Pub Date : 2019-05-27DOI: 10.47736/tajdidukasi.v8i2.261
Helmy Fauzi Awaliyah
This research is based on the fact that the low Arabic values of the At-Tarākib aspect of the 11th grade students of Accounting Muhammadiyah 2 Yogyakarta. This is due to several factors, including inappropriate learning models and strategies. This research is a classroom action research (CAR) consisting of two cycles. This aims to determine the improvement of learning achievement in Arabic aspects of At-Tarākib. The results showed that learning with the Drill-based Accelerated Learning strategy could improve the achievement of learning Arabic in the aspect of At Tarākib. In first cycle the average value of pre-test score was 48 and post-test score 70, so the increase was 22. The meaning of students' understanding of the material increased. Some students are able to make material concept maps and can make sentences according to the material. In the second cycle the pre-test score was 66 and the post-test score was 84, so the increase was 24. The average post-test increase from the first cycle in the second cycle was 14. Its meaning, most students were able to make concept maps about the material and were able make sentences according to the material.
{"title":"PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA ARAB ASPEK AT-TARĀKIB DENGAN STRATEGI DRILL BERBASIS ACCELERATED LEARNING","authors":"Helmy Fauzi Awaliyah","doi":"10.47736/tajdidukasi.v8i2.261","DOIUrl":"https://doi.org/10.47736/tajdidukasi.v8i2.261","url":null,"abstract":"This research is based on the fact that the low Arabic values of the At-Tarākib aspect of the 11th grade students of Accounting Muhammadiyah 2 Yogyakarta. This is due to several factors, including inappropriate learning models and strategies. This research is a classroom action research (CAR) consisting of two cycles. This aims to determine the improvement of learning achievement in Arabic aspects of At-Tarākib. The results showed that learning with the Drill-based Accelerated Learning strategy could improve the achievement of learning Arabic in the aspect of At Tarākib. In first cycle the average value of pre-test score was 48 and post-test score 70, so the increase was 22. The meaning of students' understanding of the material increased. Some students are able to make material concept maps and can make sentences according to the material. In the second cycle the pre-test score was 66 and the post-test score was 84, so the increase was 24. The average post-test increase from the first cycle in the second cycle was 14. Its meaning, most students were able to make concept maps about the material and were able make sentences according to the material.","PeriodicalId":348145,"journal":{"name":"Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam","volume":"63 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123825392","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-05-27DOI: 10.47736/tajdidukasi.v8i2.288
Gatot Wisnu Wibowo
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran passing bawah bola voli menggunakan media balon. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action research) yang menggambarkan bagaimana suatu metode dan media pembelajaran diterapkan dalam pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VC SD Muhammadiyah Nitikan yang berjumlah 24 siswa, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi siswa dan lembar observasi pengamatan aktivitas pembelajaran. Prosedur tindakan dilakukan dalam dua siklus, masig-masing siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan. Langkah-langkah tindakan yang dilaksanakan dalah : Perencanaan, Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hasil belajar passing bawah meningkat setelah dilakukan tindakan, peningkatan tersebut meliputi peningkatan pembelajaran dan peningkatan hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi pada siklus 1 aktivitas pembelajaran mencapai 73%, dan pada siklus 2 sudah mencapai target yang telah ditetapkan yaitu 90%. Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus 1 kemampuan passing bawah siswa rata-rata adalah 71,11%, dan yang mendapat nilai nilai 75,0 (berdasarkan KKM) sebanyak 5 siswa (20,83%), kemudian pada siklus 2 meningkat lagi dengan nilai rata-rata adalah 79,72, dan yang mendapat nilai mencapai KKM sebanyak 21 siswa (87,5%). Kata kunci: Pembelajaran, Passing bawah Bola voli, Media balon
{"title":"MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PASSING BAWAH BOLA VOLI MENGGUNAKAN MEDIA BALON","authors":"Gatot Wisnu Wibowo","doi":"10.47736/tajdidukasi.v8i2.288","DOIUrl":"https://doi.org/10.47736/tajdidukasi.v8i2.288","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran passing bawah bola voli menggunakan media balon. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action research) yang menggambarkan bagaimana suatu metode dan media pembelajaran diterapkan dalam pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VC SD Muhammadiyah Nitikan yang berjumlah 24 siswa, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi siswa dan lembar observasi pengamatan aktivitas pembelajaran. Prosedur tindakan dilakukan dalam dua siklus, masig-masing siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan. Langkah-langkah tindakan yang dilaksanakan dalah : Perencanaan, Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hasil belajar passing bawah meningkat setelah dilakukan tindakan, peningkatan tersebut meliputi peningkatan pembelajaran dan peningkatan hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi pada siklus 1 aktivitas pembelajaran mencapai 73%, dan pada siklus 2 sudah mencapai target yang telah ditetapkan yaitu 90%. Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus 1 kemampuan passing bawah siswa rata-rata adalah 71,11%, dan yang mendapat nilai nilai 75,0 (berdasarkan KKM) sebanyak 5 siswa (20,83%), kemudian pada siklus 2 meningkat lagi dengan nilai rata-rata adalah 79,72, dan yang mendapat nilai mencapai KKM sebanyak 21 siswa (87,5%). Kata kunci: Pembelajaran, Passing bawah Bola voli, Media balon","PeriodicalId":348145,"journal":{"name":"Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam","volume":"56 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131072182","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-05-27DOI: 10.47736/tajdidukasi.v8i2.249
Rahayu Saras Wati
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil santri dalam belajar ekonomi dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesioner sebanyak 29 santri putra kelas 11 IPS. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan motivasi belajar ekonomi santri dibuktikan dengan adanya peningkatan prosentase dari siklus I sebesar 49,78% menjadi 78,77% pada siklus II kenaikan tersebut karenakan santri tekun menghadapi tugas, lebih aktif dalam pemecahan masalah, minat terhadap pelajaran tinggi, aktif bertanya dan berargumen, dan ada keinginan berhasil. Dari evaluasi hasil belajar siklus 1 rata-rata nilai berada pada range 71-73 sebesar 28%, pada siklus kedua terjadi peningkatan menjadi 74-80 sebesar 41%. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan Metode Pembelajaran Kooperatif Teknik TPS menjadikan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan. AbstracThe aim of this study is to improve students' motivation and learning outcomes of economics subject by applying Think Pair Share (TPS) learning models. Data collecting technique used Observation and questionnaires to 29 students of eleventh grade majoring in social study program. From the results of the study, it can be concluded that the Think Pair Share (TPS) cooperative learning method can improve students’ learning motivation of economics subject as evidenced by an increase in the percentage of the first cycle of 49.78% to 78.77% in the second cycle increase because it can be seen that students face diligent work, more active in problem solving, high interest in learning, actively asking questions and arguing, and willing to success. From the evaluation of learning outcomes of cycle 1, the average score is in the range of 71-73 by 28%, in the second cycle there is an increase to 74-80 by 41%. It can be concluded that learning economics used Cooperative Learning Methods TPS Techniques teaching and learning activities became more enjoyable.
本研究旨在通过采用智囊团共享学习模式来增加经济学学习的动力和结果。利用11年级儿子29个ip的观察和问卷调查技术收集数据。研究结果可以得出结论,认为合作学习方法对分享经济(TPS)可以提高学习动力和增加优秀的证明我49,78%成为78,77%在大周期的周期比例II,因为优秀的热情面对工作,这样的加息幅度高更积极地解决问题,对学习的兴趣,主动的质疑和争论,有成功的愿望。从研究结果的评估中,平均成绩为71-73,占28%,第二周期增加到74-80,占41%。这些结果表明,使用合作学习方法的TPS技巧的学习使教学活动更有趣。这项研究的宗旨是培养学生的动机和学习能力收集技术收集数据,用于29名社会研究项目11年级学生的研究和提问。results》从研究,它可以成为结论这就是觉得双分享杂志》(TPS)合作学习方法可以improve美国经济学科目的学生“学习motivation evidenced by an percentage》在第一周期增长78%到78 49。77%的《第二个周期增加,因为它可以看到那个学生脸diligent工作,更活跃在利益问题解决,高中里学习,actively问问题的争论,和愿意to success)。从对学习结果的评估来看,平均分数是71-73除以28%,在第二周期中是41%增加到74-80。这可能会导致学习经济学的应用方法TPS技术教学和学习活动更有可能实现。
{"title":"PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PELAJARAN EKONOMI","authors":"Rahayu Saras Wati","doi":"10.47736/tajdidukasi.v8i2.249","DOIUrl":"https://doi.org/10.47736/tajdidukasi.v8i2.249","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil santri dalam belajar ekonomi dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesioner sebanyak 29 santri putra kelas 11 IPS. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan motivasi belajar ekonomi santri dibuktikan dengan adanya peningkatan prosentase dari siklus I sebesar 49,78% menjadi 78,77% pada siklus II kenaikan tersebut karenakan santri tekun menghadapi tugas, lebih aktif dalam pemecahan masalah, minat terhadap pelajaran tinggi, aktif bertanya dan berargumen, dan ada keinginan berhasil. Dari evaluasi hasil belajar siklus 1 rata-rata nilai berada pada range 71-73 sebesar 28%, pada siklus kedua terjadi peningkatan menjadi 74-80 sebesar 41%. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan Metode Pembelajaran Kooperatif Teknik TPS menjadikan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan. AbstracThe aim of this study is to improve students' motivation and learning outcomes of economics subject by applying Think Pair Share (TPS) learning models. Data collecting technique used Observation and questionnaires to 29 students of eleventh grade majoring in social study program. From the results of the study, it can be concluded that the Think Pair Share (TPS) cooperative learning method can improve students’ learning motivation of economics subject as evidenced by an increase in the percentage of the first cycle of 49.78% to 78.77% in the second cycle increase because it can be seen that students face diligent work, more active in problem solving, high interest in learning, actively asking questions and arguing, and willing to success. From the evaluation of learning outcomes of cycle 1, the average score is in the range of 71-73 by 28%, in the second cycle there is an increase to 74-80 by 41%. It can be concluded that learning economics used Cooperative Learning Methods TPS Techniques teaching and learning activities became more enjoyable. ","PeriodicalId":348145,"journal":{"name":"Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam","volume":"59 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125060296","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-05-27DOI: 10.47736/tajdidukasi.v8i2.279
M. Azizi
AbtrsakPenelitian ini berlatar belakang pada kenyataan bahwa dalam pembelajaran Tarikh, guru masih menggunakan metode ceramah, hal ini membuat siswa bosan dan tidak semangat belajar, sehingga pemahaman materi siswa sangat rendah. Di dalam kegiatan pembelajaran guru tidak menggunakan metode pembelajaran yang menarik sehingga proses belajar siswa kurang kondusif.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Dengan menggunakan metode observasi aktivitas siswa dan tes sselama proses pembelajaran dengan menggunakan metode role playing. Penelitian ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 5 YogyakartaNilai rata-rata pada penerapan metode role playing dapat meningkatkan pemahaman belajar Tarikh, hal ini terlihat dari hasil pra siklus, siklus I, dan siklus II, rata-rata persentase,hal ini terlihat dari rata-rata hasil lembar observasi yang terus meningkat pada setiap siklusnya. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 64,00% dan pada siklus II meningkat menjadi 83,88%, sedangkan peningkatan pemahaman siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 19,88%.Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode role playing dapat meningkatkan pemahaman materi tarikh.Kata kunci : peningkatan pemahaman, metode Role-Playing, pembelajaran tarikhAbstracThis research is based on the fact that in the learning date, the teacher still uses the lecture method, this makes students bored and not enthusiastic about learning, so that the students' material understanding is very low. In learning activities the teacher does not use interesting learning methods so that the learning process of students is less conducive.This research is a classroom action research (CAR) consisting of two cycles. By using the observation method of student activities and tests during the learning process by using role playing methods. This research was conducted at Muhammadiyah 5 High School YogyakartaThe average value on the application of role playing methods can improve understanding of learning dates, this can be seen from the results of pre cycle, cycle I, and cycle II, the average percentage, this can be seen from the average results of the observation sheet that continues to increase in each the cycle. The average learning activity of students in the first cycle was 64.00% and in the second cycle increased to 83.88%, while the increase in understanding of students from cycle I to cycle II was 19.88%.Based on the results of these studies it can be concluded that the application of role playing methods can improve understanding of date materialKeywords: kognitif improvement, role playing metdhod, Tarikh lesson
这项研究的背景是,在过去的学习中,教师仍然使用演讲方法,这让学生感到无聊和缺乏学习精神,因此学生的物质理解非常低。在学习活动中,教师不使用有趣的学习方法,使学生的学习过程不太好。这项研究是由两个周期组成的课堂行动研究(PTK)。通过使用角色扮演方法,利用学生在学习过程中的观察活动和测试。这项研究是在穆罕默德高中进行的I周期的学生平均学习活动为64.00%,而第二周期的学生学习活动增加到8388%,而学生从I循环到II周期的理解增加了1988%。根据这项研究,可以得出结论,使用角色扮演方法可以增加对数字材料的理解。关键词:更多的理解、角色扮演方法、塔哈普斯特拉西尼研究基于在学习日期的事实上,教师仍然使用教学方法,这让学生感到无聊,对学习没有热情,所以学生对学习的理解非常低。教师在学习活动中没有使用有趣的学习方法,所以学习过程缺乏灵活性。这个研究是一个教室动作研究,是两轮的表现。通过观察学生行为的方法,并在使用角色扮演方法的学习过程中测试。这研究是穆罕默德conducted at 5高中YogyakartaThe平均价值上之应用程序角色扮演的方法可以improve的谅解学习日期见,这可以从《results of pre周期循环I,和周期II,见《平均percentage,这可以从《observation平均results床单发展到这种继续增加在每周期》。一圈学生的平均学习活动是64.00%,而第二圈学生的平均学习活动增加到88.8%,而了解从自行车到自行车的学生的增长是19.88%。基于这些研究的结果,可以得出结论,角色扮演方法的应用可以增强对材料含义的认识:认知植入、角色扮演、数字日
{"title":"PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI PELAJARAN TARIKH MELALUI METODE ROLE PLAYING","authors":"M. Azizi","doi":"10.47736/tajdidukasi.v8i2.279","DOIUrl":"https://doi.org/10.47736/tajdidukasi.v8i2.279","url":null,"abstract":"AbtrsakPenelitian ini berlatar belakang pada kenyataan bahwa dalam pembelajaran Tarikh, guru masih menggunakan metode ceramah, hal ini membuat siswa bosan dan tidak semangat belajar, sehingga pemahaman materi siswa sangat rendah. Di dalam kegiatan pembelajaran guru tidak menggunakan metode pembelajaran yang menarik sehingga proses belajar siswa kurang kondusif.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Dengan menggunakan metode observasi aktivitas siswa dan tes sselama proses pembelajaran dengan menggunakan metode role playing. Penelitian ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 5 YogyakartaNilai rata-rata pada penerapan metode role playing dapat meningkatkan pemahaman belajar Tarikh, hal ini terlihat dari hasil pra siklus, siklus I, dan siklus II, rata-rata persentase,hal ini terlihat dari rata-rata hasil lembar observasi yang terus meningkat pada setiap siklusnya. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 64,00% dan pada siklus II meningkat menjadi 83,88%, sedangkan peningkatan pemahaman siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 19,88%.Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode role playing dapat meningkatkan pemahaman materi tarikh.Kata kunci : peningkatan pemahaman, metode Role-Playing, pembelajaran tarikhAbstracThis research is based on the fact that in the learning date, the teacher still uses the lecture method, this makes students bored and not enthusiastic about learning, so that the students' material understanding is very low. In learning activities the teacher does not use interesting learning methods so that the learning process of students is less conducive.This research is a classroom action research (CAR) consisting of two cycles. By using the observation method of student activities and tests during the learning process by using role playing methods. This research was conducted at Muhammadiyah 5 High School YogyakartaThe average value on the application of role playing methods can improve understanding of learning dates, this can be seen from the results of pre cycle, cycle I, and cycle II, the average percentage, this can be seen from the average results of the observation sheet that continues to increase in each the cycle. The average learning activity of students in the first cycle was 64.00% and in the second cycle increased to 83.88%, while the increase in understanding of students from cycle I to cycle II was 19.88%.Based on the results of these studies it can be concluded that the application of role playing methods can improve understanding of date materialKeywords: kognitif improvement, role playing metdhod, Tarikh lesson","PeriodicalId":348145,"journal":{"name":"Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127127351","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-05-27DOI: 10.47736/tajdidukasi.v8i2.302
S. Suyadi
Filsafat pendidikan hingga saat ini dianggap tidak ada, kecuali s ebatasi uraian dogma-dogma agama. Padahal, pendidikan Islam beserta seluruh dimensinya bertumpu pada bangunan filsafat pendidikan Islam tersebut. Dalam kondisi yang demikian, Abbas Mahjub tampi mengisi kekosongan dengan menawarkan pencerahan, bahwa filsafat pendidikan merupakan derifasi dari filsafat Islam. Menurutnya, ontologi atau metafisika pendidikan Islam adalah ma’rifatllah, epistimologi pendidikan Islam adalah penyucian jiwa dan aksiologi pendidikan Islam adalah kemaslahatan. Di atas bangunan filsafat pendidkan inilah dapat dibangun ilmu dan teori pendidikan Islam serta tujuan, materi dan metode pembelajaran keagamaan Islam.
{"title":"REKONSTRUKSI FILSAFAT TARBIYAH (Telaah Atas Pemikiran Abbas Mahjub)","authors":"S. Suyadi","doi":"10.47736/tajdidukasi.v8i2.302","DOIUrl":"https://doi.org/10.47736/tajdidukasi.v8i2.302","url":null,"abstract":"Filsafat pendidikan hingga saat ini dianggap tidak ada, kecuali s ebatasi uraian dogma-dogma agama. Padahal, pendidikan Islam beserta seluruh dimensinya bertumpu pada bangunan filsafat pendidikan Islam tersebut. Dalam kondisi yang demikian, Abbas Mahjub tampi mengisi kekosongan dengan menawarkan pencerahan, bahwa filsafat pendidikan merupakan derifasi dari filsafat Islam. Menurutnya, ontologi atau metafisika pendidikan Islam adalah ma’rifatllah, epistimologi pendidikan Islam adalah penyucian jiwa dan aksiologi pendidikan Islam adalah kemaslahatan. Di atas bangunan filsafat pendidkan inilah dapat dibangun ilmu dan teori pendidikan Islam serta tujuan, materi dan metode pembelajaran keagamaan Islam.","PeriodicalId":348145,"journal":{"name":"Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam","volume":"55 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133521942","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-05-27DOI: 10.47736/tajdidukasi.v8i2.306
Agung Rahmanto
Penelitian ini bertujuan untuk meningkat kedisiplinan guru melalui pemberian reward di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan terjadinya kondisi kedisiplinan guru dalam hal jam kedatangan yang rendah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Subyek penelitian ini adalah guru SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta yang berjumlah 113 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengambil data terkait perilaku guru dalam hal kedisiplinan kehadiran. Dokumentasi digunakan untuk merekam data jam kedatanga guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam hal jam kedatangan. Pada kondisi awal diperoleh data bahwa guru yang hadir melebihi pukul 06.15 WIB sebanyak 27,8%, atau 72,2% kehadirannya tepat waktu. Setelah dilakukan siklus pertama dengan memberi reward berupa tambahan insentif kehadiran guru yang melebihi pukul 06.15 WIB menurun menjadi 15, 9%. Pada akhir siklus pertama artinya terjadi peningkatan kedisiplinan kehadiran guru menjadi 84,1%. Selanjutnya dilakukan siklus kedua yaitu pemberian reward berupa tambahan insentif dan sertifikat karakter, guru yang datang melebihi pukul 06.15 WIB menurun lagi menjadi 2%. Artinya pada akhir siklus kedua, terjadi peningkatan kedisiplinan kehadiran guru menjadi 98%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian reward dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam hal jam kehadiran. Reward yang diberikan tidak cukup hanya tambahan insentif, tetapi perlu disertai sertifikat karakter. Peran sertifikat karakter di sini adalah sebagai pemberi label tentang kedisiplinan guru.
{"title":"PENINGKATAN KEDISIPLINAN GURU MELALUI PEMBERIAN REWARD DI SD MUHAMMADIYAH SAPEN YOGYAKARTA","authors":"Agung Rahmanto","doi":"10.47736/tajdidukasi.v8i2.306","DOIUrl":"https://doi.org/10.47736/tajdidukasi.v8i2.306","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk meningkat kedisiplinan guru melalui pemberian reward di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan terjadinya kondisi kedisiplinan guru dalam hal jam kedatangan yang rendah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Subyek penelitian ini adalah guru SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta yang berjumlah 113 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengambil data terkait perilaku guru dalam hal kedisiplinan kehadiran. Dokumentasi digunakan untuk merekam data jam kedatanga guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam hal jam kedatangan. Pada kondisi awal diperoleh data bahwa guru yang hadir melebihi pukul 06.15 WIB sebanyak 27,8%, atau 72,2% kehadirannya tepat waktu. Setelah dilakukan siklus pertama dengan memberi reward berupa tambahan insentif kehadiran guru yang melebihi pukul 06.15 WIB menurun menjadi 15, 9%. Pada akhir siklus pertama artinya terjadi peningkatan kedisiplinan kehadiran guru menjadi 84,1%. Selanjutnya dilakukan siklus kedua yaitu pemberian reward berupa tambahan insentif dan sertifikat karakter, guru yang datang melebihi pukul 06.15 WIB menurun lagi menjadi 2%. Artinya pada akhir siklus kedua, terjadi peningkatan kedisiplinan kehadiran guru menjadi 98%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian reward dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam hal jam kehadiran. Reward yang diberikan tidak cukup hanya tambahan insentif, tetapi perlu disertai sertifikat karakter. Peran sertifikat karakter di sini adalah sebagai pemberi label tentang kedisiplinan guru.","PeriodicalId":348145,"journal":{"name":"Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam","volume":"5 6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116116438","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-05-27DOI: 10.47736/tajdidukasi.v8i1.307
Hendro Widodo
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan braind based learning sebagai basis pembelajaran dalam kurikulum 2013. Keberhasilan pembelajaran dalam arti tercapainya standar kompetensi, sangat bergantung pada kemampuan guru mengolah pembelajaran yang dapat menciptakan situasi yang memungkinkan peserta didik belajar. Pendekatan pembelajaran BBL sejalan dengan konseptual pendidikan holistik. Hal ini dadasari oleh pemikiran bahwa setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda dan itu merupakan fitrah manusia. Potensi yang dimiliki peserta didik dikembangkan lewat proses pendidikan sehingga mendistorsi makna pendiidkan bila proses pendidikan mengabaikan salah satu potensi tersebut. Hal ini pulalah yang dikembangkan dalam kurikulum 2013, bahwa orientasi pencapaian kompetensi peserta didik di arahkan pada pencapaian kompetensi holistik yaitu dari kompetensi sikap spiritual dan sosial, kompetensi pengetahuan dan kompetensi ketermapilan/psikomotorik.
{"title":"PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING SEBAGAI BASIS PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM 2013","authors":"Hendro Widodo","doi":"10.47736/tajdidukasi.v8i1.307","DOIUrl":"https://doi.org/10.47736/tajdidukasi.v8i1.307","url":null,"abstract":"Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan braind based learning sebagai basis pembelajaran dalam kurikulum 2013. Keberhasilan pembelajaran dalam arti tercapainya standar kompetensi, sangat bergantung pada kemampuan guru mengolah pembelajaran yang dapat menciptakan situasi yang memungkinkan peserta didik belajar. Pendekatan pembelajaran BBL sejalan dengan konseptual pendidikan holistik. Hal ini dadasari oleh pemikiran bahwa setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda dan itu merupakan fitrah manusia. Potensi yang dimiliki peserta didik dikembangkan lewat proses pendidikan sehingga mendistorsi makna pendiidkan bila proses pendidikan mengabaikan salah satu potensi tersebut. Hal ini pulalah yang dikembangkan dalam kurikulum 2013, bahwa orientasi pencapaian kompetensi peserta didik di arahkan pada pencapaian kompetensi holistik yaitu dari kompetensi sikap spiritual dan sosial, kompetensi pengetahuan dan kompetensi ketermapilan/psikomotorik.","PeriodicalId":348145,"journal":{"name":"Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam","volume":"9 2","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114032914","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-05-08DOI: 10.47736/tajdidukasi.v8i1.303
Djamaluddin Perawironegoro
Sampai saat ini, manusia masih menjadi media yang paling efektif dalam proses internalisasi nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik. Oleh karena keefektifan tersebut, pengetahuan, skill, dan sikap yang dimiliki oleh para pendidik dapat dikembangkan agar tujuan pendidikan yang diharapkan terwujud sesuai sasaran. Paper ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di lembaga pendidikan Islam. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pengembangan sumber daya manusia di sekolah/madrasah Islam merupakan suatu kebutuhan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Pengembangan tersebut adalah pengembangan profesionalisme dan profesionalitas. Adapun kegiatan tersebut dilakukan melalui pembelajaran, pendidikan, pengembangan, dan pelatihan.
{"title":"PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM","authors":"Djamaluddin Perawironegoro","doi":"10.47736/tajdidukasi.v8i1.303","DOIUrl":"https://doi.org/10.47736/tajdidukasi.v8i1.303","url":null,"abstract":"Sampai saat ini, manusia masih menjadi media yang paling efektif dalam proses internalisasi nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik. Oleh karena keefektifan tersebut, pengetahuan, skill, dan sikap yang dimiliki oleh para pendidik dapat dikembangkan agar tujuan pendidikan yang diharapkan terwujud sesuai sasaran. Paper ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di lembaga pendidikan Islam. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pengembangan sumber daya manusia di sekolah/madrasah Islam merupakan suatu kebutuhan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Pengembangan tersebut adalah pengembangan profesionalisme dan profesionalitas. Adapun kegiatan tersebut dilakukan melalui pembelajaran, pendidikan, pengembangan, dan pelatihan. ","PeriodicalId":348145,"journal":{"name":"Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133294521","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-05-02DOI: 10.47736/tajdidukasi.v8i1.258
Miftakhul Falah Islami
This study aims to determine the implementation of flash card media in improving Arabic vocabulary mastery. This research is included in classroom action research. The subjects of this study were students of class X IIS 2 Muhammadiyah 5 High School in Yogyakarta academic year 2017/2018. The method used to collect data is observation, tests, documentation, and field notes. The results showed an increase in vocabulary mastery after the use of flash card as a learning medium. The increase can be seen from the pre-test value and the post-test value. The average value of the first cycle class between pre test and post test showed an increase in value of 48 points from the average grade of 30 points in the pre test to 78 points in the test post. so that it can be seen that there is an increase in Arabic vocabulary mastery before and after the action. The increase has not been significant because the average grade is still below the indicator of success. And the average grade in the second cycle between pre-test and post-test shows an increase in value of 70 points from the average grade of 15 points in the pre-test to 85 points in the post-test value. Keywords: Media Flash Card, Arabic Vocabulary
{"title":"Implementasi Media Flash Card Dalam Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab","authors":"Miftakhul Falah Islami","doi":"10.47736/tajdidukasi.v8i1.258","DOIUrl":"https://doi.org/10.47736/tajdidukasi.v8i1.258","url":null,"abstract":" This study aims to determine the implementation of flash card media in improving Arabic vocabulary mastery. This research is included in classroom action research. The subjects of this study were students of class X IIS 2 Muhammadiyah 5 High School in Yogyakarta academic year 2017/2018. The method used to collect data is observation, tests, documentation, and field notes. The results showed an increase in vocabulary mastery after the use of flash card as a learning medium. The increase can be seen from the pre-test value and the post-test value. The average value of the first cycle class between pre test and post test showed an increase in value of 48 points from the average grade of 30 points in the pre test to 78 points in the test post. so that it can be seen that there is an increase in Arabic vocabulary mastery before and after the action. The increase has not been significant because the average grade is still below the indicator of success. And the average grade in the second cycle between pre-test and post-test shows an increase in value of 70 points from the average grade of 15 points in the pre-test to 85 points in the post-test value. Keywords: Media Flash Card, Arabic Vocabulary","PeriodicalId":348145,"journal":{"name":"Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130443381","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-05-02DOI: 10.47736/tajdidukasi.v8i1.247
Sriningsih Sriningsih
Abstrak Siswa tidak aktif dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan mempunyai hasil belajar rendah dalam Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi (MPA) yang berisi surat menyurat bahasa inggris. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan motivasi dan hasil belajar MPA melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT).Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif dan partisipatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XII AP3 SMK Muhammadiyah 1 Wates berjumlah 16 siswa perempuan. Objek dalam penelitian ini adalah peningkatan motivasi belajar dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran MPA yang difasilitasi dengan model pembelajaran Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Hasil Penelitian Siklus 1 menunjukkan : terdapat kenaikan motivasi belajar siswa sebesar 11,31 atau 14,14 % siswa terlihat sangat senang, antusias dan termotivasi ketika mengikuti pembelajaran dan kenaikan hasil belajar siswa sebesar 19,13 atau 22,73 %. Sedangkan pada Siklus 2 : terdapat kenaikan motivasi belajar siswa sebesar 11,63 atau 14,53% siswa terlihat sangat senang, antusias dan termotivasi ketika mengikuti pembelajaran dan kenaikan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada materi pembelajaran surat pribadi sebesar 11,81 atau 13,13%. Ketuntasan Belajar dari 18,75% menjadi 100%. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Tipe TGT, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Students who are not active in Teaching and Learning Activities and have low learning outcomes in Subjects Conducting Administrative Procedures (MPA) which contains English Correspondence. This study aims to: (1) Increase motivation and learning outcomes of MPA through the application of TGT type Cooperative Learning Models.This research is a collaborative and participatory classroom action research. The research subjects were 16 female students of 12th grade for AP3 class at Muhammadiyah 1 Wates Vocational High School. The object in this study is to increase learning motivation and student learning outcomes in MPA learning facilitated by the TGT Cooperative Learning Model. Data collection techniques use questionnaires, tests, observation and documentation. Data analysis uses quantitative and qualitative descriptive.Research Results of Cycle 1 shows: there is an increase in student learning motivation by 11.31 or 14.14% students look very happy, enthusiastic and motivated when participating in learning and increasing student learning outcomes by 19.13 or 22.73%. Whereas in Cycle 2: there was an increase in student learning motivation by 11.63 or 14.53% students looked very happy, enthusiastic and motivated when participating in learning and increasing student learning outcomes before and after applying the TGT type cooperative learning model on p
摘要学生不活跃在教学活动中,学习成绩较低,缺乏执行行政程序(MPA),其中载有英文信件。本研究的目标是:(1)通过采用合作学习模式锦标赛(TGT)来提高MPA学习的动力和结果。本研究是协作和参与课堂行动研究。研究对象是XII班的学生AP3 SMK Muhammadiyah 1 Wates,共有16名女学生。本研究的目标是增加学生在MPA学习中的学习动机和提高学习结果,这些学习模式与TGT类型的合作学习模式相结合。数据收集技术采用问卷、测试、观察和文档。使用定量描述性和描述性质的数据分析。第一个周期的研究结果表明:学生的学习动机增加了11.31或14.14 %,学生在19.13或22.73分的学习成绩和提高时表现出极大的兴奋、热情和动力。而在第2轮:学生的学习动机增加了11.63或14.53%,学生在11.81或13.13%调查结果从1875%到100%。关键词:合作学习模式、TGT模式、学习动机、学习结果,这些学生在教学和学习活动中没有活跃,而在主题上缺乏管理管理程序(MPA),这些项目包括英语信函。这个研究说明:(1)通过TGT类型合作学习模型的应用,增加激励和学习超过MPA。这个研究是合作和参与课堂研究。这项研究的题目是Muhammadiyah 1 Wates votes高中12年级的女性学生。这项研究的目标是增加学习动力和学生学习是通过TGT合作学习模式而实现的。数据收集技术:提问、测试、观察和证明。数据分析我们的数字是多少先展示自行车作业:11.31或14%的学生学习激励看起来非常高兴,热情和激励当参与学习时,学生学习超过19.13或22.73%。在自行车2:学生学习激励的增长是由11.63或14.53%的学生看到非常快乐、热情和激励,当他们参与学习时,学生学习是在个人信函11.81或13.%的材料上的TGT型合作学习模式之前和增加的。学习从18.75%到100%完成。关键字:合作学习模式,TGT模式,学习激励,学习来了
{"title":"MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAMS GAMES TOURNAMENTS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI & HASIL BELAJAR MPA","authors":"Sriningsih Sriningsih","doi":"10.47736/tajdidukasi.v8i1.247","DOIUrl":"https://doi.org/10.47736/tajdidukasi.v8i1.247","url":null,"abstract":"Abstrak Siswa tidak aktif dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan mempunyai hasil belajar rendah dalam Mata Pelajaran Melakukan Prosedur Administrasi (MPA) yang berisi surat menyurat bahasa inggris. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan motivasi dan hasil belajar MPA melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT).Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif dan partisipatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XII AP3 SMK Muhammadiyah 1 Wates berjumlah 16 siswa perempuan. Objek dalam penelitian ini adalah peningkatan motivasi belajar dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran MPA yang difasilitasi dengan model pembelajaran Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Hasil Penelitian Siklus 1 menunjukkan : terdapat kenaikan motivasi belajar siswa sebesar 11,31 atau 14,14 % siswa terlihat sangat senang, antusias dan termotivasi ketika mengikuti pembelajaran dan kenaikan hasil belajar siswa sebesar 19,13 atau 22,73 %. Sedangkan pada Siklus 2 : terdapat kenaikan motivasi belajar siswa sebesar 11,63 atau 14,53% siswa terlihat sangat senang, antusias dan termotivasi ketika mengikuti pembelajaran dan kenaikan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada materi pembelajaran surat pribadi sebesar 11,81 atau 13,13%. Ketuntasan Belajar dari 18,75% menjadi 100%. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Tipe TGT, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Students who are not active in Teaching and Learning Activities and have low learning outcomes in Subjects Conducting Administrative Procedures (MPA) which contains English Correspondence. This study aims to: (1) Increase motivation and learning outcomes of MPA through the application of TGT type Cooperative Learning Models.This research is a collaborative and participatory classroom action research. The research subjects were 16 female students of 12th grade for AP3 class at Muhammadiyah 1 Wates Vocational High School. The object in this study is to increase learning motivation and student learning outcomes in MPA learning facilitated by the TGT Cooperative Learning Model. Data collection techniques use questionnaires, tests, observation and documentation. Data analysis uses quantitative and qualitative descriptive.Research Results of Cycle 1 shows: there is an increase in student learning motivation by 11.31 or 14.14% students look very happy, enthusiastic and motivated when participating in learning and increasing student learning outcomes by 19.13 or 22.73%. Whereas in Cycle 2: there was an increase in student learning motivation by 11.63 or 14.53% students looked very happy, enthusiastic and motivated when participating in learning and increasing student learning outcomes before and after applying the TGT type cooperative learning model on p","PeriodicalId":348145,"journal":{"name":"Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam","volume":"105 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128423021","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}