Pub Date : 2022-01-21DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i1.65
Miming Arjuni, Sri Fatmawati
Hancurnya nilai-nilai moral, merebaknya ketidakadilan dan tipisnya rasa solidaritas, telah terjadi dalam lembaga pendidikan kita. Kasus-kasus aktual, masih banyak ditemukan seperti halnya siswa yang menyontek di kala sedang menghadapi ujian, bersikap malas, tawuran antara sesama siswa, melakukan pergaulan bebas, terlibat narkoba, dan lain-lain. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif. Dan tujuannya untuk mengetahui manajemen Pendidikan Islam dalam upaya pembentukan karakter. Sumber data primer penelitian ini adalah semua dewan guru di sekolah. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dan teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif yang bersifat induktif. Berdasarkan deskripsi data dan penyajian data dari hasil survey dan wawancara dapat disimpulkan bahawa manajemen Pendidikan Islam dalam upaya pembentukan karakter sesuai dengan makna implisit hadis yang di riwayatkan oleh imam Bukhari sebagai berikut: 1) Manajemen Pendidikan Islam melalui Perinsip Ikhlas, 2) Manajemen Pendidikan Islam melalui Perinsip kejujuran, 3) Manajemen Pendidikan Islam melalui Perinsip Amanah, 4) Manajemen Pendidikan Islam melalui Perinsip adil, 5) Manajemen Pendidikan Islam melalui Perinsip tanggung jawab
{"title":"Manajemen Pendidikan Islam Dalam Upaya Pembentukan Karakter","authors":"Miming Arjuni, Sri Fatmawati","doi":"10.55510/tadzkirah.v3i1.65","DOIUrl":"https://doi.org/10.55510/tadzkirah.v3i1.65","url":null,"abstract":"Hancurnya nilai-nilai moral, merebaknya ketidakadilan dan tipisnya rasa solidaritas, telah terjadi dalam lembaga pendidikan kita. Kasus-kasus aktual, masih banyak ditemukan seperti halnya siswa yang menyontek di kala sedang menghadapi ujian, bersikap malas, tawuran antara sesama siswa, melakukan pergaulan bebas, terlibat narkoba, dan lain-lain. \u0000Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif. Dan tujuannya untuk mengetahui manajemen Pendidikan Islam dalam upaya pembentukan karakter. Sumber data primer penelitian ini adalah semua dewan guru di sekolah. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dan teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif yang bersifat induktif. \u0000Berdasarkan deskripsi data dan penyajian data dari hasil survey dan wawancara dapat disimpulkan bahawa manajemen Pendidikan Islam dalam upaya pembentukan karakter sesuai dengan makna implisit hadis yang di riwayatkan oleh imam Bukhari sebagai berikut: 1) Manajemen Pendidikan Islam melalui Perinsip Ikhlas, 2) Manajemen Pendidikan Islam melalui Perinsip kejujuran, 3) Manajemen Pendidikan Islam melalui Perinsip Amanah, 4) Manajemen Pendidikan Islam melalui Perinsip adil, 5) Manajemen Pendidikan Islam melalui Perinsip tanggung jawab","PeriodicalId":263490,"journal":{"name":"Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar","volume":"71 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123840231","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-21DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i1.56
Nopi Sari
Belajar sudah menjadi kebutuhan pokok saat ini. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dewasa ini telah menyebabkan informasi dapat tersedia dalam jumlah yang tak terbatas dan dengan akses yang mudah. Hal ini menjadikan banyak perubahan serta perkembangan dari berbagai aspek kehidupan. Perubahan ini tentunya perlu direspon dengan penyelesaian pendidikan yang profesional dan bermutu. Dalam upaya untuk mencapai tujuan matematika, guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan siswa. Hasil observasi peneliti menunjukkan bahwa pada proses pembelajaran terlihat suasana kelas yang kurang kondusif. Kebiasaan siswa dalam pembelajaran adalah duduk, diam, dengar, catat, siswa tidak aktif bertanya jika kurang paham dengan materi yang disampaikan, siswa hanya mengingat pelajaran matematika pada saat belajar dan setelah itu lupa, siswa terbiasa menghafal rumus tanpa memahaminya. Permasalahan ini disebabkan karena model ataupun pendekatan pembelajaran yang digunakan belum melibatkan peran aktif siswa. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), peneliti bertindak sebagai pendidik dan pendidik mata pelajaran sebagai observer. Pembelajaran dilakukan selama 2 siklus dengan 6 kali pertemuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes tertulis, lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa dan metode dokumentasi, serta wawancara. Berdasarkan hasil analisis dari penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa seiring dengan pergantian siklus. 2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 3) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemandirian belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II
{"title":"Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray Dapat Meningkatkan Kemandirian Belajar dan Hasil Belajar Siswa SDS Madang Jaya","authors":"Nopi Sari","doi":"10.55510/tadzkirah.v3i1.56","DOIUrl":"https://doi.org/10.55510/tadzkirah.v3i1.56","url":null,"abstract":"Belajar sudah menjadi kebutuhan pokok saat ini. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dewasa ini telah menyebabkan informasi dapat tersedia dalam jumlah yang tak terbatas dan dengan akses yang mudah. Hal ini menjadikan banyak perubahan serta perkembangan dari berbagai aspek kehidupan. Perubahan ini tentunya perlu direspon dengan penyelesaian pendidikan yang profesional dan bermutu. Dalam upaya untuk mencapai tujuan matematika, guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan siswa. Hasil observasi peneliti menunjukkan bahwa pada proses pembelajaran terlihat suasana kelas yang kurang kondusif. Kebiasaan siswa dalam pembelajaran adalah duduk, diam, dengar, catat, siswa tidak aktif bertanya jika kurang paham dengan materi yang disampaikan, siswa hanya mengingat pelajaran matematika pada saat belajar dan setelah itu lupa, siswa terbiasa menghafal rumus tanpa memahaminya. Permasalahan ini disebabkan karena model ataupun pendekatan pembelajaran yang digunakan belum melibatkan peran aktif siswa. \u0000Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), peneliti bertindak sebagai pendidik dan pendidik mata pelajaran sebagai observer. Pembelajaran dilakukan selama 2 siklus dengan 6 kali pertemuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes tertulis, lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa dan metode dokumentasi, serta wawancara. \u0000Berdasarkan hasil analisis dari penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa seiring dengan pergantian siklus. 2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 3) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemandirian belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II","PeriodicalId":263490,"journal":{"name":"Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122324311","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-21DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i1.60
Ahmad Wahyudi
Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan jumlah sampel seluruhnya 28 siswa. Pengembangan Media Komik dalam penelitian ini meliputi langkah-langkah yang terdiri atas: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) produk desain, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, 9) revisi produk dan 10) produksi massal. Pengumpulan data menggunakan tes, observasi, kuesioer, dan dokumentasi. Teknik analisis data tes menggunakan analisis expert judgment (ahli/validator) kemudian instrumen tes, validitas butir soal, reliabilitas tes, analisis daya beda soal dan analisis kesukaran soal. Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar menggunakan nilai rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Pengembagan Media Komik sebagai bahan ajar IPS materi pengaruh kegiatan ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat pada siswa kelas IV SDIT Bina Insan Madani Baradatu berawal dari analisis kebutuhan dengan melaukan observasi dan wawancara dengan pihak sekolah. Selanjutnya melakukan pengumpulan data ternyata banyak nilai ulangan siswa yang belum mecapai KKM. Kemudian penelitian menelaah silabus dan membuat desain media komik serta instrumen penelitian seperti lembar observasi angket validasi, angket respon siswa, dan tes. Tahap berikutnya validasi desain oleh ahli materi dan ahli media. Saran dari validator dijadikan bahan revisi desain. Selanjutnya produk dilakukan uji coba terbatas sebanyak 5 siswa dan uji coba lapangan sebanyak 23 siswa. Hasil respon siswa dijadikan acuan untuk merevisi produk sehingga dihasilkan media komik sebagai bahan ajar IPS yang berkualitas. 2) Kualitas isi serta tampilan komik sebagai bahan ajar IPS berdasarkan penilaian validasi ahli materi memperoleh skor memperoleh jumlah skor 3,20 dalam kategori cukup layak. Penilaian ahli media terhadap media komik sebagai bahan ajar IPS kelas IV memperoleh jumlah skor 47 dalam kategori cukup layak. 3) Penilaian siswa terhadap komik sebagai bahan ajar pada uji coba terbatas memperoleh jumlah skor 38,0 dalam kategori layak dan hasil penilaian pada uji coba lapangan menunjukkan bahwa jumlah skor sebesar 42,8 dalam kategori sangat layak. 4) Media komik sebagai bahan ajar IPS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SDIT Bina Insan Madani Baradatu yang dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata dan dan sebagian besartelah mencapai kriteria ketuntasan.
{"title":"Pengembangan Media Komik Sebagai Bahan Ajar IPS Materi Pengaruh Kegiatan Ekonomi Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pada Siswa Kelas V SD IT Bina Insan Madani Baradatu","authors":"Ahmad Wahyudi","doi":"10.55510/tadzkirah.v3i1.60","DOIUrl":"https://doi.org/10.55510/tadzkirah.v3i1.60","url":null,"abstract":"Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan jumlah sampel seluruhnya 28 siswa. Pengembangan Media Komik dalam penelitian ini meliputi langkah-langkah yang terdiri atas: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) produk desain, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, 9) revisi produk dan 10) produksi massal. Pengumpulan data menggunakan tes, observasi, kuesioer, dan dokumentasi. Teknik analisis data tes menggunakan analisis expert judgment (ahli/validator) kemudian instrumen tes, validitas butir soal, reliabilitas tes, analisis daya beda soal dan analisis kesukaran soal. Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar menggunakan nilai rata-rata. \u0000Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Pengembagan Media Komik sebagai bahan ajar IPS materi pengaruh kegiatan ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat pada siswa kelas IV SDIT Bina Insan Madani Baradatu berawal dari analisis kebutuhan dengan melaukan observasi dan wawancara dengan pihak sekolah. Selanjutnya melakukan pengumpulan data ternyata banyak nilai ulangan siswa yang belum mecapai KKM. Kemudian penelitian menelaah silabus dan membuat desain media komik serta instrumen penelitian seperti lembar observasi angket validasi, angket respon siswa, dan tes. Tahap berikutnya validasi desain oleh ahli materi dan ahli media. Saran dari validator dijadikan bahan revisi desain. Selanjutnya produk dilakukan uji coba terbatas sebanyak 5 siswa dan uji coba lapangan sebanyak 23 siswa. Hasil respon siswa dijadikan acuan untuk merevisi produk sehingga dihasilkan media komik sebagai bahan ajar IPS yang berkualitas. 2) Kualitas isi serta tampilan komik sebagai bahan ajar IPS berdasarkan penilaian validasi ahli materi memperoleh skor memperoleh jumlah skor 3,20 dalam kategori cukup layak. Penilaian ahli media terhadap media komik sebagai bahan ajar IPS kelas IV memperoleh jumlah skor 47 dalam kategori cukup layak. 3) Penilaian siswa terhadap komik sebagai bahan ajar pada uji coba terbatas memperoleh jumlah skor 38,0 dalam kategori layak dan hasil penilaian pada uji coba lapangan menunjukkan bahwa jumlah skor sebesar 42,8 dalam kategori sangat layak. 4) Media komik sebagai bahan ajar IPS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SDIT Bina Insan Madani Baradatu yang dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata dan dan sebagian besartelah mencapai kriteria ketuntasan.","PeriodicalId":263490,"journal":{"name":"Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126329814","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}