Pub Date : 2019-10-03DOI: 10.15548/alqalb.v10i1.828
Rudi Gustian, H. Hasnawati, Rena Kinnara Arlotas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep diri pria biseksual dan faktor apa saja yang mempengaruhi konsep diri pada pria biseksual di Nagari X Kecamatan X Kabupaten X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model studi kasus. Subjek dalam penelitian ini hanya satu orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Adapun analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengetahui bahwa dari kecil ia memiliki sifat kewanitaan dan pernah mengalami pelecehan seksual, subjek masih melakukan hubungan sesama jenis meskipun telah menikah, subjek memiliki hubungan yang kurang dekat dengan keluarga dan lebih dekat dengan teman-teman LGBT, dan subjek menikmati hidupnya sebagai biseksual. Adapun faktor-faktor yang mempengarahui konsep diri pada subjek adalah pada waktu kecil subjek diperlakukan seperti perempuan, pada waktu SD subjek mengalami pelecehan seksual sehingga pada akhirnya kecanduan dan menyukai laki-laki. Sehingga pada sampai saat sekarang subjek sulit untuk merubah perilaku biseksualnya.
{"title":"KONSEP DIRI PADA PRIA BISEKSUAL (Studi Kasus Pada ZB)","authors":"Rudi Gustian, H. Hasnawati, Rena Kinnara Arlotas","doi":"10.15548/alqalb.v10i1.828","DOIUrl":"https://doi.org/10.15548/alqalb.v10i1.828","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep diri pria biseksual dan faktor apa saja yang mempengaruhi konsep diri pada pria biseksual di Nagari X Kecamatan X Kabupaten X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model studi kasus. Subjek dalam penelitian ini hanya satu orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Adapun analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengetahui bahwa dari kecil ia memiliki sifat kewanitaan dan pernah mengalami pelecehan seksual, subjek masih melakukan hubungan sesama jenis meskipun telah menikah, subjek memiliki hubungan yang kurang dekat dengan keluarga dan lebih dekat dengan teman-teman LGBT, dan subjek menikmati hidupnya sebagai biseksual. Adapun faktor-faktor yang mempengarahui konsep diri pada subjek adalah pada waktu kecil subjek diperlakukan seperti perempuan, pada waktu SD subjek mengalami pelecehan seksual sehingga pada akhirnya kecanduan dan menyukai laki-laki. Sehingga pada sampai saat sekarang subjek sulit untuk merubah perilaku biseksualnya.","PeriodicalId":169560,"journal":{"name":"Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126753149","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-10-03DOI: 10.15548/alqalb.v10i1.830
Winbaktianur Winbaktianur, S. Sutono
The purpose of this study is to explain the concept of authentic leadership. Authentic leadership includes something that has growing rapidly in the last two decades, and it is interesting to discuss. Authentic leadership as a pattern of leader behavior that utilizes and enhances positive psychological capacity and a positive ethical climate, to foster greater self-awareness, internalized moral perspective, balanced information processing, and relational transparency from leaders who work with followers, encourage positive self-development. In its implementation authentic leadership is a leader who is able to be honest with himself and followers. Authentic leaders must be aware of themselves and be able to foster self-awareness of their employees to work optimally in the organization.
{"title":"KEPEMIMPINAN OTENTIK DALAM ORGANISASI","authors":"Winbaktianur Winbaktianur, S. Sutono","doi":"10.15548/alqalb.v10i1.830","DOIUrl":"https://doi.org/10.15548/alqalb.v10i1.830","url":null,"abstract":"The purpose of this study is to explain the concept of authentic leadership. Authentic leadership includes something that has growing rapidly in the last two decades, and it is interesting to discuss. Authentic leadership as a pattern of leader behavior that utilizes and enhances positive psychological capacity and a positive ethical climate, to foster greater self-awareness, internalized moral perspective, balanced information processing, and relational transparency from leaders who work with followers, encourage positive self-development. In its implementation authentic leadership is a leader who is able to be honest with himself and followers. Authentic leaders must be aware of themselves and be able to foster self-awareness of their employees to work optimally in the organization.","PeriodicalId":169560,"journal":{"name":"Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam","volume":"93 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134010721","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-09-30DOI: 10.15548/alqalb.v6i2.819
Hasneli Hasneli
Manajemen pendidikan Islam merupakan proses penerapan prinsip dan teori manajemen dalam pengelolaan kegiatan di lembaga pendidikan untuk mengefektifkan pencapaian tujuan pendidikan. Penerapan manajemen dalam pengelolaan pendidikan di sekolah, madrasah, pesantren atau universitas harus didukung sumber daya personil dan sumber daya lain yang dimanfaatkan untuk mewujudkan kinerja organisasi pendidikan yang tinggi dalam rangka mencapai mutu lulusan yang handal. Menggerakkan personil ini ada unsur pemberian motivasi, mengarahkan dan memimpin agar mereka bekerjasama dengan baik dan harmonis. Penulis menfokuskan pembahasan makalah ini pada persoalan lingkungan pendidikan Islam, urgensi keikutsertaan masyarakat dan strategi yang dilakukan dalam peningkatan mutu pendidikan Islam di sekolah.
{"title":"MANAJEMEN DAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM","authors":"Hasneli Hasneli","doi":"10.15548/alqalb.v6i2.819","DOIUrl":"https://doi.org/10.15548/alqalb.v6i2.819","url":null,"abstract":"Manajemen pendidikan Islam merupakan proses penerapan prinsip dan teori manajemen dalam pengelolaan kegiatan di lembaga pendidikan untuk mengefektifkan pencapaian tujuan pendidikan. Penerapan manajemen dalam pengelolaan pendidikan di sekolah, madrasah, pesantren atau universitas harus didukung sumber daya personil dan sumber daya lain yang dimanfaatkan untuk mewujudkan kinerja organisasi pendidikan yang tinggi dalam rangka mencapai mutu lulusan yang handal. Menggerakkan personil ini ada unsur pemberian motivasi, mengarahkan dan memimpin agar mereka bekerjasama dengan baik dan harmonis. Penulis menfokuskan pembahasan makalah ini pada persoalan lingkungan pendidikan Islam, urgensi keikutsertaan masyarakat dan strategi yang dilakukan dalam peningkatan mutu pendidikan Islam di sekolah.","PeriodicalId":169560,"journal":{"name":"Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117213374","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-09-30DOI: 10.15548/alqalb.v6i1.808
Subhan Ajrin Sudirman
Keberadaan homoseks merupakan fenomena sosial yang saat ini ada di sekitar masyarakat Indonesia pada umumnya. Homoseksual adalah seseorang yang memilih relasi seks pada jenis kelamin yang sama, seorang laki-laki akan memilih laki-laki sebagai pasangan dalam relasi seksualnya, begitupula dengan perempuan memilih perempuan sebagai relasi seksnya. Keberadaan mereka tidak dapat dipungkiri dan menjadi semakin tajam karena ada keterbukaan dalam mengungkap jati diri mengenai siapa mereka sebenarnya. Hubungan yang terjadi pada homoseksual adalah sebuah hubungan yang bersifat erotis dan mengacu pada perilaku seksual. Orang akan menilai wajar apabila melihat dua orang wanita yang saling bergandengan mesrabahkan bila melihat sepasang wanita salin berciuman pipi di tempat umum. Perilaku tersebut akan dinilai lain apabila dilakukan oleh sepasang laki-laki, orang awam akan merasa risih atau heran dengan perilaku mereka, bahkan tak jarang hal ini akan mejadi buah bibir dan bahan cemoohan bagi masyarakat kebanyakan. Permasalahan yang tengah dihadapi oleh homoseks khususnya gay di Indonesia adalah mengenai keberadaannya yang masih terasa asing di lingkungan masyarakat umum. Kebanyakan dari masyarakat akan menganggap bahwa gay adalah suatu aib yang memalukan keluarga dan anggapan bahwa gay adalah yang menyebabkan munculnya penyakit AIDS. Namun kenyataannya, sampai saat ini gay tetap berjuang menunjukkan eksistensi dirinya serta melawan diskriminasi sosial yang terus-menerus muncul disekitarnya.
{"title":"PENYESUAIAN DIRI HOMOSEKSUAL","authors":"Subhan Ajrin Sudirman","doi":"10.15548/alqalb.v6i1.808","DOIUrl":"https://doi.org/10.15548/alqalb.v6i1.808","url":null,"abstract":"Keberadaan homoseks merupakan fenomena sosial yang saat ini ada di sekitar masyarakat Indonesia pada umumnya. Homoseksual adalah seseorang yang memilih relasi seks pada jenis kelamin yang sama, seorang laki-laki akan memilih laki-laki sebagai pasangan dalam relasi seksualnya, begitupula dengan perempuan memilih perempuan sebagai relasi seksnya. Keberadaan mereka tidak dapat dipungkiri dan menjadi semakin tajam karena ada keterbukaan dalam mengungkap jati diri mengenai siapa mereka sebenarnya. Hubungan yang terjadi pada homoseksual adalah sebuah hubungan yang bersifat erotis dan mengacu pada perilaku seksual. Orang akan menilai wajar apabila melihat dua orang wanita yang saling bergandengan mesrabahkan bila melihat sepasang wanita salin berciuman pipi di tempat umum. Perilaku tersebut akan dinilai lain apabila dilakukan oleh sepasang laki-laki, orang awam akan merasa risih atau heran dengan perilaku mereka, bahkan tak jarang hal ini akan mejadi buah bibir dan bahan cemoohan bagi masyarakat kebanyakan. Permasalahan yang tengah dihadapi oleh homoseks khususnya gay di Indonesia adalah mengenai keberadaannya yang masih terasa asing di lingkungan masyarakat umum. Kebanyakan dari masyarakat akan menganggap bahwa gay adalah suatu aib yang memalukan keluarga dan anggapan bahwa gay adalah yang menyebabkan munculnya penyakit AIDS. Namun kenyataannya, sampai saat ini gay tetap berjuang menunjukkan eksistensi dirinya serta melawan diskriminasi sosial yang terus-menerus muncul disekitarnya.","PeriodicalId":169560,"journal":{"name":"Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam","volume":"42 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115209293","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-09-30DOI: 10.15548/alqalb.v6i2.814
Irman Irman
High academic anxiety will complicate the student to reach academic successfulness. Although in low scale, anxiety is needed by student as motivation in learning. In general, there are two factors that influence academic anxiety, namely instrinsik and ekstrinsik factor. Instrinsik factor among others jender, coping strategy, memory working. Ekstrinsik factor among others style educating of parent, social support, culture.Regulation of emotion as hereinafter factor that influence academic anxiety, having the character of instrinsik and ekstrinsik. At regulation of emotion, student instrinsik factor is triggered by stimulus that given by ekstrinsik factor. According to various literature study, found that anxiety of students’ academic have negative relationship by means of signifikan with regulation emotion. This statement has meaning, excelsior of regulation emotion, progressively go down anxiety of student’s academic. Based on this finding, it can be concluded that training of regulation emotion represent one of the effective intervention to lessen anxiety of students’ academic.
{"title":"PENGELOLAAN KECEMASAN AKADEMIK SISWA MELALUI PELATIHAN REGULASI EMOSI","authors":"Irman Irman","doi":"10.15548/alqalb.v6i2.814","DOIUrl":"https://doi.org/10.15548/alqalb.v6i2.814","url":null,"abstract":"High academic anxiety will complicate the student to reach academic successfulness. Although in low scale, anxiety is needed by student as motivation in learning. In general, there are two factors that influence academic anxiety, namely instrinsik and ekstrinsik factor. Instrinsik factor among others jender, coping strategy, memory working. Ekstrinsik factor among others style educating of parent, social support, culture.Regulation of emotion as hereinafter factor that influence academic anxiety, having the character of instrinsik and ekstrinsik. At regulation of emotion, student instrinsik factor is triggered by stimulus that given by ekstrinsik factor. According to various literature study, found that anxiety of students’ academic have negative relationship by means of signifikan with regulation emotion. This statement has meaning, excelsior of regulation emotion, progressively go down anxiety of student’s academic. Based on this finding, it can be concluded that training of regulation emotion represent one of the effective intervention to lessen anxiety of students’ academic.","PeriodicalId":169560,"journal":{"name":"Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam","volume":"83 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115290604","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-09-30DOI: 10.15548/alqalb.v6i1.813
Dewi Fitriana
Anak berbakat ini merupakan langkah yang visioner dalam perkembangan pendidikan di Indonesia. Cara pendidik peserta didik, orang tua dan masyarakat dapat saling mendukung dalam program pendidikan. Perlunya wadah belajar bagi anak berbakat pada akhir-akhir ini akan dipandang sebagai langkah maju dalam dunia pendidikan. Keberadaan individual yang beragam perlu mendapat perhatian khusus agar mencapai kemampuan yang optimal.
{"title":"INDIVIDU BERBAKAT (GIFTEDNESS): TINJAUAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN","authors":"Dewi Fitriana","doi":"10.15548/alqalb.v6i1.813","DOIUrl":"https://doi.org/10.15548/alqalb.v6i1.813","url":null,"abstract":"Anak berbakat ini merupakan langkah yang visioner dalam perkembangan pendidikan di Indonesia. Cara pendidik peserta didik, orang tua dan masyarakat dapat saling mendukung dalam program pendidikan. Perlunya wadah belajar bagi anak berbakat pada akhir-akhir ini akan dipandang sebagai langkah maju dalam dunia pendidikan. Keberadaan individual yang beragam perlu mendapat perhatian khusus agar mencapai kemampuan yang optimal.","PeriodicalId":169560,"journal":{"name":"Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam","volume":"42 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123412590","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-09-30DOI: 10.15548/alqalb.v6i1.810
Sy Dt Parpatih
Artikel ini memaparkan tokoh Syamsuddin Sumatrani merupakan ulama tokoh tasawuf terkemuka yang menyebabkan tasawuf wujudiyyah yang mengandung faham wahdatul wujud yang kemudian diduduki oleh Nuruddin sebagai ajaran sesat, kafir dan zindiq, sehingga sebagian besar karya-karya ulama tersebut dimusnah-kan dan dibakar. Sedikit sekali informasi ditemukan oleh para peneliti tentang diri Syamsuddin Sumatrani, sehingga potret pribadinya yang dapat diberikan masih amat jauh dari lengkap.
{"title":"SYAMDUDDIN SUMATRANI: TOKOH TASAWUF DARI ACEH","authors":"Sy Dt Parpatih","doi":"10.15548/alqalb.v6i1.810","DOIUrl":"https://doi.org/10.15548/alqalb.v6i1.810","url":null,"abstract":"Artikel ini memaparkan tokoh Syamsuddin Sumatrani merupakan ulama tokoh tasawuf terkemuka yang menyebabkan tasawuf wujudiyyah yang mengandung faham wahdatul wujud yang kemudian diduduki oleh Nuruddin sebagai ajaran sesat, kafir dan zindiq, sehingga sebagian besar karya-karya ulama tersebut dimusnah-kan dan dibakar. Sedikit sekali informasi ditemukan oleh para peneliti tentang diri Syamsuddin Sumatrani, sehingga potret pribadinya yang dapat diberikan masih amat jauh dari lengkap.","PeriodicalId":169560,"journal":{"name":"Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121710309","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-09-30DOI: 10.15548/ALQALB.V6I2.816
R. Kurniawan
Jurusan Psikologi Islam (PI) merupakan jurusan yang mengalami banyak tantangan. Hal tersebut akan berdampak pada kesejahteraan mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengekplorasi bagaimana psychological well-being (PWB) atau kesejahteraan psikologis mahasiswa PI. Teori yang digunakan adalah dari Ryff (1987) yang menyatakan PWB terdiri dari enam dimensi. Situasi dirancang berdasarkan teori untuk melihat tingkat PWB mahasiswa untuk setiap dimensinya. Skala berbentuk semantik difrerensial digunakan untuk melihat tingkat kesulitan mahasiswa dalam merespon situasi tersebut. Sebanyak 193 orang mahasiswa PI ikut serta dalam penelitian ini dengan rata-rata umur 19 tahun. Sebagian besar mahasiswa PI dapat dengan mudah menghadapi situasi dari ke enam dimensi PWB. Dimensi yang paling sulit dihadapi oleh mahasiswa PI adalah tujuan hidup tertuma mahasiswa yang berada pada semester tiga dan lima. Mahasiswa PI mudah mencari kelebihan yang mereka miliki, namun kesulitan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Mahasiswa semester awal mengalami kesulitan dalam beradaptasi pada lingkungan tempat tinggal sendangkan semester tiga dan lima mengalami kesulitan dalam adaptasi lingkungan kampus. Mahasiswa PI juga merasa mudah untuk bercerita dengan teman namun mereka sulit untuk mempercayai teman mereka.
{"title":"EKSPLORASI DIMENSI PSYCHOLOGICAL WELL-BEING MAHASISWA PSIKOLOGI ISLAM","authors":"R. Kurniawan","doi":"10.15548/ALQALB.V6I2.816","DOIUrl":"https://doi.org/10.15548/ALQALB.V6I2.816","url":null,"abstract":"Jurusan Psikologi Islam (PI) merupakan jurusan yang mengalami banyak tantangan. Hal tersebut akan berdampak pada kesejahteraan mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengekplorasi bagaimana psychological well-being (PWB) atau kesejahteraan psikologis mahasiswa PI. Teori yang digunakan adalah dari Ryff (1987) yang menyatakan PWB terdiri dari enam dimensi. Situasi dirancang berdasarkan teori untuk melihat tingkat PWB mahasiswa untuk setiap dimensinya. Skala berbentuk semantik difrerensial digunakan untuk melihat tingkat kesulitan mahasiswa dalam merespon situasi tersebut. Sebanyak 193 orang mahasiswa PI ikut serta dalam penelitian ini dengan rata-rata umur 19 tahun. Sebagian besar mahasiswa PI dapat dengan mudah menghadapi situasi dari ke enam dimensi PWB. Dimensi yang paling sulit dihadapi oleh mahasiswa PI adalah tujuan hidup tertuma mahasiswa yang berada pada semester tiga dan lima. Mahasiswa PI mudah mencari kelebihan yang mereka miliki, namun kesulitan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Mahasiswa semester awal mengalami kesulitan dalam beradaptasi pada lingkungan tempat tinggal sendangkan semester tiga dan lima mengalami kesulitan dalam adaptasi lingkungan kampus. Mahasiswa PI juga merasa mudah untuk bercerita dengan teman namun mereka sulit untuk mempercayai teman mereka.","PeriodicalId":169560,"journal":{"name":"Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam","volume":"124 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128039603","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-09-30DOI: 10.15548/alqalb.v6i2.818
Hasna Hasnawati
This study aimed to examine the fenomenon of Mahabbah and Ma’rifah and the development of it in lates and today, and the relationship with the educatioanal of islamic future way of thinking. The purpose of this study is to show the teaching of the fenomenon Mahabbah and Ma’rifah. This study using descriptive kualitative methode, historical approach with library research technic. This descriptive type of research used document. Having analyzed the existing sample, writer found firstly Mahabbah and Ma’rifah was influenced by Rabi’ah al-Adawiyah and Zunnun al-Misri. The concept of Mahabbah and Ma’rifah are the key to close and love God in the same time. Secondly Mahabbah and Ma’rifah are the highest level of “hub” to God, someone need to see it as a global, and not part by part. The result of this study found the idiology and the teaching of Rabi’ah al-Adawiyah and Zunnun al-Misri was suitable and in the line with principle of Islam.
{"title":"FAHAM MAHABBAH DAN MA’RIFAH DALAM TASAUF ISLAM","authors":"Hasna Hasnawati","doi":"10.15548/alqalb.v6i2.818","DOIUrl":"https://doi.org/10.15548/alqalb.v6i2.818","url":null,"abstract":"This study aimed to examine the fenomenon of Mahabbah and Ma’rifah and the development of it in lates and today, and the relationship with the educatioanal of islamic future way of thinking. The purpose of this study is to show the teaching of the fenomenon Mahabbah and Ma’rifah. This study using descriptive kualitative methode, historical approach with library research technic. This descriptive type of research used document. Having analyzed the existing sample, writer found firstly Mahabbah and Ma’rifah was influenced by Rabi’ah al-Adawiyah and Zunnun al-Misri. The concept of Mahabbah and Ma’rifah are the key to close and love God in the same time. Secondly Mahabbah and Ma’rifah are the highest level of “hub” to God, someone need to see it as a global, and not part by part. The result of this study found the idiology and the teaching of Rabi’ah al-Adawiyah and Zunnun al-Misri was suitable and in the line with principle of Islam.","PeriodicalId":169560,"journal":{"name":"Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114295268","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-09-30DOI: 10.15548/alqalb.v6i1.809
Ruaidah Ruaidah
Dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik anak, penggunaan alat musik perkusi merupakan salah satu dari upaya yang layak untuk menjadi perhatian guru dalam mendidik anak-anaknya terutama siswa TK. Musik merupakan bahasa yang di ucapkan pada semua budaya, sehingga menawarkan cara stimulasi yang penting setiap negara. Anak-anak umumnya tertarik untuk memainkan alat musik dan menciptakan irama yang selaras sehingga ia akan menikmati ketika memainkannya. Menciptakan dan memainkan musik akan membawa kepuasan dan kegembiraan besar bagi anak.
{"title":"PERMAINAN ALAT MUSIK PERKUSI SEBAGAI METODE BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR","authors":"Ruaidah Ruaidah","doi":"10.15548/alqalb.v6i1.809","DOIUrl":"https://doi.org/10.15548/alqalb.v6i1.809","url":null,"abstract":"Dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik anak, penggunaan alat musik perkusi merupakan salah satu dari upaya yang layak untuk menjadi perhatian guru dalam mendidik anak-anaknya terutama siswa TK. Musik merupakan bahasa yang di ucapkan pada semua budaya, sehingga menawarkan cara stimulasi yang penting setiap negara. Anak-anak umumnya tertarik untuk memainkan alat musik dan menciptakan irama yang selaras sehingga ia akan menikmati ketika memainkannya. Menciptakan dan memainkan musik akan membawa kepuasan dan kegembiraan besar bagi anak. ","PeriodicalId":169560,"journal":{"name":"Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122869075","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}