Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together Berbantu Cerdas Cermat, model pembelajaran Numbered Head Together, dan model pembelajaran langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eskperimental dengan desain penelitian Control Group Pretest and Post-test Design, dimana terdapat dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Nurul Huda sebanyak 128 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 94 siswa yang terbagi ke dalam tiga kelas yaitu kelas VII B, kelas VII C, dan kelas VII D. Instrumen tes ini berupa instrumen tes, lembar observasi, dan dokumentasi. pengumpulan data menggunakan soal tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Numbered Head Together Berbantu Cerdas Cermat memberikan hasil yang lebih baik daripada model pembelajaran Numbered Head Together dan model pembelajaran langsung dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran interaktif seperti Numbered Head Together berbantu Cerdas Cermat lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional langsung.
{"title":"Model Pembelajaran Numbered Head Together Berbantu Cerdas Cermat Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah","authors":"None Siti Qotrunnada, Aritsya Imswatama, Pujia Siti Balkist","doi":"10.31949/educatio.v9i4.6021","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/educatio.v9i4.6021","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together Berbantu Cerdas Cermat, model pembelajaran Numbered Head Together, dan model pembelajaran langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eskperimental dengan desain penelitian Control Group Pretest and Post-test Design, dimana terdapat dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Nurul Huda sebanyak 128 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 94 siswa yang terbagi ke dalam tiga kelas yaitu kelas VII B, kelas VII C, dan kelas VII D. Instrumen tes ini berupa instrumen tes, lembar observasi, dan dokumentasi. pengumpulan data menggunakan soal tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Numbered Head Together Berbantu Cerdas Cermat memberikan hasil yang lebih baik daripada model pembelajaran Numbered Head Together dan model pembelajaran langsung dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran interaktif seperti Numbered Head Together berbantu Cerdas Cermat lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional langsung.","PeriodicalId":53395,"journal":{"name":"Jurnal Educatio FKIP UNMA","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135372828","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-01DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5323
Redhatul Fauzia, Zaka Hadikusuma Ramadan
Pembelajaran berdiferensiasi adalah cara memahami dan memberikan ilmu sesuai dengan bakat dan gaya belajar siswa yang memiliki banyak karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di SDN 109 Pekanbaru dan untuk mendeskripsikan hambatan guru dalam elaksanaan proses pembelajaran berdiferensiasi ini di SDN 109 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber penelitian ini adalah guru kelas IV dan siswa SDN 109 pekanbaru. Motode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan telaah dokumen. Teknik Analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di kelas IV SDN 109 Pekanbaru dilaksanakan berdasarkan prinsip dari pembelajaran berdiferensiasi yang meliputi: 1) lingkungan belajar yaitu melihat bagaimana lingkungan belajar siswa ini atau melihat bagaimana lingkungan kelas siswa, 2) assessment berkelanjutan yaitu mengukur sejauh mana kesiapan siswa dalam pembelajaran, 3) pembelajaran resfonsif yaitu bagaimana guru dapat memahami berbagai macam karaker siswa dan kekurangan siswa dalam belajar, dan 4) rutinitas kelas yaitu bagaimana hasil dari pembelajaran siswa dengan kepemimpinan guru kelas, yang sudah terlaksana dengan baik.. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pembelajaran berdiferensasi berfokus pada siswa sehingga layak diterapkan dalam kurikulum merdeka.
分化学习是根据学生的才能和学习风格来理解和提供科学的方法本研究旨在描述新Pekanbaru SDN - 109的差分学习实施,并描述本Pekanbaru SDN - 109的教师分化学习过程中的障碍。本研究采用描述性研究类型的定性研究。本研究资源为四年级教师和学生SDN 109 pekanbaru提供。使用的数据收集座右铭是访谈、观察和研究文件。本研究采用的数据分析技术为数据还原、数据演示、结论提取和验证。研究结果表明,第四课SDN - 109课的分化学习实施是基于分化学习的原则,其中包括:1)学习环境就是看到这个学生学习环境或看到如何可持续神学院学生,2)环境评估即衡量在多大程度上防范学生在学习中,3)学习resfonsif即老师如何理解各种karaker学生,学生在学习中的不足,4)常规课就是如何学习的学生在班主任的领导下的结果,很好地完成了。这项研究的结论是,berdiferensasi关注学生学习所以应该应用于独立的课程。
{"title":"Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Kurikulum Merdeka","authors":"Redhatul Fauzia, Zaka Hadikusuma Ramadan","doi":"10.31949/educatio.v9i3.5323","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/educatio.v9i3.5323","url":null,"abstract":"Pembelajaran berdiferensiasi adalah cara memahami dan memberikan ilmu sesuai dengan bakat dan gaya belajar siswa yang memiliki banyak karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di SDN 109 Pekanbaru dan untuk mendeskripsikan hambatan guru dalam elaksanaan proses pembelajaran berdiferensiasi ini di SDN 109 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber penelitian ini adalah guru kelas IV dan siswa SDN 109 pekanbaru. Motode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan telaah dokumen. Teknik Analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di kelas IV SDN 109 Pekanbaru dilaksanakan berdasarkan prinsip dari pembelajaran berdiferensiasi yang meliputi: 1) lingkungan belajar yaitu melihat bagaimana lingkungan belajar siswa ini atau melihat bagaimana lingkungan kelas siswa, 2) assessment berkelanjutan yaitu mengukur sejauh mana kesiapan siswa dalam pembelajaran, 3) pembelajaran resfonsif yaitu bagaimana guru dapat memahami berbagai macam karaker siswa dan kekurangan siswa dalam belajar, dan 4) rutinitas kelas yaitu bagaimana hasil dari pembelajaran siswa dengan kepemimpinan guru kelas, yang sudah terlaksana dengan baik.. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pembelajaran berdiferensasi berfokus pada siswa sehingga layak diterapkan dalam kurikulum merdeka.","PeriodicalId":53395,"journal":{"name":"Jurnal Educatio FKIP UNMA","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135372351","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-01DOI: 10.31949/educatio.v9i3.6007
M Rikjan Tri Syaban, Firman Septiadi, Wening Nugraheni
Penelitian ini berfokus pada analisis physical activity (aktivitas fisik) dan body mass index (BMI) anggota Forum Keolahragaan Mahasiswa Sukabumi (FOKSI). Dalam penelitian ini, terlihat adanya sering terjadinya perubahan aktivitas fisik sehari-hari pada anggota FOKSI. Perubahan ini menyebabkan ketidakseimbangan asupan makanan karena rendahnya aktivitas fisik yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode Mixed Method dengan desain Rancangan Seksuensial Eksplanatori, yang terdiri dari enam langkah. Langkah pertama adalah pengumpulan dan analisis data kuantitatif, yang menghasilkan rata-rata BMI sebesar 21.73 dalam kategori Normal. Selanjutnya, dengan menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), didapatkan rata-rata aktivitas fisik sebesar 3447 dalam kategori tinggi. Hasil kuantitatif menunjukkan rata-rata BMI anggota FOKSI berada dalam kategori Normal. Sementara itu, subjek penelitian lebih sering melakukan aktivitas rekreasi dalam kategori berat dan sedang. Hasil ini terbukti dengan sampel 1 memiliki kategori Tinggi BMI, sementara sampel 2 memiliki kategori rendah BMI. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pengetahuan dalam upaya mendorong gaya hidup sehat dan pemeliharaan kesehatan bagi mahasiswa FOKSI serta masyarakat umum.
{"title":"Investigasi Physical Activity Dan Body Mass Indeks Forum Keolahraga Mahasiswa Sukabumi: Mixed Method","authors":"M Rikjan Tri Syaban, Firman Septiadi, Wening Nugraheni","doi":"10.31949/educatio.v9i3.6007","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/educatio.v9i3.6007","url":null,"abstract":"Penelitian ini berfokus pada analisis physical activity (aktivitas fisik) dan body mass index (BMI) anggota Forum Keolahragaan Mahasiswa Sukabumi (FOKSI). Dalam penelitian ini, terlihat adanya sering terjadinya perubahan aktivitas fisik sehari-hari pada anggota FOKSI. Perubahan ini menyebabkan ketidakseimbangan asupan makanan karena rendahnya aktivitas fisik yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode Mixed Method dengan desain Rancangan Seksuensial Eksplanatori, yang terdiri dari enam langkah. Langkah pertama adalah pengumpulan dan analisis data kuantitatif, yang menghasilkan rata-rata BMI sebesar 21.73 dalam kategori Normal. Selanjutnya, dengan menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), didapatkan rata-rata aktivitas fisik sebesar 3447 dalam kategori tinggi. Hasil kuantitatif menunjukkan rata-rata BMI anggota FOKSI berada dalam kategori Normal. Sementara itu, subjek penelitian lebih sering melakukan aktivitas rekreasi dalam kategori berat dan sedang. Hasil ini terbukti dengan sampel 1 memiliki kategori Tinggi BMI, sementara sampel 2 memiliki kategori rendah BMI. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pengetahuan dalam upaya mendorong gaya hidup sehat dan pemeliharaan kesehatan bagi mahasiswa FOKSI serta masyarakat umum.","PeriodicalId":53395,"journal":{"name":"Jurnal Educatio FKIP UNMA","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135372514","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-01DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5837
Rabbyattul Addawiyah, Kasriman Kasriman
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa kelas IV dan V SDN Susukan 09 Pagi dan kendala- kendala yang dialami dalam proses pembentukan karakter disiplin. Jenis penelitian yakni penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif dengan Miles and Huberman dan analisis data kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru kelas IV dan V serta siswa kelas IV dan V yang ada di SDN Susukan 09 Pagi. Berdasarkan hasil penelitian yakni upaya sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui kegiatan pembiasaan, pemberian contoh, sanksi dan apresiasi. Dari keempat upaya tersebut, sikap disiplin siswa kelas IV dan Kelas V sudah terlihat jelas, baik dalam kedisiplinan waktu, pengumpulan tugas maupun berpakaian yang sudah sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan sehingga dapat disimpulkan bahwa peran sekolah mampu membentuk karakter disiplin siswa SDN Susukan 09 Pagi dan sudah terrealisasikan dengan efektif melalui tindakan siswa yang mencerminkan karakter disiplin.
{"title":"Peran Sekolah Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa","authors":"Rabbyattul Addawiyah, Kasriman Kasriman","doi":"10.31949/educatio.v9i3.5837","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/educatio.v9i3.5837","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa kelas IV dan V SDN Susukan 09 Pagi dan kendala- kendala yang dialami dalam proses pembentukan karakter disiplin. Jenis penelitian yakni penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif dengan Miles and Huberman dan analisis data kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru kelas IV dan V serta siswa kelas IV dan V yang ada di SDN Susukan 09 Pagi. Berdasarkan hasil penelitian yakni upaya sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui kegiatan pembiasaan, pemberian contoh, sanksi dan apresiasi. Dari keempat upaya tersebut, sikap disiplin siswa kelas IV dan Kelas V sudah terlihat jelas, baik dalam kedisiplinan waktu, pengumpulan tugas maupun berpakaian yang sudah sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan sehingga dapat disimpulkan bahwa peran sekolah mampu membentuk karakter disiplin siswa SDN Susukan 09 Pagi dan sudah terrealisasikan dengan efektif melalui tindakan siswa yang mencerminkan karakter disiplin.","PeriodicalId":53395,"journal":{"name":"Jurnal Educatio FKIP UNMA","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135372516","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-01DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6153
Hana Kurnia Putri, Ika Ari Pratiwi, Siti Masfuah
PPKn dan IPS merupakan muatan materi pelajaran yang diberikan kepada siswa di sekolah dasar. Tujuan dari muatan pembelajaran tersebut salah satunya adalah untuk melatih siswa berpikir kritis. Namun kenyataanya, hasil studi menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa SD masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah menggunakan model Student Team Achievement Division (STAD) berbantuan Mind Mapping dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model STAD berbantuan Mind Mapping. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan The One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD 2 Wergu Wetan dengan sampel kelas V yang berjumlah 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan secara deskriptif, kemampuan berpikir krits siswa sesudah menggunakan model STAD berbantuan Mind Mapping lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hasil uji hipotesis dengan uji beda rata-rata juga menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa sesudah perlakukan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Di samping itu, nilai N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 0,53 dengan kriteria peningkatan sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model STAD berbantuan Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
{"title":"Model Student Team Achievement Division Berbantuan Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa","authors":"Hana Kurnia Putri, Ika Ari Pratiwi, Siti Masfuah","doi":"10.31949/educatio.v9i4.6153","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/educatio.v9i4.6153","url":null,"abstract":"PPKn dan IPS merupakan muatan materi pelajaran yang diberikan kepada siswa di sekolah dasar. Tujuan dari muatan pembelajaran tersebut salah satunya adalah untuk melatih siswa berpikir kritis. Namun kenyataanya, hasil studi menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa SD masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah menggunakan model Student Team Achievement Division (STAD) berbantuan Mind Mapping dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model STAD berbantuan Mind Mapping. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan The One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD 2 Wergu Wetan dengan sampel kelas V yang berjumlah 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan secara deskriptif, kemampuan berpikir krits siswa sesudah menggunakan model STAD berbantuan Mind Mapping lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hasil uji hipotesis dengan uji beda rata-rata juga menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa sesudah perlakukan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Di samping itu, nilai N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 0,53 dengan kriteria peningkatan sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model STAD berbantuan Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.","PeriodicalId":53395,"journal":{"name":"Jurnal Educatio FKIP UNMA","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135372670","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini di latar belakangi oleh kurangnya keterampilan seni rupa dua dimensi peserta didik dalam menggunakan media lain selain media konvensional pada pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Maka dari itu dibutuhkan media lain sebagai sarana alternatif untuk memberikan pengalaman serta membantu mengembangkan keterampilan seni rupa pada pembelajaran SBdP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan cangkang telur terhadap keterampilan seni rupa dua dimensi peserta didik, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Subjek penelitian yaitu kelas V SDN Sriwidari 1 dengan 15 peserta didik di kelas eksperimen dan 15 peserta didik di kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara sebagai studi pendahuluan dan lembar tes untuk mengukur keterampilan seni rupa peserta didik. Analisis data menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian terkait keterampilan seni rupa peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan seni rupa dua dimensi dalam materi membuat karya seni rupa daerah di kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan sebelum diberikan perlakuan. Dengan demikian, media cangkang telur memiliki pengaruh terhadap kemampuan seni rupa peserta didik.
{"title":"Penggunaan Cangkang Telur Berbasis Wayang Sukuraga Untuk Meningkatkan Keterampilan Seni Rupa Siswa di Sekolah Dasar","authors":"Sindi Sindi, Luthfi Hamdani Maula, Irna Khaleda Nurmeta","doi":"10.31949/educatio.v9i3.5290","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/educatio.v9i3.5290","url":null,"abstract":"Penelitian ini di latar belakangi oleh kurangnya keterampilan seni rupa dua dimensi peserta didik dalam menggunakan media lain selain media konvensional pada pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Maka dari itu dibutuhkan media lain sebagai sarana alternatif untuk memberikan pengalaman serta membantu mengembangkan keterampilan seni rupa pada pembelajaran SBdP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan cangkang telur terhadap keterampilan seni rupa dua dimensi peserta didik, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Subjek penelitian yaitu kelas V SDN Sriwidari 1 dengan 15 peserta didik di kelas eksperimen dan 15 peserta didik di kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara sebagai studi pendahuluan dan lembar tes untuk mengukur keterampilan seni rupa peserta didik. Analisis data menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian terkait keterampilan seni rupa peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan seni rupa dua dimensi dalam materi membuat karya seni rupa daerah di kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan sebelum diberikan perlakuan. Dengan demikian, media cangkang telur memiliki pengaruh terhadap kemampuan seni rupa peserta didik.","PeriodicalId":53395,"journal":{"name":"Jurnal Educatio FKIP UNMA","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135373459","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-01DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5877
Rohiqi Rohman, Mualim Wijaya
Structuralist theory is one of the important theories in language learning. This theory raises fundamental questions regarding its relevance to language, especially second language. This study aims to describe the view of structuralist theory and its application in Arabic language learning. This research is a conceptual study using descriptive-qualitative method. The results show that some learning models that can be applied based on structuralist views are; 1) repetitive practice of Arabic utterances that can have an impact on students' habituation in speaking Arabic, 2) changing the type of sentence between isim or fi'il, 3) Expansion of meaning exercises in sentences with different patterns, and 4) linking exercises.
{"title":"The Relevance and Application of Structuralist Linguistics in Arabic Language Learning","authors":"Rohiqi Rohman, Mualim Wijaya","doi":"10.31949/educatio.v9i3.5877","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/educatio.v9i3.5877","url":null,"abstract":"Structuralist theory is one of the important theories in language learning. This theory raises fundamental questions regarding its relevance to language, especially second language. This study aims to describe the view of structuralist theory and its application in Arabic language learning. This research is a conceptual study using descriptive-qualitative method. The results show that some learning models that can be applied based on structuralist views are; 1) repetitive practice of Arabic utterances that can have an impact on students' habituation in speaking Arabic, 2) changing the type of sentence between isim or fi'il, 3) Expansion of meaning exercises in sentences with different patterns, and 4) linking exercises.","PeriodicalId":53395,"journal":{"name":"Jurnal Educatio FKIP UNMA","volume":"117 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135372508","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-01DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5472
Edi Nugroho, Lovika Ardana Riswari, Lintang Kironoratri
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar media operasi hitung papan taman dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 2 SD 1 Purwosari. Hipotesis kerja penelitian ini adalah penerapan operasi hitung pada media papan taman dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian tindakan kelas terhadap siswa kelas II yang berjumlah 39 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan 4 tahapan yaitu Desain, Implementasi, Observasi dan Refleksi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah operasi hitung media papan taman dan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, tes, dokumentasi. Dalam penelitian ini, analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama kinerja siswa mencapai 72% dengan skor 2732 dan rata-rata 70 dengan campuran cukup (C), sedangkan pada pertemuan kedua total skor adalah 2871 dengan rata-rata 2871. 74 campuran cukup (C) dan pada penyelesaian siklus II mendapat skor rata-rata 75 dengan kriteria B dan mencapai rata-rata skor II dari 85 kriteria B, sehingga rata-rata skor klasik dengan kriteria B 80 meningkat menjadi skor II dalam siklus. (80%). Kesimpulan bahwa penerapan operasi hitung pada media papan tulis taman dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
{"title":"Media Papan Kebun Operasi Hitung Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Sekolah Dasar","authors":"Edi Nugroho, Lovika Ardana Riswari, Lintang Kironoratri","doi":"10.31949/educatio.v9i4.5472","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/educatio.v9i4.5472","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar media operasi hitung papan taman dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 2 SD 1 Purwosari. Hipotesis kerja penelitian ini adalah penerapan operasi hitung pada media papan taman dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian tindakan kelas terhadap siswa kelas II yang berjumlah 39 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan 4 tahapan yaitu Desain, Implementasi, Observasi dan Refleksi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah operasi hitung media papan taman dan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, tes, dokumentasi. Dalam penelitian ini, analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama kinerja siswa mencapai 72% dengan skor 2732 dan rata-rata 70 dengan campuran cukup (C), sedangkan pada pertemuan kedua total skor adalah 2871 dengan rata-rata 2871. 74 campuran cukup (C) dan pada penyelesaian siklus II mendapat skor rata-rata 75 dengan kriteria B dan mencapai rata-rata skor II dari 85 kriteria B, sehingga rata-rata skor klasik dengan kriteria B 80 meningkat menjadi skor II dalam siklus. (80%). Kesimpulan bahwa penerapan operasi hitung pada media papan tulis taman dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.","PeriodicalId":53395,"journal":{"name":"Jurnal Educatio FKIP UNMA","volume":"150 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135372674","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pendidikan literasi keuangan sangatlah penting agar anak memiliki kemampuan untuk memahami, menilai dan bertindak dalam kesejahteraan keuangannya. penlitian ini bertujuan untuk mengetahui meningkatkan pemahaman literasi finansial siswa sekolah dasar dengan menggunakan Model experiental Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Dayeuhluhur CBM dengan melibatkan dua kelas siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas eksperimen menerapkan model experiential learning, sementara kelas kontrol menggunakan model konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner atau angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman literasi siswa setelah perlakuan mengalami peningkatan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Perbandingan rata-rata tes menunjukkan bahwa pemahaman literasi finansial siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui Model Experiential Learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Model Experiential Learning berpengaruh positif terhadap pemahaman Literasi Finansial siswa sekolah dasar. Dengan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa Model Experiential Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman Literasi Finansial siswa sekolah dasar.
金融扫盲教育对于儿童有能力理解、评估和执行其财务福利是至关重要的。调查的目的是通过使用实验学习模式来提高小学生的财务素量理解。采用的研究方法是采用非equivalent研究设计的实验性质。本研究是在CBM SDN dayeuhhigh上进行的,该研究涉及两个类学生作为实验组和控制组。实验类采用实验学习模式,而控制类使用传统模式。本研究使用的工具是问卷或标签。研究结果表明,学生在治疗后的智力理解比以往任何时候都提高了。比较平均测试表明,通过经验学习模式获得学习的学生经济素量比通过传统学习获得学习的学生更好。因此,可以得出结论,实验学习模式对小学生的经济素养理解产生了积极的影响。有了这些发现,可以得出结论,实验学习模式有效地提高了小学学生的财务素量理解。
{"title":"Model Experiental Learning Dalam Meningkatkan Pemahaman Literasi Finansial Siswa Sekolah Dasar","authors":"Muhamad Fajar Sidiq, Irna Khaleda Nurmeta, Luthfi Hamdani Maula","doi":"10.31949/educatio.v9i4.5482","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/educatio.v9i4.5482","url":null,"abstract":"Pendidikan literasi keuangan sangatlah penting agar anak memiliki kemampuan untuk memahami, menilai dan bertindak dalam kesejahteraan keuangannya. penlitian ini bertujuan untuk mengetahui meningkatkan pemahaman literasi finansial siswa sekolah dasar dengan menggunakan Model experiental Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Dayeuhluhur CBM dengan melibatkan dua kelas siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas eksperimen menerapkan model experiential learning, sementara kelas kontrol menggunakan model konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner atau angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman literasi siswa setelah perlakuan mengalami peningkatan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Perbandingan rata-rata tes menunjukkan bahwa pemahaman literasi finansial siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui Model Experiential Learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Model Experiential Learning berpengaruh positif terhadap pemahaman Literasi Finansial siswa sekolah dasar. Dengan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa Model Experiential Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman Literasi Finansial siswa sekolah dasar.","PeriodicalId":53395,"journal":{"name":"Jurnal Educatio FKIP UNMA","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135372820","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kreativitas merupakan kemampuan penting yang perlu dikuasai siswa. di sekolah dasar. Salah satu mata pelajaran di SD yang melatih kreativitas adalah Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Namun dari hasil observasi di SDN 1 Bojong Sukabumi, pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya yang dilakukan belum membantu siswa meningkatkan kreativitasnya. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan media Loose Parts. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan menggunakan media Loose Parts di SDN 1 Bojong. Dalam penelitian metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari dua siklus. Setiap siklus dimulai dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa serta tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Loose Parts dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa di SDN 1 Bojong. Hal ini dapat dilihat dari hasil olah data yang diperoleh pada siklus 1, sebanyak 17 siswa dari 36 jumlah seluruh siswa kelas 1 memiliki kreativitas dalam membuat karya seni rupa, sedangkan 19 siswa lainnya belum memiliki kreativitas berkarya, sehingga presentase kemampuan keterampilan bercerita mencapai 48% dengan nilai rata-rata 55. Pada siklus 2 hasil olah data yang diperoleh yaitu 31 siswa dari 36 jumlah keseluruhan siswa memiliki peningkatan kreativitas dengan presentase 86% dan nilai rata-rata nya adalah 67.14. kesimpulan dari penelitian ini adalah media Loose Parts dapat meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni budaya dan prakarya di sekolah dasar.
{"title":"Media Loose Parts Untuk Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya di Sekolah Dasar","authors":"Sindi Selpia Pebriana, Iis Nurasiah, Irna Khaleda Nurmeta","doi":"10.31949/educatio.v9i4.5656","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/educatio.v9i4.5656","url":null,"abstract":"Kreativitas merupakan kemampuan penting yang perlu dikuasai siswa. di sekolah dasar. Salah satu mata pelajaran di SD yang melatih kreativitas adalah Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Namun dari hasil observasi di SDN 1 Bojong Sukabumi, pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya yang dilakukan belum membantu siswa meningkatkan kreativitasnya. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan media Loose Parts. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan menggunakan media Loose Parts di SDN 1 Bojong. Dalam penelitian metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari dua siklus. Setiap siklus dimulai dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa serta tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Loose Parts dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa di SDN 1 Bojong. Hal ini dapat dilihat dari hasil olah data yang diperoleh pada siklus 1, sebanyak 17 siswa dari 36 jumlah seluruh siswa kelas 1 memiliki kreativitas dalam membuat karya seni rupa, sedangkan 19 siswa lainnya belum memiliki kreativitas berkarya, sehingga presentase kemampuan keterampilan bercerita mencapai 48% dengan nilai rata-rata 55. Pada siklus 2 hasil olah data yang diperoleh yaitu 31 siswa dari 36 jumlah keseluruhan siswa memiliki peningkatan kreativitas dengan presentase 86% dan nilai rata-rata nya adalah 67.14. kesimpulan dari penelitian ini adalah media Loose Parts dapat meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni budaya dan prakarya di sekolah dasar.","PeriodicalId":53395,"journal":{"name":"Jurnal Educatio FKIP UNMA","volume":"81 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135372824","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}