Pub Date : 2021-12-30DOI: 10.31605/bioma.v3i2.1351
Nurhidayah Nurhidayah, M. Irfan, Masriani
Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian berbasis google form sebagai media penilaian biologi yang valid, praktis dan efektif. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi model 4-D oleh Thiagarajan dengan urutan tahapan yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Desain awal draf divalidasi oleh ahli dan mengalami revisi kemudian dianalisis. Selanjutnya dilakukan uji terbatas di MAN 1 Polewali Mandar Kelas XI IPA 1 yang berjumlah 36 peserta didik. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, angket dan tes. Hasil penelitian: (1) Validitas instrumen penilaian berbasis google form dari segi media 98% dan dari segi materi 95% merupakan kategori sangat valid. (2) Penelitian pengembangan mengenai instrumen penilaian berbasis google form diperoleh data nilai kepraktisan melalui angket respon guru sebesar 92% dan data dari angket respon peserta didik diperoleh data nilai kepraktisan sebesar 87% yang termasuk dalam kategori sangat praktis. (3) Efektivitas produk dari penelitian pengembangan mengenai instrumen penilaian berbasis google form termasuk kedalam kategori efektif dengan persentase keefektifam sebesar 66,6% yang diketahui melalui tes hasil belajar siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa instrumen penilaian hasil belajar kognitif berbasis google form telah memenuhi kategori valid, praktis dan efektif. Kata Kunci: penelitian pengembangan, google form, instrumen penilaian
{"title":"PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS GOOGLE FORM SEBAGAI ALTERNATIF PENILAIAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATERI SISTEM SIRKULASI DI KELAS XI IPA JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH (SMA/MA)","authors":"Nurhidayah Nurhidayah, M. Irfan, Masriani","doi":"10.31605/bioma.v3i2.1351","DOIUrl":"https://doi.org/10.31605/bioma.v3i2.1351","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000 \u0000Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian berbasis google form sebagai media penilaian biologi yang valid, praktis dan efektif. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi model 4-D oleh Thiagarajan dengan urutan tahapan yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Desain awal draf divalidasi oleh ahli dan mengalami revisi kemudian dianalisis. Selanjutnya dilakukan uji terbatas di MAN 1 Polewali Mandar Kelas XI IPA 1 yang berjumlah 36 peserta didik. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, angket dan tes. Hasil penelitian: (1) Validitas instrumen penilaian berbasis google form dari segi media 98% dan dari segi materi 95% merupakan kategori sangat valid. (2) Penelitian pengembangan mengenai instrumen penilaian berbasis google form diperoleh data nilai kepraktisan melalui angket respon guru sebesar 92% dan data dari angket respon peserta didik diperoleh data nilai kepraktisan sebesar 87% yang termasuk dalam kategori sangat praktis. (3) Efektivitas produk dari penelitian pengembangan mengenai instrumen penilaian berbasis google form termasuk kedalam kategori efektif dengan persentase keefektifam sebesar 66,6% yang diketahui melalui tes hasil belajar siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa instrumen penilaian hasil belajar kognitif berbasis google form telah memenuhi kategori valid, praktis dan efektif. \u0000 \u0000Kata Kunci: penelitian pengembangan, google form, instrumen penilaian","PeriodicalId":128418,"journal":{"name":"BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya","volume":"64 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129470409","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-12-28DOI: 10.31605/bioma.v3i2.1353
Nurul Fadhilah
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik pada materi sistem peredaran darah melalui model pembelajaran Think Pair Share (TPS) di kelas XI SMAN 8 Takalar. Subjek pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI IPA 1 SMAN 8 Takalar yang berjumlah 24 orang. Instrumen penelitian berupa tes. Data hasil belajar kognitif diperoleh dari tes hasil belajar dan LKS. Hasil pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik yaitu 63, dan pada siklus II yaitu 83. Hal tersebut menyatakan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar kognitifpeserta didik pada materi sistem peredaran darah di kelas XI IPA 1 SMAN 8 Takalar.
{"title":"PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DI KELAS XI IPA SMAN 8 TAKALAR","authors":"Nurul Fadhilah","doi":"10.31605/bioma.v3i2.1353","DOIUrl":"https://doi.org/10.31605/bioma.v3i2.1353","url":null,"abstract":"Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik pada materi sistem peredaran darah melalui model pembelajaran Think Pair Share (TPS) di kelas XI SMAN 8 Takalar. Subjek pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI IPA 1 SMAN 8 Takalar yang berjumlah 24 orang. Instrumen penelitian berupa tes. Data hasil belajar kognitif diperoleh dari tes hasil belajar dan LKS. Hasil pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik yaitu 63, dan pada siklus II yaitu 83. Hal tersebut menyatakan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar kognitifpeserta didik pada materi sistem peredaran darah di kelas XI IPA 1 SMAN 8 Takalar.","PeriodicalId":128418,"journal":{"name":"BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126097884","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-12-27DOI: 10.31605/bioma.v3i2.1257
Safnowandi Safnowandi
Fitoplankton banyak ditemukan di daerah aliran sungai. Sungai Jangkok merupakan daerah aliran sungai yang mengalir dari pegunungan di wilayah Kabupaten Lombok Barat melintasi Kota Mataram dan paling banyak berinteraksi dengan aktivitas manusia, karena di daerah aliran Sungai Jangkok terdapat 9 bendungan air yang digunakan untuk pengairan sawah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi jenis Fitoplankton di Sungai Jangkok Kota Mataram; dan 2) mengembangkan hasil penelitian tentang Identifikasi Jenis Fitoplankton di Sungai Jangkok Kota Mataram sebagai bahan penyusunan petunjuk praktikum ekologi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dan penelitian pengembangan. Teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi, validasi, uji keterbacaan, dan dokumentasi, serta menggunakan plot berukuran 1 m x 1 m. Teknik analisis data menggunakan buku identifikasi dan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat 9 individu Fitoplankton yang terdiri dari 3 spesies yang telah ditemukan, meliputi: Protoperidinium cinctum, Bacilaria paradoxa, dan Chatocerros boreale. Sedangkan nilai rata-rata untuk uji validasi petunjuk praktikum sebesar 75% dalam kategori valid, dan uji keterbacaan mahasiswa sebesar 77% dalam kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa, petunjuk praktikum yang telah disusun berada dalam kategori baik dan tidak perlu direvisi.
{"title":"Identifikasi Jenis Fitoplankton di Sungai Jangkok Kota Mataram sebagai Bahan Penyusunan Petunjuk Praktikum Ekologi","authors":"Safnowandi Safnowandi","doi":"10.31605/bioma.v3i2.1257","DOIUrl":"https://doi.org/10.31605/bioma.v3i2.1257","url":null,"abstract":"Fitoplankton banyak ditemukan di daerah aliran sungai. Sungai Jangkok merupakan daerah aliran sungai yang mengalir dari pegunungan di wilayah Kabupaten Lombok Barat melintasi Kota Mataram dan paling banyak berinteraksi dengan aktivitas manusia, karena di daerah aliran Sungai Jangkok terdapat 9 bendungan air yang digunakan untuk pengairan sawah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi jenis Fitoplankton di Sungai Jangkok Kota Mataram; dan 2) mengembangkan hasil penelitian tentang Identifikasi Jenis Fitoplankton di Sungai Jangkok Kota Mataram sebagai bahan penyusunan petunjuk praktikum ekologi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dan penelitian pengembangan. Teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi, validasi, uji keterbacaan, dan dokumentasi, serta menggunakan plot berukuran 1 m x 1 m. Teknik analisis data menggunakan buku identifikasi dan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat 9 individu Fitoplankton yang terdiri dari 3 spesies yang telah ditemukan, meliputi: Protoperidinium cinctum, Bacilaria paradoxa, dan Chatocerros boreale. Sedangkan nilai rata-rata untuk uji validasi petunjuk praktikum sebesar 75% dalam kategori valid, dan uji keterbacaan mahasiswa sebesar 77% dalam kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa, petunjuk praktikum yang telah disusun berada dalam kategori baik dan tidak perlu direvisi.","PeriodicalId":128418,"journal":{"name":"BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya","volume":"469 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131689100","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-12-27DOI: 10.31605/bioma.v3i2.1246
Aziza Aziza
Konsep Sistem Peredaran Darah Manusia memiliki materi yang kompleks, melibatkan proses-proses tertentu dan saling berhubungan sehingga memerlukan bahan ajar untuk mengatasi kesulitan peserta didik. Booklet digital merupakan salah satu bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan mampu meningkatkan pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian, kelayakan, keterbacaan, dan respon peserta didik terhadap bahan ajar konsep Sistem Peredaran Darah Manusia Biologi SMA dalam bentuk booklet digital. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang menggunakan model 4D oleh Thiagarajan et al. [1] dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate yang dimodifikasi sesuai keperluan. Subjek uji kesesuaian dan kelayakan terdiri atas 3 orang ahli. Subjek uji keterbacaan dan respon peserta didik terdiri atas 9 orang peserta didik kelas XI MIPA SMA. Data diperoleh dari penilaian kesesuaian, kelayakan, keterbacaan, dan respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar konsep Sistem Peredaran Darah Manusia Biologi SMA dalam bentuk booklet digital yang dikembangkan memperoleh nilai kesesuaian sebesar 4,61 yang tergolong sangat sesuai, memperoleh nilai kelayakan sebesar 4,71 yang tergolong sangat layak, memperoleh nilai keterbacaan sebesar 4,56 yang tergolong sangat baik dan memperoleh nilai respon peserta didik sebesar 4,58 yang tergolong sangat baik.
人体循环系统的概念涉及到特定的、相互关联的过程,因此需要教材来应对学习者的困难。数字手册是符合2013年课程的教材之一,可以增进学习者的理解。本研究旨在以数字指南的形式描述参与者对高中循环系统概念材料的兼容性、可行性、阅读和对其研究结果的反应。这项研究是用Thiagarajan et al的4D模型进行的研究和开发,具有Define、Design、Develop和根据需要修改的分类。一致和可行性测试对象由3位专家组成。初中生的阅读能力和反应测试对象包括九名初中生。数据来自于一致、可行性、阅读和学习者反应的评估。研究结果表明,高中教材人类的血液循环系统生物学概念的形式获得价值开发的数字翻了4.61大小的一致性是非常合适的,获得了价值属于非常有价值,获得价值的价值高达4.71 keterbacaan 4.56属于非常美好,获得了价值大小的学习者4,58大小的反应属于很好。
{"title":"Pengembangan Bahan Ajar Konsep Sistem Peredaran Darah Manusia Biologi SMA Dalam Bentuk Booklet Digital","authors":"Aziza Aziza","doi":"10.31605/bioma.v3i2.1246","DOIUrl":"https://doi.org/10.31605/bioma.v3i2.1246","url":null,"abstract":"Konsep Sistem Peredaran Darah Manusia memiliki materi yang kompleks, melibatkan proses-proses tertentu dan saling berhubungan sehingga memerlukan bahan ajar untuk mengatasi kesulitan peserta didik. Booklet digital merupakan salah satu bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan mampu meningkatkan pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian, kelayakan, keterbacaan, dan respon peserta didik terhadap bahan ajar konsep Sistem Peredaran Darah Manusia Biologi SMA dalam bentuk booklet digital. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang menggunakan model 4D oleh Thiagarajan et al. [1] dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate yang dimodifikasi sesuai keperluan. Subjek uji kesesuaian dan kelayakan terdiri atas 3 orang ahli. Subjek uji keterbacaan dan respon peserta didik terdiri atas 9 orang peserta didik kelas XI MIPA SMA. Data diperoleh dari penilaian kesesuaian, kelayakan, keterbacaan, dan respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar konsep Sistem Peredaran Darah Manusia Biologi SMA dalam bentuk booklet digital yang dikembangkan memperoleh nilai kesesuaian sebesar 4,61 yang tergolong sangat sesuai, memperoleh nilai kelayakan sebesar 4,71 yang tergolong sangat layak, memperoleh nilai keterbacaan sebesar 4,56 yang tergolong sangat baik dan memperoleh nilai respon peserta didik sebesar 4,58 yang tergolong sangat baik.","PeriodicalId":128418,"journal":{"name":"BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya","volume":"88 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123855147","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-12-27DOI: 10.31605/bioma.v3i2.1270
Sainab Sainab, S. Rahman
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dengan diterapkannya model Predict –Observe-Explain (POE) dalam matapelajaran IPA Biologi kelas IX MIA 3 SMAN 1 Sendana pada semester ganjil Tahun ajaran 2019/2020. Subjek penelitian adalah peseta didik kelas XI MIA 3 SMAN 1 Sendana. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan non tes melalui lembar observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa persentase aktivitas belajar siswa mencapai 47,3% dengan kategori cukup dan hasil belajar diperoleh dengan nilai rata-rata 73,57 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 63% dengan kategori belum tuntas KKM. Pada siklus II, persentase aktivitas belajar peserta didik meningkat hingga mencapai 82,3% dengan kategori baik dan hasil belajarnya diperoleh nilai rata-rata sebesar 84 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 93% dengan kategori tuntas KKM. Dari siklus I kesiklus II aktifitas belajar peserta didik meningkat sebesar 35%, hasil belajar meningkat sebesar 9,46 dan ketuntasan belajar klasikal meningkat sebesar 30%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Predict–Observe-Explain (POE) dapat meningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas XI MIA SMAN 1 Sendana tahun ajaran 2019/2020.
本研究是在两个周期中进行的课堂行动研究。本研究的目的是通过在2011 /2020学年的异常学期中对IX MIA 3斯曼1 Sendana第一课的预测——扫视学模型(POE)来了解学习者的活动和学习结果。研究对象是西米亚三斯曼一森达的门生。数据收集技术使用测试方法和非测试方法通过观察表。收集的数据采用描述性质的分析技术进行分析。I周期的研究表明,学生学习活动的比例为47.3%,平均成绩为73.57分,分数为63%,类别还没有完成。在第二次周期中,学习者学习的比例增加到正常类别的82。研究结果获得了84分的平均成绩,完成分类的93%。从第一个周期到第二次周期,学习者学习活动增加了35%,学习成绩增加了9.46,学习分类学增加了30%。
{"title":"PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) KELAS XI MIA 3 SMA NEGERI 1 SENDANA","authors":"Sainab Sainab, S. Rahman","doi":"10.31605/bioma.v3i2.1270","DOIUrl":"https://doi.org/10.31605/bioma.v3i2.1270","url":null,"abstract":"Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dengan diterapkannya model Predict –Observe-Explain (POE) dalam matapelajaran IPA Biologi kelas IX MIA 3 SMAN 1 Sendana pada semester ganjil Tahun ajaran 2019/2020. Subjek penelitian adalah peseta didik kelas XI MIA 3 SMAN 1 Sendana. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan non tes melalui lembar observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa persentase aktivitas belajar siswa mencapai 47,3% dengan kategori cukup dan hasil belajar diperoleh dengan nilai rata-rata 73,57 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 63% dengan kategori belum tuntas KKM. Pada siklus II, persentase aktivitas belajar peserta didik meningkat hingga mencapai 82,3% dengan kategori baik dan hasil belajarnya diperoleh nilai rata-rata sebesar 84 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 93% dengan kategori tuntas KKM. Dari siklus I kesiklus II aktifitas belajar peserta didik meningkat sebesar 35%, hasil belajar meningkat sebesar 9,46 dan ketuntasan belajar klasikal meningkat sebesar 30%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Predict–Observe-Explain (POE) dapat meningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas XI MIA SMAN 1 Sendana tahun ajaran 2019/2020. \u0000 ","PeriodicalId":128418,"journal":{"name":"BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya","volume":"95 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127990958","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-12-27DOI: 10.31605/bioma.v3i2.1228
M. Fahlevi
Udang merupakan salah satu kajian dalam zoologi invertebra yang memiliki karakteristik yang khas yaitu memiliki rostrum. Keberadaan udang bermanfaat dalam perekonomian masyarakat, salah satu wilayah yang dapat ditemukan udang merupakan Sungai Beringin Kencana. Sungai Beringin Kencana merupakan salah satu anak sungai barito yang memiliki ciri khas sungai pasang surut. Sungai merupakan salah satu jenis media hidup bagi organisme yang ada di perairan. Sungai merupakan bagian permukaan bumi tempat air mengalir yang letaknya lebih rendah dari tanah di sekitarnya dan menjadi tempat mengalirnya air tawar dari bagian hulu ke bagian hilir menuju ke laut, danau, rawa, atau sungai yang lain. Sungai juga merupakan sumber air permukaan yang memberikan manfaat kepada kehidupan manusia. Kalimantan Selatan merupakan daerah yang memiliki banyak sungai, hal ini membuktikan bahwa sungai di daerah ini cukup banyak sehingga dapat dipastikan kehidupan masyarakat sangat dekat dengan kehidupan sungai. Berdasarkan hasil penelitianterdapat empat jenis udang(crustacea) yaitu Metapenaeus ensis, Macrobrachium sintangense, Macrobachium lar, Macrobrachium rosenbergii.
{"title":"Keragaman Udang Di Wilayah Sungai Pasang Surut","authors":"M. Fahlevi","doi":"10.31605/bioma.v3i2.1228","DOIUrl":"https://doi.org/10.31605/bioma.v3i2.1228","url":null,"abstract":"Udang merupakan salah satu kajian dalam zoologi invertebra yang memiliki karakteristik yang khas yaitu memiliki rostrum. Keberadaan udang bermanfaat dalam perekonomian masyarakat, salah satu wilayah yang dapat ditemukan udang merupakan Sungai Beringin Kencana. Sungai Beringin Kencana merupakan salah satu anak sungai barito yang memiliki ciri khas sungai pasang surut. Sungai merupakan salah satu jenis media hidup bagi organisme yang ada di perairan. Sungai merupakan bagian permukaan bumi tempat air mengalir yang letaknya lebih rendah dari tanah di sekitarnya dan menjadi tempat mengalirnya air tawar dari bagian hulu ke bagian hilir menuju ke laut, danau, rawa, atau sungai yang lain. Sungai juga merupakan sumber air permukaan yang memberikan manfaat kepada kehidupan manusia. Kalimantan Selatan merupakan daerah yang memiliki banyak sungai, hal ini membuktikan bahwa sungai di daerah ini cukup banyak sehingga dapat dipastikan kehidupan masyarakat sangat dekat dengan kehidupan sungai. Berdasarkan hasil penelitianterdapat empat jenis udang(crustacea) yaitu Metapenaeus ensis, Macrobrachium sintangense, Macrobachium lar, Macrobrachium rosenbergii.","PeriodicalId":128418,"journal":{"name":"BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125395500","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-12-27DOI: 10.31605/bioma.v3i2.1349
Syamsiara Nur Nino
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran ERCoRe terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa Biologi di perguruan tinggi. Desain kuasi-eksperimental digunakan dalam penelitian ini. Peserta terdiri dari delapan puluh empat mahasiswa angkatan 2018 prgram studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Barat. Empat puluh empat siswa ditugaskan ke kelompok eksperimen yang diajarkan dengan ERCoRe, dan sisanya (40 siswa) bertindak sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan metode ceramah dan diskusi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ANACOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa pada kelompok ERCoRe memperoleh skor hasil belajar kognitif yang lebih tinggi daripada siswa dari kelompok kontrol. Oleh karena itu, model pembelajaran ERCoRe dapat dijadikan sebagai model alternatif untuk meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa di perguruan tinggi.
{"title":"Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran ERCoRe terhadap Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Biologi","authors":"Syamsiara Nur Nino","doi":"10.31605/bioma.v3i2.1349","DOIUrl":"https://doi.org/10.31605/bioma.v3i2.1349","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran ERCoRe terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa Biologi di perguruan tinggi. Desain kuasi-eksperimental digunakan dalam penelitian ini. Peserta terdiri dari delapan puluh empat mahasiswa angkatan 2018 prgram studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Barat. Empat puluh empat siswa ditugaskan ke kelompok eksperimen yang diajarkan dengan ERCoRe, dan sisanya (40 siswa) bertindak sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan metode ceramah dan diskusi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ANACOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa pada kelompok ERCoRe memperoleh skor hasil belajar kognitif yang lebih tinggi daripada siswa dari kelompok kontrol. Oleh karena itu, model pembelajaran ERCoRe dapat dijadikan sebagai model alternatif untuk meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa di perguruan tinggi.","PeriodicalId":128418,"journal":{"name":"BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132720965","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi tipe talus lichen sebagai bioindikator pencemaran udara di kota Kudus. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan teknik survei. Pengambilan sampel dilakukan di sepanjang Jalan Conge-Ngembal Rejo dan Jalan Tumpang Krasak Jati yang sama-sama memiliki suhu udara yang sama dan tingkat kelembaban udara yang sama yaitu suhu udara 30° dan tingkat kelembapan udara 73%. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan jenis lichen yang termasuk dalam family Parmeliaceae yaitu Parmeliopsis sp dengan ciri-ciri yaitu memiliki korteks atas dan bawah, seringkali terdapat rizin untuk membantu perlekatan pada substrat. Morfologi umum talus yang dijumpai dikedua lokasi, berbentuk cenderung bulat, memanjang vertikal, dan tidak beraturan. Warna morfologi umum talus yang dijumpai dikedua lokasi, berwarna hijau, putih, putih keabuan. Lichen dapat dijadikan sebagai bioindikator pencemaran udara berdasarkan kondisi yang ditimbulkan lichen terhadap kualitas udara. Dengan rendahnya kualitas udara di suatu wilayah maka tingkat keragaman lichen semakin rendah.
{"title":"Morfologi Tipe Talus Lichen sebagai Bioindikator Pencemaran Udara di Kudus","authors":"Iseu Laelasari","doi":"10.31605/bioma.v3i1.850","DOIUrl":"https://doi.org/10.31605/bioma.v3i1.850","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi tipe talus lichen sebagai bioindikator pencemaran udara di kota Kudus. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan teknik survei. Pengambilan sampel dilakukan di sepanjang Jalan Conge-Ngembal Rejo dan Jalan Tumpang Krasak Jati yang sama-sama memiliki suhu udara yang sama dan tingkat kelembaban udara yang sama yaitu suhu udara 30° dan tingkat kelembapan udara 73%. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan jenis lichen yang termasuk dalam family Parmeliaceae yaitu Parmeliopsis sp dengan ciri-ciri yaitu memiliki korteks atas dan bawah, seringkali terdapat rizin untuk membantu perlekatan pada substrat. Morfologi umum talus yang dijumpai dikedua lokasi, berbentuk cenderung bulat, memanjang vertikal, dan tidak beraturan. Warna morfologi umum talus yang dijumpai dikedua lokasi, berwarna hijau, putih, putih keabuan. Lichen dapat dijadikan sebagai bioindikator pencemaran udara berdasarkan kondisi yang ditimbulkan lichen terhadap kualitas udara. Dengan rendahnya kualitas udara di suatu wilayah maka tingkat keragaman lichen semakin rendah.","PeriodicalId":128418,"journal":{"name":"BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117232212","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-06-27DOI: 10.31605/bioma.v3i1.1030
Safnowandi Safnowandi
This type of research is comparative descriptive and development research. The results showed that there were 4 species of mangroves found in sandy and muddy substrates, namely: 1) Rhizophora apiculata; 2) Rhizophora mucronata; 3) Avicennia alba; and 4) Sonneratia alba. The abundance of mangrove plants on sandy substrate is Sonneratia alba as many as 215 species. Meanwhile, the muddy substrate was Rhizhophora mucronata with 182 species. Mangrove diversity is low, with the diversity index value in the sandy substrate of 0.023 - 0.612 and in the muddy substrate 0.138 - 0.433. The closeness of mangroves is also classified as low with a range of closeness index values in the sandy substrate from 0.005 to 0.153 and in the muddy substrate from 0.034 to 0.108. For species dominance, it is only found in sandy substrates, namely Sonneratia alba species which are classified into moderate dominance. As for the validation results of teaching materials in the form of an ecology module, based on the results of the validation of teaching materials experts and validation of content and material experts, the results were 87.55% with very good qualifications. With the results of the validation, the teaching material in the form of an ecology module is suitable for use without revision.
{"title":"Struktur Komunitas Mangrove di Pesisir Pantai Cemara Selatan Kabupaten Lombok Barat sebagai Bahan Penyusunan Modul Ekologi","authors":"Safnowandi Safnowandi","doi":"10.31605/bioma.v3i1.1030","DOIUrl":"https://doi.org/10.31605/bioma.v3i1.1030","url":null,"abstract":"This type of research is comparative descriptive and development research. The results showed that there were 4 species of mangroves found in sandy and muddy substrates, namely: 1) Rhizophora apiculata; 2) Rhizophora mucronata; 3) Avicennia alba; and 4) Sonneratia alba. The abundance of mangrove plants on sandy substrate is Sonneratia alba as many as 215 species. Meanwhile, the muddy substrate was Rhizhophora mucronata with 182 species. Mangrove diversity is low, with the diversity index value in the sandy substrate of 0.023 - 0.612 and in the muddy substrate 0.138 - 0.433. The closeness of mangroves is also classified as low with a range of closeness index values in the sandy substrate from 0.005 to 0.153 and in the muddy substrate from 0.034 to 0.108. For species dominance, it is only found in sandy substrates, namely Sonneratia alba species which are classified into moderate dominance. As for the validation results of teaching materials in the form of an ecology module, based on the results of the validation of teaching materials experts and validation of content and material experts, the results were 87.55% with very good qualifications. With the results of the validation, the teaching material in the form of an ecology module is suitable for use without revision.","PeriodicalId":128418,"journal":{"name":"BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114623308","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Efforts to increase the productivity and quality of foxtail millet (Setaria italica (L.) P.Beauv.) to supporting domestic food diversification in Indonesia can be done through plant breeding programs by assembling superior varieties. The effort to obtain superior millet varieties that are specific in accordance with farmer wishes, requires the availability of informative germplasm, which is delivered through characterization activities. The use of molecular markers is a method that now has been proven to help accelerate the introgression of major genes into elite cultivars. The use of molecular markers as a plant selection tool has been carried out with greater accuracy. Selection with molecular markers is only based on plant genetic traits and is not influenced by environmental factors, so the results are more accurate than selection based on morphology. Molecular tests have vary in the way they are implemented to obtain data, both the technique and the desired level of target data, according to the ease of implementation, availability of human resources, facilities and funds of money. The molecular markers that have been used for plant breeding of foxtail millet are RFLP, AFLP, RAPD, Transposon, SSR-Microsatelite, and ISSR.
{"title":"UTILIZATION OF MOLECULAR MARKER TECHNOLOGY IN FOXTAIL MILLET (Setaria italica (L.) P. Beauv.) BREEDING IN INDONESIA","authors":"Ramlah Ramlah","doi":"10.31605/bioma.v3i1.898","DOIUrl":"https://doi.org/10.31605/bioma.v3i1.898","url":null,"abstract":"Efforts to increase the productivity and quality of foxtail millet (Setaria italica (L.) P.Beauv.) to supporting domestic food diversification in Indonesia can be done through plant breeding programs by assembling superior varieties. The effort to obtain superior millet varieties that are specific in accordance with farmer wishes, requires the availability of informative germplasm, which is delivered through characterization activities. The use of molecular markers is a method that now has been proven to help accelerate the introgression of major genes into elite cultivars. The use of molecular markers as a plant selection tool has been carried out with greater accuracy. Selection with molecular markers is only based on plant genetic traits and is not influenced by environmental factors, so the results are more accurate than selection based on morphology. Molecular tests have vary in the way they are implemented to obtain data, both the technique and the desired level of target data, according to the ease of implementation, availability of human resources, facilities and funds of money. The molecular markers that have been used for plant breeding of foxtail millet are RFLP, AFLP, RAPD, Transposon, SSR-Microsatelite, and ISSR.","PeriodicalId":128418,"journal":{"name":"BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya","volume":"2011 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127718972","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}