Pub Date : 2018-10-30DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1358
Anna Agustina
Media dipercaya memiliki kekuatan untuk memengaruhi, baik individu maupun masyarakat. Kekuatan media dimulai sejak tehnologi komunikasi ditemukan. Keajegan dampak media terbukti pada praktek penggunaan media di masa PD 2, dan pada hasil kajian-kajian akademik. Di abad 20, terjadi perkembangan tehnologi komunikasi yang mengukuhkan kekuatan media. Dalam praktek dan kajian akademik hal ini banyak disajikan, namun dibalik kekuatan media perhatian pada pemangku kepentingan yang lebih beragam dari hulu ke hilir dalam industri media masih kurang. Kajian ini bertujuan untuk memaparkan para pemangku kepentingan dari hulu ke hilir dalam industri media di Indonesia. Hasil kajian ini fokus pada beberapa topik yaitu pada industri hulu media yaitu pemilik, pada produsen, dan pada bagian hilir atau distributor. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekuatan media di Indonesia terkait pada pemangku kepentingan yang ada dari hulu ke hilir, bukan saja pada kekuatan produsen yang identik dengan redaksi dengan sumber daya yang profesional. Pemilik media yang dahulu identik dengan pemegang saham tertinggi, kini berkembang dalam berbagai skenario seperti pemilik dengan saham terbesar, pemilik ijin, atau partner. Paparan naratif dalam kajian ini menjelaskan bahwa perkembangan itu menimbulkan lapisan-lapisan baru dalam media baik horizontal maupun vertikal. Hal ini mendorong pentingnya kajian lebih lanjut yaitu pada pengertian media atau organisasi media.
{"title":"REDEFINISI LAPISAN PEMANGKU KEPENTINGAN MEDIA","authors":"Anna Agustina","doi":"10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1358","DOIUrl":"https://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1358","url":null,"abstract":"Media dipercaya memiliki kekuatan untuk memengaruhi, baik individu maupun masyarakat. Kekuatan media dimulai sejak tehnologi komunikasi ditemukan. Keajegan dampak media terbukti pada praktek penggunaan media di masa PD 2, dan pada hasil kajian-kajian akademik. Di abad 20, terjadi perkembangan tehnologi komunikasi yang mengukuhkan kekuatan media. Dalam praktek dan kajian akademik hal ini banyak disajikan, namun dibalik kekuatan media perhatian pada pemangku kepentingan yang lebih beragam dari hulu ke hilir dalam industri media masih kurang. Kajian ini bertujuan untuk memaparkan para pemangku kepentingan dari hulu ke hilir dalam industri media di Indonesia. Hasil kajian ini fokus pada beberapa topik yaitu pada industri hulu media yaitu pemilik, pada produsen, dan pada bagian hilir atau distributor. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekuatan media di Indonesia terkait pada pemangku kepentingan yang ada dari hulu ke hilir, bukan saja pada kekuatan produsen yang identik dengan redaksi dengan sumber daya yang profesional. Pemilik media yang dahulu identik dengan pemegang saham tertinggi, kini berkembang dalam berbagai skenario seperti pemilik dengan saham terbesar, pemilik ijin, atau partner. Paparan naratif dalam kajian ini menjelaskan bahwa perkembangan itu menimbulkan lapisan-lapisan baru dalam media baik horizontal maupun vertikal. Hal ini mendorong pentingnya kajian lebih lanjut yaitu pada pengertian media atau organisasi media.","PeriodicalId":415699,"journal":{"name":"Journal Acta Diurna","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125130148","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-10-30DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1341
Rafael Reza Fahlevy, Widyo Nugroho
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam video Cameo Project yang berjudul “Ahok Pasti Kalah”. Video yang di unggah pada tanggal 9 februari 2017 yang merupakan bentuk kampanye untuk mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot dalam pemilihan umum calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Penelitian ini menggunakan pendekata kualitatif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Semiotika Saussure mengemukakan bahwa penanda (signifier) adalah simbol yang terdapat pada semua pesan yang disampaikan dan tanda itu sendiri pasti memiliki makna atau disebut petanda (signifier). Hasil analisis yang ditemukan peneliti antara lain, adanya penggunaan Clickbait pada pemberian judul dengan tujuan menaikan views, serta pesan yang terkandung dalam video Ahok Pasti Kalah yaitu pencitraan positif Ahok sebagai Gubernur yang dibutuhkan oleh masyarakat DKI Jakarta.
{"title":"STUDI SEMIOTIKA VIDEO KAMPANYE “AHOK PASTI KALAH”","authors":"Rafael Reza Fahlevy, Widyo Nugroho","doi":"10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1341","DOIUrl":"https://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1341","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam video Cameo Project yang berjudul “Ahok Pasti Kalah”. Video yang di unggah pada tanggal 9 februari 2017 yang merupakan bentuk kampanye untuk mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot dalam pemilihan umum calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Penelitian ini menggunakan pendekata kualitatif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Semiotika Saussure mengemukakan bahwa penanda (signifier) adalah simbol yang terdapat pada semua pesan yang disampaikan dan tanda itu sendiri pasti memiliki makna atau disebut petanda (signifier). Hasil analisis yang ditemukan peneliti antara lain, adanya penggunaan Clickbait pada pemberian judul dengan tujuan menaikan views, serta pesan yang terkandung dalam video Ahok Pasti Kalah yaitu pencitraan positif Ahok sebagai Gubernur yang dibutuhkan oleh masyarakat DKI Jakarta.","PeriodicalId":415699,"journal":{"name":"Journal Acta Diurna","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123007070","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-10-30DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1361
Ainur Rochmaniah, Ainun Jariyah
Program Desa Melangkah merupakan salah satu program inovatif Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang bertujuan memaksimalkan potensi masing-masing desa, demi meningkatkan kemajuan dan perkembangan di berbagai desa yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan difusi inovasi Program Desa Melangkah di Desa Kenongo, Kabupaten Sidoarjo dan tipe-tipe pengadopsi inovasi dalam program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan informan warga desa Kenongo, yang terdiri dari perangkat desa dan masyarakat biasa melalui teknik pengambilan sampel snow ball. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyebaran informasi inovasi Program Desa Melangkah dilakukan oleh pemuka pendapat dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui empat elemen proses penyebaran, yaitu inovasi, saluran komunikasi, jangka waktu, dan sistem sosial, disamping itu juga ditemukan 4 (empat) tipe pengadopsi inovasi dari hasil penelitian di lapangan, yaitu innovator, early adopter, early majority dan late majority.
{"title":"DIFUSI INOVASI “PROGRAM DESA MELANGKAH” DI DESA KENONGO KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO","authors":"Ainur Rochmaniah, Ainun Jariyah","doi":"10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1361","DOIUrl":"https://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1361","url":null,"abstract":"Program Desa Melangkah merupakan salah satu program inovatif Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang bertujuan memaksimalkan potensi masing-masing desa, demi meningkatkan kemajuan dan perkembangan di berbagai desa yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan difusi inovasi Program Desa Melangkah di Desa Kenongo, Kabupaten Sidoarjo dan tipe-tipe pengadopsi inovasi dalam program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan informan warga desa Kenongo, yang terdiri dari perangkat desa dan masyarakat biasa melalui teknik pengambilan sampel snow ball. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyebaran informasi inovasi Program Desa Melangkah dilakukan oleh pemuka pendapat dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui empat elemen proses penyebaran, yaitu inovasi, saluran komunikasi, jangka waktu, dan sistem sosial, disamping itu juga ditemukan 4 (empat) tipe pengadopsi inovasi dari hasil penelitian di lapangan, yaitu innovator, early adopter, early majority dan late majority.","PeriodicalId":415699,"journal":{"name":"Journal Acta Diurna","volume":"74 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131333821","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-10-30DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1359
Anggita Ayu Indari, Wiwik Novianti
Nowadays, the discourse of LGBT people in Indonesia’s mainstream media is still so heteronormative and religious-bias. Contrarily to the fact, there is still a media that offers an alternative even though most of Indonesian Media only covers prominent discourse regarding to LGBT people. Magdalene is the example of one of them. Through their online publication, Magdalene tries to challenge the hegemony of mainstream media which often marginalizes, subordinates, and stigmatizes LGBT people. It is quite interesting because actually Magdalene is created as feminist publication which covers the voice of women, not particularly LGBT people. This study aims to find out how the contents about LGBT people in Magdalene’s online publication is influenced by the discourse practice of the media. In conducting the analysis, researcher uses the Discourse Practice Analysis based on Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis. Additionally, the analysis is also based on Reese & Shoemaker’s Hierarchy of Influences on Media Content. In the end, the result shows that the discourse of LGBT people in Magdalene’s online publication is significantly influenced by personal attitudes, beliefs, and values upheld by the editorial team.
{"title":"Analisis Praktik Wacana Mengenai Kelompok LGBT dalam Publikasi Daring Feminis","authors":"Anggita Ayu Indari, Wiwik Novianti","doi":"10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1359","DOIUrl":"https://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1359","url":null,"abstract":"Nowadays, the discourse of LGBT people in Indonesia’s mainstream media is still so heteronormative and religious-bias. Contrarily to the fact, there is still a media that offers an alternative even though most of Indonesian Media only covers prominent discourse regarding to LGBT people. Magdalene is the example of one of them. Through their online publication, Magdalene tries to challenge the hegemony of mainstream media which often marginalizes, subordinates, and stigmatizes LGBT people. It is quite interesting because actually Magdalene is created as feminist publication which covers the voice of women, not particularly LGBT people. \u0000This study aims to find out how the contents about LGBT people in Magdalene’s online publication is influenced by the discourse practice of the media. In conducting the analysis, researcher uses the Discourse Practice Analysis based on Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis. Additionally, the analysis is also based on Reese & Shoemaker’s Hierarchy of Influences on Media Content. In the end, the result shows that the discourse of LGBT people in Magdalene’s online publication is significantly influenced by personal attitudes, beliefs, and values upheld by the editorial team.","PeriodicalId":415699,"journal":{"name":"Journal Acta Diurna","volume":"74 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124428997","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}