Pub Date : 2018-10-30DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1357
Ruvira Arindita, Harza Putra Hartanto
Partisipasi perempuan Indonesia dalam kancah politik semakin meningkat. Salah satu sosok politisi perempuan yang mencuri perhatian adalah Puti Guntur Soekarno Sebelumnya sudah cukup banyak keturunan presiden RI pertama yang aktif dalam politik praktis bahkan Megawati Soekarno Putri berhasil terpilih menjadi presiden perempuan pertama di negeri ini. Kemunculan Puti sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Timur mengukuhkan regenerasi politisi perempuan dalam trah Soekarno. Namun tidak cukup dengan mengandalkan nama besar keluarga, untuk memperkenalkan diri ke hadapan konstituen Puti harus memiliki strategi tertentu. Peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana Political Marketing yang dilakukan oleh Puti melalui Retorika Publik di akun Media Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Unit analisis adalah foto-foto dari akun Instagram @puti_soekarno yang diunggah selama periode Pilkada yaitu Februari – Juni 2018. Kemudian foto, keterangan foto dan tanda pagar (hashtags) yang dipakai akan dianalisis berdasarkan teori Retorika Publik Aristoteles (Ethos, Pathos, Logos) dan dikaitkan dengan kategori Political Marketing Peter Montoya (Kebijakan, Figur, Partai dan Pencitraan). Berdasarkan temuan peneliti, kategori Political Marketing yang paling dominan digunakan oleh Puti adalah Figur dan Partai. Upaya political marketing tersebut didukung oleh gaya Retorika Publik yang mengedepankan Pathos (membangkitkan emosi positif) dan Ethos (menunjukkan kredibilitas komunikator) dibandingkan Logos (logika).
印尼妇女在政治领域的参与正在增加。这位年轻的女政治家首先是苏加诺(Soekarno),她的政治活跃,甚至是苏加诺(Megawati Soekarno)的女儿,她成功地当选了美国第一位女总统。普提是东爪哇省副州长,他的出现证实了苏加诺集团内女性政治家的再生。然而,仅仅依靠家族的大名,向我们的选民普提必须有一定的策略,这是不够的。研究员想知道通讯员如何通过社交媒体上的公共言辞进行政治营销。本研究采用的方法是对内容的定性方法的分析。分析单位是在2018年2月至6月的皮尔卡达期间上传的Instagram账号@ white _soekarno的照片。然后,照片、照片说明和标签(hashtags)将根据亚里士多德的公共修辞理论(Ethos、哀哀声、道)和政治营销类别彼得蒙托亚(政策、人物、政党和成像)进行分析。根据研究人员的发现,党派和人物是主要的政治营销类别。这种政治营销的努力得到了公众舆论对逻辑学(逻辑学)的强调(激发积极情绪)和埃托斯(表现出可信的沟通者)的支持。
{"title":"POLITICAL MARKETING POLITISI PEREMPUAN DI MEDIA SOSIAL (ANALISIS RETORIKA PUBLIK PADA AKUN INSTAGRAM @puti_soekarno)","authors":"Ruvira Arindita, Harza Putra Hartanto","doi":"10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1357","DOIUrl":"https://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1357","url":null,"abstract":"Partisipasi perempuan Indonesia dalam kancah politik semakin meningkat. Salah satu sosok politisi perempuan yang mencuri perhatian adalah Puti Guntur Soekarno Sebelumnya sudah cukup banyak keturunan presiden RI pertama yang aktif dalam politik praktis bahkan Megawati Soekarno Putri berhasil terpilih menjadi presiden perempuan pertama di negeri ini. Kemunculan Puti sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Timur mengukuhkan regenerasi politisi perempuan dalam trah Soekarno. Namun tidak cukup dengan mengandalkan nama besar keluarga, untuk memperkenalkan diri ke hadapan konstituen Puti harus memiliki strategi tertentu. Peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana Political Marketing yang dilakukan oleh Puti melalui Retorika Publik di akun Media Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Unit analisis adalah foto-foto dari akun Instagram @puti_soekarno yang diunggah selama periode Pilkada yaitu Februari – Juni 2018. Kemudian foto, keterangan foto dan tanda pagar (hashtags) yang dipakai akan dianalisis berdasarkan teori Retorika Publik Aristoteles (Ethos, Pathos, Logos) dan dikaitkan dengan kategori Political Marketing Peter Montoya (Kebijakan, Figur, Partai dan Pencitraan). Berdasarkan temuan peneliti, kategori Political Marketing yang paling dominan digunakan oleh Puti adalah Figur dan Partai. Upaya political marketing tersebut didukung oleh gaya Retorika Publik yang mengedepankan Pathos (membangkitkan emosi positif) dan Ethos (menunjukkan kredibilitas komunikator) dibandingkan Logos (logika).","PeriodicalId":415699,"journal":{"name":"Journal Acta Diurna","volume":"96 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124669231","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-10-30DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1341
Rafael Reza Fahlevy, Widyo Nugroho
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam video Cameo Project yang berjudul “Ahok Pasti Kalah”. Video yang di unggah pada tanggal 9 februari 2017 yang merupakan bentuk kampanye untuk mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot dalam pemilihan umum calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Penelitian ini menggunakan pendekata kualitatif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Semiotika Saussure mengemukakan bahwa penanda (signifier) adalah simbol yang terdapat pada semua pesan yang disampaikan dan tanda itu sendiri pasti memiliki makna atau disebut petanda (signifier). Hasil analisis yang ditemukan peneliti antara lain, adanya penggunaan Clickbait pada pemberian judul dengan tujuan menaikan views, serta pesan yang terkandung dalam video Ahok Pasti Kalah yaitu pencitraan positif Ahok sebagai Gubernur yang dibutuhkan oleh masyarakat DKI Jakarta.
{"title":"STUDI SEMIOTIKA VIDEO KAMPANYE “AHOK PASTI KALAH”","authors":"Rafael Reza Fahlevy, Widyo Nugroho","doi":"10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1341","DOIUrl":"https://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1341","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam video Cameo Project yang berjudul “Ahok Pasti Kalah”. Video yang di unggah pada tanggal 9 februari 2017 yang merupakan bentuk kampanye untuk mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot dalam pemilihan umum calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Penelitian ini menggunakan pendekata kualitatif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Semiotika Saussure mengemukakan bahwa penanda (signifier) adalah simbol yang terdapat pada semua pesan yang disampaikan dan tanda itu sendiri pasti memiliki makna atau disebut petanda (signifier). Hasil analisis yang ditemukan peneliti antara lain, adanya penggunaan Clickbait pada pemberian judul dengan tujuan menaikan views, serta pesan yang terkandung dalam video Ahok Pasti Kalah yaitu pencitraan positif Ahok sebagai Gubernur yang dibutuhkan oleh masyarakat DKI Jakarta.","PeriodicalId":415699,"journal":{"name":"Journal Acta Diurna","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123007070","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-10-30DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1361
Ainur Rochmaniah, Ainun Jariyah
Program Desa Melangkah merupakan salah satu program inovatif Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang bertujuan memaksimalkan potensi masing-masing desa, demi meningkatkan kemajuan dan perkembangan di berbagai desa yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan difusi inovasi Program Desa Melangkah di Desa Kenongo, Kabupaten Sidoarjo dan tipe-tipe pengadopsi inovasi dalam program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan informan warga desa Kenongo, yang terdiri dari perangkat desa dan masyarakat biasa melalui teknik pengambilan sampel snow ball. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyebaran informasi inovasi Program Desa Melangkah dilakukan oleh pemuka pendapat dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui empat elemen proses penyebaran, yaitu inovasi, saluran komunikasi, jangka waktu, dan sistem sosial, disamping itu juga ditemukan 4 (empat) tipe pengadopsi inovasi dari hasil penelitian di lapangan, yaitu innovator, early adopter, early majority dan late majority.
{"title":"DIFUSI INOVASI “PROGRAM DESA MELANGKAH” DI DESA KENONGO KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO","authors":"Ainur Rochmaniah, Ainun Jariyah","doi":"10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1361","DOIUrl":"https://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1361","url":null,"abstract":"Program Desa Melangkah merupakan salah satu program inovatif Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang bertujuan memaksimalkan potensi masing-masing desa, demi meningkatkan kemajuan dan perkembangan di berbagai desa yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan difusi inovasi Program Desa Melangkah di Desa Kenongo, Kabupaten Sidoarjo dan tipe-tipe pengadopsi inovasi dalam program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan informan warga desa Kenongo, yang terdiri dari perangkat desa dan masyarakat biasa melalui teknik pengambilan sampel snow ball. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyebaran informasi inovasi Program Desa Melangkah dilakukan oleh pemuka pendapat dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui empat elemen proses penyebaran, yaitu inovasi, saluran komunikasi, jangka waktu, dan sistem sosial, disamping itu juga ditemukan 4 (empat) tipe pengadopsi inovasi dari hasil penelitian di lapangan, yaitu innovator, early adopter, early majority dan late majority.","PeriodicalId":415699,"journal":{"name":"Journal Acta Diurna","volume":"74 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131333821","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-10-30DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1359
Anggita Ayu Indari, Wiwik Novianti
Nowadays, the discourse of LGBT people in Indonesia’s mainstream media is still so heteronormative and religious-bias. Contrarily to the fact, there is still a media that offers an alternative even though most of Indonesian Media only covers prominent discourse regarding to LGBT people. Magdalene is the example of one of them. Through their online publication, Magdalene tries to challenge the hegemony of mainstream media which often marginalizes, subordinates, and stigmatizes LGBT people. It is quite interesting because actually Magdalene is created as feminist publication which covers the voice of women, not particularly LGBT people. This study aims to find out how the contents about LGBT people in Magdalene’s online publication is influenced by the discourse practice of the media. In conducting the analysis, researcher uses the Discourse Practice Analysis based on Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis. Additionally, the analysis is also based on Reese & Shoemaker’s Hierarchy of Influences on Media Content. In the end, the result shows that the discourse of LGBT people in Magdalene’s online publication is significantly influenced by personal attitudes, beliefs, and values upheld by the editorial team.
{"title":"Analisis Praktik Wacana Mengenai Kelompok LGBT dalam Publikasi Daring Feminis","authors":"Anggita Ayu Indari, Wiwik Novianti","doi":"10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1359","DOIUrl":"https://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1359","url":null,"abstract":"Nowadays, the discourse of LGBT people in Indonesia’s mainstream media is still so heteronormative and religious-bias. Contrarily to the fact, there is still a media that offers an alternative even though most of Indonesian Media only covers prominent discourse regarding to LGBT people. Magdalene is the example of one of them. Through their online publication, Magdalene tries to challenge the hegemony of mainstream media which often marginalizes, subordinates, and stigmatizes LGBT people. It is quite interesting because actually Magdalene is created as feminist publication which covers the voice of women, not particularly LGBT people. \u0000This study aims to find out how the contents about LGBT people in Magdalene’s online publication is influenced by the discourse practice of the media. In conducting the analysis, researcher uses the Discourse Practice Analysis based on Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis. Additionally, the analysis is also based on Reese & Shoemaker’s Hierarchy of Influences on Media Content. In the end, the result shows that the discourse of LGBT people in Magdalene’s online publication is significantly influenced by personal attitudes, beliefs, and values upheld by the editorial team.","PeriodicalId":415699,"journal":{"name":"Journal Acta Diurna","volume":"74 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124428997","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}