of nanomaterial. Recently, attention of nanomaterial has been geared towards its pharmaceutical application, especially in the area of drug delivery. \u0000 \u0000Keywords: Nanoparticles, X-Ray diffraction, Scanning Elekctron Microscopy","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130878139","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-11-01DOI: 10.36805/farmasi.v3i2.492
Neni Sri Gunarti
ABSTRAK Daun Jambu Biji memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, Staphylococcus aereus dan Staphylococcus epidermis yang merupakan bakteri penyebab jerawat. Maka dilakukan penelitian formulasi sediaan gel facial wash dari ekstrak daun jambu biji. Formulasi menggunakan bahan aktif ekstrak etanol daun jambu biji dengan konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5%. Bahan tambahan yang digunakan adalah gliserin, metilparaben, propilparaben, carbopol, trietanolamin, natrium lauril sulfat dan aquadest. Hasil formulasi dilakukan uji kualitas sediaan berupa organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, tingkat busa dan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan ekstrak jambu biji 2,5% memiliki kualitas sediaan dan aktivitas antijerawat paling baik. Kata Kunci : Daun Jambu Biji, Propionobacterium acnes, Gel facial wash
{"title":"PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guazava) SEBAGAI GEL FACIAL WASH ANTIJERAWAT","authors":"Neni Sri Gunarti","doi":"10.36805/farmasi.v3i2.492","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v3i2.492","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Daun Jambu Biji memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, Staphylococcus aereus dan Staphylococcus epidermis yang merupakan bakteri penyebab jerawat. Maka dilakukan penelitian formulasi sediaan gel facial wash dari ekstrak daun jambu biji. Formulasi menggunakan bahan aktif ekstrak etanol daun jambu biji dengan konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5%. Bahan tambahan yang digunakan adalah gliserin, metilparaben, propilparaben, carbopol, trietanolamin, natrium lauril sulfat dan aquadest. Hasil formulasi dilakukan uji kualitas sediaan berupa organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, tingkat busa dan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan ekstrak jambu biji 2,5% memiliki kualitas sediaan dan aktivitas antijerawat paling baik. Kata Kunci : Daun Jambu Biji, Propionobacterium acnes, Gel facial wash","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127691502","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-06-12DOI: 10.36805/farmasi.v2i2.321
Iin Lidia Putama Mursal
Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu demineralisasi terhadap hasil sintesis kitosan dari tulang cumi. Variasi suhu demineralisasi yang digunakan pada penelitian ini adalah pada suhu ± 27º C dan 60 ºC. hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu tersebut mempengaruhi nilai rendemen dan morfologi permukaan dari sampel kitosan yang dihasilkan. Nilai rendemen kitin dan kitosan yang dihasilkan berturut-turut adalah 29,75 % dan 22, 25 % untuk suhu demineralisasi = ± 27º C, kemudian 42,73 % dan 29,58 % untuk suhu demineralisasi = 60º C. hasil SEM menunjukkan bahwa untuk suhu demineralisasi ± 27º C didapat ukuran partikel berkisar 22,78 μm sedangkan untuk suhu demineralisasi 60 ºC ukuran partikelnya berkisar antara 10,44 sampai 22,42 μm Kata kunci: Kitosan, tulang Cumi, SEM Abstract This research was conducted to determine the effect of demineralization temperature of chitosan from squids bone. This research using variation temperature ± 27º C and 60 ºC. The result showed that variation give different effect on the yield and surface morphology of chitosan. The yields of chitin and chitosan which were produced successively were 29,75 % and 22,25 % for demineralization temperature = ± 27º C. 42,73 % and 29,58 % for demineralization temperature = 60º C. SEM photograph show 22,78 μm, and 10,44 – 24,22 μm average particle sizes for chitosan with variation of demineralization temperature ± 27º C and 60 ºC. Keywords : chitosan, squids bone, SEM
{"title":"PENGARUH VARIASI SUHU DEMINERALISASI TERHADAP NILAI RENDEMEN DAN MOROFOLOGI PERMUKAAN PADA HASIL SINTESIS KITOSAN DARI LIMBAH TULANG CUMI","authors":"Iin Lidia Putama Mursal","doi":"10.36805/farmasi.v2i2.321","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v2i2.321","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu demineralisasi terhadap hasil sintesis kitosan dari tulang cumi. Variasi suhu demineralisasi yang digunakan pada penelitian ini adalah pada suhu ± 27º C dan 60 ºC. hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu tersebut mempengaruhi nilai rendemen dan morfologi permukaan dari sampel kitosan yang dihasilkan. Nilai rendemen kitin dan kitosan yang dihasilkan berturut-turut adalah 29,75 % dan 22, 25 % untuk suhu demineralisasi = ± 27º C, kemudian 42,73 % dan 29,58 % untuk suhu demineralisasi = 60º C. hasil SEM menunjukkan bahwa untuk suhu demineralisasi ± 27º C didapat ukuran partikel berkisar 22,78 μm sedangkan untuk suhu demineralisasi 60 ºC ukuran partikelnya berkisar antara 10,44 sampai 22,42 μm \u0000Kata kunci: Kitosan, tulang Cumi, SEM \u0000 \u0000Abstract \u0000This research was conducted to determine the effect of demineralization temperature of chitosan from squids bone. This research using variation temperature ± 27º C and 60 ºC. The result showed that variation give different effect on the yield and surface morphology of chitosan. The yields of chitin and chitosan which were produced successively were 29,75 % and 22,25 % for demineralization temperature = ± 27º C. 42,73 % and 29,58 % for demineralization temperature = 60º C. SEM photograph show 22,78 μm, and 10,44 – 24,22 μm average particle sizes for chitosan with variation of demineralization temperature ± 27º C and 60 ºC. \u0000Keywords : chitosan, squids bone, SEM","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129905058","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-06-12DOI: 10.36805/farmasi.v3i1.330
Siti Pandanwangi, Ahmad Azrul Zuniarto, H. Mubarok
ABSTRAK Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu kejadian yang tidak diinginkan atau yang timbul dari suatu terapi pengobatan terhadap pasien. DRPs dapat berupa, ketidaktepatan dosis (lebih tinggi atau lebih rendah dari yang dibutuhkan), interaksi obat DM dengan obat lain, pemilihan jenis obat DM yang kurang tepat, adanya indikasi DM namun tidak mendapatkan terapi obat DM, efek samping obat yang timbul, gagal dalam menerima terapi obat (kepatuhan pasien dll). Berdasarkan hal tersebut, penulis merasa tertarik untuk mengambil judul “Analisa Drug Related Problems (DRPs) Pasien Gagal Ginjal dengan Komplikasi Diabetes Mellitus di RSUD X â€. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskritif yaitu metode penelitian yang bertujuan mengetahui gambaran Drug Related Problems (DRPs) dari pengobatan injeksi insulin dan Obat Anti Diabetik Oral (OADO) terhadap penurunan fungsi ginjal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada pasien Nefropati Diabetik yang sedang menjalani terapi hemodialisa di RSUD X pada periode bulan januari 2017 sampai dengan bulan mei 2017 diperoleh kesimpulan sebagai berikut :Terdapat 2 (94 %) pasien yang tidak memperoleh obat gagal ginjal dan 3 (81 %) pasien tidak mendapatkan obat DM dari total peresepan yang diterima, hal ini bisa disebabkan tidak terkontrolnya data pasien sebelumnya sehingga terputus pada saat pemeriksaan selanjutnya, dari 16 sampel pasien yang diteliti terjadi 9 pasien mengalami ketidaktepatan pengobatan dengan prosentase 56 %. Ketidaktepatan ini berupa pemberian dosis yang sama pada pasien yang sudah ada perbaikan kadar gula darah, hal ini dapat menimbulkan resiko hipoglikemia pada pasien tersebut., hampir seluruh sampel pasien nefropati diabetik mendapatkan dosis berlebih (100%), hasil pengamatan efek samping obat pada pasien nefropati diabetik pasien mengalami keluhan mual (31 %), pusing (25%), lemas (94 %), nyeri badan(31 %) , gatal atau alergi (12.5 %), hasil pengamatan ketidaktepatan pemilihan jenis obat, terdapat 6 sampel pasien yang mengalami ketidaktepatan pemilihan jenis obat dengan prosentase 43,75 %. Ketidaktepatan pemilihan jenis obat ini dapat berpengaruh terhadap penurunan fungsi ginjal atau memperberat fungsi ginjal penderita nefropati diabetic, hasil pengamatan interaksi obat diperoleh data interaksi antagonis terjadi 95 % sedangkan untuk interaksi sinergis terjadi 81 %, hasil pengamatan pasien tidak menerima obat, diperoleh data bahwa semua pasien memperoleh obat sesuai dengan resep ( 100 %). Kata kunci: Drug Related Problems (DRPs), penderita nefropati diabetic, rumah sakit X ABSTRACT Drug Related Problems (DRPs) is an undesirable event or arising from a therapeutic treatment of a patient. DRPs may be, inaccurate doses (higher or lower than required), DM drug interactions with other drugs, inappropriate selection of DM drugs, presence of DM indications but not DM drug therapy, adverse drug side effects, failure in receiving drug therapy (pati
药物相关问题(DRPs)是指患者在接受治疗过程中发生的不良事件或产生的不良后果。DRPs 的形式可以是剂量不准确(高于或低于需要量)、DM 药物与其他药物相互作用、DM 药物种类选择不当、DM 适应症但未得到 DM 药物治疗、出现药物副作用、未接受药物治疗(患者依从性等)。基于此,笔者有兴趣以 "X 医院糖尿病并发肾衰竭患者药物相关问题(DRPs)分析 "为题进行研究。本研究采用的研究类型是描述性分析法,这是一种旨在确定胰岛素注射治疗和口服抗糖尿病药物(OADO)导致肾功能下降的药物相关问题(DRPs)描述的研究方法。根据对 2017 年 1 月至 2017 年 5 月期间在 RSUD X 接受血液透析治疗的糖尿病肾病患者进行的研究,得出以下结论:在收到的处方总数中,有 2 名(94%)患者未获得肾衰竭药物,3 名(81%)患者未获得 DM 药物,这可能是由于之前的患者数据未得到控制,因此在下次检查时被切断,在研究的 16 个患者样本中,有 9 名患者经历了不准确的治疗,比例为 56%。这种不准确的表现形式是给血糖水平有所改善的病人服用相同的剂量,这可能会给这些病人带来低血糖的风险、对药物副作用的观察结果显示,糖尿病肾病患者的主诉包括恶心(31%)、头晕(25%)、乏力(94%)、全身酸痛(31%)、瘙痒或过敏(12.5%);对药物种类选择不准确的观察结果显示,有 6 个样本患者的药物种类选择不准确,比例为 43.75%。对药物相互作用的观察结果显示,拮抗作用的发生率为 95%,协同作用的发生率为 81%;对未接受药物治疗的患者的观察结果显示,所有患者均按照处方接受了药物治疗(100%)。关键词药物相关问题(DRPs);糖尿病肾病患者;X 医院 ABSTRACT Drug Related Problems (DRPs) is an undesirable event or arising from a therapeutic treatment of a patient.药物相关问题(DRPs)是指患者在治疗过程中出现的不良事件。DRPs 可能是剂量不准确(高于或低于所需剂量)、DM 药物与其他药物相互作用、DM 药物选择不当、存在 DM 适应症但未进行 DM 药物治疗、药物副作用、未能接受药物治疗(患者依从性等)。基于此,作者有兴趣将题目定为 "RSUD X 中糖尿病并发肾衰竭患者药物相关问题(DRPs)分析"。本研究采用的研究类型是描述性分析方法,即旨在了解胰岛素注射治疗和口服抗糖尿病药物(OADO)导致肾功能下降的药物相关问题(DRPs)的研究方法。根据对2017年1月至2017年5月期间在RSUD X接受血液透析治疗的糖尿病肾病患者所做的研究,得出以下结论:有2名(94%)患者没有获得肾衰竭药物,3名(81%)患者没有获得处方总接受量中的DM药物,这可能是由于患者之前的数据未得到控制,因此在后续检查中断开了联系,在研究的16个患者样本中,有9名患者出现了治疗不准确的情况,比例为56%。这种不准确的表现形式是给现有患者服用相同剂量的药物,从而提高了血糖水平,这会导致这些患者出现低血糖的风险、几乎所有被抽样调查的糖尿病肾病患者都会用药过量(100%),观察到糖尿病肾病患者的药物副作用(31%),头晕(25%)、乏力(94%)、全身酸痛(31%)、瘙痒或过敏(12.5%),观察到药物选择不准确,6 名患者药物选择不准确的比例为 43.75%。该类药物选择不准确可能会影响糖尿病肾病患者肾功能的下降或加重肾功能,观察药物相互作用得到的拮抗相互作用数据发生率为 95%,而协同相互作用发生率为 81%,观察未领药患者,得到的数据是所有患者均按处方领药(100%)。
{"title":"ANALISA DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) PASIEN GAGAL GINJAL DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS DI RSUD X","authors":"Siti Pandanwangi, Ahmad Azrul Zuniarto, H. Mubarok","doi":"10.36805/farmasi.v3i1.330","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v3i1.330","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu kejadian yang tidak diinginkan atau yang timbul dari suatu terapi pengobatan terhadap pasien. DRPs dapat berupa, ketidaktepatan dosis (lebih tinggi atau lebih rendah dari yang dibutuhkan), interaksi obat DM dengan obat lain, pemilihan jenis obat DM yang kurang tepat, adanya indikasi DM namun tidak mendapatkan terapi obat DM, efek samping obat yang timbul, gagal dalam menerima terapi obat (kepatuhan pasien dll). Berdasarkan hal tersebut, penulis merasa tertarik untuk mengambil judul “Analisa Drug Related Problems (DRPs) Pasien Gagal Ginjal dengan Komplikasi Diabetes Mellitus di RSUD X â€. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskritif yaitu metode penelitian yang bertujuan mengetahui gambaran Drug Related Problems (DRPs) dari pengobatan injeksi insulin dan Obat Anti Diabetik Oral (OADO) terhadap penurunan fungsi ginjal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada pasien Nefropati Diabetik yang sedang menjalani terapi hemodialisa di RSUD X pada periode bulan januari 2017 sampai dengan bulan mei 2017 diperoleh kesimpulan sebagai berikut :Terdapat 2 (94 %) pasien yang tidak memperoleh obat gagal ginjal dan 3 (81 %) pasien tidak mendapatkan obat DM dari total peresepan yang diterima, hal ini bisa disebabkan tidak terkontrolnya data pasien sebelumnya sehingga terputus pada saat pemeriksaan selanjutnya, dari 16 sampel pasien yang diteliti terjadi 9 pasien mengalami ketidaktepatan pengobatan dengan prosentase 56 %. Ketidaktepatan ini berupa pemberian dosis yang sama pada pasien yang sudah ada perbaikan kadar gula darah, hal ini dapat menimbulkan resiko hipoglikemia pada pasien tersebut., hampir seluruh sampel pasien nefropati diabetik mendapatkan dosis berlebih (100%), hasil pengamatan efek samping obat pada pasien nefropati diabetik pasien mengalami keluhan mual (31 %), pusing (25%), lemas (94 %), nyeri badan(31 %) , gatal atau alergi (12.5 %), hasil pengamatan ketidaktepatan pemilihan jenis obat, terdapat 6 sampel pasien yang mengalami ketidaktepatan pemilihan jenis obat dengan prosentase 43,75 %. Ketidaktepatan pemilihan jenis obat ini dapat berpengaruh terhadap penurunan fungsi ginjal atau memperberat fungsi ginjal penderita nefropati diabetic, hasil pengamatan interaksi obat diperoleh data interaksi antagonis terjadi 95 % sedangkan untuk interaksi sinergis terjadi 81 %, hasil pengamatan pasien tidak menerima obat, diperoleh data bahwa semua pasien memperoleh obat sesuai dengan resep ( 100 %). \u0000Kata kunci: Drug Related Problems (DRPs), penderita nefropati diabetic, rumah sakit X \u0000 \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000Drug Related Problems (DRPs) is an undesirable event or arising from a therapeutic treatment of a patient. DRPs may be, inaccurate doses (higher or lower than required), DM drug interactions with other drugs, inappropriate selection of DM drugs, presence of DM indications but not DM drug therapy, adverse drug side effects, failure in receiving drug therapy (pati","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"120 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128118836","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-06-12DOI: 10.36805/farmasi.v3i1.329
Ermi Abriyani
ABSTRACT This study aims to identification of Peperomia pellucida L. Kunt plant. Steps being taken include phytochemical test, extraction, and identification of extraction from ethanol extract. The research is to provide information on indentification of secondary metabolite from ethanol extract. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan identifikasi dari tumbuhan Peperomia pellucida (L) Kunt. Beberapa tahapan yang dilakukan antara lain; mengecek fitokimianya, ekstraksi dan menentukan identifikasi dari ekstrak etanol. Hasil penelitian memberikan informasi tentang senyawa metabolit sekunder dari etanol ekstrak. Kata kunci: identifikasi, Peperomia pellucida (L) Kunt, metabolit sekunder
{"title":"IDENTIFIKASI SEDERHANA METABOLIT SEKUNDER TUMBUHAN SASALADAHAN (Peperomia pellucidan (L). Kunt)","authors":"Ermi Abriyani","doi":"10.36805/farmasi.v3i1.329","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v3i1.329","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000This study aims to identification of Peperomia pellucida L. Kunt plant. Steps being taken include phytochemical test, extraction, and identification of extraction from ethanol extract. The research is to provide information on indentification of secondary metabolite from ethanol extract. \u0000ABSTRAK \u0000Penelitian ini bertujuan untuk menentukan identifikasi dari tumbuhan Peperomia pellucida (L) Kunt. Beberapa tahapan yang dilakukan antara lain; mengecek fitokimianya, ekstraksi dan menentukan identifikasi dari ekstrak etanol. Hasil penelitian memberikan informasi tentang senyawa metabolit sekunder dari etanol ekstrak. \u0000Kata kunci: identifikasi, Peperomia pellucida (L) Kunt, metabolit sekunder","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123846558","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-06-12DOI: 10.36805/farmasi.v2i2.323
Maya Arfania
Abstrak Jeruk purut (Citrus hystrix DC.) merupakan salah satu keanekaragaman flora di Indonesia. Jeruk purut oleh masyarakat Indonesia dimanfaatkan sebagai penyedap masakan dan aroma terapi. Penelitian mengenai jeruk purut masih terbatas dilakukan dibandingkan ketersediaan jeruk purut di alam yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol daun jeruk purut yang terdiri dari flavonoid, alkaloid, polifenolat, kuinon, monoterpenoid dan seskuiterpenoid. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi kemudian dianalisis penapisan fitokimia simplisia daun jeruk purut secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jeruk purut positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenolat, kuinon, monoterpenoid dan seskuiterpenoid. Kata kunci : Daun citrus hystrix, ekstraksi, metabolit sekunder Abstract Lime (Citrus hystrix DC) is one of the flora diversity in Indonesia. Lime has been used as a seasoning and aromatherapy by Indonesian people. Research of lime still limited compared to lime availability which is very rich in the nature. The purpose of the research is to discover the content of ethanol extract of lime leaves which is consist of flavonoids, alkaloids, poliphenolics, quinone, monoterpenoin, and sesquiterpenoin. The research is conducted with extraction method then the phytochemical screebning of lime leaves simplicia has been analyzed with qualitative methode. The result show that lime leeaves extract positively contain alkaloids, flavonoids, polyphenolics, quinone, monoterpenoid and sesquiterpenoid compound. Keywords: Citrus hystrix leaves, extraction, secondary metabolite
{"title":"TELAAH FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix DC) DI KABUPATEN KARAWANG","authors":"Maya Arfania","doi":"10.36805/farmasi.v2i2.323","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v2i2.323","url":null,"abstract":"Abstrak Jeruk purut (Citrus hystrix DC.) merupakan salah satu keanekaragaman flora di Indonesia. Jeruk purut oleh masyarakat Indonesia dimanfaatkan sebagai penyedap masakan dan aroma terapi. Penelitian mengenai jeruk purut masih terbatas dilakukan dibandingkan ketersediaan jeruk purut di alam yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol daun jeruk purut yang terdiri dari flavonoid, alkaloid, polifenolat, kuinon, monoterpenoid dan seskuiterpenoid. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi kemudian dianalisis penapisan fitokimia simplisia daun jeruk purut secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jeruk purut positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenolat, kuinon, monoterpenoid dan seskuiterpenoid. Kata kunci : Daun citrus hystrix, ekstraksi, metabolit sekunder Abstract Lime (Citrus hystrix DC) is one of the flora diversity in Indonesia. Lime has been used as a seasoning and aromatherapy by Indonesian people. Research of lime still limited compared to lime availability which is very rich in the nature. The purpose of the research is to discover the content of ethanol extract of lime leaves which is consist of flavonoids, alkaloids, poliphenolics, quinone, monoterpenoin, and sesquiterpenoin. The research is conducted with extraction method then the phytochemical screebning of lime leaves simplicia has been analyzed with qualitative methode. The result show that lime leeaves extract positively contain alkaloids, flavonoids, polyphenolics, quinone, monoterpenoid and sesquiterpenoid compound. Keywords: Citrus hystrix leaves, extraction, secondary metabolite","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123120882","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-06-12DOI: 10.36805/farmasi.v2i2.322
L. Fikayuniar
ABSTRAK Bukan hanya tumbuhan yang dibudidayakan yang bermanfaat bagi manusia. Ternyata salah satu bagian tumbuhan (seperti kulit batang) yang tersebar disekitar kita sering diabaikan juga menyimpan potensi luar biasa, khususnya sebagai obat (Dalimartha, S., Hembing, W, 1997). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hasil identifikasi sederhana analisis kualitatif metabolit sekunder kulit batang tanaman kawista (Limonia Acidissima L.) yang dapat dijadikan sebagai senyawa potensial untuk diuji lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekstraksi Refluks, pemeriksaan makroskopik, pengujian analisis kualitatif penapisan fitokimia simplisia kulit batang kawista ( Limonia acidissima L. ). Hasil penelitian berdasarkan karakteristik penetapan kadar air dengan cara destilasi sebesar 1,67 % v/b. Berdasarkan hasil analisis kualitatif penapisan fitokimia dari kulit batang kawista ( Limonia acidissima L. ) mengandung senyawa golongan flavonoid, saponin, polifenolat, monoterpenoid dan seskuiterpenoid. Kata Kunci : , Kawista, Refluks, Penapisan Fitokimia
{"title":"IDENTIFIKASI SEDERHANA METABOLIT SEKUNDER KULIT BATANG KAWISTA ( Limonia Acidissima L. )","authors":"L. Fikayuniar","doi":"10.36805/farmasi.v2i2.322","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v2i2.322","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000 \u0000Bukan hanya tumbuhan yang dibudidayakan yang bermanfaat bagi manusia. Ternyata salah satu bagian tumbuhan (seperti kulit batang) yang tersebar disekitar kita sering diabaikan juga menyimpan potensi luar biasa, khususnya sebagai obat (Dalimartha, S., Hembing, W, 1997). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hasil identifikasi sederhana analisis kualitatif metabolit sekunder kulit batang tanaman kawista (Limonia Acidissima L.) yang dapat dijadikan sebagai senyawa potensial untuk diuji lebih lanjut. \u0000Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekstraksi Refluks, pemeriksaan makroskopik, pengujian analisis kualitatif penapisan fitokimia simplisia kulit batang kawista ( Limonia acidissima L. ). \u0000 Hasil penelitian berdasarkan karakteristik penetapan kadar air dengan cara destilasi sebesar 1,67 % v/b. Berdasarkan hasil analisis kualitatif penapisan fitokimia dari kulit batang kawista ( Limonia acidissima L. ) mengandung senyawa golongan flavonoid, saponin, polifenolat, monoterpenoid dan seskuiterpenoid. \u0000 \u0000Kata Kunci : , Kawista, Refluks, Penapisan Fitokimia","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"148 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114516554","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}