首页 > 最新文献

Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]最新文献

英文 中文
Fenomena Perilaku Bullying pada Remaja di Yogyakarta 日惹青少年欺凌行为现象
Pub Date : 2018-10-01 DOI: 10.31000/jiki.v2i1.831
Ema Waliyanti, Farhah Kamilah, Retha Rizky Fitriansyah
Latar Belakang: Perilaku bullying yang dilakukan oleh remaja di Indonesia masih menjadisalah satu masalah yang belum teratasi. Tingginya angka kejadian bullying pada remaja memberikan dampak negatif bagi remaja seperti gangguan konsentrasi belajar, penurunan prestasi akademik, harga diri rendah, depresi, bahkan sampai keinginan remaja untuk bunuh diri.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku bullying pada remaja di Yogyakarta.Metodologi: Penelitianan ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Partisipan dalam penelitian berjumalah 14 orang yang terdiri dari orang tua, remaja, dan guru yang ditentukan dengan purposive sampling. Keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi metode, sumber, dan peer debriefing. Analisis data menggunakan open code 4.02.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa jenis bullying yang dilakukan remaja di Yogyakarta diantaranya bullying verbal seperti mengejek dan memberikan julukan tidak baik kepada teman. Bullying fisik seperti memukul, menendang, menjambak dan mencubit, kemudian ada juga bullying relasional seperti mengucilkan, mengintimidasi, dan mempermalukan teman di sekolah, serta cyberbullying seperti berkomentar kasar pada media sosial, mengupload foto, dan mengupdate instastory. Perilaku bullying pada remaja tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ajakan teman, keadaan lingkungan di sekitar remaja, riwayat bullying, pengaruh media elektronik dan karakter sasaran serta pelaku bullying.Kesimpulan: Perilaku bullying pada remaja memberikan dampak negatif baik pada pelaku maupun korbannya sehingga membutuhkan perhatian lebih baik bagi pemerintah, sekolah maupun orang tua. Dalam penelitian ini menemukan berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku bullying pada remaja, namun belum bisa mengetahui faktor apa yang paling dominan sehingga diperlukan penelitian dengan menggunakan metode lain untuk mengindentifikasi hal tersebut.Kata Kunci: Perilaku Bullying, Remaja, Yogyakarta
背景:青少年在印尼的欺凌行为仍然是一个悬而未决的问题。青少年欺凌事件的高发病率对青少年有负面影响,如学习注意力障碍、学业成绩下降、自尊低、抑郁,甚至青少年想自杀。研究目的:本研究旨在确定日惹青少年欺凌行为。方法学:这项研究采用了定性的现象学方法。数据检索需要深入采访和观察。研究对象为14人,包括父母、青少年和教师,他们是由采样目的决定的。数据的有效性是使用方法、来源和同伴解析来进行的。使用open code 4.02进行数据分析。结果:研究表明,日惹的青少年有几种类型的欺凌行为,其中包括辱骂、嘲弄和给朋友起不好的绰号等口头欺凌。身体上的欺凌,如打、踢、拉、拉和掐,然后是关系欺凌,如排斥、恐吓和羞辱学校的朋友,以及网络欺凌,如对社交媒体发表严厉评论、上传照片和更新故事。欺负青少年的行为受到诸如朋友的邀请、青少年周围的环境状况、欺凌事件历史、电子媒体和欺凌目标人物和犯罪者等因素的影响。结论:欺凌行为对青少年及其受害者都有负面影响,因此需要更好地照顾政府、学校和父母。本研究发现了影响青少年欺凌行为的各种因素,但还不知道是什么因素导致了研究使用其他方法来识别欺凌行为。关键词:欺凌行为、青少年行为、日惹
{"title":"Fenomena Perilaku Bullying pada Remaja di Yogyakarta","authors":"Ema Waliyanti, Farhah Kamilah, Retha Rizky Fitriansyah","doi":"10.31000/jiki.v2i1.831","DOIUrl":"https://doi.org/10.31000/jiki.v2i1.831","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Perilaku bullying yang dilakukan oleh remaja di Indonesia masih menjadisalah satu masalah yang belum teratasi. Tingginya angka kejadian bullying pada remaja memberikan dampak negatif bagi remaja seperti gangguan konsentrasi belajar, penurunan prestasi akademik, harga diri rendah, depresi, bahkan sampai keinginan remaja untuk bunuh diri.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku bullying pada remaja di Yogyakarta.Metodologi: Penelitianan ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Partisipan dalam penelitian berjumalah 14 orang yang terdiri dari orang tua, remaja, dan guru yang ditentukan dengan purposive sampling. Keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi metode, sumber, dan peer debriefing. Analisis data menggunakan open code 4.02.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa jenis bullying yang dilakukan remaja di Yogyakarta diantaranya bullying verbal seperti mengejek dan memberikan julukan tidak baik kepada teman. Bullying fisik seperti memukul, menendang, menjambak dan mencubit, kemudian ada juga bullying relasional seperti mengucilkan, mengintimidasi, dan mempermalukan teman di sekolah, serta cyberbullying seperti berkomentar kasar pada media sosial, mengupload foto, dan mengupdate instastory. Perilaku bullying pada remaja tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ajakan teman, keadaan lingkungan di sekitar remaja, riwayat bullying, pengaruh media elektronik dan karakter sasaran serta pelaku bullying.Kesimpulan: Perilaku bullying pada remaja memberikan dampak negatif baik pada pelaku maupun korbannya sehingga membutuhkan perhatian lebih baik bagi pemerintah, sekolah maupun orang tua. Dalam penelitian ini menemukan berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku bullying pada remaja, namun belum bisa mengetahui faktor apa yang paling dominan sehingga diperlukan penelitian dengan menggunakan metode lain untuk mengindentifikasi hal tersebut.Kata Kunci: Perilaku Bullying, Remaja, Yogyakarta","PeriodicalId":404554,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124833981","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 9
Hubungan antara Status Nutrisi dan Penggunaan Alat Bantu Nafas pada Pasien di ICU 营养状况与重症监护室患者使用呼吸器之间的关系
Pub Date : 2018-10-01 DOI: 10.31000/JIKI.V2I1.206
Hellena Deli, T. A. Rasyid, Muhammad Refki
Pendahuluan: Status nutrisi dapat mempengaruhi fungsi paru. Malnutrisi merupakan salah satu prediktor negatif terhadap fungsi paru yang dapat menimbulkan kegagalan pada fungsi pernapasan, sehingga dibutuhkan suatu pemantauan status nutrisi sehingga tidak terjadi kegagalan pernafasan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status nutrisi dengan penggunaan alat bantu pernapasan pada pasien di intensive care unit (ICU).Metodologi: Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cohort study. Penelitian ini dilakukan pada 22 orang responden yang dirawat di ICU RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah chi square untuk melihat hubungan antara status nutrisi dengan penggunaan alat bantu pernapasan pada pasien di ICU.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan mayoritas responden yang dirawat di ICU RSUD Arifin Achmad berjenis kelamin laki-laki sebanyak 13 orang (59.1%), mayoritas responden berada pada rentang usia lansia sebanyak 10 orang (45,5%), dengan mayoritas responden menderita stroke sebanyak 10 orang (45,5%), mayoritas responden mengalami malnutrisi sebanyak 14 orang (63,4%), dan mayoritas responden tidak terventilator sebanyak 12 orang (54,5%). Hasil analisis Chi square didapatkan bahwa terdapat hubungan antara status nutrisi dengan penggunaan alat bantu pernapasan pada pasien di ICU dengan ρ value 0,02 (p-value <0,05).Kesimpulan:Status nutrisi memiliki hubungan yang signifikan terhadap penggunaan ventilator pada pasien yang dirawat di ICU RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.Kata kunci: Gagal nafas, intensive care unit, malnutrisi, status nutrisi, ventilator
引言:营养状况会影响肺功能。营养不良是肺部功能的消极预测因素之一,可能会导致呼吸系统衰竭,因此需要监测营养状况,这样就不会呼吸衰竭。目的:本研究旨在确定营养状况与重症监护病房患者使用呼吸器官之间的关系。方法论:在这项研究中使用的设计是对cohort研究方法的分析观察。这项研究针对在RSUD Arifin Achmad Pekanbaru重症监护室接受治疗的22名受访者进行了调查。本研究使用的数据分析是单变量和双变量分析。本研究中使用的统计数据测试显示,营养状况与重症监护室患者使用呼吸器之间的关系。结果:基于这一研究结果得到了多数受访者在重症监护室接受治疗的县Arifin Achmad性别男孩多达13人死亡(59 . 1%),但大多数受访者在年龄段老年人(45,5%)人数为10万人,占多数的受访者中风(45,5%人数为10万人),但大多数受访者遭受营养不良人数为14万人(63,4%),绝大多数受访者没有terventilator多达12人(54,5%)。Chi广场分析得到了有营养状况之间的关系,与使用呼吸器在重症监护室的病人身上ρ价值0.005 (p-value < 0。05)。结论:营养状况与重症监护室住院病人使用呼吸机有显著关系。关键词:呼吸衰竭、重症监护单位、营养不良、营养状况、呼吸机
{"title":"Hubungan antara Status Nutrisi dan Penggunaan Alat Bantu Nafas pada Pasien di ICU","authors":"Hellena Deli, T. A. Rasyid, Muhammad Refki","doi":"10.31000/JIKI.V2I1.206","DOIUrl":"https://doi.org/10.31000/JIKI.V2I1.206","url":null,"abstract":"Pendahuluan: Status nutrisi dapat mempengaruhi fungsi paru. Malnutrisi merupakan salah satu prediktor negatif terhadap fungsi paru yang dapat menimbulkan kegagalan pada fungsi pernapasan, sehingga dibutuhkan suatu pemantauan status nutrisi sehingga tidak terjadi kegagalan pernafasan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status nutrisi dengan penggunaan alat bantu pernapasan pada pasien di intensive care unit (ICU).Metodologi: Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cohort study. Penelitian ini dilakukan pada 22 orang responden yang dirawat di ICU RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah chi square untuk melihat hubungan antara status nutrisi dengan penggunaan alat bantu pernapasan pada pasien di ICU.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan mayoritas responden yang dirawat di ICU RSUD Arifin Achmad berjenis kelamin laki-laki sebanyak 13 orang (59.1%), mayoritas responden berada pada rentang usia lansia sebanyak 10 orang (45,5%), dengan mayoritas responden menderita stroke sebanyak 10 orang (45,5%), mayoritas responden mengalami malnutrisi sebanyak 14 orang (63,4%), dan mayoritas responden tidak terventilator sebanyak 12 orang (54,5%). Hasil analisis Chi square didapatkan bahwa terdapat hubungan antara status nutrisi dengan penggunaan alat bantu pernapasan pada pasien di ICU dengan ρ value 0,02 (p-value <0,05).Kesimpulan:Status nutrisi memiliki hubungan yang signifikan terhadap penggunaan ventilator pada pasien yang dirawat di ICU RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.Kata kunci: Gagal nafas, intensive care unit, malnutrisi, status nutrisi, ventilator","PeriodicalId":404554,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]","volume":"103 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127163921","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Gambaran Pengetahuan Perawatan Organ Reproduksi pada Remaja di Panti Asuhan 孤儿院青少年生殖器官护理知识简介
Pub Date : 2018-10-01 DOI: 10.31000/jiki.v2i1.888
Eriana Try Anggraeni, A. Kurnia, Ririn Harini
Latar belakang: Pengetahuan perawatan kesehatan organ reproduksi sangat penting untuk remaja terutama remaja putri, karena pada saat usia remaja terjadi perkembangan yang sangat dinamis baik secara biologi maupun psikologi. Fenomena yang terjadi saat ini tentang bagaimana merawat organ reproduksi pada remaja usia 12-20 tahun dengan benar masih sangatlah kurang, itu terbukti dari hasil survey terdapat 25% remaja di panti asuhan mengalami masalah kesehatan reproduksi karena kurangnya pengetahuan, dan perilaku remaja yang buruk.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui bagaimana gambaran  pengetahuan perawatan organ reproduksi pada remaja.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini di lakukan pada bulan Juni 2018. Subyek dalam penelitian ini adalah 37 responden. Tehnik sampling menggunakan purposive sampling.Hasil penelitian: di dapatkan hasil dari 37 responden dengan usia 12-15 tahun memiliki pengetahuan cukup sebanyak 16 orang (43,24%), sedangkan responden dengan usia 16-18 tahun memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 orang (18,91%).Simpulan: Semakin baik pengetahuan yang dimiliki oleh remaja tentang perawatan organ reproduksi maka tindakan pencegahan penyakit juga akan semakin baik, sebaliknya jika remaja memiliki pengetahuan buruk tentang perawatan organ reproduksi maka tindakan pencegahan penyakit juga berlangsung buruk.
背景:生殖器官保健知识对年轻女性尤其重要,因为在青春期,生物和心理上都有非常动态的发展。最近发生的关于如何正确照顾12-20岁青少年的生殖器官的现象被大大低估了,调查显示,25%的儿童因为缺乏知识和青少年的不良行为而出现生殖健康问题。研究目的:了解青少年的生殖器官治疗知识。方法:本研究为描述性研究。这项研究于2018年6月进行。本研究的研究对象为37名受访者。采用采样技术。研究结果:12-15岁的37名受访者对16人有足够的知识(43.24%),16-18岁的受访者对7人有良好的知识(18.91%)。结论:青少年对生殖器官护理的了解越好,疾病预防措施就越好,如果青少年对生殖器官护理的了解越差,那么预防措施就越差。
{"title":"Gambaran Pengetahuan Perawatan Organ Reproduksi pada Remaja di Panti Asuhan","authors":"Eriana Try Anggraeni, A. Kurnia, Ririn Harini","doi":"10.31000/jiki.v2i1.888","DOIUrl":"https://doi.org/10.31000/jiki.v2i1.888","url":null,"abstract":"Latar belakang: Pengetahuan perawatan kesehatan organ reproduksi sangat penting untuk remaja terutama remaja putri, karena pada saat usia remaja terjadi perkembangan yang sangat dinamis baik secara biologi maupun psikologi. Fenomena yang terjadi saat ini tentang bagaimana merawat organ reproduksi pada remaja usia 12-20 tahun dengan benar masih sangatlah kurang, itu terbukti dari hasil survey terdapat 25% remaja di panti asuhan mengalami masalah kesehatan reproduksi karena kurangnya pengetahuan, dan perilaku remaja yang buruk.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui bagaimana gambaran  pengetahuan perawatan organ reproduksi pada remaja.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini di lakukan pada bulan Juni 2018. Subyek dalam penelitian ini adalah 37 responden. Tehnik sampling menggunakan purposive sampling.Hasil penelitian: di dapatkan hasil dari 37 responden dengan usia 12-15 tahun memiliki pengetahuan cukup sebanyak 16 orang (43,24%), sedangkan responden dengan usia 16-18 tahun memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 orang (18,91%).Simpulan: Semakin baik pengetahuan yang dimiliki oleh remaja tentang perawatan organ reproduksi maka tindakan pencegahan penyakit juga akan semakin baik, sebaliknya jika remaja memiliki pengetahuan buruk tentang perawatan organ reproduksi maka tindakan pencegahan penyakit juga berlangsung buruk.","PeriodicalId":404554,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122959899","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Dietary Adherence among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus in Relation with Family Support in Cipondoh Primary Health Center Tangerang 2型糖尿病患者饮食依从性与家庭支持的关系
Pub Date : 2018-10-01 DOI: 10.31000/jiki.v2i1.1000
Diska Dwi Lestari, Karina Megasari Winahyu, Samsul Anwar
Background: Diabetes mellitus is one of the most common chronic diseases in the world. The effect of high sugar conditions can cause complications and death. One of the primary management of diabetes mellitus is diet.Aim: The study aimed to identify the relationship between family supports and dietary adherence among patients with type 2 diabetes mellitus in Cipondoh Primary Health Center in Tangerang.Methods: The study used an analytic descriptive design with a Cross-Sectional approach. The study used Dietary Adherence and Hensarling Diabetes Family Support Scale questioners. The sample size was 114 respondents who were recruited by Purposive Sampling. The analysis technique used for this study was the Pearson Product Moment Correlation Coefficient. The study showed that 57,9% have good family supports and most of the patients have good dietary adherence (83,3 %). Results: The result of the statistic test of Pearson Product Moment Correlation Coefficient showed that there was positive relationship between family supports and dietary adherence among patients with Type 2 Diabetes Mellitus in Cipondoh Primary Health Center Tangerang. Conclusion: It suggests that family support has a role to improve dietary adherence of patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Healthcare provider needs to maintain family supports in order to keep the diabetic’s dietary adherence. Keywords: Dietary Adherence, Family Support, Type 2 Diabetes Mellitus  
背景:糖尿病是世界上最常见的慢性疾病之一。高糖会导致并发症和死亡。糖尿病的主要治疗方法之一是饮食。目的:探讨坦格朗市Cipondoh初级保健中心2型糖尿病患者的家庭支持与饮食依从性之间的关系。方法:本研究采用横断面分析描述性设计。该研究使用了饮食依从性和亨萨林糖尿病家庭支持量表的提问者。样本量为114名受访者,采用目的性抽样法。本研究使用的分析技术是皮尔逊积矩相关系数。研究显示,57.9%的患者有良好的家庭支持,大多数患者有良好的饮食依从性(83.3%)。结果:Pearson积差相关系数统计检验结果显示,家庭支持与2型糖尿病患者饮食依从性之间存在正相关关系。结论:家庭支持对改善2型糖尿病患者的饮食依从性有一定作用。医疗保健提供者需要维持家庭支持,以保持糖尿病患者的饮食依从性。关键词:饮食依从性,家庭支持,2型糖尿病
{"title":"Dietary Adherence among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus in Relation with Family Support in Cipondoh Primary Health Center Tangerang","authors":"Diska Dwi Lestari, Karina Megasari Winahyu, Samsul Anwar","doi":"10.31000/jiki.v2i1.1000","DOIUrl":"https://doi.org/10.31000/jiki.v2i1.1000","url":null,"abstract":"Background: Diabetes mellitus is one of the most common chronic diseases in the world. The effect of high sugar conditions can cause complications and death. One of the primary management of diabetes mellitus is diet.Aim: The study aimed to identify the relationship between family supports and dietary adherence among patients with type 2 diabetes mellitus in Cipondoh Primary Health Center in Tangerang.Methods: The study used an analytic descriptive design with a Cross-Sectional approach. The study used Dietary Adherence and Hensarling Diabetes Family Support Scale questioners. The sample size was 114 respondents who were recruited by Purposive Sampling. The analysis technique used for this study was the Pearson Product Moment Correlation Coefficient. The study showed that 57,9% have good family supports and most of the patients have good dietary adherence (83,3 %). Results: The result of the statistic test of Pearson Product Moment Correlation Coefficient showed that there was positive relationship between family supports and dietary adherence among patients with Type 2 Diabetes Mellitus in Cipondoh Primary Health Center Tangerang. Conclusion: It suggests that family support has a role to improve dietary adherence of patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Healthcare provider needs to maintain family supports in order to keep the diabetic’s dietary adherence. Keywords: Dietary Adherence, Family Support, Type 2 Diabetes Mellitus  ","PeriodicalId":404554,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122723227","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Peningkatan Produksi ASI Ibu Post Partum melalui Tindakan Pijat Oksitosin 通过催产素按摩,产后母乳生产增加
Pub Date : 2018-10-01 DOI: 10.31000/jiki.v2i1.1001
Priharyanti Wulandari, Kustriyani Menik, Aini Khusnul
ABSTRACTThe hormone oxytocin plays an important role in the processing of milk. Some post partum mothers on the first day often experience an incompetence in breastfeeding. Some factors that influence breast milk production are breastfeeding behavior, maternal psychology, maternal physiology, socio-cultural and infant, baby's birth weight. One way to increase milk production, one of which is oxytocin massage. The aim of the study was to determine the effectiveness of oxytocin massage on milk production in post partum mothers. Research methodology This study is a quantitative study of quasi experiment with repeated measure approach based on time serries, to determine the increase in spontaneous breast milk production after spontaneous postpartum massage. This research has been in the Test of Ethics Ethical Clearance in Tugurejo Semarang hospital. The results showed that there were significant repeated mean values between breast milk production after the first, second and third oxytocin massage treatments (p-value = 0,000). ASI production after the first treatment had a mean rating of 1.37 cc lower than the average rating after the second treatment of 1.77 cc and the average rating after the third treatment was 2.87 cc. The results of this study indicate that oxytocin massage is able to increase milk production of post partum mothers.Keyword: Mother's milk, Oxytocin massage, spontaneous postpartumABSTRAKHormon oksitosin sangat berperan dalam proses pengeluaran ASI. Beberapa Ibu post partum pada hari pertama seringkali mengalami ketidaklancaran pengeluaran ASI. Beberapa faktor yang mempengaruhi produksi ASI  yaitu perilaku menyusui, psikologis ibu, fisiologis ibu,  sosial kultural dan bayi, berat badan lahir bayi. Salah satu cara meningkatkan produksi ASI, salah satunya adalah pijat oksitosin. Tujuan penelitian mengetahui efektifitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum. Metodologi penelitian Penelitian ini merupakan studi kuantitatif eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan repeated measure berdasarkan time serries, untuk mengetahui peningkatan produksi ASI ibu post partum spontan setelah dilakukan pijat Oksitosin. Penelitian ini sudah di Uji Etik (Ethical Clearance) di RSUD Tugurejo Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata berulang yang signifikan antara produksi ASI setelah perlakuan pijat oksitosin pertama, kedua dan ketiga (p-value=0,000). Produksi ASI setelah perlakuan pertama memiliki rerata peringkat 1,37 cc lebih rendah daripada rerata peringkat setelah perlakuan kedua 1,77 cc dan rerata peringkat setelah perlakuan ketiga adalah 2,87 cc. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin mampu meningkatkan produksi ASI ibu post partum.Kata Kunci: Air susu ibu, Pijat Oksitosin, post partum spontan
摘要催产素在牛奶的加工过程中起着重要作用。一些产后母亲在产后第一天常常感到母乳喂养不到位。影响母乳产量的因素包括母乳喂养行为、母亲心理、母亲生理、社会文化和婴儿出生体重。增加产奶量的方法之一就是催产素按摩。这项研究的目的是确定催产素按摩对产后母亲产奶量的有效性。研究方法本研究采用基于时间序列的重复测量方法进行准实验定量研究,以确定产后自然按摩后母乳自然产奶量的增加。这项研究已经在Tugurejo三宝垄医院进行了伦理道德审查。结果显示,第一次、第二次和第三次催产素按摩后的母乳产奶量有显著的重复平均值(p值= 0000)。第一次治疗后的产奶量平均评分为1.37 cc,第二次治疗后的平均评分为1.77 cc,第三次治疗后的平均评分为2.87 cc。本研究结果表明,催产素按摩可以增加产后母亲的产奶量。关键词:母乳;催产素按摩;自然产后;Beberapa Ibu,产后护理,产后护理,产后护理,产后护理。培育业主要为杨氏腊肠腊肠、腊肠腊肠、腊肠腊肠、社会文化腊肠、腊肠腊肠、腊肠腊肠。Salah satu cara meningkatkan producksi ASI, Salah satunya adalah pijat oksitosin。土娟penpenelitian mengetahui的作用是在产后产后产生的。Metodologi penelitian penelitian ini merupakan某kuantitatif eksperimen semu(准实验)dengan pendekatan重复测量berdasarkan时间密集,为她mengetahui peningkatan produksi ASI的伊布·产后spontan setelah dilakukan pijat Oksitosin。Penelitian ini sudah di Uji Etik(道德许可)di RSUD Tugurejo三宝良。Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata beruang yang significance . (p值= 0000)。Produksi ASI setelah perlakuan pertamama memiliki peringkat 1,37 cc, lebih rendah daripada peringkat perlakuan ketiga adalah 1,77 cc, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin mampu meningkatkan Produksi ASI ibu产后。Kata Kunci: Air susu ibu, Pijat Oksitosin,产后自发性
{"title":"Peningkatan Produksi ASI Ibu Post Partum melalui Tindakan Pijat Oksitosin","authors":"Priharyanti Wulandari, Kustriyani Menik, Aini Khusnul","doi":"10.31000/jiki.v2i1.1001","DOIUrl":"https://doi.org/10.31000/jiki.v2i1.1001","url":null,"abstract":"ABSTRACTThe hormone oxytocin plays an important role in the processing of milk. Some post partum mothers on the first day often experience an incompetence in breastfeeding. Some factors that influence breast milk production are breastfeeding behavior, maternal psychology, maternal physiology, socio-cultural and infant, baby's birth weight. One way to increase milk production, one of which is oxytocin massage. The aim of the study was to determine the effectiveness of oxytocin massage on milk production in post partum mothers. Research methodology This study is a quantitative study of quasi experiment with repeated measure approach based on time serries, to determine the increase in spontaneous breast milk production after spontaneous postpartum massage. This research has been in the Test of Ethics Ethical Clearance in Tugurejo Semarang hospital. The results showed that there were significant repeated mean values between breast milk production after the first, second and third oxytocin massage treatments (p-value = 0,000). ASI production after the first treatment had a mean rating of 1.37 cc lower than the average rating after the second treatment of 1.77 cc and the average rating after the third treatment was 2.87 cc. The results of this study indicate that oxytocin massage is able to increase milk production of post partum mothers.Keyword: Mother's milk, Oxytocin massage, spontaneous postpartumABSTRAKHormon oksitosin sangat berperan dalam proses pengeluaran ASI. Beberapa Ibu post partum pada hari pertama seringkali mengalami ketidaklancaran pengeluaran ASI. Beberapa faktor yang mempengaruhi produksi ASI  yaitu perilaku menyusui, psikologis ibu, fisiologis ibu,  sosial kultural dan bayi, berat badan lahir bayi. Salah satu cara meningkatkan produksi ASI, salah satunya adalah pijat oksitosin. Tujuan penelitian mengetahui efektifitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum. Metodologi penelitian Penelitian ini merupakan studi kuantitatif eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan repeated measure berdasarkan time serries, untuk mengetahui peningkatan produksi ASI ibu post partum spontan setelah dilakukan pijat Oksitosin. Penelitian ini sudah di Uji Etik (Ethical Clearance) di RSUD Tugurejo Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata berulang yang signifikan antara produksi ASI setelah perlakuan pijat oksitosin pertama, kedua dan ketiga (p-value=0,000). Produksi ASI setelah perlakuan pertama memiliki rerata peringkat 1,37 cc lebih rendah daripada rerata peringkat setelah perlakuan kedua 1,77 cc dan rerata peringkat setelah perlakuan ketiga adalah 2,87 cc. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin mampu meningkatkan produksi ASI ibu post partum.Kata Kunci: Air susu ibu, Pijat Oksitosin, post partum spontan","PeriodicalId":404554,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]","volume":"212 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117307254","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 12
期刊
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1