Masih tingginya prevelensi diabetes melitus pada ibu hamil mempengaruhi ibu dan keturunannya, dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Dengan adanya pelaksanaan interprofesional colaboration dalam gestasional diabetes mellitus pada ibu hamil dapat menjadi upaya yang efektif dan komprehensif untuk menurunkan angka kejadian gestasional diabetes mellitus pada ibu hamil.Tujuan: Mengetahui peran dan hambatan praktik kolaborasi dalam kesehatan pada kehamilan diabetes melitus. Metode: Pencarian sistematis dalam database pubmed, proquest, Ebsco, Sciene Direct dan Googles cholar mendapatkan 1031 artikel. Mengikuti kriteria inklusi, 7 (Tujuh) artikel memenuhi syarat dan Mengikuti kerangka kerja Arksey dan O'Malley. Hasil: Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi konsep-konsep inti. Penulis mengelompokkan konsep inti ini kedalam dua tema yaitu peran tenaga kesehatan dan hambatan dalam praktik kolaborasi kesehatan pada asuhan ibu hamil dengan diabetes militus. Kesimpulan: Peran tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan pada ibu hamil dengan diabetes melitus sangat berpengaruh dalam praktik kolaborasi dalam menurunkan prevalensi diabetes militus pada ibu hamil.
{"title":"Kolaborasi Praktek Kesehatan Interprofessional Dalam Asuhan Ibu Hamil Dengan Diabetes Mellitus: Sebuah Scoping Review","authors":"Resda Pebriani, Sulistyaningsih Sulistyaningsih","doi":"10.31101/jhes.1983","DOIUrl":"https://doi.org/10.31101/jhes.1983","url":null,"abstract":"Masih tingginya prevelensi diabetes melitus pada ibu hamil mempengaruhi ibu dan keturunannya, dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Dengan adanya pelaksanaan interprofesional colaboration dalam gestasional diabetes mellitus pada ibu hamil dapat menjadi upaya yang efektif dan komprehensif untuk menurunkan angka kejadian gestasional diabetes mellitus pada ibu hamil.Tujuan: Mengetahui peran dan hambatan praktik kolaborasi dalam kesehatan pada kehamilan diabetes melitus. Metode: Pencarian sistematis dalam database pubmed, proquest, Ebsco, Sciene Direct dan Googles cholar mendapatkan 1031 artikel. Mengikuti kriteria inklusi, 7 (Tujuh) artikel memenuhi syarat dan Mengikuti kerangka kerja Arksey dan O'Malley. Hasil: Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi konsep-konsep inti. Penulis mengelompokkan konsep inti ini kedalam dua tema yaitu peran tenaga kesehatan dan hambatan dalam praktik kolaborasi kesehatan pada asuhan ibu hamil dengan diabetes militus. Kesimpulan: Peran tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan pada ibu hamil dengan diabetes melitus sangat berpengaruh dalam praktik kolaborasi dalam menurunkan prevalensi diabetes militus pada ibu hamil. ","PeriodicalId":32178,"journal":{"name":"JHeS Journal of Health Studies","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41326073","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Upaya pemerintah dalam mewaspadai risiko lebih besar dan penyebarannya, maka saat ini perlu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan sekolah terutama guru yang dapat berperan sebagai pintu masuk pendidikan secara optimal tentang pencegahan penyebaran COVID-19 terutama bagi siswa dan orang tua siswa (masyarakat) yang lebih luas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas media audiovisual dalam edukasi pendidikan kesehatan pencegahan COVID-19 terhadap peningkatan pengetahuan guru-guru di SMP Islam berbasis boarding school. Desain penelitian merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-post test. Guru diberikan kuesioner tentang COVID-19 dan pencegahannya di lingkungan sekolah kemudian guru diberikan edukasi melalui media audiovisual selama 7 menit dan diminta kembali mengisi kuesioner yang sama dengan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan responden secara keseluruhan sebelum perlakuan terbagi menjadi 41,67% baik, 50% cukup dan 8,33% kurang, setelah perlakuan data menunjukan 100% pengetahuan responden menjadi baik. Dengan demikian dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima atau hipotesis penelitian diterima.
{"title":"Pengaruh Pendidikan Virtual Pencegahan COVID-19 terhadap Pengetahuan Guru Sekolah Berbasis Boarding School di Kabupaten Garut","authors":"Sitti Syabariyah, Retno Anesti, Wika Puspika Sari","doi":"10.31101/jhes.1810","DOIUrl":"https://doi.org/10.31101/jhes.1810","url":null,"abstract":"Upaya pemerintah dalam mewaspadai risiko lebih besar dan penyebarannya, maka saat ini perlu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan sekolah terutama guru yang dapat berperan sebagai pintu masuk pendidikan secara optimal tentang pencegahan penyebaran COVID-19 terutama bagi siswa dan orang tua siswa (masyarakat) yang lebih luas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas media audiovisual dalam edukasi pendidikan kesehatan pencegahan COVID-19 terhadap peningkatan pengetahuan guru-guru di SMP Islam berbasis boarding school. Desain penelitian merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-post test. Guru diberikan kuesioner tentang COVID-19 dan pencegahannya di lingkungan sekolah kemudian guru diberikan edukasi melalui media audiovisual selama 7 menit dan diminta kembali mengisi kuesioner yang sama dengan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan responden secara keseluruhan sebelum perlakuan terbagi menjadi 41,67% baik, 50% cukup dan 8,33% kurang, setelah perlakuan data menunjukan 100% pengetahuan responden menjadi baik. Dengan demikian dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima atau hipotesis penelitian diterima.","PeriodicalId":32178,"journal":{"name":"JHeS Journal of Health Studies","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49390310","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nyeri dapat dirasakan mulai dari nyeri ringan-sedang sampai nyeri berat. tergantung dari banyaknya sumber penyebab nyeri. Tujuan untuk menemukan pengaruh terapi non invasif sesuai evidance based terhadap intensitas nyeri pada ibu postpartum di BPM Kota Palembang tahun 2017. Desain quasi experiment. Sampel 32 orang. Bertempat di PMB Limarini dan Husniyati Palembang. Hasil penelitian meunjukkan umur risiko tinggi 46,9%, rendah 53,1%. Paritas tinggi 59,4%, rendah 40,6%. Umur mempunyai hubungan p value 0,016 dan paritas tidak mempunyai hubungan p value 0,095. Intesistas nyeri sebelum: sedang 71,9%, berat 28,1%. Intensitas nyeri sesudah: tidak nyeri 18,8%, ringan 65,6%, 15,6%. Rata-rata sesudah 1,97, SD 0,595 dan sebelum 3,28, SD 0,497. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan umur dengan intensitas nyeri.
{"title":"Metode Masase dan Interaksi Bayi pada Ibu Postpartum Terhadap di Intensitas Nyeri di PMB Kota Palembang","authors":"Elita Vasra, Suprida Suprida","doi":"10.31101/jhes.1716","DOIUrl":"https://doi.org/10.31101/jhes.1716","url":null,"abstract":"Nyeri dapat dirasakan mulai dari nyeri ringan-sedang sampai nyeri berat. tergantung dari banyaknya sumber penyebab nyeri. Tujuan untuk menemukan pengaruh terapi non invasif sesuai evidance based terhadap intensitas nyeri pada ibu postpartum di BPM Kota Palembang tahun 2017. Desain quasi experiment. Sampel 32 orang. Bertempat di PMB Limarini dan Husniyati Palembang. Hasil penelitian meunjukkan umur risiko tinggi 46,9%, rendah 53,1%. Paritas tinggi 59,4%, rendah 40,6%. Umur mempunyai hubungan p value 0,016 dan paritas tidak mempunyai hubungan p value 0,095. Intesistas nyeri sebelum: sedang 71,9%, berat 28,1%. Intensitas nyeri sesudah: tidak nyeri 18,8%, ringan 65,6%, 15,6%. Rata-rata sesudah 1,97, SD 0,595 dan sebelum 3,28, SD 0,497. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan umur dengan intensitas nyeri. ","PeriodicalId":32178,"journal":{"name":"JHeS Journal of Health Studies","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48153018","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Terdapat 50%-75% ibu hamil mengalami mual muntah trimester1. Emesis gravidarum terjadi pada 60-80% primigravida. Di Puskesmas Umbulharjo1 jumlah emesis dalam satu bulan tahun 2016, ditemukan 81% dari ibu hamil trimester 1 yang periksa. Tujuan penelitian mengetahui penatalaksanaan ibu hamil dengan emesis gravidarum. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian ibu hamil dengan emesis gravidarum. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi dokumentasi. Penelitian dilakukan Juni-September 2018. Analisa data dengan reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan. Penatalaksanaan emesis gravidarum KIE faktor penyebab mual-muntah, dampak mual-muntah, cara mengatasi mual-muntah, memberikan vitamin B6 untuk mengurangi mual-muntah bila perlu karena fisiologis.
{"title":"Penatalaksanaan Emesis Gravidarum di Yogyakarta","authors":"Dita Kristiana, Tri Hapsari Listyaningrum","doi":"10.31101/jhes.2076","DOIUrl":"https://doi.org/10.31101/jhes.2076","url":null,"abstract":"Terdapat 50%-75% ibu hamil mengalami mual muntah trimester1. Emesis gravidarum terjadi pada 60-80% primigravida. Di Puskesmas Umbulharjo1 jumlah emesis dalam satu bulan tahun 2016, ditemukan 81% dari ibu hamil trimester 1 yang periksa. Tujuan penelitian mengetahui penatalaksanaan ibu hamil dengan emesis gravidarum. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian ibu hamil dengan emesis gravidarum. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi dokumentasi. Penelitian dilakukan Juni-September 2018. Analisa data dengan reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan. Penatalaksanaan emesis gravidarum KIE faktor penyebab mual-muntah, dampak mual-muntah, cara mengatasi mual-muntah, memberikan vitamin B6 untuk mengurangi mual-muntah bila perlu karena fisiologis.","PeriodicalId":32178,"journal":{"name":"JHeS Journal of Health Studies","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47878080","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dede Nasrullah, E. Rahayu, Suyatno Hadi, Nugroho Ari, Sukadiono Sukadiono
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia rhemathoid arthitis. Metode peneltian ini Pra-eksperimen dengan desain satu kelompok pre-test post-test. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Sing Rank Test dengan tingkat signifikan 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran krim minyak zaitun dan jus jahe memiliki efek signifikan pada pengurangan intensitas nyeri pada pasien rheumathoid arthritis (P = 0,000). Penerapan terapi krim minyak zaitun dan jus jahe dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi intensitas nyeri rheumathoid arthritis.
本研究的目的是确定橄榄油乳霜和生姜乳疗法对老年人红血球关节炎的强度降低的影响。这项研究方法是在一组前测试后进行的实验。数据通过观察表收集,然后使用Wilcoxon Sing Rank测试0.05进行分析。研究表明,橄榄油和姜汁油的扩散对风湿性关节炎患者的痛感减轻有显著影响。使用橄榄油和姜汁疗法可以作为一种有效的非药物干预措施,以减少风湿性关节炎的强度。
{"title":"Pengaruh Terapi Olesan Krim Minyak Zaitun dan Perasan Jahe terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Lansia Rheumathoid Arthritis","authors":"Dede Nasrullah, E. Rahayu, Suyatno Hadi, Nugroho Ari, Sukadiono Sukadiono","doi":"10.31101/jhes.1483","DOIUrl":"https://doi.org/10.31101/jhes.1483","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi olesan krim minyak zaitun dan perasan jahe terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia rhemathoid arthitis. Metode peneltian ini Pra-eksperimen dengan desain satu kelompok pre-test post-test. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Sing Rank Test dengan tingkat signifikan 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran krim minyak zaitun dan jus jahe memiliki efek signifikan pada pengurangan intensitas nyeri pada pasien rheumathoid arthritis (P = 0,000). Penerapan terapi krim minyak zaitun dan jus jahe dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi intensitas nyeri rheumathoid arthritis.","PeriodicalId":32178,"journal":{"name":"JHeS Journal of Health Studies","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45933943","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tanaman ciplukan memiliki senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Potensi senyawa antibakteri kemungkinan juga dimiliki oleh bakteri endofit tanaman ciplukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri endofit dari daun ciplukan yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian meliputi sterilisasi, pembuatan media, pengambilan sampel, isolasi bakteri endofit, karakterisasi morfologi, dan uji aktivitas antibakteri. Sebanyak 8 isolat bakteri endofit berhasil diisolasi dari daun ciplukan dan memiliki morfologi koloni yang bervariasi. Berdasarkan uji aktivitas antibakteri, semua isolat mampu menghambat pertumbuhan S.aureus dengan diameter zona hambat berkisar antara 0,5-2mm dan 2 isolat terhadap pertumbuhan bakteri E.coli dengan diameter sebesar 2mm.
{"title":"Aktivitas Antibakteri Isolat Bakteri Endofit Asal Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus","authors":"Heni Setianah, Ika Afifah Nugraheni, Doddy Sulistiawan Wibowo","doi":"10.31101/jhes.1485","DOIUrl":"https://doi.org/10.31101/jhes.1485","url":null,"abstract":"Tanaman ciplukan memiliki senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Potensi senyawa antibakteri kemungkinan juga dimiliki oleh bakteri endofit tanaman ciplukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri endofit dari daun ciplukan yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian meliputi sterilisasi, pembuatan media, pengambilan sampel, isolasi bakteri endofit, karakterisasi morfologi, dan uji aktivitas antibakteri. Sebanyak 8 isolat bakteri endofit berhasil diisolasi dari daun ciplukan dan memiliki morfologi koloni yang bervariasi. Berdasarkan uji aktivitas antibakteri, semua isolat mampu menghambat pertumbuhan S.aureus dengan diameter zona hambat berkisar antara 0,5-2mm dan 2 isolat terhadap pertumbuhan bakteri E.coli dengan diameter sebesar 2mm. ","PeriodicalId":32178,"journal":{"name":"JHeS Journal of Health Studies","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47571715","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tujuan penelitian ini diketahuinya prevalensi dan faktor risiko kejadian karies gigi pada siswa di SD Labschool FIP UMJ. Desain studi yang digunakan yaitu cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 107 siswa/I yang dipilih secara simple random sampling. Analisis yang dilakukan dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat didapatkan lebih dari setengah responden (55,1%) mengalami kejadian karies gigi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor risiko kejadian karies gigi pada siswa antara lain pengetahuan, cara menyikat gigi, dan waktu menyikat gigi. Saran perlu adanya kerjasama antara Puskesmas dan pihak sekolah dalam memberikan edukasi yang rutin tentang pemeliharaan gigi pada siswa dan pemeriksaan gigi rutin yang dilakukan oleh Puskesmas.
{"title":"Kejadian Karies Gigi dan Faktor Risiko Karies Gigi pada Siswa SD Labschool UMJ 2019","authors":"Fatin Nur Jauhara, Thresya Febrianti","doi":"10.31101/jhes.1338","DOIUrl":"https://doi.org/10.31101/jhes.1338","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini diketahuinya prevalensi dan faktor risiko kejadian karies gigi pada siswa di SD Labschool FIP UMJ. Desain studi yang digunakan yaitu cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 107 siswa/I yang dipilih secara simple random sampling. Analisis yang dilakukan dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat didapatkan lebih dari setengah responden (55,1%) mengalami kejadian karies gigi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor risiko kejadian karies gigi pada siswa antara lain pengetahuan, cara menyikat gigi, dan waktu menyikat gigi. Saran perlu adanya kerjasama antara Puskesmas dan pihak sekolah dalam memberikan edukasi yang rutin tentang pemeliharaan gigi pada siswa dan pemeriksaan gigi rutin yang dilakukan oleh Puskesmas.","PeriodicalId":32178,"journal":{"name":"JHeS Journal of Health Studies","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42673609","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sejumlah remaja di Bandung, mengeluh memiliki ciri-ciri gangguan kesehatan mental tetapi, mereka tidak ingin mengungkapkan situasi tersebut kepada profesional kesehatan mental karena takut stigma masyarakat. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif menggunakan metode wawancara dengan rumusan masalah sebagai berikut (1) Apakah seorang individu akan mencari pertolongan dari profesional kesehatan mental jika merasa memiliki gangguan kesehatan mental. (2) Apa stigma yang dikatakan jika mereka mencari bantuan profesional kesehatan mental. Subjek penelitian ini terdiri dari 25 informan , usia 18 hingga 24 tahun. Ada 25 informan yang mengatakan bahwa mereka ada keinginan untuk mencari profesional kesehatan mental tapi mereka takut melakukannya karena stigma.
{"title":"Stigma related to Asking for Help from a Mental Health Professional in Bandung, Indonesia","authors":"Afina Syifa Biladina","doi":"10.31101/jhes.2105","DOIUrl":"https://doi.org/10.31101/jhes.2105","url":null,"abstract":"Sejumlah remaja di Bandung, mengeluh memiliki ciri-ciri gangguan kesehatan mental tetapi, mereka tidak ingin mengungkapkan situasi tersebut kepada profesional kesehatan mental karena takut stigma masyarakat. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif menggunakan metode wawancara dengan rumusan masalah sebagai berikut (1) Apakah seorang individu akan mencari pertolongan dari profesional kesehatan mental jika merasa memiliki gangguan kesehatan mental. (2) Apa stigma yang dikatakan jika mereka mencari bantuan profesional kesehatan mental. Subjek penelitian ini terdiri dari 25 informan , usia 18 hingga 24 tahun. Ada 25 informan yang mengatakan bahwa mereka ada keinginan untuk mencari profesional kesehatan mental tapi mereka takut melakukannya karena stigma.","PeriodicalId":32178,"journal":{"name":"JHeS Journal of Health Studies","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42912408","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Identifikasi pasien merupakan sasaran keselamatan pasien yang akan dilakukan pertama kali pada seorang pasien. Hal ini tertera dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Sasaran ini dimaksudkan untuk melakukan dua kali pengecekan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penerapan identifikasi pasien yang dilaksanakan di Klinik Laras Hati. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan Identifikasi pasien di Klinik Laras Hati belum berjalan dengan maksimal. Hal ini dikarenakan ketersediaan gelang identifikasi pasien yang belum lengkap dan prosedur serta kebijakan pelaksanaan identifikasi pasien yang belum ada.
{"title":"Evaluasi Pelaksanaan Identifikasi Pasien di Klinik Laras Hati Yogyakarta","authors":"T. Insani, Nurvita Wikansari","doi":"10.31101/jhes.763","DOIUrl":"https://doi.org/10.31101/jhes.763","url":null,"abstract":"Identifikasi pasien merupakan sasaran keselamatan pasien yang akan dilakukan pertama kali pada seorang pasien. Hal ini tertera dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Sasaran ini dimaksudkan untuk melakukan dua kali pengecekan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penerapan identifikasi pasien yang dilaksanakan di Klinik Laras Hati. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan Identifikasi pasien di Klinik Laras Hati belum berjalan dengan maksimal. Hal ini dikarenakan ketersediaan gelang identifikasi pasien yang belum lengkap dan prosedur serta kebijakan pelaksanaan identifikasi pasien yang belum ada.","PeriodicalId":32178,"journal":{"name":"JHeS Journal of Health Studies","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41907663","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Cedera pada anak usia sekolah dapat dicegah jika semua warga sekolah baik siswa, guru dan staf lainnya memahami penanganan pertama cedera anak. Penelitian ini menggambarkan pengetahuan dan sikap warga sekolah tentang penanganan pertama cedera pada anak di SDN Blunyahrejo Yogyakarta. Penelitian survey deskriptif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel yaitu 69 siswa, 13 guru dan staf. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis yaitu pengetahuan siswa tentang penanganan cedera dengan kategori cukup baik (62,3%), sikap siswa dengan kategori sangat baik (52,2%) dan pengetahuan guru dan staf dengan kategori baik (61,5%), sikap guru dan staf dengan kategori baik (53,8%).
{"title":"Pengetahuan dan Sikap Warga Sekolah Tentang Penanganan Pertama Cedera Siswa di SDN Blunyahrejo Yogyakarta","authors":"Armenia Diah Sari, Vita Purnamasari","doi":"10.31101/jhes.1755","DOIUrl":"https://doi.org/10.31101/jhes.1755","url":null,"abstract":"Cedera pada anak usia sekolah dapat dicegah jika semua warga sekolah baik siswa, guru dan staf lainnya memahami penanganan pertama cedera anak. Penelitian ini menggambarkan pengetahuan dan sikap warga sekolah tentang penanganan pertama cedera pada anak di SDN Blunyahrejo Yogyakarta. Penelitian survey deskriptif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel yaitu 69 siswa, 13 guru dan staf. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis yaitu pengetahuan siswa tentang penanganan cedera dengan kategori cukup baik (62,3%), sikap siswa dengan kategori sangat baik (52,2%) dan pengetahuan guru dan staf dengan kategori baik (61,5%), sikap guru dan staf dengan kategori baik (53,8%). ","PeriodicalId":32178,"journal":{"name":"JHeS Journal of Health Studies","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44132780","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}