S. Sarjito, Fifiana Zulaekah, A. H. C. Haditomo, Desrina Desrina, R. Ariyati, S. B. Prayitno
Ikan mas banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis penting. Serangan penyakit bercak merah ( Motile Aeromonas Septicemia ) masih merupakan kendala dalam budidaya ikan tersebut. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri genus Aeromonas, antara lain Aeromonas hydrophila . Untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut dimungkinkan untuk menggunakan bahan herbal. Kulit batang kelor merupakan bahan herbal yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh ekstrak kulit batang kelor terhadap status kesehatan dan kelulushidupan ikan mas yang diinfeksi A. hydrophila . Ikan uji yang digunakan adalah 120 ekor dengan rata-rata bobot 13,58 ± 2,83 g dan rata - rata panjang 9,93± 0,72 cm yang di infeksi A. hydrophila sebanyak 0,1 mL secara intramuscular dengan kepadatan bakteri 10 7 CFU/mL. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perendaman ekstrak kulit batang kelor dengan konsentrasi 0 mg/L ( perlakuan A), 1000 mg/L (perlakuan B ), 2000 mg/L (perlakuan C ) dan 3000 mg/L (perlakuan D). Metode perendaman yang digunakan adalah long bath selama 2 jam. Perendaman dilakukan setelah gejala klinis dari infeksi A. hydrophila muncul. Data status kesehatan yang diamati meliputi kelulushidupan, eritrosit, leukosit dan hematokrit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ekstrak kulit batang kelor berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan, eritrosit, leukosit dan hemoglobin ikan mas (P 0.05). Kosentrasi ekstrak kulit batang kelor 1000 - 3000 mg/L dapat digunakan untuk mengobati ikan mas yang terinfeksi bakteri A. hydrophila. Kelulushidupan tertinggi 83,3± 5,77% dicapai pada perendaman 3000 mg/L. Oleh karena itu perendaman ekstrak kulit batang kelor dengan konsentrasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan kelulushidupan ikan mas yang terinfeksi A.hydrophila. Carp is a freshwater fish with high economic value that is common ly cultivated. One of the constraints in the cultivation is disease outbreaks cause by Aeromonas hidrophila. Moringa is a plant that has a potential antibacterial agent. Its skin stem can be used as antibacterial agent for Aeromonas hydrophila. This research was aimed to observe the performance of moringa skin stem extract to infected carps according to their survival rate and blood profile. Randomized experimental design was implemented to 120 fishes with average weight 13.59 ± 2.83 g and treated in 4 treatments and 3 replicates. The moringa skin stem extract were A (0 mg / L), B (1000 mg / L), C (2000 mg / L) and D (3000 mg /L) and immersed for 2 hours. Experimental carps were infected with 0.1 mL A. hidrophila at concentration of 10 7 CFU/mL pour to treatment until appeared clinical sign. The result showed that moringa stem skin extract immersion significantly (P<0.05) improved the survival rate and blood profile, such as leucocytes of experimental carps. The moringa skin stem extract at 1000 m
{"title":"EFECT EKSTRAK KULIT BATANG KELOR (Moringa oleifera Lam) PADA STATUS KESEHATAN DAN KELEULUSHIDUPAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) YANG DIINFEKSI Aeromonas hydrophila","authors":"S. Sarjito, Fifiana Zulaekah, A. H. C. Haditomo, Desrina Desrina, R. Ariyati, S. B. Prayitno","doi":"10.14710/IJFST.16.2.%P","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.16.2.%P","url":null,"abstract":"Ikan mas banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis penting. Serangan penyakit bercak merah ( Motile Aeromonas Septicemia ) masih merupakan kendala dalam budidaya ikan tersebut. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri genus Aeromonas, antara lain Aeromonas hydrophila . Untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut dimungkinkan untuk menggunakan bahan herbal. Kulit batang kelor merupakan bahan herbal yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh ekstrak kulit batang kelor terhadap status kesehatan dan kelulushidupan ikan mas yang diinfeksi A. hydrophila . Ikan uji yang digunakan adalah 120 ekor dengan rata-rata bobot 13,58 ± 2,83 g dan rata - rata panjang 9,93± 0,72 cm yang di infeksi A. hydrophila sebanyak 0,1 mL secara intramuscular dengan kepadatan bakteri 10 7 CFU/mL. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perendaman ekstrak kulit batang kelor dengan konsentrasi 0 mg/L ( perlakuan A), 1000 mg/L (perlakuan B ), 2000 mg/L (perlakuan C ) dan 3000 mg/L (perlakuan D). Metode perendaman yang digunakan adalah long bath selama 2 jam. Perendaman dilakukan setelah gejala klinis dari infeksi A. hydrophila muncul. Data status kesehatan yang diamati meliputi kelulushidupan, eritrosit, leukosit dan hematokrit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ekstrak kulit batang kelor berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan, eritrosit, leukosit dan hemoglobin ikan mas (P 0.05). Kosentrasi ekstrak kulit batang kelor 1000 - 3000 mg/L dapat digunakan untuk mengobati ikan mas yang terinfeksi bakteri A. hydrophila. Kelulushidupan tertinggi 83,3± 5,77% dicapai pada perendaman 3000 mg/L. Oleh karena itu perendaman ekstrak kulit batang kelor dengan konsentrasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan kelulushidupan ikan mas yang terinfeksi A.hydrophila. Carp is a freshwater fish with high economic value that is common ly cultivated. One of the constraints in the cultivation is disease outbreaks cause by Aeromonas hidrophila. Moringa is a plant that has a potential antibacterial agent. Its skin stem can be used as antibacterial agent for Aeromonas hydrophila. This research was aimed to observe the performance of moringa skin stem extract to infected carps according to their survival rate and blood profile. Randomized experimental design was implemented to 120 fishes with average weight 13.59 ± 2.83 g and treated in 4 treatments and 3 replicates. The moringa skin stem extract were A (0 mg / L), B (1000 mg / L), C (2000 mg / L) and D (3000 mg /L) and immersed for 2 hours. Experimental carps were infected with 0.1 mL A. hidrophila at concentration of 10 7 CFU/mL pour to treatment until appeared clinical sign. The result showed that moringa stem skin extract immersion significantly (P<0.05) improved the survival rate and blood profile, such as leucocytes of experimental carps. The moringa skin stem extract at 1000 m","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"293 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114686784","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-08-19DOI: 10.14710/IJFST.16.2.123-131
A. Suherman, Herry Boesono, Faik Kurohman, Abdul Kohar Muzakir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas dan kinerja operasional serta faktor-faktor penentu kinerja PPN Pengambengan. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2019 hingga Januari 2020 di PPN Pengambengan. Analisis data dilakukan dengan dua metode; pertama metode deskriptif yaitu untuk menganalisis aktivitas operasional dan penilaian kinerja operasional berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap tahun 2015 Nomor 20/KEP-DJPT/ 2015; kedua metode Structural Equation Model (SEM) untuk mengetahui faktor-faktor penentu kinerja PPN Pengambengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas operasional PPN Pengambengan terus mengalami peningkatan. Kunjungan kapal pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 17,83% dibandingkan tahun 2018. Pendaratan ikan mengalami kenaikan sebesar 88%. Total pendaratan mengalami kenaikan sebesar 99,60 %. Penilaian kinerja terhadap 27 kriteria berdasarkan pedoman yang ditetapkan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap tahun 2015 menunjukkan bahwa kinerja operasional PPN Pengambengan adalah sebesar 84,25 – 87,50. Selama Oktober 2019 dan November 2019 kinerja sangat baik, untuk Desember 2019 dan Januari 2020 berkinerja Baik. Berdasarkan hasil pengujian SEM, pelayanan PPN mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja PPN. Hal ini ini menunjukan bahwa semakin tinggi pelayanan PPN maka semakin tinggi pula kinerja PPN. This research is purposed to analyze operational activities and determinants of the performance of NFP Pengambengan. This research was conducted in October 2019 to January 2020 in NFP Pengambengan. Data analysis is performed using two methods; the first is a descriptive method to analyze operational activities and assess the operational performance of NFP Pengambengan based on the guidelines in the Decree of the Director General of Capture Fisheries in 2015 Number 20/KEP-DJPT/2015; the second is the Structural Equation Model (SEM) method, which is to determine the determinants of the NFP Pengambengan performance. The results of this study indicate that the NFP Pengambengan operational activities continue to increase. Ship visits in 2019 have increased by 17.83% compared to 2018. Fish landings increased by 88%. The total landing also increased as many as 99.60%. Based on test results, it's stated tha the value of the NFP Pengambengan performance is 84.25 - 87.50. The performance evaluation of 27 criteria based on guidelines issued by the Director General of Capture of Fisheries in 2015 showed that the operational performance of the NFP Pengambengan during October 2019 and November 2019 was very well performed, while for December 2019 and January 2020 it was categorized as well performed. Based on SEM test results, the NFP service has the most influence on NFP performance. This shows that the higher the NFP service, the higher the NFP performance.
本研究旨在分析活动和操作性能以及PPN性能的决定因素。本研究于2019年10月至2020年1月在PPN进行。数据分析采用两种方法;首先就是描述性方法分析活动运营和运营绩效考核根据渔业总干事决定抓住2015年2015年20号KEP-DJPT /;第二结构Equation (SEM)模型方法知道增值税Pengambengan性能的决定性因素。研究结果表明,PPN的操作活动一直在增加。2019年船访问经历17,83%大小2018年相比上升。鱼有高达88%上升着陆。着陆经历增加总额为99.60 %。根据2015年渔业总长所根据的指导方针对27个标准的绩效评估显示,PPN彭根的运作表现为84.25——87.50。2019年10月和2019年11月绩效很好,到2020为2019年12月和1月表现良好。根据测试结果闪,服务增值税增值税绩效产生最大影响。这个显示性能越高增值税就越为服务税。这个研究是purposed to analyze操作活动》和NFP Pengambengan determinants of the演出。这个十月research was conducted在2019到2020年1月在NFP Pengambengan。数据分析是用两个performed方法;《第一是a descriptive方法to analyze操作操作演出》活动和评估NFP Pengambengan改编自《命令》导演及捕获Fisheries将军》在2015年2015年20 - KEP-DJPT当家;《结构Equation第二个是闪模型()方法,这是需要个重大determinants》NFP Pengambengan演出。《NFP results of this study indicate that Pengambengan操作活动继续增加。船visits在2019年83%的2018 compared to have increased by 17。鱼着陆increased by 88%。美国《美国总共landing也increased很多99 60%。改编自test results价值》,是stated tha NFP Pengambengan演出25 - 87是84。50口径。27 criteria演出调查员》改编自及导演将军》issued by捕获of Fisheries操作演出》2015年在那里那NFP 2019年期间Pengambengan 2019年10月和11月是很performed为2019年12月和1月,而2020年是美国categorized performed好。改编自闪test results,《头号NFP服务有影响在NFP演出。这个节目就是《NFP高服务,《NFP演出得更高。
{"title":"KINERJA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PENGAMBENGAN JEMBRANA BALI (Performance of Pengambengan Nusantara Fishing Port (NFP) Jembrana-Bali)","authors":"A. Suherman, Herry Boesono, Faik Kurohman, Abdul Kohar Muzakir","doi":"10.14710/IJFST.16.2.123-131","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.16.2.123-131","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas dan kinerja operasional serta faktor-faktor penentu kinerja PPN Pengambengan. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2019 hingga Januari 2020 di PPN Pengambengan. Analisis data dilakukan dengan dua metode; pertama metode deskriptif yaitu untuk menganalisis aktivitas operasional dan penilaian kinerja operasional berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap tahun 2015 Nomor 20/KEP-DJPT/ 2015; kedua metode Structural Equation Model (SEM) untuk mengetahui faktor-faktor penentu kinerja PPN Pengambengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas operasional PPN Pengambengan terus mengalami peningkatan. Kunjungan kapal pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 17,83% dibandingkan tahun 2018. Pendaratan ikan mengalami kenaikan sebesar 88%. Total pendaratan mengalami kenaikan sebesar 99,60 %. Penilaian kinerja terhadap 27 kriteria berdasarkan pedoman yang ditetapkan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap tahun 2015 menunjukkan bahwa kinerja operasional PPN Pengambengan adalah sebesar 84,25 – 87,50. Selama Oktober 2019 dan November 2019 kinerja sangat baik, untuk Desember 2019 dan Januari 2020 berkinerja Baik. Berdasarkan hasil pengujian SEM, pelayanan PPN mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja PPN. Hal ini ini menunjukan bahwa semakin tinggi pelayanan PPN maka semakin tinggi pula kinerja PPN. This research is purposed to analyze operational activities and determinants of the performance of NFP Pengambengan. This research was conducted in October 2019 to January 2020 in NFP Pengambengan. Data analysis is performed using two methods; the first is a descriptive method to analyze operational activities and assess the operational performance of NFP Pengambengan based on the guidelines in the Decree of the Director General of Capture Fisheries in 2015 Number 20/KEP-DJPT/2015; the second is the Structural Equation Model (SEM) method, which is to determine the determinants of the NFP Pengambengan performance. The results of this study indicate that the NFP Pengambengan operational activities continue to increase. Ship visits in 2019 have increased by 17.83% compared to 2018. Fish landings increased by 88%. The total landing also increased as many as 99.60%. Based on test results, it's stated tha the value of the NFP Pengambengan performance is 84.25 - 87.50. The performance evaluation of 27 criteria based on guidelines issued by the Director General of Capture of Fisheries in 2015 showed that the operational performance of the NFP Pengambengan during October 2019 and November 2019 was very well performed, while for December 2019 and January 2020 it was categorized as well performed. Based on SEM test results, the NFP service has the most influence on NFP performance. This shows that the higher the NFP service, the higher the NFP performance.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124300372","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-08-04DOI: 10.14710/IJFST.16.2.86-89
S. Suryanti, S. Supriharyono, S. Febrianto, Muslidin Aini
Coral is an ecosystem in the coastal area which plays an important role in controlling nutrient cycle in the sea. This research aimed to study the the nitrogen concentration in coral and to analyze the influence of nitrogen fixing bacteria on the concentration of nitrogen in coral. The research was carried out by field observation, by taking coral reef samples and analyzed in the laboratory for its nitrogen concentration and number of nitrogen fixing bacteria. Data analysis was carried out by ANOVA and regression. The analysis resulted that there was a significant difference of nitrogen concentration in massive and branching corals. However, there is no significant correlation between the sampling location and types of coral on the density of nitrogen fixing bacteria, both Nitrosomonas sp. and Nitrobacter sp. Regression analysis showed that the concentration of nitrogen in coral tissue was not significantly related to the density of nitrogen fixing bacteria. The result of this research implies that the concentration of nitrogen in the coral tissue may be affected by many other factors.
{"title":"NITROGEN CONCENTRATION IN CORAL REEF: THE CONTRIBUTION OF CORAL FORMS AND NITROGEN FIXING BACTERIA IN KARIMUNJAWA ISLANDS","authors":"S. Suryanti, S. Supriharyono, S. Febrianto, Muslidin Aini","doi":"10.14710/IJFST.16.2.86-89","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.16.2.86-89","url":null,"abstract":"Coral is an ecosystem in the coastal area which plays an important role in controlling nutrient cycle in the sea. This research aimed to study the the nitrogen concentration in coral and to analyze the influence of nitrogen fixing bacteria on the concentration of nitrogen in coral. The research was carried out by field observation, by taking coral reef samples and analyzed in the laboratory for its nitrogen concentration and number of nitrogen fixing bacteria. Data analysis was carried out by ANOVA and regression. The analysis resulted that there was a significant difference of nitrogen concentration in massive and branching corals. However, there is no significant correlation between the sampling location and types of coral on the density of nitrogen fixing bacteria, both Nitrosomonas sp. and Nitrobacter sp. Regression analysis showed that the concentration of nitrogen in coral tissue was not significantly related to the density of nitrogen fixing bacteria. The result of this research implies that the concentration of nitrogen in the coral tissue may be affected by many other factors.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121676512","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-07-01DOI: 10.14710/IJFST.16.2.79-85
H. Umam, Gondo Puspito, W. Mawardi
Cahaya merupakan alat bantu utama pada perikanan bagan apung dan berfungsi sebagai pengumpul ikan. Sumber cahayanya sangat beragam, mulai dari petromaks, lampu pijar, lampu neon dan mercury. Nelayan terpaksa mulai meninggalkan pengunaan keempat lampu karena bahan bakar sebagai sumber energinya sangat mahal. Jenis sumber cahaya yang sangat berpeluang besar dikembangkan adalah lampu LED, karena lebih hemat energi, ramah lingkungan dan tahan lama. Uji coba lampu LED jenis HPL pernah dilakukan pada perikanan bagan tancap. Hasilnya membuktikan bahwa bagan yang mengoperasikan lampu HPL mendapatkan berat tangkapan 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bagan nelayan yang menggunakan lampu neon. Penelitian dilakukan untuk memperbaiki konstruksi penelitian sebelumnya agar pancaran cahayanya semakin luas. Selanjutnya, berat hasil tangkapan bagan apung yang mengoperasikan lampu berbeda dibandingkan. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa penggunaan lampu konstruksi baru dapat meningkatkan berat hasil tangkapan bagan, tanpa mengurangi komposisi jenisnya. Hasilnya adalah berat total hasil tangkapan bagan yang mengoperasikan lampu dengan konstruksi baru mencapai 1494 kg yang didominasi oleh hasil tangkapan utama seberat 847 kg dan sampingan 647 kg, atau lebih tinggi dibandingkan hasil tangkapan total lampu konstruksi lama 788 kg (433 kg; 355 kg). Komposisi jenis hasil tangkapan kedua lampu terdiri atas delapan jenis organisme yang sama, yaitu teri putih ( Stolephorus buccaneeri ), teri jengki, teri hitam, teri paku ( Stolephorus indicus ), cumi-cumi ( Loligo sp.), pepetek ( Leiognathus sp. ), selar kuning ( Selaroides leptolepis ) dan tembang ( Sardinella fimbriata ). Light is the main fish aggregat device on the lift net fishing as fish collector. The source of light is various, i.e. petromaks, fluorescent lamp, neon lamp, and mercury. The fisherman is forced to abandon the use of the lamps because the fuel cost is high. The kind of light sources that have big opportunity to be developed is LED because it is lower energy, enviromentally friendly, and durable. The trials of HPL lamp had been carried out on the lift net fishing. The result showed that the weight of fish catches on the lift net with HPL lamp was higher twice than lift net with neon lamp. The research handled to fix the contruction on the previous research was carried out to make the emission of the light widen. Then, the weight of fish catches on the lift net with different lamp could be compared. This research aimed to prove the use of lamp with new contruction could increase the weight of fish catches on the lift net without decreasing the species composition. The result showed the weight of fish catches on the lift net with new contruction was 1494 kg that was dominated by main catch 847 kg and by catch 647 kg or more than the total weight of the HPL-S lamp 788 kg (433 kg; 355 kg). the species composition of both of the lamp were 8 species, i.e, white ancovy, jengki ancovy, black ancovy,
{"title":"PENGGUNAAN HIGH POWER LED (HPL) PADA PERIKANAN BAGAN APUNG DI SELAT MADURA (The Use Of High Power LED (HPL) Lamp On The Lift Net Fishing In The Madura Strait)","authors":"H. Umam, Gondo Puspito, W. Mawardi","doi":"10.14710/IJFST.16.2.79-85","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.16.2.79-85","url":null,"abstract":"Cahaya merupakan alat bantu utama pada perikanan bagan apung dan berfungsi sebagai pengumpul ikan. Sumber cahayanya sangat beragam, mulai dari petromaks, lampu pijar, lampu neon dan mercury. Nelayan terpaksa mulai meninggalkan pengunaan keempat lampu karena bahan bakar sebagai sumber energinya sangat mahal. Jenis sumber cahaya yang sangat berpeluang besar dikembangkan adalah lampu LED, karena lebih hemat energi, ramah lingkungan dan tahan lama. Uji coba lampu LED jenis HPL pernah dilakukan pada perikanan bagan tancap. Hasilnya membuktikan bahwa bagan yang mengoperasikan lampu HPL mendapatkan berat tangkapan 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bagan nelayan yang menggunakan lampu neon. Penelitian dilakukan untuk memperbaiki konstruksi penelitian sebelumnya agar pancaran cahayanya semakin luas. Selanjutnya, berat hasil tangkapan bagan apung yang mengoperasikan lampu berbeda dibandingkan. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa penggunaan lampu konstruksi baru dapat meningkatkan berat hasil tangkapan bagan, tanpa mengurangi komposisi jenisnya. Hasilnya adalah berat total hasil tangkapan bagan yang mengoperasikan lampu dengan konstruksi baru mencapai 1494 kg yang didominasi oleh hasil tangkapan utama seberat 847 kg dan sampingan 647 kg, atau lebih tinggi dibandingkan hasil tangkapan total lampu konstruksi lama 788 kg (433 kg; 355 kg). Komposisi jenis hasil tangkapan kedua lampu terdiri atas delapan jenis organisme yang sama, yaitu teri putih ( Stolephorus buccaneeri ), teri jengki, teri hitam, teri paku ( Stolephorus indicus ), cumi-cumi ( Loligo sp.), pepetek ( Leiognathus sp. ), selar kuning ( Selaroides leptolepis ) dan tembang ( Sardinella fimbriata ). Light is the main fish aggregat device on the lift net fishing as fish collector. The source of light is various, i.e. petromaks, fluorescent lamp, neon lamp, and mercury. The fisherman is forced to abandon the use of the lamps because the fuel cost is high. The kind of light sources that have big opportunity to be developed is LED because it is lower energy, enviromentally friendly, and durable. The trials of HPL lamp had been carried out on the lift net fishing. The result showed that the weight of fish catches on the lift net with HPL lamp was higher twice than lift net with neon lamp. The research handled to fix the contruction on the previous research was carried out to make the emission of the light widen. Then, the weight of fish catches on the lift net with different lamp could be compared. This research aimed to prove the use of lamp with new contruction could increase the weight of fish catches on the lift net without decreasing the species composition. The result showed the weight of fish catches on the lift net with new contruction was 1494 kg that was dominated by main catch 847 kg and by catch 647 kg or more than the total weight of the HPL-S lamp 788 kg (433 kg; 355 kg). the species composition of both of the lamp were 8 species, i.e, white ancovy, jengki ancovy, black ancovy, ","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-07-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125935843","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-05-01DOI: 10.14710/IJFST.16.1.72-78
Agustina Risqiani, Djoko Suprapto, Frida Purwanti
Pulau Pramuka sebagai zona pemukiman di Taman Nasional Kepulauan Seribu memiliki keindahan alam yang potensial untuk pengembangan wisata bahari. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi potensi lokal dan menganalisis kesesuaian antara permintaan ( demand ) wisata dengan penawaran ( supply ) potensi wisata lokal di Pulau Pramuka. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2019. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis supply - demand . Hasil penelitian menunjukkan potensi wisata yang dimiliki Pulau Pramuka meliputi atraksi wisata alam dan buatan, kuliner dan souvenir khas, aksesibilitas dan transportasi yang mudah, fasilitas lengkap, serta adanya peran dari pemerintah dan masyarat dalam pengembangan pariwisata. Permintaan wisata dengan potensi wisata terjadi ketidaksesuaian disebabkan oleh kurangnya penambahan hewan di penangkaran, penambahan atraksi wisata air dan area bermain bagi wisatawan, tidak tersedianya wisata pada malam hari, peningkatan kenyamanan transportasi, wifi corner , spot foto, kebersihan dan jumlah fasilitas wisata serta kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan daerah wisata Pulau Pramuka. Pulau Pramuka as a zone of housing site in a national park of Kepulauan Seribu having a natural beauty whose potential for the development of maritime tourism. The research objective to identify local potential and analyze the suitability of tourist demand with the supply of local tourism potential on Pulau Pramuka. The research was conducted in February 2019. The data analysis method used in this study was supply-demand analysis. The results showed that the tourism potential of Pulau Pramuka included natural and artificial tourist attractions, unique culinary and souvenirs, accessibility and easy transportation, complete facilities, and the role of the government and society in tourism development. Tourism demand with potential tourism occur some problems due to lack of development of animals in captivity, addition of water tourism and play areas for tourists, unavailability of tourism at night, increased transportation convenience, wifi corner, photo spots, cleanliness and the number of tourist facilities and community awareness in maintain the environment of the Pulau Pramuka tourism area.
童军岛作为千岛国家公园的居民区,具有潜在的海洋旅游发展的自然美景。研究目的是确定当地的潜力,并分析需求和提供当地旅游潜力之间的兼容性。该研究于2019年2月进行。本研究采用的数据分析方法是供需分析。研究结果显示,童军岛具有潜在的旅游潜力,包括自然和人工旅游景点、典型的烹饪和纪念品、可访问性和方便的交通设施、完整的设施,以及政府和mas先决条件在旅游业发展中的作用。旅游需求发生分歧,由于缺乏旅游增加的潜力在圈养动物,增加游客的旅游景点和区域的玩水,晚上不旅游、交通便利,增加wifi转角处,点点,清洁和旅游设施数量的照片,以及人们的意识中保护环境童子军岛旅游区。美国童子军岛是位于1000个岛屿国家公园的一个可居住的地区,那里有可能实现海上旅游发展的自然美景。确定当地潜在潜在发展和分析当地游客需求的资源与地方旅游潜在资源童子军岛。这项研究是在2019年2月进行的。这份研究中使用的方法分析数据是提供需求分析的。最近的民意调查表明,这些勘探岛潜在的旅游包括自然和艺术旅游,独特的culinary和纪念品,辅助和容易运输,完善的设施,以及旅游发展的政府和社会的角色。旅游要求和潜在的旅游occur一些problems帐款到消极,缺乏of development of动物里,加法,为有游客水上旅游与竞争的地区,旅游之unavailability at night, increased运输convenience,角落,斑点的照片,清洁和wifi facilities旅游和社区意识的当家》环境》maintain童子军岛旅游区域。
{"title":"ANALISIS KESESUAIAN PERMINTAAN WISATA DAN PENAWARAN OBJEK WISATA DI TAMAN NASIONAL KEPULAUAN SERIBU (KASUS DI PULAU PRAMUKA), JAKARTA.","authors":"Agustina Risqiani, Djoko Suprapto, Frida Purwanti","doi":"10.14710/IJFST.16.1.72-78","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.16.1.72-78","url":null,"abstract":"Pulau Pramuka sebagai zona pemukiman di Taman Nasional Kepulauan Seribu memiliki keindahan alam yang potensial untuk pengembangan wisata bahari. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi potensi lokal dan menganalisis kesesuaian antara permintaan ( demand ) wisata dengan penawaran ( supply ) potensi wisata lokal di Pulau Pramuka. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2019. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis supply - demand . Hasil penelitian menunjukkan potensi wisata yang dimiliki Pulau Pramuka meliputi atraksi wisata alam dan buatan, kuliner dan souvenir khas, aksesibilitas dan transportasi yang mudah, fasilitas lengkap, serta adanya peran dari pemerintah dan masyarat dalam pengembangan pariwisata. Permintaan wisata dengan potensi wisata terjadi ketidaksesuaian disebabkan oleh kurangnya penambahan hewan di penangkaran, penambahan atraksi wisata air dan area bermain bagi wisatawan, tidak tersedianya wisata pada malam hari, peningkatan kenyamanan transportasi, wifi corner , spot foto, kebersihan dan jumlah fasilitas wisata serta kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan daerah wisata Pulau Pramuka. Pulau Pramuka as a zone of housing site in a national park of Kepulauan Seribu having a natural beauty whose potential for the development of maritime tourism. The research objective to identify local potential and analyze the suitability of tourist demand with the supply of local tourism potential on Pulau Pramuka. The research was conducted in February 2019. The data analysis method used in this study was supply-demand analysis. The results showed that the tourism potential of Pulau Pramuka included natural and artificial tourist attractions, unique culinary and souvenirs, accessibility and easy transportation, complete facilities, and the role of the government and society in tourism development. Tourism demand with potential tourism occur some problems due to lack of development of animals in captivity, addition of water tourism and play areas for tourists, unavailability of tourism at night, increased transportation convenience, wifi corner, photo spots, cleanliness and the number of tourist facilities and community awareness in maintain the environment of the Pulau Pramuka tourism area.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129463628","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-04-30DOI: 10.14710/IJFST.16.1.51-58
S. Sarjito, S. Prayitno, N. Rochani, A. H. C. Haditomo, Rosa Amalia, Desrina Desrina
Salah satu permasalahan pada budidaya ikan lele adalah Aeromonasis yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila . Berbagai upaya pencegahan dan pengobatan telah dilakukan dengan menggunakan bahan kimia maupun herbal. Bahan herbal, berupa epibiotik (tunggal maupun campuran) digunakan oleh pembudidaya untuk pencegahan dan pengobatan penyakit ini, karena mudah diperoleh, murah dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan campuran epibiotik, ekstrak daun binahong dan temulawak pada pakan terhadap profil darah dan kelulushidupan ikan lele yang diinfeksi A. hydrophila . Metoda yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (6 perlakuan dan 3 ulangan). Seratus delapan puluh ikan lele uji dengan panjang 7-9 cm yang dipelihara pada akuarium berisi air 10 L. Dosis campuran epibiotik, esktrak daun binahong dan temulawak menggunakan perbandingan untuk perlakuan A (0%:0%), B (100%:0%), C (75%:25%), D (50%:50%), E (25%:75%) dan F (0%:100%) dengan dosis dasar 2500 ppm untuk ekstrak daun binahong dan 900 ppm untuk temulawak. Campuran epibiotik tersebut ditambahkan pada pakan komersil sebagai pakan uji dengan metode spray . Pakan uji diberikan selama 14 hari, kemudian pada hari kelimabelas ikan uji diinjeksi A. hydrophila secara intramuscular dengan konsentrasi 10 6 CFU/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala klinis ikan lele yang terinfeksi A. hydrophila adalah nafsu makan rendah, bercak merah, luka, haemorhagi serta warna tubuh memucat. Penambahan campuran epiobiotik ekstrak daun binahong dan temulawak berpengaruh nyata ( p <0,05) terhadap profil darah dan kelulushidupan ikan uji pasca perlakuan dan pasca infeksi. Campuran epibiotik D mampu melawan infeksi A.hydrophilla pada C. gariepinus dengan tingkat kelulushidupan tertinggi (90±17%). One of the p roblems in catfish culture was aeromonasis that was caused by Aeromonas hydrophila. The prevention and thre a tment of this disease have been carried out with using chemichal substance and an epibiotics from eco-friendly herbal plant extracts. Epibiotics, such as binahong leaves and curcuma extracts had been applicated by farmers to threat this disease because of it’s cheap and easy to get it. The aim s of this study was to evaluate the effect of mixture binahong leaves and curcuma extracts in feed on blood profile and survival rate of catfish infected A . hydrophila. The method of research used was Completely Randomized Design, consisted of 6 treatments and 3 replications. The catfish used was 180 fish es with length of 7-9 cm that were cultured in aquarium with 10L waters. The basic dosage of binahong leaves and curcuma extracts used was 2500 ppm and 900 ppm with the ratio of treatment A (0%:0%), B (100%:0%), C (75%:25%), D (50%:50%), E (25%:75%), and F (0%:100%). The mix extract was added to the commercial feed as a feed test with spray methods. The treatment feed was given for 14 days and on the next day was done infected A. hydrophila intramusculary wit
鲶鱼养殖场的一个问题是由水样空气引起的空气调节。在使用化学和草药的同时,已经进行了许多预防和治疗的努力。益生菌(一种和一种混合)是种植者用来预防和治疗这种疾病的草药,因为它容易获得,廉价和环保。这项研究旨在研究将二叶生物制剂、红叶提取物和饲料提取物对感染A. hydrophila的鲶鱼的血液剖面和杀菌特性的影响。使用的方法是一个随机设计的实验(6种治疗方法和3次重复)。测试一百八十鲶鱼长7 - 9厘米的水族馆饲养着水10 L .剂量epibiotik混在一起,esktrak binahong叶和temulawak用比较A(0%待遇:0%),B型(100%:0%)、C (75%: 25%), D(50%: 50%)、E(75%: 25%)和F(0%: 100%) 2500的基本常规剂量的mtc为temulawak binahong叶提取物和900 ppm。这种表观生物混合被添加到商业饲料中,作为一种通过喷雾方法的测试饲料。测试饲料进行14天,然后在第15天进行第10天的水状试剂注射研究表明,感染A. hydrophila鲶鱼的临床症状是低食欲、皮疹、伤口、止血和皮肤变色。加入菌根提取物和天白叶提取物的混合对治疗后和感染后鱼类的血液成分和活体测试有明显的影响(p < 0.05)。混合epibiotik D能够抵抗感染的C . gariepinus A . hydrophilla kelulushidupan最高层(90±17%)。鲶鱼的一种罗勒是由水样空气引起的气态。预防和预防是用一种化学物质和一种生态友好植物的表皮制成的。表观生物,就像甲藻和凝血剂一样,被农民用来威胁这种疾病,因为它很便宜,很容易得到。这项研究的目标是评估混合物对活体叶的影响,以及鱼群对鲶鱼的生存标准的影响。hydrophila。研究所用的方法已完全被分层设计,包括六种试验和三种复制品。曾经的鲶鱼有180条腿,腿长7-9厘米,被误认为有10升水的鱼缸。基本的binahong树叶和cur只有使用的绳子的数量为2500 ppm和900 ppm,带着治疗的ratio (0%:0%), B (100%:0%), C (75%:25%), D (50%: 75%), E(25%:75%)和F(0%:100%)。混合extract被添加到商业样本中,就像用喷雾方法测试一样。治疗饲料被发放了14天,第二天又被用于10。6厘米的牙痛。据报道,鲶鱼感染了一种水肿,红润,溃疡,血肿,苍白的身体。根据目前的治疗方法,鲶鱼的血液样本和生存率的影响(p<0.05)。治疗D那里最好的论点在生存速率(90±17%)。
{"title":"POTENSI EPIBIOTIK CAMPURAN EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) DAN TEMULAWAK (Curcuma zanthorrhiza) PADA PAKAN UNTUK MENGATASI INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN LELE (Clarias gariepinus)","authors":"S. Sarjito, S. Prayitno, N. Rochani, A. H. C. Haditomo, Rosa Amalia, Desrina Desrina","doi":"10.14710/IJFST.16.1.51-58","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.16.1.51-58","url":null,"abstract":"Salah satu permasalahan pada budidaya ikan lele adalah Aeromonasis yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila . Berbagai upaya pencegahan dan pengobatan telah dilakukan dengan menggunakan bahan kimia maupun herbal. Bahan herbal, berupa epibiotik (tunggal maupun campuran) digunakan oleh pembudidaya untuk pencegahan dan pengobatan penyakit ini, karena mudah diperoleh, murah dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan campuran epibiotik, ekstrak daun binahong dan temulawak pada pakan terhadap profil darah dan kelulushidupan ikan lele yang diinfeksi A. hydrophila . Metoda yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (6 perlakuan dan 3 ulangan). Seratus delapan puluh ikan lele uji dengan panjang 7-9 cm yang dipelihara pada akuarium berisi air 10 L. Dosis campuran epibiotik, esktrak daun binahong dan temulawak menggunakan perbandingan untuk perlakuan A (0%:0%), B (100%:0%), C (75%:25%), D (50%:50%), E (25%:75%) dan F (0%:100%) dengan dosis dasar 2500 ppm untuk ekstrak daun binahong dan 900 ppm untuk temulawak. Campuran epibiotik tersebut ditambahkan pada pakan komersil sebagai pakan uji dengan metode spray . Pakan uji diberikan selama 14 hari, kemudian pada hari kelimabelas ikan uji diinjeksi A. hydrophila secara intramuscular dengan konsentrasi 10 6 CFU/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala klinis ikan lele yang terinfeksi A. hydrophila adalah nafsu makan rendah, bercak merah, luka, haemorhagi serta warna tubuh memucat. Penambahan campuran epiobiotik ekstrak daun binahong dan temulawak berpengaruh nyata ( p <0,05) terhadap profil darah dan kelulushidupan ikan uji pasca perlakuan dan pasca infeksi. Campuran epibiotik D mampu melawan infeksi A.hydrophilla pada C. gariepinus dengan tingkat kelulushidupan tertinggi (90±17%). One of the p roblems in catfish culture was aeromonasis that was caused by Aeromonas hydrophila. The prevention and thre a tment of this disease have been carried out with using chemichal substance and an epibiotics from eco-friendly herbal plant extracts. Epibiotics, such as binahong leaves and curcuma extracts had been applicated by farmers to threat this disease because of it’s cheap and easy to get it. The aim s of this study was to evaluate the effect of mixture binahong leaves and curcuma extracts in feed on blood profile and survival rate of catfish infected A . hydrophila. The method of research used was Completely Randomized Design, consisted of 6 treatments and 3 replications. The catfish used was 180 fish es with length of 7-9 cm that were cultured in aquarium with 10L waters. The basic dosage of binahong leaves and curcuma extracts used was 2500 ppm and 900 ppm with the ratio of treatment A (0%:0%), B (100%:0%), C (75%:25%), D (50%:50%), E (25%:75%), and F (0%:100%). The mix extract was added to the commercial feed as a feed test with spray methods. The treatment feed was given for 14 days and on the next day was done infected A. hydrophila intramusculary wit","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130114824","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-04-30DOI: 10.14710/ijfst.16.1.59-62
Numisye Iske Mose, Y. Manganang
Dalam pemanfaatan Lemna minor sebagai bahan baku pakan ikan terkendala dengan nilai kasarnya yang tinggi sehingga menghambat pencernaan dan penyerapan nutrisi dalam saluran pencernaan ikan. Teknologi tepat guna yang dapat mengatasi masalah tersebut adalah fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung lemna fermentasi terhadap pertumbuhan dan rasio konversi pakan ikan bawal. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan bawal berukuran 3-5 cm dipelihara selama 35 hari dan diberikan pakan secara at satiation sebanyak dua kali sehari. Perlakuan lemna fermentasi diberikan pada 4 dosis yaitu (0, 10, 20, 30)%/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lemna fermentasi 20% dapat meningkatkan pertumbuhan ikan bawal, namun pada penambahan lemna fermentasi 30% pertumbuhan ikan bawal cenderung turun. Kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini adalah dosis lemna fermentasi 20% merupakan dosis terbaik secara deskriptif dengan nilai laju pertumbuhan spesifik 3,7%/hari, rasio konversi pakan 19,14 dan sintasan hidup 100%. Using Lemna minor as fish feed ingredients constrained by its crude fiber which inhibits the digestive and absorption abilities in the fish digestive systems. The appropriate technology that could overcome this problem is fermentation. The aim of this study was to evaluate fermented lemna supplemented in artificial feed on the growth rate and conversion feed ratio of pomfret fish. Experimental fish used was pomfret fish at the initial size of 3-5 cm and was reared for 35 days and fish were fed twice a day at satiation. The study consists of four dosage (0,10,20,30)%/kg of artificial feed. The results of this study indicates a supplementation of fermented lemna 20% could increase growth performances of pomfret fish although on supplementation of fermented lemna 30% growth performances had a lower growth. The conclusions are supplementation fermented lemna 20% is the best descriptive dosage with a growth specific rate 3,7%/days, feed conversion ratio 19,14 and survival rate 100% of pomfret fish. .
{"title":"RESPON PERTUMBUHAN IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) YANG DIBERI PAKAN TEPUNG LEMNA (Lemna minor) HASIL FERMENTASI (Growth Respons Of Pomfret Fish (Colossoma macropomum) Fed by Fermented Lemna (Lemna minor) Powder)","authors":"Numisye Iske Mose, Y. Manganang","doi":"10.14710/ijfst.16.1.59-62","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/ijfst.16.1.59-62","url":null,"abstract":"Dalam pemanfaatan Lemna minor sebagai bahan baku pakan ikan terkendala dengan nilai kasarnya yang tinggi sehingga menghambat pencernaan dan penyerapan nutrisi dalam saluran pencernaan ikan. Teknologi tepat guna yang dapat mengatasi masalah tersebut adalah fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung lemna fermentasi terhadap pertumbuhan dan rasio konversi pakan ikan bawal. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan bawal berukuran 3-5 cm dipelihara selama 35 hari dan diberikan pakan secara at satiation sebanyak dua kali sehari. Perlakuan lemna fermentasi diberikan pada 4 dosis yaitu (0, 10, 20, 30)%/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lemna fermentasi 20% dapat meningkatkan pertumbuhan ikan bawal, namun pada penambahan lemna fermentasi 30% pertumbuhan ikan bawal cenderung turun. Kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini adalah dosis lemna fermentasi 20% merupakan dosis terbaik secara deskriptif dengan nilai laju pertumbuhan spesifik 3,7%/hari, rasio konversi pakan 19,14 dan sintasan hidup 100%. Using Lemna minor as fish feed ingredients constrained by its crude fiber which inhibits the digestive and absorption abilities in the fish digestive systems. The appropriate technology that could overcome this problem is fermentation. The aim of this study was to evaluate fermented lemna supplemented in artificial feed on the growth rate and conversion feed ratio of pomfret fish. Experimental fish used was pomfret fish at the initial size of 3-5 cm and was reared for 35 days and fish were fed twice a day at satiation. The study consists of four dosage (0,10,20,30)%/kg of artificial feed. The results of this study indicates a supplementation of fermented lemna 20% could increase growth performances of pomfret fish although on supplementation of fermented lemna 30% growth performances had a lower growth. The conclusions are supplementation fermented lemna 20% is the best descriptive dosage with a growth specific rate 3,7%/days, feed conversion ratio 19,14 and survival rate 100% of pomfret fish. .","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"62 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132168211","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-04-30DOI: 10.14710/IJFST.16.1.45-50
Haeruddin. Haeruddin., Arif Rahman, Diah Ayuningrum
Kerang darah merupakan salah satu jenis kekerangan yang bernilai ekonomis penting. Habitat kerang darah yang mengandung pestisida organoklorin dapat menurunkan nilai ekonomis kerang, dikarenakan pestisida organoklorin dapat terakumulasi dalam jaringan lunak kerang, sehingga tidak aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan potensi biokonsentrasi pestisida organoklorin dalam jaringan lunak kerang darah ditilik dari faktor biokonsentrasi pestisida tersebut. Penelitian dilakukan dengan memelihara kerang darah dalam sedimen yang mengandung pestisida pada beberapa akuarium. Sedimen diambil dari Muara Sungai Wakak-Plumbon, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida organoklorin mampu terakumulasi dalam jaringan lunak dengan faktor biokonsentrasi yang berbeda untuk masing-masing jenis pestisida organoklorin. Faktor biokonsentrasi pestisida organoklorin tertinggi pada pestisida lindane. Faktor biokonsentrasi pestisida terendah adalah aldrin. Blood clams are one type of clams which have important economic value. Habitat of blood clams mostly contain organochlorine pesticides which then reduce the ir economic value . The organochlorine pesticides can accumulate in the blood clams soft tissue, making it unsafe to consume. This research was conducted to determine the accumulation potential of organochlorine pesticides in the soft tissue of blood clams from the bioconcentration factor of these pesticides. The study was conducted by maintaining blood shells in sediments containing pesticides in several aquariums. Sediments were taken from the Wakak-Plumbon River Estuary, Central Java. The results showed that organochlorine pesticides were able to accumulate in soft tissues with different bioconcentration factors for each type of organochlorine pesticide. The highest biochemical concentration of organochlorine pesticides is in lindane pesticides. The lowest bioconcentration factor of pesticides is Aldrin.
{"title":"FAKTOR BIOKONSENTRASI PESTISIDA ORGANOKLORIN (ALDRIN, DIELDRIN DAN LINDANE) DALAM JARINGAN LUNAK KERANG DARAH (Anadara granosa Linn.)","authors":"Haeruddin. Haeruddin., Arif Rahman, Diah Ayuningrum","doi":"10.14710/IJFST.16.1.45-50","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.16.1.45-50","url":null,"abstract":"Kerang darah merupakan salah satu jenis kekerangan yang bernilai ekonomis penting. Habitat kerang darah yang mengandung pestisida organoklorin dapat menurunkan nilai ekonomis kerang, dikarenakan pestisida organoklorin dapat terakumulasi dalam jaringan lunak kerang, sehingga tidak aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan potensi biokonsentrasi pestisida organoklorin dalam jaringan lunak kerang darah ditilik dari faktor biokonsentrasi pestisida tersebut. Penelitian dilakukan dengan memelihara kerang darah dalam sedimen yang mengandung pestisida pada beberapa akuarium. Sedimen diambil dari Muara Sungai Wakak-Plumbon, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida organoklorin mampu terakumulasi dalam jaringan lunak dengan faktor biokonsentrasi yang berbeda untuk masing-masing jenis pestisida organoklorin. Faktor biokonsentrasi pestisida organoklorin tertinggi pada pestisida lindane. Faktor biokonsentrasi pestisida terendah adalah aldrin. Blood clams are one type of clams which have important economic value. Habitat of blood clams mostly contain organochlorine pesticides which then reduce the ir economic value . The organochlorine pesticides can accumulate in the blood clams soft tissue, making it unsafe to consume. This research was conducted to determine the accumulation potential of organochlorine pesticides in the soft tissue of blood clams from the bioconcentration factor of these pesticides. The study was conducted by maintaining blood shells in sediments containing pesticides in several aquariums. Sediments were taken from the Wakak-Plumbon River Estuary, Central Java. The results showed that organochlorine pesticides were able to accumulate in soft tissues with different bioconcentration factors for each type of organochlorine pesticide. The highest biochemical concentration of organochlorine pesticides is in lindane pesticides. The lowest bioconcentration factor of pesticides is Aldrin.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"56 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127675235","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-04-07DOI: 10.14710/ijfst.16.1.39-44
D. Chilmawati, J. Hutabarat, S. Anggoro, Suminto Suminto
Kondisi optimum media kultur dan diet pakan yang sesuai dengan kebutuhan hidup (ekofisiologis) Oithona similis sangat penting agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimum. Proses bioenergetika dalam upaya pemanfaatan energi pakan untuk pertumbuhan, erat hubungannya dengan proses osmoregulasi organisme air yang dipengaruhi oleh salinitas media kulturnya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh perbedaan diet fitoplankton dan menentukan jenis fitoplankton yang tepat yang memberikan performa pertumbuhan dan produksi telur O. similis terbaik pada kondisi salinitas media kultur yang optimum (19,4 permil). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing 5 kali ulangan, yaitu: kultur O. Similis dengan diet fitoplankton A. Chlorella vulgaris ; B. Nannochloropsis oculata ; C. Isochrysis galbana ; dan D. Chaetoceros calcitrans . Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan diet mikroalga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi telur O. similis pada kondisi salinitas media kultur optimum. Pemberian sel diatom Chaetoceros calcitrans memberikan kepadatan total (16,88±0,32 ind./ml), laju pertumbuhan populasi (0,141±0,001/hari) dan produksi telur (24,50±0,58 telur/ind.) O. similis terbaik.
{"title":"PERFORMA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TELUR Oithona similis DENGAN PAKAN FITOPLANKTON BERBEDA PADA SALINITAS MEDIA KULTUR OPTIMUM (Growth Performance And Egg Production of Oithona similis With Different Diet of Phytoplankton Cells in Culture Medium Optimum)","authors":"D. Chilmawati, J. Hutabarat, S. Anggoro, Suminto Suminto","doi":"10.14710/ijfst.16.1.39-44","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/ijfst.16.1.39-44","url":null,"abstract":"Kondisi optimum media kultur dan diet pakan yang sesuai dengan kebutuhan hidup (ekofisiologis) Oithona similis sangat penting agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimum. Proses bioenergetika dalam upaya pemanfaatan energi pakan untuk pertumbuhan, erat hubungannya dengan proses osmoregulasi organisme air yang dipengaruhi oleh salinitas media kulturnya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh perbedaan diet fitoplankton dan menentukan jenis fitoplankton yang tepat yang memberikan performa pertumbuhan dan produksi telur O. similis terbaik pada kondisi salinitas media kultur yang optimum (19,4 permil). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing 5 kali ulangan, yaitu: kultur O. Similis dengan diet fitoplankton A. Chlorella vulgaris ; B. Nannochloropsis oculata ; C. Isochrysis galbana ; dan D. Chaetoceros calcitrans . Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan diet mikroalga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi telur O. similis pada kondisi salinitas media kultur optimum. Pemberian sel diatom Chaetoceros calcitrans memberikan kepadatan total (16,88±0,32 ind./ml), laju pertumbuhan populasi (0,141±0,001/hari) dan produksi telur (24,50±0,58 telur/ind.) O. similis terbaik.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122580914","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-04-07DOI: 10.14710/IJFST.16.1.31-38
Anastia Afika Riza, S. Anggoro, S. Suryanti
Osmoregulasi merupakan aspek yang sangat penting untuk diteliti dalam kegiatan budidaya kepiting bakau yang mana air media hidupnya kerap mengalami perubahan sifat fisika dan kimia. Salinitas memberikan pengaruh terhadap tekanan-tekanan osmotik yang berbeda terhadap tekanan osmotik tubuh organisme perairan, sehingga mengharuskan untuk melakukan proses osmoregulasi untuk menyeimbangkan tekanan osmotiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerja osmotik (TKO), indeks ponderal, dan kematangan gonad kepiting bakau serta hubungan TKO dengan indeks ponderal dan kematangan gonadnya. Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai Maret 2019. Materi utama yang dijadikan objek pengamatan adalah kepiting bakau yang dibudidaya di tambak Desa Pesantren Ulujami Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus menggunakan analisis deskriptif dan korelasi dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kepiting bakau di tambak Desa Pesantren memiliki pola osmoregulasi hiperosmotik sedangkan pola osmoregulasi isoosmotik ditunjukkan pada kepiting yang sedang mengalami moulting. Indeks ponderal kurang dari dua sehingga bertubuh pipih dan belum matang gonad. Adapun tekanan osmotik berpengaruh negatif terhadap indeks ponderal dan kematangan gonad kepiting.
{"title":"POLA OSMOREGULASI, INDEKS PONDERAL, DAN KEMATANGAN GONAD KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI TAMBAK DESA PESANTREN, KECAMATAN ULUJAMI, PEMALANG","authors":"Anastia Afika Riza, S. Anggoro, S. Suryanti","doi":"10.14710/IJFST.16.1.31-38","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.16.1.31-38","url":null,"abstract":"Osmoregulasi merupakan aspek yang sangat penting untuk diteliti dalam kegiatan budidaya kepiting bakau yang mana air media hidupnya kerap mengalami perubahan sifat fisika dan kimia. Salinitas memberikan pengaruh terhadap tekanan-tekanan osmotik yang berbeda terhadap tekanan osmotik tubuh organisme perairan, sehingga mengharuskan untuk melakukan proses osmoregulasi untuk menyeimbangkan tekanan osmotiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerja osmotik (TKO), indeks ponderal, dan kematangan gonad kepiting bakau serta hubungan TKO dengan indeks ponderal dan kematangan gonadnya. Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai Maret 2019. Materi utama yang dijadikan objek pengamatan adalah kepiting bakau yang dibudidaya di tambak Desa Pesantren Ulujami Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus menggunakan analisis deskriptif dan korelasi dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kepiting bakau di tambak Desa Pesantren memiliki pola osmoregulasi hiperosmotik sedangkan pola osmoregulasi isoosmotik ditunjukkan pada kepiting yang sedang mengalami moulting. Indeks ponderal kurang dari dua sehingga bertubuh pipih dan belum matang gonad. Adapun tekanan osmotik berpengaruh negatif terhadap indeks ponderal dan kematangan gonad kepiting.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130522028","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}