Pub Date : 2019-08-23DOI: 10.21927/LITERASI.2019.10(1).9-20
Nisfi Anisah
Anak-anak seringkali menjadi korban kasus cidera saat terjadi kecelakaan maupun bencana alam. Data terakhir dari United Nation International Strategy For Disaster, sebanyak 60 persen anak-anak di dunia ternyata merupakan korban bencana alam. Berbagai ancaman masih mengintai anak seperti bencana alam. Ancaman tersebut diperparah dengan kondisi sekolah yang kurang kondusif, bangunan yang tidak layak, sarana prasarana yang tidak memenuhi standar. Merujuk data 15 tahun terakhir dari BNPB tahun 2017, terdapat 46.648 sekolah yang terdampak bencana. MIN 1 Bantul telah merespon positif model sekolah yang aman bencana dengan dinobatkan sebagai peringkat 3 SEAMEO Japan Education for Sustainable Development (ESD) Award.Hasil penelitian ini adalah (1) motivasi MIN 1 Bantul membentuk sekolah aman bencana dilatarbelakangi gempa tahun 2006. Selain itu adanya kesadaran akan pentingnya pendidikan keamanan bagi warga madrasah. (2) pelaksanaan program sekolah aman bencana di MIN 1 Bantul berupa sekolah siaga bencana sudah berjalan dengan baik. Program tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan kerangka kerja struktural dan non struktural serta mengacu 3 pilar sekolah aman bencana yang meliputi fasilitas sekolah aman, manajemen bencana di sekolah, dan pendidikan pencegahan. (3) Keterkaitan sekolah aman bencana dengan pendidikan karakter adanya keselarasan pelaksanaan sekolah aman bencana dengan pembiasaan yang dilakukan di MIN 1 Bantul.
儿童往往是事故或自然灾害的受害者。最近的数据显示,世界上60%的儿童是自然灾害的受害者。孩子们面临的威胁就像自然灾害一样。学校环境不佳,建筑不合格,基础设施不合格,这一威胁进一步加剧。根据BNPB 2017年过去15年的数据,总共有46648所学校受到灾难的影响。MIN 1班刚刚以“可持续发展”(ESD)第三届日本教育奖学金(SEAMEO Education for Sustainable Development)奖积极回应了一所安全灾难学校模型。这项研究的结果是(1)敏1的动机帮助建立了2006年地震后的灾难安全学校。此外,认识到安全教育对伊斯兰学校公民的重要性。(2)灾害安全学校计划在最低帮助学校防灾已经顺利进行。该计划通过考虑结构性和非结构框架来实施,并提到包括安全学校设施、学校灾难管理和预防教育在内的三所灾害安全学校的支柱。(3)安全灾害学校与角色教育的关系,将灾害实施学校与民1班的安乐死相协调。
{"title":"Model Sekolah Aman Bencana Dalam Upaya Mewujudkan Pendidikan Karakter di MIN 1 Bantul","authors":"Nisfi Anisah","doi":"10.21927/LITERASI.2019.10(1).9-20","DOIUrl":"https://doi.org/10.21927/LITERASI.2019.10(1).9-20","url":null,"abstract":"Anak-anak seringkali menjadi korban kasus cidera saat terjadi kecelakaan maupun bencana alam. Data terakhir dari United Nation International Strategy For Disaster, sebanyak 60 persen anak-anak di dunia ternyata merupakan korban bencana alam. Berbagai ancaman masih mengintai anak seperti bencana alam. Ancaman tersebut diperparah dengan kondisi sekolah yang kurang kondusif, bangunan yang tidak layak, sarana prasarana yang tidak memenuhi standar. Merujuk data 15 tahun terakhir dari BNPB tahun 2017, terdapat 46.648 sekolah yang terdampak bencana. MIN 1 Bantul telah merespon positif model sekolah yang aman bencana dengan dinobatkan sebagai peringkat 3 SEAMEO Japan Education for Sustainable Development (ESD) Award.Hasil penelitian ini adalah (1) motivasi MIN 1 Bantul membentuk sekolah aman bencana dilatarbelakangi gempa tahun 2006. Selain itu adanya kesadaran akan pentingnya pendidikan keamanan bagi warga madrasah. (2) pelaksanaan program sekolah aman bencana di MIN 1 Bantul berupa sekolah siaga bencana sudah berjalan dengan baik. Program tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan kerangka kerja struktural dan non struktural serta mengacu 3 pilar sekolah aman bencana yang meliputi fasilitas sekolah aman, manajemen bencana di sekolah, dan pendidikan pencegahan. (3) Keterkaitan sekolah aman bencana dengan pendidikan karakter adanya keselarasan pelaksanaan sekolah aman bencana dengan pembiasaan yang dilakukan di MIN 1 Bantul. ","PeriodicalId":194083,"journal":{"name":"LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan)","volume":"33 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127698018","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-08-23DOI: 10.21927/literasi.2019.10(1).1-8
Eko Pranowo, Martalia Ardiyaningrum
Learning mathematics in 4th grade of SD N Dukuh 1 Sleman still uses a coventional learning model and has not provided opportunities for students to develop problem solving skills. In addition, the achievement of minimum criteria in integer number operation is still not optimal. This study aims to 1) describe the application of STAD cooperative learning to integer concepts; and 2) describe the improvement of problem solving skills in 4th grade students of SD N Dukuh 1 Sleman, academic year of 2014/2015. The method used in this study is a classroom action research method by adopting the Kemmis Mc Taggart model. The subjects of this study were 17 students in 4th grade of SD N Dukuh 1 Sleman. The results of the research obtained showed that STAD cooperative learning in mathematics can improve the problem solving skills of 4th grade students of SD N Dukuh 1 Sleman. In cycle I, the percentage of students who had test scores on problem solving skills was more than 70 at 6%, while in cycle II the percentage obtained was 100%. Based on the percentage above, the problem solving skills of 4th grade students in SD N Dukuh 1 Sleman has increased. The average value test of the cycle I is 53.24 and the cycle II is 87.35. Based on the research results, it can be concluded that STAD cooperative learning can improve the problem solving skills of 4th grade students of SD N Dukuh 1 Sleman.Keywords: learning model, cooperative, STAD, problem solving skills.
Dukuh 1 Sleman小学四年级的数学学习仍然采用传统的学习模式,没有为学生提供培养解决问题能力的机会。此外,在整数运算中,最小准则的实现仍然不是最优的。本研究旨在1)描述STAD合作学习在整数概念中的应用;2)描述SD N Dukuh 1 Sleman 2014/2015学年四年级学生解决问题能力的提高情况。本研究采用的方法是课堂行动研究法,采用Kemmis Mc Taggart模型。本研究以17名SD N Dukuh 1 Sleman小学四年级学生为研究对象。研究结果表明,STAD数学合作学习可以提高SD N Dukuh 1 Sleman四年级学生的问题解决能力。在第一个周期中,6%的学生在解决问题的能力测试中得分超过70分,而在第二个周期中,这个比例是100%。根据以上百分比,SD N Dukuh 1 Sleman的四年级学生解决问题的能力有所提高。周期I的平均值为53.24,周期II的平均值为87.35。基于研究结果,可以得出STAD合作学习可以提高SD N Dukuh 1 Sleman四年级学生的问题解决能力。关键词:学习模式,合作,STAD,问题解决能力。
{"title":"Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif STAD Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas IV SD Negeri Dukuh 1 Sleman","authors":"Eko Pranowo, Martalia Ardiyaningrum","doi":"10.21927/literasi.2019.10(1).1-8","DOIUrl":"https://doi.org/10.21927/literasi.2019.10(1).1-8","url":null,"abstract":"Learning mathematics in 4th grade of SD N Dukuh 1 Sleman still uses a coventional learning model and has not provided opportunities for students to develop problem solving skills. In addition, the achievement of minimum criteria in integer number operation is still not optimal. This study aims to 1) describe the application of STAD cooperative learning to integer concepts; and 2) describe the improvement of problem solving skills in 4th grade students of SD N Dukuh 1 Sleman, academic year of 2014/2015. The method used in this study is a classroom action research method by adopting the Kemmis Mc Taggart model. The subjects of this study were 17 students in 4th grade of SD N Dukuh 1 Sleman. The results of the research obtained showed that STAD cooperative learning in mathematics can improve the problem solving skills of 4th grade students of SD N Dukuh 1 Sleman. In cycle I, the percentage of students who had test scores on problem solving skills was more than 70 at 6%, while in cycle II the percentage obtained was 100%. Based on the percentage above, the problem solving skills of 4th grade students in SD N Dukuh 1 Sleman has increased. The average value test of the cycle I is 53.24 and the cycle II is 87.35. Based on the research results, it can be concluded that STAD cooperative learning can improve the problem solving skills of 4th grade students of SD N Dukuh 1 Sleman.Keywords: learning model, cooperative, STAD, problem solving skills.","PeriodicalId":194083,"journal":{"name":"LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan)","volume":"68 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114685740","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-08-23DOI: 10.21927/literasi.2019.10(1).34-46
Nadzifah Fitriyani
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap prestasi belajar santri kelas X di MBS Sleman dan Ibnul Qoyyim Puteri ;2) mengkaji pengaruh PWB terhadap prestasi belajar santri kelas X di MBS Sleman dan Ibnul Qoyyim Puteri ;3) menemukan variabel yang lebih dominan mempengaruhi prestasi belajar antara dukungan sosial dan PWB.Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian adalah MBS Sleman dan Ibnul Qoyyim Puteri. Sampel di MBS Sleman sebanyak 29% dari populasi 175,sampel 50 santri dan Ibnul Qoyyim Puteri sebanyak 67% dari populasi 75,sampel juga 50 santri. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Datanya dianalisis menggunakan teknik ana lisis regresi.Berdasarkan hasil penelitian bahwa: 1) dukungan sosial dan PWB berpengaruh terhadap prestasi belajar santri kelas X di MBS Sleman dan Ibnul Qoyyim Puteri. Dukungan sosial bersama-sama PWB memiliki persentase sumbangan pengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 20,3% di MBS Sleman dan 35,2% di Ibnul Qoyyim Puteri. 2) Dukungan sosial berpengaruh terhadap prestasi belajar santri kelas X,baik di MBS Sleman (p=0,002) dan Ibnul Qoyyim Puteri (p=0,034). 3) PWB tidak mempengaruhi prestasi belajar santri kelas X di MBS Sleman (p=0,200) dan Ibnul Qoyyim Puteri (p=0,226). 4) Dukungan sosial lebih dominan dalam mempengaruhi prestasi belajar,baik di MBS Sleman dan Ibnul Qoyyim Puteri.Kata Kunci: Dukungan Sosial, Psychological Well Being, Prestasi Belajar
{"title":"Pengaruh Dukungan Sosial dan Psychological Well Being Terhadap Prestasi Belajar Santri Kelas X (Studi Kasus di MBS Sleman dan Ibnul Qoyyim Putri)","authors":"Nadzifah Fitriyani","doi":"10.21927/literasi.2019.10(1).34-46","DOIUrl":"https://doi.org/10.21927/literasi.2019.10(1).34-46","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap prestasi belajar santri kelas X di MBS Sleman dan Ibnul Qoyyim Puteri ;2) mengkaji pengaruh PWB terhadap prestasi belajar santri kelas X di MBS Sleman dan Ibnul Qoyyim Puteri ;3) menemukan variabel yang lebih dominan mempengaruhi prestasi belajar antara dukungan sosial dan PWB.Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian adalah MBS Sleman dan Ibnul Qoyyim Puteri. Sampel di MBS Sleman sebanyak 29% dari populasi 175,sampel 50 santri dan Ibnul Qoyyim Puteri sebanyak 67% dari populasi 75,sampel juga 50 santri. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Datanya dianalisis menggunakan teknik ana lisis regresi.Berdasarkan hasil penelitian bahwa: 1) dukungan sosial dan PWB berpengaruh terhadap prestasi belajar santri kelas X di MBS Sleman dan Ibnul Qoyyim Puteri. Dukungan sosial bersama-sama PWB memiliki persentase sumbangan pengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 20,3% di MBS Sleman dan 35,2% di Ibnul Qoyyim Puteri. 2) Dukungan sosial berpengaruh terhadap prestasi belajar santri kelas X,baik di MBS Sleman (p=0,002) dan Ibnul Qoyyim Puteri (p=0,034). 3) PWB tidak mempengaruhi prestasi belajar santri kelas X di MBS Sleman (p=0,200) dan Ibnul Qoyyim Puteri (p=0,226). 4) Dukungan sosial lebih dominan dalam mempengaruhi prestasi belajar,baik di MBS Sleman dan Ibnul Qoyyim Puteri.Kata Kunci: Dukungan Sosial, Psychological Well Being, Prestasi Belajar","PeriodicalId":194083,"journal":{"name":"LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan)","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131284306","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-08-23DOI: 10.21927/literasi.2019.10(1).66-75
A. Susilaningsih
Kesiapan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menerapkan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan SMP Di SMP N 3 Kalasan dan SMP N 1 Prambanan. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2015.Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dan peserta didik. Sedangkan kurikulum seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Memperhatikan kondisi pendidikan Indonesia yang belum optimal dalam mengimplementasikan pendidikan maka perubahan Kurikulum 2013 yang secara tiba-tiba memerlukan perencanaan yang matang dalam implementasinya. Dengan demikain kesiapan guru PAI itu sanga penting.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan mengambil latar SMP N 3 Kalasan dan SMP N 1 Prambanan dengan subjek guru PAI dan siswa. Metode pengumpulan datanya diperoleh dari observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menyeleksi dan menyusun data yang diperoleh, kemudian diolah dan dianalisis sehingga dapat ditarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: langkah- langkah yang di ambil oleh kedua sekolah terhadap pemberlakuan Kurikulum 2013 yaitu mengadakan sosialisasi, mendelegasikan guru untuk mengikuti diklat, pengadaan sumber belajar, dan mengadakan MGMP, untuk proses pembelajaran dilihat dari silabus dan RPP kedua sekolah tersebut sudah siap untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Kata kunci: Kesiapan, guru Pendidikan Agama Islam, Kurikulum 2013.
伊斯兰教教育教师在2013年实施初中生第三阶段的教育课程和初中生1 Prambanan。论文。日惹:2015年东帝汶伊斯兰宗教教育学院Tarbiyah科学与武术系。教育是以教育工作者和学习者之间的互动为中心的。而关于目的的计划和安排课程的课程、课程的内容和方式以及作为学习活动安排指导的方式。考虑到印尼教育在实施教育方面的不理想状况,2013年课程的突然变化需要仔细规划。有了派老师的准备工作,这并不重要。这项研究是一种定性研究,以SMP N 3 kalessing和SMP N 1 Prambanan为主题PAI老师和学生做背景。收集数据的方法可以从观察、文档和采访中获得。数据分析是通过选择和整理所获得的数据来进行的,然后对它们进行分析和分析,以便得出结论。研究结果表明:这两所学校对2013年课程的实施采取的步骤是社会化化、委托教师遵守规定、学习资源和举办MGMP,以确保学习过程从教学大纲和两所学校的RPP中得到考虑。关键词:准备,伊斯兰教教育教师,2013年课程。
{"title":"Kesiapan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menerapkan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan SMP Di SMP N 3 Kalasan dan SMP N 1 Prambanan, UIN Sunan Kalijaga","authors":"A. Susilaningsih","doi":"10.21927/literasi.2019.10(1).66-75","DOIUrl":"https://doi.org/10.21927/literasi.2019.10(1).66-75","url":null,"abstract":"Kesiapan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menerapkan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan SMP Di SMP N 3 Kalasan dan SMP N 1 Prambanan. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2015.Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dan peserta didik. Sedangkan kurikulum seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Memperhatikan kondisi pendidikan Indonesia yang belum optimal dalam mengimplementasikan pendidikan maka perubahan Kurikulum 2013 yang secara tiba-tiba memerlukan perencanaan yang matang dalam implementasinya. Dengan demikain kesiapan guru PAI itu sanga penting.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan mengambil latar SMP N 3 Kalasan dan SMP N 1 Prambanan dengan subjek guru PAI dan siswa. Metode pengumpulan datanya diperoleh dari observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menyeleksi dan menyusun data yang diperoleh, kemudian diolah dan dianalisis sehingga dapat ditarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: langkah- langkah yang di ambil oleh kedua sekolah terhadap pemberlakuan Kurikulum 2013 yaitu mengadakan sosialisasi, mendelegasikan guru untuk mengikuti diklat, pengadaan sumber belajar, dan mengadakan MGMP, untuk proses pembelajaran dilihat dari silabus dan RPP kedua sekolah tersebut sudah siap untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Kata kunci: Kesiapan, guru Pendidikan Agama Islam, Kurikulum 2013.","PeriodicalId":194083,"journal":{"name":"LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131380354","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-26DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).113-123
Ahmad Salim, Maragustam, Radjasa
The change of value is a reality that is has been occurred in society. Changes in one aspect of values will have implications for other aspects including activities that exist in madrasa, because madrasa is part of the sub-system of the community. Changes of respect value also occurs in the community around MI Maarif Kokap was located, precisely in the Menoreh hills of Yogyakarta, whereas this value is an important value that will affect the existence of the community itself.This article discusses the internalization of respect in MI Maarif Kokap Kulon Progo DIY. The results of the study show that respect internalization is carried out through classroom learning and activities that are routine and informal outside the classroom. These activities can effectively safeguard respect towards students, so students have a habit of implementing them. The success of respect internalization in MI Maarif can increase public trust in the existence of the madrasah.Keyword; internalization, change, value
价值的变化是社会中已经发生的现实。价值观的一个方面的变化会对其他方面产生影响,包括存在于伊斯兰学校的活动,因为伊斯兰学校是社区子系统的一部分。尊重价值观的变化也发生在MI Maarif Kokap所在的社区,正是在日惹的Menoreh山上,而这种价值观是一个重要的价值观,将影响社区本身的存在。本文讨论了MI Maarif Kokap Kulon Progo DIY中尊重的内在化。研究结果表明,尊重内化是通过课堂学习和课堂外的常规和非正式活动来实现的。这些活动可以有效地维护对学生的尊重,因此学生有了执行这些活动的习惯。伊斯兰学校尊重内部化的成功可以增加公众对伊斯兰学校存在的信任。关键词;内化,改变,价值
{"title":"Relasi Sosial Madrasah Terhadap Perubahan Nilai Masyarakat Perbukitan","authors":"Ahmad Salim, Maragustam, Radjasa","doi":"10.21927/literasi.2018.9(2).113-123","DOIUrl":"https://doi.org/10.21927/literasi.2018.9(2).113-123","url":null,"abstract":"The change of value is a reality that is has been occurred in society. Changes in one aspect of values will have implications for other aspects including activities that exist in madrasa, because madrasa is part of the sub-system of the community. Changes of respect value also occurs in the community around MI Maarif Kokap was located, precisely in the Menoreh hills of Yogyakarta, whereas this value is an important value that will affect the existence of the community itself.This article discusses the internalization of respect in MI Maarif Kokap Kulon Progo DIY. The results of the study show that respect internalization is carried out through classroom learning and activities that are routine and informal outside the classroom. These activities can effectively safeguard respect towards students, so students have a habit of implementing them. The success of respect internalization in MI Maarif can increase public trust in the existence of the madrasah.Keyword; internalization, change, value","PeriodicalId":194083,"journal":{"name":"LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan)","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123846053","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-26DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).90-97
Khanif Maksum
This study aims at determining the implementation of 5S programs at Muhammadiyah Elementary School Ambarbinangun Tirtonirmolo Bantul which include: General character education in general, teacher's understanding toward character education through 5S and principals and teachers efforts in building students character through 5S. This research is a case study qualitative research. Data collection techniques used in this research were interviews and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation and conclusion. Data validity techniques used in this research was source and data triangulations. The results of this study indicate that Muhammadiyah Elementary School, Ambarbinangun has carried out the formation of student character through habituation of the implementation of the 5S as follows: (1) the teacher has understood the nature of character education well, (2) the implementation of the 5S is based on self-development which includes routine school activities, spontaneous activities, exemplary and conditioning. 5S is also implemented in the learning activities through; school’s curriculum, scoring and subjects. The school principal’s roles are coordinating, mobilizing, and harmonizing the implementation of teaching and learning processes at the school. Meanwhile, teachers give the students motivation to have better characters. It can be seen from the students’ routine activities to stay in lines in front of the class before entering each room then shaking hands with the teacher.Keywords: Character building, application of 5 S (senyum, sapa, salam , sopan santun)
{"title":"Implementasi Pembentukan Karakter Siswa Melalui Program Penerapan 5 S ( Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) di SD Muhammadiyah Ambarbinangun Bantul","authors":"Khanif Maksum","doi":"10.21927/literasi.2018.9(2).90-97","DOIUrl":"https://doi.org/10.21927/literasi.2018.9(2).90-97","url":null,"abstract":"This study aims at determining the implementation of 5S programs at Muhammadiyah Elementary School Ambarbinangun Tirtonirmolo Bantul which include: General character education in general, teacher's understanding toward character education through 5S and principals and teachers efforts in building students character through 5S. This research is a case study qualitative research. Data collection techniques used in this research were interviews and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation and conclusion. Data validity techniques used in this research was source and data triangulations. The results of this study indicate that Muhammadiyah Elementary School, Ambarbinangun has carried out the formation of student character through habituation of the implementation of the 5S as follows: (1) the teacher has understood the nature of character education well, (2) the implementation of the 5S is based on self-development which includes routine school activities, spontaneous activities, exemplary and conditioning. 5S is also implemented in the learning activities through; school’s curriculum, scoring and subjects. The school principal’s roles are coordinating, mobilizing, and harmonizing the implementation of teaching and learning processes at the school. Meanwhile, teachers give the students motivation to have better characters. It can be seen from the students’ routine activities to stay in lines in front of the class before entering each room then shaking hands with the teacher.Keywords: Character building, application of 5 S (senyum, sapa, salam , sopan santun)","PeriodicalId":194083,"journal":{"name":"LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan)","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124945869","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-26DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).124-147
Asiqin Zuhdi
Institusi Perguruan Tinggi di seluruh dunia, termasuk Indonesia, semakin menyadari bahwa mereka sedang menghadapi tekanan besar internasionalisasi pendidikan tinggi. Perubahan sistem pendidikan secara besar-besaran juga telah dilakukan oleh sejumlah negara untuk mendorong setiap institusi perguruan tinggi di negara mereka untuk “memasukkan” sebuah “agenda Internasionalisasi” ke dalam kebijakan institusi mereka. Para pemangku kebijakan di UIN Walisongo sudah meletakan landasan bagi pengembangan riset yang berorientasi pada pencapaian internasional hal tersebut tercermin dari milestone pengembangan institusi yang digambarkan dalam tahapan (fase) realisasi visi dan misi institusi menuju universitas riset yang memiliki reputasi internasional (world class research university) di tahun 2033-2038. Dampak rintisan kebijakan internasionalisasi pendidikan tinggi di UIN Walisongo, penyelenggaraan rintisan kebijakan internasionalisasi pendidikan tinggi di UIN Walisongo memberikan dampak yang cukup signifikan bagi, 1) perbaikan kualitas budaya akademik: pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; 2) peningkatan daya saing dan keterserapan lulusan, 3)peningkatan kualitas kerja sama internasional, dan 4)peningkatan reputasi lembaga dari sudut pandang internasional.Kata Kunci: Internasionalisasi, Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Universitas Islam Negeri Walisongo.
{"title":"Dampak Rintisan Internasionalisasi Pendidikan Tinggi di UIN Walisongo Semarang","authors":"Asiqin Zuhdi","doi":"10.21927/literasi.2018.9(2).124-147","DOIUrl":"https://doi.org/10.21927/literasi.2018.9(2).124-147","url":null,"abstract":"Institusi Perguruan Tinggi di seluruh dunia, termasuk Indonesia, semakin menyadari bahwa mereka sedang menghadapi tekanan besar internasionalisasi pendidikan tinggi. Perubahan sistem pendidikan secara besar-besaran juga telah dilakukan oleh sejumlah negara untuk mendorong setiap institusi perguruan tinggi di negara mereka untuk “memasukkan” sebuah “agenda Internasionalisasi” ke dalam kebijakan institusi mereka. Para pemangku kebijakan di UIN Walisongo sudah meletakan landasan bagi pengembangan riset yang berorientasi pada pencapaian internasional hal tersebut tercermin dari milestone pengembangan institusi yang digambarkan dalam tahapan (fase) realisasi visi dan misi institusi menuju universitas riset yang memiliki reputasi internasional (world class research university) di tahun 2033-2038. Dampak rintisan kebijakan internasionalisasi pendidikan tinggi di UIN Walisongo, penyelenggaraan rintisan kebijakan internasionalisasi pendidikan tinggi di UIN Walisongo memberikan dampak yang cukup signifikan bagi, 1) perbaikan kualitas budaya akademik: pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; 2) peningkatan daya saing dan keterserapan lulusan, 3)peningkatan kualitas kerja sama internasional, dan 4)peningkatan reputasi lembaga dari sudut pandang internasional.Kata Kunci: Internasionalisasi, Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Universitas Islam Negeri Walisongo.","PeriodicalId":194083,"journal":{"name":"LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan)","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134056662","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-26DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).105-112
Mayasari. Mayasari.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengkaji dan menganalisis prokrastinasi administrasi guru di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, (2) Mengkaji dan menganalisis teknik critical incident yang digunakan di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, (3) Menjelaskan dan medeskripsikan perbedaan prokrastinasi administrasi guru di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogkyakarta dan (4) Menganalisis perbedaan tingkat prokrastinasi administrasi guru dengan menggunakan teknik critical incident di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Jenis Penelitian yang ada dalam penelitian ini ialah penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitian berjumlah 50 guru dari SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta menggunakan Simple random sampling. Teknik analisa data yang penulis gunakan adalah analisis diskriptif, Uji T independent sampel dan statistik diskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik guru yang terjadi di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta ialah terjadi penundaan penyusunan RPP. Teknik critical incident yang digunakan di kedua sekolah tersebut cukup efektif mengurangi prokrastinasi administrasi dengan menggabungkan model esai dan model checklist. Tidak adanya perbedaan prokrastinasi administrasi guru di kedua sekolah dengan signifikansi sebesar 0,248, dan perbandingan tingkat prokrastinasi administrasi guru dengan menggunakan teknik critical incident di SMP Muhammadyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 menghasilkan tingkat prokrastinasi administrasi yang rendah.Keyword: Prokrastinasi Administrasi, Guru, Teknik Critical Incident.
{"title":"Perbandingan Prokrastinasi Administrasi Guru dengan Menggunakan Teknik Critical Incident di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta","authors":"Mayasari. Mayasari.","doi":"10.21927/literasi.2018.9(2).105-112","DOIUrl":"https://doi.org/10.21927/literasi.2018.9(2).105-112","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengkaji dan menganalisis prokrastinasi administrasi guru di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, (2) Mengkaji dan menganalisis teknik critical incident yang digunakan di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, (3) Menjelaskan dan medeskripsikan perbedaan prokrastinasi administrasi guru di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogkyakarta dan (4) Menganalisis perbedaan tingkat prokrastinasi administrasi guru dengan menggunakan teknik critical incident di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Jenis Penelitian yang ada dalam penelitian ini ialah penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitian berjumlah 50 guru dari SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta menggunakan Simple random sampling. Teknik analisa data yang penulis gunakan adalah analisis diskriptif, Uji T independent sampel dan statistik diskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik guru yang terjadi di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta ialah terjadi penundaan penyusunan RPP. Teknik critical incident yang digunakan di kedua sekolah tersebut cukup efektif mengurangi prokrastinasi administrasi dengan menggabungkan model esai dan model checklist. Tidak adanya perbedaan prokrastinasi administrasi guru di kedua sekolah dengan signifikansi sebesar 0,248, dan perbandingan tingkat prokrastinasi administrasi guru dengan menggunakan teknik critical incident di SMP Muhammadyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 menghasilkan tingkat prokrastinasi administrasi yang rendah.Keyword: Prokrastinasi Administrasi, Guru, Teknik Critical Incident.","PeriodicalId":194083,"journal":{"name":"LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan)","volume":"169 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123467961","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-26DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).148-155
Falasipatul Asifa
In fact that the rapid development of science and technology has eroded the values of tolerance on the students shown by no mutual respect and respect for differences. The role of Islamic Religion Education (PAI) teachers as the heir of moral values and religious teaching of Islam were also supported by school culture into away and expected to be able to develop student tolerance. This research was a qualitative research, with the background SMA N 8 Yogyakarta. Data collection was conducted by observation, interview, and documentation. The result shows that: First, the role of PAI teacher for development tolerance through religious culture in SMA N 8 Yogyakarta was a designer, a movers, an evaluator, and a motivator. Second, the supported factors were adequate facilities and infrastructure such as places of worship and library. Good relationship between principals, teachers and employees, parents and students, and a supportive order. As for the inhibiting factor was the negative impact of science and technology.Keywords: PAI teacher, tolerance, school culture
{"title":"Peran Guru PAI dalam Pengembangan Toleransi Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMA N 8 Yogyakarta","authors":"Falasipatul Asifa","doi":"10.21927/literasi.2018.9(2).148-155","DOIUrl":"https://doi.org/10.21927/literasi.2018.9(2).148-155","url":null,"abstract":"In fact that the rapid development of science and technology has eroded the values of tolerance on the students shown by no mutual respect and respect for differences. The role of Islamic Religion Education (PAI) teachers as the heir of moral values and religious teaching of Islam were also supported by school culture into away and expected to be able to develop student tolerance. This research was a qualitative research, with the background SMA N 8 Yogyakarta. Data collection was conducted by observation, interview, and documentation. The result shows that: First, the role of PAI teacher for development tolerance through religious culture in SMA N 8 Yogyakarta was a designer, a movers, an evaluator, and a motivator. Second, the supported factors were adequate facilities and infrastructure such as places of worship and library. Good relationship between principals, teachers and employees, parents and students, and a supportive order. As for the inhibiting factor was the negative impact of science and technology.Keywords: PAI teacher, tolerance, school culture","PeriodicalId":194083,"journal":{"name":"LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan)","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114882621","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-02-26DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).98-104
Noorrela Ariyunita
Sejarah kebudayaan Islam atau SKI adalah mata pelajaran yang membahas, mempelajari dan menceritakan sejarah-sejarah atau kejadian-kejadian pada masa lampau tentang kebudayaan Islam. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan dan menganalisis maharoh/kemahiran pada mata pelajaran SKI, yang dipetakan berdasarkan Permendikbud No. 24 Tahun 2016 dan KMA No. 165 Tahun 2014. penelitian maharoh SKI ini dilakukan pada jenjang sekolah menengah menengah atas (SMA/MA). Analisis maharoh tersebut dipetakan dari KI dan KD yang terdapat dalam permendikbud dan KMA mapel SKI. Tujuan penelitan ini adalah untuk menemukan maharah pelajaran SK yang harus dikuasai peserta didik pada mata pelajaran SKI. Berdasaran analisis terhadap maharah dalam Permendikbud No. 24 Tahun 2016 dan KMA No. 165 Tahun 2014 dari kelas X, XI dan XII dapat disimpulkan bahwa dari 11 maharah yang sering muncul yaitu: meyakini, memahami, mengambil ibrah, mengaitkan, meneladani, mengimplementasikan, menjelaskan, menceritakan kembali, menghayati, menghayati. Dapat disimpulkan maharah yang menjadi dasar kemahiran SKI adalah maharah menghayati untuk ranah sikap spiritual, maharah meneladani untuk ranah sikap sosial, merekonstruksi untuk ranah pengetahuan, dan menceritakan kembali untuk ranah keterampilan. Kata Kunci : Maharoh/kemahiran, SKI, Sekolah, Madrasah.
{"title":"Pemetaan Dan Analisis Maharah Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam ( SKI ) Jenjang SMA Dan MA ( Permendikbud No. 24 Tahun 2016 Dan KMA No. 165 Tahun 2014 )","authors":"Noorrela Ariyunita","doi":"10.21927/literasi.2018.9(2).98-104","DOIUrl":"https://doi.org/10.21927/literasi.2018.9(2).98-104","url":null,"abstract":"Sejarah kebudayaan Islam atau SKI adalah mata pelajaran yang membahas, mempelajari dan menceritakan sejarah-sejarah atau kejadian-kejadian pada masa lampau tentang kebudayaan Islam. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan dan menganalisis maharoh/kemahiran pada mata pelajaran SKI, yang dipetakan berdasarkan Permendikbud No. 24 Tahun 2016 dan KMA No. 165 Tahun 2014. penelitian maharoh SKI ini dilakukan pada jenjang sekolah menengah menengah atas (SMA/MA). Analisis maharoh tersebut dipetakan dari KI dan KD yang terdapat dalam permendikbud dan KMA mapel SKI. Tujuan penelitan ini adalah untuk menemukan maharah pelajaran SK yang harus dikuasai peserta didik pada mata pelajaran SKI. Berdasaran analisis terhadap maharah dalam Permendikbud No. 24 Tahun 2016 dan KMA No. 165 Tahun 2014 dari kelas X, XI dan XII dapat disimpulkan bahwa dari 11 maharah yang sering muncul yaitu: meyakini, memahami, mengambil ibrah, mengaitkan, meneladani, mengimplementasikan, menjelaskan, menceritakan kembali, menghayati, menghayati. Dapat disimpulkan maharah yang menjadi dasar kemahiran SKI adalah maharah menghayati untuk ranah sikap spiritual, maharah meneladani untuk ranah sikap sosial, merekonstruksi untuk ranah pengetahuan, dan menceritakan kembali untuk ranah keterampilan. Kata Kunci : Maharoh/kemahiran, SKI, Sekolah, Madrasah.","PeriodicalId":194083,"journal":{"name":"LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan)","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121913023","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}