Pub Date : 2019-02-15DOI: 10.36232/jurnalbiolearning.v6i1.256
Christina Levega Helwend
Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakannya kegiatan pembelajaran di sekolah. Hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri Persiapan Yenbeser sebelum penelitian ini di laksanakan belum mengalami peningkatan dan masih berada di bawa nilai KKM (65), setelah pelaksanakan penelitian ini dan media pembelajaran yang digunakan yaitu spesimen hewan Echinodermata maka di peroleh hasil belajar yang meningkat signifikan. Semua hasil belajar tersebut merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan hewan Echinodermata sebagai media pembelajaran terhadap Hasil Belajar siswa kelas VII di SMP Negeri Persiapan Yenbeser Kabupaten Raja Ampat pada bulan September 2017, dengan menggunakan populasi seluruh siswa SMP N Persiapan Yenbeser Kabupaten Raja Ampat dan sampel yang digunakan adalah siswa pada kelas VII. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest-postest. Instrumen yang digunakan adalah tes, yang sebelumnya diuji validitas dan uji reliabilitas, hasil uji validitas pada instrument yang digunakan valid. Data tes berdistribusi normal. Hasil uji t-test paired sampel di dapati bahwa nilai rata-rata tes awal adalah 62,00 dan nilai rata-rata tes akhir adalah 85,00 dengan memperhitungkan nilai t hitung dan t tabel > t (15,057 > 0,83311) sehingga ada perbedaan pada hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan spesimen hewan echinodermata sebagai media pembelajaran dan dari hasil tes siswa yang diperoleh bahwa pemanfaatan hewan echinodermata tersebut efektif sebagai media pembelajaran.
结果在学校学习是学习活动的最终目标是成就。初中七年级学生留学结果Yenbeser准备在这项研究之前完成没有增长,还在带m(65),经过pelaksanakan的研究价值和媒体的学习使用此策略即Echinodermata动物标本的学习结果,那么在获得显著增加。所有这些学习都是由学习和教学互动产生的。为此,本研究旨在探讨利用动物Echinodermata作为对结果媒体学习初中七年级学生在留学准备Yenbeser Raja Ampat县2017年9月,准备用整个初中学生人口N Yenbeser Raja Ampat县和使用的样本是七年级的学生。使用的研究方法是一组pretest-postest设计的定量实验研究。使用的工具是测试,以前测试过有效性和可靠性测试,使用设备有效性测试的结果是有效的。berdistribusi测试数据正常。样本化验结果t-test paired在发现早期测试平均成绩是62.00和期末考试的平均成绩表85,00数计算值t和t > t(15,057 > 0.83311),所以在学习之前和之后的使用中,结果是有区别的动物标本echinodermata作为媒体学习和测试结果的学生获得的媒体,利用这些动物echinodermata作为有效学习。
{"title":"PEMANFAATAN HEWAN ECHINODERMATA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI PERSIAPAN DI KAMPUNG YENBESER DISTRIK WAIGEO SELATAN KABUPATEN RAJA AMPAT.","authors":"Christina Levega Helwend","doi":"10.36232/jurnalbiolearning.v6i1.256","DOIUrl":"https://doi.org/10.36232/jurnalbiolearning.v6i1.256","url":null,"abstract":"Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakannya kegiatan pembelajaran di sekolah. Hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri Persiapan Yenbeser sebelum penelitian ini di laksanakan belum mengalami peningkatan dan masih berada di bawa nilai KKM (65), setelah pelaksanakan penelitian ini dan media pembelajaran yang digunakan yaitu spesimen hewan Echinodermata maka di peroleh hasil belajar yang meningkat signifikan. Semua hasil belajar tersebut merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan hewan Echinodermata sebagai media pembelajaran terhadap Hasil Belajar siswa kelas VII di SMP Negeri Persiapan Yenbeser Kabupaten Raja Ampat pada bulan September 2017, dengan menggunakan populasi seluruh siswa SMP N Persiapan Yenbeser Kabupaten Raja Ampat dan sampel yang digunakan adalah siswa pada kelas VII. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest-postest. Instrumen yang digunakan adalah tes, yang sebelumnya diuji validitas dan uji reliabilitas, hasil uji validitas pada instrument yang digunakan valid. Data tes berdistribusi normal. Hasil uji t-test paired sampel di dapati bahwa nilai rata-rata tes awal adalah 62,00 dan nilai rata-rata tes akhir adalah 85,00 dengan memperhitungkan nilai t hitung dan t tabel > t (15,057 > 0,83311) sehingga ada perbedaan pada hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan spesimen hewan echinodermata sebagai media pembelajaran dan dari hasil tes siswa yang diperoleh bahwa pemanfaatan hewan echinodermata tersebut efektif sebagai media pembelajaran. \u0000 ","PeriodicalId":315783,"journal":{"name":"Biolearning Journal","volume":"42 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123067079","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-15DOI: 10.36232/jurnalbiolearning.v6i1.255
S. Ula
Untuk Mengetahui Bagaimana Minat mengerjakan tugas-tugas siswa di SMP Negeri 13 Raja Ampat Kampung Jefman.Untuk Mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat siswa dalam mengerjakan tugas Biologi.Untuk Mengetahui Bagaimanakah SMP Negeri 13 Raja Ampat Kampung Jefman. Sampel terdiri dari siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Raja Ampat Kampung Jefman. Peneltian berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) direncanakan pada tanggal 18 juli sampai dengan tanggal 30 agustus 2016. Prosedur atau langkah-langkah penelitian yang dilakukan terbagi dalam bentuk siklus dimana setiap siklus terdiri atas empat kegiatan pokok adalah kegiatan perencanaan tindakan pelaksanaan, observasi dan refleksi. Empat kegiatan ini berlangsung secara singkat yang urutannya dapat mengalami modifikasi. Hasil pengambilan data dengan mengunakan angket konsuiner di siklus pertama atau siklus ke satu ada enam belas siswa yang hadir. Hasil Observasi pada siklus ke satu ini di lakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Siswa di bagi menjadi empat kelompok. Disiklus ke satuini penulis melakukan belajar mengajar terlebih dahulu. Buku yang di gunakan oleh penulis yaitu Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk kelas VIII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Saeful karim, dkk Materi yang di berikan kepada siswa BAB I tentang Pertumbuhan Dan Perkembangan pada makhluk hidup. penulis memberikan tugas kepada siswa tugas yang di berikan kepada siswa yaitu tentang tahapan perkembangan manusia. Minat adalah kecendrungan subjek untuk merasa tertarik pada mata pelajaran atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi itu. Besar kecilnya minat akan mempengaruhi keberhasilan bagi setiap kreativitas manusia. Faktor –faktor yang mempengaruhi siswa kelas VIII adalah siswa yang masih menunjukan tidak keaktifan dalam proses pembelajaran, seperti melamun, mengantuk, tidak memperhatikan pembelajaran, tidak bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas, tidak menjawab pertanyaan dari guru, tidak mengerjakan tugas, dan sibuk aktivitas masing-masing misalnya bicara sendiri.
{"title":"PENGEMBANGAN TUGAS-TUGAS BIOLOGI DALAM PENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA","authors":"S. Ula","doi":"10.36232/jurnalbiolearning.v6i1.255","DOIUrl":"https://doi.org/10.36232/jurnalbiolearning.v6i1.255","url":null,"abstract":"Untuk Mengetahui Bagaimana Minat mengerjakan tugas-tugas siswa di SMP Negeri 13 Raja Ampat Kampung Jefman.Untuk Mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat siswa dalam mengerjakan tugas Biologi.Untuk Mengetahui Bagaimanakah SMP Negeri 13 Raja Ampat Kampung Jefman. Sampel terdiri dari siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Raja Ampat Kampung Jefman. Peneltian berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) direncanakan pada tanggal 18 juli sampai dengan tanggal 30 agustus 2016. Prosedur atau langkah-langkah penelitian yang dilakukan terbagi dalam bentuk siklus dimana setiap siklus terdiri atas empat kegiatan pokok adalah kegiatan perencanaan tindakan pelaksanaan, observasi dan refleksi. Empat kegiatan ini berlangsung secara singkat yang urutannya dapat mengalami modifikasi. Hasil pengambilan data dengan mengunakan angket konsuiner di siklus pertama atau siklus ke satu ada enam belas siswa yang hadir. Hasil Observasi pada siklus ke satu ini di lakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Siswa di bagi menjadi empat kelompok. Disiklus ke satuini penulis melakukan belajar mengajar terlebih dahulu. Buku yang di gunakan oleh penulis yaitu Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk kelas VIII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Saeful karim, dkk Materi yang di berikan kepada siswa BAB I tentang Pertumbuhan Dan Perkembangan pada makhluk hidup. penulis memberikan tugas kepada siswa tugas yang di berikan kepada siswa yaitu tentang tahapan perkembangan manusia. Minat adalah kecendrungan subjek untuk merasa tertarik pada mata pelajaran atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi itu. Besar kecilnya minat akan mempengaruhi keberhasilan bagi setiap kreativitas manusia. Faktor –faktor yang mempengaruhi siswa kelas VIII adalah siswa yang masih menunjukan tidak keaktifan dalam proses pembelajaran, seperti melamun, mengantuk, tidak memperhatikan pembelajaran, tidak bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas, tidak menjawab pertanyaan dari guru, tidak mengerjakan tugas, dan sibuk aktivitas masing-masing misalnya bicara sendiri.","PeriodicalId":315783,"journal":{"name":"Biolearning Journal","volume":"85 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122489502","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-15DOI: 10.36232/jurnalbiolearning.v6i1.253
Muhammad Kasdin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran biologi menggunakan pembelajaran berbasis alam sekitar sekolah sebagai aplikasi pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di SMP N 10 Kabupaten Sorong pada bulan Mei 2016, dengan mengunakan populasi yang berjumlah 40 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 20 siswa untuk kelas VIIIA dan 20 siswa untuk kelas VIIIB. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. deskriptif kuantitatif dengan analisis komperatif. Instrumen yang digunakan adalah tes, yang sebelumnya diuji validitas dan uji reliabilitas. Hasil uji validitas pada instrumen yang digunakan valid. Data tes berdistribusi homogen dan semua normal. Hasil uji t-test paired sampel kelas VIIIA yakni thitung > ttabel (0,401 < 2,09 ) dan kelas VIIIB thitung > ttabel (15,884 > 2,10092) sehingga ada perbedaan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah melakukan pembelajaran menggunakan pembelajaran berbasis alam sekitar sekoalah lingkungan alam sekitar sekolah sebagai aplikasi pembelajaran dan dari hasil tes siswa yang diperoleh bahwa aplikasi pembelajaran tersebut efektif sebagai aplikasi pembelajaran.
{"title":"PENGARUH APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS ALAM SEKITAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP N 10 KABUPATEN SORONG","authors":"Muhammad Kasdin","doi":"10.36232/jurnalbiolearning.v6i1.253","DOIUrl":"https://doi.org/10.36232/jurnalbiolearning.v6i1.253","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran biologi menggunakan pembelajaran berbasis alam sekitar sekolah sebagai aplikasi pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di SMP N 10 Kabupaten Sorong pada bulan Mei 2016, dengan mengunakan populasi yang berjumlah 40 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 20 siswa untuk kelas VIIIA dan 20 siswa untuk kelas VIIIB. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. deskriptif kuantitatif dengan analisis komperatif. Instrumen yang digunakan adalah tes, yang sebelumnya diuji validitas dan uji reliabilitas. Hasil uji validitas pada instrumen yang digunakan valid. Data tes berdistribusi homogen dan semua normal. Hasil uji t-test paired sampel kelas VIIIA yakni thitung > ttabel (0,401 < 2,09 ) dan kelas VIIIB thitung > ttabel (15,884 > 2,10092) sehingga ada perbedaan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah melakukan pembelajaran menggunakan pembelajaran berbasis alam sekitar sekoalah lingkungan alam sekitar sekolah sebagai aplikasi pembelajaran dan dari hasil tes siswa yang diperoleh bahwa aplikasi pembelajaran tersebut efektif sebagai aplikasi pembelajaran.","PeriodicalId":315783,"journal":{"name":"Biolearning Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129638240","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-07-15DOI: 10.36232/jurnalbiolearning.v5i2.271
Juliana Tuhumury
Pembelajaran dengan menggunakan media animasi komputer memberikan kesempatan kepada perserta didikuntuk belajar secara dinamis dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari penggunaanmedia animasi komputer dalam pembelajaran pada siswa SMP ABT Kota Sorong. Penelitian ini dilakukan di SMPABT Kota Sorong dengan mengunakan populasi seluruh siswa SMP ABT Kota Sorong dan sampelnya siswa kelasVIII SMP ABT Kota Sorong yaitu kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen sebanyak 24 siswa, dan kelas VIIIBsebagai kelas kontrol sebanyak 24 siswa selama satu bulan. Metode penelitian yang dilakukan adalaheksperimen.Teknik pengambilan Sampel pada penelitian ini secara purposive sampling. Uji validitas danrealibilitas berdasarkan penelitian para ahli. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrument tes hasil belajar,angket,dan observasi. Data penelitian ini di peroleh berupa data kualitatif yang di ubah kuantitatifkemudiaan dianalisa dengan menggunakan SPSS 20. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis dan angket.Hasil belajar kelas kontrol terhadap kelas eksperimen, 3,761 > 2,04841, sehingga H0 ditolak H1 diterima, iniberarti hasil belajar kelas eksperimen lebih baik. Hasil angket antara kelas kontrol terhadap kelas eksperimen masing-masing 2,456 > 2,0484. Maka Ho ditolak H1 diterima,ini berarti motivasi siswa kelas eksperimen lebihbaik. Secara keseluruhan penerapan media animasi komputer efektif pada ranah kognitif, afektif dalampembelajaran peredaran darah manusia di SMP ABT Kota Sorong.
{"title":"IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA PADA SMP ABT KOTA SORONG","authors":"Juliana Tuhumury","doi":"10.36232/jurnalbiolearning.v5i2.271","DOIUrl":"https://doi.org/10.36232/jurnalbiolearning.v5i2.271","url":null,"abstract":"Pembelajaran dengan menggunakan media animasi komputer memberikan kesempatan kepada perserta didikuntuk belajar secara dinamis dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari penggunaanmedia animasi komputer dalam pembelajaran pada siswa SMP ABT Kota Sorong. Penelitian ini dilakukan di SMPABT Kota Sorong dengan mengunakan populasi seluruh siswa SMP ABT Kota Sorong dan sampelnya siswa kelasVIII SMP ABT Kota Sorong yaitu kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen sebanyak 24 siswa, dan kelas VIIIBsebagai kelas kontrol sebanyak 24 siswa selama satu bulan. Metode penelitian yang dilakukan adalaheksperimen.Teknik pengambilan Sampel pada penelitian ini secara purposive sampling. Uji validitas danrealibilitas berdasarkan penelitian para ahli. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrument tes hasil belajar,angket,dan observasi. Data penelitian ini di peroleh berupa data kualitatif yang di ubah kuantitatifkemudiaan dianalisa dengan menggunakan SPSS 20. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis dan angket.Hasil belajar kelas kontrol terhadap kelas eksperimen, 3,761 > 2,04841, sehingga H0 ditolak H1 diterima, iniberarti hasil belajar kelas eksperimen lebih baik. Hasil angket antara kelas kontrol terhadap kelas eksperimen masing-masing 2,456 > 2,0484. Maka Ho ditolak H1 diterima,ini berarti motivasi siswa kelas eksperimen lebihbaik. Secara keseluruhan penerapan media animasi komputer efektif pada ranah kognitif, afektif dalampembelajaran peredaran darah manusia di SMP ABT Kota Sorong.","PeriodicalId":315783,"journal":{"name":"Biolearning Journal","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114156320","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-07-15DOI: 10.36232/JURNALBIOLEARNING.V5I2.269
F. Dewi
Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui aktivitas larutan tanaman sirih hutan (Piper aduncum L.) sebagai pemicu pertumbuhan jamur merang (Volvariella volvaceae). Penelitian ini merupakan eksperimen. Sampel adalah jerami tangkai buah padi, larutan hasil destilasi dari akar, batang, daun. Instrumen pengambilan data yakni dokumentasi, observasi, lup. Tempat penelitian di Laboratorium MAN Model Sorong dan Laboratorium MIPA UNIMUDA Sorong serta Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (LPHP) Sorong. Uji prasyarat menggunakan uji normalitas. Uji hipotesis menggunakan uji mann-whitney. Analisa data dilakukan dengan menggunakan statistik SPSS 16. Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi larutan akar terbaik yakni pada konsentrasi 25% a symp sig 2 tailed 0,280 > dari 0,05 pada hari ke 2. Konsentrasi larutan dari batang terbaik yakni 20% a symp sig 2 tailed 0,353 > dari 0,05 pada hari ke 5. Konsentrasi larutan dari daun terbaik yakni 30% a symp sig 2 tailed 0,353 > dari 0,05 pada hari ke 5. Larutan akar, batang dan daun secara keseluruhan dapat memicu pertumbuhanjamur Volvarialla volvaceae L dan yang terbaik adalah larutan dari daun dengan konsentrasi terbaik yakni 30% a symp sig 2 tailed 0,353 > dari 0,05 pada hari ke 5.
这项研究的目的是确定森林槟榔树(Piper aduncum L)的活性,以促进回旋镖(Volvariella volvaceae)的生长。这项研究是一种实验。样本是稻秆麦秆,这是根茎、茎、叶的去角质溶液。数据检索工具包括文件、观察、染色。人体梭伦模型实验室和MIPA uniong Sorong实验室以及梭龙病毒学研究所的研究地点。先决条件测试使用正常测试。用惠特尼测验来模拟。使用SPSS数据16进行数据分析。研究发现,最好的根茎浓度为25%的sig 2尾端0.280 >,从第2天的0.05。最佳茎的溶液浓度为20% a symp sig 2,从第5天的0.353 >。总溶液的浓度是30% a symp sig 2从5天0.353 >到5天的0.05。根溶液、茎和叶整体可以触发真菌生长
{"title":"AKTIVITAS LARUTAN TANAMAN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) SEBAGAI PEMICU PERTUMBUHAN JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae L)","authors":"F. Dewi","doi":"10.36232/JURNALBIOLEARNING.V5I2.269","DOIUrl":"https://doi.org/10.36232/JURNALBIOLEARNING.V5I2.269","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui aktivitas larutan tanaman sirih hutan (Piper aduncum L.) sebagai pemicu pertumbuhan jamur merang (Volvariella volvaceae). Penelitian ini merupakan eksperimen. Sampel adalah jerami tangkai buah padi, larutan hasil destilasi dari akar, batang, daun. Instrumen pengambilan data yakni dokumentasi, observasi, lup. Tempat penelitian di Laboratorium MAN Model Sorong dan Laboratorium MIPA UNIMUDA Sorong serta Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (LPHP) Sorong. Uji prasyarat menggunakan uji normalitas. Uji hipotesis menggunakan uji mann-whitney. Analisa data dilakukan dengan menggunakan statistik SPSS 16. Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi larutan akar terbaik yakni pada konsentrasi 25% a symp sig 2 tailed 0,280 > dari 0,05 pada hari ke 2. Konsentrasi larutan dari batang terbaik yakni 20% a symp sig 2 tailed 0,353 > dari 0,05 pada hari ke 5. Konsentrasi larutan dari daun terbaik yakni 30% a symp sig 2 tailed 0,353 > dari 0,05 pada hari ke 5. Larutan akar, batang dan daun secara keseluruhan dapat memicu pertumbuhanjamur Volvarialla volvaceae L dan yang terbaik adalah larutan dari daun dengan konsentrasi terbaik yakni 30% a symp sig 2 tailed 0,353 > dari 0,05 pada hari ke 5.","PeriodicalId":315783,"journal":{"name":"Biolearning Journal","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121801891","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-07-15DOI: 10.36232/JURNALBIOLEARNING.V5I2.276
Sutarjo Sutarjo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pembentukan komunitas belajar mandiri untuk olimpiade sains biologi terhadap respon siswa yang mengikuti komunitas belajar mandiri dan mengetahui perbandingan antar sampel. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sorong dan SMP IT Nurul Yaqin Sorong pada tanggal 24 April sampai 30 Mei tahun 2014, dengan mengunakan populasi siswa masing-masing sebanyak 257 siswa dan sebanyak 167 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VII-VIII pada kedua sekolah tersebut dengan jumlah 45 siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis komperatif. Instrumen yang digunakan adalah angket, yang diuji validitas dan uji reabilitas. Hasil uji validitas berdasarkan hasil uji para pakar, instrument yang digunakan valid. Data angket berdistribusi homogen dan tidak semua normal. Hasil uji Mann-Whitney SMP Negeri 4 Sorong yakni probabilitas = 0.869 > α = 0.05, hasil uji t two sampel independen SMP IT Nurul Yaqin Sorong yakni thitung = 0.761 < ttabel = 2.06, dan hasil uji t two sampel independen antaraSMP Negeri 4 Sorong terhadap SMP IT Nurul Yaqin Sorong yakni thitung = 1.263 < ttabel = 2.09, sehingga tidak ada perbedaan respon siswa sebelum dan sesudah pembentukan komunitas belajar mandiri dan tidak ada perbedaan respon siswa antar sekolah. Namun, berdasarkan fakta grafik manual, hasil wawancara dan angket guru menunjukkan bahwa, pembentukan komunitas belajar mandiri dapat memotivasi belajar siswa khususnya dalam pembelajaran biologi.
{"title":"PEMBELAJARAN BIOLOGI DI-SMP KABUPATEN SORONG; KAJIAN RESPON SISWA TERHADAP EFEK PEMBENTUKAN KOMUNITAS BELAJAR MANDIRI","authors":"Sutarjo Sutarjo","doi":"10.36232/JURNALBIOLEARNING.V5I2.276","DOIUrl":"https://doi.org/10.36232/JURNALBIOLEARNING.V5I2.276","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pembentukan komunitas belajar mandiri untuk olimpiade sains biologi terhadap respon siswa yang mengikuti komunitas belajar mandiri dan mengetahui perbandingan antar sampel. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sorong dan SMP IT Nurul Yaqin Sorong pada tanggal 24 April sampai 30 Mei tahun 2014, dengan mengunakan populasi siswa masing-masing sebanyak 257 siswa dan sebanyak 167 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VII-VIII pada kedua sekolah tersebut dengan jumlah 45 siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis komperatif. Instrumen yang digunakan adalah angket, yang diuji validitas dan uji reabilitas. Hasil uji validitas berdasarkan hasil uji para pakar, instrument yang digunakan valid. Data angket berdistribusi homogen dan tidak semua normal. Hasil uji Mann-Whitney SMP Negeri 4 Sorong yakni probabilitas = 0.869 > α = 0.05, hasil uji t two sampel independen SMP IT Nurul Yaqin Sorong yakni thitung = 0.761 < ttabel = 2.06, dan hasil uji t two sampel independen antaraSMP Negeri 4 Sorong terhadap SMP IT Nurul Yaqin Sorong yakni thitung = 1.263 < ttabel = 2.09, sehingga tidak ada perbedaan respon siswa sebelum dan sesudah pembentukan komunitas belajar mandiri dan tidak ada perbedaan respon siswa antar sekolah. Namun, berdasarkan fakta grafik manual, hasil wawancara dan angket guru menunjukkan bahwa, pembentukan komunitas belajar mandiri dapat memotivasi belajar siswa khususnya dalam pembelajaran biologi.","PeriodicalId":315783,"journal":{"name":"Biolearning Journal","volume":"104 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128033912","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-07-15DOI: 10.36232/JURNALBIOLEARNING.V5I2.272
Marsye W. Tapilatu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatanPemahaman siswa akan Alat Pencernaan Makanaan bagi siswa Kelas V di SD Inpres 118 Klamalu melalui Model / Gambar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan dalam 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1 nilai rata-rata pemahaman siswa akan alat pencernaan siswa kelas V pada sebelum siklus sebesar 60 pada siklus I sebesar 68,76 dan pada siklus II sebesar 78,57 sehingga terdapat kenaikan nilai rata- rata dari sebelum siklus I. Selanjutnya kesiklus II. 2. Prosentase ketuntasan belajar siswa pada prasiklus menunjukan angka sebesar 38,09% (8 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 21 siswa ) ,pada siklus I sebesar 68,76 % (10 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 21 siswa ) dan pada siklus II sebesar 78,57 % ( 20 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 21 siswa ) Dengan demikian terdapat penningkatan ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II .Berdasarkan keterangan di atas maka dapat dibuat su/ kesimpulan sebagai berikut : Melalui Pemanfaatan gambar / model dapat meningkatkan pemahan siswa akan alat pencernaan pada siswa kelas V SD Inpres 118 Klamalu Distrik Mariat KabupAten Sorong tahun pelajaran 2011 /2012
{"title":"PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG ALAT PENCERNAAN MAKANAN MELALUI MEDIA GAMBAR/ MODEL BAGI KELAS V DI SD INPRES 118 KLAMALU","authors":"Marsye W. Tapilatu","doi":"10.36232/JURNALBIOLEARNING.V5I2.272","DOIUrl":"https://doi.org/10.36232/JURNALBIOLEARNING.V5I2.272","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatanPemahaman siswa akan Alat Pencernaan Makanaan bagi siswa Kelas V di SD Inpres 118 Klamalu melalui Model / Gambar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan dalam 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1 nilai rata-rata pemahaman siswa akan alat pencernaan siswa kelas V pada sebelum siklus sebesar 60 pada siklus I sebesar 68,76 dan pada siklus II sebesar 78,57 sehingga terdapat kenaikan nilai rata- rata dari sebelum siklus I. Selanjutnya kesiklus II. 2. Prosentase ketuntasan belajar siswa pada prasiklus menunjukan angka sebesar 38,09% (8 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 21 siswa ) ,pada siklus I sebesar 68,76 % (10 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 21 siswa ) dan pada siklus II sebesar 78,57 % ( 20 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 21 siswa ) Dengan demikian terdapat penningkatan ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II .Berdasarkan keterangan di atas maka dapat dibuat su/ kesimpulan sebagai berikut : Melalui Pemanfaatan gambar / model dapat meningkatkan pemahan siswa akan alat pencernaan pada siswa kelas V SD Inpres 118 Klamalu Distrik Mariat KabupAten Sorong tahun pelajaran 2011 /2012","PeriodicalId":315783,"journal":{"name":"Biolearning Journal","volume":"140 4","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120976500","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-07-15DOI: 10.36232/jurnalbiolearning.v5i2.273
Espita Gultom
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Hasil Belajar IPA Tentang Perubahan Wujud Benda BagiSiswa kelas IV di SD Inpres 118 Klamalu melalui pemanfaatan Metode Demonstrasi. Jenis penelitian ini adalahpenelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti denganguru. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat komponen yaituperencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian iniadalah wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan dalam 3 tahap yaitu reduksi, penyajiandata serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) pemanfaatan Metode Demonstrasi dapatmeningkatkan partisipasi belajar siswa. Peningkatan Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Tentang Konsep Listrikdapat dilihat melalui aspek mendengarkan penjelasan bagi siklus I sebesar 28,13% meningkat menjadi sebesar78,13% bagi siklus II. Partisipasi dalam mencatat penjelasan siklus 1 sebesar 25% meningkat menjadi sebesar93,75% bagi siklus II. Partisipasi dalam memperhatikan pembelajaran siklus I sebesar 31,25% meningkat menjadisebesar 90,63% bagi siklus II. Partisipasi dalam bertanya siklus I sebesar 21,87% meningkat menjadi sebesar68,75% bagi siklus II. Partisipasi dalam menjawab pertanyaan siklus I sebesar 25% meningkat menjadi sebesar 78,13% bagi siklus II. Partisipasi dalam mengeluarkan pendapat siklus I sebesar 28,13% meningkat menjadisebesar 71,87% bagi siklus II. Partisipasi dalam menghargai pendapat teman siklus I sebesar 34,38% meningkatmenjadi sebesar 78,13% bagi siklus II. Partisipasi dalam menjelaskan kembali siklus I sebesar 21,87% meningkatmenjadi sebesar 75% bagi siklus II. (b) Pemanfaatan Metode Demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajarsiswa. Rata-rata hasil belajar siswa bagi siklus I sebesar 32,19 meningkat menjadi 82,03 bagi siklus II.
{"title":"PEMANFAATAN METODE DEMONSTRASI UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG PERUBAHAN WUJUD BENDA BAGI SISWA KELAS IV","authors":"Espita Gultom","doi":"10.36232/jurnalbiolearning.v5i2.273","DOIUrl":"https://doi.org/10.36232/jurnalbiolearning.v5i2.273","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Hasil Belajar IPA Tentang Perubahan Wujud Benda BagiSiswa kelas IV di SD Inpres 118 Klamalu melalui pemanfaatan Metode Demonstrasi. Jenis penelitian ini adalahpenelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti denganguru. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat komponen yaituperencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian iniadalah wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan dalam 3 tahap yaitu reduksi, penyajiandata serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) pemanfaatan Metode Demonstrasi dapatmeningkatkan partisipasi belajar siswa. Peningkatan Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Tentang Konsep Listrikdapat dilihat melalui aspek mendengarkan penjelasan bagi siklus I sebesar 28,13% meningkat menjadi sebesar78,13% bagi siklus II. Partisipasi dalam mencatat penjelasan siklus 1 sebesar 25% meningkat menjadi sebesar93,75% bagi siklus II. Partisipasi dalam memperhatikan pembelajaran siklus I sebesar 31,25% meningkat menjadisebesar 90,63% bagi siklus II. Partisipasi dalam bertanya siklus I sebesar 21,87% meningkat menjadi sebesar68,75% bagi siklus II. Partisipasi dalam menjawab pertanyaan siklus I sebesar 25% meningkat menjadi sebesar 78,13% bagi siklus II. Partisipasi dalam mengeluarkan pendapat siklus I sebesar 28,13% meningkat menjadisebesar 71,87% bagi siklus II. Partisipasi dalam menghargai pendapat teman siklus I sebesar 34,38% meningkatmenjadi sebesar 78,13% bagi siklus II. Partisipasi dalam menjelaskan kembali siklus I sebesar 21,87% meningkatmenjadi sebesar 75% bagi siklus II. (b) Pemanfaatan Metode Demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajarsiswa. Rata-rata hasil belajar siswa bagi siklus I sebesar 32,19 meningkat menjadi 82,03 bagi siklus II.","PeriodicalId":315783,"journal":{"name":"Biolearning Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129735781","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-07-15DOI: 10.36232/jurnalbiolearning.v5i2.274
Kemijan Kemijan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Kemampuan siswa dalam mengidentifikasi hewan yang hampir punah bagi siswa Kelas VI di SD Inpres 48 Kasim Sele melalui pemanfaatan Media gambar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan dalam 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) pemanfaatan Media gambar dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa. Peningkatan Kemampuan siswa dalam mengidentifikasi hewan yang hampir punah dapat dilihat melalui aspek mendengarkan penjelasan pada siklus I sebesar 50% meningkat menjadi sebesar 95% pada siklus II. Partisipasi dalam mencatat penjelasan siklus 1 sebesar 40% meningkat menjadi sebesar 100% pada siklus II. Partisipasi dalam memperhatikan pembelajaran siklus I sebesar 60% meningkat menjadi sebesar 95% pada siklus II. Partisipasi dalam bertanya siklus I sebesar 25% meningkat menjadi sebesar 70% pada siklus II. Partisipasi dalam menjawab pertanyaan siklus I sebesar 35% meningkat menjadi sebesar 65% pada siklus II. Partisipasi dalam mengeluarkan pendapat siklus I sebesar 20% meningkat menjadi sebesar 65% pada siklus II. Partisipasi dalam menghargai pendapat teman siklus I sebesar 55% meningkat menjadi sebesar 90% pada siklus II. Partisipasi dalam menjelaskan kembali siklus I sebesar 30% meningkat menjadi sebesar 75% pada siklus II. (b) Pemanfaatan Media gambar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 53.5 meningkat menjadi 69,75 pada siklus II.
{"title":"PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGIDENTIFIKASI HEWAN YANG HAMPIR PUNAH BAGI KELAS VI DI SD INPRES 48 KASIM SELE","authors":"Kemijan Kemijan","doi":"10.36232/jurnalbiolearning.v5i2.274","DOIUrl":"https://doi.org/10.36232/jurnalbiolearning.v5i2.274","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Kemampuan siswa dalam mengidentifikasi hewan yang hampir punah bagi siswa Kelas VI di SD Inpres 48 Kasim Sele melalui pemanfaatan Media gambar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan dalam 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) pemanfaatan Media gambar dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa. Peningkatan Kemampuan siswa dalam mengidentifikasi hewan yang hampir punah dapat dilihat melalui aspek mendengarkan penjelasan pada siklus I sebesar 50% meningkat menjadi sebesar 95% pada siklus II. Partisipasi dalam mencatat penjelasan siklus 1 sebesar 40% meningkat menjadi sebesar 100% pada siklus II. Partisipasi dalam memperhatikan pembelajaran siklus I sebesar 60% meningkat menjadi sebesar 95% pada siklus II. Partisipasi dalam bertanya siklus I sebesar 25% meningkat menjadi sebesar 70% pada siklus II. Partisipasi dalam menjawab pertanyaan siklus I sebesar 35% meningkat menjadi sebesar 65% pada siklus II. Partisipasi dalam mengeluarkan pendapat siklus I sebesar 20% meningkat menjadi sebesar 65% pada siklus II. Partisipasi dalam menghargai pendapat teman siklus I sebesar 55% meningkat menjadi sebesar 90% pada siklus II. Partisipasi dalam menjelaskan kembali siklus I sebesar 30% meningkat menjadi sebesar 75% pada siklus II. (b) Pemanfaatan Media gambar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 53.5 meningkat menjadi 69,75 pada siklus II.","PeriodicalId":315783,"journal":{"name":"Biolearning Journal","volume":"68 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126356689","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-07-15DOI: 10.36232/JURNALBIOLEARNING.V5I2.275
S. Siswandri
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Prestasi Belajar IPA Tentang Perubahan Wujud Benda bagi siswa Kelas IV di SD Inpres 54 Makbusun melalui pemanfaatan Metode Demontrasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru teman sejawat. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan dalam 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemanfaatan Metode Demontrasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.Pertasi belajar siswa meningkat karena siswa lebih aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan metode demonsrasi. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar pada setiap siklus. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 69.18 meningkat menjadi 80.45 pada siklus II.
{"title":"PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA TENTANG PERUBAHAN WUJUD BENDA BAGI SISWA KELAS IV DI SD INPRES 54 MAKBUSUN KABUPATEN SORONG","authors":"S. Siswandri","doi":"10.36232/JURNALBIOLEARNING.V5I2.275","DOIUrl":"https://doi.org/10.36232/JURNALBIOLEARNING.V5I2.275","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Prestasi Belajar IPA Tentang Perubahan Wujud Benda bagi siswa Kelas IV di SD Inpres 54 Makbusun melalui pemanfaatan Metode Demontrasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru teman sejawat. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan dalam 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemanfaatan Metode Demontrasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.Pertasi belajar siswa meningkat karena siswa lebih aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan metode demonsrasi. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar pada setiap siklus. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 69.18 meningkat menjadi 80.45 pada siklus II.","PeriodicalId":315783,"journal":{"name":"Biolearning Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117245748","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}