Salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi, yang merupakan masalah gizi mikro terbesar dan tersulit diatasi di seluruh dunia.2 World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa terdapat 52% ibu hamil mengalami anemia di negara berkembang. Di Indonesia (Susenas dan Survei Depkes-Unicef) dilaporkan bahwa dari sekitar 4 juta ibu hamil, separuhnya mengalami anemia gizi dan satu juta lainnya mengalami kekurangan energi kronis. Anemia sering terjadi akibat defisiensi zat besi karena pada ibu hamil terjadi peningkatan kebutuhan zat besi dua kali lipat akibat peningkatan volume darah tanpa ekspansi volume plasma, untuk memenuhi kebutuhan ibu (mencegah kehilangan darah pada saat melahirkan) dan pertumbuhan janin. Hal ini telah dibuktikan di Thailand bahwa penyebab utama anemia pada ibu hamil adalah karena defisiensi besi (43,1%. Demikian pula dengan studi di Tanzania memperlihatkan bahwa anemia ibu hamil berhubungan dengan defisiensi zat besi (p = 0,03), vitamin A (p =0,004) dan status gizi (LILA) (p = 0,003).7 Terdapat korelasi yang erat antara anemia pada saat kehamilan dengan kematian janin, abortus, cacat bawaan, berat bayi lahir rendah, cadangan zat besi yang berkurang pada anak atau anak lahir dalam keadaan anemia gizi.
{"title":"KEGIATAN PENYULUHAN PENTINGNYA TABLET BESI PADA IBU HAMIL DI POSYANDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIYA ANTAPANI KOTA BANDUNG","authors":"Yeti Hernawati","doi":"10.38037/am.v3i1.50","DOIUrl":"https://doi.org/10.38037/am.v3i1.50","url":null,"abstract":"Salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi, yang merupakan masalah gizi mikro terbesar dan tersulit diatasi di seluruh dunia.2 World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa terdapat 52% ibu hamil mengalami anemia di negara berkembang. Di Indonesia (Susenas dan Survei Depkes-Unicef) dilaporkan bahwa dari sekitar 4 juta ibu hamil, separuhnya mengalami anemia gizi dan satu juta lainnya mengalami kekurangan energi kronis. Anemia sering terjadi akibat defisiensi zat besi karena pada ibu hamil terjadi peningkatan kebutuhan zat besi dua kali lipat akibat peningkatan volume darah tanpa ekspansi volume plasma, untuk memenuhi kebutuhan ibu (mencegah kehilangan darah pada saat melahirkan) dan pertumbuhan janin. Hal ini telah dibuktikan di Thailand bahwa penyebab utama anemia pada ibu hamil adalah karena defisiensi besi (43,1%. Demikian pula dengan studi di Tanzania memperlihatkan bahwa anemia ibu hamil berhubungan dengan defisiensi zat besi (p = 0,03), vitamin A (p =0,004) dan status gizi (LILA) (p = 0,003).7 Terdapat korelasi yang erat antara anemia pada saat kehamilan dengan kematian janin, abortus, cacat bawaan, berat bayi lahir rendah, cadangan zat besi yang berkurang pada anak atau anak lahir dalam keadaan anemia gizi.","PeriodicalId":332191,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Masada","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122007937","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar belakang Pengaruh Zat Besi (Fe) terhadap Kadar Hemoglobin pada remaja puteri. Anemia merupakan kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah daripada nilai normal menurut umur dan jenis kelamin seseorang yang disebabkan oleh beberapa faktor tertentu, termasuk asupan zat gizi salah satunya zat besi, dengan persentase di Indonesia remaja puteri yang mengalami anemia berjumlah 23,9%. Tingginya prevalensi tersebut diduga berkaitan dengan rendahnya asupan zat besi pada remaja puteri. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengukur pengaruh zat besi (Fe) terhadap kadar hemoglobin pada remaja puteri. Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan dengan pendekatan yaitu survei daring dengan e-form melalui media whatsapp. Pengetahuan pretest didapatkan dari nilai 24% meningkat setelah posttest menjadi 70 %. Pelaksanaan pengabdian ini berjalan lancar karena didukung oleh pemerintah dan masyarakat sekitar. Pengetahuan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pendidikan, profesi, usia, minat, pengalaman dan informasi. Oleh karena itu, mengikuti kelas remaja untuk belajar tentang pentingnya mengkonsumsi fe bagi remaja puteri sebagai upaya pencegahan anemia.
{"title":"PENGARUH PEMBERIAN FE TERHADAP KENAIKAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTERI","authors":"Mira Meliyanti","doi":"10.38037/am.v3i1.47","DOIUrl":"https://doi.org/10.38037/am.v3i1.47","url":null,"abstract":"Latar belakang Pengaruh Zat Besi (Fe) terhadap Kadar Hemoglobin pada remaja puteri. Anemia merupakan kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah daripada nilai normal menurut umur dan jenis kelamin seseorang yang disebabkan oleh beberapa faktor tertentu, termasuk asupan zat gizi salah satunya zat besi, dengan persentase di Indonesia remaja puteri yang mengalami anemia berjumlah 23,9%. Tingginya prevalensi tersebut diduga berkaitan dengan rendahnya asupan zat besi pada remaja puteri. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengukur pengaruh zat besi (Fe) terhadap kadar hemoglobin pada remaja puteri. Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan dengan pendekatan yaitu survei daring dengan e-form melalui media whatsapp. Pengetahuan pretest didapatkan dari nilai 24% meningkat setelah posttest menjadi 70 %. Pelaksanaan pengabdian ini berjalan lancar karena didukung oleh pemerintah dan masyarakat sekitar. Pengetahuan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pendidikan, profesi, usia, minat, pengalaman dan informasi. Oleh karena itu, mengikuti kelas remaja untuk belajar tentang pentingnya mengkonsumsi fe bagi remaja puteri sebagai upaya pencegahan anemia.","PeriodicalId":332191,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Masada","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129711109","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah merupakan urgensi dalam memperkuat pondasi keberlangsungan suatu keluarga yang sehat. Saat ini pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sudah diterapkan namun masih dalam bentuk program seperti persyaratan administrasi di KUA bagi pasangan calon pengantin yang mau menikah. Hal tersebut bersifat tidak merata di Indonesia, baru beberapa yang bersifat wajib dilakukan sehingga masih bersifat sebagai tuntutan atau kewajiban bukan karena kesadaran. Oleh sebab itu, untuk mendukung peningkatan kesadaran pemeriksaan Kesehatan sebelum menikah, perlu diterapkan pada remaja sebagai cikal bakal calon pengantin dan dapat dialkukan dalam kegiatan bersama teman sebaya sehingga terasa menarik dan meningkatkan minat remaja. Pemberdayaan dalam bidang kesehatan dapat mengoptimalkan kesehatan ibu dan janin dengan meningkatkan kesadaran sejak masa remaja, yaitu melalui pembinaan ruang remaja sebagai model pemberdayaan remaja dalam upaya peningkatan awarness kesehatan pranikah.. Target audiens dari kegiatan ini adalah remaja usia 14-19 tahun, di PMB Bidan R. Hasil pengabdian masyarakat ini secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah mengikuti kelas remaja sebesar 72%%. Pengetahuan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pendidikan, profesi, usia, minat, pengalaman dan informasi. Oleh karena itu, mengikuti kelas remaja untuk belajar tentang kesehatan reproduksi remaja dan persiapan pernikahan menambah pengetahuan remaja.
{"title":"PEMBINAAN RUANG REMAJA SEBAGAI MODEL PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM UPAYA PENINGKATAN AWARNESS KESEHATAN PRANIKAH","authors":"Dian Purnama Sari, Tita Rosmiati","doi":"10.38037/am.v3i1.52","DOIUrl":"https://doi.org/10.38037/am.v3i1.52","url":null,"abstract":"Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah merupakan urgensi dalam memperkuat pondasi keberlangsungan suatu keluarga yang sehat. Saat ini pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sudah diterapkan namun masih dalam bentuk program seperti persyaratan administrasi di KUA bagi pasangan calon pengantin yang mau menikah. Hal tersebut bersifat tidak merata di Indonesia, baru beberapa yang bersifat wajib dilakukan sehingga masih bersifat sebagai tuntutan atau kewajiban bukan karena kesadaran. \u0000Oleh sebab itu, untuk mendukung peningkatan kesadaran pemeriksaan Kesehatan sebelum menikah, perlu diterapkan pada remaja sebagai cikal bakal calon pengantin dan dapat dialkukan dalam kegiatan bersama teman sebaya sehingga terasa menarik dan meningkatkan minat remaja. Pemberdayaan dalam bidang kesehatan dapat mengoptimalkan kesehatan ibu dan janin dengan meningkatkan kesadaran sejak masa remaja, yaitu melalui pembinaan ruang remaja sebagai model pemberdayaan remaja dalam upaya peningkatan awarness kesehatan pranikah.. Target audiens dari kegiatan ini adalah remaja usia 14-19 tahun, di PMB Bidan R. Hasil pengabdian masyarakat ini secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah mengikuti kelas remaja sebesar 72%%. Pengetahuan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pendidikan, profesi, usia, minat, pengalaman dan informasi. Oleh karena itu, mengikuti kelas remaja untuk belajar tentang kesehatan reproduksi remaja dan persiapan pernikahan menambah pengetahuan remaja.","PeriodicalId":332191,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Masada","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127085645","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan jumlah peserta KB MKJP dengan pemasangan Implant dan IUD. Metode pengabdian ini menggunakan studi lapangan, pemeriksaan langsung dengan langkah kegiatan; Penyuluhan, Pendidikan Kesehatan tentang KB MKJP IUD, Implant dan pemasangan Implant serta IUD. Kgiatan Pengabdian masyarakat dilakukan di wilayah pmb Bidan Rusmini Kota Bandung, dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2022. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di ikuti oleh 28 akseptor yang terdiri dari 20 akseptor IUD dan 8 akseptor implant. Kegiatan Pengabdian dapat memberikan informasi kepada WUS serta memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan jumlah peserta KB MKJP ( IUD dan Implant).
{"title":"PEMASANGAN IUD DAN IMPLANT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMAKAIAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI MASA PANDEMI COVID-19","authors":"Oktarina Sri Iriani","doi":"10.38037/am.v3i1.45","DOIUrl":"https://doi.org/10.38037/am.v3i1.45","url":null,"abstract":"Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan jumlah peserta KB MKJP dengan pemasangan Implant dan IUD. Metode pengabdian ini menggunakan studi lapangan, pemeriksaan langsung dengan langkah kegiatan; Penyuluhan, Pendidikan Kesehatan tentang KB MKJP IUD, Implant dan pemasangan Implant serta IUD. Kgiatan Pengabdian masyarakat dilakukan di wilayah pmb Bidan Rusmini Kota Bandung, dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2022. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di ikuti oleh 28 akseptor yang terdiri dari 20 akseptor IUD dan 8 akseptor implant. Kegiatan Pengabdian dapat memberikan informasi kepada WUS serta memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan jumlah peserta KB MKJP ( IUD dan Implant).","PeriodicalId":332191,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Masada","volume":"C-30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126485028","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penyuluhan merupakan komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu jenis metode dan media yang potential digunakan selama pandemi COVID-19 adalah media penyuluhan berbasis internet (online) yang diharapkan dapat menjangkau sasaran tanpa harus bertemu secara langsung. Dalam meningkatkan kompetensi menggunakan metode dan media berbasis internet dari para promotor kesehatan, dilakukan pelatihan bermitra dengan organisasi profesi Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Daerah Jawa Barat menggunakan media video conference Zoom. Pelatihan diikuti 196 peserta dari Provinsi Jawa Barat. Materi yang disampaikan mencakup instalasi dan penggunaan virtual conference zoom dan google meet, pembuatan video presentasi, podcast dan google form. Evaluasi proses pelatihan dari peserta menunjukan penyampaian materi jelas. Pendampingan pasca pelatihan berupa konsultasi via WhatsApp Grup maupun virtual conference dalam persiapan maupun pelaksanaan penyuluhan di tempat kerja atau wilayah kerjanya. Dalam dua minggu pasca pelatihan, sebanyak 92 peserta telah menyuluh 1.109 sasaran yang sebagian besar perempuan berasal dari perdesaan dan perkotaan. Sepertiga kegiatan penyuluhan dilakukan dengan menggunakan saluran dan media berbasis internet.
{"title":"PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYULUHAN PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI MEDIA BERBASIS INTERNET","authors":"Irfan Nafis Sjamsudin, Tuti Surtimanah","doi":"10.38037/am.v3i1.48","DOIUrl":"https://doi.org/10.38037/am.v3i1.48","url":null,"abstract":"Penyuluhan merupakan komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu jenis metode dan media yang potential digunakan selama pandemi COVID-19 adalah media penyuluhan berbasis internet (online) yang diharapkan dapat menjangkau sasaran tanpa harus bertemu secara langsung. Dalam meningkatkan kompetensi menggunakan metode dan media berbasis internet dari para promotor kesehatan, dilakukan pelatihan bermitra dengan organisasi profesi Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Daerah Jawa Barat menggunakan media video conference Zoom. Pelatihan diikuti 196 peserta dari Provinsi Jawa Barat. Materi yang disampaikan mencakup instalasi dan penggunaan virtual conference zoom dan google meet, pembuatan video presentasi, podcast dan google form. Evaluasi proses pelatihan dari peserta menunjukan penyampaian materi jelas. Pendampingan pasca pelatihan berupa konsultasi via WhatsApp Grup maupun virtual conference dalam persiapan maupun pelaksanaan penyuluhan di tempat kerja atau wilayah kerjanya. Dalam dua minggu pasca pelatihan, sebanyak 92 peserta telah menyuluh 1.109 sasaran yang sebagian besar perempuan berasal dari perdesaan dan perkotaan. Sepertiga kegiatan penyuluhan dilakukan dengan menggunakan saluran dan media berbasis internet.","PeriodicalId":332191,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Masada","volume":"178 15","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120885638","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jumlah kematian balita di dunia cukup tinggi, hampir 10 juta balita meninggal setiap tahunnya. Beberapa faktor penyebab kematian pada balita harus ditekan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan, dimulai dengan inisiasi menyusu dini (IMD). Sampai saat ini cakupan ASI Eksklusif dan pelaksanaan IMD masih rendah, padahal program NASI dan IMD Eksklusif telah direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF. Rendahnya cakupan ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain masalah dalam proses menyusui, faktor ekonomi dan dukungan dari lingkungan sekitar, sosial budaya, perasaan malu, pekerjaan dan pelayanan kesehatan serta kurangnya atau rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang ASI eksklusif. Menyusui secara penuh atau eksklusif direkomendasikan secara internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Pemberian ASI eksklusif berarti tidak memberi bayi makanan atau minuman lain, termasuk air; selain ASI (obat-obatan dan vitamin dan mineral tetes diizinkan). Teknik pelatihan yang dilaksanakan dilakukan pada kader posyandu di wilayah Puskesmas kahuripan sebanyak 20 orang. Terjadi peningkatan pengetahun setelah diberikan pelatihan
世界儿童死亡率很高,每年有近1000万儿童死亡。一些导致婴儿死亡的因素必须被只喂养0-6个月的婴儿,从早产母乳开始。到目前为止,世界卫生组织和联合国儿童基金会(UNICEF)推荐了大米和专属的IMD项目,但IMD的独家关税仍然很低。这种程度上的低脂是由许多因素造成的,这些因素包括母乳喂养过程中的问题、经济和环境、社会文化、羞耻、就业和医疗保健,以及社会对独家母乳喂养的认识程度较低或较低。世界卫生组织(world health organization)在国际上推荐全面或独家护理。只喂养母乳意味着不给婴儿任何其他食物或饮料,包括水;除了母乳(药物、维生素和矿物质是允许的)。这项训练技术是在Puskesmas kahuripan地区的kader posyandu进行的,共有20人。在接受培训后,智力增加了
{"title":"PELATIHAN TEKNIK MEYUSUI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DALAM UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA BAGI KADER POSYANDU","authors":"Yanti Herawati","doi":"10.38037/am.v3i1.46","DOIUrl":"https://doi.org/10.38037/am.v3i1.46","url":null,"abstract":"Jumlah kematian balita di dunia cukup tinggi, hampir 10 juta balita meninggal setiap tahunnya. Beberapa faktor penyebab kematian pada balita harus ditekan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan, dimulai dengan inisiasi menyusu dini (IMD). Sampai saat ini cakupan ASI Eksklusif dan pelaksanaan IMD masih rendah, padahal program NASI dan IMD Eksklusif telah direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF. Rendahnya cakupan ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain masalah dalam proses menyusui, faktor ekonomi dan dukungan dari lingkungan sekitar, sosial budaya, perasaan malu, pekerjaan dan pelayanan kesehatan serta kurangnya atau rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang ASI eksklusif. Menyusui secara penuh atau eksklusif direkomendasikan secara internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Pemberian ASI eksklusif berarti tidak memberi bayi makanan atau minuman lain, termasuk air; selain ASI (obat-obatan dan vitamin dan mineral tetes diizinkan). Teknik pelatihan yang dilaksanakan dilakukan pada kader posyandu di wilayah Puskesmas kahuripan sebanyak 20 orang. Terjadi peningkatan pengetahun setelah diberikan pelatihan","PeriodicalId":332191,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Masada","volume":"122 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132528962","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pijat laktasi adalah tehnik pijat untuk membantu keluarnya ASI (Air Susu Ibu), yang sangat penting untuk membantu ibu merasa rileks sebelum menyusui. KemKes (Kementrian Kesehatan) sendiri telah menetapkan untuk target per Tahun 2014 cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 80%, namun pada kenyataanya di Indonesia baru 27,5% ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Tujuan setelah kegiatan pemberian edukasi tentang pijat laktasi dan pemijatan laktasi pada ibu nifas, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ibu nifas merasa rilkes dan membantu keluarnya ASI. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa pemberian edukasi tentang pijat laktasi dan pemijatan laktasi pada ibu nifas. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang pijat laktasi dan sudah dilakukan pemijatan laktasi pada ibu nifas di PMB Bidan D Kota Bandung.
{"title":"PEMBERIAN EDUKASI TENTANG PIJAT LAKTASI DAN PEMIJATAN LAKTASI PADA IBU NIFAS DI PMB BIDAN D KOTA BANDUNG","authors":"Naili Rahmawati","doi":"10.38037/am.v3i1.51","DOIUrl":"https://doi.org/10.38037/am.v3i1.51","url":null,"abstract":"Pijat laktasi adalah tehnik pijat untuk membantu keluarnya ASI (Air Susu Ibu), yang sangat penting untuk membantu ibu merasa rileks sebelum menyusui. KemKes (Kementrian Kesehatan) sendiri telah menetapkan untuk target per Tahun 2014 cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 80%, namun pada kenyataanya di Indonesia baru 27,5% ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Tujuan setelah kegiatan pemberian edukasi tentang pijat laktasi dan pemijatan laktasi pada ibu nifas, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ibu nifas merasa rilkes dan membantu keluarnya ASI. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa pemberian edukasi tentang pijat laktasi dan pemijatan laktasi pada ibu nifas. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang pijat laktasi dan sudah dilakukan pemijatan laktasi pada ibu nifas di PMB Bidan D Kota Bandung.","PeriodicalId":332191,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Masada","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124397729","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Diabetes militus adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Beberapa faktor yang memegang peranan penting dalam perkembangan kasus penderita diabetes mellitus adalah pola makan, perilaku yang menyimpang dan mengarah pada makanan yang siap saji dengan kandungan berenergi tinggi, lemak dan sedikit serat yang dapat memicu diabetes mellitus. Salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang tidak patuh terhadap diet DM. Maka dari itu pengetahuan dan sikap penderita DM tentang pengelolaan diet DM sangat penting dalam uapaya membantu penderita dalam mengontrol peningkatan kadar gula darah dalam tubuh agar tetap stabil.
{"title":"PROGRAM DIET PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI BALAI PENGOBATAN KLINIK PAGADEN","authors":"Jahidul Fikri Amrullah","doi":"10.38037/am.v3i1.49","DOIUrl":"https://doi.org/10.38037/am.v3i1.49","url":null,"abstract":"Diabetes militus adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Beberapa faktor yang memegang peranan penting dalam perkembangan kasus penderita diabetes mellitus adalah pola makan, perilaku yang menyimpang dan mengarah pada makanan yang siap saji dengan kandungan berenergi tinggi, lemak dan sedikit serat yang dapat memicu diabetes mellitus. Salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang tidak patuh terhadap diet DM. Maka dari itu pengetahuan dan sikap penderita DM tentang pengelolaan diet DM sangat penting dalam uapaya membantu penderita dalam mengontrol peningkatan kadar gula darah dalam tubuh agar tetap stabil.","PeriodicalId":332191,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Masada","volume":"81 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132139730","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
S. Suparni, Yeni Mahwati, S. Hartiningsih, Winara Gorta, Sarah Ayu Tereza, Natsya Putri Mardani, Novita Alfiani
Penyakit Tidak Menular (PTM) terutama penyakit jantung, kanker, penyakit pernapasan kronis dan diabetes adalah pembunuh terbesar didunia dengan 35 juta kematian setiap tahun dan merupakan penyebab dari sekitar 60% kematian global. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Prevalensi kanker berdasarkan diagnosis dokter naik dari 1,4 permil (2013) menjadi 1,8 pemil (2018), lebih tinggi pada perempuan (2,9 permil) dibandingkan pada laki-laki (0,7 permil) (Kemenkes RI, 2019b). Prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosis dokter atau minum obat anti hipertensi pada penduduk umur ≥18 Tahun menurut Provinsi, Jawa Barat 9.67% dan 9.97% di atas angka nasional 8.36 % dan 8.84% (Kemenkes RI, 2019b). Berdasarkan hasil pendatan yang dilakukan pada kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) di Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, ditemukan permasalahan yaitu cukup tingginya angka kejadian hipertensi. Selain itu jumlah kader terlatih sebagai ujung tombak upaya skrining PTM masih sangat sedikit. Dosen dan mahasiswa Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat melaksanakan kegiatan berupa pelatihan kader PTM untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian PTM. Pelatihan dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Februari 2020. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan kader mengenai PTM mengalami peningkatan setelah dilakukan pelatihan.Nilai minimum pengetahuan sebelum pelatihan adalah 9 dan nilai maksimum adalah 15 dengan nilai rata-rata sebesar 12,08 dan standar deviasi 2,253. sedangkan nilai minimum pengetahuan setelah dilakukan pelatihan adalah Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,014 < 0,05. dengan demikian dapat disimpulkan adanya perbedaan bermakna rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan. Kader PTM telah dapat melakukan pemeriksaan kesehatan terkait dengan upaya skrining PTM. Kader terlatih ini diharapkan menjadi penggerak posbindu yang belum berjalan secara optimal. Diharapkan seluruh stakeholder (pemerintah desa setempat, Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dan STIKes Dharma Hsuada Bandung dapat terus memberikan dukungan kebijakan, sarana dan prasarana agar upaya pencegahan dan pengendalian PTM terus dapat dilakukan.
{"title":"SOSIALISASI TENTANG FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA PELATIHAN KADER PTM","authors":"S. Suparni, Yeni Mahwati, S. Hartiningsih, Winara Gorta, Sarah Ayu Tereza, Natsya Putri Mardani, Novita Alfiani","doi":"10.38037/am.v3i1.56","DOIUrl":"https://doi.org/10.38037/am.v3i1.56","url":null,"abstract":"Penyakit Tidak Menular (PTM) terutama penyakit jantung, kanker, penyakit pernapasan kronis dan diabetes adalah pembunuh terbesar didunia dengan 35 juta kematian setiap tahun dan merupakan penyebab dari sekitar 60% kematian global. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Prevalensi kanker berdasarkan diagnosis dokter naik dari 1,4 permil (2013) menjadi 1,8 pemil (2018), lebih tinggi pada perempuan (2,9 permil) dibandingkan pada laki-laki (0,7 permil) (Kemenkes RI, 2019b). \u0000Prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosis dokter atau minum obat anti hipertensi pada penduduk umur ≥18 Tahun menurut Provinsi, Jawa Barat 9.67% dan 9.97% di atas angka nasional 8.36 % dan 8.84% (Kemenkes RI, 2019b). \u0000Berdasarkan hasil pendatan yang dilakukan pada kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) di Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, ditemukan permasalahan yaitu cukup tingginya angka kejadian hipertensi. Selain itu jumlah kader terlatih sebagai ujung tombak upaya skrining PTM masih sangat sedikit. Dosen dan mahasiswa Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat melaksanakan kegiatan berupa pelatihan kader PTM untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian PTM. Pelatihan dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Februari 2020. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan kader mengenai PTM mengalami peningkatan setelah dilakukan pelatihan.Nilai minimum pengetahuan sebelum pelatihan adalah 9 dan nilai maksimum adalah 15 dengan nilai rata-rata sebesar 12,08 dan standar deviasi 2,253. sedangkan nilai minimum pengetahuan setelah dilakukan pelatihan adalah Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,014 < 0,05. dengan demikian dapat disimpulkan adanya perbedaan bermakna rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan. \u0000Kader PTM telah dapat melakukan pemeriksaan kesehatan terkait dengan upaya skrining PTM. Kader terlatih ini diharapkan menjadi penggerak posbindu yang belum berjalan secara optimal. Diharapkan seluruh stakeholder (pemerintah desa setempat, Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dan STIKes Dharma Hsuada Bandung dapat terus memberikan dukungan kebijakan, sarana dan prasarana agar upaya pencegahan dan pengendalian PTM terus dapat dilakukan.","PeriodicalId":332191,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Masada","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128661393","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Lansia merupakan kelompok rentan yang paling berisiko kematian akibat Covid-19, sehingga pencegahan penularan mulai dari tingkat individu, keluarga dan masyarakat menjadi sangat penting. Berdasarkan data Susenas tahun 2019, sebagian lansia (88%) yang tinggal bersama tiga generasi/tinggal bersama keluarga/ tinggal bersama pasangan, sedangkan sisanya hanya sekitar 9,4% yang tinggal sendiri dan 2,6% lain- lain. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan kualitas dan menyelamatkan hidup lansia selama masa pandemi Covid-19, maka sangat dibutuhkan peran dan dukungan keluarga dan masyarakat. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan memberikan Informasi kepada kader tentang dukungan keluarga dan peran lansia dalam menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa pandemi COVID-19. Metode Pengabdian Masyarakat melalui pendidikan kesehatan dengan pelatihan kader menggunakan media buku saku. Pengabdian msyarakat dilakukan bersama mahasiswa ners T.A 2020-2021. Pelatihan kader diikuti oleh 4 kader. Intrumen untuk pre dan post test menggunakan intrumen kuesioner. Hasil pengabdian masyarakat dari nilai posttest yang diperoleh tiga kader mendapatkan peningkatkan pengetahuan dan satu kader dengan hasil tetap. Saran agar kader menyampaikan informasi tentang dukungan keluarga dan peran lansia dalam menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa pandemi COVID-19 kepada keluarga dan lansia.
{"title":"PELATIHAN KADER PENDIDIKAN KESEHATAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN LANSIA DALAM MENJAGA KESEHATAN FISIK DAN MENTAL SELAMA MASA PANDEMI COVID -19","authors":"Erlina Fazriana, Vena Annisa Rudianty","doi":"10.38037/am.v3i1.43","DOIUrl":"https://doi.org/10.38037/am.v3i1.43","url":null,"abstract":"Lansia merupakan kelompok rentan yang paling berisiko kematian akibat Covid-19, sehingga pencegahan penularan mulai dari tingkat individu, keluarga dan masyarakat menjadi sangat penting. Berdasarkan data Susenas tahun 2019, sebagian lansia (88%) yang tinggal bersama tiga generasi/tinggal bersama keluarga/ tinggal bersama pasangan, sedangkan sisanya hanya sekitar 9,4% yang tinggal sendiri dan 2,6% lain- lain. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan kualitas dan menyelamatkan hidup lansia selama masa pandemi Covid-19, maka sangat dibutuhkan peran dan dukungan keluarga dan masyarakat. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan memberikan Informasi kepada kader tentang dukungan keluarga dan peran lansia dalam menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa pandemi COVID-19. Metode Pengabdian Masyarakat melalui pendidikan kesehatan dengan pelatihan kader menggunakan media buku saku. Pengabdian msyarakat dilakukan bersama mahasiswa ners T.A 2020-2021. Pelatihan kader diikuti oleh 4 kader. Intrumen untuk pre dan post test menggunakan intrumen kuesioner. Hasil pengabdian masyarakat dari nilai posttest yang diperoleh tiga kader mendapatkan peningkatkan pengetahuan dan satu kader dengan hasil tetap. Saran agar kader menyampaikan informasi tentang dukungan keluarga dan peran lansia dalam menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa pandemi COVID-19 kepada keluarga dan lansia.","PeriodicalId":332191,"journal":{"name":"Jurnal Abdi Masada","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127813863","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}