Pub Date : 2024-02-28DOI: 10.36456/helper.vol41.no1.a8383
Yuyun Aprilia, Nora Yuniar Setyaputri, Galang Surya, Gumilang, B. Pratama, Analisis Kejenuhan, Atlet Karate, Penggunaan Alat, Bantu Push, Up Board Pada, Sesi Latihan
Kejenuhan pada atlet biasanya terjadi karena monotinitas aktivitas sehari-hari, sehingga tuntutan yang dihasilkan dari periode stresor pelatihan yang berlebihan. Salah satu peralatan yang dapat membantu mengatasi kejenuhan yaitu push up board. Push up board memberikan inovasi dan fasilitas kepada atlet untuk dapat berlatih menggunakan alat-alat ringan hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejenuhan pada atlet karate melalui penggunaan alat bantu push up board. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, wawancara dilakukan pada 10 atlet karate di Dojo Basecamp SMAN 1 Kandat. Hasil wawancara kemudian dianalisis secara mendalam untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa push up board berhasil dikembangkan dengan desain untuk membantu membentuk dan memaksimalkan otot tricep dan bicep brachii dengan mode papan plastik kokoh dan tebal serta efisien. Papan dengan kode warna yang berbeda menargetkan otot-otot yang bekerja. Sistem push up “Plug and Press” tugas berat dengan berbagai posisi dan sudut yang memahat dan memaksimalkan tubuh bagian atas. Membangun kekuatan dengan sistem push up inovatif ini menuntun melalui latihan kekuatan dan kebugaran tubuh total. Push up board secara signifikan mengurangi kejenuhan latihan serta sebagai media stress release yang efektif pada atlet karate.
{"title":"ANALISIS KEJENUHAN ATLET KARATE PENGGUNA ALAT BANTU PUSH UP BOARD PADA SESI LATIHAN","authors":"Yuyun Aprilia, Nora Yuniar Setyaputri, Galang Surya, Gumilang, B. Pratama, Analisis Kejenuhan, Atlet Karate, Penggunaan Alat, Bantu Push, Up Board Pada, Sesi Latihan","doi":"10.36456/helper.vol41.no1.a8383","DOIUrl":"https://doi.org/10.36456/helper.vol41.no1.a8383","url":null,"abstract":"Kejenuhan pada atlet biasanya terjadi karena monotinitas aktivitas sehari-hari, sehingga tuntutan yang dihasilkan dari periode stresor pelatihan yang berlebihan. Salah satu peralatan yang dapat membantu mengatasi kejenuhan yaitu push up board. Push up board memberikan inovasi dan fasilitas kepada atlet untuk dapat berlatih menggunakan alat-alat ringan hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejenuhan pada atlet karate melalui penggunaan alat bantu push up board. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, wawancara dilakukan pada 10 atlet karate di Dojo Basecamp SMAN 1 Kandat. Hasil wawancara kemudian dianalisis secara mendalam untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa push up board berhasil dikembangkan dengan desain untuk membantu membentuk dan memaksimalkan otot tricep dan bicep brachii dengan mode papan plastik kokoh dan tebal serta efisien. Papan dengan kode warna yang berbeda menargetkan otot-otot yang bekerja. Sistem push up “Plug and Press” tugas berat dengan berbagai posisi dan sudut yang memahat dan memaksimalkan tubuh bagian atas. Membangun kekuatan dengan sistem push up inovatif ini menuntun melalui latihan kekuatan dan kebugaran tubuh total. Push up board secara signifikan mengurangi kejenuhan latihan serta sebagai media stress release yang efektif pada atlet karate.","PeriodicalId":285030,"journal":{"name":"HELPER : Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"25 24","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140419566","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-02-28DOI: 10.36456/helper.vol41.no1.a8684
Indah Tasdiqul, Yovitha Juliejantiningsih, Hartoto Sutopo, Komunikasi Interpersonal, Peserta Didik, Sekolah Menengah, Kejuruan Negeri
Komunikasi interpersonal menjadi salah satu keterampilan yang harus dimiliki individu sebagai makhluk sosial sebagai upaya dalam membentuk hubungan yang erat dari kehidupan sehari-hari. Komunikasi interpersonal melibatkan hubungan individu dengan orang lain guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengetahui seberapa besar tingkat komunikasi interpersonal peserta didik kelas X Teknik Elektro di SMK N 4 Semarang dan data diperoleh dari sampel jenuh yaitu 144 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran skala komunikasi interpersonal yang disusun dalam bentuk google form dan terdiri dari 25 item pernyataan. Kemampuan komunikasi interpersonal peserta didik melibatkan lima aspek utama, seperti keterbukaan, empati, sikap positif, dukungan, dan kesamaan. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan komunikasi interpersonal peserta didik di SMK N 4 Semarang berada pada kategori sedang, mencapai persentase 43.75%. Meskipun demikian, sebagian peserta didik juga menunjukkan tingkat kemampuan komunikasi interpersonal yang rendah sebesar 39.58%, sementara sekitar 16.67% peserta didik lainnya memiliki tingkat yang tinggi.
人际沟通是个人作为社会人在日常生活中建立密切关系所必须具备的技能之一。人际沟通涉及个人与他人的关系,以满足他们的生活需求。本研究采用定量描述法来确定三宝垄 SMK N 4 电气工程 X 班学生的人际沟通水平,并从 144 名学生的饱和样本中获取数据。数据收集是通过分发人际沟通量表进行的,量表以谷歌表格的形式排列,包含 25 个陈述项目。学习者的人际沟通技能主要涉及五个方面,如开放性、移情、积极态度、支持和相似性。根据数据分析,可以得出结论:三宝垄 SMK N 4 学生的平均人际沟通能力处于中等水平,达到 43.75%。不过,也有一些学生的人际沟通能力处于较低水平,占 39.58%,而其他学生中约有 16.67%的人际沟通能力处于较高水平。
{"title":"KOMUNIKASI INTERPERSONAL PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 4 SEMARANG","authors":"Indah Tasdiqul, Yovitha Juliejantiningsih, Hartoto Sutopo, Komunikasi Interpersonal, Peserta Didik, Sekolah Menengah, Kejuruan Negeri","doi":"10.36456/helper.vol41.no1.a8684","DOIUrl":"https://doi.org/10.36456/helper.vol41.no1.a8684","url":null,"abstract":"Komunikasi interpersonal menjadi salah satu keterampilan yang harus dimiliki individu sebagai makhluk sosial sebagai upaya dalam membentuk hubungan yang erat dari kehidupan sehari-hari. Komunikasi interpersonal melibatkan hubungan individu dengan orang lain guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengetahui seberapa besar tingkat komunikasi interpersonal peserta didik kelas X Teknik Elektro di SMK N 4 Semarang dan data diperoleh dari sampel jenuh yaitu 144 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran skala komunikasi interpersonal yang disusun dalam bentuk google form dan terdiri dari 25 item pernyataan. Kemampuan komunikasi interpersonal peserta didik melibatkan lima aspek utama, seperti keterbukaan, empati, sikap positif, dukungan, dan kesamaan. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan komunikasi interpersonal peserta didik di SMK N 4 Semarang berada pada kategori sedang, mencapai persentase 43.75%. Meskipun demikian, sebagian peserta didik juga menunjukkan tingkat kemampuan komunikasi interpersonal yang rendah sebesar 39.58%, sementara sekitar 16.67% peserta didik lainnya memiliki tingkat yang tinggi.","PeriodicalId":285030,"journal":{"name":"HELPER : Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"8 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140418932","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Mental yang prima dan stabil diperlukan oleh atlet untuk kesiapan mengikuti pertandingan. Faktor psikologi yang mempengaruhi mental performa atlet yaitu kecemasan. Kecemasan yang terjadi pada atlet karate sangat berpengaruh terhadap performa dan juga prestasi yang dimiliki atlet apabila tidak segera diatasi dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Sumber data yang digunakan merupakan sumber data primer yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara pada atlet karate Dojo SMANEKA Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti tingkat kecemasan atlet pengguna alat bantu papan push up. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa atlet setelah menggunakan papan push up kecemasannya cenderung berkurang dan kepercayaan dirinya meningkat.
{"title":"ANALISIS KECEMASAN BERTANDING ATLET KARATE PENGGUNA ALAT BANTU PUSH UP BOARD","authors":"Anisa Putri Nastiti, Nora Yuniar Setyaputri, Galang Surya, Gumilang, Budiman Agung Pratama","doi":"10.36456/helper.vol41.no1.a8384","DOIUrl":"https://doi.org/10.36456/helper.vol41.no1.a8384","url":null,"abstract":"Mental yang prima dan stabil diperlukan oleh atlet untuk kesiapan mengikuti pertandingan. Faktor psikologi yang mempengaruhi mental performa atlet yaitu kecemasan. Kecemasan yang terjadi pada atlet karate sangat berpengaruh terhadap performa dan juga prestasi yang dimiliki atlet apabila tidak segera diatasi dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Sumber data yang digunakan merupakan sumber data primer yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara pada atlet karate Dojo SMANEKA Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti tingkat kecemasan atlet pengguna alat bantu papan push up. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa atlet setelah menggunakan papan push up kecemasannya cenderung berkurang dan kepercayaan dirinya meningkat.","PeriodicalId":285030,"journal":{"name":"HELPER : Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"6 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140422479","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-02-28DOI: 10.36456/helper.vol41.no1.a8528
Nastiti Wahyuningtyas, Siti Fitriana
Lingkungan pendidikan yang ideal yaitu lingkungan yang bisa menciptakan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik yang mempermudah mereka dalam belajar, mengekspresikan diri dan menemukan maupun mengembangkan potensi diri. Lingkungan sekolah membantu dalam perkembangan peserta didik. Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan jumlah kekerasan korban bullying mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya berdasarkan data infografis KPAI 2020. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tingkat perilaku bullying yang terjadi pada siswa kelas XI SMA Negeri 11 Semarang berdasarkan indikator pelaku perundungan (aggression) dan korban perundungan (victimization). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 82 siswa, data dikumpulkan menggunakan The Revise Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ-R) dan analisis menggunakan SPSS 26 dengan cara menghitung nilai rerata, nilai maksimal, nilai minimal, rentang nilai, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan rentang nilai sebesar 41; nilai maksimal 72; nilai minimal 31; besaran standar deviasi yaitu 9,89; serta nilai rerata sebesar 53,18. Besaran nilai rerata ini menunjukkan bahwa perilaku bullying di sekolah menengah atas berada pada kategori sedang.
理想的教育环境是能为学习者创造一种安全感和舒适感,使他们更容易学习、表达自己、发现和发展自己的潜能。学校环境有助于学习者的发展。然而,该领域的事实表明,根据 KPAI 2020 信息图表数据,暴力欺凌受害者的人数比上一年有所增加。因此,本研究旨在根据欺凌实施者(侵犯)和欺凌受害者(受害)的指标,揭示发生在三宝垄 SMA Negeri 11 学校十一年级学生身上的欺凌行为的程度。本研究是一项定量描述性研究,共有 82 名受访者,使用修订版奥尔维斯欺凌/受害者问卷(OBVQ-R)收集数据,并使用 SPSS 26 进行分析,计算平均值、最大值、最小值、数值范围和标准偏差。结果显示,数值范围为 41;最大值为 72;最小值为 31;标准差为 9.89;平均值为 53.18。该均值表明,高中校园欺凌行为属于中等程度。
{"title":"ANALISIS BULLYING SISWA KELAS XI SMA NEGERI 11 SEMARANG","authors":"Nastiti Wahyuningtyas, Siti Fitriana","doi":"10.36456/helper.vol41.no1.a8528","DOIUrl":"https://doi.org/10.36456/helper.vol41.no1.a8528","url":null,"abstract":"Lingkungan pendidikan yang ideal yaitu lingkungan yang bisa menciptakan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik yang mempermudah mereka dalam belajar, mengekspresikan diri dan menemukan maupun mengembangkan potensi diri. Lingkungan sekolah membantu dalam perkembangan peserta didik. Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan jumlah kekerasan korban bullying mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya berdasarkan data infografis KPAI 2020. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tingkat perilaku bullying yang terjadi pada siswa kelas XI SMA Negeri 11 Semarang berdasarkan indikator pelaku perundungan (aggression) dan korban perundungan (victimization). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 82 siswa, data dikumpulkan menggunakan The Revise Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ-R) dan analisis menggunakan SPSS 26 dengan cara menghitung nilai rerata, nilai maksimal, nilai minimal, rentang nilai, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan rentang nilai sebesar 41; nilai maksimal 72; nilai minimal 31; besaran standar deviasi yaitu 9,89; serta nilai rerata sebesar 53,18. Besaran nilai rerata ini menunjukkan bahwa perilaku bullying di sekolah menengah atas berada pada kategori sedang.","PeriodicalId":285030,"journal":{"name":"HELPER : Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"50 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140421298","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-02-28DOI: 10.36456/helper.vol41.no1.a8689
Eunike Megawati, Yovitha Juliejantiningsih, Hartoto Sutopo, Tingkat Kepekaan, Sosial Siswa, Smk Negeri
Kepekaan sosial merupakan suatu keterampilan sosial yang harus dimiliki remaja masa kini, keterampilan kepekaan sosial membantu remaja untuk dapat memberikan rekasi secara cepat dan tepat terhadap peristiwa yang terjadi di lingkungan sosialnya. Kepekaan sosial dapat melatih remaja untuk memiliki empati dan turut merasakan permasalahan yang sedang dialami orang lain, sehingga secara tidak langsung kepekaan sosial melatih individu dalam mengelola dan memunculkan emosi yang tepat sesuai dengan peristiwa yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengetahui tingkat kepekaan sosial siswa kelas X Teknik Otomotif di SMK Negeri 4 Semarang, dengan menggunakan sampel jenuh sebanyak 108 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui skala kepekaan sosial dengan jumlah 24 butir pertanyaan yang dikembangkan berdasarkan aspek kepekaan sosial yang meliputi perspective of taking, fantasy, empathy concern, dan personal distress. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa tingkat kepekaan sosial siswa di SMK Negeri 4 Semarang berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 66,1 %, namun terdapat pula siswa yang memiliki kepekaan sosial tinggi dengan persentase 22,2% dan sebagian siswa memiliki kepekaan sosial rendah dengan persentase 16,7%.
社会敏感性是当代青少年必须具备的一种社会技能,社会敏感性技能有助于青少年对社会环境中发生的事件做出迅速而恰当的反应。社会敏感性可以培养青少年的同理心,让他们感受到他人正在经历的问题,从而间接地训练个人根据所发生的事件来管理和提起正确的情绪。本研究采用定量描述性方法,以108名学生为饱和样本,确定三宝垄SMK Negeri 4汽车工程专业X班学生的社会敏感度水平。数据收集是通过社会敏感度量表进行的,该量表根据社会敏感度的各个方面,包括对事物的看法、幻想、移情关注和个人痛苦,共编制了 24 个问题。根据数据分析结果可知,SMK Negeri 4 Semarang 学校学生的社会敏感度属于中等水平,比例为 66.1%,但也有一些学生的社会敏感度较高,比例为 22.2%,还有一些学生的社会敏感度较低,比例为 16.7%。
{"title":"TINGKAT KEPEKAAN SOSIAL SISWA SMK NEGERI 4 SEMARANG","authors":"Eunike Megawati, Yovitha Juliejantiningsih, Hartoto Sutopo, Tingkat Kepekaan, Sosial Siswa, Smk Negeri","doi":"10.36456/helper.vol41.no1.a8689","DOIUrl":"https://doi.org/10.36456/helper.vol41.no1.a8689","url":null,"abstract":"Kepekaan sosial merupakan suatu keterampilan sosial yang harus dimiliki remaja masa kini, keterampilan kepekaan sosial membantu remaja untuk dapat memberikan rekasi secara cepat dan tepat terhadap peristiwa yang terjadi di lingkungan sosialnya. Kepekaan sosial dapat melatih remaja untuk memiliki empati dan turut merasakan permasalahan yang sedang dialami orang lain, sehingga secara tidak langsung kepekaan sosial melatih individu dalam mengelola dan memunculkan emosi yang tepat sesuai dengan peristiwa yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengetahui tingkat kepekaan sosial siswa kelas X Teknik Otomotif di SMK Negeri 4 Semarang, dengan menggunakan sampel jenuh sebanyak 108 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui skala kepekaan sosial dengan jumlah 24 butir pertanyaan yang dikembangkan berdasarkan aspek kepekaan sosial yang meliputi perspective of taking, fantasy, empathy concern, dan personal distress. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa tingkat kepekaan sosial siswa di SMK Negeri 4 Semarang berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 66,1 %, namun terdapat pula siswa yang memiliki kepekaan sosial tinggi dengan persentase 22,2% dan sebagian siswa memiliki kepekaan sosial rendah dengan persentase 16,7%.","PeriodicalId":285030,"journal":{"name":"HELPER : Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"13 9","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140419951","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-28DOI: 10.36456/helper.vol40.no1.a6706
Mimpin Sembiriing, Thomas Tarigan
Perilaku bullying masih menjadi topik berita sehari-hari di media massa. Ini berarti bahwa bullying masih marak terjadi, tidak terkecuali dalam lingkungan pendidikan. Sementara itu sudah banyak upaya dilakukan untuk mengurangi terjadinya perilaku bullying. Salah satunya adalah dengan mengupayakan terciptanya iklim sekolah yang kondusif. Meski demikian perilaku bullying tetap saja terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa iklim sekolah berkorelasi signifikan dengan perilaku bullying. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Santa Maria Kabanjahe berjumlah 481 orang yang melibatkan Kelas X sampai Kelas XII. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Instrumen penelitian berupa skala iklim sekolah dengan 12 item dan perilaku bullying 12 item dengan skala Lickert 5 opsi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Iklim sekolah di SMA Santa Maria Kabanjahe tergolong kondusif (tinggi), sementara perilaku bullying tergolong rendah. Selain itu ditemukan bahwa iklim sekolah berkorelasi signifikan dengan perilaku bullying. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa iklim sekolah berpengaruh negatif terhadap perilaku bullying, yaitu sebesar -32.50%. Kata kunci: iklim sekolah, perilaku bullying, kondusif, signifikan
{"title":"PENGARUH IKLIM SEKOLAH TERHADAP PERILAKU BULLYING SISWA PADA SMA SANTA MARIA KABANJAHE","authors":"Mimpin Sembiriing, Thomas Tarigan","doi":"10.36456/helper.vol40.no1.a6706","DOIUrl":"https://doi.org/10.36456/helper.vol40.no1.a6706","url":null,"abstract":"Perilaku bullying masih menjadi topik berita sehari-hari di media massa. Ini berarti bahwa bullying masih marak terjadi, tidak terkecuali dalam lingkungan pendidikan. Sementara itu sudah banyak upaya dilakukan untuk mengurangi terjadinya perilaku bullying. Salah satunya adalah dengan mengupayakan terciptanya iklim sekolah yang kondusif. Meski demikian perilaku bullying tetap saja terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa iklim sekolah berkorelasi signifikan dengan perilaku bullying. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Santa Maria Kabanjahe berjumlah 481 orang yang melibatkan Kelas X sampai Kelas XII. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Instrumen penelitian berupa skala iklim sekolah dengan 12 item dan perilaku bullying 12 item dengan skala Lickert 5 opsi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Iklim sekolah di SMA Santa Maria Kabanjahe tergolong kondusif (tinggi), sementara perilaku bullying tergolong rendah. Selain itu ditemukan bahwa iklim sekolah berkorelasi signifikan dengan perilaku bullying. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa iklim sekolah berpengaruh negatif terhadap perilaku bullying, yaitu sebesar -32.50%. \u0000Kata kunci: iklim sekolah, perilaku bullying, kondusif, signifikan \u0000 \u0000 ","PeriodicalId":285030,"journal":{"name":"HELPER : Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128838453","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-28DOI: 10.36456/helper.vol40.no1.a6572
Wiryo Nuryono, Hadi Warsito, Retno Tri
Penelitian ini merupakan penelitian orelasional yang melibatkan tiga variabel terdiri dari regulasi emosi, self compassion, dan academic failure. Subjek penelitian adalah mahasiswa pasca pandemi covid19. Penentuan variabel penelitian tentunya mengambil faktor eksternal dan internal agar bisa digunakan sebagai pertimbangan nantinya. Hasil penelitian pada P value = 0.000, P value < 0.05 dan nilai koefisien korelasi senilai 0.043. Sehingga hipotesis pertama yang berbunyi “Terdapat hubungan signifikan antara regulasi emosi dengan academic failure mahasiswa dan terdapat hubungan signifikan antara self compassion dan academic failure dengan regulasi emosi mahasiswa, dinyatakan diterima, self compassion dan academic failure secara bersama-sama memiliki hubungan dengan regulasi emosi, ditunjukkan dengan P value < 0.05 sedangkan berasan nilai koefisien regresi self compassion dan academic failure sebesar 51%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa self compassion dan academic failure, bersama-sama memiliki hubungan signifikan dengan regulasi emosi Kata Kunci: self compasion, regulasi emosi dan pemecahan kegagalan akademik
{"title":"HUBUNGAN SELF COMPASION, REGULASI EMOSI DAN PEMECAHAN KEGAGALAN AKADEMIK MAHASISWA PASCA PANDEMI COVID","authors":"Wiryo Nuryono, Hadi Warsito, Retno Tri","doi":"10.36456/helper.vol40.no1.a6572","DOIUrl":"https://doi.org/10.36456/helper.vol40.no1.a6572","url":null,"abstract":"\u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Penelitian ini merupakan penelitian orelasional yang melibatkan tiga variabel terdiri dari regulasi emosi, self compassion, dan academic failure. Subjek penelitian adalah mahasiswa pasca pandemi covid19. Penentuan variabel penelitian tentunya mengambil faktor eksternal dan internal agar bisa digunakan sebagai pertimbangan nantinya. Hasil penelitian pada P value = 0.000, P value < 0.05 dan nilai koefisien korelasi senilai 0.043. Sehingga hipotesis pertama yang berbunyi “Terdapat hubungan signifikan antara regulasi emosi dengan academic failure mahasiswa dan terdapat hubungan signifikan antara self compassion dan academic failure dengan regulasi emosi mahasiswa, dinyatakan diterima, self compassion dan academic failure secara bersama-sama memiliki hubungan dengan regulasi emosi, ditunjukkan dengan P value < 0.05 sedangkan berasan nilai koefisien regresi self compassion dan academic failure sebesar 51%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa self compassion dan academic failure, bersama-sama memiliki hubungan signifikan dengan regulasi emosi \u0000 \u0000Kata Kunci: self compasion, regulasi emosi dan pemecahan kegagalan akademik \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000","PeriodicalId":285030,"journal":{"name":"HELPER : Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"127 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129375744","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Artikel ini berisi tentang pandangan aliran filsafat progresivisme dan kaitannya untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam setting pendidikan inklusi. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan atau hambatan, baik dari segi fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang kemudian berdampak secara signifikan pada proses perkembangannya dibandingkan dengan anak normal lain seusianya. Negara Indonesia telah menjamin pendidikan untuk ABK melalui pendidikan inklusif agar mereka dapat memaksimalkan kemampuan belajarnya dan menggali potensi dirinya. Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menelaah buku, literatur, catatan dan jurnal yang berkaitan dengan pandangan aliran progresivisme terhadap anak berkebutuhan khusus dan pandangan mengenai pendidikan inklusi. Data yang telah terkumpul, kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Dalam kaitannya aliran filsafat progresivisme dengan pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus tercermin pada lima komponen yakni tenaga pendidik, kurikulum, pengelolaan kelas, system evaluasi dan akesibilitas. Kata kunci: progresivisme, pendidikan inklusi, anak berkebutuhan khusus
{"title":"FILSAFAT ALIRAN PROGRESIVISME DAN KAITANNYA UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM SETTING PENDIDIKAN INKLUSI","authors":"Lutfi isni Badiah, Siti Masitoh, Mochamad Nursalim","doi":"10.36456/helper.vol40.no1.a6322","DOIUrl":"https://doi.org/10.36456/helper.vol40.no1.a6322","url":null,"abstract":"Artikel ini berisi tentang pandangan aliran filsafat progresivisme dan kaitannya untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam setting pendidikan inklusi. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan atau hambatan, baik dari segi fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang kemudian berdampak secara signifikan pada proses perkembangannya dibandingkan dengan anak normal lain seusianya. Negara Indonesia telah menjamin pendidikan untuk ABK melalui pendidikan inklusif agar mereka dapat memaksimalkan kemampuan belajarnya dan menggali potensi dirinya. Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menelaah buku, literatur, catatan dan jurnal yang berkaitan dengan pandangan aliran progresivisme terhadap anak berkebutuhan khusus dan pandangan mengenai pendidikan inklusi. Data yang telah terkumpul, kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Dalam kaitannya aliran filsafat progresivisme dengan pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus tercermin pada lima komponen yakni tenaga pendidik, kurikulum, pengelolaan kelas, system evaluasi dan akesibilitas.\u0000Kata kunci: progresivisme, pendidikan inklusi, anak berkebutuhan khusus","PeriodicalId":285030,"journal":{"name":"HELPER : Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"67 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121644931","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-28DOI: 10.36456/helper.vol40.no1.a6321
Wahyurini Ekawati, Siti Masitoh, Mochamad Nursalim, Kata Kunci, Esensialisme Supervisi Kajian Filsafat, Manajerial Kajian, Filsafat Esensialisme, Terhadap Pelaksanaan, Supervisi Manajerial
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji filsafat esensialimse pelaksanaan supervisi terhadap penyelenggaraan pelaksanaan sekolah pada bidang manajerial. Metode ini penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan kajian teoritis berasal dari buku, jurnal, artikel, web dan sumber-sumber lainnya yang berkaitan pelaksanaan supervisi manajerial dengan filsafat esensialisme. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis). Esensialisme adalah filsafat pendidikan konservatif yang memandang pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan, dimana metode dan langkah-langkah strategi dalam pelaksanaan supervisi manajerial masih menggunakan pendekatan yang konvensional. Pelaksanaan supervisi manajerial dilaksanakan melalui kegiatan prasupervisi dan kemudian dilakukan melalui tiga tahapan yakni: penilaian kinerja kepala sekolah, pemantauan pelaksanaan program dilakukan, serta pembinaan dan pendampingan dalam mengarahkan para pengelola sekolah agar dapat berkerja berdasarkan tugas pokok dan fungsi yang telah dirumuskan. Dalam pelaksanaan pengawasaan ini dilakukan sesuai dengan esensi supervisi manajerial.
{"title":"KAJIAN FILSAFAT ESENSIALISME TERHADAP PELAKSANAAN SUPERVISI MANAJERIAL","authors":"Wahyurini Ekawati, Siti Masitoh, Mochamad Nursalim, Kata Kunci, Esensialisme Supervisi Kajian Filsafat, Manajerial Kajian, Filsafat Esensialisme, Terhadap Pelaksanaan, Supervisi Manajerial","doi":"10.36456/helper.vol40.no1.a6321","DOIUrl":"https://doi.org/10.36456/helper.vol40.no1.a6321","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji filsafat esensialimse pelaksanaan supervisi terhadap penyelenggaraan pelaksanaan sekolah pada bidang manajerial. Metode ini penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan kajian teoritis berasal dari buku, jurnal, artikel, web dan sumber-sumber lainnya yang berkaitan pelaksanaan supervisi manajerial dengan filsafat esensialisme. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis). Esensialisme adalah filsafat pendidikan konservatif yang memandang pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan, dimana metode dan langkah-langkah strategi dalam pelaksanaan supervisi manajerial masih menggunakan pendekatan yang konvensional. Pelaksanaan supervisi manajerial dilaksanakan melalui kegiatan prasupervisi dan kemudian dilakukan melalui tiga tahapan yakni: penilaian kinerja kepala sekolah, pemantauan pelaksanaan program dilakukan, serta pembinaan dan pendampingan dalam mengarahkan para pengelola sekolah agar dapat berkerja berdasarkan tugas pokok dan fungsi yang telah dirumuskan. Dalam pelaksanaan pengawasaan ini dilakukan sesuai dengan esensi supervisi manajerial.","PeriodicalId":285030,"journal":{"name":"HELPER : Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114166288","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-28DOI: 10.36456/helper.vol40.no1.a5999
Moch Rendy Candra Ramadhani, Cindy Asli Pravesti
Masalah belajar yang terjadi pada kalangan siswa itu wajar, mengingat setiap individu mempunyai karakter dan ketertarikan yang berbeda terhadap belajar. Perlu digaris bawahi bahwa belajar merupakan kewajiban bagi individu dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan google form yang dilakukan di kelas XI SMA Negeri 1 Kedamean Gresik, ditemukan beberapa permasalahan selama proses pembelajaran diantara-Nya: rendahnya tingkat konsentrasi belajar, rendahnya ketahanan akademik siswa dalam kegiatan pembelajaran berlangsung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi self-management dalam konseling individu efektif meningkatkan resiliensi akademik pada siswa. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner yang disebar pada siswa kelas XI-IPS 2. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis antar kondisi dan analisis dalam kondisi. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai akhir overlap 0,125 yang menunjukkan nilai semakin kecil semakin baik, diperkuat dengan skor post-test akhir kedua subjek konseli yaitu 28 dan 29 setelah diberi treatment konseling individu strategi self-management. Dapat disimpulkan strategi self-management dalam konseling individu bisa meningkatkan resiliensi akademik siswa kelas XI-IPS 2 di SMA Negeri 1 Kedamean Gresik. Kata kunci: Self-Management, Resiliensi Akademik
学生之间发生的学习问题是很自然的,因为每个人对学习都有不同的性格和兴趣。需要强调的是,学习是一个人的义务,从小学到大学。本研究的目的是确定个人咨询的自我管理策略有效地提高学生的学业质量。所使用的数据分析技术是对不同条件和条件的分析。这项研究的结果显示,a . 125的最终增长率显示出越小越好,在接受个别学科自我管理战略咨询后,她的双术后得分为28分和29分。可以得出结论,个人咨询中的自我管理策略可能会增加SMA Negeri 1图形2的学生学业质量。关键词:自我管理,学术风险
{"title":"EFEKTIVITAS PENGGUNAAN STRATEGI SELF-MANAGEMENT DALAM KONSELING INDIVIDUAL UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI AKADEMIK PESERTA DIDIK","authors":"Moch Rendy Candra Ramadhani, Cindy Asli Pravesti","doi":"10.36456/helper.vol40.no1.a5999","DOIUrl":"https://doi.org/10.36456/helper.vol40.no1.a5999","url":null,"abstract":"Masalah belajar yang terjadi pada kalangan siswa itu wajar, mengingat setiap individu mempunyai karakter dan ketertarikan yang berbeda terhadap belajar. Perlu digaris bawahi bahwa belajar merupakan kewajiban bagi individu dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan google form yang dilakukan di kelas XI SMA Negeri 1 Kedamean Gresik, ditemukan beberapa permasalahan selama proses pembelajaran diantara-Nya: rendahnya tingkat konsentrasi belajar, rendahnya ketahanan akademik siswa dalam kegiatan pembelajaran berlangsung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi self-management dalam konseling individu efektif meningkatkan resiliensi akademik pada siswa. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner yang disebar pada siswa kelas XI-IPS 2. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis antar kondisi dan analisis dalam kondisi. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai akhir overlap 0,125 yang menunjukkan nilai semakin kecil semakin baik, diperkuat dengan skor post-test akhir kedua subjek konseli yaitu 28 dan 29 setelah diberi treatment konseling individu strategi self-management. Dapat disimpulkan strategi self-management dalam konseling individu bisa meningkatkan resiliensi akademik siswa kelas XI-IPS 2 di SMA Negeri 1 Kedamean Gresik.\u0000Kata kunci: Self-Management, Resiliensi Akademik","PeriodicalId":285030,"journal":{"name":"HELPER : Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129020203","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}