Dalam penelitian ini, baja S45C akan diuji dan dibandingkan nilai kekuatan tarik yang dimiliki sebelum dan setelah diberikan perlakuan panas Quench Hardening. Suhu pemanasan yang digunakan dalam proses perlakuan panas ialah 850 ℃, dengan holding time yaitu 30 menit. Media quenching yang digunakan yaitu “Es Batu Ditambah Air”, “Larutan NaCl 3,45%”, dan “Oli SAE 10W-30”. Hasil dari pengujian tarik menunjukkan bahwa media quenching “Es Batu ditambah Air” dan media quenching “Larutan NaCl 3,45%” menghasilkan rata-rata nilai kekuatan tarik 156,27 MPa dan 228,55 MPa, sementara pada raw material dan media quenching “Oli SAE 10W-30” menghasilkan rata-rata nilai kekuatan tarik 707,03 MPa dan 1.116,30 MPa.
{"title":"Hasil Variasi Media Quenching Terhadap Kekuatan Tarik Baja S45C","authors":"S. Sulistyono, M. H. Nurwansyah, A. Asrori","doi":"10.32497/jrm.v18i2.3873","DOIUrl":"https://doi.org/10.32497/jrm.v18i2.3873","url":null,"abstract":"Dalam penelitian ini, baja S45C akan diuji dan dibandingkan nilai kekuatan tarik yang dimiliki sebelum dan setelah diberikan perlakuan panas Quench Hardening. Suhu pemanasan yang digunakan dalam proses perlakuan panas ialah 850 ℃, dengan holding time yaitu 30 menit. Media quenching yang digunakan yaitu “Es Batu Ditambah Air”, “Larutan NaCl 3,45%”, dan “Oli SAE 10W-30”. Hasil dari pengujian tarik menunjukkan bahwa media quenching “Es Batu ditambah Air” dan media quenching “Larutan NaCl 3,45%” menghasilkan rata-rata nilai kekuatan tarik 156,27 MPa dan 228,55 MPa, sementara pada raw material dan media quenching “Oli SAE 10W-30” menghasilkan rata-rata nilai kekuatan tarik 707,03 MPa dan 1.116,30 MPa.","PeriodicalId":167086,"journal":{"name":"Jurnal Rekayasa Mesin","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133116832","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Bayu Megaprastio, Moch. Syamsiro, Muhammad Arief Saputro, Fadmi Rina
Pada zaman ini, penggunaan bahan bakar minyak minyak (BBM) merupakan kebutuhan energi yang tidak dapat diperbarui yang tidak sebanding dengan meningkatnya jumlah kendaraan sehingga pasokan volume BBM semakin menurun. Selain itu, masalah lingkungan berupa peningkatan jumlah sampah yang juga semakin tinggi dikarenakan proses penguraian yang memerlukan khususnya pada sampah plastik. Oleh karenanya diperlukan cara mengatasi permasalahan tersebut dengan membuat bahan bakar minyak dengan mengekstrak energi yang terdapat pada sampah menggunakan termal. Pirolisis adalah proses dekomposisi secara kimia-termal pada keadaan tanpa oksigen yang terjadi didalam reaktor. Produk utama dari teknologi ini adalah MHP (Minyak Hasil Pirolisis). Minyak inilah yang diharapkan mampu mengatasi berkurangnya bahan bakar fosil dengan dilakukan pengujian performa MHP pada mesin secara langsung. Pengujian dilakukan dengan melihat kinerja yang dihasilkan dengan melakukan variasi campuran bahan bakar. Emisi gas buang juga dilakukan guna mendapatkan data dari efek penggunaan MHP sebagai campuran BBM. Hal ini ditujukan untuk mengetahui secara keseluruhan bagaimana potensi dari MHP agar nantinya bukannya menghasilkan energi terbarukan tetapi juga ramah lingkungan sehingga menghasilkan energi yang bersih dan berkualitas.
{"title":"Teknologi Pirolisis untuk Konversi Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Minyak : Kajian Literatur","authors":"Bayu Megaprastio, Moch. Syamsiro, Muhammad Arief Saputro, Fadmi Rina","doi":"10.32497/jrm.v18i2.4443","DOIUrl":"https://doi.org/10.32497/jrm.v18i2.4443","url":null,"abstract":"Pada zaman ini, penggunaan bahan bakar minyak minyak (BBM) merupakan kebutuhan energi yang tidak dapat diperbarui yang tidak sebanding dengan meningkatnya jumlah kendaraan sehingga pasokan volume BBM semakin menurun. Selain itu, masalah lingkungan berupa peningkatan jumlah sampah yang juga semakin tinggi dikarenakan proses penguraian yang memerlukan khususnya pada sampah plastik. Oleh karenanya diperlukan cara mengatasi permasalahan tersebut dengan membuat bahan bakar minyak dengan mengekstrak energi yang terdapat pada sampah menggunakan termal. Pirolisis adalah proses dekomposisi secara kimia-termal pada keadaan tanpa oksigen yang terjadi didalam reaktor. Produk utama dari teknologi ini adalah MHP (Minyak Hasil Pirolisis). Minyak inilah yang diharapkan mampu mengatasi berkurangnya bahan bakar fosil dengan dilakukan pengujian performa MHP pada mesin secara langsung. Pengujian dilakukan dengan melihat kinerja yang dihasilkan dengan melakukan variasi campuran bahan bakar. Emisi gas buang juga dilakukan guna mendapatkan data dari efek penggunaan MHP sebagai campuran BBM. Hal ini ditujukan untuk mengetahui secara keseluruhan bagaimana potensi dari MHP agar nantinya bukannya menghasilkan energi terbarukan tetapi juga ramah lingkungan sehingga menghasilkan energi yang bersih dan berkualitas.","PeriodicalId":167086,"journal":{"name":"Jurnal Rekayasa Mesin","volume":"99 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125981149","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ignatius Gunawan Widodo, H. Hartono, Bambang Tjahjono, Eni Safriana, Thoif Zara Amrullah
Sekarang ini, teknologi bidang industri terus berkembang agar produktivitas menjadi semakin lebih efisien. Oleh karena itu, dikembangkan robot industri yang mampu bekerja lebih efisien seperti robot pemindah barang. Robot tersebut dibuat dengan konsep yang menyerupai lengan manusia agar dapat mempermudah proses pemindahan barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Lengan robot tersebut dapat bergerak mengikuti gerakan tangan manusia. Lengan robot tersebut dapat digerakkan menuju 3 sumbu yaitu X, Y, dan Z. Sebagian besar pemindahan barang di PT Mekar Armada Jaya masih menggunakan tenaga manusia atau manual, sedangkan perintah yang dilakukan tergolong banyak dan berulang. Hal tersebut mendorong pembuatan lengan robot agar dapat mengurangi peran manusia dalam proses pemindahan barang agar lebih efisien. Tujuan penulisan penelitian ini adalah membuat model lengan robot untuk simulasi pemindahan material. Metode penelitian dilakukan dengan identifikasi kebutuhan, perumusan masalah, sintesis, analisis dan optimasi, evaluasi, serta penyajian. Hasil dari pembuatan lengan robot ini mampu memindahkan material berupa lembaran material (sheet metal) yang mempunyai permukaan rata dan bersih agar dapat dicekam oleh suction cup.
{"title":"Desain dan Analisis Model Lengan Robot untuk Memindahkan Material","authors":"Ignatius Gunawan Widodo, H. Hartono, Bambang Tjahjono, Eni Safriana, Thoif Zara Amrullah","doi":"10.32497/jrm.v18i2.4707","DOIUrl":"https://doi.org/10.32497/jrm.v18i2.4707","url":null,"abstract":"Sekarang ini, teknologi bidang industri terus berkembang agar produktivitas menjadi semakin lebih efisien. Oleh karena itu, dikembangkan robot industri yang mampu bekerja lebih efisien seperti robot pemindah barang. Robot tersebut dibuat dengan konsep yang menyerupai lengan manusia agar dapat mempermudah proses pemindahan barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Lengan robot tersebut dapat bergerak mengikuti gerakan tangan manusia. Lengan robot tersebut dapat digerakkan menuju 3 sumbu yaitu X, Y, dan Z. Sebagian besar pemindahan barang di PT Mekar Armada Jaya masih menggunakan tenaga manusia atau manual, sedangkan perintah yang dilakukan tergolong banyak dan berulang. Hal tersebut mendorong pembuatan lengan robot agar dapat mengurangi peran manusia dalam proses pemindahan barang agar lebih efisien. Tujuan penulisan penelitian ini adalah membuat model lengan robot untuk simulasi pemindahan material. Metode penelitian dilakukan dengan identifikasi kebutuhan, perumusan masalah, sintesis, analisis dan optimasi, evaluasi, serta penyajian. Hasil dari pembuatan lengan robot ini mampu memindahkan material berupa lembaran material (sheet metal) yang mempunyai permukaan rata dan bersih agar dapat dicekam oleh suction cup.","PeriodicalId":167086,"journal":{"name":"Jurnal Rekayasa Mesin","volume":"363 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134479432","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
S. Hastuti, Xander Salahudin, Azam Akmal Nur Irsan, Akhmad Nurdin
Sambungan tumpang tunggal banyak digunakan pada beda material atau sama material antar adherend pada komponen sambungan mekanik. Sambungan ini diaplikasikan pada industri transportasi darat, laut dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan adhesive bonding sambungan tumpang tunggal bermaterial adherend aluminium paduan 6063 dengan komposit serat sabut kelapa. Adherend diberikan kekasaran permukaan menggunakan sandpapering grid 150. Adhesive menggunakan material perekat campuran lateks karet/getah karet dengan resin epoksi (Epoksi A dan Epoksi B dengan perbandingan 1:1). Sambungan tumpang tunggal dengan ketebalan 0,4 mm dicetak dengan cetakan dan tekanan 0,1 MPa. Sambungan di post-curing 100 0C selama 100 menit. Pengujian mekanik dilakukan uji tarik geser mengacu pada standar ASTM D1002. Hasil pengujian kekasaran menunjukkan kekasaran permukaan permukaan adherend 1,93 μm. Pengujian tarik geser menunjukkan kekuatan tertinggi pada variasi campuran perekat dengan penambahan 10% getah karet dengan ketebalan perekat 0,4 mm. Kekuatan tarik geser berbanding lurus dengan modulus elastisitas sambungan tumpang tunggal. Hal ini didukung dengan pengamatan secara makro terjadi mechanical interlocking akibat kekasaran permukaan dan memberikan pengaruh peningkatkan daya rekat adhesive terhadap adherend. Mode kegagalan pada sambungan tumpang tunggal terjadi stok—break failure mode, two-stage failure mode, dan thin layer cohesive failure mode.
{"title":"Analisis Kekuatan Adhesive Bonding Sambungan Tumpang Tunggal Aluminium 6063 - Komposit Serat Sabut Kelapa","authors":"S. Hastuti, Xander Salahudin, Azam Akmal Nur Irsan, Akhmad Nurdin","doi":"10.32497/jrm.v18i2.4304","DOIUrl":"https://doi.org/10.32497/jrm.v18i2.4304","url":null,"abstract":"Sambungan tumpang tunggal banyak digunakan pada beda material atau sama material antar adherend pada komponen sambungan mekanik. Sambungan ini diaplikasikan pada industri transportasi darat, laut dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan adhesive bonding sambungan tumpang tunggal bermaterial adherend aluminium paduan 6063 dengan komposit serat sabut kelapa. Adherend diberikan kekasaran permukaan menggunakan sandpapering grid 150. Adhesive menggunakan material perekat campuran lateks karet/getah karet dengan resin epoksi (Epoksi A dan Epoksi B dengan perbandingan 1:1). Sambungan tumpang tunggal dengan ketebalan 0,4 mm dicetak dengan cetakan dan tekanan 0,1 MPa. Sambungan di post-curing 100 0C selama 100 menit. Pengujian mekanik dilakukan uji tarik geser mengacu pada standar ASTM D1002. Hasil pengujian kekasaran menunjukkan kekasaran permukaan permukaan adherend 1,93 μm. Pengujian tarik geser menunjukkan kekuatan tertinggi pada variasi campuran perekat dengan penambahan 10% getah karet dengan ketebalan perekat 0,4 mm. Kekuatan tarik geser berbanding lurus dengan modulus elastisitas sambungan tumpang tunggal. Hal ini didukung dengan pengamatan secara makro terjadi mechanical interlocking akibat kekasaran permukaan dan memberikan pengaruh peningkatkan daya rekat adhesive terhadap adherend. Mode kegagalan pada sambungan tumpang tunggal terjadi stok—break failure mode, two-stage failure mode, dan thin layer cohesive failure mode.","PeriodicalId":167086,"journal":{"name":"Jurnal Rekayasa Mesin","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123083409","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Walaupun menjadi salah satu sumber polusi yang cukup tinggi, penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi masih menjadi yang dominan jika dibandingkan dengan jenis sumber energi yang lain. Selain itu, permasalahan yang terjadi saat ini adalah produksi bahan bakar fosil tidak sebanding dengan permintaan yang terus meningkat. Guna menurunkan dampak negatif dari penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan energi yang ramah lingkungan terus dikembangkan, salah satunya adalah yang digunakan pada penelitian saat ini, yaitu pemanfaatan biogas sebagai sumber energi pendinginan, energi listrik dan energi pemanasan atau yang dikenal dengan trigeneration energy. Metoda yang digunakan adalah dengan cara memanaskan fluida dengan bahan bakar biogas, lalu fluida panas dialirkan ke sistem refrigerasi sistem absorpsi dan sistem pembangkit listrik TEG (thermoelectric generator). Berdasarkan hasil perhitungan, pemanasan fluida menggunakan biogas membutuhkan energi sebesar 615 watt. Kemudian besaran energi ini digunakan untuk sistem pendingin absorpsi dan TEG yaitu berturut-turut 70 dan 397 watt. Sisa energi sebesar 148 watt dapat digunakan untuk energi pemanasan. Ketika energi pemanasan tidak digunakan, maka energi dari fluida panas (615 watt) dapat seluruhnya digunakan atau di maksimalkan untuk pembangkitan energi pendinginan dan energi listrik. Keywords:
{"title":"Pemanfaatan Biogas sebagai Sumber Energi Penghasil Energi Pendinginan, Energi Listrik dan Energi Pemanasan - Studi Fisibilitas","authors":"Luga Martin Simbolon, M. Arman, S. Susilawati","doi":"10.32497/jrm.v18i2.3884","DOIUrl":"https://doi.org/10.32497/jrm.v18i2.3884","url":null,"abstract":"Walaupun menjadi salah satu sumber polusi yang cukup tinggi, penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi masih menjadi yang dominan jika dibandingkan dengan jenis sumber energi yang lain. Selain itu, permasalahan yang terjadi saat ini adalah produksi bahan bakar fosil tidak sebanding dengan permintaan yang terus meningkat. Guna menurunkan dampak negatif dari penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan energi yang ramah lingkungan terus dikembangkan, salah satunya adalah yang digunakan pada penelitian saat ini, yaitu pemanfaatan biogas sebagai sumber energi pendinginan, energi listrik dan energi pemanasan atau yang dikenal dengan trigeneration energy. Metoda yang digunakan adalah dengan cara memanaskan fluida dengan bahan bakar biogas, lalu fluida panas dialirkan ke sistem refrigerasi sistem absorpsi dan sistem pembangkit listrik TEG (thermoelectric generator). Berdasarkan hasil perhitungan, pemanasan fluida menggunakan biogas membutuhkan energi sebesar 615 watt. Kemudian besaran energi ini digunakan untuk sistem pendingin absorpsi dan TEG yaitu berturut-turut 70 dan 397 watt. Sisa energi sebesar 148 watt dapat digunakan untuk energi pemanasan. Ketika energi pemanasan tidak digunakan, maka energi dari fluida panas (615 watt) dapat seluruhnya digunakan atau di maksimalkan untuk pembangkitan energi pendinginan dan energi listrik. Keywords: ","PeriodicalId":167086,"journal":{"name":"Jurnal Rekayasa Mesin","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121339824","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sri Wuryanti, Maridjo Maridjo, S. Slameto, Ika Yuliyani, Indriyani Indriyani
Pompa adalah mesin untuk menggerakan fluida cair. Pompa menggerakkan fluida dari tempat bertekanan rendah ke tempat dengan tekanan yang lebih tinggi, untuk mengatasi perbedaan tekanan ini maka diperlukan tenaga (energi). Energi yang digunakan ini mempengaruhi efisiensi, sehingga perlu melakukan analisa efisiensi yang terbaik pada pompa. Berhubung pompa ada berbagai type, maka akan dilakukan perbandingan karakteristik (efisiensi pompa tunggal dan pompa ganda). Tujuan penelitian ini adalah membandingkan karakteristik pompa jenis tunggal dengan pompa ganda dengan operasi seri maupun paralel. Metode yang digunakan adalah membuat instalasi pompa baik dioperasikan secara tunggal maupun ganda, yang dipasang seri maupun paralel. Percobaan menghasilkan efisiensi terbaik adalah pompa yang dipasang paralel yakni efisiensi tertinggi 97% (dioperasikan secara paralel), diikuti pompa ganda yang dioperasikan secara seri yakni tertinggi 79%, kemudian pompa tunggal axial dengan efisiensi tertinggi adalah 68% dan terakhir pompa tunggal sentrifugal dengan efisiensi tertinggi adalah 65%.
{"title":"Perbandingan Karakteristik Pompa Tunggal dengan Pompa Ganda yang Dioperasikan secara Seri maupun Paralel","authors":"Sri Wuryanti, Maridjo Maridjo, S. Slameto, Ika Yuliyani, Indriyani Indriyani","doi":"10.32497/jrm.v18i2.3967","DOIUrl":"https://doi.org/10.32497/jrm.v18i2.3967","url":null,"abstract":"Pompa adalah mesin untuk menggerakan fluida cair. Pompa menggerakkan fluida dari tempat bertekanan rendah ke tempat dengan tekanan yang lebih tinggi, untuk mengatasi perbedaan tekanan ini maka diperlukan tenaga (energi). Energi yang digunakan ini mempengaruhi efisiensi, sehingga perlu melakukan analisa efisiensi yang terbaik pada pompa. Berhubung pompa ada berbagai type, maka akan dilakukan perbandingan karakteristik (efisiensi pompa tunggal dan pompa ganda). Tujuan penelitian ini adalah membandingkan karakteristik pompa jenis tunggal dengan pompa ganda dengan operasi seri maupun paralel. Metode yang digunakan adalah membuat instalasi pompa baik dioperasikan secara tunggal maupun ganda, yang dipasang seri maupun paralel. Percobaan menghasilkan efisiensi terbaik adalah pompa yang dipasang paralel yakni efisiensi tertinggi 97% (dioperasikan secara paralel), diikuti pompa ganda yang dioperasikan secara seri yakni tertinggi 79%, kemudian pompa tunggal axial dengan efisiensi tertinggi adalah 68% dan terakhir pompa tunggal sentrifugal dengan efisiensi tertinggi adalah 65%.","PeriodicalId":167086,"journal":{"name":"Jurnal Rekayasa Mesin","volume":"110 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115123978","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ampala Khoryanton, Ardien Devri Karuniawan, F. Putri
Keamanan konstruksi menjadi salah satu tujuan dalam perancangan karena berkaitan dengan faktor keamanan dalam lingkungan kerja. Dumping table merupakan alat bantu yang digunakan dalam proses penuangan oli dari tangki IBC menuju tempat penimbangan. Mekanisme kerja dumping table hidrolik adalah untuk memiringkan tangki IBC kapasitas 1000 liter yang berisi oli Shell Catenex S-579. Massa total tangki IBC tersebut adalah 900 kg. Material rangka penyusun dumping table hidrolik adalah ASTM A36. Rangka dudukan tangki IBC dan dudukan silinder menjadi beban utama dalam konstruksi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi finite element dengan software solidwork. Keamanan konstruksi dilihat melalui factor of safety (FOS), tegangan von misses, serta strain. Konstruksi ini memiliki tegangan von misses pada dudukan silinder hidrolik sebesar 1.222,582 Mpa dan pada rangka dudukan tangki sebesar 116.223 Mpa atau lebih kecil dari kekuatan yield. Dari hasil simulasi diketahui bahwa tidak terjadi regangan serta hasil simulasi pada FOS secara umum berwarna merah menunjukan jika keseluruhan konstruksi berada dalam batas aman.
{"title":"Analisis Pembebanan Rangka Penopang Tangki IBC Dumping Table Hidrolik","authors":"Ampala Khoryanton, Ardien Devri Karuniawan, F. Putri","doi":"10.32497/jrm.v18i2.3767","DOIUrl":"https://doi.org/10.32497/jrm.v18i2.3767","url":null,"abstract":"Keamanan konstruksi menjadi salah satu tujuan dalam perancangan karena berkaitan dengan faktor keamanan dalam lingkungan kerja. Dumping table merupakan alat bantu yang digunakan dalam proses penuangan oli dari tangki IBC menuju tempat penimbangan. Mekanisme kerja dumping table hidrolik adalah untuk memiringkan tangki IBC kapasitas 1000 liter yang berisi oli Shell Catenex S-579. Massa total tangki IBC tersebut adalah 900 kg. Material rangka penyusun dumping table hidrolik adalah ASTM A36. Rangka dudukan tangki IBC dan dudukan silinder menjadi beban utama dalam konstruksi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi finite element dengan software solidwork. Keamanan konstruksi dilihat melalui factor of safety (FOS), tegangan von misses, serta strain. Konstruksi ini memiliki tegangan von misses pada dudukan silinder hidrolik sebesar 1.222,582 Mpa dan pada rangka dudukan tangki sebesar 116.223 Mpa atau lebih kecil dari kekuatan yield. Dari hasil simulasi diketahui bahwa tidak terjadi regangan serta hasil simulasi pada FOS secara umum berwarna merah menunjukan jika keseluruhan konstruksi berada dalam batas aman. ","PeriodicalId":167086,"journal":{"name":"Jurnal Rekayasa Mesin","volume":"83 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124128020","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Isro Nurul Hadi, S. Hastuti, N. Nurhadi, Anaya Putri Riskia, R. Afandi, R. A. P. Tarigan
Utilization of rice husk is widely used as a compost medium for plants. Rice husk reinforced composite materials can be used to manufacture electric car interiors and bodies with lightweight and corrosion resistance. The purpose of this study was to analyze the mechanical properties of the results of tensile and impact testing of rice husk reinforced composites with polypropylene plastic fillers. The composite matrix uses Unsaturated Polyester BQTN-157 resin with 1-2% catalyst. Rice husk was chemically treated with 15% NaOH for 5 hours. This study used a volume fraction comparison Matrix: Rice Husk: Polypropylene (80% : 15% : 5% , 80% : 10% : 10% , and 80% : 5% : 5%). The tensile test refers to the ASTM A370 standard and the impact test refers to the ASTM E23 standard. The greatest tensile strength is found in the volume fraction of 80% : 15% : 5%, with a value of 42.13 Mpa. The modulus of elasticity decreased in the volume fraction of 80% : 10% : 10% and 80% : 5% : 5%, with a difference of 5% decrease in rice husk of 1.916,46 MPa. The decrease in the elastic modulus occurs due to the random arrangement of fiber directions. The results of the impact test obtained the highest impact value at a volume fraction of 80% : 15% : 5% , with a value of 10320.04 J/mm2.
{"title":"Analisa Uji Tarik dan Uji Impak Pada Komposit Sekam Padi Perlakuan NaOH dan Pengisi Plastik Polypropylene (PP) dengan Matriks Resin BQTN-157","authors":"Isro Nurul Hadi, S. Hastuti, N. Nurhadi, Anaya Putri Riskia, R. Afandi, R. A. P. Tarigan","doi":"10.32497/jrm.v18i2.4016","DOIUrl":"https://doi.org/10.32497/jrm.v18i2.4016","url":null,"abstract":"Utilization of rice husk is widely used as a compost medium for plants. Rice husk reinforced composite materials can be used to manufacture electric car interiors and bodies with lightweight and corrosion resistance. The purpose of this study was to analyze the mechanical properties of the results of tensile and impact testing of rice husk reinforced composites with polypropylene plastic fillers. The composite matrix uses Unsaturated Polyester BQTN-157 resin with 1-2% catalyst. Rice husk was chemically treated with 15% NaOH for 5 hours. This study used a volume fraction comparison Matrix: Rice Husk: Polypropylene (80% : 15% : 5% , 80% : 10% : 10% , and 80% : 5% : 5%). The tensile test refers to the ASTM A370 standard and the impact test refers to the ASTM E23 standard. The greatest tensile strength is found in the volume fraction of 80% : 15% : 5%, with a value of 42.13 Mpa. The modulus of elasticity decreased in the volume fraction of 80% : 10% : 10% and 80% : 5% : 5%, with a difference of 5% decrease in rice husk of 1.916,46 MPa. The decrease in the elastic modulus occurs due to the random arrangement of fiber directions. The results of the impact test obtained the highest impact value at a volume fraction of 80% : 15% : 5% , with a value of 10320.04 J/mm2. ","PeriodicalId":167086,"journal":{"name":"Jurnal Rekayasa Mesin","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124958168","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sakuri Sakuri, M. Agung, T. Sugiarto, Nugrah Rekto Prabowo, Utis Sutisna, Reza Azizul, Nasa Al, J. Raya, Mayjen Sungkono, No.KM, Kec. Kalimanah Blater
The purpose of the study was to determine the mechanical properties and microstructure of S45C steel with automatic shot peening treatment. S45C steel is classified as medium steel with a carbon content of 0.51%. Variations of shot peening treatment with varying pressures of 5 bar, 6 bar, and 7 bar. Steel ball shooting uses a size of 0.8 mm, a distance of 100 mm, and a shooting angle of 90o. Hardness test using Vickers and microstructure observation using a microscope. The results of the average hardness test at a pressure of 5 bar are 193.3 VHN, at a pressure of 6 bar with a hardness of 227.2 VHN, and 7 bar with a hardness of 250 VHN. So it can be concluded that the higher the pressure used, the higher the level of hardness obtained. The results of the microstructute photo shown that the higher the pressure released, the more a structure with more martensite phases will be obtained, this has a direct relationship with the hardness of S45C steel.
{"title":"The Effect of Shot Peening Hardening Treatment on Pressure Variation on Mechanical Properties and Microstructure of S45C Steel","authors":"Sakuri Sakuri, M. Agung, T. Sugiarto, Nugrah Rekto Prabowo, Utis Sutisna, Reza Azizul, Nasa Al, J. Raya, Mayjen Sungkono, No.KM, Kec. Kalimanah Blater","doi":"10.32497/jrm.v18i2.4307","DOIUrl":"https://doi.org/10.32497/jrm.v18i2.4307","url":null,"abstract":"The purpose of the study was to determine the mechanical properties and microstructure of S45C steel with automatic shot peening treatment. S45C steel is classified as medium steel with a carbon content of 0.51%. Variations of shot peening treatment with varying pressures of 5 bar, 6 bar, and 7 bar. Steel ball shooting uses a size of 0.8 mm, a distance of 100 mm, and a shooting angle of 90o. Hardness test using Vickers and microstructure observation using a microscope. The results of the average hardness test at a pressure of 5 bar are 193.3 VHN, at a pressure of 6 bar with a hardness of 227.2 VHN, and 7 bar with a hardness of 250 VHN. So it can be concluded that the higher the pressure used, the higher the level of hardness obtained. The results of the microstructute photo shown that the higher the pressure released, the more a structure with more martensite phases will be obtained, this has a direct relationship with the hardness of S45C steel.","PeriodicalId":167086,"journal":{"name":"Jurnal Rekayasa Mesin","volume":"152 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131536455","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Salah satu komponen terpenting dalam sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air adalah penstock, yang berfungsi mengalirkan fluida air dari forebay ke turbin. Fluida air menggerakan turbin yang akan memutar generator untuk menghasilkan listrik. Dengan peranan penstock yang sangat penting tersebut, maka dibutuhkan perencanaan yang detail termasuk juga perkiraan penyebab kegagalannya. Sehingga indikasi kegagalan tersebut bisa segera di antisipasi, supaya tidak mengganggu sistem operasi pembangkit dalam menghasilkan energi listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi yang mendapatkan over pressure pada bifurcation penstock, sehingga bisa diambil langkah-langkah antisipasi untuk mengatasi over pressure di area tersebut. Ruang lingkup penelitian dibatasi di area inlet penstock sampai ke outlet penstock. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode literasi dari penelitian terkait serta sumber-sumber kepustakan yang relevan. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah mild steel dengan density (r) 2179 kg/m3, ( ) allowable unit tensile stress 1300 kg/cm2,( ) efisiensi 0.95, ( ) perlindungan terhadap korosi 3 mm, head 134,97 m, density (r) air 996,4 kg/m3, diameter penstock 1.900 mm, dari hasil perhitungan diperoleh kecepatan di penstock (V2) 10,89 m/s, tekanan sebesar 59.136,84 Pa, tebal penstock 10 mm, sedangkan dari hasil simulasi dengan Ansys Fluent tekanan di area A sebesar 95.240 Pa. Kecepatan di area A yang berada di tembereng antara sudut 180-270° pipa penstock adalah 8,032 m/s, dan tekanan 95.240 Pa berada di titik 1 dan 2 (arah sudut 250° dan 135°) searah jarum jam. Sehingga di area tersebut diperlukan perkuatan yang lebih, berupa slide block sehingga dapat menahan beban gaya yang terjadi pada dinding penstock sebesar 20667,08 kgf dengan dimensi slide block 4000 x 1400 x 1550 mm.
水电最重要的组成部分之一是penstock,它的功能是将液体从前海湾输送到涡轮机。流体水驱动涡轮机,驱动发电机发电。由于penstock的重要性,它需要详细的计划,以及对失败原因的估计。因此,故障的迹象可以立即被预测,以免干扰发电机发电的操作系统。本研究的目的是确定在彭斯托克双衍生物上施加压力的位置,因此可以采取预期措施来克服该地区的压力。研究范围仅限于penlet penstock区到penstock出口。至于本研究使用的方法,是根据相关研究的识字方法和相关数据来源进行的。用于研究的是轻度钢铁材料的密度(r) 2179 kg / m3,(肌腱)allowable单位压力1300公斤/ cm2(效率)0。95,(3)防止腐蚀毫米,头134.97 m,密度(r)水996.4 kg / m3, penstock 1900毫米的直径,并没有得到计算结果在penstock (V2) 10.89 m / s的速度,压力大penstock 59.136,84 Pa,厚10毫米,而男人的模拟结果与Ansys Fluent A 95.240 Pa大小区域的压力。速度之间的一个区域在工作日tembereng角度180-270°penstock是8,032 m / s,管道压力95.240 Pa在第1和第2点(250°、135°角方向顺时针)。因此,需要更多的冲击,这是一个滑梯,可以承受2000 667.08 kgf墙的力负荷,共4000×1400×1550毫米的滑轮。
{"title":"Analisa Kondisi Aliran pada Bifurcation Pipa Penstock Pembangkit Listrik Tenaga Air Kapasitas 4 MW Menggunakan Software Ansys","authors":"Kisto Kisto, Agus Hermanto","doi":"10.32497/jrm.v18i2.4087","DOIUrl":"https://doi.org/10.32497/jrm.v18i2.4087","url":null,"abstract":"Salah satu komponen terpenting dalam sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air adalah penstock, yang berfungsi mengalirkan fluida air dari forebay ke turbin. Fluida air menggerakan turbin yang akan memutar generator untuk menghasilkan listrik. Dengan peranan penstock yang sangat penting tersebut, maka dibutuhkan perencanaan yang detail termasuk juga perkiraan penyebab kegagalannya. Sehingga indikasi kegagalan tersebut bisa segera di antisipasi, supaya tidak mengganggu sistem operasi pembangkit dalam menghasilkan energi listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi yang mendapatkan over pressure pada bifurcation penstock, sehingga bisa diambil langkah-langkah antisipasi untuk mengatasi over pressure di area tersebut. Ruang lingkup penelitian dibatasi di area inlet penstock sampai ke outlet penstock. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode literasi dari penelitian terkait serta sumber-sumber kepustakan yang relevan. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah mild steel dengan density (r) 2179 kg/m3, ( ) allowable unit tensile stress 1300 kg/cm2,( ) efisiensi 0.95, ( ) perlindungan terhadap korosi 3 mm, head 134,97 m, density (r) air 996,4 kg/m3, diameter penstock 1.900 mm, dari hasil perhitungan diperoleh kecepatan di penstock (V2) 10,89 m/s, tekanan sebesar 59.136,84 Pa, tebal penstock 10 mm, sedangkan dari hasil simulasi dengan Ansys Fluent tekanan di area A sebesar 95.240 Pa. Kecepatan di area A yang berada di tembereng antara sudut 180-270° pipa penstock adalah 8,032 m/s, dan tekanan 95.240 Pa berada di titik 1 dan 2 (arah sudut 250° dan 135°) searah jarum jam. Sehingga di area tersebut diperlukan perkuatan yang lebih, berupa slide block sehingga dapat menahan beban gaya yang terjadi pada dinding penstock sebesar 20667,08 kgf dengan dimensi slide block 4000 x 1400 x 1550 mm.","PeriodicalId":167086,"journal":{"name":"Jurnal Rekayasa Mesin","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130764522","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}