Pub Date : 2022-09-17DOI: 10.14710/genres.v2i2.15730
Sulvia Sisyeni, Hardian Hardian
Prevalensi gangguan psiko-afektif yang ditandai dengan gejala depresi dan kecemasan pada mereka yang berusia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 6,1 dari total penduduk Indonesia. Salah satu pedoman untuk mengevaluasi penggunaan obat yang rasional adalah indeks Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perlakuan yang tidak tepat dapat merugikan masyarakat, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penelitian tentang pola peresepan obat untuk pasien rawat jalan di poli jiwa Rumah Sakit Breves selama periode Januari hingga Desember 2019. Rumah Sakit periode Januari -Desember 2019 menurut indikator WHO 1993. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berupa grafik rawat jalan dan data resep dari poliklinik jiwa RS Breves, data periode Januari-Desember 2019. Pengambilan sampel untuk penelitian ini menggunakan metode systematic random sampling sebanyak 600 sampel. Analisis menunjukkan rata-rata jumlah entri obat per resep 2,47; resep nama generik 95,56%; resep antibiotik 0%; penggunaan injeksi 0; kecukupan resep formulir rumah sakit 95,49%.
{"title":"Pola Peresepan Obat pada Pasien Rawat Jalan Poli Jiwa di RSUD Brebes","authors":"Sulvia Sisyeni, Hardian Hardian","doi":"10.14710/genres.v2i2.15730","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i2.15730","url":null,"abstract":"Prevalensi gangguan psiko-afektif yang ditandai dengan gejala depresi dan kecemasan pada mereka yang berusia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 6,1 dari total penduduk Indonesia. Salah satu pedoman untuk mengevaluasi penggunaan obat yang rasional adalah indeks Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perlakuan yang tidak tepat dapat merugikan masyarakat, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penelitian tentang pola peresepan obat untuk pasien rawat jalan di poli jiwa Rumah Sakit Breves selama periode Januari hingga Desember 2019. Rumah Sakit periode Januari -Desember 2019 menurut indikator WHO 1993. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berupa grafik rawat jalan dan data resep dari poliklinik jiwa RS Breves, data periode Januari-Desember 2019. Pengambilan sampel untuk penelitian ini menggunakan metode systematic random sampling sebanyak 600 sampel. Analisis menunjukkan rata-rata jumlah entri obat per resep 2,47; resep nama generik 95,56%; resep antibiotik 0%; penggunaan injeksi 0; kecukupan resep formulir rumah sakit 95,49%.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126687125","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kuersetin merupakan senyawa flavonoid yang melimpah di alam. Kuersetin memiliki aktivitas anti kanker sehingga dapat digunakan sebagai alternatif terapi kanker termasuk kanker payudara. Perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai potensinya dalam menghambat sel kanker payudara. Tujuan dari kajian sistematik ini adalah untuk mengetahui aktivitas kuersetin sebagai inhibitor kanker payudara secara in vitro. Pencarian dilakukan dari dua database yaitu PubMed dan Springer. Literatur yang digunakan adalah literatur yang diterbitkan pada lima tahun terakhir dan memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan. Terdapat 10 jurnal yang relevan terhadap tujuan kajian sistematik ini. Sebanyak tujuh penelitian menggunakan jenis sel kanker payudara MCF-7 dan tiga penelitian menggunakan jenis sel kanker payudara MDA-MB. Penelitian tersebut menunjukkan hasil IC50yang beragam dari uji DPPH dan MTT, tetapi aktivitas antioksidan ataupun sitotoksik dari penelitian-penelitian tersebut termasuk kuat. Kuersetin memiliki aktivitas induksi kematian sel kanker payudara dengan tingkat selektivitas yang tinggi. Perbedaan preparasi kuersetin dapat mempengaruhi efek anti kanker payudara terhadap sel MCF-7 dan MDA-MB.
{"title":"Kajian Sistematik: Aktivitas Kuersetin sebagai Inhibitor Kanker Payudara secara In Vitro","authors":"Nadhira Dzaky Naushafira, Hanuna Hanuna, Monika Kumala Dewi, Wong Vivian Nathania Selius","doi":"10.14710/genres.v2i2.15774","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i2.15774","url":null,"abstract":"Kuersetin merupakan senyawa flavonoid yang melimpah di alam. Kuersetin memiliki aktivitas anti kanker sehingga dapat digunakan sebagai alternatif terapi kanker termasuk kanker payudara. Perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai potensinya dalam menghambat sel kanker payudara. Tujuan dari kajian sistematik ini adalah untuk mengetahui aktivitas kuersetin sebagai inhibitor kanker payudara secara in vitro. Pencarian dilakukan dari dua database yaitu PubMed dan Springer. Literatur yang digunakan adalah literatur yang diterbitkan pada lima tahun terakhir dan memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan. Terdapat 10 jurnal yang relevan terhadap tujuan kajian sistematik ini. Sebanyak tujuh penelitian menggunakan jenis sel kanker payudara MCF-7 dan tiga penelitian menggunakan jenis sel kanker payudara MDA-MB. Penelitian tersebut menunjukkan hasil IC50yang beragam dari uji DPPH dan MTT, tetapi aktivitas antioksidan ataupun sitotoksik dari penelitian-penelitian tersebut termasuk kuat. Kuersetin memiliki aktivitas induksi kematian sel kanker payudara dengan tingkat selektivitas yang tinggi. Perbedaan preparasi kuersetin dapat mempengaruhi efek anti kanker payudara terhadap sel MCF-7 dan MDA-MB.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115547402","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-16DOI: 10.14710/genres.v2i2.15729
Alisa Qurrota A'yuna, Eva Annisaa', Ragil Setia Dianingati
COVID-19 yang telah resmi ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi global, membuat masyarakat Indonesia cemas dan mulai mengonsumsi suplemen untuk menjaga imunitas tubuh. Suplemen vitamin yang paling banyak dikonsumsi yakni suplemen vitamin C. Suplemen ini banyak diminati masyarakat tanpa mengetahui efek sampingnya jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat mengenai khasiat dan efek samping suplemen vitamin C, mengetahui perilaku masyarakat dalam menggunakan suplemen vitamin C selama pandemi COVID-19, serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan suplemen vitamin C pada masyarakat saat pandemi COVID-19 di Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 114 orang dan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan yang tergolong baik yaitu sebanyak 44%, cukup sebanyak 32%, serta kurang sebanyak 24%. Adapun perilaku masyarakat yang tergolong baik sebanyak 36%, cukup sebanyak 32%, dan kurang sebanyak 32%. Seluruh karakteristik sampel memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan suplemen vitamin C (p = 0,000).
{"title":"Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Penggunaan Suplemen Vitamin C pada Masyarakat saat Pandemi Covid-19: di Daerah Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan","authors":"Alisa Qurrota A'yuna, Eva Annisaa', Ragil Setia Dianingati","doi":"10.14710/genres.v2i2.15729","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i2.15729","url":null,"abstract":"COVID-19 yang telah resmi ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi global, membuat masyarakat Indonesia cemas dan mulai mengonsumsi suplemen untuk menjaga imunitas tubuh. Suplemen vitamin yang paling banyak dikonsumsi yakni suplemen vitamin C. Suplemen ini banyak diminati masyarakat tanpa mengetahui efek sampingnya jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat mengenai khasiat dan efek samping suplemen vitamin C, mengetahui perilaku masyarakat dalam menggunakan suplemen vitamin C selama pandemi COVID-19, serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan suplemen vitamin C pada masyarakat saat pandemi COVID-19 di Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 114 orang dan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan yang tergolong baik yaitu sebanyak 44%, cukup sebanyak 32%, serta kurang sebanyak 24%. Adapun perilaku masyarakat yang tergolong baik sebanyak 36%, cukup sebanyak 32%, dan kurang sebanyak 32%. Seluruh karakteristik sampel memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan suplemen vitamin C (p = 0,000).","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128662026","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-16DOI: 10.14710/genres.v2i2.15716
Nasya Khaerunnisa, I. Saraswati, Widyandani Sasikirana
Senyawa fenolik merupakan metabolit sekunder yang keberadaannya sangat melimpah dan merupakan sumber antioksidan alami dari tumbuhan dan buah-buahan, salah satunya adalah leunca (Solanum nigrum L.). Studi ini bertujuan menentukan kandungan total fenolik yang terdapat pada ekstrak dan fraksi buah leunca. Buah leunca diekstraksi menggunakan metode maserasi memanfaatkan pelarut metanol, lalu difraksinasi bertingkat memanfaatkan metode partisi cair-cair dengan pelarut n-heksan dan etil asetat. Total Phenolic Content (TPC) dilakukan dengan pereaksi Folin-Ciocalteau secara spektrofotometri. Asam galat digunakan sebagai pembanding. Ekstrak metanol (EM) memiliki kandungan fenol total tertinggi yaitu sebesar 3,83 ± 0,06 mg GAE/g, diikuti oleh fraksi etil asetat (FEA) dan n-heksan (FHE) sebesar 2,79 ± 0,13; 1,32 ± 0,01 mg GAE/g. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelarut yang lebih banyak mengekstrak senyawa fenolik dibandingkan pelarut n-heksan dan etil asetat yaitu pelarut metanol.
{"title":"Kandungan Total Fenolik Ekstrak Metanol Buah Leunca (Solanum nigrum L.) dan Fraksi-fraksinya","authors":"Nasya Khaerunnisa, I. Saraswati, Widyandani Sasikirana","doi":"10.14710/genres.v2i2.15716","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i2.15716","url":null,"abstract":"Senyawa fenolik merupakan metabolit sekunder yang keberadaannya sangat melimpah dan merupakan sumber antioksidan alami dari tumbuhan dan buah-buahan, salah satunya adalah leunca (Solanum nigrum L.). Studi ini bertujuan menentukan kandungan total fenolik yang terdapat pada ekstrak dan fraksi buah leunca. Buah leunca diekstraksi menggunakan metode maserasi memanfaatkan pelarut metanol, lalu difraksinasi bertingkat memanfaatkan metode partisi cair-cair dengan pelarut n-heksan dan etil asetat. Total Phenolic Content (TPC) dilakukan dengan pereaksi Folin-Ciocalteau secara spektrofotometri. Asam galat digunakan sebagai pembanding. Ekstrak metanol (EM) memiliki kandungan fenol total tertinggi yaitu sebesar 3,83 ± 0,06 mg GAE/g, diikuti oleh fraksi etil asetat (FEA) dan n-heksan (FHE) sebesar 2,79 ± 0,13; 1,32 ± 0,01 mg GAE/g. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelarut yang lebih banyak mengekstrak senyawa fenolik dibandingkan pelarut n-heksan dan etil asetat yaitu pelarut metanol.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125344283","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-15DOI: 10.14710/genres.v2i2.13798
Cindyana Akhmadi, Widyaningrum Utami, Eva Annisaa'
Tanaman dalam family Basellaceae secara tradisional telah digunakan di Indonesia, salah satunya untuk mengobati luka. Aktivitas penyembuhan luka berdasarkan kandungan senyawa fitokimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis, mekanisme kerja senyawa fitokimia, dan spesies family Basellaceae yang berpotensi menyembuhkan luka. Metode pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan diagram alir. Pencarian bersumber pada Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil menunjukkan terdapat 7 artikel sebagai data utama. Anredera cordifolia (Ten.) adalah spesies yang paling banyak diteliti, secara in vitro maupun in vivo. Kandungan senyawa fitokimia dalam family Basellaceae yaitu fenolik, terpenoid, alkaloid, glikosida, dan saponin. Senyawa yang berpotensi sebagai kandidat obat luka adalah flavonoid, fenol, tanin, triterpenoid, asam oleanolat, steroid, alkaloid, saponin, dan glikosida. Spesies yang memiliki aktivitas penyembuhan luka adalah Anredera diffusa, Ullucus tuberosus Caldas dan Anredera cordifolia (Ten.). Mekanisme kerja senyawa fitokimia family Basellaceae pada proses penyembuhan luka yaitu meningkatkan aktivitas cicatrizant, kepadatan kolagen, persentase peyembuhan luka, aktivitas kolagenase, produksi pro-kolagen, MMP-1, migrasi dan proliferasi fibroblas kulit manusia, dan/atau menurunkan jarak tepi luka, diameter luka dan jaringan granulasi.
{"title":"Senyawa Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Family Basellaceae sebagai Obat Luka : A Narrative Review","authors":"Cindyana Akhmadi, Widyaningrum Utami, Eva Annisaa'","doi":"10.14710/genres.v2i2.13798","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i2.13798","url":null,"abstract":"Tanaman dalam family Basellaceae secara tradisional telah digunakan di Indonesia, salah satunya untuk mengobati luka. Aktivitas penyembuhan luka berdasarkan kandungan senyawa fitokimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis, mekanisme kerja senyawa fitokimia, dan spesies family Basellaceae yang berpotensi menyembuhkan luka. Metode pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan diagram alir. Pencarian bersumber pada Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil menunjukkan terdapat 7 artikel sebagai data utama. Anredera cordifolia (Ten.) adalah spesies yang paling banyak diteliti, secara in vitro maupun in vivo. Kandungan senyawa fitokimia dalam family Basellaceae yaitu fenolik, terpenoid, alkaloid, glikosida, dan saponin. Senyawa yang berpotensi sebagai kandidat obat luka adalah flavonoid, fenol, tanin, triterpenoid, asam oleanolat, steroid, alkaloid, saponin, dan glikosida. Spesies yang memiliki aktivitas penyembuhan luka adalah Anredera diffusa, Ullucus tuberosus Caldas dan Anredera cordifolia (Ten.). Mekanisme kerja senyawa fitokimia family Basellaceae pada proses penyembuhan luka yaitu meningkatkan aktivitas cicatrizant, kepadatan kolagen, persentase peyembuhan luka, aktivitas kolagenase, produksi pro-kolagen, MMP-1, migrasi dan proliferasi fibroblas kulit manusia, dan/atau menurunkan jarak tepi luka, diameter luka dan jaringan granulasi.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"69 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123915776","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-15DOI: 10.14710/genres.v2i2.15612
Anggi Meilina, Yora Nindita, E. Sunarsih
Salah satu alternatif untuk penyembuhan luka sayat dengan menggunakan kulit pisang ambon kuning (Musa acuminata Colla) karena terdapat senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol 70% kulit pisang ambon kuning dan konsentrasi ekstrak yang mampu memberikan efek lebih cepat terhadap aktivitas penyembuhan luka sayat pada kelinci. Penelitian merupakan eksperimental laboratorium menggunakan 5 kelinci dengan 5 perlakuan sayat tiap kelinci. K- (suspensi CMC 0,5%), K+ (povidone iodine), P1 (ekstrak 5%), P2 (ekstrak 10%), dan P3 (ekstrak 15%). Uji aktivitas dilakukan dengan pengamatan menggunakan kriteria makroskopis modifikasi Nagaoka dan persentase penyembuhan luka sayat. Serbuk simplisia dan ekstrak kental mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, kuinon, tanin, dan terpenoid serta mengandung karbohidrat golongan monosakarida. Data skoring makroskopis dengan uji Kruskal-Wallis didapatkan hasil secara statistik tidak bermakna (P=0,567) pada semua kelompok. Data pengukuran persentase penyembuhan luka sayat dengan uji Post-hoc LSD didapatkan hasil yang berbeda bermakna (P<0,05) antara K+, P2, P3 terhadap K-, serta P3 terhadap P1 dan P2. Kelompok P3 menunjukkan aktivitas penyembuhan luka sayat pada kelinci yang lebih cepat dibanding P1 dan P2.
{"title":"Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 70% Kulit Pisang Ambon Kuning (Musa acuminata Colla) terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus)","authors":"Anggi Meilina, Yora Nindita, E. Sunarsih","doi":"10.14710/genres.v2i2.15612","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i2.15612","url":null,"abstract":"Salah satu alternatif untuk penyembuhan luka sayat dengan menggunakan kulit pisang ambon kuning (Musa acuminata Colla) karena terdapat senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol 70% kulit pisang ambon kuning dan konsentrasi ekstrak yang mampu memberikan efek lebih cepat terhadap aktivitas penyembuhan luka sayat pada kelinci. Penelitian merupakan eksperimental laboratorium menggunakan 5 kelinci dengan 5 perlakuan sayat tiap kelinci. K- (suspensi CMC 0,5%), K+ (povidone iodine), P1 (ekstrak 5%), P2 (ekstrak 10%), dan P3 (ekstrak 15%). Uji aktivitas dilakukan dengan pengamatan menggunakan kriteria makroskopis modifikasi Nagaoka dan persentase penyembuhan luka sayat. Serbuk simplisia dan ekstrak kental mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, kuinon, tanin, dan terpenoid serta mengandung karbohidrat golongan monosakarida. Data skoring makroskopis dengan uji Kruskal-Wallis didapatkan hasil secara statistik tidak bermakna (P=0,567) pada semua kelompok. Data pengukuran persentase penyembuhan luka sayat dengan uji Post-hoc LSD didapatkan hasil yang berbeda bermakna (P<0,05) antara K+, P2, P3 terhadap K-, serta P3 terhadap P1 dan P2. Kelompok P3 menunjukkan aktivitas penyembuhan luka sayat pada kelinci yang lebih cepat dibanding P1 dan P2.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"2010 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127352856","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-15DOI: 10.14710/genres.v2i2.15702
Tugas Akhir, Diajukan Untuk, Mencapai Gelar Sarjana, Disusun Oleh, Resa Nafi'atul Insani, Latar Belakang
Escherichia coli merupakan bakteri patogen penyebab diare yang dapat diatasi dengan pemberian antibiotik, tetapi penggunaan yang irasional menyebabkan terjadinya resistensi, sehingga perlu dicari antibakteri alternatif untuk mengatasinya. Biji pepaya diketahui mengandung senyawa fitokimia alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, saponin, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol 70% biji papaya terhadap E. coli dan konsentrasi ekstrak metanol 70% biji pepaya yang menunjukkan aktivitas antibakteri terbesar terhadap E. coli. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental laboratorium. Biji pepaya diekstraksi menggunakan metode maserasi, sedangkan metode skrining fitokimia dilakukan dengan uji tabung. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi Kirby-Bauer pada berbagai konsentrasi, yaitu 20%, 30%, 40%, dan 50% b/v dalam DMSO 10% dan ciprofloxacin 5 μg digunakan sebagai kontrol positif. Hasil uji skrining fitokimia ekstrak metanol 70% biji pepaya mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan tanin. Semua konsentrasi uji ekstrak metanol 70% biji pepaya tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli, sedangkan pada kontrol positif menunjukkan aktivitas antibakteri yang sangat kuat, yaitu sebesar 25,6 ± 0,92 mm. Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui ekstrak metanol 70% biji pepaya tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli.
{"title":"Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Biji Pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Escherichia coli secara In Vitro","authors":"Tugas Akhir, Diajukan Untuk, Mencapai Gelar Sarjana, Disusun Oleh, Resa Nafi'atul Insani, Latar Belakang","doi":"10.14710/genres.v2i2.15702","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i2.15702","url":null,"abstract":"Escherichia coli merupakan bakteri patogen penyebab diare yang dapat diatasi dengan pemberian antibiotik, tetapi penggunaan yang irasional menyebabkan terjadinya resistensi, sehingga perlu dicari antibakteri alternatif untuk mengatasinya. Biji pepaya diketahui mengandung senyawa fitokimia alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, saponin, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol 70% biji papaya terhadap E. coli dan konsentrasi ekstrak metanol 70% biji pepaya yang menunjukkan aktivitas antibakteri terbesar terhadap E. coli. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental laboratorium. Biji pepaya diekstraksi menggunakan metode maserasi, sedangkan metode skrining fitokimia dilakukan dengan uji tabung. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi Kirby-Bauer pada berbagai konsentrasi, yaitu 20%, 30%, 40%, dan 50% b/v dalam DMSO 10% dan ciprofloxacin 5 μg digunakan sebagai kontrol positif. Hasil uji skrining fitokimia ekstrak metanol 70% biji pepaya mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan tanin. Semua konsentrasi uji ekstrak metanol 70% biji pepaya tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli, sedangkan pada kontrol positif menunjukkan aktivitas antibakteri yang sangat kuat, yaitu sebesar 25,6 ± 0,92 mm. Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui ekstrak metanol 70% biji pepaya tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128888192","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-04DOI: 10.14710/genres.v2i1.14650
Syahrizal Ramadhani, Depy Oktavian Akbar, Jose Refor Wan
Distribusi, penyimpanan dan penggunaan obat merupakan faktor penting dalam pengelolaan obat. Dampak yang terjadi akibat distribusi tidak berjalan dengan baik mengakibatkan terjadinya kekosongan obat yang mempengaruhi pada pelayanan terhadap pasien. Dampak yang terjadi jikaproses penyimpanan tidak berjalan dengan baik seperti kesalahan dalam pengambilan obat yang berbahaya bagi pasien serta terdapat barang ataupun stok yang melewati masa kedaluwarsa. Dalampenggunaan obat, masalah yang muncul adalah penggunaan obat tidak rasional dapat memberikan dampak negatif baik secara medis, ekonomis, maupun sosial, dan belum adanya evaluasipengelolaan obat pada tahap tersebut. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasisistem pengelolaan obat pada tahap distribusi, penyimpanan, dan penggunaan obat di Rumah SakitMutiara Bunda dibandingkan dengan nilai indikator standar. Rancangan penelitian bersifatdeskriptif dan evaluatif dengan metode observasi menggunakan data retrospektif dan concurrent.Data dianalisis dengan indikator pengelolaan obat yang telah ditetetapkan didukung dengan hasil wawancara petugas. Hasil penelitian yang tidak sesuai standar pada tahap distribusi; indikator kecocokan antar jumlah fisik obat dengan kartu stock (94,8%); tahap penyimpanan, presentase stok mati (9,30%); dan tahap penggunaan, jumlah item obat perlembar resep (2,44).
{"title":"Evaluasi Pengelolaan Obat pada Tahap Distribusi, Penyimpanan, serta Penggunaan Obat Pada Pasien Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mutiara Bunda Tahun 2019","authors":"Syahrizal Ramadhani, Depy Oktavian Akbar, Jose Refor Wan","doi":"10.14710/genres.v2i1.14650","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i1.14650","url":null,"abstract":"Distribusi, penyimpanan dan penggunaan obat merupakan faktor penting dalam pengelolaan obat. Dampak yang terjadi akibat distribusi tidak berjalan dengan baik mengakibatkan terjadinya kekosongan obat yang mempengaruhi pada pelayanan terhadap pasien. Dampak yang terjadi jikaproses penyimpanan tidak berjalan dengan baik seperti kesalahan dalam pengambilan obat yang berbahaya bagi pasien serta terdapat barang ataupun stok yang melewati masa kedaluwarsa. Dalampenggunaan obat, masalah yang muncul adalah penggunaan obat tidak rasional dapat memberikan dampak negatif baik secara medis, ekonomis, maupun sosial, dan belum adanya evaluasipengelolaan obat pada tahap tersebut. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasisistem pengelolaan obat pada tahap distribusi, penyimpanan, dan penggunaan obat di Rumah SakitMutiara Bunda dibandingkan dengan nilai indikator standar. Rancangan penelitian bersifatdeskriptif dan evaluatif dengan metode observasi menggunakan data retrospektif dan concurrent.Data dianalisis dengan indikator pengelolaan obat yang telah ditetetapkan didukung dengan hasil wawancara petugas. Hasil penelitian yang tidak sesuai standar pada tahap distribusi; indikator kecocokan antar jumlah fisik obat dengan kartu stock (94,8%); tahap penyimpanan, presentase stok mati (9,30%); dan tahap penggunaan, jumlah item obat perlembar resep (2,44).","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"164 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124594924","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-05-06DOI: 10.14710/genres.v2i1.11269
Dheya Utami Wahyuni, Henna Rya Sunoko
Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak diderita. Ekstrak kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) diketahui menjadi salah satu tanaman yang berpotensi sebagai alternatif untuk penyakit diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa kelopak bunga Rosella terhadap penurunan kadar glukosa darah. Desain penelitian ini adalah True Experiment dengan menggunakan rancangan Pre and Post Randomized Controlled Group Design. Sebanyak 25 ekor mencit jantan galur Swiss-Webster diinduksi glukosa secara oral lalu dibagi secara acak menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif diberi aquades, kontrol positif (KP) diberi Glibenklamid 0,65 mg/kgBB, kelompok perlakuan diberi infusa bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) pada dosis 350 mg/kgBB, 700 mg/kgBB dan 1050 mg/kgBB secara oral. Pengukuran kadar glukosa mencit menggunakan Easy Touch® pada menit ke 30, 60 dan 90 setelah perlakuan. Hasil diuji menggunakan Shapiro-Wilk dan uji One Way ANOVA. Diketahui seluruh kelompok perlakuan memiliki penurunan kadar glukosa darah yang bermakna dengan nilai p < 0,05. Pada semua kelompok dosis infusa bunga Rosella memiliki kemampuan yang lebih baik daripada aquades namun masih kurang efektif penurunannya bila dibandingkan dengan Glibenklamid sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian infusa kelopak bunga Rosella diketahui dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit jantan yang telah diinduksi glukosa.
{"title":"Pengaruh Pemberian Infusa Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai Penurun Kadar Glukosa Darah pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus Galur Swiss-Webster) yang Diinduksi Glukosa","authors":"Dheya Utami Wahyuni, Henna Rya Sunoko","doi":"10.14710/genres.v2i1.11269","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i1.11269","url":null,"abstract":"Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak diderita. Ekstrak kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) diketahui menjadi salah satu tanaman yang berpotensi sebagai alternatif untuk penyakit diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa kelopak bunga Rosella terhadap penurunan kadar glukosa darah. Desain penelitian ini adalah True Experiment dengan menggunakan rancangan Pre and Post Randomized Controlled Group Design. Sebanyak 25 ekor mencit jantan galur Swiss-Webster diinduksi glukosa secara oral lalu dibagi secara acak menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif diberi aquades, kontrol positif (KP) diberi Glibenklamid 0,65 mg/kgBB, kelompok perlakuan diberi infusa bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) pada dosis 350 mg/kgBB, 700 mg/kgBB dan 1050 mg/kgBB secara oral. Pengukuran kadar glukosa mencit menggunakan Easy Touch® pada menit ke 30, 60 dan 90 setelah perlakuan. Hasil diuji menggunakan Shapiro-Wilk dan uji One Way ANOVA. Diketahui seluruh kelompok perlakuan memiliki penurunan kadar glukosa darah yang bermakna dengan nilai p < 0,05. Pada semua kelompok dosis infusa bunga Rosella memiliki kemampuan yang lebih baik daripada aquades namun masih kurang efektif penurunannya bila dibandingkan dengan Glibenklamid sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian infusa kelopak bunga Rosella diketahui dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit jantan yang telah diinduksi glukosa.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132711160","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Paparan radikal bebas dari sinar UV, polusi udara, dan bahan kimia pada kosmetik dapat memicu penuaan dini. Kulit jeruk manis (Citrus sinensis L.) mengandung senyawa flavonoid dan fenol sebagai antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan untuk melawan dampak buruk radikal bebas pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit jeruk manis, memformulasikan ekstrak dalam sediaan spray gel, dan mengukur aktivitas antioksidan sediaan. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Pengukuran nilai absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang maksimum 514,6 nm. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan menghitung nilai % inhibisi, persamaan regresi linear, dan LC50 sampel ekstrak kulit jeruk manis, sediaan spray gel, dan vitamin C sebagai kontrol positif. Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan ekstrak kulit jeruk manis, sediaan spray gel, dan vitamin C memiliki IC50 berturut-turut sebesar 285 ppm, 2437 ppm, dan 0,689 ppm. Spray gel yang dihasilkan berbentuk cair agak kental, tidak terjadi pemisahan fase, homogen, memiliki waktu kering 2 menit 42 detik, dan daya sebar 5,32 cm. Uji stabilitas sediaan diperoleh nilai pH 4,5 - 6,5 yang menunjukkan bahwa sediaan stabil dan viskositas di bawah 150 cP. Ekstrak kulit jeruk manis dan sediaan spray gel ekstrak jeruk manis memiliki aktivitas antioksidan lemah dan stabilitas yang baik.
{"title":"Formulasi Sediaan Spray Gel Ekstrak Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis L.) sebagai Anti-Aging","authors":"Angelia Angelia, Gracia Rinika Putri, Amalia Shabrina, Nuraini Ekawati","doi":"10.14710/genres.v2i1.13213","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i1.13213","url":null,"abstract":"Paparan radikal bebas dari sinar UV, polusi udara, dan bahan kimia pada kosmetik dapat memicu penuaan dini. Kulit jeruk manis (Citrus sinensis L.) mengandung senyawa flavonoid dan fenol sebagai antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan untuk melawan dampak buruk radikal bebas pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit jeruk manis, memformulasikan ekstrak dalam sediaan spray gel, dan mengukur aktivitas antioksidan sediaan. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Pengukuran nilai absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang maksimum 514,6 nm. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan menghitung nilai % inhibisi, persamaan regresi linear, dan LC50 sampel ekstrak kulit jeruk manis, sediaan spray gel, dan vitamin C sebagai kontrol positif. Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan ekstrak kulit jeruk manis, sediaan spray gel, dan vitamin C memiliki IC50 berturut-turut sebesar 285 ppm, 2437 ppm, dan 0,689 ppm. Spray gel yang dihasilkan berbentuk cair agak kental, tidak terjadi pemisahan fase, homogen, memiliki waktu kering 2 menit 42 detik, dan daya sebar 5,32 cm. Uji stabilitas sediaan diperoleh nilai pH 4,5 - 6,5 yang menunjukkan bahwa sediaan stabil dan viskositas di bawah 150 cP. Ekstrak kulit jeruk manis dan sediaan spray gel ekstrak jeruk manis memiliki aktivitas antioksidan lemah dan stabilitas yang baik.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128627306","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}