Artikel ini mengkaji sosiologi dan filsafat komunikasi Hindu yang dikaitan dengan fenomena masyarakat dalam konteks kekinian. Tujuannya untuk mengeksplorasi proses komunikasi yang cenderung terjadi pada masyarakat dewasa ini, termasuk dalam masyarakat Hindu. Penulisan artikel ini dilandasi oleh studi kepustakaan, dengan mendasarkan diri pada buku-buku pustaka yang terkait dengan permasalahan yang dikaji. Secara umum artikel ini menemukan bahwa perkembangan teknologi, khususnya teknologi komunikasi telah menggeser berbagai sistem komunikasi Hindu yang dulu lumrah digunakan di ruang-ruang publik secara fisik, kini telah bergeser ke ruang-ruang publik secara virtual. Selain itu, dalam proses komunikasi di era modernisme sekarang ini, banyak masyarakat, khususnya generasi muda yang kurang memperhatikan nilai-nilai etika, sebab nilai-nilai demikian dianggap kuno, ketinggal zaman, dan kurang efektif dan efisien. Akibatnya, dalam perkembangan komunikasi selanjutnya masyarakat cenderung bersifat futurisme, dalam arti lebih menekan nilai-nilai ke-kinian dan ke-akanan, sementara nilai-nilai masa lalu atau nilai-nilai tradisional cenedrung diabaikan. Hal ini dikarenakan, ketika masyarakat mengklaim dirinya sebagai masyarakat modern, maka mereka harus mengontraskan, bahkan membenturkan dirinya dengan nilai-nilai yang berbau tradisional.
{"title":"Sosiologi dan Filsafat Komunikasi Hindu","authors":"Ketut Suda","doi":"10.37428/pspt.v8i2.240","DOIUrl":"https://doi.org/10.37428/pspt.v8i2.240","url":null,"abstract":"Artikel ini mengkaji sosiologi dan filsafat komunikasi Hindu yang dikaitan dengan fenomena masyarakat dalam konteks kekinian. Tujuannya untuk mengeksplorasi proses komunikasi yang cenderung terjadi pada masyarakat dewasa ini, termasuk dalam masyarakat Hindu. Penulisan artikel ini dilandasi oleh studi kepustakaan, dengan mendasarkan diri pada buku-buku pustaka yang terkait dengan permasalahan yang dikaji. Secara umum artikel ini menemukan bahwa perkembangan teknologi, khususnya teknologi komunikasi telah menggeser berbagai sistem komunikasi Hindu yang dulu lumrah digunakan di ruang-ruang publik secara fisik, kini telah bergeser ke ruang-ruang publik secara virtual. Selain itu, dalam proses komunikasi di era modernisme sekarang ini, banyak masyarakat, khususnya generasi muda yang kurang memperhatikan nilai-nilai etika, sebab nilai-nilai demikian dianggap kuno, ketinggal zaman, dan kurang efektif dan efisien. Akibatnya, dalam perkembangan komunikasi selanjutnya masyarakat cenderung bersifat futurisme, dalam arti lebih menekan nilai-nilai ke-kinian dan ke-akanan, sementara nilai-nilai masa lalu atau nilai-nilai tradisional cenedrung diabaikan. Hal ini dikarenakan, ketika masyarakat mengklaim dirinya sebagai masyarakat modern, maka mereka harus mengontraskan, bahkan membenturkan dirinya dengan nilai-nilai yang berbau tradisional. ","PeriodicalId":213945,"journal":{"name":"Jurnal Pasupati","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129585972","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
This study discusses the learning method using the role playing method in Pasraman with the aim of developing Linguistic character and intelligence. This research was conducted in Pasraman Purna Lingga Pondok Gede. The background of this research is to develop learning methods to vary, because previously in Pasraman Purna Lingga using conventional methods or lecture methods. The lecture method is considered less attractive because students are only silent, listening and easily bored for the writer trying to apply the role playing method, where students participate actively in the learning process. This study uses a qualitative descriptive approach in which the data collection uses interview techniques, observation and documentation in the Purna Lingga Pondok Gede area. From the results of the study using the role playing method that is applied to students of Class VIII Middle School characters in students has developed well, by using simulations through drama scripts students can know and understand the characters that are in the Ramayana story and applied in everyday life. Whereas for linguistic intelligence class VIII students are already good at using language and fluent in talking about knowing the accuracy of intonation, pronunciation, facial expressions and fluent in delivering the drama script. Keywords: Methods of Role Playing, Character, Linguistics
本研究探讨了角色扮演法在帕斯拉曼语中的学习方法,目的是发展语言特征和智力。这项研究在Pasraman Purna linga Pondok Gede进行。本研究的背景是发展学习方法的变化,因为以前在帕斯拉曼普尔纳灵伽采用的是传统方法还是讲座方法。讲课法被认为不太有吸引力,因为学生只是沉默,倾听,容易无聊的作者试图应用角色扮演法,学生积极参与学习过程。本研究采用定性描述方法,在Purna linga Pondok Gede地区使用访谈技术,观察和文献收集数据。从研究结果来看,运用角色扮演的方法,应用于初八班的学生身上,学生的性格得到了很好的发展,通过戏剧剧本的模拟,学生可以认识和理解罗摩衍那故事中的人物,以及在日常生活中应用的人物。而在语言智能方面,八班的学生已经善于运用语言,在语调、发音、面部表情的准确性和戏剧剧本的传递上都很流利。关键词:角色扮演方法,性格,语言学
{"title":"PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DAN KECERDASAN LINGUISTIK PADA SISWA SMP KELAS VIII DI PASRAMAN PURNA LINGGA PONDOK GEDE","authors":"E. Utami","doi":"10.37428/pspt.v6i1.175","DOIUrl":"https://doi.org/10.37428/pspt.v6i1.175","url":null,"abstract":"This study discusses the learning method using the role playing method in Pasraman with the aim of developing Linguistic character and intelligence. This research was conducted in Pasraman Purna Lingga Pondok Gede. The background of this research is to develop learning methods to vary, because previously in Pasraman Purna Lingga using conventional methods or lecture methods. The lecture method is considered less attractive because students are only silent, listening and easily bored for the writer trying to apply the role playing method, where students participate actively in the learning process. This study uses a qualitative descriptive approach in which the data collection uses interview techniques, observation and documentation in the Purna Lingga Pondok Gede area. From the results of the study using the role playing method that is applied to students of Class VIII Middle School characters in students has developed well, by using simulations through drama scripts students can know and understand the characters that are in the Ramayana story and applied in everyday life. Whereas for linguistic intelligence class VIII students are already good at using language and fluent in talking about knowing the accuracy of intonation, pronunciation, facial expressions and fluent in delivering the drama script. Keywords: Methods of Role Playing, Character, Linguistics ","PeriodicalId":213945,"journal":{"name":"Jurnal Pasupati","volume":"52 38","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-02-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134226386","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation) sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Salah satu media penting dalam pendidikan karakter adalah pendidikan agama Hindu di Pasraman. Penelitian ini bertujuan untuk menilai integrasi pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu di Pasaman Se-Jabodetabek. Penelitian ini dilakukan di 5 Pasraman di Jabodetabek selama bulan Mei – November 2015 menggunakan desain mixed (campuran) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Aspek yang dinilai adalah perencanaan, pengelolaan dan implementasi pendidikan karakter, dampak pendidikan karakter dan faktor pendukung dan penghambat integrasi pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu di Pasraman. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi, studi dokumentasi, dan angket. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ntegrasi pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu di pasraman se-Jabodetabek belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan belum baiknya proses perencanaan, pengololaan dan implementasi pendidikan karakter di pasraman. Faktor pendukung implementasi integrasi pendidikan karakter di pasraman adalah moivasi guru. Sedangkan faktor penghambat adalah motivasi siswa untuk belajar di pasraman rendah, pemahaman guru tentang pendidikan karakter rendah, orang tua masih berorientasi pada nilai, dan sarana prasarana pasraman yang tidak memadai. Diperlukan perubahan paradigma pemerintah, pengelola pasraman, guru, dan orang tua mengenai pendidikan agama. Pemberdayaan pasraman sebagai sarana pendidikan karakter anak Hindu harus lebih dioptimalkan.
{"title":"ANALISIS IMPLEMENTASI INTERGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI PASRAMAN SE-JABODETABEK","authors":"Ketut Angga Irawan","doi":"10.37428/PSPT.V5I2.28","DOIUrl":"https://doi.org/10.37428/PSPT.V5I2.28","url":null,"abstract":"Pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation) sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Salah satu media penting dalam pendidikan karakter adalah pendidikan agama Hindu di Pasraman. Penelitian ini bertujuan untuk menilai integrasi pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu di Pasaman Se-Jabodetabek. Penelitian ini dilakukan di 5 Pasraman di Jabodetabek selama bulan Mei – November 2015 menggunakan desain mixed (campuran) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Aspek yang dinilai adalah perencanaan, pengelolaan dan implementasi pendidikan karakter, dampak pendidikan karakter dan faktor pendukung dan penghambat integrasi pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu di Pasraman. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi, studi dokumentasi, dan angket. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ntegrasi pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu di pasraman se-Jabodetabek belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan belum baiknya proses perencanaan, pengololaan dan implementasi pendidikan karakter di pasraman. Faktor pendukung implementasi integrasi pendidikan karakter di pasraman adalah moivasi guru. Sedangkan faktor penghambat adalah motivasi siswa untuk belajar di pasraman rendah, pemahaman guru tentang pendidikan karakter rendah, orang tua masih berorientasi pada nilai, dan sarana prasarana pasraman yang tidak memadai. Diperlukan perubahan paradigma pemerintah, pengelola pasraman, guru, dan orang tua mengenai pendidikan agama. Pemberdayaan pasraman sebagai sarana pendidikan karakter anak Hindu harus lebih dioptimalkan.","PeriodicalId":213945,"journal":{"name":"Jurnal Pasupati","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121209641","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Apa pentingnya kearifan lokal, terutama untuk zaman sekarang? Tulisan ini berusaha meyakinkan bahwa kearifan lokal sangat berguna bagi kehidupan manusia di berbagai zaman. Masyarakat Baduy, kendatipun dekat dengan kepungan modernitas di sekelilingnya, hanya berjarak sekitar 175 KM dari Ibu Kota Jakarta, mereka berada di perkampungan Kanekes, di kawasan Gunung Kendeng, Lebak, Banten, masih tetap kukuh pada kepercayaan karuhun (leluhur) dan segala ritual yang menyertainya. Ritual-ritual yang dilakukan bukan sekedar rutinitas atau bersenang-senang. Tetapi menjadi budaya yang menyiratkan simbol penjagaan terhadap amanat karuhun. Dari sini muncul diskusi-diskusi tentang nilai-nilai luhur menyangkut aspek sejati kehidupan manusia. Ternyata masyarakat Baduy adalah masyarakat yang taat terhadap sang Pencipta, patuh terhadap leluhur, hormat terhadap alam dan harmonis dalam kehidupan Masyarakat Baduy meyakini kehidupan ini adalah anugerah dari Pangeran, Tuhan Maha Kuasa, yang harus dijaga. Masyarakat Baduy berpegang pada ‘pikukuh’ dan pitutur “Lojor teu meunang dipotong, Pondok teu meunang disambung (Panjang tak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung”.
{"title":"PIKUKUH KARUHUN BADUY DINAMIKA KEARIFAN LOKAL DI TENGAH MODERNITAS ZAMAN","authors":"Siti Nadroh","doi":"10.37428/PSPT.V5I2.117","DOIUrl":"https://doi.org/10.37428/PSPT.V5I2.117","url":null,"abstract":"Apa pentingnya kearifan lokal, terutama untuk zaman sekarang? Tulisan ini berusaha meyakinkan bahwa kearifan lokal sangat berguna bagi kehidupan manusia di berbagai zaman. Masyarakat Baduy, kendatipun dekat dengan kepungan modernitas di sekelilingnya, hanya berjarak sekitar 175 KM dari Ibu Kota Jakarta, mereka berada di perkampungan Kanekes, di kawasan Gunung Kendeng, Lebak, Banten, masih tetap kukuh pada kepercayaan karuhun (leluhur) dan segala ritual yang menyertainya. Ritual-ritual yang dilakukan bukan sekedar rutinitas atau bersenang-senang. Tetapi menjadi budaya yang menyiratkan simbol penjagaan terhadap amanat karuhun. Dari sini muncul diskusi-diskusi tentang nilai-nilai luhur menyangkut aspek sejati kehidupan manusia. Ternyata masyarakat Baduy adalah masyarakat yang taat terhadap sang Pencipta, patuh terhadap leluhur, hormat terhadap alam dan harmonis dalam kehidupan Masyarakat Baduy meyakini kehidupan ini adalah anugerah dari Pangeran, Tuhan Maha Kuasa, yang harus dijaga. Masyarakat Baduy berpegang pada ‘pikukuh’ dan pitutur “Lojor teu meunang dipotong, Pondok teu meunang disambung (Panjang tak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung”.","PeriodicalId":213945,"journal":{"name":"Jurnal Pasupati","volume":"48 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133116097","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
This research using triggered with the phenomenon that it is this day of the importance of the application of ethics in the life of , especially ethical in the vedas that exist in the life of religious social .This research using analysis deksriptif qualitative done with the approach phenomenology in of life at literature hindu .Research discussed about the history of communication in the vedas , ethics communication in the vedas and efforts the preservation of the implementation of the communication in the life of religious social . The result of this research showed that form of communication which limited only speak to your neighbor, but hindu give the findings for donations to civilization mankind that communication the most essential relationships are vertical with the almighty.Communication used in basic hindu thought this is what made the concept of the balance between spiritual life and a globe which is later, becomes the basis for behavior communicate in life in the present.In relation to the process communication veda is very long apply pattern interaction with your neighbor and its environment good horizontally with fellow human beings began of the family, the community and even to the national interest and state.Their effort to preserve ethics communication in the vedas formed by openness individual, the integration of all components hindu, capital intellectual as turning point in progress human resources, and sanction to local knowledge.
{"title":"ETIKA KOMUNIKASI DALAM VEDA (TINJAUAN FENOMENOLOGI PADA ERA GLOBALISASI)","authors":"Untung Suhardi","doi":"10.37428/PSPT.V5I1.129","DOIUrl":"https://doi.org/10.37428/PSPT.V5I1.129","url":null,"abstract":"This research using triggered with the phenomenon that it is this day of the importance of the application of ethics in the life of , especially ethical in the vedas that exist in the life of religious social .This research using analysis deksriptif qualitative done with the approach phenomenology in of life at literature hindu .Research discussed about the history of communication in the vedas , ethics communication in the vedas and efforts the preservation of the implementation of the communication in the life of religious social . The result of this research showed that form of communication which limited only speak to your neighbor, but hindu give the findings for donations to civilization mankind that communication the most essential relationships are vertical with the almighty.Communication used in basic hindu thought this is what made the concept of the balance between spiritual life and a globe which is later, becomes the basis for behavior communicate in life in the present.In relation to the process communication veda is very long apply pattern interaction with your neighbor and its environment good horizontally with fellow human beings began of the family, the community and even to the national interest and state.Their effort to preserve ethics communication in the vedas formed by openness individual, the integration of all components hindu, capital intellectual as turning point in progress human resources, and sanction to local knowledge.","PeriodicalId":213945,"journal":{"name":"Jurnal Pasupati","volume":"134 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122906186","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi prestasi dan pengaruhModel pembelajaran Tri Kaya Parisudha terhadap prestasi belajar mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Hindu STKIP AH Singaraja. Penelitian ini dirancang dengan eksperimen “Post Test Only Control Group Dign”. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Hindu 54 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu “population study” yaitu meneliti semua subyek yang terdiri dari kelas A dan kelas B. Teknik undian digunakan untuk menentukan kelas eksperimen dan kontrol. Dari hasil undian diperoleh kelas eksperimen yaitu kelas/semester V B sebanyak 28 orang dan kelas/semester A sebagai kontrol sebanyak 26 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, wawancara, pencatatan dokumen, dan observasi. Analisis data digunakan metode statistik deskriptif dan inferensial dalam hal ini analisis perbedaan (t-Test). Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata kelas eksperimen = 84,36 lebih besar dari rata-rata kelas kontrol = 72,44. Dari hasil uji hipotesis ditemukan hasil signikan pada taraf signifikansi 5% (0,05) dengan dk = 52 dimana batas penolakan hipotesis nol (Ho) yang terdapat dalam tabel (tt) sebesar 1,671, sedangkan koefisien nilai t yang diperoleh dalam penelitian (th) sebesar 1,780. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Tri Kaya Parisudha terhadap prestasi belajar mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Hindu STKIP AH Singaraja. Terkait dengan hasil tersebut maka implementasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan/referensi baru oleh dosen/pendidik dalam proses pembelajaran yang berkualitas.
本研究旨在了解三年级学生的成绩和影响。该研究采用了“后测试Only Control Group Dign”的实验。这项研究的人口是第54学期V普罗迪印度教教育的学生。采用的抽样技术是“人口研究”,即研究所有A类和B类的学科。从抽奖中获得的实验班/ B班28人,A班/学期A班控制26人。在本研究中使用的数据收集方法有测试、采访、文档记录和观察。数据分析是使用描述性和差异统计方法来分析差异。根据所取得的分析结果,实验类平均大于控制类平均水平= 84.36 = 72.44。从测试结果中发现的假设的意义为5%(0.05)和dk = 52,表示表(tt)中发现的零假设(Ho)的极限为1671,而研究中获得的t值系数为1780。因此,可以得出结论,富裕的帕里苏达(Tri Parisudha)的学习模式将对印度教STKIP AH Singaraja(印度教STKIP AH Singaraja)学期的学习成绩产生影响。与这些结果相关的是,本研究的实现可以被教授/教育者在高质量学习过程中用作新的参考/参考。
{"title":"PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TRI KAYA PARISUDHA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER V PRODI PENDIDIKAN AGAMA HINDU STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA TAHUN AKADEMIK 2016/2017","authors":"I. N. D. E. Suanthara","doi":"10.37428/PSPT.V5I2.31","DOIUrl":"https://doi.org/10.37428/PSPT.V5I2.31","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi prestasi dan pengaruhModel pembelajaran Tri Kaya Parisudha terhadap prestasi belajar mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Hindu STKIP AH Singaraja. Penelitian ini dirancang dengan eksperimen “Post Test Only Control Group Dign”. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Hindu 54 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu “population study” yaitu meneliti semua subyek yang terdiri dari kelas A dan kelas B. Teknik undian digunakan untuk menentukan kelas eksperimen dan kontrol. Dari hasil undian diperoleh kelas eksperimen yaitu kelas/semester V B sebanyak 28 orang dan kelas/semester A sebagai kontrol sebanyak 26 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, wawancara, pencatatan dokumen, dan observasi. Analisis data digunakan metode statistik deskriptif dan inferensial dalam hal ini analisis perbedaan (t-Test). Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata kelas eksperimen = 84,36 lebih besar dari rata-rata kelas kontrol = 72,44. Dari hasil uji hipotesis ditemukan hasil signikan pada taraf signifikansi 5% (0,05) dengan dk = 52 dimana batas penolakan hipotesis nol (Ho) yang terdapat dalam tabel (tt) sebesar 1,671, sedangkan koefisien nilai t yang diperoleh dalam penelitian (th) sebesar 1,780. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Tri Kaya Parisudha terhadap prestasi belajar mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Hindu STKIP AH Singaraja. Terkait dengan hasil tersebut maka implementasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan/referensi baru oleh dosen/pendidik dalam proses pembelajaran yang berkualitas.","PeriodicalId":213945,"journal":{"name":"Jurnal Pasupati","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134265059","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kajian ini bertitik tolak dari keprihatinan faktual bahwa sejatinya agama-agama telah mengamanatkan akan pentingnya umat memedulikan dimensi ekologis. Hal itu jelas dari doktrin-doktrin agama-agama. Akan tetapi fakta menunjukkan adanya kerusakan alam yang semakin parah dengan maraknya eksploitasi alam biotik maupun abiotik oleh manusia. Mengacu pada telaah Alfred Whitehead melalui Filsafat Proses-nya dan Skolimowski dengan konsepnya tentang kesakralan alam di mana manusia menjadi penjaga kesakralannya, kajian ini mau menyimpulkan bahwa manusia perlu kembali menghargai alam sebagaimana telah diamanatkan agama maupun alam yang telah rusak itu sendiri yang memanggil manusia untuk tidak memusuhinya, melainkan bersahabat dengan alam sebagai wujud pertobatan manusia yang telah lama mengabaikan dimensi ekospiritual dalam keimanannya, sehingga manusia menjadi diri yang ekologis.
{"title":"EKO-SPIRITUAL Dimensi Iman yang Lama Terabaikan","authors":"Ari Benawa","doi":"10.37428/PSPT.V5I2.119","DOIUrl":"https://doi.org/10.37428/PSPT.V5I2.119","url":null,"abstract":"Kajian ini bertitik tolak dari keprihatinan faktual bahwa sejatinya agama-agama telah mengamanatkan akan pentingnya umat memedulikan dimensi ekologis. Hal itu jelas dari doktrin-doktrin agama-agama. Akan tetapi fakta menunjukkan adanya kerusakan alam yang semakin parah dengan maraknya eksploitasi alam biotik maupun abiotik oleh manusia. Mengacu pada telaah Alfred Whitehead melalui Filsafat Proses-nya dan Skolimowski dengan konsepnya tentang kesakralan alam di mana manusia menjadi penjaga kesakralannya, kajian ini mau menyimpulkan bahwa manusia perlu kembali menghargai alam sebagaimana telah diamanatkan agama maupun alam yang telah rusak itu sendiri yang memanggil manusia untuk tidak memusuhinya, melainkan bersahabat dengan alam sebagai wujud pertobatan manusia yang telah lama mengabaikan dimensi ekospiritual dalam keimanannya, sehingga manusia menjadi diri yang ekologis.","PeriodicalId":213945,"journal":{"name":"Jurnal Pasupati","volume":"251 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132977700","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Grand Design Hindu Dharma Indonesia (GDHDI) dimaksudkan sebagaI panduan bagi para pemangku kepentingan dan seluruh umat Hindu Indonesia, karena mendesain masa depan Hindu di Indonesia pada dasarnya adalah proses yang diskenariokan agar bertahan hidup dan menuju pertumbuhan umat Hindu di Indonesia, baik dalam kuantitas dankualitas. Kebutuhan mendesak umat pada saatkini, salah satunya adalah optimalisasi peran dari para Dharma Duta sebagai agen-agen perubahan untuk dapat menjangkau masyarakat dan melakukan pembinaan-pembinaan yang intensif serta efektif dan efisien. Peran Dharma Duta kini telah diwadahi oleh Lembaga Dharma Duta di bawah naungan Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat. GDHDI yang mulai dikenalkan dan ditetapkan dalam Mahasabha X Parisada Hindu Dharma Indonesia akan sangat baik jika didukung dengan kajian yang ilmiah, terutama dalam kaitan dengan peran Lembaga Dharma Duta yang juga sejalan dengan misi dari GDHDI, sehingga perlu melakukan kajian bagaimana Lembaga Dharma Duta dan Tim Koordinasi dan Integrasi GDHDI dapat bersinergi dalam menjalankan road-map grand design yang telah ditentukan.Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh melalui hasil wawancara dengan informan. Penetapan informan dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, observasi, dan wawancara.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain masih dibutuhkannya sosialisasi yang real kepada masyarakat Hindu di Indonesia terkait dengan program kerja yang dimiliki oleh Lembaga Dharma Duta dan GDHDI; masih dibutuhkannya koordinasi yang kuat antara Lembaga Dharma Duta serta GDHDI terkait dengan rencana dan implemtasi kerja yang bertujuan dengan peningkatan kualitas penyuluh Agama Hindu di Indonesia. Dibutuhkan keseriusan serta kefokusan yang tepat dari Lembaga Dharma Duta terkait dengan banyak aspek yang masih dibutuhkan dalam peningkatan kualitas Penyuluh Agama; dan dibutuhkan program dan strategi kerja yang tepat yang harus dirancang bersama oleh Lembaga Dharma Duta dan GDHDI untuk meningkatkan dan memaksimalkan kualitas-kualitas yang dimiliki oleh penyuluh Agama Hindu di seluruh Indonesia.
{"title":"ANALISIS PERAN LEMBAGA DHARMA DUTA DALAM MEMBANGUN SINERGI DENGAN TIM KOORDINASI DAN INTEGRASI GRAND DESIGN HINDU DHARMA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENYULUH AGAMA HINDU DI INDONESIA","authors":"Made Awanita","doi":"10.37428/pspt.v5i1.29","DOIUrl":"https://doi.org/10.37428/pspt.v5i1.29","url":null,"abstract":"Grand Design Hindu Dharma Indonesia (GDHDI) dimaksudkan sebagaI panduan bagi para pemangku kepentingan dan seluruh umat Hindu Indonesia, karena mendesain masa depan Hindu di Indonesia pada dasarnya adalah proses yang diskenariokan agar bertahan hidup dan menuju pertumbuhan umat Hindu di Indonesia, baik dalam kuantitas dankualitas. Kebutuhan mendesak umat pada saatkini, salah satunya adalah optimalisasi peran dari para Dharma Duta sebagai agen-agen perubahan untuk dapat menjangkau masyarakat dan melakukan pembinaan-pembinaan yang intensif serta efektif dan efisien. Peran Dharma Duta kini telah diwadahi oleh Lembaga Dharma Duta di bawah naungan Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat. GDHDI yang mulai dikenalkan dan ditetapkan dalam Mahasabha X Parisada Hindu Dharma Indonesia akan sangat baik jika didukung dengan kajian yang ilmiah, terutama dalam kaitan dengan peran Lembaga Dharma Duta yang juga sejalan dengan misi dari GDHDI, sehingga perlu melakukan kajian bagaimana Lembaga Dharma Duta dan Tim Koordinasi dan Integrasi GDHDI dapat bersinergi dalam menjalankan road-map grand design yang telah ditentukan.Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh melalui hasil wawancara dengan informan. Penetapan informan dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, observasi, dan wawancara.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain masih dibutuhkannya sosialisasi yang real kepada masyarakat Hindu di Indonesia terkait dengan program kerja yang dimiliki oleh Lembaga Dharma Duta dan GDHDI; masih dibutuhkannya koordinasi yang kuat antara Lembaga Dharma Duta serta GDHDI terkait dengan rencana dan implemtasi kerja yang bertujuan dengan peningkatan kualitas penyuluh Agama Hindu di Indonesia. Dibutuhkan keseriusan serta kefokusan yang tepat dari Lembaga Dharma Duta terkait dengan banyak aspek yang masih dibutuhkan dalam peningkatan kualitas Penyuluh Agama; dan dibutuhkan program dan strategi kerja yang tepat yang harus dirancang bersama oleh Lembaga Dharma Duta dan GDHDI untuk meningkatkan dan memaksimalkan kualitas-kualitas yang dimiliki oleh penyuluh Agama Hindu di seluruh Indonesia.","PeriodicalId":213945,"journal":{"name":"Jurnal Pasupati","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114067960","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
The concept of Manyama Braya (Hindu Social Mutual Assistance) was used as a guideline by the people in the custom village of Sukawati because it is one of the existing local wisdom and even developed. The value of local wisdom, Manyama Braya implies an equality and fraternity or social recognition that we are brothers as a social fraternity; therefore the attitude and behavior of ours have to look at others as brothers who should be invited together in joy and sorrow. The concept of Manyama Braya was emphasized in daily life by the people in the custom village of Sukawati. This study was as a background of research of value Religious Hindu Education in the concept of Manyama Braya. The concept of Manyama Braya was important to be applied because the society in the village wanted to get prosperity and harmony in the society life. (2) The concept of Manyama Braya were implemented in a custom activity which were included Dewa Yadnya (Offering to Gods), Manusa Yadnya (Offering to people), Pitra Yadnya (Offering to ancestors) and Bhuta Yadnya (Offering to supernatural) and the concept of Manyama Braya was also implemented in everyday life. (3) The education values contained in the application of the concept of Manyama Braya namely: the value of ethics education was shown when the people always kept ethics in conducting customs activities. The value of harmony education was shown when the people always together kept maintaining harmonious indigenous activities and daily life. And the value of social education, was shown when the people work together in performing traditional custom activities and mutual assistance in everyday life.
{"title":"KAJIAN NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM KONSEP MANYAMA BRAYA","authors":"Ida bagus Putu eka Suadnyana","doi":"10.37428/pspt.v5i1.128","DOIUrl":"https://doi.org/10.37428/pspt.v5i1.128","url":null,"abstract":"The concept of Manyama Braya (Hindu Social Mutual Assistance) was used as a guideline by the people in the custom village of Sukawati because it is one of the existing local wisdom and even developed. The value of local wisdom, Manyama Braya implies an equality and fraternity or social recognition that we are brothers as a social fraternity; therefore the attitude and behavior of ours have to look at others as brothers who should be invited together in joy and sorrow. The concept of Manyama Braya was emphasized in daily life by the people in the custom village of Sukawati. This study was as a background of research of value Religious Hindu Education in the concept of Manyama Braya. The concept of Manyama Braya was important to be applied because the society in the village wanted to get prosperity and harmony in the society life. (2) The concept of Manyama Braya were implemented in a custom activity which were included Dewa Yadnya (Offering to Gods), Manusa Yadnya (Offering to people), Pitra Yadnya (Offering to ancestors) and Bhuta Yadnya (Offering to supernatural) and the concept of Manyama Braya was also implemented in everyday life. (3) The education values contained in the application of the concept of Manyama Braya namely: the value of ethics education was shown when the people always kept ethics in conducting customs activities. The value of harmony education was shown when the people always together kept maintaining harmonious indigenous activities and daily life. And the value of social education, was shown when the people work together in performing traditional custom activities and mutual assistance in everyday life.","PeriodicalId":213945,"journal":{"name":"Jurnal Pasupati","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124308768","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
This study discusses about the value of teaching the loyalty of Devi Savitri in Vana Parwa. This theme was created based on the phenomenon of the declining value of faithfulness between husband and wife in married life, as they appear in the mass media and real life which are affairs and divorce in marriage. Related to that phenomenon, writer invites people began to improve itself by studying Hindu literature. Which one of them is Devi Savitri's story in the Vana Parva, which can be used as guidance in run a married life. This study tried to explore the value of teaching the loyalty of Devi Savitri in Vana Parwa, as well as its still relevance in this era. This research is a literature study. Using the concept the value of teaching the loyalty of Devi Savitri, and Vana Parva. The results of this study found that Devi Savitri was the wife who uphold the Satya concepts, such as Satya Wacana, Satya Hredaya, Satya Laksana, Satya Mitra and Satya Samaya. Furthermore, Devi Savitri also act with love and devotion to her family. In order to the values and the concepts can be applied in this era.
{"title":"Nilai-Nilai Pendidikan Kesetiaan Devī Sāvitrī Dalam Vāna Parva","authors":"Kadek Hemamalini","doi":"10.37428/pspt.v5i1.82","DOIUrl":"https://doi.org/10.37428/pspt.v5i1.82","url":null,"abstract":"This study discusses about the value of teaching the loyalty of Devi Savitri in Vana Parwa. This theme was created based on the phenomenon of the declining value of faithfulness between husband and wife in married life, as they appear in the mass media and real life which are affairs and divorce in marriage. Related to that phenomenon, writer invites people began to improve itself by studying Hindu literature. Which one of them is Devi Savitri's story in the Vana Parva, which can be used as guidance in run a married life. This study tried to explore the value of teaching the loyalty of Devi Savitri in Vana Parwa, as well as its still relevance in this era. This research is a literature study. Using the concept the value of teaching the loyalty of Devi Savitri, and Vana Parva. The results of this study found that Devi Savitri was the wife who uphold the Satya concepts, such as Satya Wacana, Satya Hredaya, Satya Laksana, Satya Mitra and Satya Samaya. Furthermore, Devi Savitri also act with love and devotion to her family. In order to the values and the concepts can be applied in this era. ","PeriodicalId":213945,"journal":{"name":"Jurnal Pasupati","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132039911","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}