Tanah longsor yang sering terjadi di daerah dengan keadaan tofografi seperti di daerah Kecamatan Padang Batung. Pemetaan Longsor dilakukan dengan cara pemetaan extraterrestrial yaitu pemetaan dengan menggunakan teknik pengindraan jauh (remote sensing). Data pengindraan jauh yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra sentinel 2A, citra satelit TRMM, data elevasi dari DEMNAS, dan peta jenis tanah dari pusat penelitian tanah dan agroklimat (puslittanak) yang kemudian diubah kedalam bentuk digital. Pengolahan data digital menggunakan software ArcGIS dengan menggabungkan dan menganalisis data yang diperoleh menggunakan teknik analisis data weighted overlay, dengan memasukan data curah hujan, jenis tanah, lemiringan lereng, tutupan lahan, tingkat kerapatan vegetasi sebagai variabel pengukur kerentanan longsor. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk peta, kemudian dilakukan pengukuran keakuratannya dengan metode survey lapangan atau validasi map to survey, hasil survey lapangan dihitung menggunakan confusion matrix dan memperoleh hasil tingkat keakuratan 85.714%. Tingkat kerentanan longsor di Kecamatan Padang Batung dibagi menjadi 5 tingkat kerentanan, dari penelitian ini diketahui bahwa seluas 32km2 berada di tingkat kerentanan sangat rendah, 81km2 berada ditingkat kerentanan rendah, 74km2 berada ditingkat kerentanan sedang, 21km2 berada ditingkat kerentanan tinggi dan 0,269km2 atau 269m2 berada ditingkat kerentanan sangat tinggi, dari total luas keseluruhan wilayah 201 km2.
{"title":"Pemetaan Tingkat Kerentanan Longsor Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan","authors":"Aswin Nur Saputra, Deasy Arisanty, Noval Pandani","doi":"10.20527/jpg.v9i2.12749","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/jpg.v9i2.12749","url":null,"abstract":"Tanah longsor yang sering terjadi di daerah dengan keadaan tofografi seperti di daerah Kecamatan Padang Batung. Pemetaan Longsor dilakukan dengan cara pemetaan extraterrestrial yaitu pemetaan dengan menggunakan teknik pengindraan jauh (remote sensing). Data pengindraan jauh yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra sentinel 2A, citra satelit TRMM, data elevasi dari DEMNAS, dan peta jenis tanah dari pusat penelitian tanah dan agroklimat (puslittanak) yang kemudian diubah kedalam bentuk digital. Pengolahan data digital menggunakan software ArcGIS dengan menggabungkan dan menganalisis data yang diperoleh menggunakan teknik analisis data weighted overlay, dengan memasukan data curah hujan, jenis tanah, lemiringan lereng, tutupan lahan, tingkat kerapatan vegetasi sebagai variabel pengukur kerentanan longsor. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk peta, kemudian dilakukan pengukuran keakuratannya dengan metode survey lapangan atau validasi map to survey, hasil survey lapangan dihitung menggunakan confusion matrix dan memperoleh hasil tingkat keakuratan 85.714%. Tingkat kerentanan longsor di Kecamatan Padang Batung dibagi menjadi 5 tingkat kerentanan, dari penelitian ini diketahui bahwa seluas 32km2 berada di tingkat kerentanan sangat rendah, 81km2 berada ditingkat kerentanan rendah, 74km2 berada ditingkat kerentanan sedang, 21km2 berada ditingkat kerentanan tinggi dan 0,269km2 atau 269m2 berada ditingkat kerentanan sangat tinggi, dari total luas keseluruhan wilayah 201 km2.","PeriodicalId":143161,"journal":{"name":"JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128701404","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
The population problem in Indonesia is the rate of population growth and the imbalance in its distribution. The transmigration program aims to balance the distribution of the population by regulating and directing people who have a high density to move to areas that are still sparsely populated, with the hope that development and population distribution can be evenly distributed. Hegar Manah Village. Hegar Manah Village is a village located in Bintang Ara District, Tabalong Regency, which was one of the transmigrant placement villages in 1993. In 1993 transmigrants came to Hegar Manah Village as many as 300 families (KK), consisting of 150 families from the other side (Java Island) and 150 local transmigrant families (Kalimantan), in 2020 there are only 30 transmigrant families left. This study aims to analyze the factors that cause transmigrants to persist in living in Hegar Manah Village, Bintang Ara District, Tabalong Regency, by examining 4 factors that are considered influential on the reasons for transmigrants to survive, namely by examining the transmigrant economic sector, public infrastructure facilities, land/land ownership and social cultural or adaptation of transmigrants to the local physical and social environment. This study uses a quantitative method with a descriptive approach. Data collection was carried out by distributing questionnaires/questionnaires to 27 families of indigenous transmigrant communities who still survived. Data analysis used descriptive statistics by calculating the percentage of each answer from respondents, and factor analysis by calculating the results of respondents' answers. The results showed that the transmigrant community persisted in living in Hegar Manah Village, Bintang Ara District because 1) they had sufficient land for the reason to survive. 2) good social culture or tolerance for very high differences, so as to create social and cultural harmony without discriminating against ethnicity, race, or religion. 3) economic or welfare factors are not the reason for transmigrants to stay. 4) the factor of infrastructure is not the reason for transmigrants to stay.Keywords: Transmigrant, survival factors
{"title":"Identifikasi Faktor Transmigran Bertahan Tinggal Di Desa Hegar Manah Kecamatan Bintang Ara Kabupaten Tabalong","authors":"Bahrudin Bahrudin, Karunia Puji Hastuti, Parida Angriani","doi":"10.20527/jpg.v9i1.12668","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/jpg.v9i1.12668","url":null,"abstract":"The population problem in Indonesia is the rate of population growth and the imbalance in its distribution. The transmigration program aims to balance the distribution of the population by regulating and directing people who have a high density to move to areas that are still sparsely populated, with the hope that development and population distribution can be evenly distributed. Hegar Manah Village. Hegar Manah Village is a village located in Bintang Ara District, Tabalong Regency, which was one of the transmigrant placement villages in 1993. In 1993 transmigrants came to Hegar Manah Village as many as 300 families (KK), consisting of 150 families from the other side (Java Island) and 150 local transmigrant families (Kalimantan), in 2020 there are only 30 transmigrant families left. This study aims to analyze the factors that cause transmigrants to persist in living in Hegar Manah Village, Bintang Ara District, Tabalong Regency, by examining 4 factors that are considered influential on the reasons for transmigrants to survive, namely by examining the transmigrant economic sector, public infrastructure facilities, land/land ownership and social cultural or adaptation of transmigrants to the local physical and social environment. This study uses a quantitative method with a descriptive approach. Data collection was carried out by distributing questionnaires/questionnaires to 27 families of indigenous transmigrant communities who still survived. Data analysis used descriptive statistics by calculating the percentage of each answer from respondents, and factor analysis by calculating the results of respondents' answers. The results showed that the transmigrant community persisted in living in Hegar Manah Village, Bintang Ara District because 1) they had sufficient land for the reason to survive. 2) good social culture or tolerance for very high differences, so as to create social and cultural harmony without discriminating against ethnicity, race, or religion. 3) economic or welfare factors are not the reason for transmigrants to stay. 4) the factor of infrastructure is not the reason for transmigrants to stay.Keywords: Transmigrant, survival factors","PeriodicalId":143161,"journal":{"name":"JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120959974","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Muhammad, Karunia Puji Hastuti, F. Setiawan
According to BSNP in the review of textbooks, there are four aspects of feasibility that must be met. The four aspects are the feasibility of content, presentation, linguistic, and graphics. The purpose of this study is to determine the level of feasibility of content, presentation, linguistic, and graphics on the material that is the focus of research. The focus of this research is a study of the material on Population Dynamics in Indonesia for Development Planning contained in the Geography textbook for class XI SMA/equivalent. The book sampled for this research is Geography Textbook Volume 2 for SMA/MA Class XI Specialization Groups, written by Yasinto Sindhu Priastomo, published by Erlangga. The data were obtained by using documentation techniques, namely analyzing documents in the form of one material from the textbook that became the research sample. The results of the researcher's assessment were reviewed by three reviewers, so that the research results were more valid. The research data were analyzed by descriptive method. The results of the research and discussion can be concluded that the material analyzed is included in the feasible criteria. Based on the aspect of content feasibility, the material studied is included in the feasible criteria with a percentage of 73,11%. The level of presentation feasibility is included in the feasible criteria with a percentage of 79,83%. The level of linguistic feasibility is included in the feasible criteria with a percentage of 80,95%. The level of graphics feasibility is included in the feasible criteria with a percentage of 84,42%.
{"title":"Analisis Buku Teks Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMA/Sederajat Pada Materi Dinamika Kependudukan di Indonesia untuk Perencanaan Pembangunan","authors":"Muhammad Muhammad, Karunia Puji Hastuti, F. Setiawan","doi":"10.20527/jpg.v8i2.12541","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/jpg.v8i2.12541","url":null,"abstract":"According to BSNP in the review of textbooks, there are four aspects of feasibility that must be met. The four aspects are the feasibility of content, presentation, linguistic, and graphics. The purpose of this study is to determine the level of feasibility of content, presentation, linguistic, and graphics on the material that is the focus of research. The focus of this research is a study of the material on Population Dynamics in Indonesia for Development Planning contained in the Geography textbook for class XI SMA/equivalent. The book sampled for this research is Geography Textbook Volume 2 for SMA/MA Class XI Specialization Groups, written by Yasinto Sindhu Priastomo, published by Erlangga. The data were obtained by using documentation techniques, namely analyzing documents in the form of one material from the textbook that became the research sample. The results of the researcher's assessment were reviewed by three reviewers, so that the research results were more valid. The research data were analyzed by descriptive method. The results of the research and discussion can be concluded that the material analyzed is included in the feasible criteria. Based on the aspect of content feasibility, the material studied is included in the feasible criteria with a percentage of 73,11%. The level of presentation feasibility is included in the feasible criteria with a percentage of 79,83%. The level of linguistic feasibility is included in the feasible criteria with a percentage of 80,95%. The level of graphics feasibility is included in the feasible criteria with a percentage of 84,42%.","PeriodicalId":143161,"journal":{"name":"JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125117381","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ellyn Normelani, Selamat Riadi, Muhammad Efendi, Rosalina Kumalawati, N. Nasruddin, Norma Yuni Kartika, A. Nugroho
Geopark Pegunungan Meratus memiliki 36 geosite, yang lokasinya tersebar di 9 Kabupaten dan 1 kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi permintaan wisatawan yang mendukung pengembangan kawasan eko-geowisata geopark Pegunungan Meratus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tipe eksploratif, data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, analisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian yang terdiri dari wisatawan, serta dokumentasi dan observasi.Hasil penelitian mengambarkan keinginan wisatawan antaralain: melengkapi daya tarik alam yang ada dengan daya tarik wisata budaya dan wisata buatan, memperbaharui alat transportasi menuju kawasan geopark Pegunungan Meratus, menambah armada angkutan dan mengatur jadwal angkutan/manajemen waktu, membangun dan melengkapi restoran,
{"title":"Studi Eksploratif Tentang Permintaan Wisatawan Mendukung Pengembangan Kawasan Eco-Geotourism Geopark Pegunungan Meratus","authors":"Ellyn Normelani, Selamat Riadi, Muhammad Efendi, Rosalina Kumalawati, N. Nasruddin, Norma Yuni Kartika, A. Nugroho","doi":"10.20527/jpg.v9i1.12577","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/jpg.v9i1.12577","url":null,"abstract":"Geopark Pegunungan Meratus memiliki 36 geosite, yang lokasinya tersebar di 9 Kabupaten dan 1 kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi permintaan wisatawan yang mendukung pengembangan kawasan eko-geowisata geopark Pegunungan Meratus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tipe eksploratif, data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, analisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian yang terdiri dari wisatawan, serta dokumentasi dan observasi.Hasil penelitian mengambarkan keinginan wisatawan antaralain: melengkapi daya tarik alam yang ada dengan daya tarik wisata budaya dan wisata buatan, memperbaharui alat transportasi menuju kawasan geopark Pegunungan Meratus, menambah armada angkutan dan mengatur jadwal angkutan/manajemen waktu, membangun dan melengkapi restoran,","PeriodicalId":143161,"journal":{"name":"JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)","volume":"128 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128137492","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kecamatan samarinda utara merupakan salah satu kecamatan yang paling sering terkena dampak banjir baik karena banjir luapan sungai Karangmumus maupun setelah hujan lebat. Kondisi seringkali mempengaruhi kehidupan masyrakat samarinda utara sehari-hari. Fokus dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh dampak bencana banjir terhadap perekonomian masyrakat di Kecamatan Samarinda Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada saat dan setelah banjir, dan juga wawancara kepada masyarakat yang terdampak banjir. Analisis data menggunakan trianggulasi data dari hasil observasi, wawancara dan data-data dari dinas terkait. Dampak banjir dari segi ekonomi dapat dilihat rusaknya rumah dan perkakasnya, tanaman pertanian, serta hilangnya hewan ternak. Selain itu banjir juga membuat terganggunya aktivitas perekonomian penduduk karena hilangnya akses penduduk karena terendamnya jalan utama maupun alternatif. Dampak terhadap perekonomian terbesar adalah dari akibat banjir Sungai Karangmumus yang lama waktu banjir bisa mencapai 1 minggu. Sedangkan dampak banjir akibat luapan drainase saat hujan lebat berdampak pada terganggunya akses maupun terendamnya permukiman dan fasilitas-fasilitas perekonomian masyarakat yang hanya beberapa jam saja. Kondisi inilah yang membuat terganggunya aktivitas perekonomian masyarakat Samarinda Utara akibat seringnya banjir baik karena hujan lebat maupun sungai Karangmumus.
{"title":"Dampak Bencana Banjir Terhadap Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda","authors":"Yaskinul Anwar, M. Ningrum, Iya' Setyasih","doi":"10.20527/jpg.v9i1.12457","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/jpg.v9i1.12457","url":null,"abstract":"Kecamatan samarinda utara merupakan salah satu kecamatan yang paling sering terkena dampak banjir baik karena banjir luapan sungai Karangmumus maupun setelah hujan lebat. Kondisi seringkali mempengaruhi kehidupan masyrakat samarinda utara sehari-hari. Fokus dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh dampak bencana banjir terhadap perekonomian masyrakat di Kecamatan Samarinda Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada saat dan setelah banjir, dan juga wawancara kepada masyarakat yang terdampak banjir. Analisis data menggunakan trianggulasi data dari hasil observasi, wawancara dan data-data dari dinas terkait. Dampak banjir dari segi ekonomi dapat dilihat rusaknya rumah dan perkakasnya, tanaman pertanian, serta hilangnya hewan ternak. Selain itu banjir juga membuat terganggunya aktivitas perekonomian penduduk karena hilangnya akses penduduk karena terendamnya jalan utama maupun alternatif. Dampak terhadap perekonomian terbesar adalah dari akibat banjir Sungai Karangmumus yang lama waktu banjir bisa mencapai 1 minggu. Sedangkan dampak banjir akibat luapan drainase saat hujan lebat berdampak pada terganggunya akses maupun terendamnya permukiman dan fasilitas-fasilitas perekonomian masyarakat yang hanya beberapa jam saja. Kondisi inilah yang membuat terganggunya aktivitas perekonomian masyarakat Samarinda Utara akibat seringnya banjir baik karena hujan lebat maupun sungai Karangmumus. ","PeriodicalId":143161,"journal":{"name":"JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132193358","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pengelolaan sungai memelukan sinergitas dari berbagai pihak. Pengelolaan sungai juga harus berkelanjutan dan dilakukan mulai dari hulu sampai ke hilir. Pemerintah dan masyarakat perlu saling bahu membahu dalam upaya pengelolaan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam pengelolaan lingkungan dan kondisi masyarakat hilir Sungai Barito. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berdasarkan hasil observasi lapangan dan pemanfataan data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif empirik. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan pengelolaan sungai yang dilakukan oleh pemerintah antara lain melalui program perbaikan sungai seperti inventarisasi ulang dan labelisasi sungai, normalisasi sungai besar dan kecil, pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase, revitalisasi dan penataan bantaran sungai, serta membangun fasilitas pendukung sungai lainnya. Selain pengelolaan secara fisik, program perbaikan sungai juga dilakukan pada aspek sosial ekonomi dan budaya masyarakat sekitar sungai, seperti melalui program PLPBK dan KOTAKU Kata Kunci: pengelolaan sungai, peran pemerintah, Sungai Barito
{"title":"Peran Pemerintah Kota Banjarmasin dalam Pengelolaan Lingkungan Hilir Sungai Barito – Kalimantan Selatan","authors":"Eva Alviawati, Parida Angriani","doi":"10.20527/jpg.v9i1.12687","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/jpg.v9i1.12687","url":null,"abstract":"Pengelolaan sungai memelukan sinergitas dari berbagai pihak. Pengelolaan sungai juga harus berkelanjutan dan dilakukan mulai dari hulu sampai ke hilir. Pemerintah dan masyarakat perlu saling bahu membahu dalam upaya pengelolaan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam pengelolaan lingkungan dan kondisi masyarakat hilir Sungai Barito. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berdasarkan hasil observasi lapangan dan pemanfataan data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif empirik. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan pengelolaan sungai yang dilakukan oleh pemerintah antara lain melalui program perbaikan sungai seperti inventarisasi ulang dan labelisasi sungai, normalisasi sungai besar dan kecil, pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase, revitalisasi dan penataan bantaran sungai, serta membangun fasilitas pendukung sungai lainnya. Selain pengelolaan secara fisik, program perbaikan sungai juga dilakukan pada aspek sosial ekonomi dan budaya masyarakat sekitar sungai, seperti melalui program PLPBK dan KOTAKU Kata Kunci: pengelolaan sungai, peran pemerintah, Sungai Barito","PeriodicalId":143161,"journal":{"name":"JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121792921","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AbstarctThe Village of Semangat Dalam is the most populous village in Barito Kuala Regency. The large number of residents of the village of Semangat Dalam is a result of the large number of housing developments. This study aims to determine how the impact of housing development in the village of Semangat Dalam in the environment and society. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The results of this study indicate that housing development has an impact on environmental and community conditions. Impacts on the environment such as change of land use, the number of shops and buildings, changes in road conditions, drainage problems, and waste problems. Impacts on society such as changes in population, changes in the types of community social activities, changes in people's living behavior, rising land prices, ease of work, progress in trade and competition in life.Keywords:housing developments, impact, environmental, communityAbstrakDesa Semangat Dalam merupakan desa yang paling banyak penduduknya di Kabupaten Barito Kuala. Banyaknya penduduk Desa Semangat Dalam akibat dari banyaknya pembangunan perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pembangunan perumahan di Desa Semangat Dalam terhadap lingkungan dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pembangunan perumahan memberi dampak pada kondisi lingkungan dan masyarakat. Dampak terhadap lingkungan seperti alih fungsi lahan, banyaknya toko dan bangunan, perubahan pada kondisi jalan, permasalahan drainase, dan permasalahan sampah. Dampak terhadap masyarakat seperti perubahan jumlah penduduk, perubahan jenis kegiatan sosial masyarakat, perubahan perilaku hidup masyarakat, naiknya harga lahan, mudahnya pekerjaan, kemajuan perdagangan dan persaingan hidup.Kata kunci: pembangunan perumahan, dampak, lingkungan, masyarakat
Semangat Dalam村是峇里东(Barito Kuala Regency)人口最多的村庄。Semangat Dalam村的大量居民是大量住房开发的结果。本研究旨在确定Semangat Dalam村的住房开发对环境和社会的影响。本研究采用定性与描述性相结合的方法。研究结果表明,住房开发对环境和社区条件有影响。对环境的影响,例如土地用途的改变、商铺和建筑物的数目、道路状况的改变、排水问题和废物问题。对社会的影响,如人口的变化,社区社会活动类型的变化,人们生活行为的变化,土地价格的上涨,工作的便利,贸易的进步和生活中的竞争。关键词:住房开发、影响、环境、社区Banyaknya penduduk Desa Semangat Dalam akibat dari Banyaknya pembangunan perumahan。Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana danpak pembangunan perumahan di Desa Semangat Dalam terhadap lingkungan dan masyarakat。Penelitian ini mongunakan方法的定性分析。Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pembangunan perumahan成员danpak pada kondisi lingkungan dan masyarakat。Dampak terhadap lingkungan seperti alih fungsi lahan, banyaknya toko dan bangunan, perubahan pada kondisi jalan, permasalahan drain, dan permasalahan sampah。Dampak terhadap masyarakat seperti perubahan jumlah penduduk, perubahan jenis kegiatan social masyarakat, perubahan perperaku hidup masyarakat, naiknya harga lahan, mudahnya pekerjaan, kemajuan perdagangan dan persaingan hidup。Kata kunci: pembangunan perumahan, dampak, lingkungan, masyarakat
{"title":"Pembangunan Perumahan di Desa Semangat Dalam dan Dampaknya terhadap Lingkungan dan Masyarakat","authors":"Kaspul Anwar, Wahyu Wahyu, Deasy Arisanty","doi":"10.20527/jpg.v9i1.12697","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/jpg.v9i1.12697","url":null,"abstract":"AbstarctThe Village of Semangat Dalam is the most populous village in Barito Kuala Regency. The large number of residents of the village of Semangat Dalam is a result of the large number of housing developments. This study aims to determine how the impact of housing development in the village of Semangat Dalam in the environment and society. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The results of this study indicate that housing development has an impact on environmental and community conditions. Impacts on the environment such as change of land use, the number of shops and buildings, changes in road conditions, drainage problems, and waste problems. Impacts on society such as changes in population, changes in the types of community social activities, changes in people's living behavior, rising land prices, ease of work, progress in trade and competition in life.Keywords:housing developments, impact, environmental, communityAbstrakDesa Semangat Dalam merupakan desa yang paling banyak penduduknya di Kabupaten Barito Kuala. Banyaknya penduduk Desa Semangat Dalam akibat dari banyaknya pembangunan perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pembangunan perumahan di Desa Semangat Dalam terhadap lingkungan dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pembangunan perumahan memberi dampak pada kondisi lingkungan dan masyarakat. Dampak terhadap lingkungan seperti alih fungsi lahan, banyaknya toko dan bangunan, perubahan pada kondisi jalan, permasalahan drainase, dan permasalahan sampah. Dampak terhadap masyarakat seperti perubahan jumlah penduduk, perubahan jenis kegiatan sosial masyarakat, perubahan perilaku hidup masyarakat, naiknya harga lahan, mudahnya pekerjaan, kemajuan perdagangan dan persaingan hidup.Kata kunci: pembangunan perumahan, dampak, lingkungan, masyarakat","PeriodicalId":143161,"journal":{"name":"JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127966092","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar belakang penelitian adalah pendapatan masyarakat buruh sadap karet yang dibawah UMK dan keadaan kurangnya kesejahteraan masyarakat buruh sadap karet PTPN XIII Kebun Batulicin dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat kesejahteraan buruh sadap karet PTPN XIII Kebun Batulicin di Kecamatan Karang Bintang Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui angket dengan teknik analisis data Eko Sugiharto yakni menghitung skor pada 8 indikator tingkat kesejahteraan berdasarkan BPS 2005 yaitu, pendapatan, pengeluaran, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, kemudahan mendapatkan fasilitas kesehatan, kemudahan mendapatkan fasilitas sekolah, dan kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi. Data primer diperoleh melalui observasi dan angket, data sekunder diperoleh melalui jurnal dan laporan. Objek penelitian adalah tingkat kesejahteraan dan subjeknya adalah masyarakat buruh sadap karet di PTPN XIII Kebun Batulicin. Analisis data menggunakan persentase dan skoring Hasil penelitian pada 181 responden adalah buruh sadap karet memiliki pendapatan rendah, dan peneluaran menyesuaikan dengan pendapatan yang diperoleh, buruh sadap keret tinggal di perumahan semi permanen dengan fasilitas kurang lengkap, kesehatan anggota keluarga baik, dan mendapatkan fasilitas kesehatan, pendidikan anak dan transportasi dengan mudah, kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 24 responden (13%) berada pada tingkat kesejahteraan rendah, tingkat kesejahteraan sedang sebanyak 148 responden (82%), dan responden yang berada pada tingkat kesejahteraan tinggi sebanyak 9 responden (5%).
{"title":"Tingkat Kesejahteraan Buruh Penyadap Karet PT. Perkebunan Nusantara XIII (PTPN XIII) Kebun Batulicin Di Kecamatan Karang Bintang Kabupaten Tanah Bumbu","authors":"Laela Qodariah, Parida Angriani, Karunia Puji Hastuti","doi":"10.20527/jpg.v8i2.12647","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/jpg.v8i2.12647","url":null,"abstract":"Latar belakang penelitian adalah pendapatan masyarakat buruh sadap karet yang dibawah UMK dan keadaan kurangnya kesejahteraan masyarakat buruh sadap karet PTPN XIII Kebun Batulicin dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat kesejahteraan buruh sadap karet PTPN XIII Kebun Batulicin di Kecamatan Karang Bintang Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui angket dengan teknik analisis data Eko Sugiharto yakni menghitung skor pada 8 indikator tingkat kesejahteraan berdasarkan BPS 2005 yaitu, pendapatan, pengeluaran, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, kemudahan mendapatkan fasilitas kesehatan, kemudahan mendapatkan fasilitas sekolah, dan kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi. Data primer diperoleh melalui observasi dan angket, data sekunder diperoleh melalui jurnal dan laporan. Objek penelitian adalah tingkat kesejahteraan dan subjeknya adalah masyarakat buruh sadap karet di PTPN XIII Kebun Batulicin. Analisis data menggunakan persentase dan skoring Hasil penelitian pada 181 responden adalah buruh sadap karet memiliki pendapatan rendah, dan peneluaran menyesuaikan dengan pendapatan yang diperoleh, buruh sadap keret tinggal di perumahan semi permanen dengan fasilitas kurang lengkap, kesehatan anggota keluarga baik, dan mendapatkan fasilitas kesehatan, pendidikan anak dan transportasi dengan mudah, kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 24 responden (13%) berada pada tingkat kesejahteraan rendah, tingkat kesejahteraan sedang sebanyak 148 responden (82%), dan responden yang berada pada tingkat kesejahteraan tinggi sebanyak 9 responden (5%). ","PeriodicalId":143161,"journal":{"name":"JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125012800","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
In the world of education the term evaluation is very important because one of the competencies that must be mastered by the teacher is the evaluation of learning. One form of assessment in the learning process is a summative test that can be a determinant of the process of student learning outcomes, but in the field of evaluation and assessment there are many shortcomings in its application so researchers are interested in researching about the Evaluation of Sumative Tests on Student Learning Outcomes. This research was conducted at the State High School 1 Gelumbang using quantitative methods. Data obtained from the documentation and distribution of questionnaires to students of class XI IPS with a population of 90 people but taken as many as 60 people using random sampling techniques. The results of this study were analyzed using the hypothesis test and homogeneity test to obtain the results of this study in the form of t-count ≥ t-table (13,529> 1,995) Then it can be concluded that there is a significant influence between summative evaluation with student learning outcomes by 73%, while the remaining 27% is influenced by another factor.
{"title":"Pengaruh Ujian Akhir Semester Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Mata Pelajaran Geografi Di SMA Negeri 1 Gelumbang","authors":"S. Sakinah, Susanti Faipri Selegi","doi":"10.20527/jpg.v8i2.8818","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/jpg.v8i2.8818","url":null,"abstract":"In the world of education the term evaluation is very important because one of the competencies that must be mastered by the teacher is the evaluation of learning. One form of assessment in the learning process is a summative test that can be a determinant of the process of student learning outcomes, but in the field of evaluation and assessment there are many shortcomings in its application so researchers are interested in researching about the Evaluation of Sumative Tests on Student Learning Outcomes. This research was conducted at the State High School 1 Gelumbang using quantitative methods. Data obtained from the documentation and distribution of questionnaires to students of class XI IPS with a population of 90 people but taken as many as 60 people using random sampling techniques. The results of this study were analyzed using the hypothesis test and homogeneity test to obtain the results of this study in the form of t-count ≥ t-table (13,529> 1,995) Then it can be concluded that there is a significant influence between summative evaluation with student learning outcomes by 73%, while the remaining 27% is influenced by another factor.","PeriodicalId":143161,"journal":{"name":"JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125220680","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
B. W. Mutaqin, Diki A. Amanatulloh, Taufik Budi Waskita, M. A. Marfai, Muhammad Nadafa Isnain, Mulyadi Alwi, M. Khomarudin
AbstractSmall islands in Indonesia have a vital role in developing social, economic, cultural, environmental, and national sovereignty. On the other hand, small islands are also very vulnerable to natural disasters and dynamics and/or human activities. Threats and disasters that exist on small islands can vary according to the characteristics and typology of the island. This study aims to identify the typology of small islands by utilizing geospatial data to analyze geomorphological parameters, including morphology, materials, processes, and oceanographic parameters such as the presence of coral reef ecosystems. The method in this research is divided into three stages, namely pre-field, field measurement, and post-field. Pre-field activities include formulating the characteristics of each island typology through literature studies and geospatial processing data, such as DEM and SPOT 7 satellite imagery, for the preparation of thematic maps. The field stage includes terrestrial surveys in the form of aerial photography, profiling, validation of interpretation results, and diving. The post-field step is carried out to process and analyze the results of the terrestrial survey conducted at the field stage. The analysis was carried out descriptively based on the results of data processing to determine the typology of the islands studied in this research case study. Based on the parameters that have been set and the results of field measurements, the islands of Mare and Tidore in the North Maluku Islands and Karimunjawa and Kemujan islands in the Karimunjawa Islands are categorized as small volcanic islands. Meanwhile, Cemara Besar Island in the Karimunjawa Islands is a small atoll island. Threats to small volcanic islands can be in the form of geological disasters such as earthquakes, volcanic eruptions, and tsunamis. On small atoll islands, the threat that lurks is related to the lack of freshwater and the physical-morphological dynamics of the island, which is strongly controlled by hydro-oceanographic characteristics.Keywords: geospatial, small volcanic island, small atoll island, morphology, disaster. AbstrakPulau-pulau kecil di Indonesia memiliki peranan vital dalam pengembangan sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dan kedaulatan bangsa. Di sisi lain, pulau kecil juga sangat rentan terhadap bencana maupun perubahan alam dan/atau aktivitas manusia. Ancaman dan bencana yang ada di pulau kecil dapat berbeda-beda mengikuti karakteristik dan tipologi pulau tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi tipologi pulau kecil dengan memanfaatkan data geospasial dalam analisis parameter geomorfologi yang meliputi morfologi, material, proses, serta parameter oseanografi seperti keberadaan ekosistem terumbu karang. Metode dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu pra lapangan, pengukuran lapangan, dan pasca lapangan. Kegiatan pra lapangan meliputi perumusan karaketristik masing-masing tipologi pulau melalui studi literatur ser
摘要印度尼西亚的小岛屿在发展社会、经济、文化、环境和国家主权方面具有至关重要的作用。另一方面,小岛屿也很容易受到自然灾害和动态和(或)人类活动的影响。小岛屿上存在的威胁和灾害可以根据岛屿的特点和类型而有所不同。本研究旨在利用地理空间数据分析小岛屿的地貌参数,包括形态、物质、过程和海洋参数,如珊瑚礁生态系统的存在,从而确定小岛屿的类型。本研究方法分为田间前、田间测量和田间后三个阶段。实地前活动包括通过文献研究和地理空间处理数据(如DEM和SPOT 7卫星图像)制定每个岛屿类型的特征,以便编制专题地图。实地阶段包括以航空摄影、剖面、解释结果验证和潜水的形式进行地面调查。野外后步骤是对野外地面测量结果进行处理和分析。根据数据处理结果进行描述性分析,以确定本研究案例研究中所研究的岛屿的类型。根据所设定的参数和实地测量的结果,北马鲁古群岛的马雷岛和蒂多岛以及卡里蒙贾瓦群岛的卡里蒙贾瓦岛和基穆贾岛被归类为小型火山岛。与此同时,卡里蒙加瓦群岛的西玛拉岛是一个小环礁岛屿。小火山岛面临的威胁可能是地质灾害,如地震、火山爆发和海啸。在小环礁岛上,潜伏的威胁与缺乏淡水和岛屿的物理形态动态有关,这种动态受到水文海洋学特征的强烈控制。关键词:地理空间;小火山岛;小环礁岛;AbstrakPulau-pulau kecil di印尼memiliki peranan重要dalam pengembangan sosial, ekonomi, budaya, lingkungan,丹kedaulatan bangsa。Di sisi lain, pulau kecil juga sangat rentan terhadap bencana maupun perubahan alam dan/atau aktivitas manusia。anaman danbencana yang ada di pulau kecil dapat berbeda-beda mengikuti karakteristik dantipologi pulau tersebut。Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi tipologi pulau kecil dengan memanfaatkan数据地理空间分析参数地貌yang meluputi形态,物质,过程,参数海洋成像seperti keberadaan生态系统terumbu karang。Metode dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan, yitu pra lapangan, pengukuran lapangan, dan pasca lapangan。数据来源:高寒数据地理空间,独立DEM与spot7卫星,反演高寒数据,反演高寒数据。Tahap lapangan meliputi survei terestris berupa pengambilan photo udara, profiling, validasi hasil interpretation, dan penyelaman。塔哈帕卡-拉班甘,拉班甘,拉班甘,拉班甘,拉班甘,拉班甘,拉班甘,拉班甘,拉班甘。数据分析,数据分析,数据分析,数据分析,数据分析,数据分析,数据分析,数据分析,数据分析。熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫,熊猫。Sedangkan Pulau Cemara Besar di Kepulauan Karimunjawa merupakan pulaukecil atol。Ancaman bagi pulau kecil vulkan dapat berupa bencana geological seperi gempabumi,火山喷发,海啸。【中文翻译】:巴巴多斯群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛群岛。Kata kunci:地理空间,pulau kecil vulkan, pulau kecil atol,形态学,kebencanan。
{"title":"Analisis Geomorfologi dan Oseanografi untuk Identifikasi Tipologi Pulau Kecil: Studi Kasus di Kepulauan Maluku Utara dan Karimunjawa","authors":"B. W. Mutaqin, Diki A. Amanatulloh, Taufik Budi Waskita, M. A. Marfai, Muhammad Nadafa Isnain, Mulyadi Alwi, M. Khomarudin","doi":"10.20527/jpg.v9i1.12459","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/jpg.v9i1.12459","url":null,"abstract":"AbstractSmall islands in Indonesia have a vital role in developing social, economic, cultural, environmental, and national sovereignty. On the other hand, small islands are also very vulnerable to natural disasters and dynamics and/or human activities. Threats and disasters that exist on small islands can vary according to the characteristics and typology of the island. This study aims to identify the typology of small islands by utilizing geospatial data to analyze geomorphological parameters, including morphology, materials, processes, and oceanographic parameters such as the presence of coral reef ecosystems. The method in this research is divided into three stages, namely pre-field, field measurement, and post-field. Pre-field activities include formulating the characteristics of each island typology through literature studies and geospatial processing data, such as DEM and SPOT 7 satellite imagery, for the preparation of thematic maps. The field stage includes terrestrial surveys in the form of aerial photography, profiling, validation of interpretation results, and diving. The post-field step is carried out to process and analyze the results of the terrestrial survey conducted at the field stage. The analysis was carried out descriptively based on the results of data processing to determine the typology of the islands studied in this research case study. Based on the parameters that have been set and the results of field measurements, the islands of Mare and Tidore in the North Maluku Islands and Karimunjawa and Kemujan islands in the Karimunjawa Islands are categorized as small volcanic islands. Meanwhile, Cemara Besar Island in the Karimunjawa Islands is a small atoll island. Threats to small volcanic islands can be in the form of geological disasters such as earthquakes, volcanic eruptions, and tsunamis. On small atoll islands, the threat that lurks is related to the lack of freshwater and the physical-morphological dynamics of the island, which is strongly controlled by hydro-oceanographic characteristics.Keywords: geospatial, small volcanic island, small atoll island, morphology, disaster. AbstrakPulau-pulau kecil di Indonesia memiliki peranan vital dalam pengembangan sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dan kedaulatan bangsa. Di sisi lain, pulau kecil juga sangat rentan terhadap bencana maupun perubahan alam dan/atau aktivitas manusia. Ancaman dan bencana yang ada di pulau kecil dapat berbeda-beda mengikuti karakteristik dan tipologi pulau tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi tipologi pulau kecil dengan memanfaatkan data geospasial dalam analisis parameter geomorfologi yang meliputi morfologi, material, proses, serta parameter oseanografi seperti keberadaan ekosistem terumbu karang. Metode dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu pra lapangan, pengukuran lapangan, dan pasca lapangan. Kegiatan pra lapangan meliputi perumusan karaketristik masing-masing tipologi pulau melalui studi literatur ser","PeriodicalId":143161,"journal":{"name":"JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)","volume":"76 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127350175","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}