Penelitian ini dilatar belakangi adanya kejadian kekerasan seksual pada anak disalah satu pesantren di Kelurahan Pasir Biru Kota Bandung. Tujuan penelitian mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang underwear rules dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak usia prasekolah di PAUD Sari Biru dan Flamboyan Kota Bandung. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 23-30 Maret 2022. Pengetahuan adalah suatu hasil dari rasa keingintahuan melalui proses sensoris, terutama pada mata dan telinga terhadap objek tertentu. Underwear rules adalah suatu metode edukasi seksual pada anak usia dini yang dapat dijadikan panduan bagi orang tua maupun pendidik. Desain penelitian deskriptif. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak bersekolah di PAUD Sari Biru dan Flamboyan sejumlah 36 orang menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dilakukan uji validitas kepada 20 responden dengan nilai korelasi (0,457-0,698) dan nilai uji reliabilitas cronbach’s alpha (0,897). Analisa data menggunakan kategori baik, cukup, kurang. Hasil penelitian secara umum berpengetahuan cukup (47,2%). Dengan hasil sub variabel pengertian underwear rules berpengetahuan baik (52,8%), tujuan underwear rules berpengetahuan kurang (44,4%), manfaat underwear rules berpengetahuan cukup (36,1%) dan aspek underwear rules berpengetahuan cukup (47,2%). Simpulan bahwa pengetahuan ibu tentang underwear rules (47,2%) berpengetahuan cukup. Disarankan kepada pihak sekolah PAUD Sari Biru dan Flamboyan Kota Bandung untuk mengadakan parenting class pada ibu mengenai underwear rules minimal satu bulan sekali.
本研究的动机是万隆市 Pasir Biru 村一所寄宿学校的儿童遭受性暴力的事件。本研究的目的是了解万隆市 PAUD Sari Biru 和 Flamboyan 两所学校的母亲在预防学龄前儿童遭受性暴力时对内衣规则的了解情况。研究于 2022 年 3 月 23 日至 30 日进行。知识是通过感官过程,特别是眼睛和耳朵对某些物体的好奇而产生的。内衣规则是幼儿期性教育的一种方法,可作为家长和教育工作者的指南。描述性研究设计。研究对象是所有有孩子在 PAUD Sari Biru 和 Flamboyan 上学的母亲,共 36 人,采用饱和抽样技术。研究工具采用问卷调查,对 20 名受访者进行了相关值(0.457-0.698)和 Cronbach's alpha 可靠性测试值(0.897)的有效性测试。数据分析采用 "好"、"足够"、"较差 "三个类别。研究结果总体上是中等知识水平(47.2%)。对内衣规则的了解程度较好(52.8%),对内衣规则的目的了解较少(44.4%),对内衣规则的好处了解较多(36.1%),对内衣规则的各个方面了解较多(47.2%)。结论是,母亲对内衣规则的了解程度(47.2%)为中等。建议 PAUD Sari Biru 和 Flamboyan Bandung 市学校至少每月为母亲们举办一次有关内衣规则的亲子课程。
{"title":"Pengetahuan Ibu Tentang Underwear Rules Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Usia Prasekolah Di PAUD Sari Biru Dan Flamboyan Kota Bandung","authors":"Desi Sundari Utami, Maulida Tsany","doi":"10.58550/jka.v10i1.244","DOIUrl":"https://doi.org/10.58550/jka.v10i1.244","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatar belakangi adanya kejadian kekerasan seksual pada anak disalah satu pesantren di Kelurahan Pasir Biru Kota Bandung. Tujuan penelitian mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang underwear rules dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak usia prasekolah di PAUD Sari Biru dan Flamboyan Kota Bandung. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 23-30 Maret 2022. Pengetahuan adalah suatu hasil dari rasa keingintahuan melalui proses sensoris, terutama pada mata dan telinga terhadap objek tertentu. Underwear rules adalah suatu metode edukasi seksual pada anak usia dini yang dapat dijadikan panduan bagi orang tua maupun pendidik. Desain penelitian deskriptif. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak bersekolah di PAUD Sari Biru dan Flamboyan sejumlah 36 orang menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dilakukan uji validitas kepada 20 responden dengan nilai korelasi (0,457-0,698) dan nilai uji reliabilitas cronbach’s alpha (0,897). Analisa data menggunakan kategori baik, cukup, kurang. Hasil penelitian secara umum berpengetahuan cukup (47,2%). Dengan hasil sub variabel pengertian underwear rules berpengetahuan baik (52,8%), tujuan underwear rules berpengetahuan kurang (44,4%), manfaat underwear rules berpengetahuan cukup (36,1%) dan aspek underwear rules berpengetahuan cukup (47,2%). Simpulan bahwa pengetahuan ibu tentang underwear rules (47,2%) berpengetahuan cukup. Disarankan kepada pihak sekolah PAUD Sari Biru dan Flamboyan Kota Bandung untuk mengadakan parenting class pada ibu mengenai underwear rules minimal satu bulan sekali.","PeriodicalId":500761,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)","volume":"13 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141122395","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini dilatar belakangi penyakit tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Status gizi merupakan salah satu faktor resiko TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LLA) pada penderita tuberkulosis usia lebih dari 18 tahun di UPTD Puskesmas Garuda Kota Bandung. Tuberkulosis merupakan penyakit disebabkan kuman Mycobaterium tuberculosis yang ditularkan melalui udara. Status gizi adalah cerminan ukuran terpenuhi atau tidaknya gizi sesuai kebutuhan. Desain penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif, populasi 63 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian berdasarkan IMT diperoleh 29 responden (46%) dengan status gizi kurus. Hasil penelitian berdasarkan LLA diperoleh 33 responden (52%) dengan status gizi kurang. Saran kepada pihak UPTD Puskesmas Garuda Kota Bandung untuk melakukan penyuluhan tentang gizi dengan materi yang berbeda dan pemantaun status gizi secara berkelanjutan untuk penderita tuberkulosis.
{"title":"Status Gizi Penderita Tuberkulosis Di UPTD Puskesmas Garuda Kota Bandung","authors":"S. Supriyanto","doi":"10.58550/jka.v10i1.252","DOIUrl":"https://doi.org/10.58550/jka.v10i1.252","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatar belakangi penyakit tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Status gizi merupakan salah satu faktor resiko TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LLA) pada penderita tuberkulosis usia lebih dari 18 tahun di UPTD Puskesmas Garuda Kota Bandung. Tuberkulosis merupakan penyakit disebabkan kuman Mycobaterium tuberculosis yang ditularkan melalui udara. Status gizi adalah cerminan ukuran terpenuhi atau tidaknya gizi sesuai kebutuhan. Desain penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif, populasi 63 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian berdasarkan IMT diperoleh 29 responden (46%) dengan status gizi kurus. Hasil penelitian berdasarkan LLA diperoleh 33 responden (52%) dengan status gizi kurang. Saran kepada pihak UPTD Puskesmas Garuda Kota Bandung untuk melakukan penyuluhan tentang gizi dengan materi yang berbeda dan pemantaun status gizi secara berkelanjutan untuk penderita tuberkulosis.","PeriodicalId":500761,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)","volume":"29 12","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141120589","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tidur merupakan bagian penting dari siklus sirkadian manusia. Kualitas dan kuantitas tidur mempengaruhi berbagai aspek kesehatan, baik fisik maupun psikologis. Hormon melatonin, yang berperan penting dalam regulasi tidur, diproduksi seiring dengan penurunan intensitas cahaya yang diterima mata. Saat ini, penggunaan lampu dan perangkat elektronik yang memancarkan cahaya biru sangat umum, terutama di kalangan remaja hingga dewasa. Cahaya biru ini dapat mengganggu produksi melatonin, sehingga berpotensi mengganggu kualitas dan pola tidur. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain sequential explanatory, menggabungkan kuesioner kuantitatif dan kualitatif untuk mengumpulkan data dan mengukur dampak cahaya lampu terhadap durasi dan pola tidur. Responden penelitian ini berjumlah 71 orang, berasal dari berbagai universitas dan program studi di Kota Bandung, dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun, Di kelompok usia ini, sebagian besar adalah mahasiswa aktif dengan jadwal yang padat. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa 38,6% responden mengalami gangguan tidur saat lampu menyala, yang berdampak pada penurunan kualitas tidur. Sebaliknya, peningkatan kualitas tidur terjadi pada 81,4% responden saat tidur dengan lampu dimatikan. Penggunaan mode malam pada perangkat elektronik, yang dirancang untuk mengurangi emisi cahaya biru, berdampak positif terhadap kualitas tidur, seperti yang dirasakan oleh 38% dari 67,1% responden yang menggunakan fitur mode malam.
{"title":"Hubungan Gelombang Cahaya Lampu Dan Cahaya Biru Dengan Kualitas Tidur Remaja Dewasa","authors":"Muhamad Taufik Hidayat, Adha Syarief Muto'an, Aghnia Nurmaulid, Danda Aditya, Dhea Suci Wulandari","doi":"10.58550/jka.v10i1.233","DOIUrl":"https://doi.org/10.58550/jka.v10i1.233","url":null,"abstract":"Tidur merupakan bagian penting dari siklus sirkadian manusia. Kualitas dan kuantitas tidur mempengaruhi berbagai aspek kesehatan, baik fisik maupun psikologis. Hormon melatonin, yang berperan penting dalam regulasi tidur, diproduksi seiring dengan penurunan intensitas cahaya yang diterima mata. Saat ini, penggunaan lampu dan perangkat elektronik yang memancarkan cahaya biru sangat umum, terutama di kalangan remaja hingga dewasa. Cahaya biru ini dapat mengganggu produksi melatonin, sehingga berpotensi mengganggu kualitas dan pola tidur. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain sequential explanatory, menggabungkan kuesioner kuantitatif dan kualitatif untuk mengumpulkan data dan mengukur dampak cahaya lampu terhadap durasi dan pola tidur. Responden penelitian ini berjumlah 71 orang, berasal dari berbagai universitas dan program studi di Kota Bandung, dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun, Di kelompok usia ini, sebagian besar adalah mahasiswa aktif dengan jadwal yang padat. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa 38,6% responden mengalami gangguan tidur saat lampu menyala, yang berdampak pada penurunan kualitas tidur. Sebaliknya, peningkatan kualitas tidur terjadi pada 81,4% responden saat tidur dengan lampu dimatikan. Penggunaan mode malam pada perangkat elektronik, yang dirancang untuk mengurangi emisi cahaya biru, berdampak positif terhadap kualitas tidur, seperti yang dirasakan oleh 38% dari 67,1% responden yang menggunakan fitur mode malam.","PeriodicalId":500761,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)","volume":"68 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141121491","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya angka kejadian keputihan remaja putri di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri kelas X dan XI tentang keputihan di SMA Kartika XIX-1 Bandung. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan 349 populasi dan 186 sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sebanyak 28 pertanyaan, hasil uji validitas nilai r -105 – 0,759 dan reliabilitas cronbach’s alpha 0,890. Hasil penelitian secara umum kategori kurang 45%. Per subvariabel tentang pengertian keputihan kategori kurang 49%, jenis-jenis keputihan kategori cukup 36%, tanda gejala keputihan kategori cukup 37%, penyebab keputihan kategori kurang 76%, pencegahan keputihan kategori kurang 39%, dampak keputihan kategori kurang 76%, cara penanganan keputihan kategori kurang 59%. Kesimpulan bahwa pengetahuan tentang keputihan kategori kurang 45%, maka disarankan kepada Kepala SMA Kartika XIX-1 Bandung untuk mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi terkhusus tentang keputihan untuk menghindari dampak buruknya masalah kesehatan reproduksi wanita.
{"title":"Pengetahuan Remaja Putri Kelas X Dan XI Tentang Keputihan Di SMA Kartika XIX-1 Bandung","authors":"Eli Rusmita, Y. Herawati","doi":"10.58550/jka.v10i1.251","DOIUrl":"https://doi.org/10.58550/jka.v10i1.251","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya angka kejadian keputihan remaja putri di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri kelas X dan XI tentang keputihan di SMA Kartika XIX-1 Bandung. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan 349 populasi dan 186 sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sebanyak 28 pertanyaan, hasil uji validitas nilai r -105 – 0,759 dan reliabilitas cronbach’s alpha 0,890. Hasil penelitian secara umum kategori kurang 45%. Per subvariabel tentang pengertian keputihan kategori kurang 49%, jenis-jenis keputihan kategori cukup 36%, tanda gejala keputihan kategori cukup 37%, penyebab keputihan kategori kurang 76%, pencegahan keputihan kategori kurang 39%, dampak keputihan kategori kurang 76%, cara penanganan keputihan kategori kurang 59%. Kesimpulan bahwa pengetahuan tentang keputihan kategori kurang 45%, maka disarankan kepada Kepala SMA Kartika XIX-1 Bandung untuk mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi terkhusus tentang keputihan untuk menghindari dampak buruknya masalah kesehatan reproduksi wanita.","PeriodicalId":500761,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)","volume":"71 20","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141121783","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku siswa kelas XI di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik yang tidak mengetahui tentang TRIAS UKS. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan siswa kelas XI tentang UKS di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik. Pengetahuan adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh seseorang. UKS merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada siswa. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI sebanyak 311 siswa. Dengan teknik proportional random sampling diperoleh sampel sebanyak 175 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dari penelitian milik Larasati tahun 2019 dengan r hasil 0.896 dan α = 0.958. Pertanyaan dalam kuesioner berjumlah 23 butir. Teknik analisis data menggunakan deskriptif yang dituangkan dalam bentuk presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan cukup 78 siswa (45%), pengetahuan baik 71 siswa (41%), pengetahuan kurang 26 siswa (14%). Simpulan yang didapat bahwa pengetahuan siswa tentang UKS berdasarkan faktor pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat pada kategori cukup. Disarankan kepada SMA di Wilayah Kecamatan Arcamanik untuk meningkatkan program TRIAS UKS. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku siswa kelas XI di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik yang tidak mengetahui tentang TRIAS UKS. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan siswa kelas XI tentang UKS di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik. Pengetahuan adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh seseorang. UKS merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada siswa. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI sebanyak 311 siswa. Dengan teknik proportional random sampling diperoleh sampel sebanyak 175 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dari penelitian milik Larasati tahun 2019 dengan r hasil 0.896 dan α = 0.958. Pertanyaan dalam kuesioner berjumlah 23 butir. Teknik analisis data menggunakan deskriptif yang dituangkan dalam bentuk presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan cukup 78 siswa (45%), pengetahuan baik 71 siswa (41%), pengetahuan kurang 26 siswa (14%). Simpulan yang didapat bahwa pengetahuan siswa tentang UKS berdasarkan faktor pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat pada kategori cukup. Disarankan kepada SMA di Wilayah Kecamatan Arcamanik untuk meningkatkan program TRIAS UKS. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku siswa kelas XI di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik yang tidak mengetahui tentang TRIAS UKS. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan siswa kelas XI tentang UKS di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik. Pengetahuan adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh seseorang. UKS merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada siswa. Des
{"title":"Pengetahuan Siswa Kelas XI Tentang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik Kota Bandung","authors":"Ero Haryanto, Aldini Nurul Aida Nurul Aida","doi":"10.58550/jka.v10i1.245","DOIUrl":"https://doi.org/10.58550/jka.v10i1.245","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku siswa kelas XI di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik yang tidak mengetahui tentang TRIAS UKS. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan siswa kelas XI tentang UKS di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik. Pengetahuan adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh seseorang. UKS merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada siswa. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI sebanyak 311 siswa. Dengan teknik proportional random sampling diperoleh sampel sebanyak 175 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dari penelitian milik Larasati tahun 2019 dengan r hasil 0.896 dan α = 0.958. Pertanyaan dalam kuesioner berjumlah 23 butir. Teknik analisis data menggunakan deskriptif yang dituangkan dalam bentuk presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan cukup 78 siswa (45%), pengetahuan baik 71 siswa (41%), pengetahuan kurang 26 siswa (14%). Simpulan yang didapat bahwa pengetahuan siswa tentang UKS berdasarkan faktor pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat pada kategori cukup. Disarankan kepada SMA di Wilayah Kecamatan Arcamanik untuk meningkatkan program TRIAS UKS. \u0000Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku siswa kelas XI di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik yang tidak mengetahui tentang TRIAS UKS. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan siswa kelas XI tentang UKS di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik. Pengetahuan adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh seseorang. UKS merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada siswa. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI sebanyak 311 siswa. Dengan teknik proportional random sampling diperoleh sampel sebanyak 175 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dari penelitian milik Larasati tahun 2019 dengan r hasil 0.896 dan α = 0.958. Pertanyaan dalam kuesioner berjumlah 23 butir. Teknik analisis data menggunakan deskriptif yang dituangkan dalam bentuk presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan cukup 78 siswa (45%), pengetahuan baik 71 siswa (41%), pengetahuan kurang 26 siswa (14%). Simpulan yang didapat bahwa pengetahuan siswa tentang UKS berdasarkan faktor pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat pada kategori cukup. Disarankan kepada SMA di Wilayah Kecamatan Arcamanik untuk meningkatkan program TRIAS UKS. \u0000Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku siswa kelas XI di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik yang tidak mengetahui tentang TRIAS UKS. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan siswa kelas XI tentang UKS di SMA Wilayah Kecamatan Arcamanik. Pengetahuan adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh seseorang. UKS merupakan salah satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada siswa. Des","PeriodicalId":500761,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)","volume":" 1273","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141127390","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}