Pub Date : 2023-04-05DOI: 10.14710/genres.v3i1.17362
Nabila Mufidah, E. Sunarsih, Intan Rahmania Eka Dini
Luka merupakan kondisi patologi yang terjadi pada jaringan kulit dan membran mukosa jaringan lain. Tanaman meniran mengandung senyawa yang bermanfaat sebagai obat, khususnya untuk penyembuhan luka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sayat ekstrak etanol 96% herba meniran dan mengetahui kadar ekstrak etanol 96% herba meniran yang efektif di antara kadar 3%, 6%, dan 9% (b/v) dalam penyembuhan luka sayat pada kelinci jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pengamatan selama 14 hari dengan pemberian obat 2 kali sehari. Uji statistika menggunakan uji Kruskal Wallis dan Uji Post-Hoc. Rata-rata waktu penyembuhan kelompok kontrol positif dengan ekstrak etanol 96% herba meniran kadar 3%, 6%, dan 9% tidak memiliki perbedaan signifikan karena memiliki hasil sig 1,00 (P > 0,05), sedangkan hasil rata-rata skor kriteria Nagaoka seluruh kelompok perlakuan tidak menunjukkan adanya perbedaan. Ekstrak etanol 96% herba meniran (Phyllanthus niruri L.) memiliki aktivitas penyembuhan luka sayat pada kelinci dan hasil statistika tidak menunjukkan perbedaan variasi kadar esktrak etanol 96% herba meniran untuk waktu penyembuhan dan total skor Nagaoka.
{"title":"Uji Aktivitas Penyembuhan Luka Ekstrak Etanol Herba Meniran (Phyllanthus niruri L.) pada Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus)","authors":"Nabila Mufidah, E. Sunarsih, Intan Rahmania Eka Dini","doi":"10.14710/genres.v3i1.17362","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v3i1.17362","url":null,"abstract":"Luka merupakan kondisi patologi yang terjadi pada jaringan kulit dan membran mukosa jaringan lain. Tanaman meniran mengandung senyawa yang bermanfaat sebagai obat, khususnya untuk penyembuhan luka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sayat ekstrak etanol 96% herba meniran dan mengetahui kadar ekstrak etanol 96% herba meniran yang efektif di antara kadar 3%, 6%, dan 9% (b/v) dalam penyembuhan luka sayat pada kelinci jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pengamatan selama 14 hari dengan pemberian obat 2 kali sehari. Uji statistika menggunakan uji Kruskal Wallis dan Uji Post-Hoc. Rata-rata waktu penyembuhan kelompok kontrol positif dengan ekstrak etanol 96% herba meniran kadar 3%, 6%, dan 9% tidak memiliki perbedaan signifikan karena memiliki hasil sig 1,00 (P > 0,05), sedangkan hasil rata-rata skor kriteria Nagaoka seluruh kelompok perlakuan tidak menunjukkan adanya perbedaan. Ekstrak etanol 96% herba meniran (Phyllanthus niruri L.) memiliki aktivitas penyembuhan luka sayat pada kelinci dan hasil statistika tidak menunjukkan perbedaan variasi kadar esktrak etanol 96% herba meniran untuk waktu penyembuhan dan total skor Nagaoka.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"156 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129192614","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-05DOI: 10.14710/genres.v3i1.17272
Darsih Sarastri, Evieta Rohana, I. Saraswati
Tanaman herbal jahe (Zingiber officinale) dan daun jeruk purut (Citrus hystrix) memiliki kandungan senyawa antioksidan berupa flavonoid, fenol, dan terpenoid. Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan (efek dan nilai aktivitas antioksidan terkuat) dari kombinasi jahe dan daun jeruk purut. Penelitian meliputi determinasi, pembuatan, dan karakterisasi simplisia, ekstraksi etanol 96% (1 : 10) metode ultrasonik, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH pada ekstrak tunggal jahe dan daun jeruk purut serta kombinasi ekstrak dengan perbandingan (3 : 1), (1 : 1), dan (1 : 3). Hasil yang diperoleh pada kombinasi ekstrak jahe dan daun jeruk purut (1 : 1) menunjukkan efek sinergis (nilai CI 0,695) dengan nilai IC50 72,703 ± 0,195 ppm. Kombinasi ekstrak jahe dan daun jeruk purut (3 : 1) menghasilkan efek adisi (nilai CI 0,958) dengan nilai IC50 69,545 ± 0,167 ppm yang merupakan aktivitas antioksidan terkuat dibandingkan kombinasi lain. Kombinasi ekstrak jahe dan daun jeruk purut (1 : 3) menghasilkan efek adisi (nilai CI 0,919) dengan nilai IC50 107,030 ± 0,123 ppm.
{"title":"Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Jahe (Zingiber officinale Roscoe.) dan Daun Jeruk Purut (Citrus hystric Dc.)","authors":"Darsih Sarastri, Evieta Rohana, I. Saraswati","doi":"10.14710/genres.v3i1.17272","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v3i1.17272","url":null,"abstract":"Tanaman herbal jahe (Zingiber officinale) dan daun jeruk purut (Citrus hystrix) memiliki kandungan senyawa antioksidan berupa flavonoid, fenol, dan terpenoid. Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan (efek dan nilai aktivitas antioksidan terkuat) dari kombinasi jahe dan daun jeruk purut. Penelitian meliputi determinasi, pembuatan, dan karakterisasi simplisia, ekstraksi etanol 96% (1 : 10) metode ultrasonik, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH pada ekstrak tunggal jahe dan daun jeruk purut serta kombinasi ekstrak dengan perbandingan (3 : 1), (1 : 1), dan (1 : 3). Hasil yang diperoleh pada kombinasi ekstrak jahe dan daun jeruk purut (1 : 1) menunjukkan efek sinergis (nilai CI 0,695) dengan nilai IC50 72,703 ± 0,195 ppm. Kombinasi ekstrak jahe dan daun jeruk purut (3 : 1) menghasilkan efek adisi (nilai CI 0,958) dengan nilai IC50 69,545 ± 0,167 ppm yang merupakan aktivitas antioksidan terkuat dibandingkan kombinasi lain. Kombinasi ekstrak jahe dan daun jeruk purut (1 : 3) menghasilkan efek adisi (nilai CI 0,919) dengan nilai IC50 107,030 ± 0,123 ppm.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122047472","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-05DOI: 10.14710/genres.v3i1.17210
Annastasia Gabriella Francie Momuat, Eva Annisaa'
Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah abnormalitas struktur atau fungsi ginjal yang ditandai dengan nilai GFR (Glomerular Filtration Rate) < 60 mL/menit/1,73 m2 selama > 3 bulan. Salah satu faktor risiko dari PGK adalah hipertensi. Golongan antihipertensi yang direkomendasikan pada pasien PGK salah satunya adalah Angiotensin II Receptor Blocker (ARB). Hipertensi dapat memperburuk fungsi ginjal, sebaliknya penurunan fungsi ginjal dapat memperburuk hipertensi. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol tekanan darah pasien PGK menggunakan antihipertensi dengan penggunaan yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antihipertensi golongan ARB pada pasien PGK di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel yang diteliti adalah 80 pasien PGK yang menggunakan golongan ARB dan dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis yang dianalisis rasionalitasnya berdasarkan kriteria tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah 80 pasien dinyatakan tepat indikasi (100%), 80 pasien dinyatakan tepat pasien (100%), 74 pasien dinyatakan tepat obat (92,5%), dan 80 pasien dinyatakan tepat dosis (100%). Oleh karena itu, rasionalitas penggunaan antihipertensi golongan ARB berdasarkan empat kriteria tersebut sudah cukup baik, yaitu sebesar 92,5%.
{"title":"Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antihipertensi Golongan Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis","authors":"Annastasia Gabriella Francie Momuat, Eva Annisaa'","doi":"10.14710/genres.v3i1.17210","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v3i1.17210","url":null,"abstract":"Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah abnormalitas struktur atau fungsi ginjal yang ditandai dengan nilai GFR (Glomerular Filtration Rate) < 60 mL/menit/1,73 m2 selama > 3 bulan. Salah satu faktor risiko dari PGK adalah hipertensi. Golongan antihipertensi yang direkomendasikan pada pasien PGK salah satunya adalah Angiotensin II Receptor Blocker (ARB). Hipertensi dapat memperburuk fungsi ginjal, sebaliknya penurunan fungsi ginjal dapat memperburuk hipertensi. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol tekanan darah pasien PGK menggunakan antihipertensi dengan penggunaan yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antihipertensi golongan ARB pada pasien PGK di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel yang diteliti adalah 80 pasien PGK yang menggunakan golongan ARB dan dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis yang dianalisis rasionalitasnya berdasarkan kriteria tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah 80 pasien dinyatakan tepat indikasi (100%), 80 pasien dinyatakan tepat pasien (100%), 74 pasien dinyatakan tepat obat (92,5%), dan 80 pasien dinyatakan tepat dosis (100%). Oleh karena itu, rasionalitas penggunaan antihipertensi golongan ARB berdasarkan empat kriteria tersebut sudah cukup baik, yaitu sebesar 92,5%.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128820952","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pada tahun 2020, kanker menjadi penyebab kematian utama di dunia dan dalam kurung 5 tahun prevalensi kanker mengalami peningkatan di Indonesia. Kekurangan dari terapi kanker yaitu kurangnya selektif dalam mematikan sel kanker, sehingga dapat mematikan sel sehat maka dari itu pasien dapat merasakan efek samping yang cukup signifikan. Oleh karena itu, telah diteliti pencarian terapi alternatif dari daun pepaya. Tujuan dari artikel ini adalah mengetahui potensi daun pepaya sebagai antikanker. Artikel ilmiah yang dipublikasi 2010 – 2021 dari 2 database (Scopus dan PubMed) ditelaah dan didapatkan 38 artikel. Daun pepaya diketahui mengandung kandungan senyawa flavonoid, fenolat, steroid, alkaloid, terpenoid, fenolat, karotenoid, tannin, saponin, asam lemak, glikosida, glikosinalat, dan klorofil. Daun pepaya juga diketahui memiliki aktivitas antikanker terhadap kanker kulit, payudara, hepar, paru, pankreas, serviks, prostat, ovarium, mesothelioma, dan darah. Aktivitas antikanker daun pepaya dipengaruhi oleh karakteristik sel dan sampel uji. Pemilihan sel uji memengaruhi pengujian antiproliferasi, yaitu dengan doubling time yang singkat maka potensi antiproliferasi lebih tinggi. Kandungan senyawa pada daun pepaya memengaruhi aktivitas antikanker, dan perolehannya sangat berhubungan dengan pemilihan pelarut dan teknik ekstraksi yang tepat. Sistem penghantaran sampel dengan nanopartikel yang diformulasikan dengan daun pepaya juga membantu meningkatkan bioavaibilitas dari ekstrak daun pepaya, sehingga potensi antikanker meningkat.
{"title":"Review Artikel : Potensi Daun Pepaya (Carica papaya L.) sebagai Antikanker","authors":"Aisyah Muthiah Rahmawati, Khairul Anam, Widyandani Sasikirana","doi":"10.14710/genres.v3i1.17197","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v3i1.17197","url":null,"abstract":"Pada tahun 2020, kanker menjadi penyebab kematian utama di dunia dan dalam kurung 5 tahun prevalensi kanker mengalami peningkatan di Indonesia. Kekurangan dari terapi kanker yaitu kurangnya selektif dalam mematikan sel kanker, sehingga dapat mematikan sel sehat maka dari itu pasien dapat merasakan efek samping yang cukup signifikan. Oleh karena itu, telah diteliti pencarian terapi alternatif dari daun pepaya. Tujuan dari artikel ini adalah mengetahui potensi daun pepaya sebagai antikanker. Artikel ilmiah yang dipublikasi 2010 – 2021 dari 2 database (Scopus dan PubMed) ditelaah dan didapatkan 38 artikel. Daun pepaya diketahui mengandung kandungan senyawa flavonoid, fenolat, steroid, alkaloid, terpenoid, fenolat, karotenoid, tannin, saponin, asam lemak, glikosida, glikosinalat, dan klorofil. Daun pepaya juga diketahui memiliki aktivitas antikanker terhadap kanker kulit, payudara, hepar, paru, pankreas, serviks, prostat, ovarium, mesothelioma, dan darah. Aktivitas antikanker daun pepaya dipengaruhi oleh karakteristik sel dan sampel uji. Pemilihan sel uji memengaruhi pengujian antiproliferasi, yaitu dengan doubling time yang singkat maka potensi antiproliferasi lebih tinggi. Kandungan senyawa pada daun pepaya memengaruhi aktivitas antikanker, dan perolehannya sangat berhubungan dengan pemilihan pelarut dan teknik ekstraksi yang tepat. Sistem penghantaran sampel dengan nanopartikel yang diformulasikan dengan daun pepaya juga membantu meningkatkan bioavaibilitas dari ekstrak daun pepaya, sehingga potensi antikanker meningkat.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121354284","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-01DOI: 10.14710/genres.v3i1.17946
R. Ramadhani, Ragil Setia Dianingati, Eva Annisaa'
Faktor risiko utama penyakit kardiovaskular adalah hipertensi. Keberhasilan pengobatan pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedaton dan Puskesmas Segala Mider Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien hipertensi di Puskesmas Kedaton dan Puskesmas Segala Mider Kota Bandar Lampung pada Januari-Maret 2022. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan dukungan keluarga. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-square. Hasilianalisis menunjukkan tingkat pengetahuan mayoritas sampel memiliki pengetahuan baik (36%) dan dukungan keluarga yang baik (36%). Tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedaton dan Puskesmas Segala Mider Kota Bandar Lampung tergolong baik.
{"title":"Analisis Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Pasien Hipertensi di Puskesmas Kedaton dan Puskesmas Segala Mider Kota Bandar Lampung","authors":"R. Ramadhani, Ragil Setia Dianingati, Eva Annisaa'","doi":"10.14710/genres.v3i1.17946","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v3i1.17946","url":null,"abstract":"Faktor risiko utama penyakit kardiovaskular adalah hipertensi. Keberhasilan pengobatan pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedaton dan Puskesmas Segala Mider Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien hipertensi di Puskesmas Kedaton dan Puskesmas Segala Mider Kota Bandar Lampung pada Januari-Maret 2022. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan dukungan keluarga. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-square. Hasilianalisis menunjukkan tingkat pengetahuan mayoritas sampel memiliki pengetahuan baik (36%) dan dukungan keluarga yang baik (36%). Tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedaton dan Puskesmas Segala Mider Kota Bandar Lampung tergolong baik.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"61 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131606817","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-03-30DOI: 10.14710/genres.v3i1.17413
Sri Kris Mulyaningrum, I. Saraswati, Widyandani Sasikirana
Neotam merupakan pemanis sintesis derivat aspartam yang baru muncul di pasaran pada tahun 2002 dan biasa ditambahkan pada produk pangan. Analisis kandungan neotam merupakan hal yang penting dilakukan untuk menjamin kualitas dan keamanan produk pangan. Tujuan review ini yaitu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan tiap metode analisis neotam dalam sampel makanan dan minuman, serta mengetahui metode yang dapat menghasilkan nilai-nilai validasi paling baik pada analisis kandungan neotam dalam sampel makanan dan minuman. Dalam penelitian ini dilakukan narrative review metode analisis neotam untuk menyajikan rangkuman data secara naratif. Pencarian artikel penelitian dilakukan dengan menggunakan lima jenis database, yaitu Science direct, SpringerLink, Google Scholar, PubMed, dan Scopus. Artikel yang didapat dari ketiga database diseleksi menggunakan aplikasi Mendeley. Hasil pencarian literatur ditemukan 23 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Pengembangan metode analisis neotam dalam sampel makanan dan minuman di antaranya yaitu metode kromatografi cair dengan instrumen HPLC dan UHPLC, metode Capillary Zone Electrophoresis, serta metode spektrofotometri UV-Vis. Metode analisis neotam terbaik dapat dilihat dari berbagai aspek. Berdasarkan aspek kualitas metode, meliputi nilai-nilai validasi, metode analisis neotam terbaik yaitu metode kromatografi cair dengan instrumen UHPLC-MS.
{"title":"Narrative Review : Metode Analisis Neotam pada Makanan dan Minuman","authors":"Sri Kris Mulyaningrum, I. Saraswati, Widyandani Sasikirana","doi":"10.14710/genres.v3i1.17413","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v3i1.17413","url":null,"abstract":"Neotam merupakan pemanis sintesis derivat aspartam yang baru muncul di pasaran pada tahun 2002 dan biasa ditambahkan pada produk pangan. Analisis kandungan neotam merupakan hal yang penting dilakukan untuk menjamin kualitas dan keamanan produk pangan. Tujuan review ini yaitu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan tiap metode analisis neotam dalam sampel makanan dan minuman, serta mengetahui metode yang dapat menghasilkan nilai-nilai validasi paling baik pada analisis kandungan neotam dalam sampel makanan dan minuman. Dalam penelitian ini dilakukan narrative review metode analisis neotam untuk menyajikan rangkuman data secara naratif. Pencarian artikel penelitian dilakukan dengan menggunakan lima jenis database, yaitu Science direct, SpringerLink, Google Scholar, PubMed, dan Scopus. Artikel yang didapat dari ketiga database diseleksi menggunakan aplikasi Mendeley. Hasil pencarian literatur ditemukan 23 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Pengembangan metode analisis neotam dalam sampel makanan dan minuman di antaranya yaitu metode kromatografi cair dengan instrumen HPLC dan UHPLC, metode Capillary Zone Electrophoresis, serta metode spektrofotometri UV-Vis. Metode analisis neotam terbaik dapat dilihat dari berbagai aspek. Berdasarkan aspek kualitas metode, meliputi nilai-nilai validasi, metode analisis neotam terbaik yaitu metode kromatografi cair dengan instrumen UHPLC-MS.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114455784","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-17DOI: 10.14710/genres.v2i2.15796
Rania Fathiya Fadilla, Anggi Gayatri
Pandemi COVID-19 telah mengubah pola hidup masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Hal ini menyebabkan peningkatan perilaku swamedikasi. Perilaku ini dapat dilakukan oleh orang tua kepada anak, khususnya pada gejala ringan. Namun, dibutuhkan pengetahuan yang baik untuk melakukan swamedikasi dengan tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola swamedikasi demam anak dengan pengetahuan orang tua. Penelitian ini merupakan jenis cross-sectional secara deskriptif dan analitik. Populasinya merupakan orang tua dengan anak usia di bawah 17 tahun dalam satu sahun terakhir yang berdomisili di DKI Jakarta dan didapat 150 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online dan analisis data menggunakan chi-square. Berdasarkan analisis, diperoleh hasil antara hubungan pengetahuan-ketepatan obat (p = 0,513), pengetahuan-ketepatan dosis (p = 0,363), dan pengetahuan-ketepatan lama penggunaan (p = 1,000). Faktor-faktor yang bermakna pada hubungan dengan variabel yang diteliti adalah pengalaman pribadi-pemilihan obat (p = 0,033) dan jenis kelamin-dosis (p = 0,012). Prevalensi swamedikasi gejala demam anak pada masa pandemi COVID-19 di wilayah DKI Jakarta sebesar 86,7%. Didapat kesimpulan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan orang tua dengan pola swamedikasi. Sebagian besar orang tua di DKI Jakarta memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan pola swamedikasi dalam pemilihan obat dan lama penggunaan yang sudah tepat, namun kurang tepat pada pemilihan dosis.
{"title":"Pengetahuan Orang Tua dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dengan Pola Swamedikasi Demam pada Anak di DKI Jakarta","authors":"Rania Fathiya Fadilla, Anggi Gayatri","doi":"10.14710/genres.v2i2.15796","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i2.15796","url":null,"abstract":"Pandemi COVID-19 telah mengubah pola hidup masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Hal ini menyebabkan peningkatan perilaku swamedikasi. Perilaku ini dapat dilakukan oleh orang tua kepada anak, khususnya pada gejala ringan. Namun, dibutuhkan pengetahuan yang baik untuk melakukan swamedikasi dengan tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola swamedikasi demam anak dengan pengetahuan orang tua. Penelitian ini merupakan jenis cross-sectional secara deskriptif dan analitik. Populasinya merupakan orang tua dengan anak usia di bawah 17 tahun dalam satu sahun terakhir yang berdomisili di DKI Jakarta dan didapat 150 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online dan analisis data menggunakan chi-square. Berdasarkan analisis, diperoleh hasil antara hubungan pengetahuan-ketepatan obat (p = 0,513), pengetahuan-ketepatan dosis (p = 0,363), dan pengetahuan-ketepatan lama penggunaan (p = 1,000). Faktor-faktor yang bermakna pada hubungan dengan variabel yang diteliti adalah pengalaman pribadi-pemilihan obat (p = 0,033) dan jenis kelamin-dosis (p = 0,012). Prevalensi swamedikasi gejala demam anak pada masa pandemi COVID-19 di wilayah DKI Jakarta sebesar 86,7%. Didapat kesimpulan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan orang tua dengan pola swamedikasi. Sebagian besar orang tua di DKI Jakarta memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan pola swamedikasi dalam pemilihan obat dan lama penggunaan yang sudah tepat, namun kurang tepat pada pemilihan dosis. ","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132784653","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-17DOI: 10.14710/genres.v2i2.15730
Sulvia Sisyeni, Hardian Hardian
Prevalensi gangguan psiko-afektif yang ditandai dengan gejala depresi dan kecemasan pada mereka yang berusia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 6,1 dari total penduduk Indonesia. Salah satu pedoman untuk mengevaluasi penggunaan obat yang rasional adalah indeks Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perlakuan yang tidak tepat dapat merugikan masyarakat, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penelitian tentang pola peresepan obat untuk pasien rawat jalan di poli jiwa Rumah Sakit Breves selama periode Januari hingga Desember 2019. Rumah Sakit periode Januari -Desember 2019 menurut indikator WHO 1993. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berupa grafik rawat jalan dan data resep dari poliklinik jiwa RS Breves, data periode Januari-Desember 2019. Pengambilan sampel untuk penelitian ini menggunakan metode systematic random sampling sebanyak 600 sampel. Analisis menunjukkan rata-rata jumlah entri obat per resep 2,47; resep nama generik 95,56%; resep antibiotik 0%; penggunaan injeksi 0; kecukupan resep formulir rumah sakit 95,49%.
{"title":"Pola Peresepan Obat pada Pasien Rawat Jalan Poli Jiwa di RSUD Brebes","authors":"Sulvia Sisyeni, Hardian Hardian","doi":"10.14710/genres.v2i2.15730","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i2.15730","url":null,"abstract":"Prevalensi gangguan psiko-afektif yang ditandai dengan gejala depresi dan kecemasan pada mereka yang berusia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 6,1 dari total penduduk Indonesia. Salah satu pedoman untuk mengevaluasi penggunaan obat yang rasional adalah indeks Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perlakuan yang tidak tepat dapat merugikan masyarakat, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penelitian tentang pola peresepan obat untuk pasien rawat jalan di poli jiwa Rumah Sakit Breves selama periode Januari hingga Desember 2019. Rumah Sakit periode Januari -Desember 2019 menurut indikator WHO 1993. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berupa grafik rawat jalan dan data resep dari poliklinik jiwa RS Breves, data periode Januari-Desember 2019. Pengambilan sampel untuk penelitian ini menggunakan metode systematic random sampling sebanyak 600 sampel. Analisis menunjukkan rata-rata jumlah entri obat per resep 2,47; resep nama generik 95,56%; resep antibiotik 0%; penggunaan injeksi 0; kecukupan resep formulir rumah sakit 95,49%.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126687125","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kuersetin merupakan senyawa flavonoid yang melimpah di alam. Kuersetin memiliki aktivitas anti kanker sehingga dapat digunakan sebagai alternatif terapi kanker termasuk kanker payudara. Perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai potensinya dalam menghambat sel kanker payudara. Tujuan dari kajian sistematik ini adalah untuk mengetahui aktivitas kuersetin sebagai inhibitor kanker payudara secara in vitro. Pencarian dilakukan dari dua database yaitu PubMed dan Springer. Literatur yang digunakan adalah literatur yang diterbitkan pada lima tahun terakhir dan memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan. Terdapat 10 jurnal yang relevan terhadap tujuan kajian sistematik ini. Sebanyak tujuh penelitian menggunakan jenis sel kanker payudara MCF-7 dan tiga penelitian menggunakan jenis sel kanker payudara MDA-MB. Penelitian tersebut menunjukkan hasil IC50yang beragam dari uji DPPH dan MTT, tetapi aktivitas antioksidan ataupun sitotoksik dari penelitian-penelitian tersebut termasuk kuat. Kuersetin memiliki aktivitas induksi kematian sel kanker payudara dengan tingkat selektivitas yang tinggi. Perbedaan preparasi kuersetin dapat mempengaruhi efek anti kanker payudara terhadap sel MCF-7 dan MDA-MB.
{"title":"Kajian Sistematik: Aktivitas Kuersetin sebagai Inhibitor Kanker Payudara secara In Vitro","authors":"Nadhira Dzaky Naushafira, Hanuna Hanuna, Monika Kumala Dewi, Wong Vivian Nathania Selius","doi":"10.14710/genres.v2i2.15774","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i2.15774","url":null,"abstract":"Kuersetin merupakan senyawa flavonoid yang melimpah di alam. Kuersetin memiliki aktivitas anti kanker sehingga dapat digunakan sebagai alternatif terapi kanker termasuk kanker payudara. Perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai potensinya dalam menghambat sel kanker payudara. Tujuan dari kajian sistematik ini adalah untuk mengetahui aktivitas kuersetin sebagai inhibitor kanker payudara secara in vitro. Pencarian dilakukan dari dua database yaitu PubMed dan Springer. Literatur yang digunakan adalah literatur yang diterbitkan pada lima tahun terakhir dan memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan. Terdapat 10 jurnal yang relevan terhadap tujuan kajian sistematik ini. Sebanyak tujuh penelitian menggunakan jenis sel kanker payudara MCF-7 dan tiga penelitian menggunakan jenis sel kanker payudara MDA-MB. Penelitian tersebut menunjukkan hasil IC50yang beragam dari uji DPPH dan MTT, tetapi aktivitas antioksidan ataupun sitotoksik dari penelitian-penelitian tersebut termasuk kuat. Kuersetin memiliki aktivitas induksi kematian sel kanker payudara dengan tingkat selektivitas yang tinggi. Perbedaan preparasi kuersetin dapat mempengaruhi efek anti kanker payudara terhadap sel MCF-7 dan MDA-MB.","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115547402","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-16DOI: 10.14710/genres.v2i2.15729
Alisa Qurrota A'yuna, Eva Annisaa', Ragil Setia Dianingati
COVID-19 yang telah resmi ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi global, membuat masyarakat Indonesia cemas dan mulai mengonsumsi suplemen untuk menjaga imunitas tubuh. Suplemen vitamin yang paling banyak dikonsumsi yakni suplemen vitamin C. Suplemen ini banyak diminati masyarakat tanpa mengetahui efek sampingnya jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat mengenai khasiat dan efek samping suplemen vitamin C, mengetahui perilaku masyarakat dalam menggunakan suplemen vitamin C selama pandemi COVID-19, serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan suplemen vitamin C pada masyarakat saat pandemi COVID-19 di Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 114 orang dan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan yang tergolong baik yaitu sebanyak 44%, cukup sebanyak 32%, serta kurang sebanyak 24%. Adapun perilaku masyarakat yang tergolong baik sebanyak 36%, cukup sebanyak 32%, dan kurang sebanyak 32%. Seluruh karakteristik sampel memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan suplemen vitamin C (p = 0,000).
{"title":"Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Penggunaan Suplemen Vitamin C pada Masyarakat saat Pandemi Covid-19: di Daerah Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan","authors":"Alisa Qurrota A'yuna, Eva Annisaa', Ragil Setia Dianingati","doi":"10.14710/genres.v2i2.15729","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/genres.v2i2.15729","url":null,"abstract":"COVID-19 yang telah resmi ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi global, membuat masyarakat Indonesia cemas dan mulai mengonsumsi suplemen untuk menjaga imunitas tubuh. Suplemen vitamin yang paling banyak dikonsumsi yakni suplemen vitamin C. Suplemen ini banyak diminati masyarakat tanpa mengetahui efek sampingnya jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat mengenai khasiat dan efek samping suplemen vitamin C, mengetahui perilaku masyarakat dalam menggunakan suplemen vitamin C selama pandemi COVID-19, serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan suplemen vitamin C pada masyarakat saat pandemi COVID-19 di Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 114 orang dan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan yang tergolong baik yaitu sebanyak 44%, cukup sebanyak 32%, serta kurang sebanyak 24%. Adapun perilaku masyarakat yang tergolong baik sebanyak 36%, cukup sebanyak 32%, dan kurang sebanyak 32%. Seluruh karakteristik sampel memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan suplemen vitamin C (p = 0,000).","PeriodicalId":362285,"journal":{"name":"Generics: Journal of Research in Pharmacy","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128662026","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}